--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 26 September 2002 18:00 UTC ** TOPIK GEMA WARTA: KARENA MENGALAMI KRISIS, INDONESIA SASARAN EMPUK TINDAK KEKERASAN ** TOPIK GEMA WARTA: KUNJUNGAN MEGA KE ACEH TIDAK SELESAIKAN MASALAH SUBSTANSIAL ** INDONESIA PASOK GAS ALAM KE CINA ** HELI ISRAEL BUNUH DUA PENUMPANG MOBIL DI GAZA ** PENASIHAT MILITER AS YAKINI HUBUNGAN IRAK-AL QAEDA * KARENA MENGALAMI KRISIS, INDONESIA SASARAN EMPUK TINDAK KEKERASAN Intro: Empat orang terluka akibat ledakan bom beberapa meter dari kantor polisi di kota Poso, Sulawesi. Berita ini menunjukkan bahwa aksi teror masih saja berlangsung di Indonesia. Tapi, bisakah ini disebut aksi teror? Atau apakah aksi teror ini ada hubungannya dengan Al-Qaedah? Radio Nederland menghubungi Bachtiar Effendy, pengajar IAIN dan pengamat politik. Pertama-tama kami tanyakan apakah benar di Indonesia ada Al-Qaidah? Bachtiar Effendy [BE] : Memang ya walaupun tidak resmi, pemerintah Amerika mengesankan, menuduh ada jaringan terorisme internasional yang berhubungan dengan Al Qaedah di Indonesia. Tetapi sebenarnya Duta Besar Amerika Serikat, Ralph Boyce sudah memberikan klarifikasi bahwa yang dimaksudkan adalah ada kaki tangan, bukan kaki tangan tapi mungkin anggota Al Qaeda yang bukan orang Indonesia, yang setelah peristiwa 11 September itu berada di Indonesia. Nah ini memang merupakan sesuatu yang wajar ya karena Indonesia merupakan negara yang masih mengalami krisis dan negara yang lemah ya. Sehingga siapa saja bisa mengambil keuntungan atau manfaat dari kelemahan Indonesia sekarang ini. Jadi kalau ada orang yang mungkin seperti siapa, Al Faruq dan yang lain-lain, ada yang dari Malaysia ada yang dari Kuwait kemari melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau berkaitan dengan organisasi Al Qaedah, ya bisa saja. Tapi itu tidak serta merta mengatakan bahwa di Indonesia ada kegiatan terorisme. Dan itu sebetulnya sudah dikemukakan oleh duta besar Amerika sendiri, nah akan tetapi karena kampanye Amerika yang sangat luar biasa gencar sekali di dalam memerangi terorisme internasional ini, ya mau tidak mau sebagian besar masyarakat islam di Indonesia melakukan kritikan-kritikan tajam terhadap Amerika yang sudah dinilai memberikan penilaian atau judgement politik yang tidak benar terhadap Indonesia. Radio Nederland [RN] : Anda tadi menyebutkan bahwa mungkin saja ada orang-orang yang mungkin berkaitan dengan Al Qaeda, menggunakan kesempatan karena Indonesia memang mengalami krisis begitu ya. Apakah tidak mungkin juga bahwa itu dari dalam sendiri, orang-orang Indonesia sendiri, entah ada suara-suara mengatakan orang-orang bekas Orde Baru atau oknum-oknum tentara yang berbuat demikian untuk kepentingan sendiri. Buktinya seperti di Poso sekarang ada lagi pemboman padahal Al Faruq sudah ditangkap. BE : Nah, pemboman ada di Poso, kerusuhan di sana dan di sini, ya saya percaya itu ada aktor intelektualnya ya. Mungkin saja dari sisa-sisa lama atau penguasa atau simpatisan pemerintahan lama. Tetapi menurut saya itu tidak bisa dikatakan sebagai kegiatan teroris apalagi dihubungkan dengan kegiatan terorisme internasional. Saya kira itu bagian dari reaksi balik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang secara politik dan ekonomi mungkin bukan hanya merasa dirugikan tetapi juga menghadapi situasi deprived dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah yang sekarang ini, pemerintahan pasca 1998. Nah di dalam sebuah negara, di mana perebutan kekuasaan terjadi seperti itu, saya kira itu memang suatu yang wajar yang menjadi tugas atau PR, Home Work ya bagi pemerintah sekarang ini untuk menyelesaikan. Tetapi sekali lagi saya ingin menegaskan, tindakan kekerasan itu tidak ada hubungannya dengan terorisme internasional dan sebetulnya hanya mempunyai implikasi-implikasi politik di dalam negeri Demikian Bachtiar Effendy, pengajar IAIN dan pengamat politik. * KUNJUNGAN MEGA KE ACEH TIDAK SELESAIKAN MASALAH SUBSTANSIAL Aceh kembali disorot pers Indonesia setelah Presiden Megawati mengunjungi wilayah pertikaian itu Rabu lalu. Apa yang dicapai Megawati di sana, tidak banyak. Ia hanya datang untuk meresmikan maskapai penerbangan "Seulawah NAD Air" yang mendapat dukungan penuh gubernur setempat, Abdullah Puteh. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Puteh adalah seorang aktivis KAPPI yang dahulu punya andil besar dalam peristiwa penjatuhan Bung Karno. Tapi entah mengapa Megawati kini menjalin "hubungan manis" dengan kader Golkar ini. Hal itu berbeda dengan sikap Megawati terhadap Abdul Gafur yang dijegalnya menjadi gubernur Maluku Utara. Hanya karena Gafur yang juga berdarah Aceh pernah terlibat dalam aksi-aksi mahasiswa menentang Soekarno di tahun 1966. Kunjungan Megawati ke NAD Rabu lalu, bagi generasi muda Aceh sama sekali tidak menyelesaikan masalah substansial yang dihadapi, yakni terus meningkatnya eskalasi konflik. Hampir setiap hari ada orang Aceh yang mati maupun cedera. Belum lagi gelombang pengungsi yang terus terjadi. Seorang aktivis LSM dari Eropa yang baru berkunjung ke Aceh memprediksikan, Aceh dalam 2 tahun ke depan akan terus bergejolak. Ia juga menilai Henry Dunant Centre yang menjadi mediator antara pemerintah RI dengan GAM tidak bisa berbuat banyak. Berbeda dengan pemerintahan Norwegia yang dahulu menjadi mediator antara Israel dan Palestina. Norwegia dianggap kredibilitas dan kapabel mendamaikan konflik Israel dan Palestina. Namun demikian ia percaya bahwa Henry Dunant Centre atau HDC bisa berbuat lebih banyak jika mereka didukung sepenuhnya oleh Uni Eropa yang berpusat di Brussel. Seorang aktivis LSM lainnya melihat bahwa militer Indonesia sesungguhnya sudah tidak sabar lagi untuk melakukan agresi besar-besaran di Aceh. Sama halnya dengan Belanda pada tahun 1946 melakukan Politionale Actie atau aksi polisinya ke Yogya. Kini pun ia memperkirakan Endriartono hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menggerakkan batalyon-batalyonnya ke Aceh. Kemungkinan yang paling besar adalah ketika Amerika Serikat melakukan agresi militer ke Irak. Karena pada saat itu perhatian dunia sedang tertumpah pada pertarungan sengit antar dua musuh lama. Kelengahan tersebut menjadi momen tepat Jakarta untuk melancarkan serangan militer ke Serambi Mekah. Mungkinkah kunjungan Megawati ke Banda Aceh merupakan ancang-ancang bagi peningkatan pasukan ke Aceh? "Megawati mencoba bersikap demokratis dengan jalan berunding. Namun pendekatan militeristik menjadi solusi utama yang diambilnya mengatasi konflik Aceh". kata Wira seorang aktivis dari Jaringan Perempuan Anti Kekerasan Militer Indonesia. Wira :"Iya itu sebenarnya yang mau diambil sama Megawati untuk datang ke Aceh. Bahwa poin pentingnya adalah untuk menyelesaikan persoalan konflik Aceh adalah dengan pendekatan militeristik, walaupun dibungkus dengan di permukaan Mega ini dengan sikap sangat demokratis dengan mengajak berunding rakyat Aceh. Ya sebenarnya perempuan di Aceh ini sudah dihancurkan kehidupannya baik secara psychologis maupun secara kehidupannya, namun hal ini tidak membikin perempuan-perempuan di Aceh tinggal diam. Mereka tetap melakukan perlawanan dengan mengangkat senjata di Aceh dengan ikut Gerakan Aceh Merdeka, semacam-semacam itu". Tidak banyak orang non Aceh di Indonesia yang melihat permasalahan Aceh sebagai sebuah permasalahan nasional. Kehancuran Aceh merupakan kehancuran Indonesia. Kejadian-kejadian di Aceh dan Medan baru-baru ini di mana turis-turis asing ditahan atau diperiksa, justru hanya akan menarik perhatian Internasional ke Aceh. Di AS dan Eropa misalnya kasus Aceh belum begitu diketahui oleh orang awam. Tetapi sama seperti peristiwa Santa Cruz 1991, yang menyedot perhatian mata internasional sehingga dalam waktu kurang dari 10 tahun Tim-Tim lepas dari Indonesia. Maka mungkin saja dalam hitungan tempo yang sama Aceh juga mengalami hal sama. Jakarta jelas tidak bisa mencegah desakan internasional kalau pelanggaran HAM meningkat dengan drastis. Bila Megawati membiarkan para pelaku pelanggar HAM di Tim-Tim kembali beroperasi dengan buasnya di Aceh maka perkiraan ini akan terjadi. Kalangan diplomat Jerman melihat adanya perbedaan pendapoat antara polisi dan militer di Aceh. Militer segera menutup Aceh dari segala macam lalu lintas orang asing di sana. Sama seperti di Tim-Tim pada 10 tahun pertama penjajahan pemerintahan Militer, maka kini pun Aceh ingin dinyatakan daerah tertutup. "They never learn", ujar diplomat tersebut. TNI memang tidak pernah mau belajar dari kesalahan-kesalahan mereka. Tetapi yang rugi adalah bangsa Indonesia, yang di luar negeri akhirnya dianggap sebagai bangsa biadab. Sementara ini Megawati yang senang memakai baret merah itu, ketika ke Aceh mengenakan busana muslim, dan hanya dianggap datang untuk memamerkan lipstiknya. Pendapat ini antara lain dikemukan Presiden ikatan mahasiswa dan pelajar Aceh Jakarta, Fajran Zain kepada pers. Mahasiswa dan pelajar Aceh tidak bisa melupakan bagaimana seorang tokoh muda Aceh, Kautsar ditangkap pekan lalu di Banda Aceh. Menyusul terjadinya pembunuhan terhadap 2 orang mahasiwa yang mati secara mengenaskan setelah mengikuti aksi Doa Bersama untuk Kedamaian Aceh di Bireun minggu lalu. Karenanya tak heran bila kedatangan Megawati disambut oleh ledakan sejumlah bom di Banda Aceh. * INDONESIA PASOK GAS ALAM KE CINA Kongsi BP-Pertamina dan perusahaan China, CNOOC menandatangani kontrak pasokan gas alam cair LNG, senilai 8,5 milyard dollar, Kamis ini di Jakarta. Dalam 25 tahun ini, Indonesia akan menyuplai gas alam cair sebanyak 2,6 juta ton per tahun ke Provinsi Fujian, Cina. Gas alam tersebut dihasilkan dari ladang gas Tangguh di Papua. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa kontrak dagang ini bukan hanya sebatas kerjasa dagang saja. Di samping bertujuan untuk pemulihan kembali ekonomi Indonesia dan menciptakan lapangan kerja baru, kontrak dengan Cina ini, menurut Yusgiantoro, juga untuk menunjukan bahwa situasi di Indonesia cukup kondusif untuk investasi asing. Pasokan LNG ke Cina ini diperkirakan mulai beroperasi, awal 2007. Indonesia adalah pengekspor LNG terbesar di dunia, dan Cina adalah konsumen energi terbesar kedua dunia setelah Amerika. * HELI ISRAEL BUNUH DUA PENUMPANG MOBIL DI GAZA Helikopter Israel menembaki sebuah mobil di Gaza dan membunuh dua penumpang warga Palestina. Penembakan terjadi di kawasan tidak jauh dari markas gerakan radikal Hamas. Sementara itu baku tembak tentara Israel dengan kelompok Palestian di Tulkarem, Tepi Barat menewaskan seorang aktivis Hamas dan satu tentara Israel. Di Hebron seorang balita Palestina terbunuh setelah menghirup gas air mata yang disemprotkan tentara Israel penjaga larangan ke luar rumah. * PENASIHAT MILITER AS YAKINI HUBUNGAN IRAK-AL QAEDA Penasihat keamanan AS, nyonya Condoleezza Rice mengatakan Irak punya hubungan dengan jaringan Al Qaeda. Rice tidak memberi keterangan lebih lanjut, namun menambahkan bahwa anggota gerakan Al Qaeda mendapat pelatihan militer di Irak. Ibukota Bagdad konon dipakai sebagai tempat persembunyian. Rejim Saddam Hussein dituduh melatih Al Qaeda dalam mengembangkan senjata kimia. Keterangan ini, menurut Rice, didapat dari para tawanan Al Qaeda yang dipenjarakan di Teluk Guantanamo. Sebelumnya Presiden AS, George W. Bush dan Menteri Pertahanan, Donald Rumsveld juga menuduh Saddam dan Al Qaeda beroperasi bersama. Di kongres Amerika tengah berlangsung debat sengit mengenai kemungkinan aksi militer di Irak. Presiden Bush berharap mendapat ijin menggunakan senjata untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Saddam Hussein. * SETELAH TALIBAN JATUH, PERDAGANGAN NARKOBA DI AFGANISATAN MELONJAK Setelah penguasa Taliban di Afganistan diruntuhkan, perdagangan obat bius jenis opium meningkat pesat. Demikian dilaporkan sebuah biro penelitian Britania. Ketika Taliban berkuasa perkebunan dan Produksi obat bius Opium terhenti, karena dilarang. Namun sekarang para petani Afganisatan kembali massal menanam tumbuhan papava bahan baku opium. Pemerintah Afganistan pimpinan Presiden Hamid Karzai, tidak punya uang untuk memberi tawaran lain kepada petani. Tim peneliti mengimbau negara-negara barat agar menyuntikkan dana untuk sektor pertanian Afganistan. Kamis hari ini di Washington berlangsung konperensi donor untuk Afganistan. * UNJUK RASA GUJARAT MEMPROTES KEKERASAN Di negera bagian India, Gujarat berlangsung aksi unjuk rasa massal memprotes aksi kekerasan Selasa silam. Dua hari lalu dua orang ekstrimis muslim membabibuta menembak mati 30 orang di pure hindu kota Gandhinagar. Kalangan luas mendukung aksi unjuk rasa ini. Di kota dagang Ahmadabad, toko-toko tutup dan jalanan sunyi. Organisasi-organisasi Islam juga turut memprotes kekerasan, mereka mengecam keras pembantaian. Kalangan luas Gujarat cemas, gelombang kekerasan antara umat islam dan hindu awal tahun ini akan terulang kembali. Pemerintah India mengirim sekitar tiga ribu tentara ke kawasan untuk mencegah bentrokan baru. * PASUKAN PRANCIS EVAKUASI SEKOLAH INTERNASIONAL BUAKE, PANTAI GADING Pasukan Prancis di Pantai Gading mengevakuasikan sekitar 200 pelajar dan pengajar sekolah internasional kota Buake. Pelajar yang sebagian besar warga Amerika Serikat itu kemungkinan akan dipindahkan ke Ghana. Sekolah internasional di Buake itu berada di tengah-tengah medan pertempuran antara tentara Pantai Gading dan militer yang membangkang. Saat ini satuan pasukan Amerika juga sudah tiba di negara Afrika Barat itu. Mereka mendapat tugas menyelamatkan warga Amerika Serikat. Sebagian dari 200 warga Belanda yang berada di negeri itu berada di kawasan rawan di dan sekitar Buake. * TAHAP BARU PENGADILAN SLOBODAN MILOSEVIC Proses pengadilan mantan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic di Tribunal Yugoslavia Den Haag memasuki tahap baru. Setelah tuduhan kasus Kosovo, kini jaksa penuntut memusatkan pada kejahatan Milosevic pada perang di Bosnia dan Kroasia, awal tahun 1990an. Milosevic antara lain dituduh tindak kejahatan kemanusiaan dan genosida terhadap warga muslim Bosnia. Para pakar menduga, keterlibatan mantan presiden Yugoslavia ini pada pembantaian massal di Bosnia, sulit dibuktikan. Perang di Bosnia dan Kroasia menewaskan sedikitnya 200 000 jiwa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
