--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 16 November 2002 13:10 UTC ** ENAM PENGAMAT INTERNASIONAL TIBA DI ACEH ** POLISI AKAN SEBARKAN FOTO TERTUDUH PEMBOMAN BALI LAINNYA ** PERVEZ MUSHARRAF PRESIDEN PAKISTAN UNTUK LIMA TAHUN MENDATANG ** TOPIK GEMA WARTA: DI MADIUN TAHUN 1948 TAK ADA PEMBERONTAKAN KATA SOEMARSONO, TAPI SOEHARTO DIAM SAJA ** TOPIK GEMA WARTA: KURANG BUKTI, SUTIYOSO DAN HAMAMI NATA TIDAK TERKAIT DENGAN 27 JULI * ENAM PENGAMAT INTERNASIONAL TIBA DI ACEH Para pengamat internasional yang akan mempelajari usulan gencatan senjata antara pemerintah Jakarta dengan Gerakan Aceh Merdeka, GAM, tiba Sabtu ini di Aceh. Keenam pengamat internasional yang tergabung dalam tim orientasi keamanan bersama, tiba di Sigli, ibukota Kabupaten Pidie. Di Sigli mereka akan bertemu dengan pemerintah setempat dan sejumlah pemimpin masyarakat. Tim tersebut bekerjasama dengan pihak mediator, Henry Dunant Centre HDC yang berkantor di Jenewa, Swis. Menurut HDC apabila persetujuan gencatan senjata disepakati, maka akan dikirim para pengamat internasional ke seluruh wilayah Aceh. Sementara tim tersebut mempersiapkan perdamaian, pasukan TNI tetap melanjutkan aksi militer mereka. Misalnya di Aceh Utara lebih dari 1000 tentara telah dua minggu lamanya mengepung wilayah yang diduga tempat persembunyian para pemberontak GAM. * POLISI AKAN SEBARKAN FOTO TERTUDUH PEMBOMAN BALI LAINNYA Polisi akan menyebarkan gambar dan ciri-ciri dari sejumlah tertuduh pemboman Bali lainnya. Selanjutnya mereka juga akan mengumumkan enam nama tertuduh yang telah diketahui. Sementara itu puing-puing reruntuhan dari bangunan yang hancur akibat bom bali mulai dibersihkan. Berbagai media Indonesia melaporkan sekitar 30 truk angkutan akan membawa 1500 ton puing, termasuk sisa-sisa Sarry's dan Paddy's Club. Limbah tersebut akan dibuang ke laut Selat Badung, di tenggara pelabuhan Benoa. Pembersihan dilakukan setelah selesai upacara penyucian Jumat kemarin. Diharapkan operasi pembersihan akan selesai dalam waktu empat hari, sebelum perayaan hari raya Galungan 20 November mendatang. Selanjutnya pemerintah Australia akan menyelidiki kebenaran akan adanya peringatan sebelum pemboman Bali 12 Oktober lalu. Demikian dinyatakan Perdana Menteri John Howard. Pemerintah Canberra menyatakan, belum ada petunjuk konkrit bahwa negaranya menerima informasi awal mengenai rencana pemboman. Berbagai harian Australia memberitakan, berdasarkan sumber-sumber anonim di Washington, bahwa Canberra telah mendapat peringatan sebelumnya. Dengan aksi ini diberitakan, gerakan Jemaah Islamiyah ingin memperingati dimulainya kampanye militer Amerika di Afganistan. * PERVEZ MUSHARRAF PRESIDEN PAKISTAN UNTUK LIMA TAHUN MENDATANG Jenderal Pervez Musharraf diambil sumpahnya sebagai Presiden Pakistan untuk masa jabatan lima tahun mendatang. Musharraf mengambil-alih pimpinan pemerintah setelah melakukan kudeta tahun 1999. Setelah itu lewat referendum yang banyak dipertentangkan, ia berhasil dipilih kembali sebagai presiden. Jendral ini juga memberlakukan undang-undang dasar, disertai sejumlah amandemen baru yang memberinya kekuasaan lebih banyak. Setelah upacara pengambilan sumpah berakhir parlemen baru Pakistan melangsungkan sidang pertama. Para anggota enam partai relijius sebelumnya mengancam tidak akan mengambil sumpah mereka sebagai anggota parlemen, tetapi akhirnya rencana itu dibatalkan. Dari hasil pemilihan umum satu bulan lalu, tidak ada pemenang terbesar, dan partai-partai politik belum berhasil membentuk sebuah koalisi. Minggu depan harus ditunjuk seorang perdana menteri baru, satu-satunya jabatan yang tidak dituntut oleh Musharraf. Jenderal ini tetap menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata Pakistan. * UTUSAN KHUSUS PBB MENINGGALKAN BIRMA Utusan khusus PBB untuk Birma, diplomat Malaysia Razali Ismail, telah menyelesaikan kunjungan keliling lima harinya di negara itu. Pada akhir kunjungan Razali menyatakan akan memberikan pernyataan setelah tiba di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Menurut para pengamat ada banyak petunjuk bahwa kunjungan tersebut tidak membawa hasil yang diharapkan. Utusan PBB ini berada di ibukota Yangoon untuk meminta pemerintah rejim militer agar menjanjikan reformasi dan memulai dialog dengan pihak oposisi. Tetapi pembicaraan mengenai tema tersebut berlangsung hanya lima belas menit. Selain itu junta militer juga membatalkan rencana pembicaraan dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Razali mengancam akan mengundurkan diri apabila tidak ada kemajuan dalam proses demokratisasi di Birma. * ABDULLAH GUL DIMINTA BENTUK PEMERINTAH BARU TURKI Presiden Turki Ahmet Nedet Sezer telah meminta Abdullah Gul yang berusia 52 tahun untuk membentuk pemerintah baru. Mantan Perdana Menteri ini adalah wakil ketua Partai Islam AK, yang meraih suara mayoritas mutlak dalam pemilu parlemen terakhir. Gul dikenal sebagai ekonom pro-Barat yang mendukung reformasi. Ia juga pengganti pemimpin partai Recep Tayyip Erdogan yang dilarang memegang jabatan politik apa pun karena pernah ditahan beberapa tahun lalu. Erdogan berencana untuk mengubah undang-undang sehingga mungkin baginya untuk menjadi perdana menteri musim panas tahun depan. Dengan menguasai lebih dari dua pertiga kursi di parlemen Turki, kemungkinan perubahan UU ini dapat dilaksanakan. * AMERIKA DAN INGGRIS KEMBALI MEMBOM SASARAN BARU DI IRAK Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan Inggris kembali menyerang sejumlah sasaran di Irak Jumat malam kemarin. Pentagon memberitakan, telah mengebom sebuah pusat komunikasi di selatan ibukota Bahdad. Hal ini dilakukan karena Irak menembaki pesawat-pesawat Amerika dan Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir Washington dan London telah mengebom sejumlah sasaran yang dicurigai di Irak. Ini adalah pemboman pertama setelah pemerintah Bahdad menerima resolusi PBB mengenai inspeksi senjata baru. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld sebelumnya secara tidak langsung menyatakan, bahwa penembakan tersebut berarti pelanggaran resolusi PBB. Sementara itu juga dimulai penerbangan patroli pihak sekutu untuk mengawasi larangan terbang pesawat-pesawat Irak di zona bebas di Irak Utara dan Selatan. * POLISI SPANYOL TAHAN KAPTEN KAPAL TANGKER Polisi Spanyol Jumat kemarin menahan kapten kapal tangker Prestige yang karam, dengan tuduhan menghalangi pekerjaan regu-regu penyelamat sehingga membahayakan lingkungan hidup. Hingga sekarang masih banyak minyak mentah yang mengalir ke laut. Kapal tangker yang karam di lepas pantai Spanyol ini, berhasil ditarik oleh sejumlah kapal sehingga berada sejauh mungkin dari wilayah pantai. Sebuah perusahaan keruk dari Rotterdam akan mencoba untuk naik ke kapal Sabtu ini. Mereka akan mencoba memompa 77 ribu ton minyak mentah yang masih ada, dan kemudian memindahkannya ke kapal lain. Menurut pemerintah Spanyol, situasi masih dinyatakan gawat, karena kapal tersebut bisa tiba-tiba terpecah dua. Ribuan liter minyak mentah telah mengalir ke laut, karena badan kapal sobek lebih dari 30 meter. Kapal tangker yang membawa 80 ribu ton minyak mentah ini, sedang dalam perjalanan dari Lithuania menuju Pulau Gibraltar, ketika tiba-tiba karam akibat cuaca buruk. * ISRAEL PERTIMBANGKAN AKSI BALASAN TERHADAP PALESTINA Pemerintah Israel sedang merundingkan apakah mereka akan memulai aksi balasan sebagai jawaban atas aksi miltan Palestina di Hebron Jumat malam kemarin. Juru bicara Perdana Menteri Ariel Sharon menyatakan, bahwa pemerintahnya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tetapi tidak memberikan rincian. Jumat malam kemarin pasukan Israel telah menembaki sejumlah sasaran di kota Gaza. Akibat serangan Palestina itu, 12 warga Israel tewas dan lima lainnya cedera. Sekelompok warga Palestina bersenjata menembaki sekelompok kolonis Yahudi dan tentara Israel di dekat makam suci di Hberon. Gerakan militan Islam Jihad menyatakan diri bertanggung jawab. * DI MADIUN TAHUN 1948 TAK ADA PEMBERONTAKAN KATA SOEMARSONO, TAPI SOEHARTO DIAM SAJA Peristiwa Madiun 18 September tahun 48, yang dikenal sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dipimpin oleh Muso, menurut Soemarsono, sebenarnya bukanlah suatu pemberontakan. Dan, Soeharto tahu benar hal itu. Saksi utama, Soemarsono, yang menetap di Sidney, Australia, tengah berkunjung di Belanda, dan mengungkap hal tsb kepada Radio Nederland. Menurut Soemarsono, Kabinet Hata dan tentara Siliwangi berupaya menghancurkan lasykar-lasykar sayap kiri, yang dipimpin Amir Syarifudin, sehingga barisan kiri harus membela diri. Akhirnya Presiden Soekarno berseru "Pilih Soekarno-Hatta, atau Muso". Akibatnya fatal bagi gerakan kiri, demikian Soemarsono. Soemarsono: Jadi setelah Bung Karno pidato, pidatonya itu menusuk hati Muso itu, lalu spontan dijawab sama Muso itu, "Ya, keadaannya jadi lain. Sebab pidatonya menggambarkan bahwa kita ini mesti dibasmi. Jadi karena itu, kita memikirkan bagaimana kita bela diri." Jadi kami membentuk pemerintah Front Nasional Daerah. Saya dipilih sebagai gubernur militer. Lalu mulailah ada perlawanan pemerintah daerah Front Nasional Madiun terhadap usaha pemerintah pusat yang mengatakan kita melakukan pemberontakan dan mesti dibasmi. Nah, dalam keadaan kayak begitu, Panglima besar Soedirman menyuruh Letkol Soeharto, komandan resimen di Yogyakarta untuk meninjau Madiun. Dia telpon. Saya kebetulan yang menerima. Dia bilang: "Ini mas, saya diutus oleh Pak Dirman untuk menjumpai mas Soemarsono." Oh, welcome, saya juga senang karena ini utusan Pak Soedirman supaya menyaksikan keadaan ini. Bahwa kami tidak berontak. Kami membela diri. Nah, datanglah yang namanya Letkol Soeharto itu di Madiun. Sudah agak malam. Radio Nederland [RN]: Sendiri? Soemarsono: Sama sopirnya. Lalu saya bilang, saya senang ini dik Harto datang ke mari diutus Pak Soedirman. Tapi ini sudah malam dik Harto. Bagaimana kalau besok pagi dik Harto sama saya keliling kota, melihat keadaan di kota, bahwa kami nggak ada pemberontakan apa-apa. Dan apa yang disiar-siarkan oleh surat kabar Yogyakarta, karena itu Overste Soeharto mengemukakan, "o surat-surat kabar di Yogyakarta ini mengatakan bendera merah-putih diturunkan, bendera palu arit Sovyet dinaikkan, pembunuhan, penangkapan massal, orang-orang baru dimasuk ke dalam penjara." Begitu di koran-koran. Besok kita saksikan. Nggak ada gitu dik Harto, nggak ada. Dan bagaimana dik Harto membantu kami? Kan nggak bagus ini, kita sedang hadapi Belanda, kok sekarang kita ini bertempur sendiri? RN: Lalu apa tanggapan dik Harto ini? Soemarsono: Waktu itu dia nanggapi dengan baik dan besok pagi bersama dengan dia kami keliling kota. Menyaksikan apa yang ditulis surat-surat kabar di Yogyakarta itu, itu nggak benar. Lalu saya ajak masuk penjara, lihat apa ada daftar orang baru yang ditangkap. Lalu sesudah itu saya minta sama dia, "dik Harto, tolong dik Harto ini nanti nyampaikan surat kami kepada Presiden Soekarno. Lalu tolong deh bikin pernyataan dik Harto supaya itu jangan sampai ada tanggapan itu seperti disiar-siarkan oleh surat kabar Yogyakarta." Dia berkata, "Baik, baik mas, tapi mas aja bikin pernyataan itu, nanti saya teken, saya tanggung jawab". RN: Bapak bikin? Soemarsono: Saya bikin. Bahwa keadaan di Madiun normal, tidak sebagaimana disiar-siarkan oleh surat-surat kabar di Yogyakarta. Tidak ada bendera merah-putih diturunkan, tidak ada bendera merah-palu arit dinaikkan. Di Madiun tidak ada penangkapan massal, tidak ada banjir darah. Keadaan di Madiun normal. Teken: Letkol Soeharto. Dan pernyataan itu disiarkan oleh surat kabar daerah, radio Madiun. Nah, waktu dia mau pulang ke Yogya ini, dia bawa surat yang ditulis oleh Amir Syarifuddin untuk Bung Karno, supaya Bung Karno bisa turun tangan dan menyelesaikan secara baik. Karena kita masih butuh bersatu untuk melawan Belanda. Tapi kita dengar belakangan bahwa Soeharto ini di Sragen ditahan oleh Siliwangi. Katanya surat itu tidak sampai kepada Presiden. RN: Bagaimana dengan laporannya kepada Jenderal Soedirman? Soemarsono: Itu kami nggak tahu. Yang kami dengar, dia ditahan oleh Siliwangi. Tapi sebentar, terus dilepas lagi, kembali ke Yogya juga. Surat Amir itu nggak tahu ke mana. RN: Tapi kemudian sejak Soeharto menjadi Presiden, dia membisu tentang peristiwa Madiun? Soemarsono: Tapi dia tulis juga di otobiografinya bahwa waktu peristiwa Madiun itu, dia ada di Madiun. Dia sebut ketemu sama Muso. Demikian saksi utama Peristiwa Madiun: Soemarsono. * KURANG BUKTI, SUTIYOSO DAN HAMAMI NATA TIDAK TERKAIT DENGAN 27 JULI Intro: Kasus penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia PDI, 27 Juli 1996, kembali jadi pembicaraan. Sebab Tim Koneksitas kasus ini, menyatakan tak menemukan bukti keterlibatan tersangka Sutiyoso dan Hamami Nata. Mereka berdalih bukti-bukti yang ada belum lengkap dan masih harus disempurnakan. Apakah ada upaya penghilangan nama keduanya? Lebih lanjut berikut laporan Radio 68H dari Jakarta: Bekas Panglima Komando Militer Jakarta Sutiyoso, masih bisa tenang menikmati kursi empuk gubernur Jakarta. Sekali lagi, ia lolos dari lubang jarum. Sebab tim penyidik gabungan sipil dan militer atau tim koneksitas tidak menemukan bukti ia terlibat dalam peristiwa 27 Juli enam tahun lalu. Menurut ketua tim penyidik, Erwin Mapasseng, di depan komisi hukum DPR, sulit menemukan bukti bahwa Sutiyoso dan bekas kepala polisi Jakarta Hamami Nata terlibat. Mapasseng menjelaskan timnya telah menyelesaikan sebagian berkas perkara untuk diserahkan ke pengadilan. Erwin Mapasseng: Memang ini sudah diajukan dan dikembalikan untuk dilengkapi lagi. Jadi sudah jelas ada petunjuk-petunjuknya Pak yang harus dilengkapi. Tetapi petunjuk yang diberikan penuntut umum kepada penyidik ini yang mengalami kesulitan ada beberapa yang dicari masih sulit. Hasil penyidikan terakhir ini, jelas menimbulkan pertanyaan. Sebab dalam pemeriksaan terdahulu, baik di kepolisian, mau pun di kejaksaan tinggi Jakarta, nama Sutiyoso dan Hamami Nata disebut sebagai tersangka kasus 27 Juli dengan bukti-bukti lengkap. Karena itu anggota komisi hukum DPR dari PDI-Perjuangan, Panda Nababan menuding tim koneksitas kasus 27 Juli ini tidak bekerja dengan serius. Ia pun mengangkat kembali hasil penyidikan tahun 2000, yang dilakukan oleh tim penyidik kasus 27 Juli atas perintah presiden saat itu, Abdurrahman Wahid. Panda Nababan: Di sini tidak ada kesulitan barang bukti. Barang bukti: satu unit mobil jeep merah, satu unit sepeda suzuki bebek, honda, cone block, bata merah, ada! Disita dari setneg ada 36 lembar foto, satu buah surat perjanjian pemborongan, ada semua! Ini dokumen resmi, ini terjadi 26 Juli 2000, dua tahun yang lalu. Dan semua pelakunya ada, skemanya ada! Hasil penyidikan itu secara tegas menyebutkan Sutiyoso sebagai orang yang mengeluarkan perintah penyerangan markas PDI, Jalan Diponegoro 58 pada hari Sabtu kelabu itu. Suara huru hara penyerangan Jl. Diponegoro 58. Bekas kepala sosial politik ABRI saat itu Suwarno Adiwijoyo juga mengungkapkan, Sutiyoso dan Hamami Nata bertanggungjawab atas kasus 27 Juli. Berkaitan dengan jabatan mereka sebagai panglima Kodam Jaya dan Kapolda pada saat peristiwa itu terjadi. Suwarno Adiwijaya: Membuka masalah itu di Cendana. Bahwa yang menjadi dasar 27 juli itu adalah masalah kamtib karena adanya mimbar bebas yang presiden tidak berkenan. Dan supaya polda yang di depan di back up oleh kodam jaya selaku bakorstanas untuk menangani. Ternyata belakangan saya bisa mengetahui bahwa anggaran yang diberikan kepada satgas yang melakukan penyerangan itu dari kodam. Memang aneh, jika sebelumnya banyak bukti dan saksi yang menyebut kedua bekas pejabat tinggi tentara dan polisi itu terlibat, mengapa saat ini hasil penyidikan justru menyebut tak cukup bukti? Trimedya Panjaitan anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia menduga ada upaya mengulur-ulur waktu. Sebab tahun 2000 lalu sejumlah tersangka seperti Soerjadi, Butu Hutapea dan Yorris Raweyai sudah sempat ditahan. Trimedya Panjaitan: Dari situ kelihatan sekali keseriusan dari tim penyidik Mabes Polri. Tapi apa yang terjadi? Pada saat bulan Mei ada rapat gabungan dengan komisi I dan II. Kemudian kesepakatannya adalah dibentuk tim koneksitas dengan argumen bahwa ada militer di situ yang terlibat. Dan pada saat itu kita berpikir bahwa ini buying time. Karena kalau tim koneksitas dibentuk, tim koneksitas akan berargumen bahwa ia akan mempelajari berkasnya dari nol lagi. Dan itulah yang terjadi saat ini. Berkas ini putar-putar di Kuningan Kejati dan Trunojoyo Mabes Polri, itu puter-puter di situ. Trimedya yang bersama timnya pernah menggugat kasus 27 Juli ke pengadilan berharap pemerintahan Megawati Soekarnoputri bersikap tegas menuntaskan perkara ini. Tapi tampaknya, para keluarga dan korban kasus 27 Juli masih harus menunggu lama sebelum keadilan benar-benar tiba. Apalagi jika melihat dukungan Megawati kepada Sutiyoso untuk kembali menduduki kursi gubernur Jakarta. Tentunya mudah menduga, Sutiyoso masih bisa tidur nyenyak tanpa terusik hukum. Dan makin sulit dibantah kecurigaan kalangan luas bahwa PDIP telah mengkhianati bukan saja pendukungnya, tetapi juga anggotanya sendiri. Mereka yang waktu itu menyerahkan hidup demi mempertahankan markas Diponegoro bisa-bisa mati percuma saja. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
