--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 03 Desember 2002 15:30 UTC ** KONFERENSI TENTANG PEMULIHAN SITUASI ACEH DI TOKIO ** PARA INSPEKTUR SENJATA PBB PERIKSA ISTANA KEPRESIDENAN SADDAM HUSSEIN ** SEKJEN PBB MINTA ISRAEL SELIDIKI PENGHANCURAN GUDANG PANGAN DI JALUR GAZA ** TOPIK GEMA WARTA: PEMEKARAN BIN, APA PERAN AUSTRALIA ? ** TOPIK GEMA WARTA: BANTUAN DANA INTERNASIONAL SIAP DIKUCURKAN UNTUK PACU PERDAMAIAN ACEH * KONFERENSI TENTANG PEMULIHAN SITUASI ACEH DI TOKIO Hari ini sebuah konferensi tentang pemulihan situasi dan pembangunan di Aceh dilangsungkan di Tokio. Konferensi tersebut diikuti oleh puluhan negara dan organisasi donor, termasuk Jepang, Australia, Amerika Serikat dan Belanda. Para peserta konferensi mendapat keterangan tentang upaya perdamaian di Aceh. Selanjutnya juga dibicarakan tentang bantuan untuk Indonesia dalam membangun kembali provinsi yang tercabik konflik itu. Menurut rencana, Indonesia akan menandatangani perjanjian perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka pada 9 Desember mendatang di Jenewa. Dilaporkan bahwa Pimpinan GAM di Swedia, Zaini Abdullah, bersedia bertemu dengan delegasi Indonesia namun ia mengajukan beberapa syarat. Persyaratan yang diajukan ini terkait dengan perbedaan pendapat tentang beberapa klausul dalam rancangan perjanjian damai.Pihak GAM minta agar perbedaan pendapat ini diselesaikan dulu sebelum penandatanganan perjanjian. * PARA INSPEKTUR SENJATA PBB PERIKSA ISTANA KEPRESIDENAN SADDAM HUSSEIN Untuk pertama kalinya para inspektur senjata PBB memeriksa istana kepresidenan Saddam Hussein. Para inspektur diijinkan masuk istana yang terletak di Bagdad tersebut setelah berunding beberapa waktu. Namun para wartawan tidak diperbolehkan masuk. Pemeriksaan terhadap istana kepresidenan Saddam Hussein merupakan masalah yang sangat peka bagi Irak. Dalam pemeriksaan yang dilakukan awal tahun 90 an silam, para inspektur hanya boleh masuk istana dibawah persyaratan khusus. Ke delapan istana Saddam Hussein termasuk diantara lokasi yang sangat dicurigai sebagai tempat menyembunyikan senjata pemusnah massal. * SEKJEN PBB MINTA ISRAEL SELIDIKI PENGHANCURAN GUDANG PANGAN DI JALUR GAZA Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan menyerukan Israel untuk mengusut penghancuran sebuah gudang pangan di Jalur Gaza. Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa pasukan Israel meledakkan gudang pangan saat melakukan serangan di kamp pengungsi Jabalya Ahad lalu. Dalam gudang tersebut terdapat 500 ton pangan yang merupakan bantuan bagi sekitar 10.000 warga Palestina. Israel mengatakan tidak tahu tentang bahan pangan yang disimpan di gudang itu. Sasaran mereka adalah warga Palestina militan yang diduga bersembunyi di gedung tersebut. Namun, staf Program Pangan Dunia meragukan kebenaran alasan Israel ini. Sebelumnya telah diberitahukan bahwa persediaan bahan pangan dari WFP disimpan di gudang tersebut. Selain minta Israel untuk mengusut penghancuran gudang pangan, Kofi Annan juga minta Israel untuk bekerja sama dalam memberikan bantuan darurat di wilayah Palestina yang diduduki Israel. * PARTAI KRISTEN DEMOKRAT BELANDA INGIN BUAT DAFTAR ORANISASI TERLARANG Partai Kristen Demokrat CDA ingin agar Belanda mencontoh beberapa negara Eropa lain untuk membuat daftar berbagai organisasi terlarang. Partai Kristen Demokrat menganggap situasi saat ini memungkinkan berbagai gerakan mencurigakan beroperasi di Belanda. Organisasi-organisasi ini sering berkedok sebagai lembaga amal. Pelarangan harus mampu membuat organisasi yang mencurigakan keluar dari Belanda. Ini termasuk gerakan Islam al Aqsa dan kelompok Kurdi PKK. Selain itu partai CDA juga minta agar Liga Arab Eropa di Belanda diperiksa. Baru-baru ini Liga tersebut menjadi pusat kontrovesi di Belgia dan dituding sebagai dalang kerusuhan di kota Antwerpen. * PENANDATANGANAN GENJATAN SENJATA DI BURUNDI Presiden Burundi, Pierre Buyoya dan pemimpin kelompok pemberontak Pertahanan Demokrasi FDD menandatangani perjanjian genjatan senjata. FDD merupakan salah satu kelompok pemberontak yang terkenal di Burundi. Penandatangan ini terlaksana setelah perundingan berbulan-bulan antara pemerintah dan pemberontak Hutu. Perjanjian genjatan senjata itu ditandatangani di Tanzania. Wakil Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma yang berperan sebagai penengah juga ikut tanda tangan. Para pemberontak Hutu mengangkat senjata terhadap pasukan pemerintah yang sebagian besar anggotanya keturunan etnis Tutsi. Kelompok pemberontak lain yaitu Front Pembebasan Nasional tidak ikut dalam perundingan perdamaian karena tidak setuju dengan syarat-syarat yang ada. Selama sembilan tahun terakhir, perang saudara di Burundi telah menewaskan 300 ribu orang dan menyebabkan setengah juta orang mengungsi. * AKSO MOGOK NASIONAL DI VENEZUELA Aksi mogok nasional dilakukan di Venezuela hari ini. Kemarin para pihak oposisi menyerukan aksi mogok sebagai protes terhadap kepemimpinan Presiden Hugo Chavez. Oposisi menuntut pemilihan umum yang dipercepat atau segera dilangsungkannya jajak pendapat tentang kedudukan Chavez. Ada perbedaan pendapat tentang sukses tidaknya aksi mogok tersebut. Para pelopor aksi mogok memperkirakan 80% warga ikut mogok. Sebaliknya, pemerintah menganggap aksi itu gagal total. Ini adalah aksi mogok nasional keempat untuk menentang pemerintahan Chavez. Presiden Chavez dituding menyebabkan keambrukan ekonomi di negara itu. * PEMEKARAN BIN, APA PERAN AUSTRALIA ? Intro: Hubungan Australia dengan negara-negara Asia Tenggara nampaknya akan memburuk. Tetapi ini bukan berarti bahwa kerjasama polisi dan intelijen negara-negara ini dengan Australia dalam memerangi terorisme akan berkurang. Mungkin sebaliknya yang akan terjadi mengingat negara-negara Asia tenggara juga berkepentingan dalam mencegah terorisme di dalam negeri masing-masing. Dengan latar-belakang ini perlu dilihat mengapa BIN akan memperluas jaringan organisasinya sehingga ke pelosok-pelosok wilayah Indonesia. Kalau begitu apa sebenarnya kaitan BIN dengan Australia? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Perdana Menteri Australia John Howard seperti diberitakan pers Australia, tetap tidak percaya pernyataannya akan merusak hubungan Australia dengan negara-negara tetangganya. Perdana Menteri John Howard baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk melakukan serangan awal terhadap para teroris di negara-negara tetangga. Sehubungan dengan itu penasehat keamanan Nasional Filipina, Roilo Golez, memperingatkan pemerintahnya bahwa Australia bisa menggunakan pakta anti terror yang sedang digodok Manila dan Canberra untuk melakukan aksi militer sepihak terhadap para teroris di Filipina. Australia juga sudah mengusulkan dilakukannya perubahan terhadap Piagam PBB dalam rangka memberi kekuasaan bagi sebuah negara untuk melakukan serangan awal di mana saja yang dianggap menjadi ancaman teroris. Sikap Australia ini oleh sejumlah Negara Asia Tenggara seperti Muangthai, Indonesia, Filipina dan Malaysia dianggap arrogan. Australia memang bersiap-siap melakukan serangan ke sebuah negara tetangganya jika ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya rencana serangan teroris terhadap negeri kangguru ini. Sesungguhnya yang dimaksudkan Australia itu ialah Indonesia. Tetapi yang marah-marah justru Malaysia yang pernah menjadi sarang Jemaah Islamiyah. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad langsung mengatakan, negaranya siap perang menghadapi Australia. Di Indonesia reaksi lembek datang dari Panglima TNI Endriartono Soetarto. Aksi militer Australia semacam ini dianggapnya sebagai agresi. Dan TNI tidak akan tinggal diam, ujarnya. Seorang pakar intelijen, Soeripto SH yang kini ditahan pihak kepolisian karena membela Amrozi cs, mengatakan sebenarnya jika diindikasikan di Indonesia ada teroris internasional, maka pelu diperjelas siapa yang dimaksudkan dengan kelompok teroris itu. Suripto: Mengenai masalah terorisme internasional itu, jika diindikasikan bahwa di Indonesia itu ada terorisme internasinal, maka kita perlu lebih jelas lagi pembuktian-pembuktian dan informasi-informasi yang akurat. Siapa yang dimaksud dengan terorisme internasional itu. Sebab selama ini terkesan bahwa yang dimaksud dengan terorisme internasional adalah terorisme internasional dengan konotasi kelompok-kelompok Islam yang dianggap radikal dan fundamental. Jadi dalam hubungan ini kita perlu juga melihat istilah-istilah yang akhir-akhir ini sering digunakan yaitu terorisme ini Kalangan lain mengatakan Endriartono tidak bisa bersikap keras terhadap Australia, antara lain disebabkan pemerintahan John Howard sekarang justru ingin merangkul TNI dan Polri. Apalagi intelijen dan polisi Australia sedang giat-giatnya membantu intelijen dan polisi Indonesia. Dalam hubungan ini Australia mendapat dukungan Amerika Serikat dan Singapura. Bukan rahasia lagi bahwa pihak intelijen negara-negara ini ikut menjaga keamanan Kepala BIN Letjen Purnawirawan Hendro Priyono dan keluarganya. Maka tidaklah mengherankan jika BIN atau Badan Intelijen Negara ini akan mengembangkan organisasinya hingga ke daerah tingkat I dan II. Secara teoritis BIN yang anggarannya sangat kecil tidak akan mampu mengembangkan organisasinya seperti itu. Memelihara kantor-kantornya di daerah saja BIN sudah kewalahan. Apalagi membuka kantor di daerah-daerah tingkat II. Maka langkah ini jelas sarat dengan muatan politik. Apalagi kalau bukan untuk melakukan represi, kata seorang tokoh Partai Keadilan. Kalangan LSM pun berpendapat sama. Seharusnya Komisi II DPR RI yang mempertanyakan darimana anggarannya, karena dana dari luar negeri harus dapat dibuka secara transparan. Tetapi bukankah Komisi I pun didominasi Fraksi PDI-Perjuangan? Sedangkan Hendropriyono sebagai tokoh PDI-Perjuangan sudah pasti akan menjalankan garis politik partai terbesar tersebut. * BANTUAN DANA INTERNASIONAL SIAP DIKUCURKAN UNTUK PACU PERDAMAIAN ACEH Disponsori Jepang, donor internasional seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Bank Dunia bertemu di Tokyo membicarakan pengucuran bantuan untuk Aceh sebagai pendorong perdamaian. Bantuan dana ini lebih ditujukan pemulihan setelah Aceh dilanda konflik sejak 1976. Kepada Radio Nederland, Sahri Sakidin, Kepala Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan pembicaraan berlangsung positif. Sahri Sadikin [SS]: Semua pihak punya antusiasme terhadap proses ini, dan kelihatannya kalangan-kalangan yang akan memberikan dukungan agar penandatanganan agreement (kesepakatan - red.) itu dapat berlangsung baik mendapat pujian yang cukup banyak dari para peserta. Radio Nederland [RN]: Itu bagaimana mekanismenya, apakah itu akan diserahkan ke pemerintah atau mereka akan langsung datang ke Aceh karena sudah otonomi daerah, begitu? SS: Ngga, itu mekanisme yang sedang dalam bentuk akhir yang akan dilakukan. Bagaimana formatnya apakah langsung seperti pertanyaan tadi, ataukah bentuk-bentuk lain. RN: Ada kesan bahwa dunia internasional sudah lelah dengan konflik di Aceh dan mereka ingin cepat selesai sehingga tidak lagi memperhatikan aspek-aspek penting sebagai prasyarat peradilan HAM. Bagaimana, apakah dalam pertemuan tersebut disebutkan dana ini dikucurkan apabila ada peradilan HAM atau penegakan HAM begitu di sana? SS: Tidak sampai sejauh itu. Tetapi semua pihak menyampaikan semua keinginan mereka untuk segera dapat bicarakan salah satu model pendekatan sehingga konflik Aceh dapat terselesaikan. Itu intinya. RN: Jadi tidak ada semacam tuntutan dari negara donor sebagai syarat agar ini dikucurkan begitu? SS: Tuntutan tidak, tapi keinginan untuk melihatnya segera ini. Sebab ini momentum yang paling berharga yang ditemui selama ini. Keinginan yang di dalam negara kita sendiri baik dari GAM maupun dari pihak pemerintah Indonesia, kesungguhannya dan momentum ada penandatanganan perjanjian ini yang disebut momentum itu. RN: Nah GAM tidak hadir dalam pertemuan internasional ini, bagaimana apakah ini betul? SS: Tidak menteri kita, sudah menyampaikan minggu lalu, bahwa pihak GAM diwakili oleh Henry Dunant Centre, walaupun orang-orang Aceh sekitar tujuh tokoh-tokoh utama Aceh hadir juga dalam pertemuan ini secara aktif. RN: Jadi ini ada kesan semuanya mengarah ke tanggal 9 Desember untuk menekan tanda kutip ya , Indonesia dan GAM teken perdamaian SS: Kira-kira begitulah pak! RN: Tanpa memperhatikan kehendak rakyat Aceh lagi? SS: Tidak, justru sekaligus dengan ini kita formulasikan bagaimana mencari formulasi yang kira-kira kedua keinginan, atau keinginan macam apapun bisa dikombinasikan sedemikian rupa dalam satu bentuk yang akan kita tuangkan pada tanggal 9 nanti. Dunia internasional atau pihak-pihak luar, akan ikut mendukung secara konret kalau itu memang dapat dilakukan. Demikian Sahri Sakidin, kepala penerangan KBRI di Tokyo. Sementara itu Tasuku Iizuka dari Jaringan LSM Jepang Untuk Indonesia, JANNI di Tokyo menilai pertemuan bantuan internasional sangat politis dan hanya berupaya melindungi kepentingan perdagangan Jepang. Taziku Iizuka [TI]: Pertemuan itu sangat politikal karena di Aceh, di markas GAM itu masih masih dikepung oleh TNI dan negara-negara donor itu bikin pertemuan bisa dilihat itu jadi tekanan untuk GAM untuk ikut proses perdamaian yang difasilitasi oleh pertama pemerintah Indonesia dan kedua negara-negara donor yang mau mendukung pihak pemerintah Indonesia. Radio Nederland [RN]: Jadi artinya pertemuan internasional lebih ke arah mendukung pemerintah Indonesia menekan GAM begitu? TI: Ya menurut saya begitu. RN: Karena pertemuan ini juga sangat disponsori oleh Jepang, apakah anda menilai bahwa Jepang memang lebih tertarik mendukung Indonesia untu menekan GAM begitu? TI: Iya saya pikir begitu RN: Jepang yang mensponsori pertemuan ini mendukung Indonesia dalam hal Aceh ini, saya ingin tahu kenapa bisa seperti itu? TI: Ya mungkin terutama masalah politik geografis, Jepang kan negara perdagangan jadi keamanan di kawasan selat Malaka itu memang penting sekali. Yang kedua tentang hasil dari sumber daya alam. Banyak perusahaan Jepang terutama perusahaan listrik dan gas import dari kawasan Aceh. Awal tahun ini gara-gara ada konflik di Aceh perusahaan gas Jepang harus ambil LPG dari Kalimantan. Ada masalah kayak begitu. Demikianlah Tasuku Iizuka dari Jaringan LSM Jepang Untuk Indonesia, JANNI di Tokyo. Dan sebelumnya anda juga sudah mendengar Sahri Sakidin, Kepala Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
