---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 22 November 2002 15:10 UTC



** PENGAKUAN OTAK SERANGAN BOM BALI IMAM SAMUDRA

** TANK-TANK ISRAEL MEMASUKI BETHLEHEM

** BUSH BERENCANA BERTEMU PUTIN SEUSAI KTT NATO

** TOPIK GEMA WARTA: WALAU MENGAKU PELAKU IMAM SAMUDRA BELUM TENTU
DALANG

** TOPIK GEMA WARTA: SOAL KEBIJAKAN BARU UTANG KONGLOMERAT, BAGAIMANA
KALAU KHALAYAK TIDAK PUAS?

** TOPIK GEMA WARTA : APA ARTI TANGGAL 9 DESEMBER BAGI ACEH?



* PENGAKUAN OTAK SERANGAN BOM BALI IMAM SAMUDRA

Orang yang dianggap sebagai otak serangan bom Bali, Imam Samudra,
memberikan pengakuan, demikian diungkapkan Kapolri. Diungkapkan,
Samudra mengaku mempersiapkan dan memberi perintah untuk serangan
tersebut. Dalam serangan bom 12 Oktober lalu itu, hampir 200 jiwa
tewas, terutama para wisatawan asing. Samudra, 35 tahun,  yang
ditangkap Kamis kemarin, adalah pimpinan di dalam kelompok teroris
islam Jemaah Islamiyah. Ia juga mengaku terlibat dalam
serangan-serangan bom di sejumlah gereja di Pulau Bantam pada malam
Natal dua tahun silam yang menewaskan 19 jiwa.


* TANK-TANK ISRAEL MEMASUKI BETHLEHEM

Tentara Israel mulai melancarkan aksi besar-besaran di Bethlehem di
Tepi Barat Sungai Jordan, sebagai jawaban atas serangan bunuhdiri
Kamis kemarin di Jeruzalem. Tank-tank dan tentara Israel memasuki
kota Bethlehem dari berbagai arah. Kendaaraan-kendaraan militer
antara lain mengambil posisi di sekitar Gereja Kelahiran, di mana
tahun lalu orang-orang Palestina yang dicari Israel bersembunyi.
Tentang penangkapan-penangkapan dan kemungkinan jatuhnya korban belum
diketahui.
Pelaku serangan bunuhdiri Palestina berasal dari Bethlehem. Ia
meledakkan bomnya di dalam bis yang penuh sesak.  11 orang Israel
tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka. Gerakan militan Hamas
menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Selanjutnya
puluhan tank panser Israel Kamis malam kemarin kembali memasuki Jalur
Gaza untuk mencari orang-orang Palestina yang mereka anggap teroris.
Di kota Gaza seorang polisi Palestina tewas. Di sekitar Khan Yunis
sejumlah rumah penduduk Palestina dihancurkan, yang menurut Israel
adala milik Gerakan Hamas.


* BUSH BERENCANA BERTEMU PUTIN SEUSAI KTT NATO

Presiden Amerika Serikat George W Bush akan bertemu Presiden Rusia,
Wladimir Putin, seusai KTT NATO di Praha.  Di Sint Petersburg Bush
akan menjelaskan kepada Putin, bahwa Rusia juga akan diuntungkan
dengan rencana perluasan NATO dengan tujuh negara anggota baru.
Selanjut presiden Amerika akan membujuk Rusia untuk suatu
penyelesaian damai dalam konflik Chechnya. Dalam KTT NATO di ibukota
Cheko, para kepala negara dan pemimpin pemerintahan 19 negara anggota
NATO akan bertemu dengan 27 apa yang disebut negara-negara mitra
NATO. Kamis kemarin di Praha diputuskan, dalam waktu empat tahun
Kesatuan Gerak Cepat harus susah siap dan bisa dikerahkan paa saat
ada ancaman terorisme. Sebelumnya diputuskan di tahun 2004 tujuh
negara baru akan masuk NATO. Mereka adalah Rumania, Bulgaria,
Slovenia, Slowakia dan tiga neara Balkan; Estonia, Lituania dan
Latvia. Semantara itu politi Cheko melakukan sejumlah penahan dalam
aksi unjukrasa menentang KTT NATO itu. Aksi unjukrasa diikuti sekitar
seribu orang yang menentang kebijaksanaan Bush terhadap Irak.


* KOREA UTARA TOLAK KEDATANGAN INSPEKTUR BARAT

Korea Utara menolak para inspektur Barat masuk negaranya  pekan
depan, yang akan melakukan kontrol rotin terhadap persediaan minyak
di Korea Utara. Tindakan itu dilakukan, menyusul pernyataan Amerika
Serikat, Jepang dan Uni Eropa yang menghentikan pengiriman minyak ke
negara itu, karena Pyongyang secara diam-diam meneruskan program
nuklirnya yang kontroversial. Dinas Rahasia Amerika CIA
mengungkapkan, bahwa Korea Utara sudah mampu membuat banyak bom
nuklir.


* KTT EKONOMI DAN KEUANGAN G-20 DIGELAR DI NEW DELHI

Di ibukota India New Delhi Jum'at hari ini dibuka KTT tahunan tentang
ekonomi dan keuangan G-20. Di dalam organisasi yang didirikan tiga
tahun lalu itu, berhimpun baik negara-negara kaya maupun sejumlah
negara yang akan menjadi pasar di waktu mendatang. Dalam agenda
konferensi tercantum kasus memerangi kemelaratan dan globalisasi
ekonomi. Juga akan dibahas tentang kemungkinan menindak lalulintas
keuangan organisasi-organisasi teroris. KTT G-20 di New Delhi itu
dibayangi oleh situasi yang tidak stabil dan ancaman perang Amerika
Serikat terhadap Irak.


* PULUHAN JIWA TEWAS DI NEGERIA DALAM BENTROK ANTARA MUSLIM DAN
KRISTEN

Di ibukota Nigeria, Kaduna puluhan jiwa tewas akibat bentrokan yang
terjadi antara penduduk muslim dan kristen. Pihak Palang Merah
mengungkapkan angka sekitar seratus jiwa tewas dan lebih 200 orang
menderita luka-luka.  Kerusuhan pecah awal pekan ini, ketika
sekelompok besar pemuda muslim memasuki pusat kota Kaduna dan mulai
membakari gereja dan rumah-rumah penduduk kristen. Para pemuda
kristen melakukan serangan balas terhadap sasaran-sasaran muslimdi
bagian Utara kota itu. Jumat pagi ini keadaan kembali tenang di kota
Kaduna, kota di mana sering terjadi kerusuhan dan bentrokan agaman di
tahun-tahun terakhir ini. Para pemuka agama Islam dan Kristen
melangsungkan pertemuan dengan gubernur kota dalam upaya memulihkan
perdamaian. Sebab kerusuhan adalah munculnya sebuah artikel dalam
suatu surat kabar setempat tentang diselenggarakannya pemilihan Miss
World yang akan datang. Dalam artikel dikatakan; kalau Nabi Mohamad
melihat salah para peserta pemilihan itu, mungkin Ia akan  kawin
dengan salah satu dari mereka.


* WALAU MENGAKU PELAKU IMAM SAMUDRA BELUM TENTU DALANG


Begitu ditangkap, Imam Samudra, tersangka utama peledakan bom di
Bali, diberitakan mengaku sebagai pemberi perintah pemboman di Legian
itu. Selain itu Imam Samudra juga mengaku bertanggung jawab atas
serentetan pemboman lain seperti gereja di Bantam, Gereja dan HKBP di
Jakarta dan Atrium Senen. Bila pengakuannya benar, apakah dengan
demikian pelacakan pelaku kasus pemboman bisa dianggap tuntas dampai
di sini. Radio Nederland menghubungi pemimpin redaksi majalah Tempo,
Bambang Harymurti.

Bambang Harymurti [BH]: Saya kira terselesaikan sampai tahap pelaku.
Tetapi belum selesai pada tahap yang di atasnya lagi, ya. Atau yang
kita sebut sebagai dalang. Karena kalau kita lihat, hal ini juga
sudah terjadi sebelumnya, begitu. Polisi menangkap pelaku pengemboman
Bursa Efek Jakarta, misalnya. Polisi juga menangkap beberapa pelaku
pengemboman gereja menjelang Natal 2000. Tapi berhenti sampai di
situ. Tidak menyusur kenapa mereka membom, jaringan siapa yang
memerintahkan dan seterusnya. Saya berharap kali ini bisa lebih dari
sekedar menangkap pelaku, begitu.


Radio Nederland [RN]: Kalau melihat apa yang sudah ada sekarang,
apakah dalang itu bisa diraba, dilacak siapa kira-kira dalangnya?

BH: Mungkin diraba bisa. Tetapi apakah bisa dilacak itu belum tentu,
karena biasanya pelaku ini memang orang-orang yang true believer ya,
orang-orang yang tidak takut tertangkap, dan sebagainya. Tetapi
biasanya yang memerintahkan itu kontak-kontaknya lebih rahasia, lebih
tidak formal, sehingga untuk mendapatkan mereka secara hukum itu
sulit. Mungkin mendapatkan bukti intelijen sih mudah, tetapi
mendapatkan bukti hukum untuk mendapatkan mereka yang di atas-atas
itu tidak mudah begitu.

RN: Apakah anda percaya bahwa ini dalangnya adalah Jamaah Islamiyah?

BH: Saya cenderung menduga demikian, karena modusnya itu dengan
awal-awal mereka mulai bergerak di pertengahan 1970an, 1980an itu
tidak jauh beda, begitu. Cuma teknologinya saja yang tambah hebat.

RN: Maksudnya teknologi untuk merusak ini ya?

BH: Iya. Kalau dulu kan mereka ketika terlibat pengeboman gereja mau
pun bom di Borobudur, mau pun di Lampung dulu itu kan masih pakai bom
petasan  atau bom ikan, gitu. Sekarang kelihatannya karena pengalaman
ke Afganistan dan punya kontak-kontak internasional, mereka sekarang
teknologi penghancurnya lebih canggih lah. Bisa pakai hand phone
segala.

RN: Tetapi begini ya, Bung Bambang Harymurti. Ini kan di Singapura
Jamaah Islamiyah buronan, di Filipina buronan, di Malaysia juga
buronan. Nah, satu-satunya bagi mereka adalah Indonesia, kan?
Logisnya kan kita bertanya, masa sebuah organisasi akan bunuh diri
dengan merusak tempat amannya sendiri?

BH: Saya kira mereka enggak anggap Indonesia itu tempat aman kok!
Kalau kita pelajari ideologi mereka. Bahkan orang-orang Islam yang
bikin partai politik, mengikuti hukum negara Republik Indonesia itu
dianggap kafir oleh mereka. Kita juga lihat saja ya contohnya,
misalnya kyai yang di New Haven itu. Dia kan orang yang dihukum mati
di Mesir, lalu lari ke Amerika, malah terlibat meledakkan WTC yang
pertama itu. Ini memang perilaku kelompok yang sangat ekstrim ya,
yang sangat minoritas, tetapi perilakunya saya lihat enggak jauh beda
gitu, di mana-mana. Bagi saya modus operandinya itu justru sangat
konsisten, gitu.

Kan kalau kita bandingin dengan, saya lupa namanya syekh siapa, dia
buta tinggalnya dekat New York. Dia dilindungi di Amerika dari
pengejaran di Mesir kan, dia bikin pengajian, mesjid di situ. Eee,
malah dia terlibat mau meledakkan WTC, tempat yang sebetulnya paling
aman buat mereka, dibandingkan dengan tinggal di Mesir. Ini juga saya
kira mereka memang motifnya, ya pokoknya yang musuh mereka itu di
mana pun harus dihancurkan. Kalau kebetulan dekat rumah ya lebih
gampang lagi, gitu!

RN: Dengan demikian anda menutup kemungkinan bahwa mereka bekerjasama
dengan kalangan lain? Misalnya kan waktu itu banyak orang bicara
tentang dua orang jenderal paling sedikit, yang disinyalir ada di
Bali?

BH: O, saya pikir enggak. Justru karena kelompok ini paling mudah
digerakkan. Karena itu saya bilang ini kalau sampai tingkat pelaku
enggak akan sulit, karena kelompok ini di kalangan polisi mau pun
intelijen di Indonesia sudah sangat dikenal. Mereka itu kalau dikasih
kesempatan pasti akan melakukan kegiatan penghancuran-penghancuran
itu. Tapi kan yang tahu tidak ada mereka.

Kasarnya begini lah, saya mau bikin kekacauan di Indonesia. Kelompok
ini kita drop (beri, red.) aja uang dan bom, gitu. Nanti mereka akan
jalan sendiri. Peran saya kan enggak usah ketahuan, begitu lho. Bagi
saya kalau ada teori konspirasi itu di tingkat siapa yang
memanfaatkan mereka, walau pun mereka sendiri mungkin tidak merasa
dimanfaatkan, karena mereka memang sudah punya niat untuk
melaksanakan ini semua.

Demikian Bambang Harymurti, pemimpin redaksi Mingguan Tempo di
Jakarta.


* SOAL KEBIJAKAN BARU UTANG KONGLOMERAT, BAGAIMANA KALAU KHALAYAK
TIDAK PUAS?


Pemerintah lagi-lagi gagal menyelesaikan utang para konglomerat
bandel. Batas waktu penyelesaian utang sudah terlewati sejak akhir
bulan September lalu. Namun, tiga program penyelesaian utang,
masing-masing melalui akta pengakuan utang, penyerahan aset dan
penyerahan aset serta harta pribadi, ternyata belum membuahkan hasil.
Banyak pengutang kelas kakap belum memenuhi kewajiban mereka.

Namun pemerintah masih saja memberikan peluang. Kali ini pemerintah
menerapkan tiga kebijakan baru bagi mereka yang menandatangani
perjanjian penyelesaian utang dengan jaminan aset dan harta pribadi.
Salah satunya dengan memberi surat bebas dari segala tuntutan hukum
bagi para pengutang yang mau bekerjasama. Menteri Koordinator
Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menyatakan, kebijakan itu
bertujuan untuk memberi kepastian hukum.


Dorodjatun Kuntjoro-Jakti: Ini diberikan waktu dua minggu dan sesudah
idul fitri kita akan mengadakan rapat terbatas lagi untuk membahas
sampai berapa jauh penyelesaian dari MRNIA. Apabila semua sudah
rampung sebagai kasus perdata dengan segala negosiasi yang
dimungkinkan tadi itu pada akhirnya letter or release and discharge
harus dikeluarkan. Karena kepastian hukum harus diberikan kepada
mereka yang bersedia kooperatif.

Kebijakan lunak terhadap konglomerat itu berarti negara harus siap
menanggung rugi. Masyarakat pun harus merasakan akibatnya. Bayangkan
saja, dari triliunan rupiah utang para konglomerat, negara
diperkirakan hanya bisa menarik kembali antara 20 hingga 30 persennya
saja. Jauh di bawah target 70 persen yang dicanangkan DPR.

Sementara itu Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional Syafruddin
Temenggung mengakui, proses penyelesaian utang ini memang tidak
mudah. Untuk menyelesaikan utang dengan jaminan aset dan harta
pribadi, misalnya, pemerintah masih menghadapi kendala.

Syafruddin Temenggung: Apapun aset-aset yang sudah mereka janjikan
kan harus diberikan kepada kita. Dan kemudian dengan personal
guaranteenya itu dituntaskan. Itu satu stage yang harus kami lakukan.
Kemudian stage selanjutnya bagaimana kita memperlakukan personal
guarantee dari satu MRNIA ini. Karena konsep MRNIA dari awal adalah
konsep dimana utang dibayar aset tapi asetnya tidak cukup sehingga
ditambah dengan personal guarantee.

Perjanjian bayar utang dengan mengikutsertakan harta pribadi memang
paling rumit. Salah seorang konglomerat bekas pemilik Bank Danamon,
Usman Atmajaya misalnya, mengaku sudah menyerah dan tak sanggup lagi
menyetor bayaran tambahan. Ia berutang Rp. 12,3 triliun, namun baru
menyerahkan aset sekitar Rp. 3 triliun saja. Sebaliknya pemerintah
belum menentukan langkah apa yang akan diberlakukan kepada Usman.
Apakah dipenjara, disandera atau dibangkrutkan saja. Selain Usman,
masih ada contoh keluarga Salim. Sebagai konglomerat yang berjanji
membayar utang dengan jaminan aset, keluarga Salim baru menyerahkan
sekitar Rp. 20 triliun. Padahal keluarga taipan yang pada masa Orde
Baru dikenal dekat erat dengan keluarga Cendana itu berutang Rp. 52
triliun di BPPN. Sisanya yang masih sekitar Rp. 30 triliun, akhirnya
harus ditanggung negara.

Rencana pemerintah memberi pembebasan dan pengampunan hukum bagi para
pengutang ini dinilai cacat hukum oleh anggota DPR. MS Ka'ban anggota
komisi perbankan DPR menilai surat pembebasan dari tuntutan hukum itu
harus melalui proses hukum pidana terlebih dahulu.  Menurut dia,
jaminan yang diberikan bagi para pengutang itu dapat menjadi masalah
di masa depan.

MS Ka'ban:  Apakah dengan release and discharge ini akan efektif
obligor-obligor itu akan menyelesaikan masalahnya? Juga harus ditanda
tanya. Jadi persoalannya sekarang apakah release and discharge ini
jadi kebijaksanaan atau political will pemerintahan Megawati?

Ka'ban menyatakan DPR kehabisan langkah untuk menetang kebijakan itu.



Pengamat ekonomi Revrisond Baswir menilai urusan utang para
konglomerat ini hanya bisa diselesaikan dengan pemenuhan kewajiban.
Kebijakan baru ini dinilai Revrisond hanya akan membuka peluang bagi
mereka untuk justru lolos dari kewajiban itu.

Revrisond Baswir: Saya khawatir nanti jangan-jangan setelah dua
minggu, lalu ada lagi pembicaraan dan ditunda lagi. Jadi kalau
begitu-begitu terus ini penundaan yang ke berapa? Dan kerugian karena
adanya ketidakpastian hukum itu jauh lebih besar daripada sekedar
kerugian keuangan. Langkah yang paling strategis adalah mengambil
kebijakan hukum ditegakkan tanpa perkecualian. Sehingga kalau mereka
melakukan pelanggaran maka mereka harus menghadapi konsekuensi hukum.


Revrisond juga memilih agar para pengutang ini tidak diberi
perpanjangan waktu lagi. Pemerintah mestinya melakukan tindakan lebih
tegas seperti cekal atau pembekuan aset.

Di Indonesia, rezim boleh berganti, sebuah orde boleh runtuh. Namun
kerajaan bisnis para konglomerat tetap berjaya. Sementara oknum-oknum
konglomerat terus menikmati kekayaan, masyarakat makin ditekan oleh
beban ekonomi yang semakin berat.  Tinggal pemerintah yang sekarang
tampaknya perlu bersiap-siap menghadapi masyarakat kalau mereka
merasa diperlakukan tidak adil. Mungkin rakyat baru akan menunjukkan
ketidakpuasan mereka pada tahun  2004, ketika berlangsung pemilihan
umum.

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum


* APA ARTI TANGGAL 9 DESEMBER BAGI ACEH?

Gerakan Atjeh Merdeka, GAM menyatakan tidak tahu menahu tentang
tanggal 9 Desember sebagai penandatanganan perdamaian, yang diumumkan
pemerintah Indonesia dan mediator Henry Dunant Center. Bagaimanan
rakyat Aceh melihat tanggal 9 Desember mendatang itu. Dan siapa
sebenarnya yang mewakili rakyat Aceh dalam perundingan nanti?. Radio
Nederland menghubungi Pakar Aceh, Abdurrachman Yacob.

Abdurrachman Yacob [AY] :   Iya, Itu adalah hari-hari yang dinantkan
oleh rakyat Aceh bisa dijadikan hari bersejarah, bahkan bisa
dijadikan hari yang penuh malapetaka. Tanggal 9 Desember ke depan
ini. Karena di situlah akan semakin jelas penentuan nasib Aceh.
Apakah akan terjadi operasi militer besar-besaran untuk menumpas
Gerkan Aceh Merdeka, ataukah akan terjadi perundingan bersama dalam
bentuk kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka dengan
Pemerintah RI yang diwakili oleh Tentara Nasional Indonesia.

Nah, tetapi juga di pihak Gerakan Aceh Merdeka, kembali menyerahkan
keputusan itu ke tangan rakyat. Artinya Gerakan Aceh Merdeka sudah
mulai  mengklaim bahwa mereka adalah gerakan rakyat. Suatu gerakan
yang direstui rakyat. Sebenarnya untuk mengukur ini dulu, harusnya
kan ada pemilihan lokal. Gerakan Aceh Merdeka apakah mereka
benar-benar mendapat mandat dari Rakyat atau tidak.

Kemarin Gerakan Aceh Merdeka menyatakan akan mengembalikan mandat
kepada rakyat. Apakah tetap bergabung dengan Republik Indonesia atau
berpisah. Tetapi sebenarnya, kalau rakyat Aceh itu sebenarnya kan
menginginkan kedamaian. Dan Gerakan Aceh Merdeka kalau secara
ideologi ingin memisahkan Aceh dari Republik Indonesia, dan
menjadikan sebuah negara baru. Jadi tiba-tiba ada perbedaan politik
baru di kalangan Gerakan Aceh Merdeka. Mereka mengembalikan mandat
kepada rakyat. Apakah benar-benar rakyat memilih merdeka atau tidak
itu nanti.

Tetapi sebenarnya dalam perundingan yang kedepan tanggal  9 ini,
siapa yang mewakili rakyat. Karena di Aceh itu yang disebut rakyat
adalah korban. Nah banyak sekali korbah. Kalau korban itu kan tidak
harus luka atau mati atau tertembak, atau pernah ditahan. Mengungsi
saja ketakutan,  itu kan sudah korban sebenarnya. Nah, pertanyaan
besarnya itu siapa yang akan mewakili rakyat dalam perundingan ke
depan ini. Ini juga menjadi sangat dilematis. Dan keraguan kita,
kalaupun  terjadi kesepakatan damai nanti, itu tanggal 9 Desember,
apakah bisa  berumur panjang. Itu yang paling penting sekarang.

Radio Nederland [RN]: Dengan Anda bertanya siapa yang mewakili
rakyat, Anda sebenarnya juga mempertanyakan, apakah GAM itu sendiri
juga mewakili rakyat Aceh, gitu maksudnya?


AY: Iya. Karena GAM juga harus diukur melalui pemilu lokal kemarin.
Apakah benar-benar sudah mewakili rakyat. Dan GAM sendiri setuju
untuk pemilu lokal pada awalnya. Sebelum Operasi Ramadhan ini.

RN: Lalu Anda mengatakan perubahan pada posisi GAM itu jelasnya
bagaimana itu?

AY: Sekarang GAM kan sebetulnya mulai membuka diri dalam persektif
politik modern. Artinya jurubicaranya mulai mengedepankan demokrasi
dan hak-hak azasi manusia. Di samping itu juga para pemimpin GAM
sudah mulai melihat bahwa rakyat menjadi bagian terpenting dari
pengambil keputusan ke depan ini,  dalam proses sipilisasi Aceh. Nah
tetapi kan ada juga pertanyaan, GAM sendiri kan gerakan bersenjata.
Itu sayap bersenjata dari Gerakan Kemerdekaan Aceh. Jadi kita menjadi
bingung juga melihat gaya GAM. Apakah ini sebagai taktik saja,
sebagai taktik jangka pendek saja atau tidak, ya ini harus kita lihat
dulu, sampai tanggal 9 Desember nanti.

RN: Dalam perkembangan pengumuman 9 Desember ini, nampaknya GAM
sendiri juga tidak tegas ya. Di satu pihak baik HDC maupun Jakarta
mengatakan tanggal 9 itu akan ditandatangani, tetapi GAMnya menolak
untuk mengiya itu.

AY: Di sini ada ambivalensi dari sikap GAM, yang sebenarnya normal
saja menurut saya. Di satu sisi GAM mau berunding, tetapi ada syarat
yang mereka ajukan, tolong diterima Indonesia yang diwakili oleh TNI.
Karena itu kan ada pengepungan markas GAM kan, nah ini sebenarnya
juga harus diperhatikan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Pengepungan itu harus dikendurkan, dan harus terjadi perundingan.

Orang yang berunding itu tentunya kan harus ada kesetaraan duduk
dalam satu meja. Kalau itu saya sangat sepakat. Tentara harus ditarik
dari pengepungan GAM. Tetapi ini kan dalam posisi tidak setara. GAM
di lapangan ditekan terus, tetapi para pemimpin GAM ditarik ke meja
perundingan. Nah ini yang sangat tidak adil saya lihat. Jadi apapun
yang dilakukan GAM harus ada pilihan-pilihan taktis, saya pikir. Itu
saja yang dilakukan GAM.

RN: Anda tadi juga meragukan, apakah persetujuan yang akan dicapai
tanggal 9 Desember itu bisa bertahan, gitu ya?

AY: Karena melihat sikap TNI yang di atas angin. TNI menyatakan, pada
saat mereka tidak mau penanda tangani di akhir Ramadhan, mereka akan
menyerang. Karena TNI mewakilit pemerintah. Itu sebetulnya.
Seharusnya TNI kan tidak bersikap demikian. Seharusnya kan harus ada
keputusan Panglima TNI dulu. Tetapi Mayjen Djali Yusuf Pangdam
Iskandar Muda kan mengatakan, pada saat mereka tidak mau, TNI siap
menyerang, berdasarkan perintah. Perintah itu kan hanya alat
legitimasi.

Nah  di sini sebetulnya ada juga ketidakjujuran dari TNI untuk
berunding dengan GAM. Karena TNI sudah melakukan tekanan pressure
secara psychologis untuk menyerang GAM. Ini sebetulnya yang sangat
tidak adil. Dan itu mengakibatkan nantinya, perundingan itu tidak
akan berumur lama.

Demikian Abdurrachman Yacob mengungkapkan kepada Radio Nederland.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke