--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 18 November 2002 15:50 UTC ** SEKOLAH INTERNASIONAL JAKARTA TUTUP ** ISRAEL TARIK MUNDUR PASUKAN DARI GAZA ** BERITA KORUT MILIKI SENJATA NUKLIR TIDAK BENAR ** TOPIK GEMA WARTA: KETUA FRAKSI REFORMASI: MASALAH ACEH HARUS DISELESAIKAN MELALUI PERUNDINGAN ** TOPIK GEMA WARTA: KETERLIBATAN AL QAIDAH DI BALI MAKIN SULIT DIBUKTIKAN * SEKOLAH INTERNASIONAL JAKARTA TUTUP Beberapa sekolah internasional di Jakarta ditutup karena khawatir serangan teroris. Kedutaan Besar Amerika, Inggris dan Australia meminta pemerintah Indonesia supaya memperketat pengamanan di sekolah berkaitan dengan serangan bom di Bali Oktober lalu yang menewaskan 185 orang. Mayoritas korban adalah turis asing. The Jakarta International School yang mayoritas muridnya warga Amerika Serikat menyatakan menerima ancaman serangan teror. Sekolah Internasional Belanda dengan sekitar 100 murid tidak ditutup. Tidak ada alasan untuk menutup sekolah Belanda karena tidak ada ancaman serangan teror. * ISRAEL TARIK MUNDUR PASUKAN DARI GAZA Israel menarik mundur pasukannya dari Gaza, setelah menginvasi kota tersebut. Dalam baku tembak dengan warga Palestina, tentara Israel menghancurkan sebuah kantor polisi Palestina dan enam gedung lainnya. Dipastikan empat warga Palestina cedera. Operasi militer dilakukan Ahad malam kemarin dengan sekitar 30 kendaraan lapis baja. Selain itu juga dilancarkan serangan helikopter. Dikatakan aksi militer adalah balasan terhadap serangan di Hebron, Jum'at lalu yang menewaskan 12 prajurit dan petugas keamanan. * BERITA KORUT MILIKI SENJATA NUKLIR TIDAK BENAR Berita-berita bahwa Korea Utara memiliki senjata atom yang siap digunakan kemungkinan tidak benar. Para analis di Seoul dan Tokyo yang mendengarkan komentar radio Korea Utara mengenai pemberitaan ini, sangat kesulitan menangkap apa yang dikatakan sang penyiar karena logat daerahnya. Berita ini disiarkan Ahad kemarin, tiga hari setelah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Uni Eropa menghentikan ekspor minyak ke Korea Utara. Langkah ini diambil karena Pyongyang tidak menaati perjanjian 1994 untuk membekukan pengembangan senjata nuklir untuk minyak. * UPAYA PEMBAJAKAN PESAWAT EL-AL Polisi Turki menginterogasi seorang Israel keturunan Arab tentang upaya pembajakan pesawat El-Al. Ahad malam lalu, seperempat jam setelah pesawat lepas landas dari Tel-Aviv, pria tersebut memasuki kokpit dengan membawa pisau. Namun petugas keamanan berhasil menguasai pria tersebut. Pesawat kemudian mendarat di Istanbul dengan selamat. Belum jelas mengapa sang pria berupaya membajak pesawat. * TIM INSPEKSI SENJATA TIBA DI IRAK Tim inspeksi senjata PBB telah tiba di Irak. Tim terdiri dari 24 orang dan dipimpin Hans Blix serta Mohamed El Baradei, ketua lembaga atom internasional IAEA. Para inspektur antara lain akan mendirikan laboratorium di Irak. Inspeksi senjata resmi dimulai sembilan hari mendatang. * PARTAI PIMPINAN ALEJANRO TOLEDO KALAH DALAM PEMILU Partai pimpinan Presiden Peru Alejandro Toledo kalah dalam pemilu regional. Hasil-hasil pertama menunjukkan partai oposisi sosial-demokrat APRA meraih kemenangan besar. Partai pimpinan mantan Presiden Alan Garcia mendapatkan mayoritas suara di sedikitnya 11 dari 25 wilayah. Pemilu dianggap sebagai uji coba popularitas rezim Presiden Toledo. Peru juga menggelar pemilihan lokal. Hasil pemilu ini diperkirakan akan diketahui akhir hari ini. Diumumkan pemilu akan dijaga ketat karena ancaman serangan gerakan gerilyawan Sendero Luminoso. Di wilayah Amazona sebuah kapal tenggelam. Lima dari 250 penumpang tewas, puluhan orang lainnya masih dilaporkan hilang. * POLISI PAKISTAN DIBERI WEWENANG LEBIH LUAS Presiden Pakistan Pervez Musharraf memberi wewenang lebih luas kepada kepolisian negeri itu, dalam rangka memerangi terorisme. Seseorang yang diduga teroris kini bisa ditahan selama satu tahun sebelum benar-benar didakwa. Selama ini mereka hanya bisa ditahan selama satu bulan. Selain itu polisi diperbolehkan membekukan rekening bank sanak saudara mereka. * PERDAGANGAN BELANDA-BANGLADESH MENINGKAT Perdagangan antara Belanda dan Bangladesh semakin meningkat, walau perekonomian dunia lesu. Menurut pemerintah Bangladesh, pertumbuhan ekonomi negerinya mencapai sembilan persen, sampai bulan Juni lalu. Ekspor Bangladesh ke Belanda mencapai sekitar 270 juta euro. Negara tersebut terutama mengekspor makanan beku serta kerajinan tangan. Bantuan pembangunan Belanda kepada Bangladesh mencapai 1,5 milyar euro dalam 30 tahun belakangan. Beberapa perusahaan besar Belanda seperti Shell, berinvestasi di Bangladesh. * KETUA FRAKSI REFORMASI: MASALAH ACEH HARUS DISELESAIKAN MELALUI PERUNDINGAN Intro: Penyelesaian konflik di Aceh harus melalui perundingan dan diupayakan agar jangan ada lagi korban jatuh baik di pihak TNI maupun masyarakat. Demikian tegas Farhan Hamid, Ketua Fraksi Reformasi DPR RI kepada Radio Nederland. Mengenai pengepungan TNI terhadap GAM di Cot Trieng, Aceh Utara, tokoh Partai Amanat Nasional ini menyatakan, itu masalah tehnis TNI. Jadi benarkah berita yang mengatakan bahwa dia mengimbau agar TNI menghentikan pengepungan, seperti diberitakan beberapa media massa? Farhan Hamid [FH]: Nggak benar itu. Saya nggak ngomong begitu. Radio Nederland [RN]: Yang benar apa Pak? Ngomong apa Pak? Bagaimana pendapat Bapak tentang ini? FH: Saya katakan apa pun yang terjadi di lapangan itu tidak begitu penting menurut saya. Yang penting mempercepat proses perdamaian di Aceh. Kan sudah selesai semua dibahas. Tinggal menandatangani saja. RN: Maksud Bapak apa yang dengan fasilisator HDC itu? FH: Betul, betul, nggak ada yang lain memang. RN: Tapi ini kan suatu hal yang agak aneh. Kalau pemerintah mau berdialog atau berunding damai, di satu segi TNI mengepung. Bagaimana ini? Tidak bertentangan? FH: Sebenarnya kan tugas TNI itu mereka kan mempertahankan kedaulatan negara. Kepung-mengepung seperti yang terjadi sekarang itu kan sudah berlangsung terus-menerus di Aceh. Bukan sekali ini saja. Tetapi tidak pernah menjadi objek berita yang besar. RN: Kenapa kali ini menjadi objek berita besar Pak? FH: Karena terjadi penundaan penandatangan perdamaian itu. RN: Tapi apakah Bapak tidak melihat ini sebagai suatu blackmail dari pihak TNI atau pihak pemerintah terhadap Gerakan Atjeh Merdeka? FH: Saya kira sekarang karena sudah ditangani seluruhnya oleh Jakarta, jadi kita berharap ada satu kata-lah di kalangan pejabat-pejabat di Jakarta. Keputusan-keputusan yang diambil bersifat serangan strategis-politis. Tidak hanya diambil oleh para komandan di lapangan kan, keputusan untuk melakukan tindakan-tindakan lanjutan. Kan begitu. RN: Jadi tampaknya sepertinya ada perbedaan antara yang di lapangan dan yang di pusat ya Pak. FH: Kalau sebelum ini sering terjadi. Tetapi sekarang saya kira tidak lagi. RN: Pak Farhan, terus sikap Partai Amanat Nasional, fraksi reformasi sendiri mengenai penyelesaian Aceh ini bagaimana? FH: Kita tetap menganggap perundingan sebagai jalan yang paling baik untuk supaya penyelesaian kasus Aceh itu bisa lebih cepat dan bisa lebih komprehensif. RN: Bagaimana sehubungan dengan masa lalu. Kan banyak sekali korban masyarakat Aceh pada masa Orba dulu, yang juga banyak sebenarnya andil TNI. Bagaimana sikap fraksi reformasi? FH: Mengadili para pelanggar HAM membentuk pengadilan ad hoc. Kemudian melakukan rekonsiliasi. Jadi makanya saya katakan dilakukan penyelesaian melalui dialog, kemudian ditandatangani kesepakatan menghentikan permusuhan, baru setelah itu dapat kita rumuskan langkah-langkah seperti yang saya utarakan tadi. Di dalam Tap MPR disebutkan ada kewajiban untuk mengadili para pelanggar Ham supat cepat penyelesaiannya itu dibentuk pengadilan Ham ad hoc untuk Aceh secara bertahap, kemudian dilakukan rekonsiliasi sehingga penyelesaian masalah Aceh itu dapat dilakukan secara komprehensif. Dan memuaskan semua pihak. RN: Tapi Pak sekali lagi mengenai pengepungan TNI terhadap GAM di Aceh Utara gimana ini? Kan sebaiknya harus dicabut? FH: Sekarang ini kan pengepungan ini dilakukan atas kewenangan yang dimiliki oleh pihak TNI. Jangan ada tindakan-tindakan di luar komando yang memperterus suasana dan menjadi kerikil dari proses perdamaian. RN: Sebaiknya dicabut saja ya? FH: Secara teknis saya tidak bisa menyatakan demikian karena itu ada beberapa pertimbangan taktis militer yang kita tidak tahu. RN: Jadi bagaimana sikap para politisi menyikap ini semua. FH: Kita tidak ingin darah mengalir terus-menerus di Aceh. Tidak perduli apakah ini TNI Polri, GAM atau masyarakat biasa. Demikian Farhan Hamid, Ketua Fraksi Reformasi DPR RI. * KETERLIBATAN AL QAIDAH DIBALI MAKIN SULIT DIBUKTIKAN Dengan diumumkannya sketsa wajah enam orang tersangka baru ledakan bom di Bali, makin sulit dibuktikan bahwa Al Qaidah terlibat di dalamnya, demikian Dr. Hermawan Sulistyo, salah satu anggota Tim Investigasi. Salah satu pakar yang dari awalnya sudah meragukan keterlibatan Al Qaidah adalah Prof. Jeffrey Winters dari Northwestern University di Amerika Serikat. Radio Nederland menghubungi Prof. Jeffrey Winters dan berikut penjelasannya: Jeffrey Winters [JW]: Jadi begini. Begitu ada pemboman, langsung saya melihat bahwa sebagai refleks, pemerintahan George Bush dan orang yang sepandangan, langsung melihat ini sebagai peristiwa akibat Al Qaidah ya. Jadi artinya Al Qaidah itu menjadi dalang dan yang melakukan ini di Indonesia hanya menjadi boneka saja. Saya merasa masalahnya dalam hal ini adalah orang yang ngomong seperti ini sama sekali tidak melihat Indonesia sebagai lokasi di mana ada orang yang punya motivasi sendiri, tetapi hanya melihat Indonesia sebagai panggung aja untuk kegiatan Al Qaidah. Menurut saya ini salah. Jadi saya mau memajukan Indonesia dan apa yang terjadi di Indonesia dan motivasi orang di Indonesia ke depan dan ke belakang hubungannya dengan Al Qaidah. Radio Nederland [RN]: Itu karena di Indonesia sendiri juga dalam tahun-tahun belakangan ini terjadi banyak ledakan bom ya? JW: Betul. Jadi kalau kita melihat banyak yang meletus 98, 99 tahun 2000 dan lain sebagainya. Pada tahun 2000 justru puncaknya. Jadi ada lebih dari 20 bom yang meletus, termasuk yang di Jakarta Stock Exchange, di bagian parkir di bawah. Juga yang meletus di Menteng. Dan juga pada pas malam Natal, lebih dari sepuluh bom yang meletus di enam propinsi, hampir pada waktu yang persis sama. Ini yang terjadi di Bali, ini pertama kali Barat yang melihat. Tetapi mereka tidak melihat yang terjadi sebelumnya. Nah saya kira yang penting begini. Satu, kita harus melihat apa motivasi orang yang terlibat dalam pemboman ini. Saya kira formulanya bahwa ini Al Qaidah saja dan orang yang terlibat di wiliyah Indonesia hanya menjadi boneka saja. Itu tidak masuk akal. Dan itu tidak melihat orang Indonesia sebagai orang yang hidup dan bilang punya motivasi. Nah, jadi saya kira kita harus mulai justru di Indonesia, lalu naik ke atas dari itu. Kalau memang kita bisa membuat koneksi ke luar. Jangan mulai dari luar dan membuat koneksi ke bawah. Saya kira kalau kita mulai begitu, memang ada orang yang berbeda-beda yang punya motivasi untuk meledakkan bom. Kita harus mulai dengan pertanyaan siapa yang mau menggoyangkan pemerintahan di Indonesia? Siapa yang ingin menggoyangkan pemerintahan Megawati dan pemerintahan sipil? Di Indonesia kita melihat bahwa memang ada orang beragama yang sangat ekstrem. Itu memang ada. Dan mereka ingin mengganti pemerintahan di Indonesia dan sistem di Indonesia, kalau bisa. Mereka minoritas yang sangat kecil. Tetapi tidak hanya mereka yang ingin menggoyangkan sistem. Juga ada banyak orang sisa Orde Baru, yang berbeda dengan negara lain. Kalau orde-barunya di negara lain itu jatuh, dari atas sampai orang yang terlibat dalam militer pun, mereka semua dipaksa melarikan diri ke luar. Tetapi di Indonesia semua tetap. Dan tidak puas dengan perubahan yang terjadi. Mereka ingin membuat sistemnya juga jatuh. Jadi saya kira ada banyak orang yang mempunyai motivasi untuk membuat sistemnya jatuh. Kadang-kadang mereka sisa Orde Baru, kadang-kadang mereka golongan Islam fanatik juga. Mereka bisa kompak. Dan kita melihat di banyak daerah ada kekerasan sejak tahun 98 yang terjadi terus-menerus. Jadi saya rasa kita harus mulai dengan cerita ini. Jangan mulai dengan Al Qaidah dan Osama bin Laden. RN: Dan kalau kita melihat dari semua ledakan-ledakan yang Anda sebut tadi itu, mulai dari tahun 98, itu kebanyakan berdiri di belakangnya, ya kalau tidak tentara, ya tentara sudah desertur, atau tentara yang dioknumkanlah? JW: Kita sudah tahu persis bahwa yang terjadi di Jakarta Stock Exchange, dua orang Kopassus yang terlibat dan sudah diadili. Dengan kekerasan yang terjadi di beberapa daerah yang melibatkan misalnya Laskar Jihad, itu juga ada bukti bahwa ada kaitannya dengan orang-orang militer, kelihatannya lagi out ya, dan tidak bahagia. Dan juga untuk pemboman yang terjadi terutama pada tahun 2000 itu, cukup kompleks dan saya rasa nggak mungkin bisa diledakkan tanpa bantuan orang yang punya sofistikasi yang tinggi. Demikian Prof. Jeffrey Winters dari Northwestern University di Amerika Serikat. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
