---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 09 Januari 2003 16:00 UTC



** WARTA BERITA DIULANG

** POLRI MENINDAK UNJUK RASA DI JAKARTA

** INDIA LAKUKAN UJICOBA RUDAL JARAK SEDANG KEDUANYA

** KOREA UTARA USULKAN PERTEMUAN TINGKAT MENTERI DENGAN KOREA SELATAN

** TOPIK GEMA WARTA: BURUH DAN MAJIKAN BERSEKUTU, ADAKAH PEMERINTAH
TERANCAM?

** TOPIK GEMA WARTA: WISATAWAN BELANDA TIDAK PERDULI TERHADAP
TERORISME DUNIA

** TOPIK GEMA WARTA: SIGORNAS KELUARKAN PERNYATAAN KERAS, BERKAT
DUKUNGAN TENTARA?



* WARTA BERITA DIULANG

Karena kesalahan teknis pada pengiriman warta berita edisi terdahulu,
maka untuk hari ini, warta berita dikirim ulang. Mohon para pelanggan
maklum adanya.


* POLRI MENINDAK UNJUK RASA DI JAKARTA

Pihak berwajid menindak aksi unjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM,
tarif dasar listrik dan telpon. Para pengunjuk rasa melempari polisi
dengan batu, dan polisi memukuli sejumlah demonstran dengan tongkat.
Tidak diberitakan adanya korban luka dan penahanan. Para pengunjuk
rasa yang terdiri dari sekitar 2.000 buruh dan mahasiswa berhimpun di
depan Istana Presidenan. Mereka menuntut lengsernya Presiden Megawati
Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz. Kamis hari ini merupakan
hari keempat berlangsungnya aksi protes terhadap kenaikan harga,
namun baru pertama kali terjadi bentrok kekerasan itu. Belum lama
berselang pemerintah di Jakarta menaikkan harga BBM denan 20 persen
dan tarif listrik dengan enam persen.


* INDIA LAKUKAN UJICOBA RUDAL JARAK SEDANG KEDUANYA

India melakukan ujicoba kedua rudal jarak sedangnya yang baru di
pangkalan pantai Timur India. Rudal baru tersebut adalah versi yang
lebih kecil yang dinamakan Rudal-Agni. Senjata rudal baru itu
berjarak-jangkau sampai 800 kilometer dan bisa bermuatan bom nuklir.
Secara teori versi jarak jauh Rudal-Agni mampu mencapai  Cina, sedang
jarak sedangnya bisa merupakan sarana menakut-nakuti Pakistan. Negara
tersebut juga memiliki rudal yang bisa bermuatan nuklir. Kedua negara
bertetangga tersebut tahun lalu berada di ambang perang, sebagai
akibat terjadinya serangan terhadap parlemen India. Pada bulan-bulan
belakangan, keadaan tenang bisa dipulihkan di kawasan perbatasan
kedua negara.


* KOREA UTARA USULKAN PERTEMUAN TINGKAT MENTERI DENGAN KOREA SELATAN

Korea Utara mengusulkan diadakan perundingan tingkat menteri dengan
Korea Selatan. Demikian diumukan pihak otorita  Korea Selatan.
Pyongyang menghendaki agar pertemuan itu diselenggarakan pada 21
sampai 24 Januari mendatang. Usulan itu merupakan petunjuk bahwa
Korea Utara bersedia berunding dengan Korea Selatan untuk mengurangi
ketegangan. Sebab terjadinya krisis sekarang ini adalah keputusan
Korea Utara untuk mengaktifkan kembali Pusat Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklirnya. Dengan itu negara tersebut bisa memproduksi
plutonium yang bisa dijadikan senjata nuklir. Langkah itu membuat
berang Amerika Serikat. Rabu kemarin, Pyongyang menuduh Amerika
Serikat, memperuncing bahaya perang nuklir di Semenanjung Korea.
Washington berseru kepada Korea Utara untuk melakukan perundingan
bilateral, namun belum mendapat tanggapan.


* MENLU INGGRIS DESAK INDONESIA IKUT MENEKAN BAGDAD

Senjata pemusnah massal Irak bukan saja ancaman bagi Barat, tetapi
juga bagi dunia Islam. Itulah pesan yang dibawa Menlu Inggris Jack
Straw dalam pidatonya di Jakarta. Hal itu sebagian sudah diumumkan.
Pejabat Inggris itu berseru kapada pihak Indonesia untuk ikut bersama
negara-negara yang menekan Bagdad agar melucuti senjatanya.  Menlu
Indonesia Hasan Wirajuda sebelumnya menyatakan, menentang keras
tindakan militer terhadap Irak. Wirajuda juga mengatakan, ia akan
menanyakan kepada Menlu Straw, Inggris punya bukti-bukti kongrit apa
tentang adanya senjata-senjata pemusnah massal di Irak. Jack Straw
merada di Indonesia selama dua hari, sebelum meneruskan lawatannya ke
Malaysia.


* AMERIKA SERIKAT MINTA BANTUAN CHEKO DALAM OPERASI MILITERNYA
TERHADAP IRAK

Amerika Serikat meminta bantuan mitra NATO-nya Cheko dalam
kemungkinan operasi militernya  terhadap Irak. Menurut Wakil Perdana
Menteri Pavel Rychetsky, Washington minta diperkanankan menempatkan
pasukan Amerika di Cheko dan penggunaan wilayah udara Cheko.
Selanjutnya Praha diminta agar kesatuan ahli-ahlinya di bidang
senjata kimiawi dan biologinya yang ditempatkan di Kuwait, untuk
sementara dipertahanakan. Parlemen Cheko selang satu setengah pekan
ini akan bersidang untuk mengambil sikap terhadap permintaan Amerika
tersebut.


* SEKTOR PERBANKAN DI VENEZUELA MOGOK

Venezuela kini sektor perbankannya yang mogok.  Para karyawan
Perbankan Kamis hari ini  dan Jum'at besok menghentikan kerjanya,
sebagai solideritasnya terhadap pemogokan umum yang sudah berlangsung
selama lima pekan di negeri itu. Segera setelah diumumkan, terjadi
antrean panjang di depan bank-bank, yang sejak dimulainya pemogokan
buka hanya sebentar saja. Presiden Venezuela, Hugo Chavez, mengancam
dengan tindakan keras terhadap para karyawan bank yang mematuhi
seruang mogok tersebut. Dengan aksi itu pihak oposisi bermaksud
memaksa  Chavez lengser, atau mempercepat diadakannya pemilu baru. Di
ibukota Caracas terjadi lagi kerusuhan Rabu kamarin. Para pengikut
Chavez menyerang sebuah bangunan di mana para pemimpin oposisi sedang
melakukan jumpa pers. Polisi anti-huruhara membubarkan para
demonstran dengan gas airmata.


* BURUH DAN MAJIKAN BERSEKUTU, ADAKAH PEMERINTAH TERANCAM?
Ada gejala menarik dalam demonstrasi menentang kenaikan tarif
listrik, telepon dan bahan bakar minyak (BBM) yang hari ini
berlangsung di Jakarta. Itulah peran para majikan, karena ternyata
yang bermonstrasi bukan hanya mahasiswa dan buruh, tetapi juga para
majikan. Secara tradisional buruh jelas berhadap-hadapan dengan
majikan. Kalau begitu mengapa hari ini mereka berjuang bersama?
Kepada Dita Sari, pemimpin Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia,
FNPBI, ditanyakan latar belakang persekutuannya ini dan sampai kapan
buruh akan berjuang bersama majikannya. Pertama-tama Dita Sari
menuturkan tuntutan aksinya di pusat ibukota Jakarta hari ini:


Dita Sari [DS]: Hari ini kita mengadakan aksi ke Istana Mega yang
mengikutsertakan sekitar 15 ribu buruh dan mahasiswa juga. Dan juga
diikuti oleh 20 asosiasi pengusaha.

Kita lari dari Bundaran HI sampai ke Istana dengan tuntutan batalkan
kenaikan BBM, TDL dan telepon. Juga kita sertai penolakan terhadap
paket reformasi ekonomi Megawati. Penolakan terhadap penjualan
aset-aset BUMN, privatisasi dan juga penolakan terhadap release and
discharge yang dikeluarkan Mega sekitar dua minggu yang lalu.

Radio Nederland [RN]: Jadi sebagai aktivis buruh, Anda berdemonstrasi
dengan kalangan pengusaha ya, majikan ya gitu ceritanya?

DS: Pada hari ini pengusaha menyatakan bahwa tidak akan ada PHK untuk
buruh. Jadi pada intinya mereka merasa bahwa ada kepentingan yang
sama dengan kaum buruh soal kenaikan BBM, TDL itu. Jadi memang ini
merupakan suatu bentuk rekonsiliasi sementara, sejenak, seketika.
Meskipun tentu saja pertentangan-pertentangan dalam masalah upah,
dalam masalah undang-undang itu akan terus ada. Tapi untuk sekarang
ada satu agenda nasional yang menuntut penyatuan dari seluruh
kelompok untuk bersama-sama melawan kebijakan pemerintah Mega.

RN: Itu gagasan siapa? Gagasan Anda atau gagasan para majikan?

DS: Gagasan para majikan. Karena ini persoalan kepentingan. Mereka
melihat ada kepentingan yang sama. Itu yang pertama. Kita juga
menolak kenaikan BBM, mereka juga.

Yang kedua dari jaman Belanda sampai jaman sekarang bangsa Indonesia
kan tidak punya tradisi melawan, melawan kekuasaan. Beraninya cuma
ngomel-ngomel di belakang. Bahkan mereka sering mendapat keuntungan
dari kekuasaan. Mendapat fasilitas dan perlindungan.

Nah sekarang giliran mereka betul-betul terpojok, mereka harus
berpaling kepada kekuatan mayoritas, yaitu rakyat, ya dalam hal ini
buruh. Maka saya bilang ini sifatnya temporer. Karena kami tahu kalau
misalnya kepentingan para pengusaha sudah terpenuhi, pasti kemudian
akan tetap muncul pertentangan antara kita dengan mereka.

Pada saat ini kita akan bersama-sama dengan pihak mana pun yang
secara konsisten menolak kenaikan BBM, TDL dan telepon. Jadi kalau di
tengah jalan nanti pengusaha kemudian tarik diri, mundur karena ada
konsesi, maka ya posisi mereka bisa jadi berseberangan. Tapi karena
saat ini mereka masih tetap mengatakan akan melawan, ayo kita
sama-sama dengan mahasiswa, dengan yang lain.

RN: Kalau gitu pengusaha semacam apa sebenarnya yang bergabung dengan
Anda dalam protes hari ini?

DS: Pengusaha-pengusaha yang kejepit, pengusaha-pengusaha yang kalah
bersaing dengan kekuatan global, pengusaha yang tergeser karena
pemerintah lebih mengakomodir kepentingan korporasi-korporasi
internasional. Pengusaha yang tergeser karena kebangkrutan yang
massal di kalangan mereka. Dan karena kebijakan pemerintah mereka
anggap tidak membantu investasi. Jadi karena mereka tergeser,
kejepit, mereka nggak punya pilihan lain, harus melawan. Dan
kebetulan kepentingan ini juga merupakan kepentingan banyak orang
lain di luar mereka. Jadi terus sama-sama itu, sebenarnya logis sih
kalau kemudian sama-sama.

RN: Tapi Anda tadi sudah mengatakan kemungkinan bahwa mereka akan
menerima konsesi dari pemerintah?

DS: Bisa, karena tuntutan pengusaha sebetulnya, mereka bilang minimal
ditunda. Kalau kita kan dari serikat buruh jelas: batalkan! Tapi di
kalangan pengusaha ditunda atau pun dikurangi. Itu bentuk kompromis
sebetulnya. Nah, kalau dari kita batalkan. Jadi, karena nanti ada
saat-saatnya misalnya sekarang kita bisa ketemu, tapi ada
saat-saatnya harus pisah, dan kembali lagi ke posisi seperti dulu.

RN: Siapa sebenarnya lebih merupakan lawan serikat buruh? Pemerintah
atau majikan dalam hal ini?

DS: Saat ini pemerintah. Dari dulu pun sebenarnya pemerintah. Karena
pemerintahlah yang dari dulu membuat keputusan tentang upah rendah,
yang melindungi pengusaha, dengan tentara, dengan polisi. Dari dulu
juga pemerintah. Cuma sekarang ini tambah kelihatan, karena desakan
dari globalisasi, itu bukannya membuat pemerintah malah melindungi
rakyatnya, tapi justru membuka pintu selebar-lebarnya bagi kekuatan
global untuk mengeksploitasi Indonesia.

Nah, jadi yang kita hadapi sekarang adalah pemerintah yang mendukung
kebijakan globalisasi yang menghancurkan rakyat. Neokolonialismelah
sebetulnya kalau bahasa Bung Karno ya. Penjajahan baru yang disahkan
oleh pemerintah nasional.

RN: Tapi bagaimana ini, misalnya soal kenaikan harga BBM. Itu kan
karena subsidinya besar sekali dan subsidi itu memberatkan APBN.
Bagaimana pemikiran Anda sebagai pemimpin serikat buruh dalam hal
ini?

DS: APBN itu berat. Mayoritas dana APBN, 40% itu bukan lari karena
subsidi. Itu karena satu, membayar hutang luar negeri. Dua membayar
bunga obligasi yang merupakan hutang dari para
konglomerat-konglomerat jahat itu yang sudah diputihkan oleh
Megawati. Jadi pemerintah kebagian yang membayar obligasinya. Dan
pemerintah juga berkewajiban membayar bunga cicilan ke IMF.

Dan itulah kenapa 40% uang kita di APBN, uang rakyat itu, dialokasi
ke sana. Nah, untuk bisa memenuhi dua kewajiban itu, obligasi dan
IMF, pemerintah memutuskan bahwa subsidi buat orang-orang miskin,
subsidi listrik, subsidi telepon, air segala macam harus ditarik.
Artinya di sini pemerintahan Mega jelas, membawa mandat IMF dan para
konglomerat, dan bukan mandat kita.

RN: Jadi Anda merasa sebagai serikat buruh ini dibebankan sesuatu
yang sebenarnya bukan tanggung jawab serikat buruh gitu?

DS: Bukan, itu bukan tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab
rakyat, bukan tanggung jawab buruh. Karena yang hutang itu bukan
kita, dan yang melindungi para konglomerat-konglomerat kan pemerintah
Mega. Baik melindungi dalam bentuk fisik, memang betul-betul fisik
dijaga keamanannya, mau pun melindungi dalam bentuk memberikan
undang-undang. Misalnya perpanjangan PKPS, memberikan Release and
Discharge itu.

Jadi kalau pikir, kalau memang pemerintah membawa mandat IMF dan
konglomerat, maka pemerintahnya harus diganti dengan sebuah
pemerintahan yang memang bisa membawa mandat kita. Kalau Mega enggak
bisa, ya buat apa diteruskan.

RN: Tetapi kan masalahnya subsidi BBM, hanya ada di Indonesia, di
tempat lain, di negara lain semakin dikurangi, dan bahkan sudah tidak
ada lagi.

DS: Jadi yang pertama ini adalah persoalan daya beli. Daya beli
rakyat sedang rendah-rendahnya. Dan bahkan tambah lama bukannya
tambah meningkat, tapi tambah hancur. Itu yang membedakan Indonesia
dengan misalnya beberapa negara yang lain.

Kedua kita melihat juga kontrol terhadap sumber-sumber energi kita.
Misalnya BBM. Produksi-produksi bahan bakar kita, terutama minyak dan
gas itu lebih banyak dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan asing yang
beroperasi di sini. Jadi bukan dikuasai sepenuhnya oleh BUMN atau
perusahaan-perusahaan negara milik rakyat.

Sehingga, tidak heran kalau kemudian harga minyak juga bukan
pemerintah yang bisa menentukan, tapi kekuatan global. Nah, menurut
kami inilah kenapa begitu mengerikannya nanti kalau pemerintah
betul-betul memprivatisasi Pertamina. Karena belum diprivatisasi
saja, kita yang memproduksi minyak itu tapi kita harus bayar lebih
mahal.

Makanya kita menganggap tidak cukup hanya soal menolak kenaikan BBM
tapi juga menuntut agar jangan sampai terjadi sumber-sumber energi
tidak dikuasai oleh rakyat, tapi dikuasai oleh perusahaan-perusahaan
multinational itu.


Demikian Dita Sari pemimpin Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia
FNPBI.


* WISATAWAN BELANDA TIDAK PERDULI TERHADAP TERORISME DUNIA


Bursa liburan Belanda dimulai Rabu lalu. Biro perjalanan secara resmi
mulai mencari langganan untuk musim liburan Agustus mendatang. Tujuan
liburan paling top di kalangan generasi muda mau pun dan tua adalah
wilayah Asia, karena tingkat harga di sana yang sangat rendah, budaya
yang berbeda dengan budaya Barat dan pantai-pantai yang sangat
mempesonakan. Dunia pariwisata seperti tampak dalam berbagai majalah
pariwisata populer, tidak mengenal jaringan teroris al-Qaedah.
Sepertinya serangan bom di Bali tidak pernah terjadi. Lebih lanjut
laporan redaktur Asia Ellen van Dalen.

Telepon tidak berhenti berbunyi di biro perjalanan Fox Vakanties di
Nieuw Vennep, Belanda Tengah. Warga Belanda secara massal bertamasya
dan tampaknya tidak memperdulikan ancaman perang di Irak atau situasi
bahaya di Asia Tenggara. Demikian hasil penelitian yang dilakukan
organisasi pemilik mobil Belanda, ANWB.

Bahkan Bali, di mana serangan teroris Oktober tahun lalu menewaskan
hampir 200 wisatawan, tetap sangat populer. Demikian tandas Jos
Nijenhuis, Direktur biro perjalanan Fox Vakanties:

Jos Nijenhuis: Sangat menarik bahwa hanya sedikit orang yang
membatalkan perjalanan mereka. Memang ada orang yang cemas, tapi
apakah ingin melanjutkan perjalanan atau tidak, itulah pilihan mereka
sendiri. Mereka sudah terbiasa dengan ide bahwa terorisme bisa muncul
di mana saja.

Apabila Jos Neijenhuis harus mengajukan usul kepada kliennya, maka ia
akan menganjurkan supaya mereka berkunjung ke Afrika atau Asia
Tenggara saja, karena tingkat harga di wilayah-wilayah itu sangat
rendah. Terutama setelah serangan di Bali, harga-harga merosot. Maka
dengan demikian mayoritas orang mampu mengadakan perjalanan jarak
jauh.

Menurut Nijenhuis serangan baru tidak dapat dicegah. Penulis Prancis
Michel Houellebecq sependapat. Demikian dapat dibaca dalam harian
Amerika The New York Times. Dalam buku terbarunya Houellebecq memberi
contoh serangan kaum ekstremis Muslim terhadap salah satu tempat
wisata di Thailand. Perdana Menteri Australia John Howard pun
sependapat. Ia menganjurkan kepada warga Australia supaya tidak
bertolak ke Filipina dan Thailand. Pengamanan di dalam negeri
diperketat setelah serangan di Bali. Semua gedung besar dijaga non
stop dan iklan-iklan memperingatkan masyarakat Australia terhadap
bahaya teroris.

Kementerian Luar Negeri Belanda menyebarkan informasi tentang kawasan
yang dianggap bahaya, yang sebaiknya tidak dikunjungi. Setelah
serangan di Bali Kementerian Luar Negeri mengimbau warganya supaya
ekstra waspada di Thailand, Malaysia, Indonesia dan bahkan Vietnam.
Kaum wisatawan dianjurkan supaya menghindari tempat-tempat yang ramai
dikunjungi orang. Wisatawan Belanda nampaknya tidak memperdulikan hal
ini. Demikian hasil wawancara dengan wisatawan di salah satu biro
perjalan yang ramai dikunjungi.

Seorang wisatawan: Saya baru saja kembali dari Thailand. Saya juga
berkunjung ke Thailand Selatan. Wisatawan dianjurkan supaya tidak
bertolak ke sana.. Saya memang tahu akan hal ini, tapi saya
mengabaikannya. Saya malah datang ke sebuah pesta besar di pantai.
Tidak terjadi apa pun. Kalau memang saya harus mati, ya apa boleh
buat. Saya tidak ingin mengubah hidup saya karena disuruh orang lain.


Apakah warga Belanda sangat berani atau justru naif? Menurut Jos
Nijenhuis warga Belanda adalah naif, sifat baik bagi seorang
wisatawan.

Jos Nijenhuis: Kami semua ingin menjadi orang naif. Berlibur itu
laksana sebuah impian, impian tentang pulau-pulau, orang yang baik
hati dan makanan enak. Ini menjadi ciri khas sebuah liburan, jauh
dari hidup sehari-hari.

Nijenhuis sependapat dengan anjuran pemerintah Belanda supaya
sebaiknya menghindari tempat-tempat populer yang banyak dikunjungi
wisatawan. Kunjungan ke sebuah teater atau diskotek sebaiknya
dihindari. Tapi di sisi lain Nijenhuis juga mengkritik cara kerja
pemerintah Belanda.

Jos Nijenhuis: Melihat kejadian di Bali, tidak masuk akal untuk
mengeluarkan anjuran negatif supaya orang tidak datang ke Indonesia,
sementara serangan hanya terjadi di Bali. Keputusan ini terlalu umum.
Kementerian luar ngeri sebetulnya harus memberi beberapa contoh
konkret: anda sebaiknya hati-hati di tempat ini. Tapi jangan melarang
warganya, biarlah mereka mencari informasi sendiri dan
mempertimbangkan suasana ketika berada di tempat tujuan, bersama
dengan touroperator mereka sendiri.

Demikian Jos Nijenhuis direktur sebuah biro perjalanan wisata di
Belanda.


* SIGORNAS KELUARKAN PERNYATAAN KERAS, BERKAT DUKUNGAN TENTARA?

Militer bergerak. Bukan hanya untuk menghadapi demonstran yang sampai
ke depan Istana, tetapi juga terbetik berita ada gerakan pasukan di
Sanggabuwana, Jawa Barat. Tidaklah mengherankan kalau banyak kalangan
datang dengan pernyataan keras. Termasuk mereka yang menggelar
Sigornas di Jakarta. Adakah mereka sendirian saja? Atau justru
mendapat dukungan tentara? Koresponden Syahrir mengirim laporan
berikut dari Jakarta:

Sementara ribuan buruh berdemonstrasi di depan Istana Merdeka,
Sigornas atau Sidang Raya Gerakan Oposisi Nasional 2003 kemarin
digelar dengan sukses di Hotel Kaisar Jakarta Selatan. Hampir semua
gerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia hadir dalam pertemuan itu.
Mulai dari HMI, KAMMI, LMND sampai PRD mengikuti pertemuan tersebut.
Yang muncul umumnya merupakan mantan aktivis mahasiswa, yang pernah
ikut menggulingkan Soeharto, Habibie dan Gus Dur. Setelah
mendengarkan orasi mantan Menko Rizal Ramli, Eros Djarot, Fuad
Bawazier dan Profesor Sarbini Sumawinata, Sigornas mengeluarkan
maklumat yang tegas. Mega Hamzah harus mundur. DPR dibubarkan, dan
perlu dibentuk Presidium Nasional. Pusat-pusat ekonomi harus diambil
alih. Dan pusat-pusat kekuasaan politik perlu diduduki rakyat.

Syahganda, seorang pembicara, ex-aktivis ITB yang pernah dipenjarakan
semasa Soeharto setuju jika Megawati diturunkan segera. Ex Tapol ini
lebih lanjut mengatakan

Syahganda: Rizal Ramli yang saya kenal selama ini sebagai penasehat
ekonominya Taufik Kiemas, tadi mengatakan bahwa satu-satunya
keberhasilan rejim ini adalah menstabilkan nilai rupiah. Tapi itu pun
stabil karena memang seluruh dunia itu mata uangnya menguat terhadap
dolar. Nah, di samping semua itu tidak ada kesuksesan apa pun dari
rezim Megawati.

Rizal Ramli pun mengatakan bahwa dibandingkan Soeharto, Megawati ini
lebih kejam. Karena Soeharto dulu membuat kuenya terlebih dahulu,
nasi tumpengnya, istilah Rizal Ramli, baru dia makan. Dan kemudian
sisanya dia bagi ke rakyat. Kalau ini tumpengnya belum dibuat tapi
kemudian dia sudah makan semuanya.

Ini Rizal Ramli yang kalau saya lihat dia sebagai orang Padang yang
penciumannya lebih tajam dalam hal-hal kekuasaan atau lain-lain, dia
sudah tahu kelihatannya bahwa Megawati akan jatuh segera. Sehingga
dia sudah menyeberang sebagai penasehat ekonominya Taufik Kiemas.

Orang kedua yang menginginkan Megawati turun adalah Eros Djarot. Ia
pernah sangat dekat dengan Megawati. Eros Djarot mengatakan:
hati-hati dengan senyum-senyumnya Megawati. Walau pun bisa
senyum-senyum, tetapi Megawati bisa jadi paling berbahaya buat
keselamatan bangsa Indonesia. Karena itu Eros mengatakan ia menentang
rejimnya Megawati.

Sedangkan Profesor Sarbini Sumawinata yang terkenal sebagai idiolog
kerakyatan, di forum tersebut meminta untuk menerjemahkan apa-apa
yang perlu dilakukan untuk membangun suatu semangat revolusi, karena
semangat revolusi itu yang bisa menjaga keutuhan Indonesia dan
semangat revolusi itu yang bisa membimbing Indonesia kembali memasuki
fase-fase pembangunan yang adil dan beradab untuk mensejahterakan
rakyat.

Sarbini lagi-lagi mencatat bahwa ada sembilan persoalan pokok yang
dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Tetapi intinya Sarbini mengajak
untuk membangun semangat revolusi tadi dan kedua, bagaimana kita
menumbangkan rejim Megawati ini karena rejim Megawati tidak mampu
mengangkat lagi martabat bangsa Indonesia.

Dari kehadiran orang-orang pada pertemuan kemarin nampak jelas adanya
elemen-elemen yang juga berdemonstrasi di Istana. Ada kaitan jaringan
antara yang berkumpul di Hotel Kaisar dan yang berdemo di Istananya
Megawati. Beberapa tokoh buruh juga ada di Sidang Raya ini dan
beberapa tokoh-tokoh mahasiswa yang menggerakan mahasiswa "patronnya"
juga ada di sidang raya tersebut.

Misalnya dari KAMMI (Kesatuam Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan
HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia) dari LMND (Liga Mahasiswa Nasional
Demokratik) yang kiri. Ketua PRD Haris Rusli juga hadir. Demikian
pula FAM UI, BEM UI dan lain-lain. Artinya ada interaksi yang tajam
dari orang-orang yang ada di forum tersebut dengan gerakan di
masyarakat.

Syahganda menjelaskan bahwa Megawati yang anti orde baru justru punya
penyakit yang sama dengan Soeharto. Karena itu Syahganda berkeyakinan
Megawati tidak akan mundur dengan apa yang sudah dia lakukan melalui
kebijakannya. Ini akan memancing seluruh kemarahan rakyat karena
beban yang ditimpakan terhadap rakyat sudah tak tertahankan lagi oleh
rakyat. Tidak ada satu kebijakan pun yang seperti ini di dunia, yang
diterapkan sekaligus secara bersamaan. BBM naik, telepon naik,
listrik naik. Harusnya Megawati melakukannya secara bertahap.
Demikian Syahganda.

Mengapa Sigornas tersebut berani mengeluarkan maklumat yang keras?
Ada yang mengatakan, sejak kemarin dulu pihak militer sudah
bersiap-siap melakukan konsolidasi pasukan di Sanggabuana, Jawa
Barat. Pelbagai senjata berat dan tank-tank sudah disiagakan di sana.


Sementara itu Megawati diberitakan hanya tersenyum mendengar adanya
demosntrasi buruh di depan Istana. Sikap Mega ini tidak banyak
berbeda dengan Soeharto dan Gus Dur yang hingga saat-saat terakhir
masih percaya bahwa tentara akan melindunginya. Kemarin pasukan
pengawal Istana, Paswalpres sudah siap-siap mempertahankan istana
sehingga mengeluarkan lima pansernya. Megawati kelihatannya lupa
bahwa ayahnya dahulu juga sempat dijaga Tjakrabirawa, pasukan andalan
Istana. Tetapi Soekarno jatuh setelah Istana dikepung pasukan yang
tidak dikenal.

Maka menurut seorang mantan aktivis Malari yang pernah disidang
semasa Soeharto, kejatuhan Megawati tinggal tunggu hari saja. Ia
sudah dapat dipastikan akan jatuh. Bapaknya dahulu juga jatuh setelah
mahasiswa dengan dukungan militer dipaksa untuk turun tahta. Soeharto
dan Gus Dur pun dikhianati militer. Kalau puluhan ribu demonstran
sudah mengepung istana sambil membakar patung Mega Hamzah, akankah
Mega bertahan?


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke