---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 05 September 2002 14:00 UTC



** ANGGOTA DPR INGIN AKBAR TANDJUNG MUNDUR SAJA

** AMNESTY INTERNATIONAL TUDUH INGGRIS MELANGGAR HAM

** POLISI ISRAEL MENCEGAH SERANGAN PALESTINA DI ISRAEL UTARA

** TOPIK GEMA WARTA: VONIS AKBAR TANDJUNG BUKAN AKHIR ERA
KEPEMIMPINANNYA DI GOLKAR

** TOPIK GEMA WARTA: VONIS AKBAR TANDJUNG DAN TERBUNUHNYA RASA MALU
SERTA RASA BERSALAH



* ANGGOTA DPR INGIN AKBAR TANDJUNG MUNDUR SAJA

Sekelompok anggota DPR yang terkemuka menyatakan Ketua Umum Partai
Golkar dan Ketua DPRRI Akbat Tandjung harus mengundurkan diri. Akbar
Tandjung divonis hukuman tiga tahun penjara Rabu kemarin dalam kasus
penyalahgunaan dana nonbujeter Bulog senilai Rp 40 milyar. Akbar
Tandjung dituduh menyimpangkan dana yang sebenarnya untuk kepentingan
pemberantasan kemiskinan itu ke kas Partai Golkar tahun 1999. Ketika
itu ia menjabat Mensesneg di bawah pemerintahan Presiden B.J.
Habibie. Namun Akbar Tandjung naik banding karena tidak ingin
meletakkan jabatannya. Namun sejumlah besar anggota DPR, semua
anggota PDIP pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri tidak bisa
menerima hal itu. Menurut mereka Akbar Tandjung harus lengser,
bagaimana pun juga, apakah itu melalui prosedur skorsing, atau atas
keinginan Tandjung sendiri. Akbar Tandjung menyatakan tidak bersalah
atas penggelapan uang. Menurutnya ini adalah permainan politik untuk
menghalanginya  supaya tidak bisa ikut dalam pemilihan presiden 2004
mendatang.


* AMNESTY INTERNATIONAL TUDUH INGGRIS MELANGGAR HAM

Organisasi Hak Asasi Manusia Amnesty International menuduh Inggris
melanggar hak asasi manusia. Para terdakwa yang ditangkap dan ditahan
berkaitan dengan serangan 11 September seringkali ditahan dalam
kondisi tidak manusiawi. Mereka ditahan selama 22 jam di sel, tidak
mendapatkan pelayanan kesehatan dan sangat terbatas saja dalam
menemui pengacara mereka. Menurut Amnesty International ini bisa
memperburuk kesehatan fisik dan mental para tahanan. Setelah serangan
di Amerika Serikat, Inggris memberlakukan undang-undang anti teror
baru yang memungkinkan terdakwa ditahan untuk waktu tak terbatas
tanpa proses atau dakwaan. Pelapor khusus PBB anti penganiayaan Theo
van Boven menuntut supaya undang-undang anti teror menjamin tidak
dilakukan berbagai macam penganiayaan. Selain itu terdakwa harus bisa
berbicara dengan pengacara dalam 24 jam setelah penangkapannya.
Demikian tandas Van Boven.


* POLISI ISRAEL MENCEGAH SERANGAN PALESTINA DI ISRAEL UTARA

Polisi Israel menyatakan berhasil mencegah serangan baru Palestina di
Israel Utara. Di Timur kota Binyamina, dekat perbatasan dengan Tepi
Barat Sungai Yordan ditemukan sebuah bom mobil dan 600 kilogram bahan
peledak. Dikatakan bom tersebut harus diledakkan dengan sebuah
telefon genggam. Polisi kini melacak para pelaku tindak kejahatan
yang berhasil lari dengan mobil. Sementara itu pasukan Israel
menangkap tiga orang Palestina di kota Nablus, Tepi Barat Sungai
Yordan. Dua tertangkap adalah anggota gerakan radikal Palestina
Hamas. Dikatakan mereka merencanakan serangan bunuh diri di Israel.


* FREKUENSI PENERBANGAN SEBELUM SERANGAN 11 SEPTEMBER BARU NORMAL
KEMBALI TAHUN 2003

Lalu lintas penerbangan internasional baru akan mencapai frekuensi
penerbangan sebelum serangan 11 September pada akhir tahun mendatang.
Tahun berikutnya, yaitu tahun 2004 keadaan finansial maskapai
penerbangan bisa pulih kembali. Demikian hasil penelitian organisasi
penerbangan internasional IATA. Lalu lintas penerbangan tahun ini
turun sampai tiga persen. Ini untuk sebagian besar dialami di Amerika
Serikat, di mana banyak orang takut terbang sejak serangan tahun
lalu. Berbagai maskapai penerbangan menghadapi kesulitan besar
setelah 11 September. Sektor penerbangan di seluruh dunia mengalami
kerugian sebesar 18 milyar euro tahun belakangan. Sekitar 200 ribu
orang kehilangan pekerjaan.


* CINA DAN JERMAN SEPAKAT TENTANG NASIB PENGUNGSI KOREA UTARA

Cina dan Jerman mencapai sepakat tentang nasib 15 pengungsi Korea
Utara yang pekan ini memasuki sekolah Kedutaan Besar Jerman di
ibukota Beijing. Demikian dilaporkan juru bicara Kementerian Luar
Negeri Cina. Tidak diberi informasi lebih lanjut tentang kesepakatan
tadi, namun dikatakan pengungsi Korea Utara diijinkan berangkat ke
Korea Selatan melalui negara ketiga. Sama halnya dengan kasus 80
pengungsi Korea Selatan yang sejak Maret lalu masuk ke Cina dan
mencari penampungan di beberapa Kedutaan Besar.


* SEDIKITNYA 20 ORANG TEWAS AKIBAT SERANGAN BOM DI KABUL

Serangan bom di Ibukota Afganistan Kabul menewaskan sedikitnya 20
orang. Puluhan orang lainnya cedera. Beberapa gedung rusak berat
akibat ledakan. Serangan dilancarkan di daerah di mana terletak
banyak kementerian Afgan dan Kedutaan Besar luar negeri. Sejak Rabu
kemarin Kedutaan Besar Amerika dan Inggris dijaga ekstra ketat. Belum
jelas apa sasaran serangan ini. Pasukan perdamaian ISAF mengirim
pasukan tambahan ke Kabul.


* LEDAKAN BOM TEWASKAN TIGA ORANG

Tiga orang tewas dan tiga orang lainnya cedera akibat ledakan bom di
Ambon. Ledakan bom terjadi Lapangan Merdeka Ambon yang digunakan oleh
Kristen maupun Muslim. Polisi Ambon belum bisa memberi keterangan
tentang pelaku tindak kejahatan ini. Belakangan Ambon menjadi
panggung bentrokan penuh kekerasan antara kaum Muslim dengan Kristen.
Kekerasan tiga tahun belakangan menewaskan sedikitnya limaribu orang.
Walau telah tercapai kesepakatan perdamaian Februari lalu, namun
kadang-kadang masih juga terjadi beberapa insiden.


* VONIS AKBAR TANDJUNG BUKAN AKHIR ERA KEPEMIMPINANNYA DI GOLKAR

Vonis tiga tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Ketua
Golkar sekaligus Ketua DPR Akbar Tandjung, bukan berarti akhir masa
pimpinannya dalam partai Orde Baru itu. Salah satu alasannya karena
banyak cabang-cabang yang loyal terhadap Akbar. Demikian komentar
Arbi Sanit kepada Radio Nederland. Sampai di mana keloyalan ini dapat
bertahan, apabila mata rantai pertama seperti Kosgoro, sekarang telah
memintanya untuk mengundurkan diri?

Arbi Sanit [AS]: Ya contohnya strategi dari Akbar dan Golkar,
memisahkan Golkar dan Akbar. Jadi kalau Akbar dihukum jangan sampai
mengimbas kepada Golkar, begitulah saya kira. Strategi itu sudah
mulai dijalankan oleh Jaksa Agung yang tidak membongkar ke mana uang
itu sesungguhnya pergi dan juga tidak membongkar dari mana
sumber-sumber uang untuk mengembalikan yang dilakukan oleh Winfrid
Simatupang.

Radio Nederland [RN]: Kalau sudah dipisah gitu, lalu apakah sekarang
ketika Akbar Tandjung sudah dijatuhi hukuman penjara tiga tahun ini,
Golkar masih layak memasang dia sebagai ketua umumnya?

AS: Ya itulah persoalan moral yang tersisa. Yaitu bahwa satu lembaga
politik seperti Partai Golkar tidak layak dipimpin oleh seorang yang
sudah terhukum menjadi kriminal. Sebab dengan begitu, legitimasi
partai itu dari mata rakyat menjadi turun. Kepercayaan publik tidak
ada, karena pemimpinnya menjadi orang yang terpidana.

Nah jadi bagi Golkar sebenarnya, kalau Golkar tidak mau terseret oleh
hukuman Akbar Tandjung, maka memang Akbar Tandjung sebaiknya mundur
dari situ. Kalau tidak mundur ya didepak oleh suatu muktamar luar
biasa. Tapi tampaknya sekarang kedua kemungkinan itu menjadi kecil di
dalam Golkar, oleh karena cabang-cabang loyal sekali kepada Akbar.

RN: Tentu saja sikap loyal itu tidak taktis terutama dalam menghadapi
pemilu 2004. Bagaimana menurut Anda sikap loyal itu bisa muncul?

AS: Ya sikap loyal itu kan sudah dibangun oleh Akbar Tandjung selama
reformasi ini. Bahwa tanpa Akbar Tandjung Golkar akan terpecah belah.
Sikapnya terhadap Golkar persis seperti sikap Soeharto kepada
Indonesia. Tanpa Soeharto Indonesia hancur kacau balau. Nah selain
dari itu di dalam Golkar sendiri Akbar memang di samping sebagai
faktor pemersatu, dia membangun kepercayaan ya bahwa dia satu-satu
orang yang dapat mempersatukan Golkar sekarang ini.

RN: Tentu saja pada pemilu tahun 2004 nanti yang dihadapi Akbar
Tandjung itu bukan hanya orang-orang di bawahannya jadi cabang-cabang
Golkar itu, tapi seluruh pemilih di Indonesia. Bagaimana kira-kira
lalu dengan sikap begini mereka bisa maju pemilu?

AS: Ya tentu saja kalau sampai 2004 dipertahankan Akbar Tandjung,
apalagi nanti kalau dia sudah mendapat hukuman tetap dari Mahkamah
Agung misalnya, maka dengan sendirinya Golkar akan mengalami
kesulitan mendapatkan pendukung.

RN: Anda tidak melihat adanya semacam pembangkangan dalam tubuh
Golkar sekarang?

AS: Ya dalam tubuh Golkar sekarang memang ada faksi-faksi, terutama
faksi dari Sulawesi itu, Iramasuka, itu memang sebagian elitnya
memang ingin mengganti Akbar Tandjung, sejak lama. Tetapi lain dari
itu elit Golkar lebih banyak yang loyal kepada Akbar Tandjung. Sebut
saja kelompok Fahmi dan juga kelompok bekas menteri perburuhan itu
ya.

RN: Memang selama ini yang mulai dijadikan wacana adalah bahwa pada
pemilu 2004 nanti Megawati dengan PDIP-nya akan, ya katakanlah
berkoalisi begitu dengan Golkar tapi bukan di bawah Akbar Tandjung
melainkan di bawah Yusuf Kalla gitu?

AS: Ya belum tahu juga, karena selama ini kan sudah ada usaha-usaha
dari misalnya  Baramuli untuk mendorong cabang-cabang mengadakan
musyawarah luar biasa. Tapi kan tidak mempan. Artinya walau pun ada
klaim dari para tokoh Iramasuka itu, sebaliknya dari berbagai daerah
Indonesia Timur misalnya dan Sulawesi itu malah tetap setia kepada
Akbar.

RN: Dengan demikian untuk pemilu 2004 nanti tampaknya Akbar Tandjung,
kalau dia tetap menjadi ketua Golkar, dia akan menyeret Golkar ke
dalam jurang kekalahan yang luar biasa ya?

AS: Kalau dia sudah mendapat hukuman tetap lalu bertahan, saya kira
dengan sendirinya Golkar akan hancur di bawah Akbar Tandjung. Tapi
yang jadi masalah adalah kan kalau sebelum itu Akbar Tandjung dapat
menunjuk orang-orang yang kepercayaannya antara lain seperti Fahmi
Idris atau Marzuki Darusman atau yang lain. Nah maka sukar juga buat
PDI Perjuangan untuk mendapatkan pemilih dari Golkar ya.

RN: Jadi menurut Anda Akbar masih bisa, untuk mengatasi ini, menunjuk
orang-orang kepercayaannya gitu?

AS: Ya sampai sejauh ini kelihatannya arahnya ke sana. Buktinya
sekalipun sudah dijatuhkan hukuman, kita belum dengar adanya upaya
muktamar luar biasa yang kuat.

Demikian pengamat politik Jakarta Arbi Sanit.


* VONIS AKBAR TANDJUNG DAN TERBUNUHNYA RASA MALU SERTA RASA BERSALAH


Intro: Menyusul vonis tiga tahun penjara Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat, kini Akbar Tandjung menghadapi tekanan dari dua front. Pertama
dari fraksi-fraksi lain supaya ia mundur dari jabatan Ketua DPRRI.
Kedua dari dalam Partai Golkar sendiri mulai terdengar bisik-bisik
yang ingin supaya Akbar lengser saja dari jabatan ketua umum.
Mampukah Akbar menghadapi keduanya? Yang jelas, bagi Akbar Tandjung
yang mengaku orang politik, penjara dan istana seringkali tidak bisa
dipisahkan. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari
Jakarta.

Di belahan dunia ini, mungkin hanya Indonesia yang lembaga tinggi
negaranya dipimpin oleh seorang yang secara hukum disebut koruptor.
Sebut saja Ir. Akbar Tandjung, ketua DPR RI, yang Rabu kemarin
divonis hukuman tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat. Pers luar negeri utamanya, televisi internasional BBC
memberitakannya hari Kamis pagi WIB.

Tampaknya dengan pernyataan bersalah dari Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat atas kasus penyalahgunaan Dana Bulog tidak dengan otomatis
jabatan Akbar Tandjung sebagai ketua DPRRI dicopot. Karena resistensi
di kalangan anggota Partai Golkar untuk mempertahankan Akbar Tandjung
mungkin sulit dilawan oleh partai-partai lain, termasuk partai
pemenang pemilu, PDIP. Bukan karena Partai Golkar hebat melainkan
karena partai Golkar sendiri boleh jadi memiliki kartu truf yang
membuat parta-partai itu enggan menerima konsekuensi politiknya.
Simaklah apa yang dikatakan Akil Mochtar dari Golkar yang ingin Akbar
tetap sebagai Ketua DPR:

Akil Mochtar:
Kalau soal bahwa Pak Akbar itu harus mundur dari jabatannya selaku
Ketua DPR, sebenarnya bukan sesuatu hal yang baru. Karena jauh
sebelumnya pun opini-opini sinis ini sudah ada. Tetapi kan Pak
Akbarnya sendiri masih menyatakan banding terhadap vonis itu. Jadi
kekuatan hukumnya belum ada. Nah, namun demikian ya sekali lagi kami
ingin mengatakan bahwa terhadap wacana-wacana yang berkembang karena
secara formal itu belum ada usulannya di Dewan. Akan kami terus
pantau. Kemudian kita akan pelajari sindikasi politik yang dimainkan
terutama tentu dari teman-teman fraksi lain. Karena dalam posisi
seperti itu tentu tidak ada hal lain yang harus kami lakukan. Tentu
Golkar akan siaplah untuk menghadapi gempuran-gempuran yang akan
datang.

Hal demikian pernah terjadi saat tokoh Golkar lain, Ginandjar
Kartasasmita ditahan. Ternyata jabatannya sebagai wakil ketua MPR
tetap dipertahankan. Begitu juga dengan orang Golkar yang lain
Syahril Sabirin, kendati di tingkat pengadilan negeri dinyatakan
bersalah, Syahril tetap menjabat gubernur Bank Indonesia. Sekarang di
tingkat banding Syahril Sabirin dinyatakan tidak bersalah. Maka Akbar
Tandjung segera mengikuti jejak Syahril Sabirin, dengan alasan
menunggu vonis yang lebih berkekuatan tetap, akan tetap memimpin DPR.
Kamis kemarin, seorang anggota DPR yang lain, Probosutedjo juga
diperiksa di pengadilan sebagai seorang tersangka. Dan saudara tiri
Soeharto ini pun tidak mau berhenti sementara dari keanggotaan DPRRI.


Kasus-kasus korupsi tersebut sulit dibasmi, karena korupsi di
Indonesia telah berlangsung secara struktural dan bahkan menjadi
sistem itu sendiri. Mangapa hal ini terjadi, karena gerakan reformasi
telah gagal dan tidak mampu memotongnya di tengah jalan, sehingga dia
tetap terus meskipun presiden Soeharto sudah diganti. Selain sistem
dan struktur, orang-orang yang dulu pro-reformasi kini telah masuk ke
dalam sistem yang korup itu. Utamanya orang-orang Gus Dur dan
Megawati yang menguasai komisi-komisi di DPR. Mereka sebenarnya
sebagian besar dapat dikategorikan berlatar belakang reformis namun
kenyataannya mereka dikooptasi oleh kekuatan-kekuatan Golkar. Hal ini
terjadi karena maraknya praktek politik dagang sapi di DPR. Dengan
demikian yang terjadi adalah kompromi-kompromi politik yang
bertentangan dengan arah dan tujuan reformasi. Dengan kata lain
gerakan reformasi telah gagal mengganti sistem yang ada.

Sesungguhnya gerakan reformasi telah kalah sejak Soeharto menyerahkan
kekuasaannya pada Habibie. Sejak itu dibangun semacam tembok oleh
kalangan militer di bawah kepemimpinan Wiranto cs. Dan sekarang oleh
Theo Syafei, Susilo Bambang Yudhoyono, Hendroprijono dan Agum Gumelar
tak tertembus lagi. Dalam hal ini, Amir Husin Daulay, aktivis gerakan
angkatan 80 yang menjadi penggerak Indonesia Democracy Monitor
(Indemo), sebuah lembaga yang didirikan oleh Hariman Siregar dan
Mulyana W. Kusumah, menyatakan bahwa di Indonesia korupsi sulit
dibasmi karena, ibarat kanker, telah menyebar.

Orde Baru selain melanggengkan sistem yang korup juga membunuh rasa
malu dan rasa bersalah. Pada tahun-tahun 1950an dan 1960an,
politisi-politisi yang dituduh korupsi atau terlibat korupsi merasa
malu. Sekarang justru merasa sebagai pejuang. Dalam hal ini Akbar
Tandjung mengatakan kepada pers, bahwa kasusnya soal biasa. "Di
bidang politik, dihukum atau mengalami seperti ini adalah biasa,"
katanya. Penjara dan istana bagi orang politik seringkali tidak bisa
dipisahkan, tambahnya. Akbar nampaknya mengkuti pandangan Tommy
Soeharto yang juga putra tersayang mantan bosnya. Tommy dalam suatu
wawancara dengan harian Republika, sesaat sebelum diberangkatkan ke
Nusakambangan mengatakan bahwa ia tabah menjalani nasibnya karena
Mandela, Xanana dan Soekarno pun pernah dipenjara. Artinya, Tommy
menyamakan dirinya dengan tokoh-tokoh yang dipenjara karena
memperjuangkan cita-cita, bukan karena membunuh atau mencuri.

Hal ini mungkin hanya terjadi di NKRI yang dipertahankan mati-matian
oleh Megawati yang ternyata adalah Negara Koruptor Republik
Indonesia.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke