---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 11 September 2002 16:00 UTC



** DUNIA KENANG TRAGEDI 11 SEPTEMBER

** SUTIYOSO TERPILIH KEMBALI SEBAGAI GUBERNUR DKI JAYA

** AUSTRALIA TUTUP KEDUBES DI DILI

** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA AMERIKA MENERAPKAN PENGERTIAN
TERORISME DI INDONESIA?

** TOPIK GEMA WARTA: KECEWA SUTIYOSO TERPILIH: PENDUKUNG MEGAWATI MAU
BAKAR POSKO PDI PERJUANGAN



* DUNIA KENANG TRAGEDI 11 SEPTEMBER

Di kota New York, Amerika Serikat dilangsungkan upacara peringatan
tepat satu tahun lalu serangan teroris yang menghancurkan kedua
menara World Trade Centre. Tepat pukul 08.46 waktu setempat, ribuan
orang yang hadir di Ground Zero Manhattan mengheningkan cipta selama
satu menit. Setelah itu disusul dengan pembacaan nama 2800 korban,
termasuk lebih dari 400 orang petugas pemadam kebakaran, polisi dan
anggota regu penyelamat.

Dengan alasan ancaman serangan teroris baru pemerintah Washington
memberlakukan peraturan pengamanan yang sangat ketat. Pihak angkatan
bersenjata menyatakan situasi siaga II, semua pusat-pusat nuklir
dijaga ketat dan ditempatkan sejumlah senjata penangkal rudal di
sekitar New York dan Washington.

Di berbagai tempat di dunia diperingati tepat satu tahun lalu
serangan teroris 11 September di New York dan Washington, Amerika
Serikat. Di berbagai negara di Asia, Australia dan selandia baru,
upacara perintatan dilangsungkan di pagi hari waktu setempat.
Sementara di Eropa dilangsungkan upacara di gedung-gedung parlemen.

Presiden Rusia Vladimir Putin, lewat hubungan telepon kembali
menyatakan dukungannya terhadap perang melawan terorisme. Juga Uni
Eropa menyatakan solider dengan Amerika Serikat. Di Belanda 11
September diperingati cukup sederhana. Perdana Menteri Jan Peter
Balkenende berpidato di depan parlemen dan menghadiri upacara
peringatan di Kedutaan Besar AS di Den Haag.


* SUTIYOSO TERPILIH KEMBALI SEBAGAI GUBERNUR DKI JAYA

Polisi di ibukota Jakarta menembakkan peluru-peluru kosong, gas air
mata dan semprotan air untuk membubarkan 3000 orang demonstran yang
memprotes terpilihnya kembali Sutiyoso sebagai gubernur DKI Jakarta
untuk masa jabatan 2002-2007. Demo tersebut dilangsungkan di depan
halaman balai kota dan gedung DPRD Jakarta. Setelah melalui voting,
yang beberapa kali ditunda pelaksanaanya, Sutiyoso mendapat 47 suara
dari 84 anggota DPRD. Setelah hasil diumumkan sekitar 1000 orang
masih berkumpul di halaman balai kota, tapi tidak diberitakan insiden
kekerasan. Polisi menjaga wilayah tersebut, yang satu jalan dengan
gedung kedubes AS dengan menggunakan helikopter.


* AUSTRALIA TUTUP KEDUBES DI DILI

Untuk sementara pemerintah Australia menutup kedutaan besarnya di
Dili Timor Timur. Sejumlah orang tak dikenal mengancam akan menyerang
aset Australia dan PBB di wilayah tersebut. Pemerintah Australia
memperingatkan warganya untuk berhati-hati. Peringatan ini juga
berlaku untuk mereka yang bepergian ke negara-negara Asia Tenggara
seperti Indonesia, Singapura, Filipina dan Malaysia. Untuk tindakan
pencegahan pemerintah Inggris dan Amerika Serikat juga memerintahkan
menutup kedutaan besar mereka di sejumlah negara.


* MENTERI NEGARA BAGIAN KASHMIR DITEMBAK MATI

Di negara bagian Jammu dan Kashmir India, seorang menteri dari
pemerintah negara bagian di bunuh. Mobil yang ditumpangi Menteri
Mushtaq Ahmad Lone sedang dalam perjalanan di desa Rathnag ketika
terjebak ranjau darat dan kemudian ditembaki orang-orang tak dikenal.
Selain itu tiga orang lainnya juga ditembak mati, sementara empat
penjaga cedera. Menteri ini akan menghadiri sebuah pertemuan politik.
Pembunuhan tersebut dilakukan lima hari sebelum dilangsungkannya
pemilu regional di negara bagian Kashmir. Para pejuang muslim yang
berjuang untuk kemerdekaan wilayah tersebut menyerukan untuk
memboikot pemilu, dan mengancam akan melakukan sejumlah serangan.


* JEPANG TEMUKAN BANGKAI KAPAL SPIONASE KOREA UTARA

Di Laut Cina Selatan para penyelam Jepang berhasil menemukan bangkai
kapal yang kemungkinan kapal spionase Korea Utara. Kapal tersebut
tenggelam tahun lalu setelah diiikuti dan ditembaki polisi penjaga
pantai Jepang. Bangkai kapal ditemukan 90 meter di kedalaman laut.
Pemerintah Tokyo menyatakan dalam beberapa minggu mendatang tidak
diberikan pernyataan resmi mengenai identitas kapal tersebut. Tanggal
17 September mendatang akan dilangsungkan pertemuan tingkat tinggi
Jepang-Korea Utara. Menurut para diplomat, Jepang ingin mencegah agar
pertemuan tersebut tidak diganggu masalah kapal spionase ini.


* PENCARI SUAKA KORUT DI CINA DIIJINKAN PERGI

Lima belas warga Korea Utara yang melarikan diri ke Kedutaan Besar
Jerman di ibukota Cina, Beijing, telah meninggalkan kota tersebut.
Menurut juru bicara kedubes Jerman, mereka diberangkatkan ke Korea
Selatan lewat negara ketiga. Ke-15 warga Korea Utara ini berhasil
masuk ke halaman kedubes setelah memanjat tembok gedung tersebut.
Menurut seorang diplomat 21 pencari suaka lainnya, yang telah
beberapa bulan berada di halaman kedubes Korea Selatan di Beijing,
juga diijinkan untuk pergi.


* AUNG SAN SUU KYI TAMPIL DI MUKA UMUM BERSAMA JENDERAL BIRMA

Di Birma, sejumlah anggota junta militer dan pemimpin oposisi Aung
San Suu Kyi bersama-sama menghadiri upacara peringatan para korban 11
September di Amerika Serikat. Ini untuk pertama kalinya, sejak
dibebaskan dari tahanan rumah, Suu Kyi tampil di depan umum
bersama-sama dengan seorang jenderal Birma. Menurut para diplomat
asing pertemuan ini mempunyai arti simbolis yang sangat besar.
Upacara peringatan dilangsungkan di lobby hotel di ibukota Yangoon,
atas undangan kedutaan besar Amerika Serikat di Birma.


* BAGAIMANA AMERIKA MENERAPKAN PENGERTIAN TERORISME DI IDNONESIA?

Sehubungan serangan teror di New York dan Washington, 11 September
tahun lalu, Amerika Serikat melancarkan operasi besar-besaran untuk
menumpas terorisme Internasional. Dalam upaya menumpas gerakan
separatis di Aceh, pemerintah Indonesia ingin menggolongkan Gerakan
Aceh Merdeka, GAM sebagai organisasi teror. Rencana tersebut tidak
berhasil, karena juru runding Amerika Jenderal Anthony Zinni ke Aceh.
Lalu bagaimana Amerika membedakan Aceh dari terorisme? Radio
Nederland menghubungi pakar Aceh Otto Syamsuddin Ishak untuk bertanya
mengapa Amerika di satu sisi ingin terorisme diberantas tetapi di
sisi lain tidak mau mengkelompokan GAM sebagai organisasi teror.

Otto Syamsuddin Ishak [OSI]: Itulah ada perbedaan kepentingan. Di
satu pihak memang dibutuhkan satu sindikasi internasional untuk
memerangi teroris. Tetapi juga pihak negara-negara berkembang
termasuk Indonesia itu ingin menggunakan masalah terorisme itu untuk
menyelesaikan masalah-masalah nasionalnya sendiri. Nah di sinilah ada
kontradiksinya. Karena bagi Amerika tentu apa yang dinamakan teroris
itu kan berbeda. Karena dia akan bergerak dengan jaringan
internasional. Itu salah satu cirinya, selain menggunakan kekerasan,
senjata, juga memiliki jaringan internasional.

Sementara GAM itu khusus untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi
wilayahnya. Kalau terorisme itu biasanya tidak memiliki tujuan
politik yang jelas. Untuk apa dia melakukan sesuatu? Apakah Al Qaidah
misalnya ingin mendirikan negara Islam? Kan itu kita tidak pernah
tahu.

Radio Nederland [RN]: Kenyataan bahwa Amerika menolak untuk menyebut
GAM sebagai organisasi teroris, bahkan bersedia mengirim utusannya
Jenderal Anthony Zinni untuk menjadi penengah. Apakah itu bisa
dikatakan, dalam tanda petik, merupakan kemenangan Gam secara
diplomatis?

OSI: Saya kira itu bukan kemenangan. Tetapi realitasnya memang ada
perbedaan kebijakan politik Amerika itu sendiri, bahwa memang GAM itu
bukan sebuah gerakan teroris. Tapi gerakan separatis. Lalu yang kedua
ternyata memang Anthony Zinni, yang punya pengalaman di Vietnam dan
punya pengalaman di Arab itu lebih mengandalkan penyelesaian melalui
proses-proses dialog.

Di sini juga bisa kita lihat bahwa Anthony Zinni itu sendiri berbeda
sikap sebenarnya juga dengan pihak militer di Indonesia. Sehingga
Pangkostrad Ryamizard itu justru mengecam Zinni karena tetap
mengandalkan pendekatan dialog. Dan kita ketahui juga bahwa memang di
dalam politik Amerika sendiri itu ada perbedaan antara kelompok sipil
dan kelompok militer.

Sekarang justru para pengamat politik mengatakan kelompok sipil
justru sangat militeristik dibandingkan dengan kelompok militer.
Seperti Zinni dan Powell sendiri.

RN: Bagaimana ini bisa dijelaskan? Di Indonesia kelompok militernya
sangat militeristik, sementara di Amerika justru sebaliknya. Sipil
yang militeristik, militer yang tidak seperti Zinni dan Powell?

OSI: Oleh karena itu kita bisa lihat dari pembukaan hubungan
kerjasama militer antara Indonesia dengan Amerika. Yang justru
didorong oleh kelompok politik sipil di Amerika yang bekerjasama
dengan kelompok militer di Indonesia.

RN: Kalau begitu secara keseluruhan bagaimana ini dampak 11 September
Amerika terhadap Indonesia kehusunya Aceh?

OSI: untuk gerakan hak asasi manusia, jelas merugikan. karena memang
samapi saat ini penegakan hak asasi manusia yang dilakukan di Amerika
sendiri seperti kasus Mobil-Oil, itu justru mendapat hambatan dri
pemerintah Amerika sendiri. Dan kedua untuk di Indonesia tetap saja
militer Indonesia seolah-olah mendapat satu rekomendasi dari
pemerintah Amerika untuk melakukan aksi-aksi militeristik di Aceh.

Jadi intensitas operasi militer di Aceh sebenarnya tetap akan tinggi.
Karena mereka sudah tidak mendapat hambatan lagi soal-soal kerjasama
militer dengan Amerika. Berbeda dengan dahulu, kalau mereka melakukan
aksi-aksi militeristik itu masih tetap mendapatkan jalan karena
berkaitan dengan masalah Timor Timur.

RN: Tapi toh Amerika tetap mengirim Anthony Zinni?

OSI: Sebenarnya Amerika kan di sini mendapat satu dilema. Di satu
sisi ingin membantu pihak militer indonesia dalam kaitannya dengan
upaya anti-terorisme. Tetapi di lain pihak Amerika juga harus
menyelesaikan masalah Aceh secara damai karena itu akan berisiko
terhadap investasinya di aceh.

RN: Tapi di Filipina, Amerika justru bertindak lebih keras katimbang
di Aceh?

OSI: Ya. karena di Filipina justru gerakan-gerakan seperti yang
dilakukan oleh Abu sayyaf, itu sudah menyerang warga negara asing.
Itu yang menjadi masalah. Oleh karena itu menjadi satu hal yang
penting bagi Amerika untuk melabel gerakan Abu Sayyaf itu sebagai
gerakan teroris.

Sementara di Aceh, atau di Papua atau di Poso sendiri, warga asing
justru mendapat kehormatan dan mendapat perlindungan dari masyarakat
setempat. Maupun dari gerakan-gerakan separatis.

RN: Dengan demikian anda tidak melihat bahwa pembunuh orang Amerika
di Papua yang terakhir itu adalah OPM?

OSI: saya tidak melihat itu sebagai apa yang dilakukan OPM. Karena
OPM itu sama posisinya dengan GAM, ingin mendapat dukungan
internasional. Oleh karena itu mereka tidak akan mencelakaan
orang-orang asing begitu.


* KECEWA SUTIYOSO TERPILIH: PENDUKUNG MEGAWATI MAU BAKAR POSKO PDI
PERJUANGAN


Restu Presiden Indonesia sekaligus ketua umum PDI Perjuangan Megawati
Sukarnoputri pemilihan kembali Sutiyoso untuk jabatan Gubernur
Jakarta benar-benar ampuh. Tersangka penyerangan markas besar PDI
Megawati 27 Juli 1996 itu meraup 47 suara dalam pemilihan Rabu
kemarin. Bagaimana perasaan para pendukung setia Megawati? Dr. Ribka
Tjiptaning Proletariati, dokter pendukung setia PDI Megawati yang
aktif merawat korban saat terjadi penyerangan 27 Juli 1996,
menuturkan kekecewaannya kepada Radio Nederland.

Ribka Tjiptaning Proletariati [RTP]: Hancurlah harapan rakyat, tuh.
Apalagi untuk PDIP, sudah habis saja deh nanti 2004 itu.
Pedagang-pedagang kecil itu pada ngomong, gitu. Mana nih PDI? Kok
enggak ada yang muncul? Seperti itu. Jadi aku lihatnya, aduh, udah
deh. Kita tinggal sama-sama aja menyaksikan kehancuran PDIP itu nanti
2004.

Saya tadi bilang, Kapolda yang membuat supaya semuanya itu cepat
diambil keputusan kan? Iya semua kan Kapolda entah Pangdam atau siapa
pun, masih orang Orde Baru sekarang. Jadi untuk memperlancar
pemilihan itu, melindungi, menjaga, jadi supaya itu berjalan dengan
mulus.

Radio Nederland [RN]: Jadi kira-kira bagaimana ke depannya ini,
ramalan Anda?

RTP: Ya, kalau aku lihat ke depannya hancurlah DKI ya. Kalau tadinya
analisa kenapa mesti dipilih Sutiyoso saya denger ada tiga pemikiran.
Satu, mBak Mega kenapa mau naruh TNI/Polri? Itu katanya kan untuk
pengamanan DKI. Aku kan ketawa besar. Mana bisa diterima oleh rakyat
alasan seperti itu. Alasan kok enggak rasional, padahal tentara juga
yang kadang-kadang negara ini enggak aman.

Kedua, alasannya ya untuk kemenangan daerah DKIlah, kalau Sutiyoso
jadi gubernur, dengan cara memaksa seperti jaman Golkar kali, menekan
supaya pegawai negeri memilih PDI Perjuangan. Itu pun mungkin kalau
DKI menang. Daerah lain mesti ambles, karena kekecewaan rakyat kepada
sikap mBak Mega. Itupun saya ragu DKI akan tetap menang, walau pun
Sutiyoso yang jadi gubernur untuk PDI Perjuangan.

Ketiga, ya alasannya karena Sutiyoso sudah pernah pengalaman jadi
gubernur. Aku juga pernah mbantah, lho mBak Mega juga enggak punya
pengalaman jadi presiden, kan? Nah, kayak gitu-gitu. Ya itulah, kalau
ini tetep diterjang saya udah pernah juga ngomong sama beberapa temen
Dewan. Ya Dewan kan yang punya hak pilih. Temen-temen juga enggak
menghiraukan suara rakyat. SKnya kan harusnya SK rakyat tuh, kalau
wakil rakyat. Ya dia main seenak-enaknya. Mungkin ada money politic,
dia pilih Sutiyoso, ya lihat aja nanti, kejadiannya tahun 2004.

Yang paling berbahaya, takutnya, ketika tidak ada yang turun ke jalan
mBak Mega menganggap bahwa mBak Mega masih bisa pegang massanya,
khususnya DKI, untuk tidak menentang rekomendasinya, tidak menentang
instruksinya. Tetapi diam-diam pendukungnya ini nanti 2004 terlihat
kalau dia sudah tidak mau lagi menjadi pemilih PDI. Itu masih mending
kalau dia lari ke partai lain, artinya masih mau menggunakan hak
pilihnya. Tapi kalau dia terus memboikot pemilu, golput itu kan jadi
apolitis. Saya udah lihat temen-temen yang punya basis massa
disingkirin semua.

Jadi kalau saya lihat, PDIP ini kalau mau jujur ngomong, itu
konsolidasi juga gagal. Jadi setiap konperensi cabang, konperensi
daerah, kita cuma menyaksikan Orde Baru kok yang masuk di PDI. Dan
pemimpin yang dulu malah anti Mega, dulu kalau lihat temen pake kaos
Mega dikejar-kejar diinjek-injek digebukin sekarang bisa jadi ketua
cabang, itu ada! Sakit banget kalau lihat kayak gitu. Lha ini
konsolidasi sudah hancur. Mbak Mega ini mau berharap dari mana, mBak
Mega kok enggak punya percaya diri ama rakyat gitu lho.

Terus walikota bupati hanya berapa orang yang orang PDIP? Bisa
dihitung dengan jari. Yang lain wakil-wakil yang cuman untuk ikut
acara seremonial gunting-gunting pita aja. Ini udah ada beberapa
orang-orang yang menghubungi saya mau bakar posko, bakar KTA (Kartu
Tanda Anggota, red.). Tapi masih kubilang, nanti dulu. Kita mesti
bisa bicara baik-baik. Nah ini kalau sampai kejadian beberapa posko
mau dibakar dengan KTAn, itu kan sedih banget.

RN: Jadi 2004 nanti warnanya bukan merah lagi ya? Merah campur kuning
kan? Oranye gitu?

RTP: Sekarang pun udah oranye. Dan udah mendominasi kuningnya.
Merahnya yang hampir hilang.

Demikian dr. Ribka Tjiptaning Proletariati, dokter pendukung setia
PDI Megawati yang aktif merawat korban saat terjadi penyerangan 27
Juli 1996.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke