---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 20 November 2002 15:10 UTC



** USTAD BA'ASYIR DITAHAN HINGGA AKHIR TAHUN

** PEMBICARAAN INSPEKSI SENJATA DI IRAK BERJALAN MULUS

** BENCANA MENGERIKAN ANCAM PESISIR SPANYOL DAN PORTUGAL

** TOPIK GEMA WARTA: PENANGKAPAN TERTUDUH BOM BALI BELUM
MENYELESAIKAN PERMASALAHAN

** TOPIK GEMA WARTA: KETURUNAN ARAB DAN TERORISME: ADAKAH KAITANNYA



* USTAD BA'ASYIR DITAHAN HINGGA AKHIR TAHUN

Ustad Abu Bakar Ba'asyir, salah seorang pemimpin muslim di Indonesia
akan tetap berada di tahanan paling tidak hingga akhir tahun.
Ba'asyir ditangkap bulan lalu dengan sangkaan terlibat aksi teror bom
atas gereja dua tahun lalu. Ia disebut-sebut sebagai pemimpin gerakan
Islam radikal Jamaah Islamiyah. Ustad berusia 64 tahun ini menolak
mempunyai hubungan dengan gerakan radikal dan mengajukan kasasi.


* PEMBICARAAN INSPEKSI SENJATA DI IRAK BERJALAN MULUS

Kepala tim inspektur senjata PBB, Hans Blix asal Swedia, meninggalkan
Irak setelah menyelesaikan pembicaraan dua hari, dengan apa yang ia
sebut "pembicaraan bisnis dan profesional". Mohammed el Baradei dari
kantor Energi Atom Internasioanal yang ikut dalam pembicaraan bersama
Blix, mengatakan pemerintah Irak menjanjikan kerjasama total. Senin
lalu tim pertama inspeksi senjata berangkat ke Irak setelah absen
selama empat tahun. Inspeksi lapangan akan dimulai pekan depan.
Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menjaga jarak dari kesimpulan
Amerika Serikat berkaitan insiden di wilayah larangan terbang Irak.
Beberapa hari belakangan tentara Irak menembaki jet tempur Inggris
dan AS yang berpatroli di wilayah larangan terbang itu. Washington
menyebutnya sebagai bukti nyata pelanggaran resolusi PBB oleh Irak.
Meskipun demikian Annan mengatakan ke 14 anggota Dewan Keamanan PBB
merasa resolusi itu bukan dasar wilayah larangan terbang.


* BENCANA MENGERIKAN ANCAM PESISIR SPANYOL DAN PORTUGAL

Portugal cemas minyak mentah dari tanker Prestige yang tenggelam
Selasa kemarin sebabkan bencana mengerikan ekologi sepanjang
pesisirnya. 10 ribu ton minyak sudah keluar dari bocoran tanker
sekarang mencemari pesisir barat laut Spanyol. Lapisan bocoran minyak
besar lainnya sedang menuju pesisir Spanyol dan Portugal. Kapal
tanker yang tenggelam 220 kilometer dari pinggir Potugal masih
menyimpan 65 ribu ton minyak mentah. Hampir  mustahil memompa minyak
mentah yang masih ada keluar dari tanker, mengingat dalamnya laut
area itu sekitar 3600 meter. Organisasi lingkungan mengritik keras
pemerintah Spanyol yang memerintahkan kapal Prestige diseret sejauh
mungkin dari bibir pantai. Mereka mengatakan apabila di bawa ketepian
minyak tersebut bisa dikeluarkan. Namun ahli kelautan menolak usulan
ini.


* AL KOREA SELATAN LEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN ATAS PATROLI KOREA
UTARA

Angkatan Laut Korea Selatan melancarkan tembakan peringatan terhadap
kapal patroli Korea Utara, yang dilaporkan memasuki perairan Korea
Selatan di Laut Kuning. Kapal patroli itu kemudian kembali. Insiden
serupa yang terjadi dulu sempat meningkatkan ketegangan dua negara.
Bahkan pada akhir Juni lalu baik Korea Utara dan Selatan secara
sengit  berjual beli tembakan di Laut Kuning. Lima tentara Angkatan
Laut Korea Selatan dan sejumlah tentara Korea Utara tewas dalam
insiden itu.


* 27 TRILYUN RUPIAH UNTUK KEMANUSIAAN

PBB mengatakan dibutuhkan lebih dari tiga milyar Euro atau 27 trilyun
rupiah tahun depan untuk bantuan darurat kemanusiaan. Secara khusus
situasi khusus di Afrika Selatan dan semenanjung Afrika, di mana
diperkirakan 30 juta orang hanya bisa bergantung dari  bantuan
makanan dan medis. Gambaran 27 trilyun rupiah itu merupakan perkiraan
awal mengingat situasi Afghanistan dan Ethiopia belum dihitung. PBB
menyebut 50 juta orang dalam 20 negara memerlukan bantuan.


* AUSTRALIA TARIK PASUKAN DARI AHGHANISTAN

Australia akan menarik pasukannya dari Afghanistan. 150 tentara
disiagakan di timur Afghanistan sejak tahun lalu untuk mendukung
pasukan Amerika Serikat dalam berperang dengan Taliban dan pejuang
Al-Qaeda. Selama periode tersebut satu tentara Australia tewas karena
ranjau. Perdana Menteri John Howard mengatakan tentara itu tidak lagi
diperlukan dan akan kembali ke rumahnya sebelum Natal.


* BURUH DAN MAJIKAN BELANDA AKAN BICARAKAN KENAIKAN UPAH

Ketua organisasi majikan Belanda Jacques Schraven mengatakan
pertemuan Jumat mendatang bersama serikat buruh merupakan kesempatan
terakhir untuk mencapai kesepakatan pembicaraan upah. Schraven
mengungkapkan hal itu usai bertemu Perdana Menteri Demisioner Jan
Peter Balkenende. Federasi serikat buruh FNV menuntut kenaikan upah
3,5 persen sementara majikan dan kabinet tidak bisa memberikan lebih
dari 2,25 persen. Sekalipun demikian mereka setuju memberikan konsesi
dalam tabungan berhenti bekerja dan pensiun.


* PENANGKAPAN TERTUDUH BOM BALI BELUM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN

Pihak kehakiman Indonesia hari ini mengumumkan bahwa masa tahanan
pemimpin pesantren Nguki, Abu Bakar Ba'asyir diperpanjang hingga
akhir tahun ini. Ba'asyir, yang dituduh terlibat dalam rangkaian
peledakan bom tahun 2000 dan komplot untuk membunuh Presiden
Megawati, secara tidak langsung juga dikaitkan dengan peristiwa Bom
Bali 12 Oktober lalu. Tapi siapa saja yang sebenarnya berperan di
balik peristiwa Bom Bali?


Ketika Ahad lalu Tim Penyelidik kembali mengumumkan enam sketsa wajah
tersangka pelaku peledakan tiga bom Bali, tidaklah berarti bahwa
kasus peledakan bom ini akan segera terselesaikan, seperti yang
diharapkan Presiden Megawati Soekarnoputri. Kalau kelak enam pelaku
ini tertangkap mungkin tugas Tim Penyelidik juga akan berakhir,
tetapi tidaklah berarti pula bahwa kasus peledakan tiga bom di Bali
sudah benar-benar dipecahkan. Para terdakwa akan diadili, tetapi
masih dipertanyakan apakah kalau mereka kelak sudah divonis maka
kasus peledakan bom di Bali sudah benar-benar terpecahkan.
Pertanyaan yang sulit dihindari adalah adakah para pelaku peledakan
itu bertindak atas inisiatif sendiri, atau mereka justru menjalankan
perintah pihak lain. Pernyataan seperti ini sulit dihindari karena
banyak hal dari kasus tiga bom di Bali itu menarik perhatian. Dan
yang disebut pihak lain itu berada di dalam negeri atau justru di
luar negeri, misalnya jaringan Al Qaidahnya Usamah bin Ladin?
Hermawan Sulistyo, salah seorang anggota Tim Penyelidik tetap membuka
kemungkinan bagi peran pihak lain yang lebih besar. Dan baginya pihak
lain itu bisa berada di dalam mau pun di luar negeri. Pertama-tama
Hermawan Sulistyo menuturkan keanehan bom yang meledak di Bali.
Hermawan Sulistyo [HS]: Jadi kalau pertanyaannya apakah setelah itu
ada jaringan lebih tinggi lagi, pasti tim investigasi tidak bisa dan
tidak mau menjawab. Karena itu harus ditangkap dulu. Tetapi kalau
saya melihat dari luar, ya jawabannya pasti ada. Nggak mungkin tujuh
orang bergerak sendiri tanpa ada jaringan lebih luas begitu.
Radio Nederland [RN]: Persis! Kira-kira jaringan ini di mana kalau
kita melihat pengalaman bom pada tahun 2000 dan 2001?
HS: Bahannya saja ya, ini berbeda dengan bom natal dulu, yang
sebagian rakitan dan yang sebagian lagi TNT. Yang sudah pasti
faktanya ada dua, ada pembelian bahan-bahan untuk bom rakitan di
Surabaya oleh Amrozy, fakta yang lain adalah bahwa residu di TKP, itu
yang didapati RDX dan TNT. Yang tidak mungkin dirakit, apalagi dibeli
dari Surabaya itu. Nah residu klorat KCL O3 yang ditemukan di lokasi
itu jumlahnya tidak signifikan dibandingkan data pembelian dan efek
peledakan satu ton. Artinya apa? Satu, memang bahan-bahan kimia itu
yang dibeli di Surabaya itu memang yang digunakan di Bali. Kalau
begitu ada pertanyaan, residunya kok nggak ada, tinggal sedikit, ini
pertanyaan besar. Kedua, itu tidak digunakan. Jadi yang digunakan
adalah TNT dan RDX. Kedua bahan ini ditambah bahan lain bisa membntuk
C4. Begitu. Sedangkan C4 itu bisa beli sendiri. Bisa juga gabuangan
dari bahan-bahan itu.
Nah kalau kita bicara TNT, C4 dan RDX, itu hanya bisa dimungkinkan
kalau sumbernya tentara atau beli di pasar gelap di dalam negeri, di
Filipina Selatan, periran lepas pantai Thailand Selatan, perairan
lepas pantai antara Gongkong dan Macau, banyak transaksi yang seperti
itu. Dan jangan lupa bahan itu bisa juga diambil dari mesiu granat
nanas buatan Korea. Itu isinya RDX. Atau TNT itu diambil dari
mesiu-mesiu biasa dikumpulin.
RN: Singkat Cerita keenam yang diungkap Ahad lalu itu belum cerita
akhir ya?
HS: Belum-belum. Itu babak akhir dari pelaku dan pengebomannya,
tetapi babak awal dari jaringan lebih luas.
RN: Tapi kalau bicara RDX dan TNT, kemungkinan besar hanya bisa
diperoleh di dalam negeri atau dari kalangan aparat, kira-kira
menunjuknya ke mana? Spekulasi kan mengatakan ada dua atau tiga
jendral, hari-hari itu ada di Bali. Paling sedikit dua itu
dikonfirmasi oleh Garuda. Ada kaitannya?
HS: Kalau kita membuat spekulasi ke atas, bagi saya ini tidak mungkin
jaringan ini bekerja di lapangan sendirian hanya dengan motif mau
membunuh orang Amerika sebanyak-banyaknya. Pasti ada persentuhan
kepentingan antara kelompok-kelompok politik yang tetap menghendaki
kondisi Indonesia tidak stabil dengan kelompok orang-orang yang
bekerja berdasarkan keyakinan dan fanatisme yang mendalam begitu. Itu
ada persentuhan pasti itu.

Saya agak meragukan teori di yang bawah ini ada jaringan langsung
dengan Al-Qaeda. Kenapa? Dari karakternya, pertama kalau jaringan
Al-Qaeda selalu di susul dengan klaim. Klaim pertama ada yang mengaku
bertanggung jawab itu baru muncul dua minggu setelah pengeboman. Aneh
itu. Tapi ada pertanyaan lain juga. Selama ini Indonesia kan dikenal
"sarang teroris" yang aman. Nggak diotak atik, malah dilindungi
pejabat-pejabat pemerintah dan politisi. Nah kenapa musti merusak
rumah sendiri. Itu pertanyaan logis yang dijawab kalau ini jaringan
internasional. Mereka diuber-uber di Malaysia, diuber-uber di
Filipina, trus lari ke Indonesia. Aman di Indonesia, kenapa harus
cari perkara di sini. Tapi saya lebih percaya ini domestik.
Pertarungan domestik dengan beberapa jaringan asing terlibat .

Demikian Hermawan Sulistyo, salah satu anggota tim investigasi.

Maka peran Al Qaidah diragukan. Menariknya tokoh yang dari awal sudah
meragukan keterkaitan organisasi pimpinan Usamah bin Laden ini adalah
Profesor Jeffrey Winters dari Northwestern University di Amerika
Serikat. Jeffrey Winters justru menekankan upaya pencariannya di
Indonesia sendiri.

Jeffrey Winters [JW]: Kita harus mulai dengan pertanyaan siapa yang
mau menggoyangkan pemerintahan di Indonesia? Siapa yang ingin
menggoyangkan pemerintahan Megawati dan pemerintahan sipil?

Di Indonesia kita melihat bahwa memang ada orang beragama yang sangat
ekstrem. Itu memang ada. Dan mereka ingin mengganti pemerintahan di
Indonesia dan sistem di Indonesia, kalau bisa. Mereka minoritas yang
sangat kecil. Tetapi tidak hanya mereka yang ingin menggoyangkan
sistem. Juga ada banyak orang sisa Orde Baru, yang berbeda dengan
negara lain. Kalau orde-barunya di negara lain itu jatuh, dari atas
sampai orang yang terlibat dalam militer pun, mereka semua dipaksa
melarikan diri ke luar. Tetapi di Indonesia semua tetap. Dan tidak
puas dengan perubahan yang terjadi. Mereka ingin membuat sistemnya
juga jatuh.

Jadi saya kira ada banyak orang yang mempunyai motivasi untuk membuat
sistemnya jatuh. Kadang-kadang mereka sisa Orde Baru, kadang-kadang
mereka golongan Islam fanatik juga. Mereka bisa kompak. Dan kita
melihat di banyak daerah ada kekerasan sejak tahun 98 yang terjadi
terus-menerus. Jadi saya rasa kita harus mulai dengan cerita ini.
Jangan mulai dengan Al Qaidah dan Osama bin Laden.

Kita sudah tahu persis bahwa yang terjadi di Jakarta Stock Exchange,
dua orang Kopassus yang terlibat dan sudah diadili. Dengan kekerasan
yang terjadi di beberapa daerah yang melibatkan misalnya Laskar
Jihad, itu juga ada bukti bahwa ada kaitannya dengan orang-orang
militer, kelihatannya lagi out ya, dan tidak bahagia. Dan juga untuk
pemboman yang terjadi terutama pada tahun 2000 itu, cukup kompleks
dan saya rasa nggak mungkin bisa diledakkan tanpa bantuan orang yang
punya sofistikasi yang tinggi.

Demikian Jeffrey Winters, pakar Indonesia dari Northwestern
University di Amerika Serikat.


* KETURUNAN ARAB DAN TERORISME: ADAKAH KAITANNYA
Intro: Sementara Presiden Megawati berupaya melepaskan keterkaitan
Islam dengan terorisme, yang sebenarnya lebih menarik perhatian
belakangan adalah peran kalangan keturunan Arab. Mengapa mereka baru
menonjol belakangan saja? Koresponden Syahrir mengirim laporan
berikut dari Jakarta.

Pers Jakarta pekan ini mulai menyuarakan perasaan yang hidup di
sebagian anggota masyarakat. Orang akhir-akhir ini mulai
mempertanyakan peran kelompok-kelompok radikal dan warga negara
Indonesia keturunan Arab. Sejumlah pendiri laskar dikenal merupakan
keturunan Arab. Misalnya Ustadz Habib Rizieq Shihab pemimpin Front
Pembela Islam, Ustadz Ja'far Umar Thalib pendiri Laskar Jihad yang
baru-baru ini membubarkan diri, dan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir,
pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia yang juga dikenal sebagai Laskar
Mujahidin. Mereka adalah keturunan Arab.

Selain Abu Bakar Ba'asyir yang memang sudah aktif berpolitik sejak
akhir 1970an, Habib Rizieq dan Ja'far Umar Thalib sebelumnya tidak
pernah dikenal oleh publik Indonesia. Mereka baru tampil setelah
turunnya Soeharto dengan mendirikan laskar-laskar Islam, antara lain
Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Ahlul Sunnah wal Jamaa'h yang
setelah terjadi konflik di Ambon berubah menjadi Laskar Jihad Ahlul
Sunah Wal Jama'ah yang lebih dikenal sebagai Laskar Jihad.

Semasa pemerintahan Habibie, Laskar-laskar ini bersatu dalam wadah
Pam Swakarsa yang dibentuk oleh Menteri Pertahanan dan Panglima TNI
Wiranto. Waktu itu FPI sering bekerja sama dengan polisi dalam
melakukan penertiban tempat-tempat hiburan Jakarta. Tapi dengan
adanya pergantian pemerintahan, ruang gerak FPI makin sempit.

Semasa Habibie FPI dikenal dekat dengan Nugroho Jayusman yang saat
itu menjabat Kapolda Metro Jaya. Kini Nugroho tidak lagi menjabat
kekuasaan apa pun di kepolisian. Ia dipinggirkan dalam pemerintahan
Gus Dur mau pun Megawati. Maka FPI pun seperti anak ayam kehilangan
induk. Tindakan yang mereka lancarkan tidak mendapat dukungan polisi.
Misalnya ketika melakukan penertiban tempat hiburan di Mangga Besar,
polisi langsung menangkap Habib Rizieq dengan tuduhan melakukan
perusakan. Kini FPI kena batunya.

Perlu diingat pula bahwa sebelum meletus konflik Ambon, FPI dan
penduduk setempat terlibat dalam pembantaian preman-preman beragama
Kristen asal Ambon, dalam peristiwa Kerusuhan Ketapang, Jakarta
Pusat. Kerusuhan yang ditenggarai diotaki oleh Eggy Sujana (Pimpinan
Perhimpunan Pekerja Muslim Indonesia dan juga merupakan pendiri FPI)
itu mendapat dukungan dari Nugroho dan Djadja Suparman, yang kala itu
menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Tiga bulan setelah peristiwa Ketapang ini meletuslah konflik agama di
Batu Merah, Ambon dan terus meluas hingga ke seluruh Maluku.
Kerusuhan-kerusuhan ini sesungguhnya didukung oleh pejabat militer
dan sipil di sekitar Habibie. Kemudian orang banyak bicara tentang
munculnya Habib Rizieq dan Jafar Umar Thalib. Ada elite politik
tertentu serta oknum militer yang sengaja memunculkannya. Selang
beberapa waktu kemudian Ja'far Umar Thalib mengumumkan berdirinya
Laskar Jihad.

Televisi Indonesia dengan leluasa menayangkan aktivitas Laskar Jihad,
termasuk saat melakukan latihan militer sebelum dikirim ke Ambon.
Nampaknya pers sangat dipengaruhi keinginan militer. Pangdam
Brawijaya kala itu, Sudi Silalahi disebut-sebut sebagai pendukung
keberangkatan Laskar Jihad ke Ambon. Sudi Silahlahi merupakan kawan
baik Prabowo. Padahal MABES TNI dengan tegas telah melarang
pengiriman Laskar Jihad ke Ambon. Aparat TNI dan Polri hanya secara
basa basi saja dalam melarang aktivitas Laskar Jihad. Perlu diketahui
Jafar Umar Thalib dan Habib Rizieq tidak pernah terdengar suaranya
ketika gerakan-gerakan Islam menentang Soeharto pada tahun
1970an-1980an. Kelompok keturunan Arab yang ditahan ketika itu hanya
Habib Husein Al Habsyi, Abu Bakar Ba'asyir. Abdullah Sungkar, dan
Lutfi Ali.

Fenomena-fenomena di atas yang kini digunakan sejumlah jenderal dan
tokoh-tokoh nasionalis untuk menimbulkan prasangka di sebagian
masyarakat Indonesia bahwa warga keturunan Arab telah melakukan
serangkaian tindakan yang mengacaukan keamanan di Indonesia.
Prasangka ini semakin bertambah setelah isu terorisme. Amerika
menyebut-nyebut Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sebagai dalang terorisme
berdasarkan pengakuan Al Farouq yang terlebih dahulu ditangkap oleh
polisi Indonesia yang selanjutnya diserahkan ke Amerika.

Terlepas benar tidaknya tuduhan ini, yang jelas beberapa dari enam
wajah teroris yang diumumkan polisi karena diduga terlibat dalam
pemboman di Bali, diindikasikan keturunan Arab. Berdasarkan data ini
muncul berbagai spekulasi di antara elite politik Indonesia. Apa
gerangan yang terjadi dengan warga Indonesia keturunan Arab?

Kalangan pucuk pimpinan PDI Perjuangan mengungkapkan, bahwa
radikalisasi keturunan Arab ini dipicu oleh semakin hilangnya peranan
keturunan Arab dalam sumber daya ekonomi. Kalau pada zaman penjajahan
Belanda mereka menguasai bisnis bioskop dan pompa bensin, sekarang,
meminjam istilah seorang tokoh penting PDI Perjuangan, keturunanan
Arab ini ibarat paria di bidang bisnis.

Bisnis tanah, sehubungan dengan macetnya sektor properti dalam krisis
ekonomi, tidak lagi jalan. Bahkan untuk menjadi juru dakwah pun
mereka sudah mendapat saingan dari kyai-kyai pribumi tamatan Kairo,
Suriah dan Iran. Masyarakat tidak lagi cium tangan bila melihat
habib. Satu-satunya cara agar tetap bertahan adalah dengan
mengumpulkan orang-orang yang bisa dipengaruhi untuk mendirikan
laskar dengan alasan ajaran agama.

Kata seorang anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, "Keturunan
Arab ini selalu mengklaim sebagai pemilik ajaran Islam yang benar.
Bahkan kelompok-kelompok Islam, seperti NU dan Muhammadiyah acapkali
dianggap sebagai Islam yang tidak benar. Di antara mereka ada yang
merupakan penganut wahabi."

Benarkah tokoh-tokoh Islam keturunan Arab ini berdiri sebagai dalang
terorisme di Indonesia? Ketua Dewan Pengurus YLBHI Munarman yang juga
salah satu penasehat hukum Ustadz Abu Bakar Ba'asyir mengatakan.

Munarman: Walaupun secara formal perang terhadap terorisme ini tidak
diarahkan ke kelompok tertentu atau ke agama tertentu, tetapi dalam
praktek atau dalam pembentukan opininya justru diarahkan seakan-akan
dibalik agenda terorisme ini mengarah kepada kelompok-kelompok
tertentu. Misalnya resolusi PBB baru-baru ini memasukan Jamaah
Islamiyah sebagai organisasi teroris. Tentu ini mengundang pertanyaan
sebetulnya dari kelompok-kelompok atau bangsa yang dekat dengan
kelompok yang disebutkan ini. Misalnya bangsa-bangsa yang menggunakan
bahasa Arab, berbangsa Arab, kebetulan beragama Islam, maupun
kelompok-kelompok non Arab tapi beragama Isalm seperti Indonesia.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke