--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 22 November 2002 15:10 UTC ** PENGAKUAN OTAK SERANGAN BOM BALI IMAM SAMUDRA ** TANK-TANK ISRAEL MEMASUKI BETHLEHEM ** BUSH BERENCANA BERTEMU PUTIN SEUSAI KTT NATO ** TOPIK GEMA WARTA: WALAU MENGAKU PELAKU IMAM SAMUDRA BELUM TENTU DALANG ** TOPIK GEMA WARTA: SOAL KEBIJAKAN BARU UTANG KONGLOMERAT, BAGAIMANA KALAU KHALAYAK TIDAK PUAS? ** TOPIK GEMA WARTA : APA ARTI TANGGAL 9 DESEMBER BAGI ACEH? * PENGAKUAN OTAK SERANGAN BOM BALI IMAM SAMUDRA Orang yang dianggap sebagai otak serangan bom Bali, Imam Samudra, memberikan pengakuan, demikian diungkapkan Kapolri. Diungkapkan, Samudra mengaku mempersiapkan dan memberi perintah untuk serangan tersebut. Dalam serangan bom 12 Oktober lalu itu, hampir 200 jiwa tewas, terutama para wisatawan asing. Samudra, 35 tahun, yang ditangkap Kamis kemarin, adalah pimpinan di dalam kelompok teroris islam Jemaah Islamiyah. Ia juga mengaku terlibat dalam serangan-serangan bom di sejumlah gereja di Pulau Bantam pada malam Natal dua tahun silam yang menewaskan 19 jiwa. * TANK-TANK ISRAEL MEMASUKI BETHLEHEM Tentara Israel mulai melancarkan aksi besar-besaran di Bethlehem di Tepi Barat Sungai Jordan, sebagai jawaban atas serangan bunuhdiri Kamis kemarin di Jeruzalem. Tank-tank dan tentara Israel memasuki kota Bethlehem dari berbagai arah. Kendaaraan-kendaraan militer antara lain mengambil posisi di sekitar Gereja Kelahiran, di mana tahun lalu orang-orang Palestina yang dicari Israel bersembunyi. Tentang penangkapan-penangkapan dan kemungkinan jatuhnya korban belum diketahui. Pelaku serangan bunuhdiri Palestina berasal dari Bethlehem. Ia meledakkan bomnya di dalam bis yang penuh sesak. 11 orang Israel tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka. Gerakan militan Hamas menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Selanjutnya puluhan tank panser Israel Kamis malam kemarin kembali memasuki Jalur Gaza untuk mencari orang-orang Palestina yang mereka anggap teroris. Di kota Gaza seorang polisi Palestina tewas. Di sekitar Khan Yunis sejumlah rumah penduduk Palestina dihancurkan, yang menurut Israel adala milik Gerakan Hamas. * BUSH BERENCANA BERTEMU PUTIN SEUSAI KTT NATO Presiden Amerika Serikat George W Bush akan bertemu Presiden Rusia, Wladimir Putin, seusai KTT NATO di Praha. Di Sint Petersburg Bush akan menjelaskan kepada Putin, bahwa Rusia juga akan diuntungkan dengan rencana perluasan NATO dengan tujuh negara anggota baru. Selanjut presiden Amerika akan membujuk Rusia untuk suatu penyelesaian damai dalam konflik Chechnya. Dalam KTT NATO di ibukota Cheko, para kepala negara dan pemimpin pemerintahan 19 negara anggota NATO akan bertemu dengan 27 apa yang disebut negara-negara mitra NATO. Kamis kemarin di Praha diputuskan, dalam waktu empat tahun Kesatuan Gerak Cepat harus susah siap dan bisa dikerahkan paa saat ada ancaman terorisme. Sebelumnya diputuskan di tahun 2004 tujuh negara baru akan masuk NATO. Mereka adalah Rumania, Bulgaria, Slovenia, Slowakia dan tiga neara Balkan; Estonia, Lituania dan Latvia. Semantara itu politi Cheko melakukan sejumlah penahan dalam aksi unjukrasa menentang KTT NATO itu. Aksi unjukrasa diikuti sekitar seribu orang yang menentang kebijaksanaan Bush terhadap Irak. * KOREA UTARA TOLAK KEDATANGAN INSPEKTUR BARAT Korea Utara menolak para inspektur Barat masuk negaranya pekan depan, yang akan melakukan kontrol rotin terhadap persediaan minyak di Korea Utara. Tindakan itu dilakukan, menyusul pernyataan Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa yang menghentikan pengiriman minyak ke negara itu, karena Pyongyang secara diam-diam meneruskan program nuklirnya yang kontroversial. Dinas Rahasia Amerika CIA mengungkapkan, bahwa Korea Utara sudah mampu membuat banyak bom nuklir. * KTT EKONOMI DAN KEUANGAN G-20 DIGELAR DI NEW DELHI Di ibukota India New Delhi Jum'at hari ini dibuka KTT tahunan tentang ekonomi dan keuangan G-20. Di dalam organisasi yang didirikan tiga tahun lalu itu, berhimpun baik negara-negara kaya maupun sejumlah negara yang akan menjadi pasar di waktu mendatang. Dalam agenda konferensi tercantum kasus memerangi kemelaratan dan globalisasi ekonomi. Juga akan dibahas tentang kemungkinan menindak lalulintas keuangan organisasi-organisasi teroris. KTT G-20 di New Delhi itu dibayangi oleh situasi yang tidak stabil dan ancaman perang Amerika Serikat terhadap Irak. * PULUHAN JIWA TEWAS DI NEGERIA DALAM BENTROK ANTARA MUSLIM DAN KRISTEN Di ibukota Nigeria, Kaduna puluhan jiwa tewas akibat bentrokan yang terjadi antara penduduk muslim dan kristen. Pihak Palang Merah mengungkapkan angka sekitar seratus jiwa tewas dan lebih 200 orang menderita luka-luka. Kerusuhan pecah awal pekan ini, ketika sekelompok besar pemuda muslim memasuki pusat kota Kaduna dan mulai membakari gereja dan rumah-rumah penduduk kristen. Para pemuda kristen melakukan serangan balas terhadap sasaran-sasaran muslimdi bagian Utara kota itu. Jumat pagi ini keadaan kembali tenang di kota Kaduna, kota di mana sering terjadi kerusuhan dan bentrokan agaman di tahun-tahun terakhir ini. Para pemuka agama Islam dan Kristen melangsungkan pertemuan dengan gubernur kota dalam upaya memulihkan perdamaian. Sebab kerusuhan adalah munculnya sebuah artikel dalam suatu surat kabar setempat tentang diselenggarakannya pemilihan Miss World yang akan datang. Dalam artikel dikatakan; kalau Nabi Mohamad melihat salah para peserta pemilihan itu, mungkin Ia akan kawin dengan salah satu dari mereka. * WALAU MENGAKU PELAKU IMAM SAMUDRA BELUM TENTU DALANG Begitu ditangkap, Imam Samudra, tersangka utama peledakan bom di Bali, diberitakan mengaku sebagai pemberi perintah pemboman di Legian itu. Selain itu Imam Samudra juga mengaku bertanggung jawab atas serentetan pemboman lain seperti gereja di Bantam, Gereja dan HKBP di Jakarta dan Atrium Senen. Bila pengakuannya benar, apakah dengan demikian pelacakan pelaku kasus pemboman bisa dianggap tuntas dampai di sini. Radio Nederland menghubungi pemimpin redaksi majalah Tempo, Bambang Harymurti. Bambang Harymurti [BH]: Saya kira terselesaikan sampai tahap pelaku. Tetapi belum selesai pada tahap yang di atasnya lagi, ya. Atau yang kita sebut sebagai dalang. Karena kalau kita lihat, hal ini juga sudah terjadi sebelumnya, begitu. Polisi menangkap pelaku pengemboman Bursa Efek Jakarta, misalnya. Polisi juga menangkap beberapa pelaku pengemboman gereja menjelang Natal 2000. Tapi berhenti sampai di situ. Tidak menyusur kenapa mereka membom, jaringan siapa yang memerintahkan dan seterusnya. Saya berharap kali ini bisa lebih dari sekedar menangkap pelaku, begitu. Radio Nederland [RN]: Kalau melihat apa yang sudah ada sekarang, apakah dalang itu bisa diraba, dilacak siapa kira-kira dalangnya? BH: Mungkin diraba bisa. Tetapi apakah bisa dilacak itu belum tentu, karena biasanya pelaku ini memang orang-orang yang true believer ya, orang-orang yang tidak takut tertangkap, dan sebagainya. Tetapi biasanya yang memerintahkan itu kontak-kontaknya lebih rahasia, lebih tidak formal, sehingga untuk mendapatkan mereka secara hukum itu sulit. Mungkin mendapatkan bukti intelijen sih mudah, tetapi mendapatkan bukti hukum untuk mendapatkan mereka yang di atas-atas itu tidak mudah begitu. RN: Apakah anda percaya bahwa ini dalangnya adalah Jamaah Islamiyah? BH: Saya cenderung menduga demikian, karena modusnya itu dengan awal-awal mereka mulai bergerak di pertengahan 1970an, 1980an itu tidak jauh beda, begitu. Cuma teknologinya saja yang tambah hebat. RN: Maksudnya teknologi untuk merusak ini ya? BH: Iya. Kalau dulu kan mereka ketika terlibat pengeboman gereja mau pun bom di Borobudur, mau pun di Lampung dulu itu kan masih pakai bom petasan atau bom ikan, gitu. Sekarang kelihatannya karena pengalaman ke Afganistan dan punya kontak-kontak internasional, mereka sekarang teknologi penghancurnya lebih canggih lah. Bisa pakai hand phone segala. RN: Tetapi begini ya, Bung Bambang Harymurti. Ini kan di Singapura Jamaah Islamiyah buronan, di Filipina buronan, di Malaysia juga buronan. Nah, satu-satunya bagi mereka adalah Indonesia, kan? Logisnya kan kita bertanya, masa sebuah organisasi akan bunuh diri dengan merusak tempat amannya sendiri? BH: Saya kira mereka enggak anggap Indonesia itu tempat aman kok! Kalau kita pelajari ideologi mereka. Bahkan orang-orang Islam yang bikin partai politik, mengikuti hukum negara Republik Indonesia itu dianggap kafir oleh mereka. Kita juga lihat saja ya contohnya, misalnya kyai yang di New Haven itu. Dia kan orang yang dihukum mati di Mesir, lalu lari ke Amerika, malah terlibat meledakkan WTC yang pertama itu. Ini memang perilaku kelompok yang sangat ekstrim ya, yang sangat minoritas, tetapi perilakunya saya lihat enggak jauh beda gitu, di mana-mana. Bagi saya modus operandinya itu justru sangat konsisten, gitu. Kan kalau kita bandingin dengan, saya lupa namanya syekh siapa, dia buta tinggalnya dekat New York. Dia dilindungi di Amerika dari pengejaran di Mesir kan, dia bikin pengajian, mesjid di situ. Eee, malah dia terlibat mau meledakkan WTC, tempat yang sebetulnya paling aman buat mereka, dibandingkan dengan tinggal di Mesir. Ini juga saya kira mereka memang motifnya, ya pokoknya yang musuh mereka itu di mana pun harus dihancurkan. Kalau kebetulan dekat rumah ya lebih gampang lagi, gitu! RN: Dengan demikian anda menutup kemungkinan bahwa mereka bekerjasama dengan kalangan lain? Misalnya kan waktu itu banyak orang bicara tentang dua orang jenderal paling sedikit, yang disinyalir ada di Bali? BH: O, saya pikir enggak. Justru karena kelompok ini paling mudah digerakkan. Karena itu saya bilang ini kalau sampai tingkat pelaku enggak akan sulit, karena kelompok ini di kalangan polisi mau pun intelijen di Indonesia sudah sangat dikenal. Mereka itu kalau dikasih kesempatan pasti akan melakukan kegiatan penghancuran-penghancuran itu. Tapi kan yang tahu tidak ada mereka. Kasarnya begini lah, saya mau bikin kekacauan di Indonesia. Kelompok ini kita drop (beri, red.) aja uang dan bom, gitu. Nanti mereka akan jalan sendiri. Peran saya kan enggak usah ketahuan, begitu lho. Bagi saya kalau ada teori konspirasi itu di tingkat siapa yang memanfaatkan mereka, walau pun mereka sendiri mungkin tidak merasa dimanfaatkan, karena mereka memang sudah punya niat untuk melaksanakan ini semua. Demikian Bambang Harymurti, pemimpin redaksi Mingguan Tempo di Jakarta. * SOAL KEBIJAKAN BARU UTANG KONGLOMERAT, BAGAIMANA KALAU KHALAYAK TIDAK PUAS? Pemerintah lagi-lagi gagal menyelesaikan utang para konglomerat bandel. Batas waktu penyelesaian utang sudah terlewati sejak akhir bulan September lalu. Namun, tiga program penyelesaian utang, masing-masing melalui akta pengakuan utang, penyerahan aset dan penyerahan aset serta harta pribadi, ternyata belum membuahkan hasil. Banyak pengutang kelas kakap belum memenuhi kewajiban mereka. Namun pemerintah masih saja memberikan peluang. Kali ini pemerintah menerapkan tiga kebijakan baru bagi mereka yang menandatangani perjanjian penyelesaian utang dengan jaminan aset dan harta pribadi. Salah satunya dengan memberi surat bebas dari segala tuntutan hukum bagi para pengutang yang mau bekerjasama. Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menyatakan, kebijakan itu bertujuan untuk memberi kepastian hukum. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti: Ini diberikan waktu dua minggu dan sesudah idul fitri kita akan mengadakan rapat terbatas lagi untuk membahas sampai berapa jauh penyelesaian dari MRNIA. Apabila semua sudah rampung sebagai kasus perdata dengan segala negosiasi yang dimungkinkan tadi itu pada akhirnya letter or release and discharge harus dikeluarkan. Karena kepastian hukum harus diberikan kepada mereka yang bersedia kooperatif. Kebijakan lunak terhadap konglomerat itu berarti negara harus siap menanggung rugi. Masyarakat pun harus merasakan akibatnya. Bayangkan saja, dari triliunan rupiah utang para konglomerat, negara diperkirakan hanya bisa menarik kembali antara 20 hingga 30 persennya saja. Jauh di bawah target 70 persen yang dicanangkan DPR. Sementara itu Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional Syafruddin Temenggung mengakui, proses penyelesaian utang ini memang tidak mudah. Untuk menyelesaikan utang dengan jaminan aset dan harta pribadi, misalnya, pemerintah masih menghadapi kendala. Syafruddin Temenggung: Apapun aset-aset yang sudah mereka janjikan kan harus diberikan kepada kita. Dan kemudian dengan personal guaranteenya itu dituntaskan. Itu satu stage yang harus kami lakukan. Kemudian stage selanjutnya bagaimana kita memperlakukan personal guarantee dari satu MRNIA ini. Karena konsep MRNIA dari awal adalah konsep dimana utang dibayar aset tapi asetnya tidak cukup sehingga ditambah dengan personal guarantee. Perjanjian bayar utang dengan mengikutsertakan harta pribadi memang paling rumit. Salah seorang konglomerat bekas pemilik Bank Danamon, Usman Atmajaya misalnya, mengaku sudah menyerah dan tak sanggup lagi menyetor bayaran tambahan. Ia berutang Rp. 12,3 triliun, namun baru menyerahkan aset sekitar Rp. 3 triliun saja. Sebaliknya pemerintah belum menentukan langkah apa yang akan diberlakukan kepada Usman. Apakah dipenjara, disandera atau dibangkrutkan saja. Selain Usman, masih ada contoh keluarga Salim. Sebagai konglomerat yang berjanji membayar utang dengan jaminan aset, keluarga Salim baru menyerahkan sekitar Rp. 20 triliun. Padahal keluarga taipan yang pada masa Orde Baru dikenal dekat erat dengan keluarga Cendana itu berutang Rp. 52 triliun di BPPN. Sisanya yang masih sekitar Rp. 30 triliun, akhirnya harus ditanggung negara. Rencana pemerintah memberi pembebasan dan pengampunan hukum bagi para pengutang ini dinilai cacat hukum oleh anggota DPR. MS Ka'ban anggota komisi perbankan DPR menilai surat pembebasan dari tuntutan hukum itu harus melalui proses hukum pidana terlebih dahulu. Menurut dia, jaminan yang diberikan bagi para pengutang itu dapat menjadi masalah di masa depan. MS Ka'ban: Apakah dengan release and discharge ini akan efektif obligor-obligor itu akan menyelesaikan masalahnya? Juga harus ditanda tanya. Jadi persoalannya sekarang apakah release and discharge ini jadi kebijaksanaan atau political will pemerintahan Megawati? Ka'ban menyatakan DPR kehabisan langkah untuk menetang kebijakan itu. Pengamat ekonomi Revrisond Baswir menilai urusan utang para konglomerat ini hanya bisa diselesaikan dengan pemenuhan kewajiban. Kebijakan baru ini dinilai Revrisond hanya akan membuka peluang bagi mereka untuk justru lolos dari kewajiban itu. Revrisond Baswir: Saya khawatir nanti jangan-jangan setelah dua minggu, lalu ada lagi pembicaraan dan ditunda lagi. Jadi kalau begitu-begitu terus ini penundaan yang ke berapa? Dan kerugian karena adanya ketidakpastian hukum itu jauh lebih besar daripada sekedar kerugian keuangan. Langkah yang paling strategis adalah mengambil kebijakan hukum ditegakkan tanpa perkecualian. Sehingga kalau mereka melakukan pelanggaran maka mereka harus menghadapi konsekuensi hukum. Revrisond juga memilih agar para pengutang ini tidak diberi perpanjangan waktu lagi. Pemerintah mestinya melakukan tindakan lebih tegas seperti cekal atau pembekuan aset. Di Indonesia, rezim boleh berganti, sebuah orde boleh runtuh. Namun kerajaan bisnis para konglomerat tetap berjaya. Sementara oknum-oknum konglomerat terus menikmati kekayaan, masyarakat makin ditekan oleh beban ekonomi yang semakin berat. Tinggal pemerintah yang sekarang tampaknya perlu bersiap-siap menghadapi masyarakat kalau mereka merasa diperlakukan tidak adil. Mungkin rakyat baru akan menunjukkan ketidakpuasan mereka pada tahun 2004, ketika berlangsung pemilihan umum. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum * APA ARTI TANGGAL 9 DESEMBER BAGI ACEH? Gerakan Atjeh Merdeka, GAM menyatakan tidak tahu menahu tentang tanggal 9 Desember sebagai penandatanganan perdamaian, yang diumumkan pemerintah Indonesia dan mediator Henry Dunant Center. Bagaimanan rakyat Aceh melihat tanggal 9 Desember mendatang itu. Dan siapa sebenarnya yang mewakili rakyat Aceh dalam perundingan nanti?. Radio Nederland menghubungi Pakar Aceh, Abdurrachman Yacob. Abdurrachman Yacob [AY] : Iya, Itu adalah hari-hari yang dinantkan oleh rakyat Aceh bisa dijadikan hari bersejarah, bahkan bisa dijadikan hari yang penuh malapetaka. Tanggal 9 Desember ke depan ini. Karena di situlah akan semakin jelas penentuan nasib Aceh. Apakah akan terjadi operasi militer besar-besaran untuk menumpas Gerkan Aceh Merdeka, ataukah akan terjadi perundingan bersama dalam bentuk kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI yang diwakili oleh Tentara Nasional Indonesia. Nah, tetapi juga di pihak Gerakan Aceh Merdeka, kembali menyerahkan keputusan itu ke tangan rakyat. Artinya Gerakan Aceh Merdeka sudah mulai mengklaim bahwa mereka adalah gerakan rakyat. Suatu gerakan yang direstui rakyat. Sebenarnya untuk mengukur ini dulu, harusnya kan ada pemilihan lokal. Gerakan Aceh Merdeka apakah mereka benar-benar mendapat mandat dari Rakyat atau tidak. Kemarin Gerakan Aceh Merdeka menyatakan akan mengembalikan mandat kepada rakyat. Apakah tetap bergabung dengan Republik Indonesia atau berpisah. Tetapi sebenarnya, kalau rakyat Aceh itu sebenarnya kan menginginkan kedamaian. Dan Gerakan Aceh Merdeka kalau secara ideologi ingin memisahkan Aceh dari Republik Indonesia, dan menjadikan sebuah negara baru. Jadi tiba-tiba ada perbedaan politik baru di kalangan Gerakan Aceh Merdeka. Mereka mengembalikan mandat kepada rakyat. Apakah benar-benar rakyat memilih merdeka atau tidak itu nanti. Tetapi sebenarnya dalam perundingan yang kedepan tanggal 9 ini, siapa yang mewakili rakyat. Karena di Aceh itu yang disebut rakyat adalah korban. Nah banyak sekali korbah. Kalau korban itu kan tidak harus luka atau mati atau tertembak, atau pernah ditahan. Mengungsi saja ketakutan, itu kan sudah korban sebenarnya. Nah, pertanyaan besarnya itu siapa yang akan mewakili rakyat dalam perundingan ke depan ini. Ini juga menjadi sangat dilematis. Dan keraguan kita, kalaupun terjadi kesepakatan damai nanti, itu tanggal 9 Desember, apakah bisa berumur panjang. Itu yang paling penting sekarang. Radio Nederland [RN]: Dengan Anda bertanya siapa yang mewakili rakyat, Anda sebenarnya juga mempertanyakan, apakah GAM itu sendiri juga mewakili rakyat Aceh, gitu maksudnya? AY: Iya. Karena GAM juga harus diukur melalui pemilu lokal kemarin. Apakah benar-benar sudah mewakili rakyat. Dan GAM sendiri setuju untuk pemilu lokal pada awalnya. Sebelum Operasi Ramadhan ini. RN: Lalu Anda mengatakan perubahan pada posisi GAM itu jelasnya bagaimana itu? AY: Sekarang GAM kan sebetulnya mulai membuka diri dalam persektif politik modern. Artinya jurubicaranya mulai mengedepankan demokrasi dan hak-hak azasi manusia. Di samping itu juga para pemimpin GAM sudah mulai melihat bahwa rakyat menjadi bagian terpenting dari pengambil keputusan ke depan ini, dalam proses sipilisasi Aceh. Nah tetapi kan ada juga pertanyaan, GAM sendiri kan gerakan bersenjata. Itu sayap bersenjata dari Gerakan Kemerdekaan Aceh. Jadi kita menjadi bingung juga melihat gaya GAM. Apakah ini sebagai taktik saja, sebagai taktik jangka pendek saja atau tidak, ya ini harus kita lihat dulu, sampai tanggal 9 Desember nanti. RN: Dalam perkembangan pengumuman 9 Desember ini, nampaknya GAM sendiri juga tidak tegas ya. Di satu pihak baik HDC maupun Jakarta mengatakan tanggal 9 itu akan ditandatangani, tetapi GAMnya menolak untuk mengiya itu. AY: Di sini ada ambivalensi dari sikap GAM, yang sebenarnya normal saja menurut saya. Di satu sisi GAM mau berunding, tetapi ada syarat yang mereka ajukan, tolong diterima Indonesia yang diwakili oleh TNI. Karena itu kan ada pengepungan markas GAM kan, nah ini sebenarnya juga harus diperhatikan oleh pemerintah Republik Indonesia. Pengepungan itu harus dikendurkan, dan harus terjadi perundingan. Orang yang berunding itu tentunya kan harus ada kesetaraan duduk dalam satu meja. Kalau itu saya sangat sepakat. Tentara harus ditarik dari pengepungan GAM. Tetapi ini kan dalam posisi tidak setara. GAM di lapangan ditekan terus, tetapi para pemimpin GAM ditarik ke meja perundingan. Nah ini yang sangat tidak adil saya lihat. Jadi apapun yang dilakukan GAM harus ada pilihan-pilihan taktis, saya pikir. Itu saja yang dilakukan GAM. RN: Anda tadi juga meragukan, apakah persetujuan yang akan dicapai tanggal 9 Desember itu bisa bertahan, gitu ya? AY: Karena melihat sikap TNI yang di atas angin. TNI menyatakan, pada saat mereka tidak mau penanda tangani di akhir Ramadhan, mereka akan menyerang. Karena TNI mewakilit pemerintah. Itu sebetulnya. Seharusnya TNI kan tidak bersikap demikian. Seharusnya kan harus ada keputusan Panglima TNI dulu. Tetapi Mayjen Djali Yusuf Pangdam Iskandar Muda kan mengatakan, pada saat mereka tidak mau, TNI siap menyerang, berdasarkan perintah. Perintah itu kan hanya alat legitimasi. Nah di sini sebetulnya ada juga ketidakjujuran dari TNI untuk berunding dengan GAM. Karena TNI sudah melakukan tekanan pressure secara psychologis untuk menyerang GAM. Ini sebetulnya yang sangat tidak adil. Dan itu mengakibatkan nantinya, perundingan itu tidak akan berumur lama. Demikian Abdurrachman Yacob mengungkapkan kepada Radio Nederland. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
