--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 07 Februari 2003 15:10 UTC ** PERDANA MENTERI AUSTRALIA AKAN BERTEMU PRESIDEN MEGAWATI DI JAKARTA ** MISI PERDAMAIAN NANA SUTRESNA KE KOREA UTARA ** KOREA UTARA AKAN SERANG DULU KALAU AMERIKA TERUS HIMPUN PASUKAN ** TOPIK GEWA WARTA: TURKI TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN, SELAIN MENDUKUNG AMERIKA ** TOPIK GEMA WARTA: OPOSISI IRAK IKUTI PELATIHAN MILITER DI HONGARIA ** TOPIK GEMA WARTA: PEMERASAN DAN PUNGUTAN LIAR MASALAH BESAR DI ACEH ** TOPIK GEMA WARTA: GOLPUT, KENAPA TAKUT? * PERDANA MENTERI AUSTRALIA AKAN BERTEMU PRESIDEN MEGAWATI DI JAKARTA Perdana Menteri Australia John Howard akan melakukan kunjungan dua hari di Indonesia pekan depan, demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirayuda Jum'at hari ini. Wirayuda mengatakan, Howard akan tiba di Jakarta Jum'at pekan depan, dan akan bertemu Presiden Megawati Soekarnoputri. Kunjungan Howard selaku perdana menteri ke Indonesia ini adalah yang ketiga kalinya. Diduga para kepala negara itu akan membahas hubungan bilateral dan bertukar pikiran tentang kasus krisis Irak. Wirayuda tidak membantah kemungkinan Howard mengimbau Indonesia untuk mendukung perang terhadap Irak. Menlu Wirayuda menambahkan, "Australia mengetahui sikap Indonesia terhadap kasus Irak. Kami saling memahami posisi masing-masing. Kecil kemungkinannya untuk bisa saling mempengaruhi sikap masing-masing itu". Hubungan Indonesia dan Australia agak terganggu pada tahun-tahun terakhir. Ketegangan itu terutama disulut oleh keputusan Australia untuk mengirimkan pasukan ke Timor Timur guna penghadapi tindak kekerasan yang dilakukan milisia pro-Jakarta, seusai jajagpendapat. Namun Oktober lalu Howard dan Megawati tampil di depan umum dalam suasana bersahabat, ketika terjadi peledakan bom di Bali. * MISI PERDAMAIAN NANA SUTRESNA KE KOREA UTARA Diplomat Indonesia Nana Sutresna berangkat ke Korea Utara dalam suatu misi perdamaian, dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara Korea. Ia berharap, akhir pekan ini bisa bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il. Pekan ini ketegangan meningkat, ketika Pyongyang mengumumkan dibukanya kembali reaktor nuklirnya. . Utusan Indonesia tersebut mengakui sedang menghadapi misi yang berat. Ia membawa sepucuk surat dari Presiden Megawati Soekarnoputri untuk Presiden Kim Yong-il. Megawati secara pribadi mengenal Kim. Tidak diperoleh keterangan tentang isi surat tersebut. * KOREA UTARA AKAN SERANG DULU KALAU AMERIKA TERUS HIMPUN PASUKAN Korea Utara tidak menutup kemungkinan menyerang terlebih dulu, kalau Amerika meneruskan pembangun kekuatan militernya di kawasan itu. Demikian reaksi negeri itu menyusul berita bahwa Washington mengirimkan kapal induknya dan pasukan tambahan ke semenanjung Korea. Sampai sekarang terdapat 37.000 tentara Amerika berpangkal di Korea Selatan. Amerika Serikat menyatakan tidak perduli dengan ancaman Korea Utara itu. Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Korea Utara menyatakan mengaktifkan kembali reaktor nuklirnya di Yongbyon. Pyongyang mengungkapkan, pembukaan kembali reaktor itu untuk menunjang kebutuhan listrik. Namun para pakar nuklir mengatakan, instalasi itu terlalu kecil untuk membangkitkan listrik, tetapi bisa memproduksi plutonium untuk senjata nuklir. * TIGA ANGGOTA MACAN TAMIL LAKUKAN SERANGAN BUNUHDIRI Tiga anggota Macan Tamil melakukan serangan bunuhdiri dengan meledakkan kapalnya. Hal itu terjadi ketika para pengamat Skandinavia menaiki kapal itu untuk melakukan inspeksi. Menurut para pangamat, para pemberontak Macan Tamil memiliki persenjataan berat yang digunakan untuk melanggar gencatan senjata. Para pengamat bisa tepat pada waktunya melompat dari kapal itu dan selamat. Insiden terjadi justru tepat pada hari dimulainya lagi perundingan antara pemerintah Srilanka dan pemberontak Tamil di Kedutaan Besar Norwegia di Berlin. Dengan perantaraan Norwegia, tahun lalau dicapai kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dan pemberontak. Sejauh ini gencatan senjata itu masih dipatuhi. Pemberontak Tamil menangguhkan tuntutan kemerdekaan penuh, dan menggantinya dengan hak otonomi terbatas bagi Sri Lanka Utara dan Timur. * UNTUK PERTAMA KALI INSPEKTUR PBB BICARA LANGSUNG DENGAN ILMUWAN IRAK Para inspektur PBB di Irak untuk pertama kali berbicara empat mata dengan para ilmuwan Irak. Tanya-jawab dengan para ilmuwan tentang persenjataan biologi itu berlangsung sekitar tiga jam. Sumber-sumber PBB di Bagdad mengungkapkan kepada Siaran Inggris BBC, Irak tampaknya memang bersedia bekerjasama lebih baik dengan tim inspeksi PBB. Selain memperkenankan pembicaraan langsung dengan para ilmuwan Irak, Bagdad juga memperkenankan pesawat pengintai melakukan pengamatan di wilayah udara Irak. Presiden Amerika Serikat George W Bush Kamis malam kemarin meminta agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi baru, yang memperkenankan dilancarkannya aksi militer terhadap Irak. Menurut Bush, Irak menentang resolusi tentang perlucutan senjata negeri itu yang ada sekarang. Dewan Keamanan sekarang harus menunjukkan kesungguhan kata-katanya, demikian Bush. Bush memperkirakan, Saddam Hussein masih akan melakukan lagi serangkaian permainannya. Rusia Jum'at hari ini menyatakan, resolusi Dewan Keamanan yang kedua masih belum diperlukan. Moskow menghendaki terlebih dulu menunggu laporan tim inspeksi PBB yang akan diajukan pekan depan. Juga Prancis tetap pada sikapnya agar krisis Irak dipecahkan lewat jalur diplomatik. * NEGARA BAGIAN TEXAS TOLAK PERNYATAAN PENGADILAN INTERNASIONAL DI DEN HAAG Negara bagian Texas, Amerika Serikat akan menolak pernyataan Pengadilan Internasional di Den Haag, tentang penundaan hukuman mati terhadap tiga warga Meksiko. Dua di antaranya sekarang meringkuk penjara Texas. Pernyataan Pengadilan PBB itu mengacu pada hukum internasional. Walaupun demikian Texas mengatakan, sistem hukum Amerika menjamin dilakukannya proses pengadilan yang murni. Meksiko mengajukan pengaduan kepada Pengadilan Internasional, dengan alasan para tersangka tidak boleh mendapat bantuan dari pihak konsolat. Orang warga Meksiko ketiga berada di penjara negara bagian Oklahoma, di mana pernyataan Pengadilan Internasional sedang dipelajari. Pemerintah Federal Amerika juga sedang meneliti konsekwansi hukum yang bisa terjadi. Washington bisa memerintahkan negara bagian Texas dn Oklahoma untuk menunda pelaksanaan hukuman mati itu. * TURKI TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN, SELAIN MENDUKUNG AMERIKA Turki memberi lampu hijau kepada Amerika Serikat, untuk menggunakan pangkalan militernya apabila pecah perang terhadap Irak. Hasil pemungutan suara dalam parlemen Turki ini merupakan dukungan konkrit pertama yang diberikan Ankara kepada Washington. Perbatasan Turki dengan Irak sepanjang 300 kilometer menjadikan Turki sekutu yang penting dan strategis untuk Amerika Serikat. Tetapi dicemaskan perang ini akan memanaskan wilayah Timur Tengah, demikian pula hubungan Turki dengan negara-negara Arab. Apalagi Pakta NATO dengan Turki sebagai anggotanya menunda pengambilan keputusan untuk menjaminan keamanan Turki. Koresponden Radio Nederland Dorian Jones, menyatakan pemerintah kiri Turki yang sekarang merasa mudah diserang atau peka: Keputusan mengijinkan Amerika ini merupakan pil pahit yang harus ditelan pemerintah yang didominasi Partai AK. Segera dari dalam partai pimpinan Recep Tayyip Erdogan ini muncul protes besar. Apalagi selama beberapa bulan terakhir anggota Partai AK jelas-jelas menentang perang terhadap Irak. Di lain pihak Washington juga frustrasi karena Ankara sempat menunda sampai beberapa bulan sebelum akhirnya mengijinkan penggunaan pangkalan militer Incirlik. Selama ini Ankara memang lebih menginginkan jalan keluar damai terhadap krisis Irak. Tetapi awal minggu ini, Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan politik yang luar biasa, yaitu bahwa Turki tidak bisa berpaling lagi dari kemungkinan dimulainya perang di Irak, dan bahwa Ankara harus mempertahankan kepentingannya. Menurut komentator politik Mehmet Ali Birand, saat ini Turki hampir tidak punya pilihan lain lagi. (Terjemahan) Apabila sebuah negara menghadapi krisis ekonomi yang gawat, sehingga sangat membutuhkan bantuan Amerika di IMF, Uni Eropa, di mana saja, maka sebuah negara jelas tidak dapat mengatakan tidak. Tetapi negara itu masih bisa mencoba untuk membatasi perannya, itu saja. Dan berdoa, bahwa keadaan tidak semakin memburuk, dan tidak menghancurkan Irak sama sekali. Washington sebelumnya telah setuju dengan pemberian dana bantuan sebesar 16 milyar dolar dari IMF dan Bank Dunia, untuk menyelamatkan krisis ekonomi Turki. Selain itu Washington juga menjanjikan dukungan lain yang jumlahnya bisa mencapai 15 milyar dolar, untuk kerugian ekonomi yang diderita Turki apabila sampai pecah perang terhadap Irak. Tetapi syaratnya Turki harus mau bekerjasama. Sebaliknya menurut jajak pendapat terakhir lebih dari 80 persen warga Turki menentang perang di Irak. Demo massal anti-perang terakhir di Istambul, dan puluhan demonstrasi lain yang bertema sama dilangsungkan di berbagai kota di Turki, hampir setiap hari. Penduduk kota Istambul dengan lantang menyatakan protes mereka terhadap perang. Tetapi bersamaan dengan itu pemerintah harus mengakui bahwa Turki tidak punya pilihan lain daripada mendukung Amerika Serikat. Komentar pria ini dapat dibilang khas: (Terjemahan) Kami tidak mengingkan perang, tidak ada alasan untuk itu. Tetapi Turki membutuhkan uang dan Amerika memberikan uang kepada Turki untuk ekonominya. Karena demi uang, saya pikir Turki terpaksa mendukung Amerika untuk perang di Irak. Tetapi tidak hanya uang yang mendesak Ankara. Turki cemas apabila pecah perang di Irak, bisa menyebabkan bubarnya negara tetangganya itu. Pada gilirannya akan berdirilah negara Kurdi merdeka di perbatasan Turki. Ankara cemas hal ini dapat membangkitkan tuntutan serupa dari kalangan warga Turki keturunan Kurdi. Amerika memang sudah menyatakan menentang pendirian negara Kurdi merdeka, tetapi mantan menteri luar negeri Turki Coskun Kirca mengatakan bahwa oposisi yang besar ini bisa dijadikan persayaratan dukungan Turki kepada Amerika. (Terjemahan) Apabila Turki menolak untuk mendukung Amerika dalam operasi ini, maka pembentukan negara Kurdi di Irak Utara, bisa merupakan satu kejutan. Karena Amerika tidak punya argumen lain untuk menentang kemerdekaan Kurdi. Rasa ketakutan itu telah menggerakkan Turki untuk mengirim ribuan tentaranya serta peralatan militer lengkap ke perbatasan dengan Irak dalam beberapa hari terakhir. Kekuatan tentara ini dapat menyeberang ke wilayah Irak, apabila pecah kerusuhan. Walau pun pemerintah Ankara tetap mengharapkan jalan keluar damai untuk krisis di Irak, negara itu sedang bersiap-siap membantu Amerika Serikat untuk berperang di Irak. * OPOSISI IRAK IKUTI PELATIHAN MILITER DI HONGARIA Amerika Serikat mati-matian tutup mulut tentang ini, tetapi tentara AS melatih beberapa anggota kelompok oposisi untuk beragam tugas penjagaan perdamaian di Irak, suatu waktu nanti setelah rejim Saddam Hussein dijatuhkan, di berbagai tempat di Hongaria. Laporan koresponden Eropa Timur James Kliphuis dari Hongaria. Lokasi itu tidak hanya kelihatan seperti Siberia, tetapi juga terasa seperti Siberia. Angin kencang menyapu lapisan salju yang menutupi Hongaria Tengah, tepatnya di sebuah kota kecil Taszar di mana terdapat markas militer tertutup dari dunia luar. Di sini tentara Amerika melatih sekelompok anggota oposisi Irak untuk tugas pengawasan perdamaian suatu saat nanti setelah Saddam Hussein dan rejimnya dijatuhkan. Tetapi wartawan sama sekali tidak diijinkan melihat proses pelatihan dan tentu saja juga terhadap para pelatihnya. Namun demikian Mayor Bob Stern dari Angkatan Darat Amerika dengan berani berjalan melawan angin dan suhu di bawah nol derajat menuju gerbang dan berbicara dengan kami di luar. Terjemahan Bob Stern: Para sukarelawan kami tiba di sini dari seluruh penjuru dunia, dari berbagai gaya hidup, untuk hadir di sini melewati seluruh program pelatihan dan segera setelah menyelesaikan pelatihannya mereka akan keluar Hongaria. Sebagai bagian latihan bela diri, para sukarelawan besok sepanjang hari akan menggunakan senjata laras pendek yang kita buat di sini di bawah pengawasan ketat standar keamanan Amerika. Mayor itu menerangkan bahwa para sukarelawan diperlengkapi dengan senjata api tangan semi otomatis sembilan milimeter untuk pertahanan diri, apabila mereka terperangkap dalam situasi berbahaya. Mayor Stern tidak bersedia mengatakan dari mana asal para sukarelawan demikian pula berapa banyak jumlah sukarelawan itu. Dari sumber lain diperkirakan jumlah mereka berkisar 50 orang, jauh dari perkiraan sebelumnya bahwa di Hongaria ada sekitar 1000 relawan. 50 orang ini kelihatannya dilatih oleh 500 instruktur Angkatan Darat Amerika. Laszlo Farago, jurnalis Radio Hongaria di Kaposvar yakin keberadaan warga Irak menjadi perhatian seluruh warga Taszar dan kota tetangganya Kaposvar: Terjemahan Laszlo Farago: Saya yakin tidak ada satu pun yang benar-benar takut. Saya tidak bertemu dengan orang tua yang menjaga anaknya tetap di rumah, saya tidak bertemu dengan siapa pun yang berpikir akan ada bom di setiap parsel yang ditemukan di jalan. Yang ada malah orang-orang terganggu dengan histeria yang digambarkan oleh politisi atas masalah itu. Ini bukanlah pertama kali pangkalan militer Taszar dipergunakan, ujar Laslo Farago. Beberapa tahun lalu, warga menyaksikan jet tempur Angkatan Udara Amerika lepas landas untuk aksi pemboman atas Beograd dan Kosovo. Dan beberapa tahun selanjutnya, tentara Amerika menjadikan pangkalan Taszar sebagai pos untuk konvoi SFOR dari dan ke Bosnia. Tentu saja warga setempat terlihat agak berbeda menanggapi apa yang terjadi dibalik tembok pangkalan militer itu. Kami hanya orang tua, kata seorang perempuan dan suaminya. Kami juga bukan politisi atau ahli, sederhananya kami harus menerima perubahan di luar. Kami sudah tua, kami hidup tidak lama lagi, pasangan itu berkata: kami tidak perlu takut lagi dengan perang. Anak kami berusi 46 tahun, ia bisa menjadi tentara. Tetapi Taszar sekarang bisa jadi tempat dengan pertahanan paling baik di banding penjuru Hongaria lain. Seorang perempuan berusia 30 tahun tidak khawatir dengan persiapan perang di lingkungannya. Kami tidak takut, kata perempuan dengan anak satu yang bekerja di balai kota. Ketika perang terjadi, situasinya akan berubah, baru setelah itu kita pikirkan. Apakah warga Hongaria yang merasa sama sekali tidak terganggu ini mewakili apa yang disebut "Eropa Baru" oleh Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld? Dalam Eropa Baru-nya, bekas negara-negara Pakta Warsawa seperti Polandia, Czeko dan Hongaria ini menampilkan keberanian lebih dan kesiapan akan perang ketimbang "Eropa Lama" seperti Jerman dan Prancis. Tetapi entahlah. Warga Taszar dan Kaposvar tidak begitu penting dalam strategi geopolitik. Pertanyaan pertama banyak penduduk di sana ketika diinformasikan tenatang akvivitas Irak Baru di pangkalan itu adalah: "Akankah ada pekerjaan buat kita?" dan ketika dikatakan kemungkinan di sana tidak ada pekerjaan, mereka kehilangan daya tarik dan kembali melanjutkan menyekop salju. * PEMERASAN DAN PUNGUTAN LIAR MASALAH BESAR DI ACEH Proses perdamaian Aceh memasuki tahap baru Ahad lusa ketika GAM akan meletakkan senjata dan TNI akan merelokasi pasukan. Namun Komite Keamanan Bersama menyatakan bahwa masalah serius yang belum juga teratasi hingga sekarang adalah praktek-praktek pemerasan dan pemungutan liar. Hal ini juga dibenarkan oleh direktur LBH Banda Aceh, Rufriadi yang mengemukakan bahwa situasi di Aceh relatif baik pasca penandatanganan kesepakatan penghentian permusuhan antara RI dan GAM pada 9 Desember lalu. Rufriadi: Memang pasca 9 Desember setelah ditandatangani kesepakatan penghentian permusuhan antara RI dan GAM, ada sedikit nuansa yang berbeda dari pada sebelum-sebelumnya. Artinya, bahwa walau pun belum ada damai seratus persen, tapi mulai ada sedikit-sedikit situasi yang lebih baik. Kemudian kita lihat bahwa tingkat kekerasan di lapangan itu cenderung menurun. Kemudian juga jumlah korban yang tewas juga cenderung menurun. Tetapi ini bukanlah suatu patokan bahwa situasi Aceh secara keseluruhan sudah damai. Masih ada terjadi kontak senjata di beberapa tempat, kemudian juga ada terjadi penembakan di beberapa tempat, kemudian yang masih belum hilang itu pemerasan dan pungutan-pungutan liar. Walau pun sebenarnya JSC Joint Security Committee itu sudah mengeluarkan 15 larangan terhadap para pihak, terhadap keduanya yaitu RI dan GAM, untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan seperti misalnya pemerasan, pungutan liar kemudian pembunuhan dan sebagainya. Tetapi di lapangan kegiatan-kegiatan tersebut masih juga terlaksana. Radio Nederland [RN]: Bung Rufriadi bisa Anda memberi penjelasan seberapa parah sebenarnya praktek-praktek pemungutan liar dan pemerasan itu? Rufriadi: Ya dari laporan-laporan masyarakat, misalnya, masih ada pungutan liar transportasi antara Medan dan Banda Aceh. Kemudian juga ada laporan-laporan tentang misalnya, pemerasan-pemerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Dan ini sudah berulangkali sebenarnya dilaporkan ke Joint Security Committee untuk mengambil tindakan tegas. dan JSC sendiri mengakui bahwa mereka sendiri banyak menerima laporan-laporan tersebut, yang berkaitan dengan pemerasan dan pungutan-pungutan di lapangan. Tetapi sampai hari ini belum ada semacam keputusan yang tegas atau sanksi yang tegas terhadap para pihak yang melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Sebenarnya sekarang rakyat menunggu tindakan action dari JSC agar dalam menyikapi peristiwa-peristiwa pemerasa dan pungutan liar di lapangan itu lebih aktif. Kemudian keputusan dan sanksi yang diambil itu bisa menimbulkan afekt jera kepada para pihak, sehingga tidak melakukan lagi aktivitas-aktivitas semacam itu. RN: Mungkin ini sulit diberantas praktek-praktek ini, karena seorang korban takut untuk melaporkan kepada instansi berwenang Rufriadi: Betul! Betul! Karena sampai hari ini, bung, itu belum ada jaminan perlindungan terhadap korban atau terhadap saksi yang melapor kepada Joint Security Committee. Artinya bahwa orang akan berfikir dua kali ketika, misalnya, melapor dan setelah melapor itu bisa-bisa pada dirinya ada akibat. Misalnya hilang dan sebagainya. Ini sebenarnya yang tegas kita katakan, berulangkali kita sampaikan, harus ada perlindungan. Perlindungan terhadap saksi atau pelapor yang telah melaporkan 1peristiwa-peristiwa yang dialami atau dia melihat peristiwa pemerasan atau pemungutan liar di lapangan, sehingga orang merasa tidak takut lagi. Orang akan merasa terlindingi setelah melapor, gitu. RN: Apakah LBH pernah menerima pangaduan dari korban yang memberikan pelaporan kemudian diteror gitu? Rufriadi: Sampai hari ini sebenarnya belum secara umum. Tetapi begini, LBH mendapat beberapa laporan-laporan, dan kami ingin sampaikan secara terbuka kepada JSC. Tetapi saya lihat mekanisme JSC sedikit pelik dan birokrasinya juga sedikit sulit. Tiga kali kita lempar surat untuk bertemu JSC, artinya dengan dua-duanya, ada GAM ada RI dan ada kemudian HDC di situ, itu belum terjawab sampai hari ini. Jadi saya pikir memang butuh agar JSC lebih terbuka dan membuka akses kepada laporan-laporan yang tidak hanya dilakukan masyarakat, tetapi berbagi informasi dari kita-kita ini, komponen masyarakat sipil. Begitu. Demikian Direktur LBH Banda Aceh, Rufriadi. * GOLPUT, KENAPA TAKUT? Dulu, rezim Orde Baru bisa menangkap dan memenjarakan seseorang hanya gara-gara bicara soal golongan putih alias golput. Orang itu adalah Lukas Luwarso yang diadili gara-gara, dalam sebuah mimbar bebas di kampusnya, ia menganjurkan masyarakat untuk tidak ikut pemilu saja. Lukas Luwarso: Bulan Mei tahun 1992, waktu itu bertepatan dengan kampanye pemilu. Kita membuat happening art, mimbar bebas. Topik utamanya memang golput. Jadi mengajak masyarakat untuk golput karena waktu itu konteksnya adalah kampanye. Kita membuat statement yang mengajak masyarakat untuk tidak memilih, golput itu. Selama acara berlangsung itu memang dikepung aparat. Tapi tidak tahu menahu setelah acara itu bubar sekitar jam 1 siang tiba-tiba beberapa orang yang selalu berada di panggung mimbar bebas itu ditangkapi, termasuk saya. Waktu itu langsung ditahan dituduh melakukan tindakan subversif. Peristiwa itu memang terjadi 10 tahun silam. Tapi kejadian serupa bisa terulang lagi tahun depan, ketika berlangsung pemilihan umum 2004. Makanya, berhati-hatilah bila anda ingin mengajak teman atau kerabat untuk tidak nyoblos dalam pemilu tahun depan. Bisa-bisa anda masuk penjara. Sebab, panitia kerja Rancangan Undang-Undang Pemilu di DPR sepakat memasukkan pasal yang menghukum siapa saja yang menganjurkan orang untuk tidak memilih salah satu partai dalam pemilu atau mengajak seseorang jadi golput. Hukumannya bisa penjara sampai setahun dan atau denda sampai Rp. 10 juta. Wakil Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang Undang Pemilu Samuel Koto dari Fraksi Reformasi menjelaskan pasal ini hanya melarang tindakan menghalang-halangi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya dengan cara kekerasan. Tapi tidak melarang orang untuk menjadi golput. Ia menambahkan aturan itu dibuat untuk melindungi para pemilih ketika menggunakan hak suara dan juga partai politik. Samuel Koto: Siapa saja kan harus bisa memberikan hak pilihnya secara langsung secara bebas tanpa tekanan tanpa kekerasan. Tapi kalau ada orang entah partai politik namanya entah orang perorang atau badan kembaga apa pun namanya untuk tujuan-tujuan yang sebenarnya melakukan pembangkangan dalam konteks terhadap pemilu tentu itu pelanggaran terhadap hukum. Sementara itu, anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa Ali Masykur Musa berpendapat aturan itu bisa menimbulkan penafsiran berbeda-beda. Karena itu harus dibuat penjelasannya. Menurut Ali Masykur yang juga anggota panitia kerja Rancangan Undang Undang Pemilu, mengajak golput di forum diskusi diperbolehkan. Asal tidak menggunakan kekerasan. Ali Masykur Musa: Jadi kata kunci dari rumusan itu adalah sengaja dan ancaman kekerasan itu. Kalau orang berdiskusi atau orang berpendapat bahwa saya tidak menggunakan hak pilih kemudian orang lain terpengaruh itu nggak apa-apa. Tapi kalau sudah dengan cara sistematis dan itu menjadi sebuah gerakan yang menyebabkan warga negara tidak bisa menggunakan hak pilihnya itu sudah dianggap melanggar ketentuan. Lalu siapa yang mengawasi jika ada orang yang menganjurkan golput? Menurut Ali Masykur, tugas pengawasan tersebut akan dipikul oleh Badan Pengawasan Pemilu. Jika badan itu menemukan atau menerima laporan tentang pelanggaran yang bersifat pidana maka akan dilaporkan ke aparat keamanan untuk diproses di pengadilan. Istilah golput muncul menjelang pemilu tahun 1971, pemilu pertama orde barunya Harto. Sekelompok orang memilih menjadi golput karena menilai pemilu waktu itu tidak demokratis. Maklum Soeharto jelas-jelas memaksa masyarakat memilih Golkar. Selain itu pemerintah juga membatasi jumlah partai peserta pemilu. Ketika itu, kampanye golput dilakukan dengan menyebarkan tanda gambar golput. Bentuknya mirip dengan tanda gambar Golkar yang berada dalam bidang segi lima. Tetapi warnanya putih tanpa lambang pohon beringin di tengahnya. Meski tidak terorganisir dan merupakan gerakan kultural, tetapi golput selalu hadir dalam tiap pemilu. Salah seorang pelopor golput adalah Arief Budiman. Menjelang pemilu 2004, Arief Budiman yang kiri sudah menjadi gurubesar di Melbourne Australia, memperkirakan golput akan kembali muncul. Golput terjadi karena kekecewaan rakyat terhadap elit politik dan partai yang ada tidak mampu menyalurkan kekecewaan itu. Tapi golput tidak akan mengancam pemilu. Arief menduga, kekhawatiran terhadap golput muncul dari kalangan partai besar yang takut kehilangan posisi mereka. Arief Budiman: Golput itu saya kira sebesar-besarnya tidak akan mengancam sistem pemilu. Apalagi golput kan tidak memilih sesuatu. Artinya dia tidak akan ngancam sampai PDI-P kehilangan suara dan sebagainya sehingga bisa gagal pemilu. Ancaman golput lebih secara simbolik. Bahwa rakyat menolak berpartisipasi terhadap perbuatan-perbuatan yang mereka anggap berdosa, barangkali. Seandainya golput itu lebih dari 10% saya kira itu sudah secara simbolik menunjukkan bahwa pemerintah itu tidak menarik buat rakyat. Itu adalah message sebenarnya. Tapi itu tidak mengacam posisi partai-partai itu. Sang pemula golput ini menduga jumlah golput pada pemilu mendatang bisa mencapai 10 hingga 15 persen. Pasal soal golput dalam rancangan undang-undang pemilu mudah disalahartikan. Bisa menjadi pasal-pasal karet yang disalahgunakan dan menjebak. Padahal memilih atau tidak merupakan hak seseorang yang tidak bisa diganggu gugat, juga tidak oleh negara atau undang-undangnya. Makanya, daripada mengkhawatirkan golput, lebih baik partai-partai itu bercermin. Sudahkah mereka memenuhi janji pemilu terdahulu dan memiliki tokoh-tokoh yang menarik dan layak dipilih rakyat? Bila rakyat tidak lagi kecewa karena janji pemilu terdahulu sudah semuanya dipenuhi, dan bila tokoh-tokoh yang ditampilkan partai dalam pemilu menarik, tentu golput akan hilang dengan sendirinya. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
