--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 10 Oktober 2002 14:00 UTC ** IRAK: AS DIUNDANG PERIKSA DUA PABRIK DI IRAK ** XANANA GUSMAO RAIH HADIAH UNESCO ** PAKISTAN GELAR PEMILIHAN PARLEMEN ** TOPIK GEMA WARTA: DEWAN KEAMANAN NASIONAL DIKUATIRKAN MENGKATROL KEMBALINYA TNI KE POLITIK * IRAK: AS DIUNDANG PERIKSA DUA PABRIK DI IRAK Irak mengundang Amerika Serikat untuk memeriksa dua instalasi yang diduga memproduksi senjata pemusnah massal. Dalam hal ini Bagdad menandaskan lagi bahwa pihaknya tidak memproduksi senjata pemusnah massal. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika malam ini akan mengadakan voting tentang rencana serangan militer ke Irak. Karena DPR didominasi Partai Republik, partainya Bush, hampir dapat dipastikan mayoritas anggota dewan akan mendukung usul itu. Senat yang mayoritas anggotanya dari Partai Demokrat, akan mengadakan pemungutan suara tentang resolusi terhadap Irak itu kemudian atau Jumat. Perdana menteri Inggris kini tengah berkunjung di Moskow untuk mencari dukungan menggolkan usul resolusi Amerika-Inggris di DK PBB untuk melancarkan aksi militer di Irak itu. Usul ini berisi fasal yang memberi legitimasi untuk secara otomatis mengirim militer ke Irak kalau Bagdad tidak melaksanakan resolusi DK PBB. Sampai sekarang Rusia dan Cina mendukung usulan Prancis yang tidak setuju tindakan sejauh itu. * XANANA GUSMAO RAIH HADIAH UNESCO Presiden Timor Leste Xanana Gusmao dianugerahi hadiah perdamaian UNESCO, organisasi PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya. Hadiah Perdamaian Felix Houphouet-Boigny ini diraihmya karena dedikasi mantan pemimpin gerilya itu terhadap kemerdekaan dan rekonsiliasi di negara yang termuda di dunia itu. Juri internasional yang diketuai mantan menteri luar negeri AS Henry Kissinger dalam pernyataannya mengatakan Gusmao memenangkan hadiah senilai 121 ribu dolar Amerika atas kegigihannya memperjuangkan harga diri manusia dan atas jasanya dalam meningkatkan semangat kemanusiaan tidak hanya di kawasannya tetapi di seluruh dunia. * PAKISTAN GELAR PEMILIHAN PARLEMEN Pakistan hari ini menggelar pemilihan parlemen. Pemilu ini sebagian besar berjalan tanpa insiden. Hanya di kota Moro, Pakistan Selatan, terjadi baku hantam antara pengikut pelbagai partai. Akibatnya satu orang meninggal dunia, dua di antaranya terluka. Jumlah elektorat Pakistan sebenarnya sekitar tujuh puluh juta orang, tapi yang muncul di TPS sangat sedikit. Pada pemilu lima tahun lalu hanya 40 % elektorat yang mencoblos. Kali ini juga tidak ada antrean panjang di depan TPS. Pemilu ini diduga akan menjadi ajang pertarungan antara Partai Rakyat Pakistan PPP dan partai pro pemerintah yang baru PML-Q. Namun para kritisi bertanya-tanya apakah presiden Pervez Musharraf benar-benar mau menyerahkan kekuasaan kepada para politisi yang terpilih demokratis nanti. Baru-baru ini Musharraf malah merebut wewenang untuk membubarkan parlemen. * PARTAI BERKUASA DI JAMMU DAN KASHMIR KALAH BERAT Partai berkuasa Partai Konferensi Nasional (PKN) di negara bagian India Jammu dan Kashmir mengalami kekalahan berat. Menurut hasil penghitungan suara sementara jumlah kursi partai ini di parlemen bakal berkurang separoh. Untuk pertama kali sejak bertahun-tahun PKN tidak duduk di pemerintahan negara bagian itu. Pemenang nampaknya adalah Partai Kongres, disusul oleh PDP yang pro India. Pemilu minggu lalu dibayangi oleh serangkaian tindak kekerasan, yang menewaskan ratusan orang. Sementara itu tentara India di Kashmir menembak mati sembilan muslim militan dalam sebuah operasi mengejar pemberontak. Kelompok militan itu ditemukan tentara di sebuah tempat sekitar enam puluh kilometer dari ibu kota Srinagar. * MALAYSIA DEPORTASI WARGA AMERIKA ASAL ARAB Malaysia mengusir mahasiswa Arab Saudi berkewarnegaraan Amerika. Ahmad Ibrahim Bilal (24) dideportasi ke Amerika Serikat. Pria penduduk kota Oregon ini dituduh berencana untuk bergabung dengan pejuang Al Qaidah di Afganistan. Tahun lalu Bilal bersama lima saudara dan teman bertolak ke Malaysia untuk melakukan studi Islam. Sebelumnya warga Amerika ini sempat berusaha lewat pengadilan untuk menentang ekstradisinya. Kalau dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan Amerika, mungkin dia bisa divonis hukuman penjara seumur hidup. * KECELAKAAN KERETA API DI BANGLADESH Akibat kecelakaan kereta api di Bangladesh dipastikan delapan puluh orang cedera. Puluhan di antaranya luka parah. Kereta yang penuh sesak berpenumpang sekitar lima ratus orang itu lepas rel kereta di dekat ibu kota Dhaka. Karena panik banyak orang mengalami luka-luka.Kereta itu berada di perjalanan dari Dhaka menuju Jamalpur, sekitar 2 ratus km di sebelah Utara ibu kota. Belum jelas apa penyebab kecelakaan. * PRESIDEN TAIWAN IMBAU CINA TARIK RUDALNYA Presiden Taiwan Chen Chui-bian kembali meminta Cina agar menarik rudal yang diarahkan ke pulau itu. Imbauan ini diucapkannya dalam pidato tahunan menyambut hari raya nasional Taiwan. Di pangkalan-pangkalan di sepanjang pantai Tenggara Cina terdapat ratusan rudal yang menurut Chen membuat 23 juta penduduk Taiwan ketakutan. Bulan lalu Beijing juga mengimbau untuk menarik rudal. Cina menganggap Taiwan sebagai provinsi pembangkang dan mengancam akan melancarkan perang kalau Taiwan tetap mau merdeka. * DUA ORANG TEWAS DALAM SERANGAN BUNUH DIRI DI TEL AVIV Akibat serangan bunuh diri di pinggir kota Tel Aviv dua orang dikabarkan tewas, termasuk si pelaku. Puluhan warga mengalami luka-luka. Pemboman itu terjadi di dekat halte bis yang banyak digunakan mahasiswa sebuah universitas yang terletak tidak jauh dari sana. Dalam serangan tentara Israel terhadap sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza dua orang Palestina tertembak mati, termasuk remaja berusia 12 tahun. Empat orang lain, termasuk bayi kecil, terluka. Razia yang dilakukan tentara di Tepi Barat Sungai Yordan sekitar 70 orang Palestina tertangkap. Para warga tertangkap itu dituduh terlibat kasus pemboman terhadap Israel. * POLISI JERMAN TANGKAP WARGA MAROKO TERSANGKA TERORIS Polisi Hamburg, Jerman, menangkap seorang warga Maroko yang dituduh terlibat Al Qaidah. Pria (29) konon sempat mengikuti pendidikan di Afganistan dan anggota kelompok Islam fundamentalis di Hamburg. Di antara mereka termasuk Mohammad Atta, yang dianggap sebagai pemimpin pembajak pesawat 11 September lalu. Belum lama berselang polisi Hamburg juga menangkap warga Maroko lainnya yang juga diduga anggota organisasi teroris. * POLISI AS TANGKAP TIGA ORANG ISRAEL TERSANGKA PENYELUNDUP XTC Polisi Amerika menahan tiga orang warga Israel yang mencoba menyelundupkan satu setengah juta pil XTC dari Belgia ke Amerika Serikat. Ini merupakan penyidukan terbesar sampai sekarang di Eropa. Pil yang nilainya 42 juta dolar itu disembunyikan di muatan kapal yang dikirim dari Antwerpen, Belgia. Di sana obat bius itu sudah ditemukan dan dirampas. Ketika ketiga warga Israel menunggu kiriman itu di New York, mereka pun tertangkap. * DEWAN KEAMANAN NASIONAL DIKUATIRKAN MENGKATROL KEMBALINYA TNI KE POLITIK Menurut sebuah angket terbaru di Jakarta, tingkat kecerdasan Megawati dinilai rendah. Yang menarik perhatian publik, angket itu juga menyebut Sultan Hamengku Buwono ke-X sebagai salah seorang yang layak menjadi pemimpin negara. Di tengah tafsir-tafsir publik itu, Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono tampil dengan inisiatif untuk membentuk Dewan Keamanan Nasional, semacam penasehat keamanannya Gedung Putih Amerika. Apakah ini untuk memberi bobot pada peranan dan bidang Yudhoyono dan TNI, sebagai anak tangga agar Militer kembali ke panggung politik, dan Megawati tak mampu membaca gelagat tersebut? Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Jajak pendapat tentang mendekatnya pembentukan kepresidenan 2004, dengan pertanyaan "Siapa yang terbaik?" (yang dilakukan oleh Center for Political Studies), menelurkan hasil yang mengejutkan. Presiden Megawati Soekarnoputri di mata 9900 responden memiliki tingkat intelektualitas lebih rendah dibandingkan dengan tokoh politik dan independen lain. Bahkan Megawati juga dikategorikan sebagai tokoh representasi Orde Baru yang tingkat kecerdasannya di bawah putri mantan presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana. Bagi Presiden Megawati, hasil jajak pendapat ini tidaklah begitu mengejutkan mengingat Center for Political Studies- yang dipimpin Soegeng Sarjadi ini selalu mengadakan jajak pendapat yang merugikan citra pemerintahan Megawati. Bukankah Soegeng Saryadi, sejak lama dikenal sangat anti Mega karena ia pendukung Soeryadi dan Soeharto? Soegeng adalah seorang mantan aktivis HMI yang dahulu ikut bergerak menjatuhkan pemerintahan Soekarno, berusaha keras merangkul Soeharto, namun gagal masuk salah satu kabinetnya Soeharto. Maka aktivis 66 ini bergabung dengan Soerjadi, Ketua Umum PDI Orde Baru, yang juga seorang mantan aktivis 66. Tetapi mereka berdua meski didukung Soeharto dan Tutut akhirnya dikalahkan Megawati. Meski demikian patut diakui bahwa Megawati saat ini mulai kurang disenangi masyarakat. Salah seorang pembantu Megawati bahkan mengeluhkan soal kemampuan Megawati yang dipandangnya sangat lemah. Masalah yang dihadapi bangsa saat ini ialah tak adanya pemimpin yang amar ma'ruf nahi mungkar. Yang kita hadapi adalah masalah kepemimpinan. Insya Allah saya mengabdi pada seorang presiden yang lain pada tahun 2004 nanti, kata tokoh Islam itu. Jajak pendapat tadi, menurut kalangan pengamat tentu tidak dapat dijadikan harga mati seorang Megawati. Walaupun tak dapat dihindari jajak pendapat ini sedikit banyak mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap "sikap diam" Megawati selama ini. Masyarakat sering bertanya apakah diam karena alasan taktis atau memang karena kekosongan intelektualitas. Dalam situasi negara saat ini tentu dibutuhkan persyaratan yang tinggi untuk menjadi seorang presiden. Selain intelektualitas yang tinggi ia harus pula ditopang dengan manajemen dan insting yang tinggi berhadapan dengan pelbagai kepentingan politik dari kelompok-kelompok di sekitarnya. Megawati harus mampu mencerna muatan kepentingan politik kelompok tertentu yang mencoba memperkuat posisinya. Seperti sebuah usulan pembentukan Dewan Keamanan Nasional. Menurut Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono, Dewan itu akan bekerja dalam batas fungsional memantau perkembangan keamanan di tanah air serta secara lebih komprehensif membantu Presiden mengambil keputusan guna menyelesaikan masalah keamanan nasional. Kendati demikian banyak pihak yang mengkuatirkan institusi ini nantinya akan seperti Kopkamtib, Laksus, atau Bakorstanas. Kekhawatiran ini tentu sangat beralasan. Trauma terhadap dominasi militer dalam segala aspek kehidupan masyarakat tentu masih belum dapat dieliminasi. Militer melalui Kopkamtib, Laksus dan Bakorstanas di era Orde Baru memiliki peran cukup penting sebagai mesin penggilas proses demokrasi dan ham. Kasus pembantaian 65, Tanjung Priok, Way Kambas, Waduk Kedung Ombo, Pembunuhan buruh Marsinah, dan lain-lain yang sampai saat ini belum terungkap semua meminjam tangan militer. Birokrasi sipil turut mengalami militerisasi dan menjelma menjadi aparatus yang sentralistik dan di bawah komando tunggal seorang jenderal Soeharto. Personel-personel militer ditempatkan sebagai pemimpin-pemimpin departemen. Menurut Rizal Dharmaputera Direktur Eksekutif Lespersi, Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia, yang akan terjadi adalah Presiden akan dikelilingi oleh perwira-perwira militer yang mengandalkan pada security approach. Riza Dharmaputera: Ya kalau memang ini sebagai suatu struktur yang untuk dimanipulasikan dalam memperkuat lagi posisi militer atas birokrasi sipil, mungkin-mungkin saja. Karena kalau misalnya Dewan Keamanan Nasional itu lebih banyak didominasi oleh instansi-instansi militer, maka yang akan terjadi adalah Presiden akan dikelilingi oleh para penasehatnya atau oleh para pejabat militer yang tentunya berpandangan pada pendekataan keamanan kembali. Tampaknya dengan perkembangan keadaan seperti sekarang dan juga dengan terjadinya overlapping (tumpang tindih, red.) seperti yang saya katanya tadi, antara instansi sipil, apakah itu di kalangan intelijen maupun antara pihak departemen pertahanan dengan instansi militer , ya mungkin saja hal itu terjadi. Reformasi telah mereduksi peran institusi berseragam ini dari geliat kancah politik. Institusi ini tersingkir dari gedung MPR pada tahun 2004 yang akan datang. Tentu ada sebagian kalangan militer yang masih memiliki ilusi untuk menjadikan militer bukan sekedar alat pertahanan negara, namun juga memiliki posisi tawar lainnya. Karenanya seorang aktivis pro demokrasi menjelaskan bukan tidak mungkin Dewan Keamanan Nasional merupakan jalan pintas untuk mengkatrol peran militer dalam kancah politik. Berkaitan dengan jajak pendapat yang menyimpulkan tingkat kecerdasan Megawati yang rendah, mampukah Megawati membaca fenomena politik dan menghadapinya dengan tetap berpegang pada agenda reformasi? --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
