--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 21 November 2002 14:10 UTC ** POLISI TANGKAP OTAK DI BELAKANG SERANGAN BOM BALI ** PENANDATANGANAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN GAM 9 DESEMBER TETAP BERLAKU ** ANGKATAN BERSENJATA RI AJUKAN SOMASI KEPADA HARIAN AMERIKA ** TOPIK GEMA WARTA: KALAU DITUDING, TNI LAYANGKAN SOMASI ** TOPIK GEMA WARTA: PEMBENTUKAN KPP HAM SOEHARTO DIRAGUKAN * POLISI TANGKAP OTAK DI BELAKANG SERANGAN BOM BALI Pihak kepolisian RI menyatakan menangkap otak di belakang serangan bom di Bali. Imam Samudra yang berusia 35 tahun ditangkap di sekitar Jakarta bersama dengan dua tersangka lainnya. Dikatakan ia memilih klub malam di Kuta sebagai sasaran serangan dan mengkoordinasi persiapan serangan. Akhir pekan lalu polisi menyatakan telah mengidentifikasi Imam Samudra sebagai tersangka utama. Dikatakan ia adalah anggota gerakan Muslim radikal Jemaah Islamiyah. Serangan di Bali Oktober lalu menewaskan sedikitnya 180 orang. * PENANDATANGANAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN GAM 9 DESEMBER TETAP BERLAKU Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan penandatanganan perjanjian damai dengan pihak Gerakan Atjeh Merdeka 9 Desember mendatang masih berlaku, walau dikeluarkannya pernyataan dari salah satu pimpinan GAM di Swedia. Pernyataan tersebut datang dari Front Pembebasan Nasional Aceh-Sumatra, ASNLF dan ditandatangani Dr. Zaini Abdullah. Menurut Yudhoyono ini adalah pernyataan dan sikap pribadi Zaini Abdullah, bukan pernyataan resmi pimpinan GAM di Swedia. * ANGKATAN BERSENJATA RI AJUKAN SOMASI KEPADA HARIAN AMERIKA Angkatan Bersenjata RI mengajukan somasi kepada harian Amerika The Washington Post agar meminta maaf atas sebuah artikel. Artikel ini menyatakan perwira tinggi, seperti Panglima TNI Endiartono Sutarto terlibat dalam serangan di propinsi Papua Agustus lalu yang menewaskan dua warga Amerika serta seorang warga Indonesia. Awal bulan ini harian Amerika melaporkan dinas intelijen mendapatkan informasi berisi percakapan perwira tinggi TNI tentang serangan tersebut. Nama baik TNI tercemar akibat artikel The Washington Post. Demikian tandas juru bicara TNI. Apabila harian Amerika ini tidak meralat artikelnya, maka TNI akan menggugat The Washington Post melalui pengadilan dan dituntut ganti rugi sebesar satu milyar dolar. * AKSI BUNUH DIRI PALESTINA TEWASKAN 11 ORANG Dipastikan 11 orang termasuk pelakunya tewas akibat serangan bunuh diri terhadap sebuah bis di Yerusalem Barat. 40 Orang lainnya cedera. Pelaku asal Palestina meledakkan diri di sebuah bis kota yang penuh penumpangnya. Mayoritas penumpang bis adalah anak-anak dan mahasiswa. Serangan terjadi beberapa jam setelah puluhan tank dan kendaraan lapis baja Israel memasuki Jalur Gaza melacak orang yang diduga teroris. Dalam operasi pelacakan tentara Israel meledakkan rumah seorang Palestina yang mereka cari. Sumber-sumber Palestina menyatakan tentara Israel aktif di empat tempat di Jalur Gaza. Mereka dikawal helikopter tempur. Sementara itu pemerintah Yerusalem menyatakan untuk sementara tidak ingin ikut membahas rencana perdamaian terbaru masyarakat internasional. Dalam usulan ini yang antara lain diajukan oleh PBB dan Uni Eropa, Israel diimbau mengakui negara Palestina. Gagasan ini akan dibahas Desember mendatang. Tapi menurut kabinet Perdana Menteri Israel Ariel Sharon perundingan tidak bermanfaat selama warga Israel tidak aman di negara sendiri. * MIR ZAFARULLAH KHAN JAMALI PERDANA MENTERI BARU PAKISTAN Pakistan mempunyai Perdana Menteri baru sejak kudeta militer tiga tahun lalu, yaitu Mir Zafarullah Khan Jamali, anggota Liga Muslim PML-Q yang mendukung rezim Presiden Pervez Musharrraf. Dengan demikian tampaknya Musharraf tetap mempertahankan kekuasaannya terhadap pemerintah dan parlemen. Sang Presiden selalu menyatakan ingin memulihkan kembali demokrasi di Pakistan. Kini Jamali terpilih sebagai Perdana Menteri, maka tidak lama lagi bisa dibentuk sebuah koalisi. Tidak satu partai pun berhasil meraih mayoritas suara pada pemilu Oktober lalu. * TUJUH ANGGOTA BARU NATO Pada KTT NATO di Praha ibukota Republik Ceko, negara -negara NATO mengijinkan tujuh negara Eropa Timur dan Eropa Tengah menjadi anggota organisasi tersebut tahun 2004 mendatang. Keputusan ini diambil pada pembukaan KTT yang dihadiri kepala negara dan pemerintah. Tujuh anggota baru NATO adalah Bulgaria, Slovenia, Slovakia serta tiga negara Baltik, yaitu Estonia, Latvia serta Lituania. Ini adalah penambahan anggota kedua sejak akhir Perang Dingin. Tahun 1999 Ceko, Polandia dan Hungari telah menjadi anggota NATO. Sementara itu beberapa ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana Amerika Serikat menyerang Irak. * LIMA ORANG TEWAS AKIBAT LEDAKAN GRANAT DI EKUADOR Dipastikan lima orang tewas dan sedikitnya 200 orang cedera dalam ledakan dahsyat di tempat pinyampanan amunisi di Ekuador. Ledakan terjadi di sebuah pangkalan militer di kota Riobamba, Ekuador Selatan. Ledakan menewaskan tiga prajurit. Di perkampungan sekitar pangkalan militer tiga warga sipil tewas. Ribuan orang lari dari kawasan tersebut. Sebagian jaringan telpon dan listrik mati. Menurut tentara Ekuador sebuah granat meledak di tempat penyimpanan amunisi, dan belum jelas apa penyebabnya. Granat yang meledak ini mengakibatkan serangkaian ledakan yang berlangsung selama beberapa jam. * AS PERINGATKAN MASYARAKAT AKAN SERANGAN TEROR BARU Amerika Serikat kembali memperingatkan masyarakat akan serangan teror baru terhadap warga negara Amerika di seluruh dunia. Pernyataan ini menyusul ancaman pemimpin teroris Usamah bin Laden yang suaranya dapat didengar pada sebuah rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Arab Al Jazeera. Menurut pemerintah Ameirka rekaman tersebut membuktikan bahwa Usamah bin Laden masih hidup. Peringatan Amerika terutama ditujukan kepada Malaysia. Amerika cemas negara tersebut akan dilanda serangan teror seperti di Bali Oktober lalu yang menewaskan sedikitnya 180 jiwa. * AMERIKA MINTA DUKUNGAN 50 NEGARA UNTUK SERANG IRAK Amerika Serikat meminta dukungan dari 50 negara, termasuk Belanda, untuk rencana menyerang Irak. Kedutaan Besar Amerika diperintahkan untuk menanyakan berbagai pemerintah bagaimana mereka bisa membantu dalam serangan terhadap Irak. Belum jelas negara-negara mana yang diminta dukungan. Namun sebelumnya Inggris, Kanada, Ceko serta Denmark telah menyatakan bergabung apabila Amerika menyerang Irak. Sementara itu pada KTT NATO di Praha, Ceko Presiden Amerika George W. Bush berupaya mendapatkan dukungan negara-negara anggota. Sekretaris Jenderal NATO George Robertson menyatakan negara anggota akan menyampaikan satu pernyataan unanim di mana mereka mendukung resolusi PBB tentang perlucutan senjata Irak. Sementara itu Pentagon menyatakan pesawat tempur Amerika membom tiga instalasi pertahanan serangan udara di Irak Selatan. Ini adalah serangan balasan ketiga pekan ini setelah Irak menembaki pesawat tempur di apa yang disebut zona bebas terbang. Bagdad menegaskan Amerika tidak membom instalasi militer melainkan sasaran sipil. * TURKI GAGAL MEMPERCEPAT KEANGGOTAAN UNI EROPA Di Brussel pemimpin partai berkuasa Turki AK, Tayyip Erdogan tidak berhasil mempercepat proses keanggotaan Uni Eropa. Di ibukota Belgia tersebut Tayyip Erdogan bertemu dengan Ketua Komisi Uni Eropa Romano Prodi. Turki ingin tahu tahun ini juga kapan perundingan penambahan anggota Uni bisa dimulai. Namun Prodi menyatakan KTT Uni Eropa di Kopenhagen, Denmark terlalu dini untuk membahas topik ini. Selain itu juga dibahas masalah Siprus. Sebelumnya Erdogan menyatakan Siprus baru bisa menjadi anggota, setelah Turki diterima sebagai anggota Uni Eropa. Namun lain dari Turki, pada KTT Uni Eropa di Kopenhagen, Siprus dapat menjadi anggota Uni tahun 2004 mendatang. * KALAU DITUDING, TNI LAYANGKAN SOMASI Kuasa hukum TNI Frans Hendra Winara menyampaikan somasi pada harian Amerika The Washington Post dan memberi waktu dua minggu untuk meralat pemberitaan mereka. The Washington Post telah menurunkan berita mengenai keterlibatan TNI pada insiden penembakan di Freeport yang mengorbankan dua orang warga Amerika dan seorang warga Indonesia. Ternyata yang mendapat somasi menyangkut kasus penembakan itu bukan hanya harian berpengaruh Amerika The Washington Post melainkan juga lsm Elsham. Berikut keterangan direktur eksekutif Elsham Johannes Bonai. Johannes Bonai [JB]: Kalau Washington Post diancam karena pemberitaannya Elsham karena mengungkapkan hasil investigasinya melalui siaran pers. Radio Nederland [RN]: Diancam apa? JB: Kita sedang mendapat somasi dari Kodam untuk mencabut kembali keterangan siaran pers kita. Kalau tidak, akan digugat ke pengadilan. RN: Siaran pers itu berisi apa? JB: Elsham menyatakan bahwa dari hasil investigasi dan keterangan masyarakat yang diberikan kepada Elsham itu diduga keterlibatan unsur TNI dan kesatuan Kopassus. Dugaan Elsham itu yang dianggap tidak benar. Sementara dari pihak Elsham sendiri itu adalah fakta yang diketemukan di lapangan dan dikomunikasikan kepada masyarakat untuk melihat barangkali ada bukti baru atau ada keterangan yang bisa membantah itu sehingga bisa membantu proses penyelidikan ini secara baik, obyektif dan bisa diterima oleh semua pihak. RN: Jadi tampaknya sekarang TNI kepada Elsham melakukan sama dengan kepada Washington Post. Mereka tidak mau dituduh terlibat dalam suatu kekerasan? JB: Ya, yang dinyatakan kepada Elsham bahwa informasi tersebut tidak benar. Tapi dari pihak Elsham bahwa itu hasil investigasi yang diperoleh dari masyarakat dan menyerahkan kepada polisi untuk melakukan proses penyelidikan. Hasil proses dengan pihak kepolisian itu indikasi ke arah keterlibatan unsur TNI. Itu jelas. Nah, Elsham menunggu proses pembuktian itu harus bisa diungkap bahwa siapa sebenarnya pelaku. Karena menurut masyarakat setempat, mereka menduga pelaku itu adalah dari unsur TNI. Dan beberapa bukti yang dikumpul oleh masyarakat itu dilaporkan oleh Elsham sebagai bagian pertanggungjawaban moral Elsham kepada rakyat yang meminta Elsham untuk melakukan investigasi di wilayah tersebut. RN: Apakah kita bicara mengenai kasus sama? Mengenai penembakan? JB: Ya betul. Setelah peristiwa itu terjadi, masyarakat di lokasi kejadian, dituduh oleh aparat sebagai pihak yang melakukan. Dan untuk itu Elsham diminta untuk ikut melakukan investigasi guna memperjelas kasus sehingga tidak terjadi operasi militer di wilayah tersebut. Sebab setiap kali kalau ada kejadian dan begitu diberi cap masyarakat di lokasi tersebut, maka akan terjadi operasi militer yang mengorbankan masyarakat di wilayah tersebut. RN: Ya, mengenai ketakutan masyarakat, itu bisa dimengerti. Tapi yang membuat kasus ini menjadi agak berbeda dengan yang lain adalah karena dua korbannya adalah warga Amerika. JB: Ya betul, kasus ini juga kasus yang bagi masyarakat di Papua adalah sebuah kasus yang pertama di mana terjadi kekerasan terhadap warga negara asing di wilayah Papua, khususnya terjadi penembakan. Indikasi yang kedua bahwa pada peristiwa itu terjadi penembakan yang kurang lebih 200 butir peluru yang tidak pernah terjadi dalam operasi OPM di Papua karena biasanya mereka hemat peluru, dan sasarannya tidak pernah orang asing. Ini baru pertama kali terjadi di Papua. Gugatan TNI kepada The Washington Post itu lebih kepada pemerintahan yang mengungkapkan tentang ada informasi intelijen sebelumnya yang mereka bantah sehingga menyatakan itu tidak benar. Kepada Elsham itu membantah keterlibatan TNI di lapangan, sementara kepada Washington Post itu membantah laporan intelijen sebelumnya bahwa itu sudah terencana. Memang dalam kasus yang sama, tetapi mempersoalkan dua informasi yang berbeda. Yang satu informasi mengenai laporan intelijen sebelum kejadian sementara yang Elsham kemukakan adalah fakta di lapangan setelah kejadian. Demikian Johannes Bonai, direktur eksekutf Elsham. * PEMBENTUKAN KPP HAM SOEHARTO DIRAGUKAN Intro: Beranikah Komnas HAM membentuk KPP HAM Soeharto untuk menyelidiki pelbagai pelanggaran hak-hak asasi manusia di jaman Soeharto? Banyak kalangan meragukannya. Ini tercermin dari sikap pesimis mereka terhadap pengurus baru Komnas HAM. Kami bacakan laporan koresponden Syahrir yang dikirimnya dari Jakarta: Anggota Komnas HAM Mohamad Farid tidak keberatan jika peristiwa G-30 masuk di dalam investigasi KPP HAM Soeharto. Namun ia belum bisa menduga apakah KPP HAM tersebut dapat dibentuk. Semuanya tergantung rekomendasi tim investigasi yang dibentuk oleh Komnas Ham baru-baru ini. Pengurus Komnas HAM baru yang dilantik 21 Agustus lalu, dewasa ini sedang disorot kelompok-kelompok pro demokrasi, utamanya para mantan tapol napol yang tergabung dalam beberapa ormas, partai dan LSM. Mereka umumnya kurang puas terhadap kinerja Komnas HAM selama tiga bulan ini, terutama terhadap Abdul Hakim Garuda Nusantara. Selaku Ketua Komnas HAM, Hakim nampak kurang tegas dalam menangani pembentukan KPP HAM Soeharto dan KPP HAM Kasus Mei 1998. Yudil Herry mantan tapol Malari mengatakan, "Hakim dari dulu juga plinplan." Dia dikenal sebagai seorang pemain yang kurang berani ambil resiko. Dahulu ketika berada di LBH Hakim tidak mau mengambil sikap berhadapan langsung dengan Soeharto. Maka bisa dikatakan dia membiarkan instrument Komnas HAM dibajak kekuatan Orde Baru. Kalangan kekuatan lama seperti Sudharmono, Ginandjar Kartasasmita memang sadar bahwa Komnas HAM bisa menyeret mereka ke pengadilan. Maka jauh-jauh hari, lewat parlemen mereka sudah berusaha memasukkan orang-orang mereka, kata Tenny Tairas, seorang ex Tapol Buru dari Yayasan Hidup Baru. Memang saat ini komposisi Ketua dan anggota Komnas HAM yang terpilih terdiri dari beberapa kelompok. Di antaranya kelompok mantan LSM seperti M.M Bilah, Farid, dan Zumrotin. Mereka bisa dikatakan mewakili kekuatan pro demokrasi. Selain itu masih ada kelompok pro kekuatan lama yang berseberangan adalah mantan perwira Kopassus Syamsudin, Kusparmono Irsan, dan Djoko Sugianto mantan Ketua Komnas HAM yang lama. "Mereka diketahui mewakili kekuatan politik tertentu," kata Shanty Parhusip seorang aktivis HAM yang menjabat sebagai Direktur Justice Fellowship Indonesia, LSM yang bergiat di bidang HAM. "Saya sangat pesimis sekali dengan keanggotaan Komnas HAM yang baru ini." Bahkan menurutnya Shanty Parhusip, saat ini Komnas HAM hanya didominasi oleh dua kekuatan. Yaitu mereka yang mewakili kelompok pro-demokrasi dan mereka yang mewakili sisa-sisa kekuatan orde baru. Yang menjadi pertanyaan sekarang apakah mereka yang duduk di kelompok pro-demokrasi itu dapat berjalan sesuai dengan nurani mereka dalam memperjuangkan hak asasi manusia, sesuai dengan tuntutan masyarakat. Terutama masyarakat yang mengalami penindasan hak asasi? Shanty Parhusip sangat pesimis bahwa mereka dapat bekerja sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam hubungan ini kalangan lain juga menunjuk ketokohan Prof. Mohamad Ali, mantan Rektor Universitas Hassanudin di Sulawesi Selatan. Ia juga menjadi anggota Komnas HAM. "Kita berharap beliau dapat memiliki etos kerja yang dan kejujuran seperti almarhum Baharudin Lopa. Tapi itu pun semua perlu pembuktian diri." Demikian Shanty Parhusip. Berbicara mengenai Ketua Komnas Ham, Shanty Parhusip berpendapat Hakim bukanlah sosok yang tepat menduduki posisi tersebut. "Hakim Garuda Nusantara hanya cerdas berbicara dalam dimensi hukum, tapi tidak dalam hal politik." Dan ini yang menjadi masalah jika ia menjadi Ketua Komnas HAM karena ia tidak dapat membaca situasi politik. Jadi menempatkan Hakim sebagai ketua Komnas Ham adalah salah, ujar aktivis HAM ini yang semasa rejim Soeharto sempat pula ditahan dan masuk dalam daftar pencarian orang. Shanty Parhusip: Saya pikir memang salah menempatkan Hakim sebagai Ketua Komnas HAM, karena dia tidak dapat membaca situasi politik, walaupun itu memiliki nuansa hukum dan segalanya, dan dimensi lainnya. Mengapa seorang Hakim yang dulu begitu sederhana, mendadak berubah menjadi sangat mewah sekali dalam berpenampilan, misalnya menggunakan BMW di tengah-tengah dia berjalan melewati mahasiswa yang sedang mogok makan, yang sedang membutuhkan dana. Dia melewati dengan menggunakan BMW-nya yang terbaru. Apakah itu bukan sebuah kontradiksi dari sesuatu yang ia perjuangkan selama ini? Sekarang kita kembalikan saja-lah ke nuraninya masing-masing. Apakah kita berangkat memperjuangkan sesuatu ketidakadilan mereka yang tertindas itu, berangkat dari nurani, atau memang ingin naik pada posisi tertentu atau kelas tertentu. Kita kembalikan saja ke sana. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
