--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 15 November 2002 15:10 UTC ** STATUS SIAGA PENUH BAGI GUNUNG PAPANDAYAN ** ABU BAKAR BA'ASYIR AKAN BANDING TERHADAP PUTUSAN GUGATAN PRA PERADILANNYA ** HU JINTAO DIANGKAT JADI KETUA BARU PARTAI KOMUNIS INDONESIA ** SUPLAI MINYAK KE KOREA UTARA DIHENTIKAN KARENA MASALAH PROYEK NUKLIR RAHASIA ** TOPIK GEMA WARTA: DI MADIUN TAHUN 1948 TAK ADA PEMBERONTAKAN KATA SOEMARSONO, TAPI SOEHARTO DIAM SAJA ** TOPIK GEMA WARTA: EKONOMI BALI BARU PULIH JIKA TURIS KEMBALI DATANG ** TOPIK GEMA WARTA: KURANG BUKTI, SUTIYOSO DAN HAMAMI NATA TIDAK TERKAIT DENGAN 27 JULI * STATUS SIAGA PENUH BAGI GUNUNG PAPANDAYAN Petugas pemantau aktivitas gunung Papandayan di Jawa Barat mengumumkan keadaan status siaga penuh setelah terjadinya letusan pagi ini. Letusan yang terjadi pukul 6.30 Waktu Indonesia Barat itu menyemburkan asap setinggi 6000 meter. Menurut direktur biro vulkanologi di Bandung, status siaga penuh adalah status tertinggi dalam mewaspadai letusan gunung berapi. Setelah letusan tersebut, penduduk yang berdiam di kawasan sejauh empat kilo meter dari kawah gunung harus dievakuasi. Banyak kampung harus dikosongkan karena dianggap derah berbahaya. Dilaporkan juga bahwa arus pengungsian masih berlangsung sampai Jum'at sore. Ribuan pengungsi memenuhi Masjid Agung Cisurupan. Sejak Selasa, gunung Papandayan yang berketinggian lebih dari 2600 meter itu, mengeluarkan asap dan memuntahkan lahar. * ABU BAKAR BA'ASYIR AKAN BANDING TERHADAP PUTUSAN GUGATAN PRA PERADILANNYA Abu Bakar Ba'asyir akan naik banding terhadap putusan hakim atas gugatan praperadilannya. Menurut salah seorang anggota tim pengacara Ba'asyir, berkas banding tersebut akan dikirim Senin mendatang. Pekan lalu, gugatan praperadilan Ba'asyir ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun tim pengacara Abu Bakar Ba'asyir menilai bahwa keputusan tersebut tidak tepat. Tim pengacara Ba'asyir menganggap hakim keliru menerapkan hukum yang menyangkut bukti permulaan. Abu Bakar Ba'asyir ditahan sejak 19 Oktober lalu karena diduga terlibat serangkaian aksi pemboman gereja di Indonesia dua tahun lalu. Ia juga dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan Presiden Megawati. * HU JINTAO DIANGKAT JADI KETUA BARU PARTAI KOMUNIS INDONESIA Wakil President Cina Hu Jintao secara resmi diangkat menjadi ketua baru partai komunis di negara itu. Karenanya dapat dipastikan bahwa ia juga akan menjadi presiden Cina yang baru. Hu Jintao yang berusia 59 tahun itu menyatakan bahwa ia akan terus melakukan perombakan ekonomi. Hu Jintao melakukan presentasinya bersama delapan anggota baru politbiro yang akan memimpin Cina dalam waktu lima tahun mendatang. Diantara para pemimpin baru tersebut terdapat banyak orang dekat Presiden Jiang Zemin yang baru lengser sebagai ketua partai. Sekalipun demikian, Jiang Zemin tetap menjabat ketua dewan militer tertinggi di Cina. Kemarin, kongres Partai Komunis Cina ke 16 mendukung usulan Jiang Zemin untuk membuka keanggotaan partai bagi pengusaha swasta. * SUPLAI MINYAK KE KOREA UTARA DIHENTIKAN KARENA MASALAH PROYEK NUKLIR RAHASIA Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Uni Eropa sepakat untuk menghentikan suplai minyak ke Korea Utara. Kesepakatan ini diambil karena Pyongyang melanjutkan pengembangan proyek nuklirnya secara rahasia. Berdasar perjanjian tahun 1994, Korea Utara mendapat jatah bahan bakar untuk pusat-pusat pembangkit listrik, tetapi negara itu harus menghentikan proyek-proyek nuklirnya. Bulan lalu Korea Utara mengakui bahwa negara itu masih mengembangkan proyek nuklir secara rahasia. * EMPAT JIWA TEWAS DALAM SERANGAN BUNUHDIRI DI INGUSHETIA, RUSIA Empat jiwa tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan bunuhdiri di kawasan Ingushetia, Rusia, yang berbatasan dengan Chechnya. Diduga para gerilyawan Chechnya meledakkan granat di dalam sebuah bis, yang menewaskan tiga penumpang dan dirinya sendiri. Serangan terjadi ketika dilancarkan aksi pelacakan yang dilakukan pasukan Rusia terhadap para pemberontak. Ketika Tentara Rusia sampai ditempat kejadian dan akan menangkap para pemberontak, bis tersebut melaju dan meledak. * ARGENTINA TOLAK LUNASI HUTANGNYA KEPADA BANK DUNIA Argentina menolak membayar kembali hutangnya kepada Bank Dunia. Kamis kemarin negeri tersebut harus sudah melunasi hutangnya sebesar 800 juta dolar, namun yang bisa dibayar hanya bunganya sekitar 80 juta Euro. Pemerintah Argentina menyatakan, pinjaman itu baru bisa dibayar kembali, setelah pihaknya menggalang kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional. Dalam tanggapannya Bank Dunia mengatakan, untuk sementara tidak akan memberikan pinjaman baru kepada negeri Amerika Latin itu. Bank Dunia juga mengancam akan membekukan pinjaman yang sekarang. Dililit kesulitan ekonomi, Argentina sudah berbulan-bulan berupaya menggalang perjanjian dengan IMF tentang pinjaman baru yang meliputi milyardan dolar. Tetapi dana tersebut baru akan diberikan, kalau Buenos Aires melanjutkan sejumlah reformasi ekonominya. * DUA PETUGAS IMIGRASI AMERIKA DITEMPATKAN DI BANDARA SCHIPHOL Di bandara Schiphol, Belanda, dalam waktu dekat akan ditempatkan dua petugas imigrasi Amerika. Mereka berwewenang memeriksa daftar-daftar penumpang yang terbang ke Amerika Serikat. Kalau ditemukan penumpang yang dicurigai akan terbang ke Amerika, para petugas tersebut punya wewenang untuk mengeluarkan perintah penangkapan. Penumpang tersebut bisa ditahan ketika masih di Belanda. Demikian kesepakatan Belanda dengan otorita amerika. Dalam kesepakatan juga tercantum hak Belanda untuk menempat petugasnya di Amerika Serikat, tetapi tidak jelas apakah Belanda juga akan memanfaatkan hal itu. * 170 PEMDA BELANDA BANTU PARA PENCARI SUAKA POLITIK SEKALIPUN SECARA RESMI DILARANG Sekitar 170 Pemerindah Daerah di Belanda membantu para pencari suaka politik yang ditolak permohonannya. Secara resmi, bantuan ini tidak diperbolehkan. Pencari suaka politik yang ditolak permohonannya tidak punya hak atas penampungan. Namun banyak Pemda Belanda tetap menampung dan memberi makan mereka. Menteri Kebijakan Orang Asing dan Intergrasi mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap pemda yang memberi bantuan. * DI MADIUN TAHUN 1948 TAK ADA PEMBERONTAKAN KATA SOEMARSONO, TAPI SOEHARTO DIAM SAJA Peristiwa Madiun 18 September tahun 48, yang dikenal sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dipimpin oleh Muso, menurut Soemarsono, sebenarnya bukanlah suatu pemberontakan. Dan, Soeharto tahu benar hal itu. Saksi utama, Soemarsono, yang menetap di Sidney, Australia, tengah berkunjung di Belanda, dan mengungkap hal tsb kepada Radio Nederland. Menurut Soemarsono, Kabinet Hata dan tentara Siliwangi berupaya menghancurkan lasykar-lasykar sayap kiri, yang dipimpin Amir Syarifudin, sehingga barisan kiri harus membela diri. Akhirnya Presiden Soekarno berseru "Pilih Soekarno-Hatta, atau Muso". Akibatnya fatal bagi gerakan kiri, demikian Soemarsono. Soemarsono: Jadi setelah Bung Karno pidato, pidatonya itu menusuk hati Muso itu, lalu spontan dijawab sama Muso itu, "Ya, keadaannya jadi lain. Sebab pidatonya menggambarkan bahwa kita ini mesti dibasmi. Jadi karena itu, kita memikirkan bagaimana kita bela diri." Jadi kami membentuk pemerintah Front Nasional Daerah. Saya dipilih sebagai gubernur militer. Lalu mulailah ada perlawanan pemerintah daerah Front Nasional Madiun terhadap usaha pemerintah pusat yang mengatakan kita melakukan pemberontakan dan mesti dibasmi. Nah, dalam keadaan kayak begitu, Panglima besar Soedirman menyuruh Letkol Soeharto, komandan resimen di Yogyakarta untuk meninjau Madiun. Dia telpon. Saya kebetulan yang menerima. Dia bilang: "Ini mas, saya diutus oleh Pak Dirman untuk menjumpai mas Soemarsono." Oh, welcome, saya juga senang karena ini utusan Pak Soedirman supaya menyaksikan keadaan ini. Bahwa kami tidak berontak. Kami membela diri. Nah, datanglah yang namanya Letkol Soeharto itu di Madiun. Sudah agak malam. Radio Nederland [RN]: Sendiri? Soemarsono: Sama sopirnya. Lalu saya bilang, saya senang ini dik Harto datang ke mari diutus Pak Soedirman. Tapi ini sudah malam dik Harto. Bagaimana kalau besok pagi dik Harto sama saya keliling kota, melihat keadaan di kota, bahwa kami nggak ada pemberontakan apa-apa. Dan apa yang disiar-siarkan oleh surat kabar Yogyakarta, karena itu Overste Soeharto mengemukakan, "o surat-surat kabar di Yogyakarta ini mengatakan bendera merah-putih diturunkan, bendera palu arit Sovyet dinaikkan, pembunuhan, penangkapan massal, orang-orang baru dimasuk ke dalam penjara." Begitu di koran-koran. Besok kita saksikan. Nggak ada gitu dik Harto, nggak ada. Dan bagaimana dik Harto membantu kami? Kan nggak bagus ini, kita sedang hadapi Belanda, kok sekarang kita ini bertempur sendiri? RN: Lalu apa tanggapan dik Harto ini? Soemarsono: Waktu itu dia nanggapi dengan baik dan besok pagi bersama dengan dia kami keliling kota. Menyaksikan apa yang ditulis surat-surat kabar di Yogyakarta itu, itu nggak benar. Lalu saya ajak masuk penjara, lihat apa ada daftar orang baru yang ditangkap. Lalu sesudah itu saya minta sama dia, "dik Harto, tolong dik Harto ini nanti nyampaikan surat kami kepada Presiden Soekarno. Lalu tolong deh bikin pernyataan dik Harto supaya itu jangan sampai ada tanggapan itu seperti disiar-siarkan oleh surat kabar Yogyakarta." Dia berkata, "Baik, baik mas, tapi mas aja bikin pernyataan itu, nanti saya teken, saya tanggung jawab". RN: Bapak bikin? Soemarsono: Saya bikin. Bahwa keadaan di Madiun normal, tidak sebagaimana disiar-siarkan oleh surat-surat kabar di Yogyakarta. Tidak ada bendera merah-putih diturunkan, tidak ada bendera merah-palu arit dinaikkan. Di Madiun tidak ada penangkapan massal, tidak ada banjir darah. Keadaan di Madiun normal. Teken: Letkol Soeharto. Dan pernyataan itu disiarkan oleh surat kabar daerah, radio Madiun. Nah, waktu dia mau pulang ke Yogya ini, dia bawa surat yang ditulis oleh Amir Syarifuddin untuk Bung Karno, supaya Bung Karno bisa turun tangan dan menyelesaikan secara baik. Karena kita masih butuh bersatu untuk melawan Belanda. Tapi kita dengar belakangan bahwa Soeharto ini di Sragen ditahan oleh Siliwangi. Katanya surat itu tidak sampai kepada Presiden. RN: Bagaimana dengan laporannya kepada Jenderal Soedirman? Soemarsono: Itu kami nggak tahu. Yang kami dengar, dia ditahan oleh Siliwangi. Tapi sebentar, terus dilepas lagi, kembali ke Yogya juga. Surat Amir itu nggak tahu ke mana. RN: Tapi kemudian sejak Soeharto menjadi Presiden, dia membisu tentang peristiwa Madiun? Soemarsono: Tapi dia tulis juga di otobiografinya bahwa waktu peristiwa Madiun itu, dia ada di Madiun. Dia sebut ketemu sama Muso. Demikian saksi utama Peristiwa Madiun: Soemarsono. * EKONOMI BALI BARU PULIH JIKA TURIS KEMBALI DATANG Hari ini di Bali dilangsungkan upacara penyucian Pemari Sudha Karipubhaya dan Tawur Agung untuk membersihkan pulau dewata dari segala ancaman mara bahaya. Tetapi langkah apa yang harus ditempuh untuk secepatnya memulihkan perekonomian Bali? Apalagi kalau 60% pendapatan daerah Bali tergantung dari sektor pariwisata. Kami menanyakan pada Dr. I Nyoman Erawan, Pakar Ekonomi Pariwisata Universitas Udayana, Bali: I Nyoman Erawan [INE]: Kalau dari segi ekonomi, saya kira kita harus usahakan jangka pendek sekali, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek ini tergantung sekali pada tindakan mempercepat pemulihan kedatangan wisatawan, karena hampir 60% pendapatan masyarakat Bali itu berasal dari pariwisata. Terutama kebijakan yang bertujuan memulihkan citra pariwisata itu sangat penting untuk direalisasikan dan dilakukan secara cepat dan baik. Radio Nederland [RN]: Caranya itu bagaimana pak untuk jangka pendek? INE: Yang sudah dilakukan ini lewat pers termasuk juga negara-negara maju kita himbau secepatnya lah mencabut travel warning-nya (peringatan untuk tidak berkunjung - red.)itu. Karena ini benar-benar menghambat pariwisata Bali. Karena kalau ini kita terlambat antisipasi, daya tahan masyarakat Bali dari sisi ekonomi itu paling lama sekitar dua - tiga bulan. Kalau setelah itu dia belum juga pulih, karena begitu besar tergantungnya kita pada pariwisata maka yang kita takutkan justru bom sosial. Sekarang di Bali itu jumlah penganggur sekitar 14,2% atau 400.000 lebih sedikit. Itu yang berada di bawah garis kemiskinan yang terbanyak di Bali Utara dan Timur. Nah, akibat pemboman ini diperkirakan pertumbuhan ekonomi menurun sekitar 1%. Dari yang diperkirakan dari 4-4,5% sekarang mungkin hanya 3 - 3,5%. Ini akan memicu tambahan penganguran sekitar 10.000, belum lagi yang namanya setengah menganggur ada sekitar 20% itu umumnya ada di pedesaan terutama juga di Bali utara dan Bali timur. Yang kita takutkan kalau ekonomi Bali terlambat pulih dan situasi memburuk secara berkepanjangan. RN: Untuk mencabut kembali travel warning yang dikeluarkan terhadap turis, kan salah satu caranya dengan mengembalikan kepercayaan turis terhadap Bali. Apakah sampai saat ini usaha yang dilakukan sudah mencukupi? Baik di tingkat pemerintah daerah maupun pusat? INE: Saya kita dari pihak pemerintah memang sudah cukup, artinya arahnya sudah benar, kemudian didukung oleh swasta namun yang terpenting kemudian itu adalah kita mengusulkan agar Polri bekerja lebih keras lagi untuk mengungkap pelaku aksi teror. Namun juga perlu dipikirkan, kan tidak mungkin itu seketika kembali, nah dalam jangka pendek sekali ini mestinya pemerintah pusat melalui badan-badan internasional yang ingin membantu pemulihan ekonomi Bali atau Indonesia itu harus berani membuat satu terobosan yang besar yaitu dengan melihat ketimpangan di Bali timur dan utara ini maka harus dibuka apa yang disebut jalur utara. Di Bali itu yang maju kan jalur selatannya dan utara itukan ketinggalan. Maka perlu diproyekkan, jadi nanti arus barang dari Jawa - Bali - NTB itu harus lewat utara. Nah ini punya dua keuntungan, satu bisa menciptakan lapangan kerja secepat-cepatnya untuk menanggulangi bom sosial tadi dan yang kedua adalah dia mampu menciptakan pemerataan antara utara, timur dan selatannya. Dan yang ketiga keuntunganya adalah wilayah selatan sendiri tingkat kepadatan lalu lintasnya bisa berkurang sehingga mutu pariwisata bisa ditingkatkan Demikianlah Dr. I Nyoman Erawan. * KURANG BUKTI, SUTIYOSO DAN HAMAMI NATA TIDAK TERKAIT DENGAN 27 JULI Intro: Kasus penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia PDI, 27 Juli 1996, kembali jadi pembicaraan. Sebab Tim Koneksitas kasus ini, menyatakan tak menemukan bukti keterlibatan tersangka Sutiyoso dan Hamami Nata. Mereka berdalih bukti-bukti yang ada belum lengkap dan masih harus disempurnakan. Apakah ada upaya penghilangan nama keduanya? Lebih lanjut berikut laporan Radio 68H dari Jakarta: Bekas Panglima Komando Militer Jakarta Sutiyoso, masih bisa tenang menikmati kursi empuk gubernur Jakarta. Sekali lagi, ia lolos dari lubang jarum. Sebab tim penyidik gabungan sipil dan militer atau tim koneksitas tidak menemukan bukti ia terlibat dalam peristiwa 27 Juli enam tahun lalu. Menurut ketua tim penyidik, Erwin Mapasseng, di depan komisi hukum DPR, sulit menemukan bukti bahwa Sutiyoso dan bekas kepala polisi Jakarta Hamami Nata terlibat. Mapasseng menjelaskan timnya telah menyelesaikan sebagian berkas perkara untuk diserahkan ke pengadilan. Erwin Mapasseng: Memang ini sudah diajukan dan dikembalikan untuk dilengkapi lagi. Jadi sudah jelas ada petunjuk-petunjuknya Pak yang harus dilengkapi. Tetapi petunjuk yang diberikan penuntut umum kepada penyidik ini yang mengalami kesulitan ada beberapa yang dicari masih sulit. Hasil penyidikan terakhir ini, jelas menimbulkan pertanyaan. Sebab dalam pemeriksaan terdahulu, baik di kepolisian, mau pun di kejaksaan tinggi Jakarta, nama Sutiyoso dan Hamami Nata disebut sebagai tersangka kasus 27 Juli dengan bukti-bukti lengkap. Karena itu anggota komisi hukum DPR dari PDI-Perjuangan, Panda Nababan menuding tim koneksitas kasus 27 Juli ini tidak bekerja dengan serius. Ia pun mengangkat kembali hasil penyidikan tahun 2000, yang dilakukan oleh tim penyidik kasus 27 Juli atas perintah presiden saat itu, Abdurrahman Wahid. Panda Nababan: Di sini tidak ada kesulitan barang bukti. Barang bukti: satu unit mobil jeep merah, satu unit sepeda suzuki bebek, honda, cone block, bata merah, ada! Disita dari setneg ada 36 lembar foto, satu buah surat perjanjian pemborongan, ada semua! Ini dokumen resmi, ini terjadi 26 Juli 2000, dua tahun yang lalu. Dan semua pelakunya ada, skemanya ada! Hasil penyidikan itu secara tegas menyebutkan Sutiyoso sebagai orang yang mengeluarkan perintah penyerangan markas PDI, Jalan Diponegoro 58 pada hari Sabtu kelabu itu. Suara huru hara penyerangan Jl. Diponegoro 58. Bekas kepala sosial politik ABRI saat itu Suwarno Adiwijoyo juga mengungkapkan, Sutiyoso dan Hamami Nata bertanggungjawab atas kasus 27 Juli. Berkaitan dengan jabatan mereka sebagai panglima Kodam Jaya dan Kapolda pada saat peristiwa itu terjadi. Suwarno Adiwijaya: Membuka masalah itu di Cendana. Bahwa yang menjadi dasar 27 juli itu adalah masalah kamtib karena adanya mimbar bebas yang presiden tidak berkenan. Dan supaya polda yang di depan di back up oleh kodam jaya selaku bakorstanas untuk menangani. Ternyata belakangan saya bisa mengetahui bahwa anggaran yang diberikan kepada satgas yang melakukan penyerangan itu dari kodam. Memang aneh, jika sebelumnya banyak bukti dan saksi yang menyebut kedua bekas pejabat tinggi tentara dan polisi itu terlibat, mengapa saat ini hasil penyidikan justru menyebut tak cukup bukti? Trimedya Panjaitan anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia menduga ada upaya mengulur-ulur waktu. Sebab tahun 2000 lalu sejumlah tersangka seperti Soerjadi, Butu Hutapea dan Yorris Raweyai sudah sempat ditahan. Trimedya Panjaitan: Dari situ kelihatan sekali keseriusan dari tim penyidik Mabes Polri. Tapi apa yang terjadi? Pada saat bulan Mei ada rapat gabungan dengan komisi I dan II. Kemudian kesepakatannya adalah dibentuk tim koneksitas dengan argumen bahwa ada militer di situ yang terlibat. Dan pada saat itu kita berpikir bahwa ini buying time. Karena kalau tim koneksitas dibentuk, tim koneksitas akan berargumen bahwa ia akan mempelajari berkasnya dari nol lagi. Dan itulah yang terjadi saat ini. Berkas ini putar-putar di Kuningan Kejati dan Trunojoyo Mabes Polri, itu puter-puter di situ. Trimedya yang bersama timnya pernah menggugat kasus 27 Juli ke pengadilan berharap pemerintahan Megawati Soekarnoputri bersikap tegas menuntaskan perkara ini. Tapi tampaknya, para keluarga dan korban kasus 27 Juli masih harus menunggu lama sebelum keadilan benar-benar tiba. Apalagi jika melihat dukungan Megawati kepada Sutiyoso untuk kembali menduduki kursi gubernur Jakarta. Tentunya mudah menduga, Sutiyoso masih bisa tidur nyenyak tanpa terusik hukum. Dan makin sulit dibantah kecurigaan kalangan luas bahwa PDIP telah mengkhianati bukan saja pendukungnya, tetapi juga anggotanya sendiri. Mereka yang waktu itu menyerahkan hidup demi mempertahankan markas Diponegoro bisa-bisa mati percuma saja. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
