---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 10 Januari 2003 14:00 UTC



** WNA TERPIDANA PENYALAHGUNAAN VISA DI ACEH DIBEBASKAN

** MASYARAKAT INTERNASIONAL RESAH, KORUT BATALKAN PERJANJIAN

** IRAK IMPOR BAHAN RUDAL SECARA ILEGAL

** TOPIK GEMA WARTA: KENAIKAN BBM, MASYARAKAT MARAH KARENA
KREDIBILITAS PEMERINTAH RENDAH

** TOPIK GEMA WARTA: JIKA AIR TAK LAGI JADI MILIK KITA

** TOPIK GEMA WARTA: KOREA UTARA KELUAR DARI KESEPAKATAN
NON-PROLIFERASI

** TOPIK GEMA WARTA: DAFTAR SENJATA IRAK MASIH TIMBULKAN BANYAK
PERTANYAAN



* WNA TERPIDANA PENYALAHGUNAAN VISA DI ACEH DIBEBASKAN

Joy Lee Sadler, warga Amerika yang diadili dalam kasus penyalah
gunaan visa dibebaskan hari ini. Perempuan berusia 57 tahun dan
bekerja sebagai perawat itu, telah ditahan sejak September dan
dijatuhi hukuman empat bulan penjara Desember lalu.

Menurut penasihat hukum Sadler, Rufriadi, setelah dibebaskan Sadler
akan terbang ke Medan dan kemudian ke Kuala Lumpur melalui Banda
Aceh. Saat ditahan, Sadler yang HIV positif itu sempat menolak makan
sebagai protes. Namun, penasihat hukumnya mengatakan bahwa kini
Sadler berada dalam kondisi yang baik.

Dalam kasus yang sama, Pengadilan Negeri di Banda Aceh juga menghukum
warga Inggris Lesley McCulloh. Perempuan yang berusia 40 tahun ini
dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan akan dibebaskan 9 Februari
mendatang. McCulloh adalah pengajar di universitas Tasmania di
Australia. Ia kerap menulis artikel tentang Aceh yang beberapa di
antaranya dimuat di koran Indonesia.

Keduanya mengeluh telah diperlakukan secara buruk oleh aparat
kemanan, terutama pada awal panahanan. Namun, tuduhan ini ditolak
oleh pemerintah.


* MASYARAKAT INTERNASIONAL RESAH, KORUT BATALKAN PERJANJIAN

Keputusan Korea Utara untuk membatalkan perjanjian non-proliferasi
telah meresahkan masyarakat internasional. Perjanjian tersebut
bertujuan untuk membatasi pengembangan senjata nuklir. Dengan
keputusan itu, para inspektur dari Badan Atom Internasional juga
ditolak kembali ke Korea Utara. Menurut Pyongyang, dibukanya lagi
proyek nuklir di negara tersebut tidak bisa dihindari karena
kekurangan energi. Namun, Korea Utara tidak berencana membuat senjata
nuklir.

Cina, Rusia, Jepang dan negara jiran Korea Selatan menganggap
keputusan Korea Utara telah memperburuk situasi. Presiden Korea
Selatan Kim Dae-Jung menyebutkan bahwa mulai ada kontak antara para
diplomat Amerika Serikat dengan Korea Utara. Kim Dae-Jung berharap
bahwa persoalan ini bisa diselesaikan secara damai melalui jalur
diplomasi.


* IRAK IMPOR BAHAN RUDAL SECARA ILEGAL

Tahun lalu, Irak mengimport secara ilegal bahan untuk membuat rudal.
Tapi tidak jelas apakah bahan tersebut dipakai dalam pengembangan
senjata pemusnah massal. Ini dikatakan oleh kepala inspektur senjata,
Hans Blix, kepada Dewan Keamanan PBB. Irak memang dilarang untuk
mengimport bahan pembuatan senjata namun, diperbolehkan memiliki
senjata konvensional.

Selain itu Blix juga menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan
bukti keberadaan senjata pemusnah massal di Irak. Sekalipun demikian
Blix masih belum sepenuhnya menerima daftar senjata yang diberikan
Irak kepada PBB bulan lalu. Menurut Blix ada banyak pertanyaan yang
masih belum terjawab oleh daftar itu.

Sementara itu di New York berlangsung pertemuan untuk berdiskusi
dengan ke lima anggota baru Dewan Keamanan PBB. Jerman yang merupakan
salah satu anggota baru mengatakan bahwa berdasarkan laporan tidak
ada alasan untuk menyerang Irak. Sebagai reaksi, Gedung Putih
menyatakan punya bukti bahwa Bagdad memiliki senjata terlarang.


* AS AKAN LEBIH AKTIF BERPERAN DALAM KRISIS VENEZUELA

Amerika Serikat akan lebih aktif berperan dalam krisis di Venezuela.
Menurut harian Washington Post, Menteri Luar Negeri Colin Powell
berencana mendirikan sebuah group yang bernama 'sahabat Venezuela'.
Rencana ini akan digelar minggu depan dalam sebuah rapat Organisasi
Negara-negara Bagian AS. Hingga kini Washington mengambil jarak dari
krisis di Venezuela.

Diperkirakan group tersebut akan beranggotakan Amerika Serikat,
Brasilia, Meksiko, Chili, Spanyol dan seorang duta dari PBB. Selama
beberapa hari belakangan, Powell telah berbicara dengan sejumlah
negara. Saat ini, Presiden Brasil Lula da Silva juga mengerjakan
inisiatif yang serupa. Namun AS tidak puas dengan hasilnya dan
membuat rencananya sendiri.


* MENDIKBUD BELANDA:JILBAB TIDAK BOLEH DIPAKAI DI KELAS

Menteri pendidikan Belanda, Maria van der Hoeve, menganggap bahwa
sekolah berhak melarang penggunaan jilbab di dalam kelas. Pernyataan
ini merupakan reaksi terhadap kekisruhan yang terjadi di sebuah
sekolah di Amsterdam. Sejak minggu ini, direksi sekolah melarang
seorang anak perempuan Turki yang berusia 12 tahun untuk masuk kelas
karena ia menolak melepaskan jilbabnya. Menteri pendidikan mendukung
kebijakan sekolah untuk menegakkan peraturan sekolah yang melarang
murid-murid memakai penutup kepala seperti topi dan jilbab jika
berada di dalam kelas. Menurut menteri, jika orang tua keberatan
dengan aturan ini, mereka harus cari sekolah lain.


* PASAR RUMAH MURAH DAN MENENGAH BELANDA TETAP STABIL

Menurut Asosiasi Agen Real Estate Belanda, pasar bagi rumah murah dan
kelas menegah akan tetap stabil tahun ini. Sebaliknya, penjualan
rumah-rumah mahal akan mengalami kemandekan. Menurut data, harga
rumah di belanda naik hingga 5% trahun lalu. Tahun sebelumnya harga
rumah naik 6%. Harga rata-rata sebuah rumah baru di Belanda tahun
2002 lalu berkisar pada 206 ribu Euro.


* AKSI PENGEPUNGAN TERLAMA DI INGGRIS BERAKHIR

Di Londen, polisi dari satuan khusus berhasil mengakhiri aksi
pengepungan terlama dalam sejarah kriminalitas di Inggris. Seorang
laki-laki berusia 32 tahun bersembunyi di sebuah apartemen selama 15
hari dan menyandera seorang korban. Seminggu terakhir ini, laki-laki
itu tidak diberi makanan lagi. Ia menghangatkan ruangan dengan
menggunakan mebel sebagai kayu bakar. Polisi menenukan jenasah
laki-laki tersebut di apartemen. Diduga ia meninggal karena
kekurangan oksigen. Akibat aksi pengepungan itu, sekitar 40 keluarga
dilarang menghuni rumah mereka sejak tanggal 26 Desember.


* KENAIKAN BBM, MASYARAKAT MARAH KARENA KREDIBILITAS PEMERINTAH
RENDAH

Keputusan pemerintah menaikkan BBM, Tarif Dasar Listerik dan Telpon
memicu demonstrasi di berbagai daerah. Keputusan tidak populer itu
diambil pada saat kredibilitas pemerintah berada pada titik terendah.
Hal ini dikemukakan oleh Dr. Muhamad Maksum, Ketua Pusat Penelitian
Pembangunan Pedesaan dan Kawasan UGM Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa
dampak keputusan itu adalah kenaikan harga yang bisa memicu laju
inflasi, barometer politik pemerintahan.

Muhamad Maksum [MM]:Sekarang ini harga naik, jelas inflasi
harga-harga mesti akan naik semuanya. Kemudian apa yang terjadi? Di
belakang hari inflasi mesti tinggi. Tetapi, pemerintah jelas sekali
akan menahan inflasi serendah-rendahnya. Menahan inflasi
serendah-rendahnya itu satu keharusan, kalau tidak ingin kredibilitas
pemerintah semakin hancur. Karena inflasi adalah ukuran politik
pemerintahan. Nah, kalau sudah mereka menahan inflasi at all cost
(dengan segala upaya - red.) apa tool  (alat -red.) nya?

Tool nya hanya ada beberapa saja, yang paling populer adalah tight
money policy(kebijakan uang ketat -red.).  Dalam tight money policy
jelas sekali nanti belaja turun,harga tertahan tapi produk-produk
pertanian pun tidak laku. Yang kedua adalah proteksi terhadap nilau
tukar. Proteksi nilai tukar itupun merupakan pembunuhan terhadap
produk-produk lokal. Tool yang ketiga sangat efektif untuk
negara-negara berkembang, yaitu menahan harga pangan, kalau toh naik
jangan tinggi-tinggilah naiknya harga pangan itu. Karena pangan
memiliki consumption share (tingkat konsumsi-red.) yang sangat tinggi
akan pangan akan sangat efektif untuk mengendalikan konsumsi. Yang
dikorbankan siapa? Kalau pangan dikendalikan, yang dikorbankan petani
lagi. Jadi petani atau sektor pertanian mesti menjadi tumbal dari
kenaikan-kenaikan ini. Meskipun mereka memperoleh kompensasi.

Radio Nederland [RN]:Kalau menunggu sampai kredibilitasnya pulih,
lalu baru melakukan terobosan seperti yang dilakukan sekarang, akan
semakin parah?

MM: Jadi itulah persoalan kesalahan system (sistem campuran - red.),
selama ini kita berjalan tidak pernah membangun kredibilitas dari
governace (pemeritahan - red.). Nah, sudah sekian lama kita sudah
menyadari bahwa kredibilitas itu jelek, pada saat ada demo-demo
seperti ini. Setelah ini hilang, nanti lupa lagi.

Padahal mestinya satu unsur penting dari governance itu adalah
bagaimana membangun credibility. Saya kira itu yang harus
dikedepankan. Kalau kita tidak mampu menegakkan itu, sudahlah public
trust (kepercayaan publik - red.) itu semakin merosot. Misalkan satu
hal, bagaimana pemerinah memperhatikan kredibility, kalau kita lihat
sekarang saja mereka sudah membodohi masyarakat dengan kenaikan harga
beras itu.

Kenaikan harga dasar beras yang waktunya bersamaan dengan pengumuman
kenaikan BBM itu, wah itu pembodohan bukan main untuk petani.
Pembodohan bukan main untukmasyarakat. Jadi sepertinya itu satu
bentuk kompensasi terhadap harga-harga BBM dan sebagainya, padahal
kenaikan harga dasar gabah yang sekarang ini 1725 rupiah /kg gabah
kering giling, itu kami usulkan itu sudah sejak Agutus tahun lalu.
Kemudian 17 Oktober disetujui pada level Menko perekonomian, kemudian
baru diundangkan 31 Desember.

Sepertinya itu hiburan untuk petani, kompensasi kenaikan BBM dan lain
sebagainya, tapi itu kan lambat atau cepat, publik akan tahu bahwa
ini ndak benar, tidak ada kaitannya dengan kenaikan-kenaikan BBM itu
karena ini, angka-angkaitu diusulkan sejak Agustus tahun lalu sebagai
kompensasi terhadap kenaikan BBM pada saat itu.

RN: Jadi usulan itu sepertinya dijadikan komoditas politik sebetulnya
ya?

MM: Nah, menjadi komoditas politik. Sekedar hiburan untuk masyarakat.
Nah itu kan pembodohan. Bukan lagi bekerja, kita harus membangun
kredibilitas yang bagus lah.

RN: Yang terakhir pak Muhamad Maksum, kalau menurut anda apakah
mungkin pemerintah mengkaji kembali keputusannya?

MM: Saya kira mau-tidak mau harus direview (ditinjau - red.) lagi.
Nah, kemungkinannya ada banyak hal, bisa dihentikan, bisa penjadwalan
ulang, bisa katakanlah mencoba melakukan terobosan-terobosan yang itu
memang membangun trust sebagai kompensasi. Nah sekarang ini jelas
sekali masih tidak dipercaya bahwa beras yang untuk masyarakat miskin
tadi adalah beras yang baik. Oh itu masyarakat tidak percaya sampai
sekarang.

Demikianlah Dr. Muhamad Maksum, Ketua Pusat Penelitian Pembangunan
Pedesaan dan Kawasan UGM Yogyakarta.


* JIKA AIR TAK LAGI JADI MILIK KITA

Saudara, jangan kaget kalau anda tiba-tiba didenda ratusan juta
rupiah atau dihukum kurungan hanya gara-gara menggali sumur. Kejadian
ini bisa menimpa anda kalau Undang-undang Sumber Daya Air yang kini
sedang dibahas DPR jadi disahkan. Undang-undang itu menyebutkan siapa
yang sengaja menggunakan air hingga mengakibatkan kerusakan sumber
daya air dikenai denda antara 50 hingga 300 juta rupiah atau dihukum
antara tiga hingga 10 tahun penjara. Tentu saja undang-undang ini tak
pandang bulu, bisa menjerat petani, buruh, pedagang, pejabat dan
siapa saja. Tapi di sisi lain, undang-undang ini justru memberikan
peluang besar bagi swasta, termasuk swasta asing, untuk mengelola
air.

Inilah sebabnya mengapa berbagai organisasi non pemerintah menolak
rancangan tersebut. Mereka menilai undang-undang ini tidak berpihak
pada masyarakat.  Anggota Forum Globalisasi Indonesia Nila Ardhiani
bahkan menuding RUU ini dibuat hanya lantaran pesanan Bank Dunia.
Buktinya adalah soal swastanisasi pengelolaan air tersebut. Padahal
penguasaan air oleh swasta yang telah terjadi selama ini menurut dia
tidak membuat pengelolaan air menjadi lebih baik.

Nila Ardhiani: Misalnya terjadi di Jakarta itu kondisinya nggak
menjadi makin baik kualitas pelayanannya. Terus yang lain juga ini
masalah kontrol publik gitu. Air inikan basic need ya, semua orang
butuh air.  Dari bangun tidur sampai tidur lagi kita perlu air. Tapi
kalau misalnya pengelolaaannya ditangani oleh swasta murni apalagi
oleh swasta asing artinya sama sekali nggak ada kontrol dar
masyarakat, dari publik atau pemerintah itu tentunya berat buat kita.

Penolakan ini mendapat dukungan Wakil Ketua DPR dari Fraksi
Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, yang juga menolaknya. Muhaimin
khawatir undang-undang ini membuat kesempatan masyarakat untuk bisa
menggunakan air menjadi terbatas.

Muhaimin Iskandar:  Privatisasi air yang diwujudkan dalam bentuk
Undang Undang Sumber Daya Air ini harus dibatalkan dan kita harus
menata diri secara bertahap, secara baik  rasionalisasi dari proses
ekonomi rakyat ini. Sebab air adalah satu-satunya yang bisa dinikmati
secara langsung oleh petani dan rakyat. Kalau itu diprivatisasi
akhirnya kita sudah mengusir rakyat kita dari buminya sendiri.

Namun, Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Ridwan Musagane menyatakan
masuknya pemodal asing justru dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air
bersih masyarakat. Sebab kebutuhan dana dalam pengelolaan air minum
sangat besar.  Menariknya ketua gabungan perusahaan air minum daerah
ini ternyata tidak setuju pengambilalihan pengelolaan air oleh swasta
asing.

Ridwan Musagane: Kita berharap kalau kemampuan kita sudah baik supaya
sistem kerjasama yang bersifat take over secara penuh kita
hindarilah. Karena kita mengakui kita sendiri memang belum mempunyai
kemampuan untuk membangun suatu instalasi yang baik atau pengelolaan
pemeliharaan dsbnya. Kita mengakui itu tapi bukan berarti kita mau
bergantung sumber pembiayaan dari luar. Jadi kalau memang kita sudah
mempunyai kemampuan ya kita akan pelan-pelan mengurangi bentuk-bentuk
kerjasama yang penuh diambil alih oleh pihak luar gitu.

Sementara itu, pemerintah sebagai pengusul bersikukuh bahwa Undang
Undang Sumber Daya Air sangat dibutuhkan. Kepala Subdirektorat Sumber
Daya Air, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Sukardi
menjelaskan, undang-undang ini diperlukan untuk mengatur pengelolaan
air. Swastanisasi menurut dia, diperlukan agar  pengelolaan air
menjadi lebih efisien.

Sukardi: Tapi untuk memberi layanan air dia kan perlu modal. Untuk
membawa air misalnya dari Jatiluhur atau dari tempat pengambilannya
sampai mengolah air untuk layak diminum, layak dipakai itukan perlu
investasi. Nah investasi yang efisien itu dikerjakan oleh swasta
karena swasta mencari profit kan apa-apa lebih efisien, lebih
hati-hati supaya dia dapat profit. Dan juga dengan proft tadi kalau
layanannya baik  marketnya kan tersediaa

Sukardi mengatakan kekhawatiran tidak dilibatkannya masyarakat dalam
pengelolaan sumber daya  air dapat diatasi dengan dewan air. Dewan
beranggotakan unsur masyarakat yang akan menyelesaikan berbagai
persoalan menyangkut pengelolaan sumber daya air.

Lain lagi pendapat Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Chatib
Basri. Chatib lebih mempersoalkan tidak jalan persaingan pasar yang
baik. Menurut dia, yang menjadi masalah dalam swastanisasi bukanlah
sumber daya alamnya. Namun bagaimana agar masyarakat bisa memperoleh
barang dan jasa terbaik dengan harga termurah. Sayangnya saat ini
proses swastanisasi tidak mengarah ke sana lantaran pasar masih
cenderung monopolitis, dikuasai pelaku-pelaku tertentu.

Chatib Basri: Buat saya sederhana. Saya berpihak kepada konsumen gitu
ya. Kalau konsumen bisa dapat barang murah dan baik, kenapa nggak
sih? Tapi yang terjadi sekarang di sini itu hanya mengubah monopoli
pemerintah kepada monopoli privat. Dulu di jaman Soeharto yang
terjadi juga begitu, persis. Pemerintah kalau struktur pasarnya
monopoli dia nggak akan pernah bisa jadi baik, itu yang terjadi
dengan PLN, Telkom.

Sistem monopoli memang selalu merugikan masyarakat. Akibat tak ada
pesaing, layanan kepada publik sering dinomorduakan. Itulah yang
terjadi pada layanan perusahaan air minum sekarang ini. Karena itu
sebuah undang undang yang mengatur penggunaan air memang diperlukan.
Tapi undang-undang seperti ini juga harus bisa menjamin bahwa semua
warga negara berhak mendapat layanan air bersih yang cukup dan
berkualitas. Dengan begitu undang-undangnya juga tidak boleh hanya
menguntungkan beberapa kelompok saja.


Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di
Hilversum.


* KOREA UTARA KELUAR DARI KESEPAKATAN NON-PROLIFERASI

Intro:
Krisis nuklir Korea Utara semakin gawat setelah keputusan Pyongyang
keluar dari kesepakatan global terhadap penyebaran senjata nuklir.
Korea Utara telah mengaktifkan kembali pusat tenaga nuklir yang
kontroversial dan mengusir tim inspeksi Badan Energi Atom
Internasional IAEA. Kini negeri itu keluar dari Kesepakatan
Non-Proliferasi, walau Korea Selatan berupaya sekuat tenaga mengajak
Pyongyang dan Amerika Serikat ke meja perundingan. Lebih lanjut
rangkuman wawancara Radio Nederland dengan Lee Jung-Hoon dari
Universitas Yonsei di Seoul.

Tekst:
Pengunduran diri Korea Utara dari Kesepakatan Non-Proliferasi atau
NPT bisa dilihat dari dua sudut pandang. Satu, ini adalah upaya Korea
Utara guna memperbesar konflik. Negeri ini mendesak Amerika Serikat
supaya berunding atas syarat-syarat yang ditentukan Korea Utara. Yang
kedua, mungkin Korea Utara berpendapat bisa mencapai kesepakatan
dengan Amerika Serikat melalui dialog. Karena itu mereka tetap
berupaya menjadi sebuah negara nuklir. Kemungkinan besar Korea Utara
berkeinginan menjadi negara nuklir seperti India dan Pakistan. Kalau
India dan Pakistan bisa menjadi negeri nuklir, mengapa Korea Utara
tidak? Korea Utara adalah negeri berdaulat, yang berhak menjaga
keamanan negeri sendiri.

Korea Utara telah melanggar banyak hal sebagai anggota NPT, yaitu
merusak alat-alat kamera, mengusir tim inspeksi IAEA dari negeri.
Korea Utara tidak bisa berbuat lebih banyak lagi setelah mengumumkan
keluar dari NPT. Jadi pernyataan negeri itu bisa dianggap sebuah
simbol politik. Paling tidak, ketika masih menjadi anggota NPT masih
ada harapan Korea Utara mempunyai rasa kewajiban bertanggung jawab
memenuhi syarat-syarat NPT. Kini Pyongyang bukan anggota lagi, maka
Korea Utara mereka bebas melanjutkan pengembangan program senjata
nuklir tanpa memperdulikan pendapat NPT, karena bukan anggota lagi.

Korea Utara ingin supaya Amerika Serikat tetap memasok minyak.
Selain itu perjanjian 1994 antara Korea Utara dengan Amerika Serikat,
yang mengatur penghentian program nuklir mengijinkan Korea Utara
membangun reaktor nuklir ringan. Reaktor ini direncanakan selesai
tahun 2003. Tapi tampaknya masih membutuhkan beberapa tahun sebelum
selesai. Karena itu Korea Utara ingin kompensasi dari Amerika ketika
mengalami kekurangan energi. Selain itu, mereka ingin supaya dijamin
pengamanan negeri, yaitu pakta non agresi dari Amerika Serikat,
sebagai langkah pertama menuju penarikmunduran sepenuhnya pasukan
Amerika dari Korea Utara.


* DAFTAR SENJATA IRAK MASIH TIMBULKAN BANYAK PERTANYAAN

Intro: Sejauh ini para inspektur senjata PBB belum menemukan senjata
pemusnah massal di Irak. Demikian tandas Kepala tim inspeksi Hans
Blix di hadapan Dewan Keamanan PBB di New York, Jum'at dini hari.
Tapi Blix juga menandaskan bahwa daftar senjata Irak masih
menimbulkan banyak pertanyaan. Menurut Amerika pernyataan Blix
menunjukkan bahwa Irak bersalah dan tetap dianggap bersalah. Menurut
anggota lain Dewan Keamanan inspektur senjata memerlukan lebih banyak
waktu supaya bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Lebih lanjut
laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York.

Tekst:
Tidak ada bukti langsung bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal,
tandas ketua tim inspeksi PBB Hans Blix Kamis malam kemarin. Tapi
menurutnya daftar senjata Irak tidaklah lengkap.

Blix: Inspeksi dilakukan di kawasan lebih luas Irak. Memang kami
tidak mememukan senjata, tapi kami mendapatkan semakin banyak
informasi, dan pengetahuan tentang situasi ini. Dan daftar senjata
Irak belum menjawab semua pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

Penafsiran pernyataan Blix tampaknya tergantung dari pendirian
sebelumnya negeri-negeri lain.

Jerman menjadi anggota Dewan Keamanan sejak 1 Januari lalu. Tahun
lalu Kanselir Jerman Gerhard Schroder sangat mengecewakan Presiden
Amerika George W. Bush dengan mengatakan tidak mendukung aksi militer
apa pun terhadap Irak. Setelah mendengar pernyataan Blix di gedung
PBB, Duta Besar Jerman di PBB Gunter Plueger menyatakan masih tetap
belum melihat alasan untuk melangsungkan aksi militer.

Plueger: Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyatakan inspeksi harus
dilanjutkan dan karena itu tidak ada alasan untuk melakukan aksi
militer.

Duta Besar Suriah di PBB, satu-satunya negeri Arab anggota Dewan
Keamanan, menyimpulkan bahwa Irak telah sangat baik bekerja sama
dengan inspeksi senjata. Tidak satu pun dari 14 negeri lainnya
sependapat dengan Dubes Suriah. Tapi tidak satu negeri pun mendukung
pendapat Duta Besar Amerika di PBB John Negroponte. Ia memanfaatkan
hasil terbaru tim inspeksi Blix sebagai kesempatan baru untuk kembali
menunjukkan bahwa Irak tidak berkehendak baik.

Negroponte: Masih belum ada bukti bahwa Irak mengubah sikapnya
sebagai penipu. Irak tidak memenuhi tuntutan Dewan Keamanan untuk
melucuti senjata. Pernyataan terakhir Presiden Saddam Hussein
menunjukkan bahwa menurutnya inspeksi UNMOVIC, yaitu badan inspeksi
senjata PBB untuk Irak dan Lembaga Energi Atom Internasional IAEA
tidak legal dan harus dihentikan. Ini bukan pernyataan sebuah rezim
yang bersedia memenuhi kewajibannya dan melucuti senjata secara
damai.

Hans Blix serta Mohammed El Baradei dari Badan Energi Atom
Internasional IAEA akan menyerahkan laporan lebih resmi tentang
inspeksi senjata dan sikap Irak, 27 Januari mendatang. Tapi tanggal
tersebut bukan batas waktu untuk berperang. Demikian tandas Menteri
Luar Negeri Amerika Colin Powell. Dan juga Duta Besar Inggris di PBB
Sir Jeremy Greenstock memperingatkan sebaiknya tidak terlalu terfokus
terhadap tanggal 27 Januari itu. Apabila para inspektur menemukan
senjata atau pelanggaran-pelanggaran lainnya, maka mereka langsung
melaporkan hal ini kepada Dewan Keamanan, tandas Greenstock. Sebelum
atau setelah 27 Januari. Ini adalah serangkaian laporan. Para
inspektur memerlukan waktu supaya bisa menjalankan tugas.

Greenstock: Kalau memang ditemukan senjata atau Irak menghambat tim
inspeksi senjata, maka ini langsung dilaporkan kepada Dewan Keamanan.
Jadi 27 Januari tidak akan membuahkan hasil baru. Bisa juga pada hari
lain. Jadi sebaiknya jangan terlalu terfokus terhadap tanggal 27
Januari itu. Ini adalah serangkaian laporan kepada Dewan Keamanan.
Para inspektur memerlukan waktu untuk menjalankan tugas.

Ini berarti bahwa bahkan sekutu paling erat Amerika menyatakan bahwa
diperlukan waktu lebih banyak lagi supaya bisa menyelesaikan proses
inspeksi di Irak dengan baik. Prajurit Amerika tengah dikerahkan di
Teluk Persia. Menurut perencana militer Departemen Pertahanan Amerika
di Pentagon, Amerika siap berperang pertengahan Februari mendatang.
Pemerintah Amerika juga selalu menyatakan, kalau memang diperlukan
Amerika tidak segan-segan untuk bertindak sendiri. Namun diperkirakan
Amerika masih harus mengadakan berbagai perundingan dengan
negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB sebelum mengambil tindakan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke