--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 13 November 2002 15:20 UTC ** 5000 PENDUDUK MENGUNGSI KARENA AKTIVITAS GUNUNG PAPANDAYAN ** POLISI DAPATKAN PETUNJUK BARU KETERLIBATAN JEMAAH ISLAMIYAH DALAM PEMBOMAN BALI ** MENURUT AS REKAMAN SUARA USAMA BIN LADEN KEMUNGKINAN BESAR ASLI ** TOPIK GEMA WARTA: PENGADILAN AD HOC HAM TIMOR TIMUR MAKIN TIDAK BERWIBAWA * 5000 PENDUDUK MENGUNGSI KARENA AKTIVITAS GUNUNG PAPANDAYAN Lebih dari 5000 penduduk desa-desa di Jawa Barat harus mengungsi karena gunung Papandayan menyemburkan asap dan lahar sejak Selasa kemarin. Menurut petugas di kecamatan Cisurup, selain diumumkan keadaan siaga, pemerintah juga menutup wilayah yang terletak 7 kilometer dari puncak gunung. Lahar yang disemburkan gunung Papandayan bergerak menuju sungai Cibeureum. Sekitar 20 rumah rusak akibat banjir lahar itu. Penduduk yang mengungsi ditampung di mesjid, gedung olah raga dan kantor pemerintah daerah. Para petugas mendirikan pos kesehatan bagi para pengungsi. Gunung Papandayan tercatat pernah meletus tiga kali. Letusan terakhir terjadi di tahun 1942. * POLISI DAPATKAN PETUNJUK BARU KETERLIBATAN JEMAAH ISLAMIYAH DALAM PEMBOMAN BALI Polisi mendapat sebuah petunjuk baru tentang keterlibatan gerakan Muslim radikal Jemaah Islamiyah dalam kasus serangan bom di Bali. Diantara empat nama calon tersangka yang muncul hari ini, terdapat nama Imam Samudra. Ia dianggap sebagai sosok penting dalam Jemaah Islamiyah. Nama Imam Samudra disebut-sebut oleh tersangka utama kasus bom Bali. Menurut polisi, ia bertemu dengan Imam Samudra yang memintanya merakit bahan peledak dua tahun lalu. Selanjutnya, kedua orang tersebut melakukan kontak melalui telepon selular. * MENURUT AS REKAMAN SUARA USAMA BIN LADEN KEMUNGKINAN BESAR ASLI Setelah melakukan penyelidikan awal, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa kemungkinan besar rekaman suara Usama bin Laden adalah asli. Kemarin, siaran televisi Arab Al Jazira memperdengarkan rekaman yang disebut sebagai suara Usama bin Laden. Dalam rekaman tersebut, pemimpin kelompok Al Qaida itu memperingatkan para sekutu Amerika Serikat tentang serangan teror baru. Negara-negara yang disebut adalah Inggris, Perancis, Italia dan Jerman. Suara itu juga menyatakan kepuasannya atas aksi-aksi teror yang baru terjadi di Bali dan Yaman, serta aksi penyanderaan pengunjung teater di Moskow oleh para pemberontak Chechnya. Siaran televisi Al Jazira tidak mengungkap bagaimana mereka mendapat rekaman suara tersebut. Sejak peristiwa 11 September di Amerika Serikat, Al Jazira sering menyiarkan berbagai pernyataan yang diaku berasal dari Usama bin Laden atau para anggota Al Qaida lainnya. * KOREA UTARA TIDAK BERSEDIA HENTIKAN PROYEK NUKLIRNYA Korea Utara tidak bersedia menghentikan proyek nuklirnya begitu saja. Pyongyang menuntut jaminan keamanan dari Amerika Serikat sebelum setuju dengan persyaratan yang diajukan negara Paman Sam itu. Washington menganggap kegiatan Korea Utara membahayakan. Baru-baru ini Korea Utara mengaku masih mengembangkan proyek nuklir secara rahasia. Ini berarti bahwa Korea Utara melanggar penjanjian tahun 1994. Kini Pyongyang merasa terancam oleh Amerika Serikat dan menuntut penandatanganan pakta anti agresi. Penolakan Korea Utara untuk bekerja sama dinyatakan menjelang pertemuan di New York. Pertemuan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat, Korea Utara, Jepang dan Uni Eropa itu, akan merundingkan sanksi terhadap Korea Utara. * PASUKAN ISRAEL DUDUKI KOTA NABLUS KEMARIN MALAM Kemarin malam, Pasukan Israel menduduki kota Nablus yang terletak di sebelah Barat sungai Yordan. Mereka menyerbu Nablus dengan 150 kendaraan lapis baja dan tank. Penduduk Nablus tidak memberikan perlawanan. Saat ini Nablus telah jatuh secara total ke tangan pasukan Israel. Kota tua itu dikepung oleh tank. Israel menganggap Nablus dan wilayah sekitar Tulkarem sebagai tempat persemaian terorisme. Selasa dini hari kemarin, pasukan Israel menyerbu sebuah kamp pengungsi di Tulkarem. Sebelumnya media Israel telah melaporkan bahwa pasukan Israel akan melancarkan aksi besar-besaran di Nablus. * MENLU ISRAEL NETANYAHU SETUJU PENGASINGAN YASSER ARAFAT Menteri Luar Negeri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia akan mengasingkan pemimpin Palestina Yasser Arafat, jika terpilih sebagai perdana menteri. Pengasingan Arafat adalah aksi pertama yang akan dilakukannya. Netanyahu duduk di kabinet Perdana Menteri Ariel Sharon sejak pekan lalu, setelah Partai Buruh mundur dari koalisi pemerintah. Ia bersedia menjabat jika diadakan pemilihan umum dipercepat. Netanyahu juga mengincar jabatan ketua partai ekstrim kanan Likud yang saat ini masih dipegang Sharon. Pemerintah Israel telah menetapkan bahwa pemilu akan berlangsung 28 Januari mendatang. * 170 NELAYAN HILANG AKIBAT BADAI HEBAT DI BANGLADESH 170 nelayan hilang akibat amukan badai hebat di Bangladesh. Tampaknya para nelayan tidak memperhitungkan datangnya badai sekalipun penguasa telah memberi peringatan sebelumnya. Badai dengan kisaran angin itu mereda saat mencapai pesisir. Dengan kecepatan bergerak 85 kilometer per jam, badai tersebut mengakibatkan banyak kerusakan di beberapa desa nelayan. * MERGER PERUSAHAAN BAJA BELANDA - INGGRIS, CORUS DAN PERUSAHAAN BAJA BRASIL, CSN BATAL Merger antara perusahaan baja Belanda - Inggris, Corus dan perusahaan baja Brasil, CSN batal. Menurut Corus, batalnya merger ini disebabkan oleh situasi ekonomi tidak menentu yang berkepanjangan. Corus sedianya akan membeli saham mayoritas CSN seharga 4,2 milyar Euro. Sebelumnya telah diberitakan bahwa rencana merger tersebut goyah. Sebuah bank Brasil ingin melakukan penyelidikan terhadap transaksi yang direncanakan. Transaksi itu diduga sebagai pengambil-alihan dan bukan merger. Corus berharap memperoleh akses terhadap tambang besi Brasil melalui CSN sehingga dapat memproduksi baja dengan biaya lebih rendah. * PENGADILAN AD HOC HAM TIMOR TIMUR MAKIN TIDAK BERWIBAWA Intro: Pengadilan Ad Hoc HAM Timtim tampil seperti macam ompong. Berkali-kali hakim memerintahkan jaksa supaya mendatangkan saksi dari Timor Leste. Salah satunya adalah Uskup Dili Carlos Felipe Ximenes Belo. Tetapi Uskup Belo sudah menolak datang bahkan di pentas internasional berseru supaya dibentuk saja tribunal internasional. Menurut Rahlan Nasidik dari lsm imparsial di Jakarta dari awal memang sudah bisa diramalkan pengadilan Ad Hoc HAM Timor Timur ini akan menumbuk jalan buntu. Mengapa demikian? Rahlan Nasidik [RN]: Yang pertama kekecewaan saya itu adalah pada masyarakat internasional terutama PBB, yang tidak menunjukkan konsistensi terhadap upaya mereka untuk membentuk tribunal internasional bagi Indonesia. Mereka menganggap bahwa masalah Timor Timur bisa diselesaikan di dalam negeri Indonesia. Karena itu saya tidak punya pilihan lain kecuali menawarkan satu model pengadilan yang bisa memberikan kemungkinan lebih besar terhadap justice accountability (pertanggungjawaban keadilan-red.), sesuatu yang sangat sulit dipenuhi oleh sistem pengadilan di Indonesia ketika itu. Yang kedua, dalam prosesnya pengadilan Ad Hoc HAM itu juga mengalami manipulasi. Dasar pengadilan Ad Hoc itu kan Undang Undang Pengadilan Hak Azasi Manusia, Ad Hoc itu sebetulnya baru muncul pada draft kesembilan dari RUU pengadilan HAM waktu itu. Jadi tidak ada yang dikenal sebagai pengadilan HAM Ad Hoc seperti kasus Timor Timur. Nah, pengadilan HAM Ad Hoc ini sebetulnya adalah suatu manisfestasi ketidakpercayaan kami, LSM, terhadap sistem pengadilan di Indonesia. Kami tidak percaya bahwa hakim-hakim, jaksa-jaksa career (profesional - red.) yang terbiasa dengan praktek-praktek korupsi dapat bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan justice accountability dalam kasus Timor-Timur. Jadi Ad Hoc di situ maksudnya adalah untuk memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap punya integritas, pengetahuan dan pengalaman dalam HAM untuk terlibat secara aktif dalam proses peradilan Timor Timur tersebut. Jika kita memandang dua hal tadi, kita bisa melihat bahwa gagalnya pengadilan Ad Hoc HAM itu untuk memenuhi tuntutan justice accountability itu disebabkan karena kekuatan jaksa amat sangat lemah. Itu yang pertama. Yang kedua tidak ada political will (kemauan politik - red.) yang cukup dari pemerintah untuk mengadili para jenderalnya. Jaksa-jaksa HAM Ad Hoc ini sebetulnya jaksa Ad Hoc yang seperti kami maksud yang sebetulnya diambil dari jaksa career. Sesuatu yang dulunya kami kritik. Kami tidak menginginkan bahwa mereka mengadili kasus ini. Di samping karena mereka kurang pengetahuan, kami juga tidak mempercayai kemandirian mereka. Radio Nederland [RN]: Jadi menurut anda yang ideal itu adalah jaksa maupun hakimnya adalah orang-orang yang berada di luar sistem pengadilan Indonesia yang ada. Begitu? RN: Iya, dalam proposal kami ketika itu ya begitu. Bahkan saat itu proposalnya adalah bukan sekedar national Ad Hoc Tribunal (Tribunal ad hoc Nasional) tetapi sebuah pengadilan nasional yang bersifat Ad Hoc dan memiliki karakter internasional, dengan memungkinkan tokoh-tokoh yang ditunjuk oleh PBB untuk bergabung di dalamnya. Ketika itu gagasan ini dianggap terlalu liberal. Sehingga kemudian ditolak. RN: Tampaknya pengadilan Ad Hoc di Tim-Tim ini tidak dipercaya orang, misalnya Uskup Belo yang diminta untuk datang di pengadilan ini tidak bersedia datang. Bahkan beliau justru mengkampanyekan supaya ada tribunal internasional begitu. Ini ceritanya kan jalan buntu, kalau menurut bayangan anda kemana ini akan arahnya? RN: Sudah sangat jelas bahwa pengadilan HAM Ad Hoc berjalan sangat tidak sesuai dengan harapan, dan bahkan dia menjadi satu cara yang sangat canggih untuk melembagakan impunity (kekebalan hukum - red.) Jadi itu berbeda dengan fungsinya yang sejati untuk memuliakan hak dan martabat manusia. Sekarang, pengadilan HAM Ad Hoc malah menjadi satu benteng yang sangat kukuh untuk melindungi kepentingan negara. Padahal seharusnya dia menjadi benteng perlindungan martabat manusia atau warga negara. Kalau kita bicara mengenai kegagalan, maka saya harus rajin-rajin mengatakan bahwa teman-teman LSM di Indonesia kecewa dan merasa ditinggalkan oleh masyarakat internasional. Lahirnya suatu terobosan yang sebetulnya bisa dianggap sebagai radikal dalam sistem peradilan HAM di Indonesia ini, kan hanya bisa datang karena adanya tekanan internasional ketika itu. Jadi ini suatu kunci tekanan internasional itu. Dalam situasi sekarang apalagi setelah 11 September saya kira masyarakat intenasional lebih tidak perduli terhadap kelangsungan proyek yang sebetulnya ia lahirkan, yaitu pengadilan HAM Ad Hoc untuk Timor Timur. Menurut saya masyarakat internasional harus kembali memberi perhatian terhadap hal ini. Nah ada upaya memang untuk mencoba membawa kembali agenda pembentukan tribunal internasional ini ke PBB. Saya mendengar rencana ini dari rekan-rekan saya yang bekerja di LSM internasional. Rencananya dengan meminta ahli dari PBB untuk mengevaluasi seluruh peradilan-peradilan HAM Ad Hoc dalam kasus Timor Timur ini. Dan kemudian datang dengan kesimpulan yang isinya memberi rekomendasi terhadap pembentukan tribunal internasional dalam kasus Timor timur ini. Sangat jelas bahwa PBB harus lebih bertanggung jawab dalam hal ini Demkianlah Rahlan Nasidik di Jakarta. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
