---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 09 Oktober 2002 14:40 UTC



** HAKIM PERINTAHKAN AKHIRI AKSI MOGOK DI 29 PELABUHAN PANTAI BARAT
AMERIKA

** ANGGOTA PARLEMEN BELANDA BERSIDANG UNTUK PERINGATI PENGERAN CLAUS

** KOREA UTARA MUNGKIN PECAT PENGUSAHA CINA-BELANDA YANG BIN SEBAGAI
GUBERNUR

** TOPIK GEMA WARTA: SUAP DI DPR RI KARENA PARTAI JUGA BUTUH UANG

** TOPIK GEMA WARTA: MASYARAKAT EROPA HARUS PENGARUHI PEMERINTAH
INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: PERSOALAN PENGUNGSI MASIH MENGHANTUI KABINET
MEGAWATI



* HAKIM PERINTAHKAN AKHIRI AKSI MOGOK DI 29 PELABUHAN PANTAI BARAT
AMERIKA


Sebuah pengadilan federal di San Fransisco memerintahkan untuk
mengakhiri aksi mogok di pelabuhan sepanjang pantai barat Amerika
Serikat. Presiden George Bush meminta hakim untuk melarang aksi mogok
selama 80 hari karena merugikan perekonomian Amerika. Dalam periode
itu, negosiasi harus diupayakan lagi.

Ini adalah untuk pertama kalinya seorang presiden Amerika campur
tangan dalam konflik perburuhan lewat jalur peradilan. Akibat aksi
mogok di 29 pelabuhan itu, perekonomian Amerika rugi satu milyar
dolar perhari. Aksi mogok dipicu oleh perjanjian kerja baru bagi
sekitar 10.000 buruh. Serikat buruh menentang keras rencana
otomatisasi besar-besaran. Hingga kini perundingan antara kedua belah
pihak tidak membuahkan hasil.


* ANGGOTA PARLEMEN BELANDA BERSIDANG UNTUK PERINGATI PENGERAN CLAUS

Anggota Majelis Tinggi dan Majelis Rendah Belanda telah mengadakan
sidang bersama untuk memperingati mendiang Pangeran Claus. Dalam
upara peringatan tersebut, Ketua Senat Gerrit Braks, Ketua Majelis
Rendah Frans Weisglas dan Perdana Menteri Jan-Peter Balkenende
memberikan sambutan. Di akhir upacara, hadirin mengheningkan cipta
selama satu menit.

Para pejabat tinggi juga memberikan penghormatan terakhir untuk sang
Pangeran di istana Noordeinde Rabu ini. Defile di depan peti jenazah
Pangeran Claus dimulai dengan Menteri Negara Toxopeus, dan mantan
Perdana Menteri De Jong, Van Agt dan Wim Kok. Kemudian giliran
Perdana Menteri Balkenende diikuti Ketua Majelis Tinggi dan Rendah
serta para anggota kabinet. Mulai Kamis hingga Ahad mendatang,
penduduk Belanda mendapat kesempatan untuk datang ke istana
Noordeinde. Upacara pemakaman akan dilangsungkan Selasa minggu depan
di gereja Nieuwe Kerk di Delft.


* KOREA UTARA MUNGKIN PECAT PENGUSAHA CINA-BELANDA YANG BIN SEBAGAI
GUBERNUR

Pyongyang mungkin akan memecat pengusaha Cina-Belanda Yang Bin
sebagai gubernur zona kapitalistis di Korea Utara. Demikian
dilaporkan media Korea Selatan. Pemecatan itu disetujui Cina dan
Korea Utara agar hubungan diplomatik kedua negara tidak bermasalah.
Pemerintah Cina menahan Yang Bin Jum'at lalu, karena diduga terlibat
penggelapan uang dan berbagai kegiatan ilegal lainnya. Tidak lama
sebelum penahanan, Korea Utara mengangkat Yang Bin untuk membangun
zona kapitalis.


* EMPAT TERSANGKA PENYERANGAN MILITER AMERIKA DI KUWAIT DI TAHAN

Di Kuwait, empat orang ditahan karena diduga terlibat penyerangan
terhadap pasukan Amerika. Akibat serangan itu seorang anggota marinir
Amerika tewas dan seorang lainnya cedera. Serangan terjadi di sebuah
pulau di dekat pantai Kuwait, di mana pasukan marinir Amerika
melakukan latihan perang. Dua penyerang terbunuh dalam baku tembak
dengan pasukan Amerika. Para pelaku yang berdarah Kuwait diduga
terkait dengan jaringan al-Qaeda. Mereka pernah mendapat latihan
militer di Afganistan.


* PEMIMPIM POLITIK NEPAL BELUM AJUKAN CALON MENTERI
PEMERINTAHAN-INTERIM

Para pemimpin politik Nepal belum mengajukan calon-calon yang akan
duduk dalam pemerintah-interim kepada Raja Gyanendra. Raja itu ingin
agar terbentuk dulu kabinet-interim untuk mengorganisir pemilihan
umum. Pekan lalu, Raja Gyanendra mencopot Perdana Menteri Sher
Bahadur Deuba karena berencana menunda satu tahun pemilu yang akan
digelar bulan depan. Perdana Menteri Deuba mengambil keputusan itu
karena khawatir akan serangan gerilyawan Mao. Raja Gyanendra
mengancam akan mengangkat sendiri para menteri jika partai-parti
politik menolak bekerjasama. Selasa kemarin, sekitar 3000 anggota
Partai Komunis Nepal turun ke jalan untuk menuntut pemulihan
demokrasi.


* MISI PERDAMAIAN NATO DI MAKEDONIA DIPERPANJANG HINGGA 15 DESEMBER

Misi perdamaian NATO di Makedonia diperpanjang hingga 15 Desember
mendatang. Hal itu diputuskan atas permintaan Presiden Boris
Trajkovski. Mandat operasi perdamaian "Amber Fox", sebenarnya akan
berakhir 26 Oktober mendatang. Majelis rendah Belanda masih harus
menyetujui secara resmi perpanjangan waktu tersebut, karena Belanda
memimpin misi ini sejak Juni lalu. Pasukan perdamaian NATO bertugas
memberikan perlindungan kepada para pengamat Uni Eropa dan Organisasi
untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE. Mereka berugas mengawasi
pelaksanaan persetujuan perdamaian antara etnis Albania dengan
pemerintah Makedonia.


* PELUANG LULA DA SILVA UNTUK JADI PRESIDEN BRASIL MENINGKAT

Peluang calon sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, untuk menduduki
kursi presiden Brasil meningkat. Lula, yang Ahad lalu mendapat 47
persen suara, didukung oleh Mantan Gubernur Ciro Gomes, calon dari
Partai Rakyat Sosialis. Ciro Gomes yang pada putaran pertama mendapat
12 persen suara, secara teoretis membuka kemungkinan kepada Lula
untuk meraih suara mayoritas.
Sementara di tingkat parlemen, sayap kiri Brasil berhasil memperoleh
kemenangan besar.  Partai Buruh Pimpinan Lula da Silva keluar sebagai
partai terbesar dengan 94 kursi. Jumlah ini tidak cukup untuk
mencapai mayoritas mutlak tapi Lula bersedia berkoalisi dengan partai
lain.


* LIMA WARGA JEPANG YANG DICULIK DI KOREA BOLEH PULANG

Lima warga Jepang yang diculik oleh Korea Utara minggu depan
diperbolehkan untuk mengunjungi tanah kelahirannya. Sumber-sumber
pemerintah Jepang menguatkan berita tersebut. Lima warga Jepang,
bersama dengan delapan orang lainnya, pada tahun 70-80 an, dibujuk
datang ke Korea Utara untuk melatih budaya dan bahasa Jepang kepada
para spion. Masalah tersebut mengganggu hubungan diplomatik kedua
negara selama bertahun-tahun. Akhir bulan ini, Tokyo dan Pyongyang
akan membicarakan pemulihan hubungan diplomatik. Bulan lalu pemimpin
Korea Utara, Kim Jong-il, meminta maaf atas penculikan tersebut. Ia
mengatakan bahwa kedelapan warga Jepang lainnya telah meninggal
dunia, namun hal ini diragukan oleh Jepang.


* NEGARA CALON DARI EROPA TIMUR TIDAK DAPAT INFORMASI TENTANG
PERLUASAN UNI EROPA

Calon-calon dari Eropa Timur mengeluh bahwa mereka tidak mendapat
informasi sebelumnya tentang laporan perluasan Uni Eropa. Mereka
mengetahui isi laporan dari media. Komisi Eropa sedang membicarakan
hasil laporan perluasan Uni Eropa Rabu ini di Brussel. Laporan itu
menyebutkan bahwa negara-negara Eropa Timur masih harus melakukan
banyak perbaikan sebelum dapat menjadi anggota Uni Eropa. Turki juga
bereaksi negatif karena Komisi Eropa belum memberi tanggal
perundingan masuknya negara itu. Pemerintah Turki telah memanggil
beberapa duta Uni Eropa dan menuntut penentuan tanggal dimulainya
perundingan. Pertengahan Desember mendatang, para pemimpin Eropa akan
memutuskan secara definitif negara mana yang boleh masuk Uni Eropa
tahun 2004 mendatang.


* SUAP DI DPR RI KARENA PARTAI JUGA BUTUH UANG

Bau busuk penyuapan DPR Indonesia kembali tercium menyusul
pengungkapan Indira Damayanti Sugondo dari komisi sembilan yang
manangani masalah perbankan. Otak penerimaan diduga Dudhie Makmun
Moerod, rekan satu partainya sendiri dari PDI Perjuangan. Lebih
parahnya lagi jajaran pimpinan pusat partai banteng gemuk yang kerap
bersuara tentang pemerintahan bersih ini, justru terkesan tidak
mendukung pengungkapan skandal suap itu. Berikut wawancara dengan
Teten Masduki, pembicara seminar Evaluasi Pemerintahan Yang Baik
dalam acara pekan Indonesia di Amsterdam, Belanda.

Teten Masduki [TM]: Karena tadi kekuasaan DPR cukup besar dalam
fungsi legislasi, pengawasan, dan dalam anggaran.  Semua pihak juga
cukup gencar mencoba mempengaruhi DPR,termasuk juga pemerintah daerah
untuk angaran-anggaran di daerah. Saya kira juga banyak
pengusaha-pengusaha swasta yang juga ingin menggolkan untuk
kepentingan bisnis. Termasuk juga swasta yang ingin mengincar
aset-aset BPPN yang ingin dibeli secara murah dan itu perlu
persetujuan DPR.

Dalam kasus bank Niaga misalnya, tidak masuk akal DPR mempersulit
penjualan investasi ini dengan dalih harganya terlalu rendah. Padahal
harganya sudah ditetapkan. Sebab calon pembelinya cuma satu. Jadi
sangat tidak masuk akal. Sudah pasti ada proses supaya mempercepat
itu. Dan suap itu buktinya ada. Apakah ini dari BPPN atau dari pihak
swasta itu. Menurut saya itu tidak dari BPPN.

Radio Nederland [RN]: Kalau sudah pasti cuma satu calon pembeli,
pasti tidak akan lari kemana-mana, lalu apa yang jadi motifnya?

TM: Ya, motifnya saya kira untuk menaikkan harga. Dalam tanda petik
mempersulit supaya ada upaya untuk mempermudah yaitu suap. Dan
menurut pengakuan mereka ini hanya perkenalan, seribu dolar itu,
kalau OK berarti akan lebih besar dari itu. Sekarang sudah ada
pengakuan-pengakuan kan. Kira-kira sampai 5000 dolar. Saya kira juga
bukan hanya satu-dua orang, kalau mau menyuap DPR kan artinya kan
harus 50% plus satu. Katakanlah di komisi sembilan itu ada 56 orang,
minimum ada 28 orang yang disuap. Karena kalau cuma 4 orang akan
tetap sulit.

RN: Yang menarik dalam kasus ini juga, nampaknya para pimpinan
jajaran atas PDIP seperti Kwik Kian Gie dan Megawati sendiri sebagai
Presiden kok cenderung diam saja. Mereka protes tapi tidak melakukan
tindakan apa saja. Kali ini Kwik Kian Gie, sepertinya cenderung
membiarkan, apakah di sini bermain kebijakan partai?

TM: Ya, mungkin ada beberapa dilema ketika misalnya partai harus
melakukan tindakan drastis atau pemecatan terhadap mereka yang
terlibat suap. Terutama karena sebagian besar terlibat, termasuk di
daerah-daerah itu. Hingga jika dilakukan pemecatan partai juga akan
mengalami kesulitan. Yang kedua, menurut saya, partai juga butuh uang
besar saat ini. Yang saya dengar misalnya dalam rapat kerja PDIP di
Bali, itu memang butuh dana yang besar, sekitar tiga triliyun.

Selama ini dalam hubungan yang patron klien di dalam partai yang
setorannya cukup besar itulah yang akan berpengaruh di dalam partai.
Jadi kita tidak bisa mengharapkan partai politik akan melakukan
kontrol internal terhadap partainya sendiri, kalau misalnya di satu
sisi partai juga butuh uang. Uang ini tidak selalu halal. Dari
pengakuan-pengakuan itu, saya kira mereka menyumbang satu juta untuk
partai, dari gaji mereka. Jadi pendapatan sekitar 11 - 12 juta
sebulan dan satu juta untuk partai politik. Tapi ada beberapa dari
amplop-amplop tersebut tidak diterima oleh anggota, tapi disalurkan
ke partai jadi agak sulit nanti kalau melakukan tindakan karena
sebagian dari dana-dana itu masuk ke partai.

RN: Megawati sudah banyak uang dan dia Presiden, tapi kenapa dia
masih berdiam diri melihat partainya mengumpulkan uang. Apakah memang
dibutuhkan dana lebih dari itu untuk 2004?

TM: Saya kira pilihan PDIP sekarang tidak ada lain, karena kinerjanya
begitu buruk, juga di daerah-daerah juga manipulistik, menurut saya
itu PDIP akan jatuh. Nah, satu-satunya itu memang harus membeli
suara. Itu yang paling mungkin sekarang.

Demikianlah Teten Masduki di Amsterdam


* MASYARAKAT EROPA HARUS PENGARUHI PEMERINTAH INDONESIA

Solidaritas Nasional Papua bersama aktifis HAM lainnya melakukan
perjalanan meminta perhatian masyarakat Eropa terhadap kondisi
Indonesia. Secara khusus mereka berharap parlemen Eropa mempengaruhi
penguasa di Jakarta agar lebih serius memperhatikan masalah-masalah
konflik di Aceh, Papua dan Maluku yang hingga kini belum terlihat
penyelesaiannya. Radio Nederland mewawancarai Emmy Sahertian, anggota
Solidaritas Nasional Papua yang ikut dalam perjalanan ini, ketika
berada di Amsterdam, Belanda:

Emmy Sahertian [ES]: Di London itu ada satu  meeting dari "3rd
International Solidarity". Jadi meeting untuk Papua yang dikoordinir
oleh West Papua Association United Kingdom, di mana ini sebetulnya
pertemuan yang ketiga.  Semacam suatu solidaritas internasional yang
sudah terjalin, yang dilakukan oleh Tapol Internasional untuk
mendukung perjuangan rakyat Papua. Sekaligus menyuarakan pada tingkat
internasional tentang unfinished human rights abuse di Papua.

Yang paling mendasar adalah bagaimana mengkampanyekan hak-hak politik
rakyat Papua yang sebetulnya pada awal-awal berintegrasi, katanya
dengan Indonesia.  Itu ada satu konspirasi politik yang harus
diluruskan sejarahnya.

Radio Nederland [RN]: Di sana apa yang anda harapkan? Apakah sekadar
support atau dana atau bagaimana?

ES: Mungkin kalau bicara tentang harapan kami itu masih sangat dini.
Yang ada adalah bahwa mereka mengharapkan adanya suatu perluasan
jaringan solidaritas internasional, di mana jaringan Indonesia
termasuk di dalamnya. Sehingga kalau bilang dana dan lain-lain
mungkin. Yang kedua, sebetulnya mereka juga mengundang teman-teman
langsung dari Papua yaitu anggota-anggota PDP (Presidium Dewan Papua)
kemudian dari Solidaritas Perempuan Papua. Dan mungkin saja dengan
undangan itu sekaligus mereka mau menunjukkan komitmen mereka dalam
bidang institutional building dan  capacity building.

Misalnya institutional building jelas akan ada bantuan-bantuan untuk
memperkuat organisasi terutama Solidaritas Perempuan Papua. Saya
belum lihat untuk PDP. Capacity building mungkin dalam persoalan
membagi skill untuk kampanye dan kemudian mencoba saling mendukung
dalam persoalan media komunikasi dan sebagainya.

RN: Anda juga safari Eropa. Jadi dari London, Inggris anda sudah tiba
di Belanda dan anda akan ke Brusel. Apa yang anda harapkan dari
Eropa?

ES: Kehadiran saya di Eropa tentunya ada harapan besar, yaitu
masyarakat Eropa juga memperhatikan bagaimana pemerintah Indonesia
memperlakukan rakyatnya, terutama dalam menyikapi daerah-daerah
konflik. Misalnya Aceh, Papua dan Maluku. Karena saya juga terlibat
di dalam pendampingan-pendampingan korban. Dan mungkin saya saksi
mata bagaimana korban-korban itu menderita. Bukan saja menderita
fisik, tetapi juga secara keseluruhan akibat dari represifitas
militer.

Nah dengan Amerika kami sudah mencoba. National Solidarity for Papua
sudah mencoba pergi untuk bernegosiasi. Kalau boleh dukungan terhadap
militer itu ditinjau kembali. Dalam rangka ini juga kami ke Brusel.
Kami usulkan bagaimana masyarakat Eropa melihat dukungan mereka bukan
terhadap pemerintah Indonesia dalam arti memberikan dukungan uang
untuk pengembangan pemerintahnya tapi bagaimana mereka berpihak
terhadap rakyat. Terutama pada daerah-daerah konflik.

RN: Anda di Brusel, program anda lebih detil?

ES: Saya hanya sebagai orang yang diundang ikut, untuk bertemu dengan
Parlemen Eropa. Salah satu proposal kami adalah meminta perhatian
parlemen Eropa terhadap daerah-daerah konflik.

RN: Bentuknya seperti apa? Karena kita tahu bahwa Eropa cukup
bersuara, artinya cukup punya pengaruh besar. Tetapi secara konkrit
proposal itu apa bentuk bantuannya? Bentuk perhatiannya, kalau
menurut bahasa anda?

ES: Saya pikir pertama adalah mereka mempunyai kekuatan untuk
mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia. Itu pertama. Yang kedua,
mereka juag mempeunyai kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan ekonomi.
Pertama kebijakan politik kemudian yang kedua ekonomi. Dan yang
ketiga kemungkinan besar kebijakan dalam bidang keamanan. Paling
tidak masyarakat Eropa mempunyai kekuatan untuk ikut menentukan atau
ikut mempengaruhi kebijakan-kebiajakan pemerintah Indonesia yang
semakin lama  itu agak sibuk dengan diri mereka sendiri dengan
penyelenggaraan negara yang agak sulit, dan akhirnya beberapa
persoalan rakyat itu agak kececer.


* PERSOALAN PENGUNGSI MASIH MENGHANTUI KABINET MEGAWATI

Belakangan ini persoalan pengungsi yang tahun lalu sempat menjadi
persoalan nasional, mendadak hilang dari pemberitaan media massa.
Menyikapi surutnya persoalan pengungsi, Menteri Sosial Bachtiar
Chamsyah kemarin menjelaskan kepada Radio Nederland, bahwa ketika ia
mulai menjabat sebagai menteri jumlah pengungsi berkisar 1,3 juta
jiwa. Kini telah berkurang menjadi 400.000, yang tersebar di pelbagai
wilayah. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta:

Kalau benar apa yang dikatakan mensos maka bisa dikatakan bahwa
pemerintahan Megawati dapat berbangga hati dalam penanganan masalah
pengungsi. Masalah ini merupakan salah satu masalah dari sekian
banyak masalah krusial yang harus dihadapi Megawati setahun yang
lalu. Entah karena faktor 'silent is gold' seorang Megawati yang
mampu menciptakan situasi keamanan yang baik atau karena situasi
dalam masyarakat yang telah mulai lelah dan muak dengan pertikaian.
Agaknya kedua faktor tersebut memang memiliki ikatan temali yang kuat
untuk menekan ledakan pengungsi.

Dalam situasi keamanan yang kondusif penanganan masalah pengungsi
tentu dapat diatasi dengan mudah. Itu tercermin dari penurunan angka
pengungsian yang drastis. Dengan menyurutnya pertikaian di
daerah-daerah maka sekitar 900.000 pengungsi dapat segera
menanggalkan status mereka. Khusus menangani pengungsi Aceh yang saat
ini mendiami kaki gunung Leuser, Mensos menjelaskan bahwa sekitar
60.000 pengungsi akan dipindahkan ke beberapa tempat. Pemerintah
tampaknya akan melakukan relokasi terhadap 12.000 KK itu yang saat
ini mendiami kaki Gunung Leuser. Di lain pihak pemerintah seakan
menutup diri dari keikutsertaan lembaga swadaya masyarakat dalam
membantu masalah pengungsi. Ini terlihat dari sikap Mensos yang
sangat alergi terhadap LSM.

Bachtiar Chamsyah: Kalau ada yayasan seperti itu, saya minta tolong
beritahukan Departemen Sosial, jangan ada anggapan bahwa lembaga ini
adalah lembaga korup. Sejak saya memimpin, saya tidak mentolerir
hal-hal semacam itu.Dan saya terhadap soal-soal semacam ini agak
keras, oleh karena itu saya berterimakasih pada lembaga masyarakat
yang memang secara ikhlas bekerja bersama-sama menyelesaikan masalah
sosial. Tetapi saya tidak mentolerir masyarakat yang meksploitir
kemiskinan.

Namun demikian mensos yang berasal dari PPP ini akan menyambut dengan
gembira jika ada LSM-LSM Nasional yang bersedia membantu pemerintah
dalam melakukan penanganan pengungsi. Hingga saat ini pemerintahan
Megawati tidak melihat keberadaan LSM-LSM nasional yang secara murni
melakukan penanganan terhadap masalah pengungsi di Aceh maupun di
perbatasan Sumatera Utara. Ini jelas berbeda dengan apa yang dilihat
para aktivis LSM di lapangan. Irene Shanty dari Yayasan Hidup Baru
misalnya mengatakan bahwa telah hampir 2 tahun ini lembaganya aktif
memberikan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Aceh yang ada di
dalam Aceh maupun di kaki gunung Leuser.

Ini sekali lagi menunjukan betapa lemahnya pengawasan yang dilakukan
pemerintah pusat terhadap lokasi-lokasi pengungsi. Sehingga mereka
tidak tahu aktivitas lembaga kemanusiaan di tengah-tengah para
pengungsi. Ini berlaku bukan hanya di Aceh tetapi juga di wilayah
pengungsi lain di Indonesia. Sangat picik menutup diri bagi peran
serta LSM dalam menangani persoalan pengungsian. LSM lah yang berada
di baris depan dalam membantu masyarakat. Meski demikian Shanty juga
tidak menutup mata bila ada LSM yang nakal dan memanipulasi
masyarakat. Tapi apakah birokrasi juga seluruhnya adalah "Malaikat"?
Dari data yang kami miliki, katanya, banyak sekali aparat pemerintah
yang melakukan proses manipulasi terhadap para pengungsi. Dan dengan
mengatasnamakan "Otonomi daerah" aparat pemerintah saling melempar
tanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Bila demikian halnya, pemerintah telah melakukan kesalahan dengan
membiarkan proses kejahatan yang dilakukan oleh birokrasi terus
terjadi dan berkembang. Karenanya tidak pada tempatnya pemerintah
Megawati menutup pintu atas kehadiran LSM. Seorang aktivis dari
sebuah yayasan yang juga aktif menangani pengungsi Aceh, Justice
Fellowship Ivone Najoan mengatakan kondisi ribuan jiwa masyarakat
Geumpang dan Manee, dua kecamatan di kabupaten Pidie semakin kritis.
Mereka tidak memiliki lagi persediaan beras untuk makan. Mereka hanya
makan umbi-umbian. Pemerintah pusat ternyata tidak tahu akan kondisi
ini, karena menjadi wewenang gubernur Aceh. Kehadiran 4000 jiwa
pengungsi di Pidie ini tidak diketahui Mensos.

Namun kabinet Megawati jelas tidak hanya menghadapi masalah pengungsi
dan konflik di daerah-daerah. Ia pun harus menghadapi masalah
pengangguran yang telah mencapai jumlah 40 juta orang. Juga masalah
kemiskinan yang dialami oleh lebih dari 100 juta orang. Karenanya
masalah pengungsi bagi Megawati hanyalah satu dari persoalan
kemanusiaan yang harus segera dijawab oleh kabinetnya.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke