--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 23 Januari 2003 15:20 UTC ** CDA TETAP PARTAI TERBESAR BELANDA ** NORWEGIA MENENTANG AKSI MILITER TERHADAP IRAK ** RECEP TAYYIP ERDOGAN DIPILIH KEMBALI SEBAGAI KETUA AK ** TOPIK GEMA WARTA: FBI BANTU POLISI INDONESIA SELIDIKI KASUS PEMBUNUHAN DI TIMIKA ** TOPIK GEMA WARTA: USAI PEMILIHAN BELANDA AKAN TENTUKAN PEMERINTAH KOALISI ** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA TIDAK AKAN BEGITU SAJA TINGGALKAN IRAK ** TOPIK GEMA WARTA: USUL PENYELAMATAN MEGAWATI: PEMILU DIPERCEPAT * CDA TETAP PARTAI TERBESAR BELANDA Dengan kemenangan kecil, Partai Kristen Demokrat CDA pimpinan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende tetap partai terbesar Belanda. Demikian hasil pemilihan umum di Belanda Rabu kemarin. Partai Buruh PvdA mendapatkan tambahan 19 kursi dan pulih kembali dari kekalahan tahun lalu. Partai populis LPF, warisan tokoh karismatis Pim Fortuyn kalah besar. LPF hanya mampu mempertahankan delapan kursi. Partai konservatif liberal VVD tidak mengambil keuntungan dari kekalahan LPF. Melihat hasil pemilu, tampaknya koalisi kanan tengah tidak dapat dilanjutkan. Kemungkinan lain adalah koalisi tengah kiri antara CDA dengan PvdA. Namun pemimpin CDA Balkenende tampaknya tidak optimis akan hal itu. * NORWEGIA MENENTANG AKSI MILITER TERHADAP IRAK Norwegia mempertimbangkan mendukung pendirian Jerman yang menentang aksi militer terhadap Irak. Perdana Menteri Norwegia Kjell Magne Bondevik selain itu menyatakan Dewan Keamanan PBB paling tidak harus mengeluarkan resolusi kedua. Norwegia adalah anggota ketiga NATO yang menentang langkah buru-buru terhadap Irak. Dalam pertemuan di Brussel Rabu kemarin, terutama Prancis dan Jerman ingin supaya diambil langkah diplomatik dulu sebelum memulai perang melawan rezim Presiden Irak Saddam Hussein. Sikap para sekutu sangat menjengkelkan Amerika Serikat. Menurut Presiden George W. Bush Irak sama sekali tidak menunjukkan akan melucuti senjata. Menurut Bush sebaiknya harus diambil tindakan cepat dan tegas terhadap negeri itu. Akhir pekan ini tim inspeksi senjata PBB menyerahkan laporan akhir tentang penyelidikan senjata pemusnah massal. Kaum bersangkutan, termasuk pimpinan Badan Energi Atom Internasional IAEA, mendesak supaya inspeksi senjata dilanjutkan. Sementara itu Amerika Serikat dan Inggris terus mengerahkan pasukan di kawasan Teluk. * RECEP TAYYIP ERDOGAN DIPILIH KEMBALI SEBAGAI KETUA AK Partai berkuasa Turki AK kembali memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai ketua partai. Langkah ini diambil 24 jam setelah keputusan Mahkamah di Ankara yang menyatakan kepemimpinan Erdogan tidak sah, berkaitan dengan masalah yuridis. Kini partai AK telah memenuhi semua syarat-syarat. Keputusan Mahkamah Ankara adalah salah satu dari sekian banyak perkara yang melibatkan tokoh penting AK tersebut. Setelah pemilu tahun lalu partai AK mendapatkan mayoritas mutlak suara dalam parlemen. Tapi Erdogan tidak bisa menjadi Perdana Menteri berkaitan dengan proses peradilan terhadapnya di masa lampau. Kini jabatan Perdana Menteri diduduki Abdullah Gul. Tapi dalam praktek Erdogan adalah tokoh terpenting Turki. Erdogan juga menghadiri KTT tahunan para pemimpin negara di Davos, Swiss yang mulai hari ini. * WARTAWAN GRIGORI PASKO DIBEBASKAN Wartawan lingkungan hidup Rusia yang dipenjara telah dibebaskan karena berperilaku baik. Pasko didakwa membocorkan rahasia negara tentang angkatan laut Rusia kepada sebuah stasiun televisi Jepang. Ia dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena melakukan kegiatan spionase. Tapi kini setelah mendekam di penjara selama dua tahun dan delapan bulan, Pasko dibebaskan. Wartawan ini berspesialisasi dalam urusan pertahanan. Pasko melaporkan angkatan laut Rusia membuang sampah nuklir ke Lautan Teduh. * PENJAGA PERBATASAN SAUDI TANGKAP LAKI-LAKI KUWAIT Penjaga perbatasan Saudi menangkap laki-laki Kuwait berkaitan dengan pembunuhan terhadap seorang warga Amerika di Kuwait. Tertangkap telah mengaku bersalah. Warga Amerika ditembak mati Selasa lalu, di sekitar pangkalan militer Amerika di Kuwait. Seorang warga Amerika lainnya terluka. * BAYI KLONING DILAHIRKAN DI JEPANG Dikatakan seorang bayi kloning dilahirkan di Jepang Rabu kemarin. Demikian menurut perusahaan Clonaid yang berhubungan erat dengan sekte Raelian. Menurut Clonaid ini adalah bayi kloning ketiga yang dilahirkan. Selain itu perusahaan tersebut menyatakan bayi yang dilahirkan itu adalah anak pasangan Jepang. Sejauh ini belum terdapat bukti bahwa tiga bayi kloning itu benar-benar hasil kloning. * PANTAI GADING KEMBALI DILANDA PERTIKAIAN Dipastikan 29 orang tewas dalam pertikaian dahsyat di Pantai Gading. Pertikaian ini berdampak terhadap perundingan perdamaian yang berlangsung di Prancis. Menurut seorang juru bicara, pasukan pemerintah diserang ratusan pemberontak. Dikatakan mayoritas pemberontok adalah prajurit sewaan dari negara tetangga Liberia. Sebelumnya dua prajurit Prancis cedera dalam pertikaian dengan kaum pemberontak. Insiden ini terjadi dalam patroli pasukan Prancis di dekat Duekoue, Pantai Gading Barat. Menurut juru bicara tentara serangan ini dilakukan oleh elemen-elemen tak terkontrol. Selain itu ia menandaskan peristiwa ini sebetulnya tidak harus berdampak terhadap perundingan perdamaian di Prancis. Penandatanganan kesepakatan direncanakan dilangsungkan akhir pekan mendatang. Perundingan di Paris dihadiri pemerintah Pantai Gading, partai-partai oposisi dan tiga kelompok pemberontak. * PEMERINTAH MEKSIKO BERLAKUKAN KEADAAN DARURAT Pemerintah Meksiko memberlakukan keadaan darurat di kawasan yang dilanda gempa bumi dahsyat Selasa lalu. Keputusan ini membuka pintu bagi penyaluran bantuan keuangan bagi masyarakat yang menderita. Kerusakan terbesar terdapat di negara bagian Meksiko Barat, Colima. Di sini sedikitnya 28 orang tewas dan 300 orang lainnya cedera. Di kota Colima yang berpenduduk 125 ribu jiwa itu, banyak rumah runtuh dan sejumlah besar gedung rusak parah. Pada awalnya pemberian pertolongan berlangsung sangat kacau. Hal ini disebabkan antara lain karena sebagian sambungan telepon yang terputus. * MAHKAMAH AGUNG VENEZUELA BATALKAN REFERENDUM Mahkamah Agung Venezuela membatalkan referendum yang dijadwalkan Ahad mendatang. Referendum tidak mengikat itu adalah inisiatif pihak oposisi. Dengan demikian maka warga Venezuela diberi kesempatan untuk memutuskan apakah Presiden Hugo Chavez harus mundur atau tidak. Sang Presiden telah menyatakan akan mengabaikan hasil negatif referendum, bagaimana pun juga. Oposisi sangat marah tentang keputusan mahkamah agung. Sebelum pengumuman mahkamah agung ini, telah direncanakan untuk menggelar demonstrasi hari ini. Hanya di ibukota Karakas tidak dilangsungkan aksi protes, karena para pendukung Chavez berencana berdemonstrasi. Oposisi ingin mencegah supaya tidak terjadi pertikaian antara dua belah pihak. Selain itu Bank Sentral dan Kementerian Keuangan memutuskan menghentikan perdagangan devisa asing selama lima hari. Dengan demikian mereka ingin mencegah pelarian modal ke luar negeri. * FBI BANTU POLISI INDONESIA SELIDIKI KASUS PEMBUNUHAN DI TIMIKA Dua orang agen dinas rahasia dalam negeri Amerika FBI, Kamis pagi ini tiba di Papua untuk membantu penyelidikan penembakan di dekat tambang Freeport di Timika. Dua warga Amerika serta satu warga RI tewas. Sekjen Dewan Presidium Papua Thaha al-Hamid menyambut gembira campur tangan Amerika ini, dengan harapan penyelidikan bisa membantu kasus-kasus lainnya seperti penembakan Theys Eluway. Ikuti keterangannya kepada Radio Nederland: Thaha al-Hamid [TH]: Sejauh ini kami mengerti bahwa penembakan yang terjadi di Timika yang menewaskan dua warga Amerika dan satu warga Indonesia sampai sekarang belum terungkap, belum jelas. Kehadiran FBI sebenarnya sangat kita harapkan dari kasus-kasus yang dulu. Misalnya kasus pembunuhan Theys, dan seterusnya. Dengan harapan itu dapat melakukan penyelidikan secara lebih transparan. Radio Nederland [RN]: Apakah ini tidak melanggar kedaulatan Indonesia Pak? TH: Saya kira kalau Indonesia mau bekerja sama dalam bidang ekonomi, itu pasti akan berusaha meraih dukungan internasional. Nah, ada kewajiban dan seharus juga selaras di mana kalau mau menegakkan hak asasi manusia, maka harus juga membuka diri untuk melibatkan pihak-pihak internasional. Jangan kalau uang, baru ajak internasional atau meminta-minta dukungan internasional. Kalau untuk menegakkan hak asasi manusia selalu berdalih bahwa ini kedaulatan dan soal-soal seperti itu. RN: Tetapi tujuan utama mereka adalah untuk membantu polisi Indonesia atau penyelidikan di Indonesia mengenai masalah Timika? TH: Ya. RN: Jadi tidak ada hubungannya dengan Theys, atau persoalan yang lain? TH: Oo, tidak. Ini yang kami tahu, ini khusus untuk kasus Timika. Dan saya kira sebenarnya polisi sudah bekerja cukup baik. Polisi sudah bekerja untuk mengungkap sejumlah hal di balik peristiwa Timika. Tapi kami juga heran tiba-tiba Made Mangku Pastika dipindahkan. Wakapolda Tarigan juga dipindahkan. Jadi ini ada sesuatu. Ada sesuatu yang tidak beres. Ada tanda tanya di situ. RN: Jadi Bapak kira ada hubungannya antara pemindahan sejumlah tokoh Kopassus ke Jakarta dengan penyelidikan? TH: Ya, tapi juga ada hubungan antara pemindahan Wakapolda yang lama Raziman Tarigan yang selama ini memang sudah menangani penyelidikan yang pertama dan mengungkapkan sejumlah bukti-bukti dari peristiwa penembakan di Timika. Tiba-tiba dia dipindahkan. Saya kira harus mulai lagi. RN: Lalu diberitakan bahwa peran FBI itu akan signifikan. Sangat penting untuk masa depan hubungan antara Indonesia dan Amerika. Apakah di sini ada sedikit napas politiknya? TH: Saya kira ini sangat terkait dengan pernyataan Presiden George Bush kepada Presiden Megawati bahwa transparansi kasus Timika akan sangat terkait dengan rencana kerja sama militer. Saya kira dunia bisa belajar bahwa Indonesia selalu berjanji kepada dunia internasional untuk meneggakkan HAM. Tapi kita punya pengalaman kasus Timor Timur. Kita punya pengalaman, ada banyak sekali kasus-kasus pelanggaran HAM yang tidak pernah dipertanggungjawabkan secara jujur, secara transparan. Saya kira memang signifikansinya ada di situ. Ada pada kerja sama militer, antara Indonesia dan Amerika. RN: Apakah ada kemungkinan kalau misalnya FBI menemukan keterlibatan Kopassus, bahwa itu juga akan muncul ke permukaan Pak? TH: Ya, seharusnya demikian. Siapa saja yang terlibat. Apakah itu OPM, ataukah itu militer Indonesia, seharusnya ini harus diangkat secara jujur, secara transparan. Demikian Sekjen Dewan Presidium Papua Thaha al-Hamid.1 * USAI PEMILIHAN BELANDA AKAN TENTUKAN PEMERINTAH KOALISI Hasil pemilihan 22 Januari 2003 di Belanda: Partai Kristen Demokrat (CDA) di bawah pimpinan Jan Peter Balkenende unggul di atas Partai Sosial Demokrat (PvdA). CDA berhasil mendapat 44 kursi (menang 1 kursi). Partai buruh PvdA mendapat 42 kursi (menang 19 kursi). Kemenangan besar ini dipandang sebagai keberhasilan Wouter Bos pemimpin baru PvdA yang memberi wajah dan kembali mengakrabkan partai pada pemilihnya. Pada pemilihan umum tanggal 15 Mei tahun lalu, partai sosial demokrat PvdA kalah besar dan hanya berhasil mendapat 23 kursi. Partai liberal konservatif VVD menang tipis dan mendapat 28 kursi. Dengan hasil ini maka mustahil bagi Partai Kristen Demokrat CDA untuk membentuk koalisi dengan partai liberal konservatif VVD, karena jumlah kursi mereka belum mencapai mayoritas. Kabinet Belanda yang lalu adalah kabinet koalisi CDA, VVD dengan LPF, partai baru yang didirikan oleh Pim Fortuyn, tokoh populis yang mati terbunuh sebelum pemilihan Mei 2002. Pemerintah itu hanya bertahan 87 hari, akibat pertengkaran di dalam tubuh LPF. Sejak awal kampanye P.M. demisioner Jan Peter Balkenende tidak menutup-nutupi niatnya untuk melanjutkan membentuk pemerintahan koalisi bersama partai liberal konservatif VVD. Sekarang seluruh Belanda menanti inisiatif CDA dalam formasi kabinet. Tapi Balkenende belum buka kartu: "Benar, kita harus menghormati keinginan pemilih. Tapi hubungannya bukan satu banding satu, seperti tampak sekarang. Yang penting adalah hasil akhir. Isi harus diutamakan." Balkenende ingin membentuk pemerintah kanan tengah. Koalisi Kristen Demokrat dengan partai konservatif VVD yang diinginkan oleh Balkenende mustahil, karena bersama-sama mereka baru menduduki 72 di antara 150 kursi. Ditambah dengan kursi dari partai populis LPF mereka bisa mencapai 80 kursi. Tapi itu tidak masuk akal, karena Lijst Pim Fortuyn (LPF), yang selama 87 hari pemerintahan lalu hanya cakar-cakaran, sehingga kabinet jatuh. LPF yang pada pemilihan lalu mengorbit dan mendapat 26 kursi kali ini amblek dan hanya mendapat delapan kursi. Namun, partai-partai mapan belum bebas dari kami, kata Mat Herben, pemimpin LPF. Pilihan lain adalah membentuk pemerntah koalisi kiri tengah, seperti disarankan oleh mantan P.M. dan mantan pemimpin partai buruh PvdA Wim Kok: "Tentu saja tidak ada yang bisa meramalkan bagaimana jalannya pembentukan kabinet, tapi bagi saja jelas kemungkinan pertama adalah koalisi CDA-PvdA yang harus dijajaki dulu." Namun Wouter Bos pemimpin PvdA sudah mengatakan tidak akan ngotot harus memerintah. Tapi tidak bisa diingkari Wouter Bos berhasil merenggut kembali posisi partai buruh ini pada peta politik Belanda. Pada pemilihan Mei tahun lalu PvdA kalah besar dari 45 kursi menjadi 23 kursi. Partai buruh itu dituduh angkuh dan menjauh dari pendukungnya. Wouter Bos yang belum genap berumur 40 tahun, berhasil meniupkan angin segar pada partai buruh Belanda. Tentang kemungkinan pembentukan kabinet baru Belanda, berikut keterangan Usman Santi, salah seorang tokoh Partai Buruh PvdA: Usman Santi [US]: Memang di Belanda pemerintah sudah mesti berkoalisi ya. Tetapi saya rasa Anda sudah tahu sekarang, itu partai buruh dan partai CDA. Dua partai yang besar di Belanda. Itu berarti orang yang pilih di sini, rakyat Belanda ada kemauan besar sekali. Mereka mau itu, pemerintah yang koalisi. Mereka bilang centrum links, kiri tengah. Itu sudah mesti begitu. Kanan tengah tidak bisa. Saya rasa nanti biar partai buruh tidak yang besar, akibatnya sekarang mesti koalisi baru. Mereka tidak mau lagi tengah kanan. Itu tidak mungkin, tidak bisa. Radio Nederland [RN]: Tapi pemimpin CDA Balkenende masih tetap menginginkan kabinet kanan dari pusat, jadi berkoalisi dengan partai liberal VVD. Ya, kalau tidak ada jalan lain, dengan LPF atau dengan D66. US: Itu tidak bisa. Itu tidak bisa dipercaya. Sampai sekarang Balkenende bilang begini dalam kampanye: "Saya tidak mau koalisi dengan LPF". Itu tidak bisa juga. LPF jatuh bulan Oktober, pemerintah, sebab ada susah dalam fraksi LPF. Tidak masuk akal kalau sekarang ada koalisi baru lagi dengan LPF. Kalau Balkenende bicara begitu, orangnya tahu juga, kemarin pemilih itu sudah nyata-nyata sudah mesti kiri tengah. Tidak bisa lain. RN: Menurut Balkenende, sekarang ini keadaan ekonomi di dunia, bukan hanya di Belanda saja, tapi di dunia tidak begitu baik. Oleh karena itu dibutuhkan pemerintahan yang berani mengambil keputusan-keputusan yang tidak populer. Oleh karena itu dibutuhkan pemerintahan yang kanan dari pusat. US: Ya, itu Wouter Bos juga bilang begini juga. Wouter Bos sudah bilang di media juga, kalau partai buruh masuk pemerintah, realitas ada juga ekonomi tidak kuat, barangkali ada perang di Irak. Kita orang tahu ada periode yang baru sekarang. Tidak bisa lain. Kebijakan yang tidak popular. Itu sudah mesti begitu. Tidak bisa jalan lain. Tetapi biar ekonomi bisa jalan baik, kita orang tidak bisa lupa orang yang tidak ada kerja, atau orang yang sakit, atau orang yang tua-tua. Kita bisa lupa mereka. RN: Jadi para penganggur ya, tunjangan pengangguran, dan tunjangan hari tua itu harus dijamin. US: Ya, benar. RN: LPF dari 26 kursi menjadi 8 kursi. Tapi Mat Herben dari LPF mengatakan sampai sekarang ternyata LPF adalah partai yang tidak boleh diremehkan oleh partai-partai yang mapan. US: Memang benar ya, kita orang demokrasi. Itu biar partai kecil, atau besar, berarti kalau mereka dipilih, itu biar ada koalisi baru. Mereka dengar apa yang itu partai bawa juga. Asal itu politik serius, jangan politiknya cuma mereka sendiri. Ini periode dari LPF yang 6, 7 bulan di parlemen Belanda, ya itu mereka sendiri intern bikin susah ya. Bilang saja dalam itu demokrasi, PvdA juga, biar bagaimana, dengar kalau mereka bilang saja bahwa ide-ide yang baik, kita orang bisa terima juga. Kalau ide yang tidak baik, kita orang tolak. RN: Tapi mereka ingin perbatasan Belanda ditutup untuk para pendatang. US: Itu tidak bisa ya. Kita orang tidak bisa setuju. Contoh yang kita orang bilang, kalau ada ide yang baik, kita orang bisa bilang ya. Kalau ide yang tidak baik, itu demokrasi juga, kita orang bisa bilang, tidak diterima. Tetapi kalau LPF dapat 8 kursi di parlemen Belanda, kita orang tahu ada ide juga yang barangkali serius juga di orang-orang yang tinggal di Belanda. Bisa jadi ya. Kita orang tahu juga ada orang yang fikir, bagaimana mengenai mereka bilang Belanda hanya untuk orang Belanda sendiri, tidak boleh orang baru masuk lagi. Mereka barangkali fikir, kalau orang asing terlalu banyak di Belanda, ada susah dan ekonominya tambah jadi susah lagi. Tapi saya tidak setuju begitu ya. Partai Buruh bilang memang kalau orang baru mau masuk, mesti ada inburgering, naturalisasi, mesti turut ini, mesti ada wet yang bilang bahwa mereka mesti turut. Tapi itu bukan berarti, harus tutup, tidak ada orang dari luar, tidak boleh masuk. Saya rasa itu tidak baik. Demikian Usman Santi salah seorang tokoh Partai Buruh PvdA. * INDONESIA TIDAK AKAN BEGITU SAJA TINGGALKAN IRAK Hingga sekarang 25 orang warga Indonesia telah dievakuasi dari Baghdad. Menurut Duta Besar RI untuk Irak, Dahlan Abdulhamid, sekarang situasi siaga III. Tergantung dari hasil pertemuan 27 hingga 31 Januari mendatang antara PBB, AS dan Inggris, akan ditentukan proses evakuasi selanjutnya. Tetapi yang pasti, sebagai negara sahabat Indonesia tidak akan menelantarkan begitu saja temannya yang sedang tertelungkup. Ikuti keterangan Dubes Dahlan Abdulhamid kepada Radio Nederland: Dahlan Abdulhamid [DA]: Seluruhnya tadinya 81. Sekarang tinggal 65. Diutamakan adalah ibu-ibu dan anak-anak yang sudah berangkat kemarin. Radio Nederland [RN]: Dan pegawai kedutaan lainnya bagaimana Pak? DA: Masih tetap standby di sini. RN: Pak Hassan Wirayuda mengatakan bahwa kemungkinan pemerintah akan mengevakuasi semua warga Indonesia yang ada di Timur Tengah. Bagaimana ini Pak? DA: Tetap dengan memperhatikan kondisi masing-masing tempat. Paling utama sekali kan yang menjadi sasaran adalah Irak. Irak dikasih jumlah itu, maka kita sudah siapkan seperti yang saya katakan tadi. Administrasi semuanya, terutama paspor sudah dipegang oleh Kedutaan Besar. Dan orang-orang terkonsentrasi, karena kebetulan tidak begitu terpencar-pencar. Kita sudah menentukan bahwa ini adalah siaga tiga. Jadi nanti kalau sudah kumpul begini, kita memintakan visa yang ke terdekat. Yang penting keluar dulu dari Irak, kalau itu memang bahaya. Nah ini ceritanya sudah beres visanya sudah beres. Kemudian nanti kita juga menunggu 27. Nunggu 29 pertemuan PBB. 27 kan report. Kemudian tanggal 31 kan ada pertemuan Mister Bush dan Mister Tony Blair. Nah itu kan membutuhkan waktu. RN: Jadi berdasarkan pertemuan-pertemuan itu terutama yang tanggal 31 ya Pak. Mungkin mereka akan menyatakan akan menyerang Irak atau tidak. Jadi begitu mereka mengatakan akan diserang, sisanya itu langsung pergi? DA: Nggak begitu. Kan kita kan konsolidasi dengan teman-teman Kedutaan Besar yang lainnya. Tidak begitu serta merta kalau itu keputusannya ini. Perang ini kan hanya untuk menggulingkan nomor satu di sini. Apakah dengan begitu kita cukup, kan tidak. Kita sebagai negara sahabat tidak begitu saja meninggalkan teman yang lagi tertelungkup. RN: Jadi kemungkinan kalau misalnya keadaan berubah menjadi tambah gawat, hanya sebagian lagi yang diungsikan atau dievakuasi, sementara Bapak sendiri akan tetap tinggal di Bagdad? DA: Ya, sampai momen-momen akhir saya akan tetap di sini. RN: Kapan itu momen-momen akhir Pak? DA: Ya momen akhir itu tergantung situasi politik. Kita nunggu juga informasi dari teman kita dari UN. Teman-teman kita di UN di sana, perwakilan kita, kemudian dari Jakarta, kemudian dari teman kita sendiri. Di sini ada 64 perwakilan asing yang ada di Bagdad. Kita kan sering sekali bertemu dengan mereka-mereka ini. Apakah mereka pergi atau tidak. Masa kita lari sendiri, nggak lucu gitu. RN: Lalu tentang warga Indonesia, yang paling banyak di Timor Tengah itu, di Kuwait ya Pak. Kira-kira ada 33 ribu. Itu bagaimana caranya Pak, kapan mereka harus dievakuasi? DA: Saya tidak berkapasitas untuk menjawab itu. Saya kira ada Duta Besar kita di Kuwait. RN: Tapi apakah mungkin dalam waktu sepuluh hari lagi untuk mengevakuasi 33 ribu orang Pak? DA: Kita akan bertemu antara beberapa Duta Besar, yang terutama Duta Besar yang melingkar di Irak ini. Mungkin satu, dua hari yang akan datang ini. Dalam pertemuan itu kita ada informasi-informasi. Tapi sampai sekarang ketenangan di Kuwait masih tetap. Jadi nggak ada yang berubah di sana. Tetap tenang mereka di sana. RN: Dan masih bisa makan, masih bisa tidur tenang? DA: Oh iya, tidak hanya di Kuwait. Di Irak saja kemarin kami pertandingan hari kemarin. RN: Jadi tidak ada kecemasan di antara warga Indonesia, atau di antara anggota Kedutaan, tiba-tiba ada bom jatuh? DA: Atau mungkin sudah pada biasa. Karena sasarannya jelas: militer. Terus sama kedutaan itu saya tanya tadi malam dengan Duta Besar Rusia yang ada di sini. Bagaimana, saya di sini ada sekitar 1000 orang di sini. Dia jawab ah releks-releks saja, kalau perlu ada keluarga juga yang ke sini, nggak apa-apa, tenang-tenang aja kami di sini. Demikian Dubes Dahlan Abdulhamid. * USUL PENYELMATAN MEGAWATI: PEMILU DIPERCEPAT Nasib Megawati tergantung pada rakyat, kata Taufik Kiemas, suami Presiden. Pihak PDI-P yang kini dalam keadaan terpecah, sejak kemarin dulu mulai mengarahkan perhatiannya pada pers. Taufik Kiemas, misalnya, rajin mendekati pers. Ia juga mulai menggerakkan massa PDI-P menghadapi demo-demo mahasiswa di Jakarta. Tetapi Taufik tampaknya sadar: ini pun bisa berbahaya. Jika massa PDI-P bentrok dengan mahasiswa sudah pasti massa rakyat yang netral dan massa partai-partai lain yang tidak puas akan mendukung mahasiswa.Ada sementara tokoh PDI-P yang kini berusaha mendesak agar pemilu dipercepat untuk menyelamatkan partai dan Mega. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta. Di Jakarta kini sulit untuk mencari intelektual yang mau berbicara terbuka mendukung kebijakan Presiden Megawati. Hingga kini hanya pengamat politik Arbi Sanit saja yang masih meremehkan aksi-aksi mahasiswa dan secara vokal mendukung Megawati. Namun Aristides Katoppo, seorang intelektual Kristen, pemimpin redaksi harian Sinar Harapan, sebagaimana halnya sebagian besar media Kristen, juga mendukung Presiden Megawati. Ia menentang pembentukan Presidium atau Dewan Rakyat. Menurutnya kekurangan pemerintah hingga kini hanyalah dalam hal kurang mahir menjelaskan kepada rakyat mengapa kebijakan-kebijakan kenaikan harga BBM dan TDL perlu ditempuh. Kemudian adanya upaya-upaya pemerintah menanggulangi kelompok-kelompok masyarakat miskin, misalnya dengan mengadakan beras murah serta subsidi langsung kepada pemakai minyak tanah, solar dan lain-lain, juga tidak diexpose dengan baik. Semuanya itu menurut Aristides Katoppo kurang cepat dan kurang kreatif dilakukan. Ia mendukung pendapat Presiden Megawati bahwa pers berpihak. Tapi ia menganggap pers saat ini hanya ikut-ikutan menyuarakan suara yang nyaring seperti yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin instusi-instusi yang ada seperti DPR dan MPR. Tetapi ia melihat Megawati masih setia pada proses demokrasi yang sudah disepakati bersama. Aristides Katoppo: Saya kira kita harus begini ya. Saya kira sekarang bagaimana pun pemerintahan sekarang, masih komit pada suatu proses reformasi melalui mempersiapkan suatu pemilu yang sistemnya sudah lebih demokratis dibanding dengan yang sebelumnya. Nah itu kan sudah merupakan semacam suatu konsensus kesepakatan nasional. Memang masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dan memang kita mengatakan reformasi itu adalah melakukan proses demokratisasi. Karena proses demokrasinya mungkin baru sesudah 25 tahun akan tercapai. Dalam perjalanan itu yang memang banyak sekali tantangan dan banyak sekali bahaya seperti bahaya kudeta bisa saja kalau nanti kaum sipil dipersalahkan di mana tentara menyatakan, ya karena pimpinan-pimpinan sipil tidak bisa bersatu, tidak bisa melakukan suatu program bersama, demokratisasi, ya akhirnya seperti di Pakistan dari musyawarah, menjadi Musharraf, jadi diktatur. Megawati memang bukanlah satu-satunya presiden yang mengkritik pers. Di negara lain pun saat ini terjadi hal yang sama.Biasanya yang terjadi adalah shoot the messenger. Karena kita tidak senang kepada pembawa pesan yang membawa kabar buruk, maka dia yang menjadi sasaran. Walau pun bisa juga dikatakan tidak selalu pemberitaan pers itu cukup berimbang atau berupaya memberitakan dengan "nada yang sejuk". Pers pun berbeda dalam memberitakan jumalh massa yang datang ke jalan Teuku Umar Jakarta, kemarin. Ada yang mengatakan hanya 500 orang yang datang ke rumah kediaman Megawati untuk merayakan hari ulang tahun Presiden yang ke 57. Yang lainnya lagi menyebut angka 1000. Tapi yang pasti rencana PDIP semula adalah untuk mendatangkan 5000 orang. Ternyata meski punya dana yang banyak, entah mengapa massa pendukung PDI-P yang hadir hanyalah seperlima dari yang direncanakan. Itu pun sebagian merupakan anak-anak dan ibu-ibu. Keadaannya persis seperti di Bali. Direncanakan 40.000 orang yang hadir hanya 8.000. Demikian pula pada apel PDIP di Kopo Jawa Barat. Direncanakan 10.000 kader partai di Jawa Barat yang akan menghadiri apel tersebut. Tetapi yang datang hanya 1500 orang saja. Kemarin, para pendukung PDI-P sempat pula berdemo di depan istana. Di antara poster yang digelar ialah "Tolak pembentukan Presidium yang inkonstitusional". Seorang pendukung Megawati mengatakan, "Kita harus fokuskan kepada konsensus yang ada. Kalau mau merubah politik atau pimpinan politik tempuhlah jalan demokratis yaitu lewat pemilu. Yang lain mengatakan, pada prinsipnya ia tidak keberatan jika pemilu dipercepat tetapi secara praktis untuk pemilu dilakukan tahun 2004 saja, dengan sistem baru yang sudah disetujui. Dan yang penting adalah pemilihan DPRD dan jangan difokuskan kepada pemilihan presiden saja walau pun dilakukan secara langsung. Di kalangan PDI-P memang ada keinginan untuk mempercepat pemilu dan diadakan tahun ini. Ini salah satu cara untuk menyelamatkan Megawati. Tetapi ada yang mengatakan, kalau sekedar mempercepat pemilihan presiden itu bisa saja tetapi justru dapat menimbulkan ketimpangan baru dan itu menuntut kesabaran karena demokratisasi tidak berlaku untuk satu orang saja. Sementara itu di kalangan elit PDI-P tersebar berita bahwa keluarga Soeharto sudah menjamin tidak akan ikut menggoyang Presiden Megawati sampai tahun 2004 dengan syarat mantan presiden itu tidak diseret ke depan pengadilan. Pihak Cendana pun sudah menjamin bahwa Wiranto dan Cilangkap akan tetap mendukung Megawati. Dalam hubungan inilah perlu disimak mengapa Wiranto mengirim suatu karangan bunga yang besar kepada Megawati kemarin. Tetapi para mahasiswa nampaknya akan terus bergerak. Seorang aktivis mengatakan, Wiranto, Eros, Fuad Bawazier dan Adi Sasono dapatlah diumpamakan dengan suatu bagian dari satu film yang sedang diputar. Mahasiswa punya strategi tersendiri dan pemimpin sendiri. Dan akhir dari film itu pun jelas.Militer maupun Cendana tidak bisa mempengaruhi strategi yang dijalankan mahasiswa saat ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
