---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 06 Februari 2003 15:40 UTC



** PRANCIS, RUSIA DAN CINA INGIN TAMBAHAN WAKTU UNTUK INSPEKTUR
SENJATA IRAK

** KOREA UTARA ANCAM BALIK AMERIKA SERIKAT

** MAHASISWA TUNTUT PRESIDEN MEGAWATI MUNDUR

** TOPIK GEMA WARTA: KOREA UTARA KEMBALI SIBUK DENGAN GERTAK SAMBAL

** TOPIK GEMA WARTA: MASYARAKAT INDONESIA DI IRAK DIUNGSIKAN

** TOPIK GEMA WARTA: DAMPAK PERANG IRAK TERHADAP POLITIK ISLAM
INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: DEMO MAHASISWA DI RUMAH MEGA : INISIATIF SENDIRI
ATAU REKAYASA?



* PRANCIS, RUSIA DAN CINA INGIN TAMBAHAN WAKTU UNTUK INSPEKTUR
SENJATA IRAK


Prancis, Rusia dan Cina tetap pada pendirian untuk memberi waktu
tambahan kepada inspektur senjata PBB di Irak. Tiga negara tersebut
menanggapi bukti-bukti yang dibeberkan Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat, Colin Powell di depan Dewan Keamanan PBB, Rabu kemarin. Baik
Prancis, Rusia maupun Cina sebagai anggota tetap Dewan Keamanan,
punya hak veto. Prancis adalah yang paling tidak terpengaruh
pembeberan bukti Colin Powell. Paris menilai bukan waktunya untuk
mengambil resolusi ke dua terhadap Irak. Rusia menilai bahwa
inspektur senjata harus membuktikan dulu kebenaran tuduhan Amerika
Serikat.

Sementara itu Britania Raya, mitra dekat Amerika Serikat, meyakini
bahwa Powell menunjukan bukti yang meyakinkan. Wakil Irak di PBB,
Mohammad al Duri, menamai penampilan bukti-bukti Menlu Amerika
Serikat itu sebagai "film kartun".

Ulasan lebih lanjut mengenai ancaman perang Irak, dapat anda ikuti
dalam Gema Warta.


* KOREA UTARA ANCAM BALIK AMERIKA SERIKAT


Sebuah serangan Amerika Serikat terhadap pusat pembangkit nuklir di
Korea Utara akan memicu perang total. Demikian Pyongyang menanggapi
ungkapan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Donald Rumsfeld. Rabu
kemarin Korea Utara mengumumkan segera mengaktifkan kembali pusat
pembangkit nuklir Yongbyon untuk memenuhi kebutuhan energi.

Menanggapi pengumuman Pyongyang itu, Donald Rumsfeld mengatakan bahwa
Amerika Serikat mampu menghentikan ancaman nuklir Korea Utara,
meskipun sedang menghadapi krisis Irak. Kalangan pakar nuklir menduga
bahwa pembangkit Yongbyon itu terlalu kecil untuk memasok enerji tapi
cukup untuk mengembangkan bahan baku nuklir, plutonium.

Reporter BBC melaporkan bahwa situasi di ibukota Pyongyang tegang.
Dua kali sehari berlangsung latihan massal menghadapi serangan udara.
Banyak pamflet disebar untuk mengimbau penduduk tetap tabah
menghadapi kemungkinan konfrontasi.


* MAHASISWA TUNTUT PRESIDEN MEGAWATI MUNDUR


Sekitar seribu orang mahasiswa berdemonstrasi tidak jauh dari kantor
Presiden Megawati. Mereka menuntut Megawati mundur dan menghentikan
pinjaman asing. Massa mahasiswa berupaya menerobos barikade polisi di
kawasan Menteng. Polisi menangkap dua orang yang dituduh provokator.

Para demonstran juga menyalahkan Presiden Megawati gagal dalam
memberantas KKN. Massa juga berseru untuk menolak pinjaman asing dan
penjualan perusahaan negara ke tangan asing. Gelombang protes mulai
marak sejak pemerintah mengumumkan pencabutan subsidi yang berdampak
pada kenaikan harga BBM, Listrik dan Telpon. Meskipun pemerintah
sudah mencabut kembali kebijakannya, namun harga-harga barang tidak
sampai turun pada tarap sebelumnya.
Pencabutan subsidi merupakan salah satu prasyarat pinjaman IMF.

Para pejabat meyakini bahwa lawan-lawan politik menunggangi aksi-aksi
protes itu untuk menggulingkan Megawati. Mahasiswa menyangkal aksi
mereka ditumpangi pihak lain.


* PASUKAN INTERNASIONAL MASIH MERASA DIBUTUHKAN DI AFGANISTAN


Pasukan perdamaian internasional ISAF masih dibutuhkan dua sampai
tiga tahun di Afganistan. Demikian Hilmi Akim Zorlu, Komandan pasukan
Turki ketika mengakhiri tugas di Afganistan. Apabila pasukan
internasional mengakhiri misinya akhir tahun ini seperti yang
dijadwalkan, di Kabul akan terjadi kekacauan, demikian tegas komandan
Turki. Ia menunjuk pada kinerja kepolisian dan angkatan bersenjata
Afganistan yang belum optimal. Selama keamaan belum terjamin maka
pemerintah Afganistan tidak bisa menjalankan tugas dengan baik,
demikian Zorlu.

Tugas pasukan Turki di Afganistan akan digantikan pasukan Belanda dan
Jerman mulai Senin depan. Pasukan gabungan ini akan bertugas setengah
tahun di Afganistan. Hari Kamis ini Menteri Pertahanan Belanda, Henk
Kamp akan membicarakan missi ISAF ini di parlemen de Tweede Kamer.


* PRESIDEN VENEZUELA UMUMKAN KEBIJAKAN DRASTIS EKONOMI


Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan kebijakan ekonomi yang
drastis, akibat aksi mogok massal selama dua bulan yang melemahkan
ekonomi. Dalam pidato radio, Chavez mengumumkan pematokan mata uang
Venezuela, bolivar kepada dolar Amerika. Selanjutnya pemerintah juga
menetapkan harga sembako.

Selama dua bulan aksi mogok massal menentang presiden itu,
harga-harga barang melonjak dan nilai tukar bolivar merosot tajam. Di
samping itu industri minyak, tulang punggung ekonomi, mengalami
tekanan besar. Selama dua bulan, negara ke empat terbesar pengkespor
minyak itu,  hampir tidak bisa menjual minyaknya. Kendati aksi mogok
di sektor industri minyak masih berlangsung, Presiden Chavez
mengumumkan bahwa dalam waktu dekat produksi akan normal kembali.


* KEADAAN DARURAT KOLUMBIA DIPERPANJANG LAGI


Presiden Kolumbia, Alvaro Uribe mengumumkan perpanjangan keadaan
darurat di negaranya. Perpanjangan kedua ini berlaku 90 hari.
Presiden Uribe mengumumkan keadaan darurat ini, langsung setelah
dilantik Agustus lalu. Ia mendapat keleluasaan dalam memberantas
kelompok pembangkang kiri dan milisia kanan di Kolumbia. Dekrit ini
memberi wewenang luas bagi pemerintah dalam mementukan kebijakan
politik, militer dan keuangan.

Keadaan darurat ini diperpanjang pertama kali November tahun lalu.
Meskipun UUD Kolombia melarang perpanjangan ke tiga, namum Presiden
Uribe meminta hak tetap lewat perubahan undang-undang. Beberapa saat
setelah pengumuman perpanjangan itu, kilang minyak di propinsi
Arauca, diledakan. Polisi menyakini pembangkang kiri FARC berada di
belakang aksi itu. FARC sangat aktif di propinsi Kolumbia Utara itu.
Bulan-bulan belakangan ini pembangkang kiri itu kerap kali melakukan
aksi pemboman mobil.


* KOREA UTARA KEMBALI SIBUK DENGAN GERTAK SAMBAL


Kamis kemarin terbetik berita bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan
perang total terhadap Amerika Serikat dan mengancam akan memulai
serangan terlebih dulu apabila Washington memperbesar jumlah
pasukannya di wilayah tersebut. Menurut Cho Hab-Je editor majalah
bulanan Cho Sun di Seoul, Korea Selatan, ucapan semacam ini hanya
gertak sambal Pyongyang, karena mereka tidak punya kekuatan apa pun
untuk melawan negara adi kuasa seperti Amerika Serikat. Ikuti
keterangannya kepada Radio Nederland:

Menurut Cho hab-Je Korea Utara adalah jago dalam mengeluarkan gertak
sambal dan menipu. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan warga Korea
Selatan, mereka sudah terbiasa dengan berbagai gertakan sambal dari
Utara. Pada tahun 1994 ketika Amerika Serikat melalui PBB mencoba
memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, Pyongyang juga
mengeluarkan ancaman untuk menyerang terlebih dulu. Di balik ancaman
itu, sebenarnya bisa diamati bahwa pemerintah Korea Utara takut
Amerika Serikat akan memperbesar kehadiran militernya di Semenanjung
Korea, walau pun sebenarnya Pyongyang tidak benar-benar berniat
menyerang Amerika Serikat.

Pyongyang tidak mempunyai teknologi militer yang luar biasa, mereka
tidak punya rudal balistik, tidak punya kapal selam jarak jauh.
Menurut Cho Hab-Je, Pyongyang hanya ingin menyetop rencana Washington
untuk memperbesar jumlah pasukannya.

Memang semua orang tahu Korea Utara memiliki rudal Nodong. Tetapi
rudal ini tidak dapat mencapai benua Amerika. Menurut Cho Hab-Je
rudal tersebut juga tidak bisa mengancam kepentingan Amerika di
negara-negara tetangga Pyongyang, karena masih dipertanyakan
keakuratannya. Selain itu rudal ini sangat mudah dideteksi, sehingga
dapat dengan cepat dimusnahkan.

Tentu saja Pyongyang bisa menembakkan rudal-rudal mereka ke ibukota
Korea Selatan, Seoul. Ini bisa berarti kembali berkobarnya Perang
Korea kedua, tetapi juga berarti akhir dari rejim Kim Jong-Il, karena
begitu memulainya, Pyongyang tidak punya peluang untuk menang dalam
perang semacam ini. Memang hampir tidak mungkin bagi Kim Jong-Il
untuk memulai perang total, tetapi dia bisa memprovokasi para
penduduk di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.

Apabila Korea Utara sampai berani menyerang Korea Selatan, maka
serangan ini akan dibalas dalam beberapa hati. Dengan kekuatan
militernya, Seoul dapat dengan mudah mendekati ibukota Pyongyang
dalam beberapa hari. Apabila ini terjadi, maka Amerika Serikat berhak
untuk menggunakan senjata nuklir untuk melawan Korea Utara.

Apa yang diharapkan Kim Jong-Il jika negaranya berani memulai perang
melawan Amerika? Pertama-tama ia ingin menunda atau menghentikan sama
sekali penambahan pasukan Amerika yang bertugas di Semenanjung Korea.
Misalnya Washington berniat untuk mengirim pasukannya yang berada di
Guam untuk menguatkan wilayah perbatasan Korea. Menurut Cho Hab-je
Washington tidak perlu mempedulikan ancaman-ancaman Korea Utara ini.
Selain itu Kim Jong-Il diperkirakan sudah hampir kehilangan taktik.
Ia tidak punya banyak kartu lagi untuk mengancam pemerintah Presiden
George W. Bush.

Lalu bagaimana dengan pengumuman mengaktifkan kembali reaktor nuklir
Yongbyon? Menurut Cho hab-Je reaktor ini sangat kecil, hanya
berkekuatan 500 megawatt. Sulit untuk mempercayai bahwa Yongbyon bisa
memproduksi tenaga listrik dalam jumlah besar. Karena itu pengumuman
seperti ini sangat dipertanyakan. Dalam prakteknya reaktor nuklir
Yongbyon sudah rusak, dan hampir tidak dapat menghasilkan listrik
lagi. Energi listrik yang dihasilkan sangat kecil. Walau pun Kim
Jong-Il mengaktifkan kembali kedua reaktor nuklirnya, jumlah tidak
akan memadai, apalagi untuk memproduksi plutonium, zat yang merupakan
bahan pokok bom nuklir.


* MASYARAKAT INDONESIA DI IRAK DIUNGSIKAN


Presentasi Mentri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell di depan
Dewan Keamanan PBB mengenai bukti-bukti bahwa Irak sudah lama
melanggar resolusi 1441, sampai saat ini masih tetap mendominasi
pemberitaan di Eropa. Bagaimana di Irak sendiri? Radio Nederland
menghubungi Dahlan Abdulhamid, duta besar Republik Indonesia untuk
Irak di Baghdad. Apakah orang Irak juga mengikuti presentasi Menlu
Powell di televisi?

Dahlan Abdulhamid [DA] : O iya diikuti juga, kemudian mereka itu
rata-rata nongton tv sampai berjajaran untuk melihat bagaimana Mr.
Colin Powell itu menyampaikan data-data apa yang ingin
dikemukakannya. Jadi banyak sekali tadi malam itu, yang memperhatikan
pidato Colin Powell. Karena menyangkut nasib mereka kan.

Radio Nederland [RN] : Lalu itu disiarkan melalui televisi mana?

DA : Mereka kan banyak yang punya satelit gitu ya. Ada yang dari BBC,
ada yang dari CNN.

RN : Jadi mereka bisa langsung mengikuti apa yang dikatakan oleh
Colin Powell dalam Bahasa Inggris. Dalam presentasi itu diawali
dengan pembicaraan dua orang yang mengatakan harus mengevakuasi,
memindahkan senjata-senjata yang tidak boleh ditemukan oleh inspektur
senjata, kemudian foto satelit pusat-pusat senjata nuklir. Itu
komentar mereka apa ketika melihat itu?

DA : Ya kaget-kaget aja, bertanya-tanya ini yang kapan?, pembicaraan
di mana? gitu, cuman gitu aja. Kan mereka awam-awam juga mengenai
persoalan yang ada di internal (dalam negeri red.). Tidak semua orang
tahu kan. Oleh karena itu kami juga menunggu bagaimana commentnya
dari pemerintah.

RN : Tapi pemerintah sampai saat ini belum memberi komentar apa-apa?

DA : Iya belum..belum saya belum membaca begitu jauh ya bagaimana
komentarnya biasanya satu hari. Mungkin besok baru kita bisa membaca
suasana atau perkembangan lebih lanjut.

RN : Harian-harian di Irak menulis apa mengenai presentasi Colin
Powell?

DA : Biasa di sini kan suratkabarnya tuh kan suratkabar pemerintah,
jadi banyak ketidakbenaran karena itu fakta-fakta lama, cuman
begitu-begitu aja. Biasa kalau itu pemboman umpamanya di sini begini,
pers luar lain gitu.

RN : Masyarakat bagaimana yang di sekeliling?

DA : Sekarang di sini sedang penuh dengan, ya kekhawatiran.

RN : Lalu ancaman perang ini bagaimana dengan masyarakat Indonesia di
Irak?

DA : Ya kita sepatutnya untuk mengantisipasi dan pada tingkat
nasional kitapun sudah membentuk tim untuk penanggulangan efek
samping terhadap kejadian perang jika itu terjadi dan mudah-mudahan
tidak terjadi. Oleh karena itu terakhir kami memulangkan masyarakat
sebanyak 43 orang ke Damaskus (Suriah red.) dan sekarang mereka sudah
berada di Damaskus termasuk mahasiswa. Kami di sini tinggal tujuh
orang, hanya staf inti KBRI.

RN : Kalau memang benar-benar terjadi perang, lalu tindakan lanjutnya
apa?

DA : Tindakan lanjutnya, tetap kami sekarang ini konsolidasi dan kita
bertemu dengan beberapa negara terutama yang dari ASEAN bagaimana
tindaklanjut bagi kita semua. Kan kita menunggu reaksi dan kemudian
menunggu tanggal 8, ada rencana kan Mr. Blix (Ketua inspektur senjata
PBB red.) dan Muhammad Baradei (Ketua IAEA) datang ke Bagdad.
Kemudian lihat juga reportnya tangga 14 Februari, dan setelah itu
maka secara cermat kita harus bisa melakukan hal-hal yang bisa
menyelamatkan semua. Baik itu masyarakat yang sudah keluar dan kita
sendiri yang tujuh orang termasuk menyelamatkan aset-aset KBRI dan
aset-aset yang ada di Wisma Duta Besar.

Demikian Dahlan Abdulhamid, duta besar Republik Indonesia untuk Irak
di Baghdad


* DAMPAK PERANG IRAK TERHADAP POLITIK ISLAM INDONESIA


Intro: Perang di Irak nampaknya tidak terhindarkan lagi. Tetapi untuk
bisa membawa dampak terhadap politik Islam di Indonesia, perang itu
harus berlangsung lama. Islam di Indonesia tidak akan memperoleh
manfaatnya kalau perangnya berlangsung singkat saja. Yang jelas,
menyusul serangan bom Bali, Islam yang waktu itu terpuruk, kini
tengah menantikan saat-saat kembalinya. Tentang politik Islam
Indonesia Radio Nederland menghubungi Dr. Greg Barton, pakar Islam
Indonesia dari Australia:

Greg Barton [GB]: Kalau perang itu berlangsung lama dan kalau bisa
menarik banyak simpati dari orang biasa, mungkin yang akan muncul
sebagai jago, sebagai yang membela orang biasa, ya jelas ada
kesempatan buat partai Islamis, seperti Partai Bulan Bintang dan
Partai Keadilan, atau pun mungkin PPP.

Mereka tidak terlalu populer dan daya tarik mereka tidak terlalu
luas, karena pemikiran mereka dianggap agak sempit. Tetapi dalam hal
ini mungkin mereka akan kelihatan sebagai orang yang lebih masuk
akal, dan lebih bisa diterima. Mungkin mereka akan punya daya tarik
baru, sebagai kalangan yang betul-betul punya keyakinan, punya
perasaan perduli kalau dibandingkan dengan politisi yang lain yang
kelihatan tidak terlalu perduli dengan rakyat biasa.

Pasti ada kesempatan buat mereka. Jadi mungkin sekali akan
dipergunakan, tetapi sangat tergantung pada bagaimana perang itu.

Radio Nederland [RN]: Nah, ini kan sebenarnya setelah serangan di
Bali 12 Oktober itu mereka kan sebenarnya lebih melemah gitu kan
pengaruhnya.

GB: Betul, tetapi harus dibedakan antara yang betul-betul militan,
yang ada hubungan dengan Al Qaidah, Jamaah Islamiyah dan sejenisnya
dengan partai-partai seperti Partai Bulan Bintang atau Partai
Keadilan yang akan kelihatan sebagai partai Islamis, tetapi Islamis
moderat. Maksudnya partai yang mau menggabungkan negara dan agama,
Islam dan pemerintah, tetapi dalam cara yang demokratis, bukan dalam
cara yang militan.

Jadi kalau mereka betul-betul pintar, mungkin bisa dipergunakan
sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa keprihatinan mereka
merupakan keprihatinan yang masuk akal. Dan mereka yang betul-betul
mau membela rakyat biasa, baik di Irak mau pun di Indonesia.

Jadi memang ada dampak dari peristiwa di Bali itu, yang cukup negatif
buat partai Islamis, tetapi mungkin perang di Irak merupakan
kesempatan untuk bikin koreksi pada persepsi rakyat.

RN: Jadi perang di Irak akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk
bangkit kembali, begitu, ya?

GB: Betul, kalau mereka betul-betul pintar. Nah, kalau perang di Irak
berlangsung cukup cepat, mungkin efeknya tidak terlalu. Tetapi kalau
sepanjang tahun ini ada masalah di Irak, saya kira mungkin sekali
akan dapat manfaat, kalau mereka betul-betul pintar. Dan kalau kita
lihat pemain politik di Partai Keadilan atau Partai Bulan Bintang,
mereka cukup canggih juga. Jadi, sebaiknya jangan dianggap remeh

RN: Kalau begitu menurut Anda bagaimana mereka bisa memanfaatkan isyu
Irak ini?

GB: Pokoknya begini. Mereka akan mempertunjukkan betapa mereka
perduli pada rakyat. Dan mungkin akan menjadi sangat jelas bahwa
politisi yang lain cuma memperhatikan kepentingan pribadi. Tetapi
politikus dari partai Islamis itu betul-betul berjuang  buat rakyat.
Berjuang betul-betul memperhatikan hak-hak asasi manusia, betul
memperhatikan posisi orang biasa.

Sekarang di Indonesia ini kan tidak kelihatan lagi ada politik
keyakinan. Dulu, pada waktu Gus Dur masih menjabat presiden, walau
pun Gus Dur cukup nyentrik, ia jelas merupakan seorang politikus
berkeyakinan yang bertindak atas keyakinannya.

Sekarang yang bermain di arena politik, semuanya kelihatan sangat
oportunis dan sangat pragmatis, jadi tidak menonjol yang betul-betul
punya politik keyakinan ini. Kecuali yang dari partai Islamis, partai
kecil-kecil, seperti Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan. Jadi,
kalau mereka bisa mencari isyu yang lebih populer, mungkin bisa
dipergunakan.

Sekarang kalau bicara isyu Syariah Islam dan sejenisnya daya tariknya
tidak terlalu luas. Tapi sudah kelihatan dengan isyu perang di Irak,
di mana-mana di seluruh dunia, di Amerika, di Eropa, di Australia ada
banyak orang biasa yang sangat perduli dengan apa yang akan terjadi
di Irak. Jadi ini merupakan isyu yang punya daya tarik yang luar
biasa.

RN: Apakah isyu Islam juga akan diangkat? Dasar keperdulian orang
Indonesia dengan orang Irak yang terutama adalah dari segi Islamnya
kan?

GB: Belum pasti juga. Jelas yang berlatarbelakang agama pasti akan
mengucapkan, mengekspresikan perasaan mereka dengan memakai bahasa
agama. Tapi ini belum pasti merupakan isyu yang betul-betul isyu
murni agama. Ini saya kira juga merupakan isyu yang kemanusiaan. Dan
para pengikut demo di Amerika, di Washington DC misalnya, itu kan
tidak atas nama agama. Tapi justru perduli pada rakyat, peduli pada
wong cilik. Jadi ini bisa dibedakan dengan isyu-isyu agama.

Demikian Dr. Greg Barton, pakar Islam Indonesia di Australia.


* DEMO MAHASISWA DI RUMAH MEGA : INISIATIF SENDIRI ATAU REKAYASA?


Presiden Megawati yang pernah menyesalkan wajah cantiknya
diinjak-injak oleh para demonstran, Kamis kemarin nampaknya harus
kembali merelakan "tubuhnya" ditukar dengan "tubuh bayi berukuran
tambun". Seolah tak menggubris barikade polisi, mahasiswa berupaya
mendekati kediaman Megawati. Bentrok kecil antara para mahasiswa dan
aparat kepolisian tak dapat dihindari. Namun demikian aksi dapat
terus berjalan tanpa hambatan yang berarti. Tentu ini tak sejalan
dengan keinginan Megawati untuk menindak para demonstran yang
mendekati kediamannya. Gejala tersebut melahirkan satu pertanyaan
proses demokrasikah yang tengah terjadi atau proses pembangkangan?
Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Kalau dua minggu yang lalu Megawati mengatakan gerakan mahasiswa akan
terhenti dalam waktu seminggu karena ia sudah mendapat dukungan dari
TNI/Polri kenyataannya kini ribuan mahasiswa lagi-lagi mendatangi
kediaman Presiden Megawati di Jalan Teuku Umar. Rico Marbun, Ketua
BEM mengatakan aksi mahasiswa akan terus digelar, sampai pemerintahan
Mega-Hamzah turun.

Rico Marbun: "Yang kita  lihat dari Megawati dan Hamzah Haz justru
mereka berusaha melindungi dirinya, berbicara hanya di depan
massanya. Melengkapi para demonstran, marah-marah pada mahasiswa,
marah-marah kepada media massa. Oleh karena itu kehadiran kami ke
sini untuk menjelaskan bahwa pemerintah Megawati dan Hamzah Haz belum
berbuat apa-apa dan kalau keadaan terus-terusan begini kami mahasiswa
sangat kecewa dan akan menolak pemerintahan Megawati dan Hamzah Haz."


Tanpa gangguan polisi dan TNI, para mahasiswa membawa pelbagai poster
wajah Megawati yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga gambar
tersebut sangat menggelitik. Salah satu poster yang lucu adalah tubuh
bayi tambun yang telah dipotong bagian kepalanya dan diganti dengan
wajah Megawati dan ditulisi: "Buncit karena mencuri uang rakyat."

Pada saat yang sama di Bandung mahasiswa BEM juga berdemonstrasi
dengan mengusung isyu yang sama dengan kawan-kawannya di Jakarta.
Demontrasi yang mendatangi gedung DPRD diwarnai dengan pembakaran
kursi yang melambangkan elit politik saat ini hanya berjuang untuk
mendapat kursi.

Aksi serupa juga dilangsungkan di beberapa kota lain.Kemarin dulu
demonstrasi dengan agenda yang sama dilakukan di enam kota.
Sesungguhnya aksi-aksi mahasiswa ini menurut seorang pengamat
menggambarkan rasa frustrasi di kalangan generasi muda Islam. Ini
nampak dari keterlibatan HMI-MPO, HMI, dan KAMMI yang banyak
menunjang aksi-aksi BEM. Selain mahasiswa Islam juga ada keterlibatan
PRD, PMKRI dan gerakan-gerakan mahasiswa sekuler seperti FAM-UI,
FORKOT, FAMRED, LMND dan lain-lain. Yang mencolok adalah sangat tidak
dominannya keterlibatan GMKI dan GMNI. Gerakan-gerakan Kristen pada
umumnya merasa diri mereka dipayungi sebuah rejim yang sekuler.

Gerakan-gerakan mahasiswa diakui oleh semua pihak sebagai gerakan
yang independen yang membawa aspirasi masyarakat. Tapi tidak dapat
dipungkiri bahwa kekuatan-kekuatan politik yang memiliki kepentingan
yang bercokol berusaha keras untuk mempengaruhi gerakan-gerakan
mahasiswa tersebut. Utamanya kekuatan-kekuatan Orde Baru. Bukan
rahasia lagi bahwa kalangan loyalis Soeharto berusaha mensuplai
gerakan-gerakan mahasiswa. Karena itu dapatlah dimengerti mengapa
Taufik Kiemas suami Megawati dikabarkan telah merangkul keluarga
Cendana.

Namun bisa dipastikan, dengan atau tanpa dukungan Cendana mahasiswa
akan terus bergerak bak gelombang air laut pasang yang tidak dapat
dicegah. Ada yang menduga bahwa kelompok Golkar lewat Akbar Tandjung,
mantan ketua HMI, juga mendukung aksi-aksi mahasiswa saat ini. Tapi
sebagaimana dikatakan seorang aktivis mahasiswa HMI, "Bang Akbar
tidak punya uang."

Memang sesuai sinyalemen BIN, yang kini sedang bermain adalah Fuad
Bawazier, Wiranto, dan lain-lain. Hanya dua tokoh Orde Baru ini yang
punya uang. Bahkan kalangan jenderal purnawirawan Kopassus menduga
keluaraga Soeharto memberikan dukungan aliran dana sepenuhnya kepada
Wiranto. Kelompok sekuler lainnya ialah yang berada di sekitar Eros
Djarot. Tapi Eros dan Adi Sasono sesungguhnya hanya dijadikan tumbal
oleh kalangan-kalangan yang kini bermain di bawah tanah.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke