---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 04 Desember 2002 16:00 UTC



** HARI INI GAM RAYAKAN HUT KE 26

** PEMERINTAH TIMOR LESE SERUKAN KEADAAN DARURAT SETELAH KERUSUHAN DI
DILI

** KEBAKARAN HUTAN BESAR-BESARAN DI NEW SOUTH WALES AUSTRALIA

** TOPIK GEMA WARTA: KESULITAN EKONOMI DAN BUDAYA KEKERASAN LATAR
BELAKANG KERUSUHAN DILI

** TOPIK GEMA WARTA: GAM BERHASIL LAKUKAN PELBAGAI UPACARA PERINGATAN
ULTAH, MESKI ADA ANCAMAN DARI PIHAK  RI

** TOPIK GEMA WARTA: KPK MENGGESER KPKPN DEMI KEPENTINGAN MEGA DAN
RACHMAN CS



* HARI INI GAM RAYAKAN HUT KE 26

Hari ini, Gerakan Aceh Merdeka merayakan hari ulang tahunnya yang ke
26 sekalipun dilarang oleh pemerintah. Menurut salah seorang komandan
GAM, Amri bin Abdul Wahab, perayaan dilakukan diseluruh 17 wilayah
komando GAM dan sejumlah wilayah lainnya di Aceh. Wahab menyebutkan
bahwa pasukan GAM siaga penuh terhadap kemungkinan serangan aparat
keamanan. Selain itu ia juga menyerukan agar aparat keamanan tidak
mengganggu jalannya perayaan karena ini akan menghambat
penandatanganan perjanjian damai di Jenewa 9 desember mendatang.

Pernyataan kemerdekaan 26 tahun silam diperingati dalam upacara
militer. Para anggota GAM menegaskan tidak akan menghentikan
perjuangannya. Selama 26 tahun perjuangan GAM tersebut, lebih dari
10.000 korban tewas. 1.200 diantaranya terbunuh tahun ini.


* PEMERINTAH TIMOR LESE SERUKAN KEADAAN DARURAT SETELAH KERUSUHAN DI
DILI

Pemerintah Timor Leste menyerukan keadaan darurat setelah pecahnya
kerusuhan di ibukota Dili. Selain itu, juga diberlakukan jam malam.
Kerusuhan pecah saat sekitar 500 mahasiswa berdemonstrasi dekat
gedung parlemen. Para mahasiswa tersebut memprotes penahanan terhadap
seorang pelajar. Ketika situasi tidak terkendalikan lagi, polisi
melepaskan tembakan. Akibatnya jatuh sedikitnya 2 korban tewas. Dalam
kerusuhan itu sebuah sebuah pasar swalayan dibakar dan sebuah hotel
dirusakkan. Sejak kemerdekaannya sering terjadi kerusuhan di Timor
Leste, tapi belum pernah segawat kali ini.


* KEBAKARAN HUTAN BESAR-BESARAN DI NEW SOUTH WALES AUSTRALIA

Wilayah New South Wales di Australia tengah dilanda kebakaran hutan
besar-besaran. Api menjalar dekat wilayah pinggiran kota Sydney.
Akibatnya sejumlah penduduk harus dievakuasi. Lima petugas pemadam
kebakaran dan dua penduduk dirawat di rumah sakit karena menderita
luka bakar. Selain itu sekitar 100 anggota militer yang melakukan
latihan di hutan tersebut dinyatakan hilang. Namun petugas pemadam
kebakaran menduga mereka tidak berada dalam keadaan berbahaya. Tahun
lalu wilayah di sekitar Sydney dilanda kebakaran hutan yang paling
parah. Tahun ini, akibat musim kering berkepanjangan, Australia juga
terus mengalami kebakaran hutan.


* PUTIN NYATAKAN PERANG TERHADAP TERORISME SAAT BERKUNJUNG KE INDIA

Presiden Rusia Vladimir Putin sekali lagi menyatakan akan memerangi
terorisme habis-habisan. Hal ini dinyatakan dalam kunjungannya ke
India. Dalam kunjungan ini Putin akan bertemu para pemimpin India
termasuk Perdana Menteri Atal Behari Vajpayee. Selain perang terhadap
terorisme pemimpin kedua negara akan membicarakan kerjasama ekonomi
dan militer. India dan Rusia merencanakan akan membangun bersama
sejumlah reaktor nuklir.


* ANCAMAN BOM DI PERUSAHAAN MEBEL SWEDIA DI BELANDA

Hari ini, perusahaan mebel Swedia IKEA menutup seluruh cabangnya di
Belanda karena informasi tentang adanya bom di salah satu toko.
Polisi telah memeriksa sepuluh toko IKEA dan menemukan benda
mencurigakan di cabang yang terletak di kota Utrecht. Sebagai
tindakan pengamanan, sebagian jalan bebas hambatan yang berdekatan
dengan toko itu ditutup dan jalur pelayaran sepanjang kanal Amsterdam
- Rhine dihentikan. Selanjutnya, para karyawan toko dipulangkan.
Menurut IKEA mereka menutup gudang dan pertokoannya demi keselamatan
para karyawan dan para pengunjung. Hingga kini belum jelas dari mana
ancaman bom tersebut berasal. Selasa kemarin sebuah bom meledak di
cabang IKEA di kota Slidrecht. Sedangkan di cabang Amsterdam
ditemukan sebuah benda mencurigakan.


* AMERIKA SERIKAT INGIN PARA INSPEKTUR SENJATA PBB GUNAKAN METODE
KERJA LEBIH AGRESIF

Amerika Serikat ingin agar para inspektur senjata PBB menggunakan
metode kerja yang lebih agresif. Menurut seorang pejabat tinggi AS,
Washington mendesak untuk mengganti pemeriksaan sistematis yang
digunakan saat ini dengan pemeriksaan di berbagai lokasi secara
bersamaan. Usul ini telah disampaikan pada kepala inspeksi senjata
PBB, Hans Blix, saat ia berunding dengan penasihat keamanan AS
Condoleezza Rice. Namun, Blix menolaknya. Sementara itu menteri luar
negeri AS, Colin Powell, menyatakan bahwa inspeksi senjata di Irak
telah mulai dengan baik.

Kemarin para inspektur senjata memeriksa salah satu istana
kepresidenan Saddam Hussein secara mendadak. Dilaporkan bahwa
inspeksi tersebut berlangsung tanpa hambatan. Hal ini sangat berbeda
dengan inspeksi yang dilakukan empat tahun silam.


* ANGKATAN LAUT PRANCIS ALIHKAN RUTE KAPAL TANKER KARENA RESIKO
PENCEMARAN LINGKUNGAN

Angkatan laut Prancis mengalihkan rute pelayaran sebuah kapal tanker
yang berusia lebih dari 20 tahunan untuk menghindari resiko
pencemaran lingkungan. Kapal tanker yang berdinding satu lapis dan
bermuatan bahan bakar miyak itu berlayar didampingi oleh kapal
angkatan laut Spanyol.

Kapal yang berbendera Malta itu tengah dalam perjalanan dari Estonia
menuju Singapura. Pengalihan rute pelayaran  tersebut dilakukan
setelah Prancis, Spanyol dan Portugis menyatakan akan bersikap lebih
keras terhadap kapal tanker tua berdinding satu lapis. Pernyataan ini
dipicu oleh bencana ekologis akibat tenggelamnya kapal tanker minyak
Prestige di pantai Spanyol.

Komisi Eropa ingin agar pelayaran kapal tanker berdinding satu lapis
bermuatan minyak atau bahan kimia lainnya segera dilarang. Brussel
menyatakan bahwa larangan ini harus diajukan di KTT Uni Eropa di
Kopenhagen Desember mendatang.


* KESULITAN EKONOMI DAN BUDAYA KEKERASAN LATAR BELAKANG KERUSUHAN
DILI

Jam malam mulai diberlakukan hari ini di Dili, ibukota Timor
Lorosa'e, untuk mengendalikan kerusuhan yang paling sedikit telah
menewaskan dua orang, sementara puluhan lainnya luka serta beberapa
bangunan hangus terbakar, termasuk gedung pemerintah dan sebuah
supermarket investasi asing pertama milik Australia. Aksi kekerasan
ini merupakan terbesar pertama kalinya sejak Timor Leste meraih
kemerdekaan resmi 20 Mei 2002 lalu. Radio Nederland menghubungi
Aniceto Neves, ketua advokasi HAM dari yayasan HAK di Dili, untuk
mengetahui latar belakang peristiwa ini.

Aniceto Neves [AN]: Peristiwa ini sebenarnya akumulasi berbagai macam
protes masyarakat yang selama ini belum ditindak lanjuti oleh
pemerintah Timor Loro Sa'e dewasa ini. Yang pertama adalah bahwa
kepentingan anak-anak pelajar SMA  28 November di Dili yang salah
satu siswanya ditangkap oleh pihak polisi, kemarin di sekolahnya
kemarin. Dewan guru termasuk dengan wakil siswa itu melakukan protes
ke pemerintah.

Pada saat yang sama di Dili sejak tanggal 9 November lalu itu ada
demonstrasi massa dari kelompok-kelompok yang teridentifikasi yaitu
kelompok CPDRCR, kelompok ex - Falintil dan juga ex- Clandestine,
mereka yang selama ini tidak berhasil bergabung di dalam angkatan
bersenjata dan juga tidak terakumulasi kepentingannya untuk mendapat
akses ke kegiatan bisnis dan seterusnya.

Dua kepentingan itu kemudian bertemu hari ini di parlemen nasional,
maka terjadilah bentrok antara massa dari ex- Falintil, massa dari
SMA 28 November Dili dengan pihak polisi yang berusaha untuk
menetralisir situasi pada hari ini. Akibat dari konflik itu telah
menimbulkan beberapa korban, yang berhasil teridentifikasi adalah
satu orang siswa dari SMA 28 November Dili meninggal dunia karena
ditembak aparat kepolisian kemudian sekitar tujuh atau delapan orang
sampai detik ini teridentifikasi mengalami luka-luka kena tembakan
dan juga luka-luka sebab dari serangan-serangan itu.

Radio Nederland [RN]: Yang saya tidak mengerti ini penyebab
kerusuhannya jadi bukan karena penangkapan pelajar itu ya? Jadi tidak
ada hubungannya itu?

AN: Iya pada akhirnya kerusuhan itu karena melibatkan massa di luar
massa siswa SMA 28 November, sehingga kerusuhan itu menjadi besar. Di
situ sudah mulai ada kepentingan untuk mengganti Mari Alkatiri,
mereformasi kabinet RDTL dan mereformasi dewan menteri dan seterusnya
dan seterusnya. Termasuk mengganti komisaris polisi, dan seterusnya.

RN: Tapi sampai sekarang belum jelas kenapa siswa itu ditangkap ya?

AN: Siswa itu ditangkap karena menjadi buronan dari pihak polisi di
Dili karena yang bersangkutan terlibat dalam beberapa perkelahian
yang menimbulkan orang mati, sehingga polisi dengan cara-cara
intelejen datang dan menangkap saat yang bersangkutan mengikuti
pelajaran.

RN: Tapi faktor yang membuat ini menjadi kerusuhan besar adalah
faktor kelompok-kelompok yang merasa tersisihkan begitu ya dalam
sistem pemerintahan baru Timor Timur ini?

AN: Iya, betul sekali. Persoalannya adalah bahwa terlalu banyak janji
yang yang diberikan oleh orang-orang yang duduk dalam pemerintahan
sekarang ini. Dan itu menjadi tidak realistis sampai sekarang ini
sehingga menimbulkan protes yang keras. Dan dalam kondisi sekarang
ini, yang diperlukan itu adalah dialog antara pemerintah dan
masyarakat supaya mengerti bahwa terbatasnya lapangan kerja itu
sebagai akibat dari tidak adanya dana untuk membuka lapangan kerja
dan seterusnya.

RN: Apakah budaya kekerasan semacam ini mungkin juga sebagai akibat
rakyat Timor Leste mengalami masa-masa kekerasan yang ditinggalkan
Indonesia dulu. Begitu ya, jadi dipelihara terus.

AN: Bukan dipelihara, tapi harus diakui bahwa kekerasan sebagai
konsekuensi dari kehidupan masyarakat yang dihadapkan dengan
kekerasan selama pendudukan Indonesia 24 tahun di Timor Loro Sa'e.
Bahwa selama pendudukan itu rakyat Timor Loro Sa'e itu berada dalam
situasi yang sangat keras dimana segala persoalan masyarakat itu
harus diselesaikan dengan kekerasan-kekerasan.

Masyarakat Timor Loro Sa'e sampai sekarang belum terbiasa walaupun
ada upaya-upaya untuk menyelesaikan secara dialog dan konsensus,
tetapi kita membutuhkan waktu yang lama untuk terjadi perubahan
perilaku di dalam menyelesaikan masalah-masalah itu. Semua orang di
Timor Loro Sae itu tidak boleh dibangun dengan kekerasan tetapi
dengan dialog dan dengan kerjasama semua pihak.

RN: Lalu bagaimana dengan posisi Presiden Xanana Gusmao, tentu
kekecewaan kelompok-kelompok yang tidak terwakili oleh pemerintah,
bahkan mungkin menyimpan kekhawatiran atau dendam ini akan
menyulitkan Presiden Xanana Gusmao?

AN: Ya hari ini saya terlibat secara penuh di dalam proses negosiasi
yang dilakukan oleh Bapak Presiden Xanana Gusmao, berusaha untuk
datang ke massa yang melakukan bentrokan itu dan Xanana Gusmao telah
berusaha untuk melakukan negosiasi dan dialog dengan massa itu, dan
Xanana juga telah berhasil meminta wakil massa untuk bertemu dengan
Perdana Menteri Mari Alkatiri dan parlemen nasional hari ini. Tetapi
jelas bahwa ada upaya yang sangat kontruktif dan sangat positif yang
dilakukan oleh Xanana dalam menghadapi persoalan ini.

RN: Dampak politiknya buat Xanana sudah kelihatan?

AN: Belum kelihatan, karena sikap politik bapak Presiden sendiri
dalam masalah ini belum ada. Mudah-mudahan ada sikap yang resmi
setelah pertemuan ini.

Demikianlah Aniceto Neves, ketua advokasi HAM pada Yayasan HAK di
Dili.


* GAM BERHASIL LAKUKAN PELBAGAI UPACARA PERINGATAN ULTAH, MESKI ADA
ANCAMAN DARI PIHAK  RI

Intro: Meski ada ancaman dari pihak RI, upacara-upacara ulang tahun
ke 26 Gerakan Atjeh Merdeka (GAM) berjalan dengan lancar. Demikian
tegas Tengku Amni, juru runding GAM kepada Radio Nederland. Selain
itu Tengku Amni mengkritik pemerintah RI yang bersedia melakukan
perundingan damai, tapi tetap melakukan kekerasan. Mengenai kritikan
bahwa pihak GAM juga menindas rakyat Aceh dengan melakukan pemerasan,
Tengku Amni menyatakan bahwa itu bukan pemerasan, tetapi pemungutan
pajak.

Tengku Amni [TA]: Seperti biasa bahwa upacara ulang tahun GAM itu
sudah berlangsung sejak pertama dideklarasikan pertama pada 4
Desember 1976 dan itu selalu dilaksanakan setiap tahunnya di mana
kesempatan-keempatan yang memungkinkan akan dilaksanakan. Dan pada
kali ini adalah ulang tahun yang 26 dan setiap wilayah itu acara yang
dilangsungkan yang dipimpin oleh panglima wilayah setempat dengan
membaca surat pernyataan proklamasi atau pernyataan kembali
kemerdekaan Aceh. Dan juga dibaca kata sambutan dari wali negara Dr.
Hasan Ditiro.

Radio Nederland [RN]: Siapa saja itu panglima wilayah yang anda sebut
tadi?

TA: Setiap wilayah masing-masing ada 17 wilayah di Aceh. Di Zenib itu
panglimanya Tengku Darwi Zenib, yang di Pase atau Aceh Utara itu
Tengku Sofyan Daud dan Perlak itu Tengku Sanusi. Begitu juga
ditempat-tempat lain yang diadakan secara serentak pagi tadi dan
berlangsung secara sukses. Tapi tidak semuanya dilaksanakan. Ada
beberapa tempat seperti Sabang ada satu pulau itu yang memang
dilaksanakan secara kecil-kecilan saja disatu rumah yang menjadi
markas kita.

RN:Seperti diketahui bahwa sebentar lagi akan digelar perundingan
antara GAM - RI, bagaimana harapan-harapan anda? Maksud saya
sehubungan dengan harapan untuk damai, tetapi kalau kita lihat juga
kekerasan itu masih ada.

TA: Kami melihat bahwa sekecil apa pun peluang untuk melakukan
perundingan itu sebetulnya harus dimanfaatkan, baik oleh RI mau pun
oleh GAM, dan untuk menyelesaikan masalah Aceh kami melihat bahwa
harus ditempuh upaya-upaya damai, jangan digunakan cara-cara
kekerasan. Pada pertemuan yang akan berlangsung, kemungkinan akan
berlangsung tanggal 9 Desember itu akan membahas bagaimana
menghentikan kekerasan atau menghentikan permusuhan. Cessasion of
hostility (penghentian tindakan kekerasan -red.), jadi ya pada
perundingan itu akan membahas mekanisme-mekanisme untuk tidak
menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuan politik.

Bagi kami, kami memang melihat bahwa upaya untuk melakukan dialog
langsung selama kurang lebih 2,5 tahun ada upaya-upaya yang dilakukan
oleh pihak Indonesia untuk supaya  tidak tercapainya hasil
kesepakatan itu di lapangan. Hal itu terlihat bahwa pada tanggal 1
Desember juga seorang panglima kami yaitu panglima wilayah Sabang itu
ditangkap dalam keadaan hidup, namun pada tanggal 2 Desember itu
korban sudah dibunuh dengan alasan-alasan yang direkayasa. Hal ini
mengkuatirkan kami bahwa niat baik membangun perundingan itu dari
pihak RI itu patut kami pertanyakan apalagi kejadian ini bukan yang
terjadi pertama kali.

Sebelumnya juga panglima besar kami Tengku Abdulah Safi'ie juga
dibunuh sewaktu akan dilakukannya perundingan. Dan salah satunya lagi
adalah Hayah Sofyan seorang juru bicara di wilayah Aceh Raye atau di
wilayah Banda Aceh, juga dibunuh sewaktu kami berada di Jenewa. Waktu
perundingan bulan Mei yang lalu. Laporan terakhir yang kami terima
tahun ini saja 2000 lebih orang Aceh terkorban.

Itulah yang kami lihat kalau memang Indonesia ingin melakukan
upaya-upaya damai dalam menyelesaikan masalah Aceh, tentu upaya damai
itu tidak bisa dijalankan seiring dengan operasi militer. Operasi
militer dengan perundingan itu tidak bisa berjalan paralel, tidak
bisa berjalan seiring. Salah satunya yang akan menang adalah operasi
militer itu. Artinya upaya-upaya damai, yang sedang dirintis, yang
difasilitasi oleh Henry Dunant Centre tentu tidak akan mencapai
tujuan dan tidak akan memuaskan semua pihak, kalau memang pihak
Indonesia masih terus dengan upaya-upaya ofensif militer mereka di
sini. Hal ini sangat kami sesalkan pembunuhan terhadap masyarakan
sipil, yang jelas mereka tidak bersalah, tidak berdosa.

RN: Terakhir Tengku Amni, selama ini pihak TNI selalu dituduh
menindas rakyat Aceh, tetapi ada juga berita-berita yang mengatakan
bahwa GAM juga melakukan hal yang sama, memeras rakyat Aceh. Jadi
misalnya mereka memungut dana dengan secara paksa. Bagaimana komentar
anda dalam hal ini?

TA: Kami tidak pernah melakukan pemerasan. Kami memang iya mengutip
pajak pada masyarakat yang jelas-jelas sampai sekarang kami
mengatakan bahwa ini adalah wilayah kami dan setiap orang yang
tinggal di sini harus memberikan pajak.

Demikianlah Tengku Amni Juru runding GAM di Banda Aceh.


* KPK MENGGESER KPKPN DEMI KEPENTINGAN MEGA DAN RACHMAN CS

Akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, dibentuk dengan
mengorbankan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara, KPKPN.
Orang-orang keras dari KPKPN tersingkir. Untuk sementara PDI-P bisa
menyelamatkan orang-orangnya termasuk Jaksa Agung MA Rachman.
Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Disetujuinya RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi mengherankan banyak kalangan. Setelah lebih dari dua tahun
RUU ini dibiarkan terbengkelai, tiba-tiba saja DPR menyetujui untuk
dijadikan undang-undang. Satu hal yang kontroversial dari RUU yang
disetujui oleh DPR adalah dilikuidasinya lembaga KPKPN. Lembaga ini
dipimpin oleh Yusuf Syakir yang terakhir kali sibuk berupaya
memperkarakan Jaksa Agung M Rachman. KPKPN juga berupaya menyoroti
apartemen milik Laksamana Sukardi, dan rumah barunya Megawati.

Maka muncul suara sumbang bahwa pembentukan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) tidak lain untuk mengusir KPKPN atau Komisi Pemeriksa
kekayaan Penyelenggara Negara. Pembentukan KPK diproses melalui
Undang-Undang. Dengan demikian cerita lama pemberantasan korupsi di
Indonesia akan kembali berulang sekedar menjadi mulut manis penguasa
belaka.

Berbagai kalangan menyambut pesimis bahwa KPK yang baru akan dibentuk
ini benar-benar memiliki kemampuan membasmi korupsi hingga ke
akar-akarnya. Memang sulit dipungkiri bahwa pembentukan KPK
benar-benar terlepas dari konteks peristiwa yang ada. Semula KPK
banyak ditentang oleh berbagai kalangan, terutama jaksa dan polisi
yang dikebiri kewenangannya dalam menangani kasus-kasus korupsi.
Padahal, bila jaksa dan polisi diberi kewenangan, seperti yang
terjadi sekarang ini, hanya segelintir koruptor saja yang dinyatakan
bersalah. Selebihnya tetap aman menjalankan kegiatan sehari-hari.
Bahkan Ketua DPR-RI Akbar Tandjung yang divonis bersalah tetap saja
memimpin lembaga terhormat itu.

Di sisi lain, Teten Masduki dari Indonesian Corruption Watch juga
meminta agar pembentukan KPK ditunda hingga 2004, dengan asumsi bahwa
setelah tahun 2004 telah terbentuk pemerintahan yang benar-benar
berwibawa. Kalau KPK dibentuk sekarang, lanjut Teten, pemerintahan
Megawati dikawatirkan tidak akan mampu mengatasi permasalahan korupsi
di Indonesia yang sudah sedemikian akut. Kenapa tiba-tiba pembahasan
RUU KPK berjalan lancar? Ketua Dewan Pembina YLBHI yang juga tim
perumus RUU KPK Adnan Buyung Nasution pun sulit menyembunyikan
keterkejutannya. Mengingat selama ini pembahasan RUU ini begitu alot.


Adnan Buyung Nasution: Maka secara prosedural saya heran juga kenapa
Undang-undang itu tiba-tiba bisa disetujui begitu cepat dan dengan
keputusan-keputusan yang tampaknya memang kesannya seolah suatu
doorbraak , suatu terobosan hukum tapi kalau kita kaji lebih dalam
saya mempertanyakan itu. Saya mempersoalkan sesahihan dari pada
keputusan itu. Yang saya maksud begini ya, pertama, dari mula kita
memang kita masih berdebat tentang keanggotaan Komisi Pemberantasan
Korupsi ini. Bahkan keberadaannya pun masih dipersoalkan karena dari
pihak kepolisian  dan kejaksaan itu menolak keras adanya komisi yang
independen dengan kewenangan yang begitu besar. Sebab mereka merasa
dan menganggap itu sebagai bukan saja saingan tetapi mengurangi
bahkan meniadakan kewenangan mereka.

Buyung yang  acap dipanggil Abang oleh para aktivis ini juga setuju
bila pembentukan KPK ini sulit dipisahkan dari keresahan elite
penyelenggara negara terhadap KPKPN. Karena RUU yang disetujui oleh
DPR ini dengan tegas akan menempatkan KPKPN menjadi sub-ordinat dari
KPK.

Memang kini lembaga KPKPN yang dibentuk dengan rujukan TAP MPR
terancam bubar. Dia pun akan mengalami nasib tragis seperti
lembaga-lembaga pemberantasan korupsi yang dibentuk sebelumnya,
seperti Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi yang mulai menemui
perlawanan keras dari elite penyelenggara negara setelah berani
mengusik ketenangan Hakim Agung. Memang, ayunan langkah KPKPN dinilai
para elite penyelenggara negara sudah kebablasan.

Selasa lalu, Ketua KPKPN, Yusuf Syakir dengan didampingi dua anggota
DPR dari F-PDI Yulius Usman dan Firman Jaya Daeli, secara resmi
melaporkan Jaksa Agung M. Rachman yang menurutnya tidak melaporkan
kepemilikan rumah mewah di Cinere yang sekarang diperkirakan bernilai
Rp 2,4 milyar, dan giro bilyet sebesar Rp 200 juta, serta sebuah
mobil sedan KIA Carnival. Langkah KPKPN ini menyulut reaksi dari
kalangan Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Barman Zahir, mengemukakan
bahwa KPKPN telah menjadi alat politik pihak tertentu untuk
melengserkan M. Rachman dari jabatannya. Kejagung juga berkesan
mengulangi lagu lama, dengan berlindung di balik ketentuan
prosedural, bahwa pemeriksaan yang dilakukan KPKPN tidak sah karena
tidak disertai adanya ijin dari Presiden.

Sesuai dengan peraturan pemerintah Nomer 65 Tahun 1999 tentang Tata
Cara Pemeriksaan Kekayaan Penyelenggara Negara, pemeriksaan hanya
dianggap sah bila ada ijin dari presiden. Dengan begitu, dalam satu
wawancara dengan stasiun televisi nasional, secara tegas Barman Zahir
setuju bila KPKPN dibubarkan. Tapi keinginan ini nampaknya akan
ditentang secara luas oleh masyarakat.

Kalangan LSM besar umumnya menyatakan tidak setuju bila KPKPN
dibubarkan atau menjadi bagian dari KPK. Karena fungsi kedua lembaga
ini berlainan. KPKPN bertugas mendata harta kekayaan penyelenggara
negara untuk dijadikan arsip. Bila dalam kurun waktu yang singkat
tiba-tiba kekayaan penyelenggara negara yang dicatatnya bertambah
secara luar biasa, bisa dijadikan bukti permulaan bahwa penyelenggara
negara tersebut patut diduga telah melakukan korupsi. Nah, disinilah
lembaga KPK berperan melakukan penyidikan. Sebab kalau yang melakukan
pendataan kekayaan dari KPK, belum tentu para penyelenggara negara
bersedia mengisi formulir, karena dia merasa tidak melakukan korupsi.


Sementara ini masalah KPK dan sorotan terhadap jaksa Agung masih akan
berlarut-larut. Tetapi Presiden Megawati tidak perlu menggeser
Rahman. Bukankah dengan menggeser Rachman ia mau tak mau harus
melakukan pergantian kabinet? Dan ini merupakan hal yang tabu bagi
Megawati sampai tahun 2004.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke