---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 05 Februari 2003 15:30 UTC



** MANTAN DANREM TIMTIM DITUNTUT 10 TAHUN PENJARA

** SENAT AUSTRALIA MENGECAM SIKAP POLITIK PM HOWARD SOAL IRAK

** MUSHARRAF DI MOSKOW

** HYUNDAI MEMPRAKARSAI PAKET WISATA KE KOREA UTARA

** TOPIK GEMA WARTA : DISTORSI OTONOMI DAERAH BISA MENYULUT
DESINTEGRASI BANGSA

** TOPIK GEMA WARTA : PENUMPASAN OPM ALASAN KERJASAMA PERBATASAN
PAPUA NUGINI

** TOPIK GEMA WARTA : MUSHARRAF CARI DUKUNGAN DI MOSKOW

** TOPIK GEMA WARTA : NEGARA BARU DI EROPA



* MANTAN DANREM TIMTIM DITUNTUT 10 TAHUN PENJARA

Mantan Danrem 164 Wira Dharma Timtim - Brigjen Noer Muis dituntut 10
tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurut jaksa,
Brigjen Noer Muis melakukan pelanggaran berat HAM karena membiarkan
dan tidak melakukan pencegahan aksi penyerangan antara lain terhadap
rumah kediaman uskup Belo dan di kompleks Diosis Dili, yang dilakukan
oleh massa pro integrasi pasca jajak pendapat.
Milisi pro integrasi melakukan aksi-aksi kerusuhan yang mengakibatkan
ratusan ribu rakyat Timtor Timur melarikan diri setelah mayoritas
rakyat Timtim memilih kemerdekaan. Menurut PBB lebih dari seribu
orang tewas.
Brigjen Noer Muis merupakan salah satu dari 18 terdakwa pelanggaran
HAM di Timor Timur yang diseret ke pengadilan. Sejauh ini satu
perwira tinggi dan dua orang sipil sudah di vonis oleh pengadilan. 11
lain dibebaskan.


* SENAT AUSTRALIA MENGECAM SIKAP POLITIK PM HOWARD SOAL IRAK

Senat Australia mengecam kebijakan perdana menteri John Howard soal
Irak. Untuk pertama kali terjadi pemungutan suara yang begitu seru
dan alot di senat Australia. Setelah berembuk selama 11 jam, para
senator Australia mengambil keputusan bersejarah. Suara mayoritas
menolak sikap politik perdana menteri Howard soal Irak. Mereka
mempertanyakan keputusan sepihak Howard mengirim dua ribu militer ke
kawasan Teluk. Sejauh ini hanya Australia dan Inggris yang aktif
mendukung Amerika Serikat dalam soal Irak dengan membantu Amerika
membangun kekuatan militer di kawasan Teluk.
Mayoritas senator Australia menuduh perdana menteri Howard
mengabaikan realitas politik dan pendapat umum di dalam negeri. Mosi
tidak percaya kepada perdana menteri Howard selanjutnya menolak
penyerbuan terhadap Irak tanpa mandat PBB.
Posisi politik Howard tidak goyah. Partai konservatif nya menguasai
suara mayoritas di parlemen.


* MUSHARRAF DI MOSKOW


Pemimpin Pakistan Pervez Musharraf tiba di Rusia untuk suatu
pertemuan bersejarah dengan presiden Vladimir Putin. Untuk pertama
kali dalam 30 tahun seorang kepala negara Pakistan berkunjung ke
Rusia. Musharraf dan Putin antara lain akan membicarakan konflik
antara India dengan Pakistan dan soal Kashmir. Sebelum bertolak ke
Moskow, Musharraf berharap bahwa Putin akan dapat berperan sebagai
penengah.
Sejak dulu Rusia memiliki hubungan yang lebih baik dengan India.
Musharraf tetap optimis mengenai kerjasama dengan Moskow terutama di
sektor ekonomi.


* HYUNDAI MEMPRAKARSAI PAKET WISATA KE KOREA UTARA

Tidak kurang dari seratus penduduk Korea Selatan dengan 10 bis
melewati perbatasan dengan Korea Utara untuk mengunjungi
tempat-tempat wisata. Kunjungan tersebut merupakan prakarsa
perusahaan raksasa Hyundai. Apabila kunjungan kali ini berhasil
dengan baik, Hyundai akan mengembangkan paket-paket wisata ke Korea
Utara.
Hyundai sudah menjalin hubungan bisnis dengan Korea Utara. Perusahaan
raksasa Korea Selatan itu menggunakan kesempatan yang diprakarsai
oleh presiden Kim Dae Jung yang melakukan rujukan dengan Korea
Selatan. Kebijakan politik Kim Dae Jung telah pula membuka peluang
bagi rakyat sebangsa untuk saling melakukan kunjungan keluarga
setelah terpisah selama lebih dari 10 tahun.


* PERTEMUAN ILMUWAN IRAK INSPEKTUR SENJATA PBB

Irak harus cepat menyetujui pertemuan antara para ilmuwan Irak dengan
inspektur senjata PBB. Demikian tuntutan ketua tim inspeksi senjata
Hans Blix. Sejak tim PBB mulai melakukan inspeksi senjata di Irak
akhir tahun lalu, sudah diusahakan pertemuan dengan para ilmuwan Irak
tanpa campur tangan otoritas setempat. Pertemuan tersebut dimaksudkan
untuk mengumpulkan informasi apakah Irak memiliki atau memproduksi
senjata pemusnah massal.
Ketua tim inspeksi senjata PBB Hans Blix juga menuntut agar Bagdad
tidak melarang pesawat mata-mata U2 Amerika terbang diatas wilayah
udara Irak. Menurut Blix Irak harus menyadari bahwa semua upaya
diplomatik sudah ditempuh dan aksi militer semakin diambang pintu.
Hari ini menlu Amerika Collin Powell akan menyampaikan bukti-bukti
tentang senjata-senjata pemusnah massal yang dimiliki oleh Irak. Hal
itu akan dilakukan Collin Powell di dewan keamanan PBB.


* IDENTIFIKASI JENASAH ASTRONOT ISRAEL

Para pakar di Lembaga Antariksa Amerika NASA telah berhasil
mengidentifikasi jenasah astronot Israel - Ilan Ramon. Serpihan
jenasah astronot pertama Israel itu diselidiki selama beberapa hari.
Jenasah Ramon akan dikuburkan di Israel. Belum dilaporkan mengenai
proses pengusutan indentifikasi enam awak Amerika lain yang tewas
akibat kecelakaan yang dialami pesawat ruang angkasa Columbia.
Sementara itu telah dimulai pengusutan resmi penyebab kecelakaan yang
dialami Columbia. Selain penelitian ratusan keping-keping pesawat,
juga dilakukan pengumpulan informasi dari puluhan saksi mata. Tidak
jelas, berapa lama pengusutan kecelakaan pesawat ruang angkasa
Columbia akan memakan waktu.


* TOPIK GEMA WARTA : DISTORSI OTONOMI DAERAH BISA MENYULUT
DESINTEGRASI BANGSA


Intro: Macetnya pelaksanaan otonomi daerah adalah karena tidak adanya
peratuan pemerintah pusat yang cukup untuk menjalankan otonomi
tersebut. Demikian mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid.
Namun kalangan lain menilai sumber distorsi otonomi daerah adalah
pemerintah daerah sendiri yang membuat perda-perda yang tidak
menghiraukan kepentingan umum. Tindakan saling tuding antara pusat
yang didukung PDIP dengan daerah yang kebanyakan didukung oleh Golkar
ini bisa menganggu kestabilan nasional. Koresponden Syahrir mengirim
laporan berikut dari Jakarta.


Distorsi dalam pelaksanaan otonomi daerah bersumber pada pusat.
Selain tidak melakukan pembimbingan atau supervise kepada daerah,
pemerintah tidak mempunyai peraturan yang cukup untuk menjalankan
otonomi tersebut. Demikian Profesor Ryaas Rasyid pakar otonomi daerah
kepada harian Kompas kemarin. Distorsi bukan bersumber dari substansi
undang-undangnya tetapi pada pelaksana otonomi tersebut, kata mantan
Menteri Negara Otonomi Daerah itu. Mengenai rencana pemerintah untuk
merevisi undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, Ryaas
menyatakan, pihaknya mendukung revisi tersebut jika tujuannya
memperkuat desentralisasi, bukan sebaliknya melakukan resentralisasi.
Namun, ia mensinyalir adanya kecenderungan pemerintah pusat untuk
mengambil kembali kewenangan yang telah diberikan.

Sedangkan kalangan lain melihat, bahwa sumber distorsi itu tidak
hanya terletak pada pemerintah pusat tapi juga karena
kebijakan-kebijakan yang diambil dari sumber daerah berupa
diterbitkannya perda-perda yang sama sekali tidak menghiraukan
kepentingan umum. Misalnya di bidang kehutanan pemerintah daerah
tidak menjaga kelestarian hutan. Mereka tidak menghiraukan lagi
peradaban untuk masa depan. Artinya semuanya dihabiskan. Yang penting
bisa menghasilkan sumber pemerintah daerah atau sumber pendapatan
daerah yang  mengakibatkan kerusakan hutan di taman-taman nasiona
termasuk juga di hutan lindung.

Inilah antara lain sumber distorsi di daerah. Padahal sumber
pendapatan daerah itupun belum dirasakan manfaatnya sampai kepada
lapisan masyarakat kecil. Saat Ryas Rasyid menjabat sebagai menteri
Negara Pemberdayaan Aparatur Negara  (PAN) ia telah mengajukan usulan
kepada presiden untuk menerbitkan sekitar 200 keppres dan sekitar 30
peraturan pemerintah yang mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Soalnya  pelaksanaan otonomi tak mungkin berjalan mulus tanpa
bimbingan dan supervisi dari pemerintah pusat.

Mantan Sekjen Departemen Kehutanan Suripto SH berpendapat:
"Pemerintah sudah memberikan otonomi kepada daerah dengan
kewenangan-kewenangan yang terdapat di dalam UU no 22 tahun 1999
serta dilanjutkan kewenangan yang lebih konkrit lagi di mana
bupati-bupati mempunyai kewenangan yang jelas, yaitu berdasarkan PP
no 25 tahun 2000. Namun jika terjadi revolusi, daerah tersebut akan
bereaksi. Daerah ini akan memprotes dan akan menentang karena selama
ini mereka sudah merasakan nikmatnya memperoleh PAB. Kabupaten dan
kota sudah biasa mendapatkan sumber-sumber pendapatan yang bisa
digunakan untuk melaksanakan pembangunan untuk daerah itu sendiri.
Tentu ini tidak berlaku untuk semua daerah. Hanya daerah-daerah
tertentu saja terutama yang kaya dengan sumber daya alam.

Departemen Kehutanan misalnya  pernah mengajukan surat kepada MA
supaya perda-perda yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tertentu
dicabut kembali. Soalnya perda-perda itu memberi kewenangan pemberian
ijin pengelolaan hutan dan pemanfaatan kayu yang sama sekali
melanggar pemetaan. Peta-peta yang telah ditetapkan itu adalah
daerah-daerah yang semestinya menjadi daerah hutan lindung atau
daerah yang semestinya menjadi taman nasional. Surat departemen
Kehutanan ini tidak digubris. Maka terjadilah bencana yaitu
terjadinya penebangan liar yang dilegalisir oleh perda-perda. Hal itu
 jelas tidak bisa dibiarkan terus, jadi perlu adanya penataan kembali
tentang batas-batas wewenang yang jelas. Mana yang tidak boleh dan
mana yang diperkenankan.

Tapi masalahnya sekarang adalah sampai berapa jauh pemerintah pusat
itu masih punya wibawa yang cukup untuk bisa ditaati dan disegani
oleh daerah-daerah agar perundingan-perundingan dilakukan dan
peraturannya ditaati. Sebenarnya jika ditinjau  secara politis,
ketika terjadi proses kejatuhan pemerintahan Suharto, di
daerah-daerah itu belum terjadi reformasi. Utamanya di sektor
aparatur dan kekuasaan-kekuasaan yang masih berjiwa dan bersemangat
orde baru. Artinya bahwa di daerah itu sekarang terjadi apa yang
disebut oligarkhi-oligarkhi baru. Ini sesungguhnya merupakan
pemindahan oligarkhi-pusat  disekitar Suharto ke oligarkhi-oligarkhi
di seputar bupati-bupat. Dan mereka itu masih bermental dan berjiwa
orde baru.

Sekalipun mereka baru muncul dan berkuasa sekarang tetapi pada
hakekatnya mereka masih tetap menjalankan praktek-praktek orde baru.
Oleh karena itu maka mereka ini mau ditertibkan oleh pemerintahan
Megawati. Tapi sampai berapa jauh Mega mampu menegakkan wibawanya
sampai ke daerah. Maka masalah yang dihadapinya ialah  mampukah ia
melakukan pembersihan di pusat? Utamanya oligarkhi-oligarkhi di
seputar Teuku Umar dan kabinetnya. Sebab tanpa membersihkan orang di
sekitarnya atau di lingkaran Sekneg dan PDIP, yang masih berjiwa orde
baru  jangan harap oligarkhi-oligarhi di daerah bisa ia bersihkan.

Masalah lain, jika sampai terjadi bentrokan antara PDIP dan Golkar,
maka konflik antara pusat dan daerah akan meningkat. Bukankah
kekuatan riil pada waktu ini adalah PDIP dan golkar? Sedangkan secara
perhitungan umum Pulau Jawa  itu dikuasai oleh PDIP. Sedangkan di
luar jawa yang lebih kuat adalah golkar. Dengan demikian yang
dikuatirkan ialah konflik ini akan berlarut-larut. Padahal pemulihan
keamanan dan ekonomi  masih belum bisa diselesaikan dengan cepat.
Maka yang bisa terjadi adalah desintegrasi bangsa. Dengan
latarbelakang ini bisa dilihat mengapa tiba-tiba muncul ide Kongres
Rakyat Indonesia Timur dan Kongres Rakyat Indonesia Barat di
Salatiga Jawa tengah. Bisa saja separatisme muncul dimana pihak-pihak
ketiga di luar PDIP dan Golkar akan menggunakan kesempatan ini untuk
menimbulkan negara-negara baru sehingga terjadi disintegrasi bangsa.


* TOPIK GEMA WARTA : PENUMPASAN OPM ALASAN KERJASAMA PERBATASAN PAPUA
NUGINI


Intro : Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini menyepakati kerjasama
keamanan perbatasan kedua negara untuk menumpas Organisasi Papua
Merdeka (OPM). Panglima TNI, Hendriartono Sutarto menuduh pejuang OPM
berada dibelakang tiga kasus kekerasan di Papua, bulan-bulan
belakangan. Sementara itu, Thaha Al Hamid, Sejend Presidium Dewan
Papua menyatakan bahwa TNI terlalu cepat menuhuh pihak OPM sebagai
alasan kerjasama keamanan ini, tanpa fakta.

Thaha Al Hamid (TAH) : Nah hal pertama saya kira ini harus dijelaskan
dulu siapa yang sebenarnya yang bertanggung-jawab dalam peristiwa
itu, apakah itu OPM atau justru Tentara Nasional Indonesia TNI. Ini
yang pertama. Dan kerjasama seperti itu sebenarnya suatu hal yang
menurut kami wajar saja apabila ada dua negara yang berbatasan lalu
kemudian membicarakan hal-hal yang sifatnya serius untuk mengatur
keamanan di wilayah perbatasan. Untuk kami itu hal yang wajar dan
sesungguhnya itu sudah berlangsung dari dulu hanya saat ini saya kira
ada suatu perubahan "policy" ditingkat Jakarta sehingga mau dilakukan
"pressing" secara militer kepada aktivis-aktivis OPM.

Radio Nederland (RN) : Bapak tadi menyinggung pelaku. Siapa
sebenarnya dibelakang pembunuhan aktivis HAM itu ? Jadi sampai
sekarang ini masih belum jelas penyedilikannya ?

TAH : sampai sekarang belum jelas. Ada tiga kasus yang terjadi hampir
bersamaan dalam kurun waktu yang kurang lebih satu bulan. Sampai
sekarang jelas. Justru dari kasus inilah yang hasilnya bukan
menginvestigasi menjelaskan siapa yang bertanggung-jawab tetapi
justru karena kasus itu maka tiba-tiba tentara ambil langkah untuk
melakukan kerjasama pengamanan perbatasan. Kita tahu di perbatasan
itu memang sering dipakai oleh teman-teman kami gerakan bersenjata
sayap militer TPM OPM. Tapi juga dikawasan perbatasan itu tempat
pencurian kayu. Tapi juga di kawasan perbatasan itu tempat
perdagangan vanili illegal. Disitu juga perdagangan ganja illegal.
Jadi diperbatasan itu banyak hal bisa terjadi. Nah lebih baik apabila
dijelaskan dulu siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kasus
penembakan disana baru kemudian duduk bicara bagaimana pengamanannya
?

RN : Anda menyatakan bahwasanya disana terjadi juga tindak-tindak
kriminalitas seperti penyelundupan kayu, vanili dan lain-lain
sebagainya. Apakah selama ini tindakan itu juga melibatkan
pihak-pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas keamanan ?

TAH : saya kira memang demikian. Selama ini memang fakta menunjukkan
demikian.

RN : Kemudian pertanyaan kami bahwasanya rakyat Papua menghendaki
sebuah kedamaian ditanah mereka. Lalu dengan adannya keputusan
kerja-sama ini apa kira-kiranya dampaknya buat rakyat Papua secara
keseluruhan ?

TAH : Pertama saya kira kalau kerjasama ini hanya diletakkan kepada
itu operasi terhadap TPM OPM maka tentu TPM OPM tentu tidak akan
tinggal diam. Kalau itu yang terjadi maka artinya bahwa wilayah
konflik ini akan terbakar ya. Saya kira TNI agak kesulitan memang
dengan pendekatan dialog yang selama ini kita kembangkan sehingga
wilayah "de facto" bagi TNI itu berbeda dengan di Aceh ya. Tetapi
dengan mendorong sebuah proses seperti ini maka seolah-olah memancing
TPM OPM untuk melawan dan kalau itu terjadi maka akan terjadi konflik
besar-besaran dan rakyat akan menjadi korban ya. Sekarang ini kondisi
sudah kondusif, kita hanya minta mari kita berdialog. Tetapi kalau
terus mau dipancing untuk diajak berperang pertama kami tahu ini
cara-cara yang tidak bermartabat. Tapi yang kedua kami tahu memang
Indonesia tidak punya cara selain itu.

RN : Jadi disebutnya kalau di Jakarta itu gaya Orde Baru itu.

TAH : Ya memang sekarang ini republik Indonesia sudah memasuki Orde
Baru Jilid Kedua. Jadi tidak ada perubahan apa-apa. Terutama dalam
hal-hal pendekatan seperti itu. Jadi kami memberikan cacatan penting
: ungkap dulu, jelaskan dulu, buka itu fakta apa yang terjadi, siapa
yang bertanggung-jawab dalam tiga peristiwa penembakan di perbatasan.
Karena ada juga banyak saksi yang bisa menunjukkan bahwa ada indikasi
kuat TNI terlibat dalam peristiwa itu. Tapi kenapa tiba-tiba
dibolak-balik dan diarahkan  segera kepada kerja-sama militer
sementara masalahnya seolah dilupakan saja.


Demikian Thaha Al Hamid, Sekjen Presidium Dewan Papua, organisasi
yang memperjuangkan kedaulatan rakyat Papua lewat jalan damai.


* TOPIK GEMA WARTA : MUSHARRAF CARI DUKUNGAN DI MOSKOW

Intro : Untuk pertama kali dalam 33 tahun seorang kepala negara
Pakistan berkunjung ke Rusia. Presiden Pervez Musharraf berkunjung ke
Moskow menjumpai rekan  sejawatnya presiden Vladimir Putin.
Mengherankan mengapa baru sekarang. Rusia adalah teman setia India
yang adalah musuh besar Pakistan. Disamping itu Rusia juga kesal
karena Pakistan mendukung kekuasaan Taliban di Afghanistan. Mengapa
Musharraf ke India? Lebih lanjut ulasan redaktur luar negeri Rob
Kievit.

Menurut Dr. Subhash Kapila, pakar Asia di South Asia Analysis Group,
Musharraf mencari jalan keluar dalam sengketa Kashmir dengan India.
Tahun lalu krisis meruncing sampai hampir terjadi perang nuklir antar
kedua negara itu. Amerika Serikat tetap mendesak ke dua negara
berbicara untuk menyelesaikan sengketa ini. Musharraf berpendapat
Rusia lebih pandai merayu India untuk berdialog ketimbang Amerika
Serikat.

Pendapat India jelas. P.M. India Atal Behari Vajpayee berulang kali
mengatakan dialog baru bisa dibuka bila kegiatan teror Islam
berhenti. Ini jelas adalah tudingan dukungan Pakistan pada
kelompok-kelompok militan Islam di Kashmir. Menurut New Delhi, dengan
bantuan Islamabad kelompok-kelompok itu mengadakan serangan di
negara-negara bagian India seperti, Jammu dan Kashmir. Oleh karena
itu mana mungkin India mau berbicara dengan tetangga yang mendukung
kelompok-kelompok semacam itu?

Musharraf sadar akan hal ini, kata Dr. Kapila. Dalam pidatonya awal
tahun ini Presiden Musharraf berjanji akan menindak
inflitran-infitran di Kashmir. Semenjak itu ia hanya memberi dukungan
diplomatis dan dukungan moril pada kelompok-kelompok Muslim itu dan
tidak memberi bantuan militer.

Tapi menurut Dr. Kapila kenyataan di Kashmir beberda dari omongan
Musharraf. Seharusnya dia menindak dinas rahasia Pakistan ISI (Inter
Services Intelligence). Dinas rahasia ini mendukung gerakan-gerakan
fundamentalis Islam. Tapi Musharraf mengatakan ISI adalah organiasi
oknum-oknum jahat yang berada di luar jangkauannya. Sementara itu
dukungan ISI pada kelompok-kelompok di Kashmir itu berjalan terus.

Sampai sekarang Musharraf hanya memperingatkan kelompok-kelompok
militan di Kashmir agar menghentikan serangan-serangan mereka kepada
India. Tapi itu tidak cukup. Musharraf harus menempatkan
pasukan-pasukannya di sana demikian kata Kapila.

Bila Musharraf datang ke Rusia dengan harapan bisa merenggangkan
sedikit hubungan Rusia dengan India, maka harapan itu hilang dalam
sekejap. Sebelum Presiden Musharraf menginjakkan kaki di bumi Rusia
dari Kremlin Presiden Putin menilpon sejawatnya dari India. Ia
menjamin P.M. Vajpayee akan setia mendukungnya.

Bukan hanya Pakistan yang datang dengan harapan ke Rusia. Rusia juga
punya keinginan. Putin tidak akan meremehkan Pakistan. Bukankah Rusia
ingin tetap berperan di kancah internasional, sekedar untuk mencegat
pengaruh Cina. Disamping itu industri Rusia juga melihat pasar baru.
Perdagangan Rusia - Pakistan tahun ini mencapai lebih dari 100 juta
dollar. Disamping Kashmir, kedua kepala negara itu juga akan
membicarakan hubungan dagang.


* TOPIK GEMA WARTA : NEGARA BARU DI EROPA

Intro : Keluarga Eropa mendapat anggota baru. Serbia & Montenegro.
Ini menggantikan Federasi Yugoslavia yang terdiri dari Serbia dan
Montenegro. Demikian keputusan parlemen Yugoslavia. Hanya dari
namanya saja, kesatuan ini tidak stabil. Dua bangsa yang berbeda
memutuskan untuk menghadapi masa depan bersama-sama. Kalau Serbia dan
Montenegro bisa bertahan tiga tahun saja sudah bisa disebut ajaib.
Kami bacakan ulasan James Kliphuis dari Yugoslavia.

Negara Balkan baru ini sebetulnya adalah cermin sikap Eropa yang
tidak mau terjadi perpecahan lagi di Eropa Tenggara. Negara ini
terbentuk akibat desakan Uni Eropa dan kebijakan luar negeri Javier
Solana yang jelas menolak keinginan Montenegro keluar dari Federasi
Yugoslavia. Karena kalau itu terjadi maka reaksinya beruntun,
bagian-bagian lain juga ingin merdeka, Kosovo Albania juga ingin
lepas dari Serbia, lalu pada gilirannya propinsi Vojvodina juga ingin
lepas dan seterusnya.

Oleh karena itu jelas apa yang dikatakan oleh Solana: Montenegro dan
Serbia harus tetap bersatu. Paling tidak untuk 3 tahun mendatang.
Oleh karena itu SM (Serbia Montenegro) sudah diolok-olok sebagai
negara Solania, karena penduduknya sendiri meragukan kesatuan ini.

Ini adalah suatu kemunduran, bagi negara yang terbentuk 84 tahun
silam hasil Konperensi Damai Versailles, pasca Perang Dunia I itu.
Pertama Kerajaan Serbia, Kroasia dan Slovenia, bergabung di tahun
1929 menjadi Yugoslavia, Tanah Slavia Selatan. Selama beberapa
dasawarsa dipimpin veteran komunis, Josip Broz Tito yang menjauhkan
Yugoslavia dari pengaruh Stalin dan kemudian Brezhnev, di Sovyet,
berhasil membawa Yugslavia menjadi contoh gemilang sebagai negara
dengan keragaman bangsa tapi harmonis.

Tetapi setelah Tito meninggal, keharmonisan itu mulai luntur dan
Yugoslavia terpecah belah oleh perbedaan etnik yang menimbulkan
pertumpahan darah paling parah dalam sejarah Eropa pasca Perang Dunia
II.  Di bawah kekuasaan orang kuat Serbia, Slobodan Milosevic, yang
tersisa tinggal puing-puing Yugoslavia saja, federasi Serbia dan
Montenegro. Gabungan yang tidak dikehendaki dengan tulus, setelah
Slobodan Milosevic dipaksa mundur kalangan Reformis, kini Montenegro
ingin memisahkan sebagai negara berdaulat.

Masih ada keraguan tentang kemerdekaan Montenegro akan terwujud dalam
waktu dekat ini. Menyusul pemungutan suara di parlemen federal
Yugoslavia, maka untuk minimal tiga tahun kedepan ini Yugoslavia
masih belum dikubur. Gabungan ingin mempertahankan satu angkatan
bersenjata tapi dengan dua mata uang. Serbia masih ingin
mempertahankan Dinar dan Montenegro akan menggunakan Euro sebagai
alat tukar. Bersama, mereka juga akan memiliki seorang presiden
dengan mandat yang sangat terbatas, seperti halnya presiden terakhir
Vojislav Kostunica. Sebuah parlemen dengan 126 kursi dan beberapa
orang menteri saja. Negara baru ini tidak memiliki sebuah ibukota,
Beograd sekarang hanyalah sebagai pusat administrasi saja.

Menurut hukum internasional Serbia dan Montenegro ini masih dipandang
sebagai satu negara.  Mereka hanya punya satu kursi di PBB dan di
organisasi keuangan internasional IMF dan Bank Dunia. Tetapi dua
negara itu menandatangani perjanjian internasional secara terpisah
dan masing-masing punya perwakilan di luar negeri.

Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan harus berasal dari dua
negara. Kalau yang satu dari Serbia maka lainnya harus orang
Montenegro. Kesepakatan megah ini diragukan, baik di Serbia maupun di
Montenegro, apakah semua kesepakatan itu bisa berjalan dalam tiga
tahun ini.

Mayoritas orang Montenegro dan segelintir orang Serbia beranggapan
ini hanya berlaku maksimal tiga tahun. Dan mungkin ada yang
meneteskan air mata karena bubarnya Yugoslavia, negara ciptaan Tito
dan menangisi masa jaya Yugo di bidang ekonomi dan era  Yugoslavia
sebagai negara multi etnis yang harmonis dan warganya cukup makmur
untuk bisa keliling Eropa.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke