---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 11 Februari 2003 16:50 UTC



** KANSELIR JERMAN SCHRODER KEMBALI TEGASKAN MENENTANG SERANG IRAK

** VETO DALAM NATO TIMBULKAN PERPECAHAN MENDALAM

** URUSAN LUAR NEGERI UNI EROPA DIMINTA KE KOREA UTARA

** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: PERPECAHAN DALAM EROPA SOAL IRAK
MAKIN LENGKAP

** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: TURKI DI TENGAH PERPECAHAN NATO,
KEPADA SIAPA BERPIHAK

** TOPIK GEMA WARTA: PERSEKUTUAN JERMAN, PERANCIS, RUSIA: SAMPAI
BERAPA LAMA?

** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: HUN SEN BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN
KAMBOJA THAILAND

** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: ASIA TENGGARA KHAWATIR, PERANG IRAK
AKAN MEMBUAT KELOMPOK ISLAM TAMBAH

** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: ALI IMRON, BUKAN PEMBOM SARI CLUB,
SIMPUL SURIPTO

** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: GEJOLAK JATUHKAN MEGAWATI TERUS
BERKEMBANG



* KANSELIR JERMAN SCHRODER KEMBALI TEGASKAN MENENTANG SERANG IRAK

Berbicara di pertemuan Partai Sosial Demokrat di Berlin, Kanselir
Jerman Gerhard Schroder mengatakan ia merasa kewajiban bangsa Jerman
melanjutkan menentang kemungkinan perang terhadap Irak. Schroder
mengatakan, itu bukan sekedar keputusan sejarah yang akan berpengaruh
masa depan Eropa hingga 15 tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya
mempertahankan arah yang sama dengan Perancis. Senin kemarin Presiden
Rusia Vladimir Putin berbicara mendukung usulan Perancis-Jerman untuk
memperpanjang batas akhir inspektuir senjata PBB di Irak. Kanselir
Schroder akan mengadakan pertemuan darurat Selasa ini dan Rabu esok
dengan Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar untuk mebicarakan
krisis NATO. Pekan lalu Aznar dan beberapa pemimpin Eropa menyuarakan
dukungan kebijakan presiden AS George W. Bush.


* VETO DALAM NATO TIMBULKAN PERPECAHAN MENDALAM

Presiden Amerika Serikat Bush, Menlu Powell dan Menhan Rumsfeld marah
dan kecewa dengan veto tiga negara NATO atas penyediaan bantuan
militer untuk Turki. Perancis, Belgia dan Jerman merasa persiapan
pertahanan sepanjang perbatasan Irak Turki sangat dini. Perancis dan
Belgia memveto permintaan Turki dan Jerman mendukung veto itu.
Presiden Bush yang sangat kecewa dengan veto tersebut menggambarkan
keputusan Perancis sangat picik. Menteri Luar Negeri AS Colin Powell
menegaskan negara-negara NATO punya komitmen mendukung sekutunya
Turki, sedang Menteri Pertahanan AS Rumsfeld berkata ketidaksesuaian
dalam tubuh NATO tidak menunda serangan atas Irak. Pemrintah Belanda
sangat menentang veto itu. Akhir pekan lalu Belanda mengumumkan untuk
mengirim rudal Patriot ke perbatasan Turki. Selasa ini pertemuan
darurat dilakukan di markas besar NATO di Brussel untuk membicarakan
krisis akibat veto.


* URUSAN LUAR NEGERI UNI EROPA DIMINTA KE KOREA UTARA

Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung meminta koordinator urusan luar
negeri Uni Eropa Javier Solana mengunjungi Korea Utara secepat
mungkin untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Peninsula.
Permintaan itu diajukan satu hari setelah pernyataan Solana menunda
kunjungan dirinya ke Pyongyang karena Presiden Korea Utara Kim
Jong-Il tidak bersedia menerima misi Uni Eropa. Solana yang telah
mengunjungi Jepang berada di wilayah itu untuk mendesak solusi
diplomatik terhadap krisis Korea Utara yang menjalankan kembali
program nuklirnya. Krisis meningkat bulan belakangan menyusul
keputusan Pyongyang menarik diri dari traktat pelarangan pengembangan
nuklir dan mengaktifkan kembali instalasi nuklir.


* SALAH SEORANG TERSANGKA UTAMA BOM BALI AKUI PEMBUATAN BOM

Salah seorang tersangka utama serangan teroris Oktober tahun lalu di
Bali, Indonesia mengakui membuat bom. Ali Imron yang ditangkap satu
bulan lalu mengatakan serangan ditujukan kepada Amerika Serikat dan
sekutunya. Selama konferensi pers ia meminta maaf dari keluarga
korban terutama Indonesia yang ikut tewas. Ia tidak secara jelas
menyatakan serangan itu pekerjaan kelompok Islam militan Jemaah
Islamiyah dan tidak ada organisasi lain yang terlibat. Hampir dua
ratus orang tewas dalam ledakan di klub malam Bali. Kebanyakan korban
adalah turis asing terutama Australia.


* SERANGAN BESAR-BESARAN TENTARA FILIPINA TERHADAP PEMBERONTAK MORO

Di Filipina tentara melancarkan serangan skala penuh terhadap
separatis Front Kemerdekaan Islam Moro MILF di selatan pulau
Mindanao. Sedikitnya tujuh pemberontak MILF tewas. Ribuan tentara
Filipina menyerang benteng pertahanan dekat kota Pikit dengan jet
tempur dan helikopter. Lebih dari 17 ribu penduduk Pikit mengungsi
akibat pertempuran itu. Sasaran utama serangan diperkirakan para
penculik yang dikenal dengan kelompok Pentagon yang dibekingi MILF.
Pemerintah Filipina juga mencurigai para pemberontak berencana
melakukan serangan teroris berkaitan perang terhadap Irak.


* ISRAEL TUTUP RAPAT TEPI BARAT SUNGAI YORDAN DAN JALUR GAZA

Israel telah menutup penuh wilayah Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur
Gaza, mencegah warga Palestina memasuki negeri itu. Perintah
sebelumnya yang memudahkan kondisi perjalanan bagi warga Palestina di
wilayah pendudukan telah dibatalkan. Tentara Israel mengatakan
tindakan itu diambil karena laporan akan adanya serangan bunuh diri.
Pekan ini warga Muslim merayakan ibadah Haji di Mekkah.


* PERUSAHAAN ELEKTRONIK RAKSASA BELANDA PHILIPS MERUGI

Perusahaan elektronik raksasa Belanda Philips menderita kerugian
tahun lalu. Kerugian perusahaan hingga akhir 2002 mencapai 3,2 milyar
Euro jauh dari perkiraan sebelumnya sekitar 2,5 milyar Euro. Hasil
itu diperkirakan terpengaruh oleh depresiasi kuat dari pemegang saham
terutama yang berasal dari kelompok media Vivendi.


* PERPECAHAN DALAM EROPA SOAL IRAK MAKIN LENGKAP

Intro: Veto yang dikeluarkan oleh Prancis dan Belgia terhadap bantuan
Nato terhadap Turki, makin menggaris bawahi perpecahan di kalangan
negara-negara Eropa terhadap Irak. Makin dekatnya rencana resolusi
PBB kedua tentang Irak, makin terlihat betapa porak poranda suasana
politis dan diplomatis dunia. Laporan korespoden Eropa Paul
Hazebroek.

Akankah markas besar Pakta Pertahanan Nato dalam beberapa tahun
mendatang masih berada di Brussel atau sudah pindah ke Negeri Belanda
atau Luxemburg? Pertanyaan ini menyibukkan para pengamat Nato di
Belgia begitu diumumkan bahwa Belgia serta Prancis mengeluarkan veto
tentang bantuan militer kepada Turki untuk berjaga-jaga sebelum
negara ini diserang Irak. Paris dan Brussel berpendapat bahwa kalau
masalah bantuan militer kepada Turki ini sudah harus diputuskan
sekarang, maka itu akan mendahului keputusan melancarkan perang
terhadap Irak.

Dengan keputusan tegas Perancis dan Belgia terhadap tekanan Amerika
supaya bantuan kepada Turki secepat mungkin diberikan, maka krisis
dalam tubuh Pakta Pertahanan Nato sudah makin rumit saja. Keputusan
Brussel dan Paris ini juga bergema dalam Uni Eropa serta Dewan
Keamanan PBB. Ketiga organisasi internasional ini sebagai akibat
masalah Irak kini sangat terpecah, dan perpecahan itu begitu dalam.
Dalam Uni Eropa sendiri, Amerika hanya didukung oleh Inggris, lalu
beberapa negara Eropa Selatan, seperti Spanyol dan Italia.

Para duta besar 19 negara anggota Nato mengadakan sidang Senin pagi
untuk membicarakan krisis yang melanda Pakta Pertahanan ini.
Sebenarnya, sidang mengenai bantuan militer kepada Turki ini sudah
dibicarakan Jum'at pekan lalu. Waktu itu tidak bisa dicapai
keputusan, tetapi sekjen Nato George Robertson memastikan bahwa awal
pekan ini akan dicapai keputusan. Tetapi dengan veto yang dikeluarkan
Prancis dan Belgia ini maka kepastian itu sudah tidak ada lagi.

Sabtu lalu Menteri Pertahanan Amerika Donlad Rumsfeld dalam sebuah
konperensi keamanan di Munchen menyebut penolakan Prancis, Belgia dan
Jerman sebagai sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Tetapi sekarang
terbukti bahwa Prancis dan Belgia tidak sudi ditekan Amerika. "Kita
tidak sudi diintimidasi," demikian kepala berita koran Belgia De
Morgen Senin pagi, mengutip Perdana Menteri Guy Verhofstadt. Belgia
menyatakan sepenuhnya mendukung rencana perdamaian yang disampaikan
oleh Jerman dan Prancis akhir pekan lalu. Antara lain, dalam rencana
perdamaian itu Prancis dan Jerman menghendaki supaya Irak sepenuhnya
ditempatkan di bawah pengawasan PBB.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan mendukung rencana ini.
Jum'at mendatang Prancis dan Jerman akan menyampaikan rencana
perdamaian ini dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Pada hari itu, kepala
inspektur senjata PBB Hans Blix juga akan menyampaikan laporan baru
tentang pencarian senjata pemusnah massal PBB di Irak.

Ahad kemarin, di Bagdad, Hans Blix sudah menyatakan bahwa kerjasama
Irak sekarang sudah lebih baik. Dengan begitu maka rencana perdamaian
Prancis Jerman untuk Irak juga makin mendapat dukungan banyak pihak.
Dari ke hari makin terlihat bahwa paling sedikit dalam Dewan Keamanan
PBB, kesempatan perang terhadap Irak makin kecil saja. Karena,
setelah Moskow dan Paris, dua negara yang memiliki hak veto dalam
Dewan Keamanan PBB, nampaknya Cina juga akan menentang perang
terhadap Irak.

Washington sendiri dengan marah menentang rencana perdamaian Prancis
Jerman. Rencana ini disebutnya sudah ketinggalan jaman. Washington
tetap bersikukuh bahwa permainan Saddam sekarang sudah berakhir. Dan
perang tidak terhindarkan lagi. Pemerintah Belanda sendiri, melalui
Menteri Luar Negeri Jaap de Hoop Scheffer menyatakan tidak senang
dengan rencana perdamaian Prancis-Jerman. Menurutnya rencana seperti
ini tidak baik bagi upaya dunia untuk terus menekan Saddam Hussein
supaya tidak menghasilkan senjata pemusnah massal.

Negeri Belanda sendiri sudah mengirim rudal patriot ke Turki. Dengan
demikian maka Den Haag memenuhi permintaan Amerika dan Turki untuk
melindungi wilayah Turki dari kemungkinan serangan Irak. Langkah
Belanda ini jelas diambil di luar Nato. Yang menarik adalah bahwa
baik Belgia, Jerman dan Prancis dalam kesepakatan bilateral dengan
Amerika sudah secara tidak langsung menjanjikan dukungan dalam perang
terhadap Irak. Belgia menyediakan pelabuhan Antwerpen bagi pengiriman
senjata Amerika ke Turki dan Irak. Prancis pengirimkan kapal induk
Charles de Gaulle ke wilayah Teluk. Jerman juga sudah mengirimkan
rudal patriotnya ke Turki, termasuk pesawat radar Awacs.

Jadi bagaimana orang harus memahami perkembangan ini? Sulit untuk
membantah bahwa ini semua adalah sikap munafik, karena jelas terlihat
bagaimana Eropa hanya menjadi permainan Amerika yang sudah tidak
betah lagi menunggu untuk menggempur Bagdad.


* TURKI DI TENGAH PERPECAHAN NATO, KEPADA SIAPA BERPIHAK

Selasa ini NATO melangsungkan sidang darurat di Brussel, Belgia,
dalam usaha menjembatani pertikaian yang dapat memecah dua kelompok
aliansi militer tersebut. Saat ini NATO terbagi atas Jerman, Prancis
dan Belgia di satu pihak, yang memblokade rencana untuk memberikan
bantuan militer kepada Turki apabila pecah perang di Irak. Sementara
di pihak lain, anggota NATO lainnya terburu-buru menyatakan dukungan
kepada Amerika dan Turki, seperti Belanda.

Prancis, Belgia dan Jerman berpendapat bila dukungan militer kepada
Turki diberikan sekarang, maka sama saja dengan mengisyaratkan bahwa
langkah diplomatik untuk memecahkan krisis Irak sudah dihentikan.
Pemerintah Amerika Serikat sangat berang atas penolakan ketiga negara
ini.

Kami menanyakan koresponden Dorian Jones di Istanbul, apa reaksi
pemerintah Turki atas penolakan tersebut:

Turki kelihatannya berusaha untuk tidak memperbesar krisis di dalam
tubuh NATO. Menteri Luar Negeri Turki menyatakan keputusan NATO ini
bukanlah sebuah veto melainkan penundaan waktu, sementara mereka
berlanjut merundingkan masalah tersebut. Ditambahkannya tidak ada
satu pun negara anggota yang menolak untuk memberikan dukungan dan
senjata yang dibutuhkan, melainkan kapan hal itu harus dilakukan.
Kelihatannya Turki berusaha untuk tidak terlibat dalam pertikaian
Eropa-Amerika yang semakin meruncing itu. Ankara lebih suka menunggu.

Dalam pasal 4 piagam NATO ditetapkan bahwa sebuah negara anggota bisa
meminta untuk mengadakan konsultasi dengan anggota yang lain. Dengan
menggunakan pasal empat ini, pemerintah Ankara meminta bantuan rudal
penangkal Patriot untuk melindungi kota-kota di perbatasan Irak.
Selain itu Turki juga meminta pesawat pengintai AWACS, yang juga akan
melindungi Turki dari semua kemungkinan serangan yang datang dari
Irak apabila pecah aksi kekerasan.

Alasan lain mengapa Turki tidak bereaksi negatif adalah karena Ankara
berusaha mendapatkan bantuan lewat persetujuan bilateral terpisah
dengan masing-masing negara anggota Nato. Misalnya dengan Belanda,
yang sudah menjanjikan akan memberikan rudal Patriot. Selain itu
Turki mengharapkan Amerika sendiri akan melengkapi peralatan yang
kurang, apabila NATO gagal memberikan apa yang diinginkan Turki. Jadi
Ankara memang mengharapkan mendapat semua peralatan yang mereka
minta, tetapi masih belum jelas apakah bantuan itu datang dari NATO.

Sulit dikatakan bahwa penolakan tiga negara anggota NATO untuk
memberikan bantuan dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan Turki.
Terutama karena pemerintah Ankara memang tidak mau memperbesar krisis
dalam tubuh Nato. Tetapi, Turki tetap bisa menafsirkan pernolakan
Prancis, Jerman dan Belgia ini sebagai Eropa yang kembali tidak sudi
membantu Turki. Seperti yang ditekankan perdana menteri Turki
Abdullah Gul, negaranya sangat loyal terhadap NATO sewaktu periode
perang dingin. Turki melindungi perbatasan NATO di tenggara pada saat
krisis mencapai puncaknya. Apa pun yang diminta NATO selalu dipenuhi
oleh Turki. Dan sekarang Turki meminta bantuan, mengapa NATO tidak
dapat memberikannya? Demikian pertanyaan Abdullah Gul.

Tetapi di lain pihak Turki juga sangat mendukung setiap usaha untuk
mencegah pecah perang di Irak. Prancis, Jerman dan Belgia
kelihatannya memimpin gerakan yang berusaha mencari jalan keluar
damai untuk krisis di Irak. Turki sangat menginginkan hal itu, mereka
sama sekali tidak ingin mendukung perang. Jajak pendapat terakhir
memperlihatkan 94% rakyat Turki menentang perang di Irak, dan
pendapat yang sama juga dijumpai diantara anggota parlemen. Jadi
setiap usaha untuk mencari jalan keluar damai, disambut baik oleh
Turki.

Krisis dalam tubuh NATO juga bisa dilihat sebagai penolakan kasar
Eropa terhadap Turki. Tetapi sampai sekarang belum ada anggota
parlemen Turki yang mengkritik sikap pemerintah Ankara yang tidak
jelas mengenai Eropa. Sampai sekarang Ankara berusaha berdiam diri,
tidak bereaksi atas krisis tersebut. Di sini jelas betapa Turki tidak
ingin terlibat pertikaian antara Amerika Serikat dengan tiga negara
terkemuka di Eropa itu. Ditambah lagi Turki sangat ingin menjadi
anggota Uni Eropa. Selain itu, Turki lebih senang dianggap sebagai
negara yang independen, tetapi mendukung kedua belah pihak. Sikap
yang tidak begitu menguntungkan Amerika. Jadi saat ini Turki memang
berada dalam posisi yang sulit.


* PERSEKUTUAN JERMAN, PERANCIS, RUSIA: SAMPAI BERAPA LAMA?

Poros perdamaian, demikian kwalifikasi media Prancis terhadap
kesatuan sikap pemerintah Paris, Jerman dan Rusia dengan ancaman
perang di Irak. Sementara Amerika Serikat dan Inggris melanjutkan
persiapan aksi militer, Kanselir Jerman Gerhard Schroder, Presiden
Prancis Jacques Chirac dan Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha
sekuat tenaga mencegah perang di Irak. Laporan redaktur internasional
Johan Huizinga dan Margreet Strijbosch:

Usulan perdamaian Prancis-Jerman yang dibocorkan media Ahad lalu pada
dasarnya berisi perlucutan senjata menyeluruh di Irak oleh pasukan
perdamaian PBB. Tetapi rincian yang konkrit masih belum diberikan.
Paris dan Berlin justru membantah punya rencana yang sudah matang.
Yang jelas, kedua negara ingin mencegah perang dengan menjadikan Irak
sebuah negara yang diawasi PBB. Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam
kunjungan ke Prancis dan ke Jerman akhir pekan lalu, sangat ingin
menggabungkan diri dengan gerakan "poros perdamaian".

Clip putin

VO: Mereka yang mengikuti perkembangan krisis Irak tahu, bahwa sikap
Rusia, Prancis dan Jerman hampur serupa.

Motif tiga negara untuk menunda, dan kalau bisa membatalkan perang di
Irak sangatlah berbeda. Yang pasti, ketiganya cemas apabila pecah
perang di Irak, akan pecah pula kekerasan di Timur Tengah yang tidak
terkendalikan. Selain itu, Jerman dan Prancis juga sangat tersinggung
terhadap Presiden George W. Bush yang dianggap seenaknya sendiri, dan
selalu memaksakan Eropa bersikap "fait accompli". Sementara Putin
mengikuti arahnya sendiri yang pragmatis.

Alasan utama penolakan Jerman perasaan tidak sudi terlibat dalam
perang apa pun. Kanselir Schroder berhasil mempengaruhi pendapat para
pemilih Jerman yang sebagian besar memang anti-perang. Akibatnya
Schroder hampir tidak punya ruang gerak politik. Prancis juga
mengikuti tradisi yang sama, yaitu anti dominasi Amerika Serikat jika
menyangkut politik luar negeri. Paris selalu menganggap diri pemimpin
Eropa di panggung dunia. Tetapi karena Eropa tidak memiliki
persatuan, maka ambisi Prancis ini jarang terwujud.

Sebaliknya Rusia menentukan kebijakan politik luar negerinya
berdasarkan motif-motif ekonomi. Berbagai konglomerat minyak Rusia
mempunyai investasi besar-besaran di Irak. Selain itu Moskow cemas,
setelah perang Amerika dan Inggris akan membagi-bagi konsesi ladang
minyak. Moskow juga cemas harga minyak akan turun drastis akibat
perang, dan dampaknya sangat merugikan pengilangan minyak di Rusia
yang membutuhkan ongkos tinggi.

Washington berhasil mendapatkan dukungan untuk memulai perang
terhadap Irak, terutama dari negara-negara Eropa Timur, yang juga
calon anggota Uni Eropa. Negara-negara itu memandang Rusia dengan
masa lampau komunismenya sebagai musuh besar, dan Amerika justru
sebagai patokan kebebasan politik dan kapitalisme. Hal ini justru
memberikan alasan kepada Prancis untuk lebih bersikap sebagai Eropa
yang independen.

Karena motif yang sangat berbeda-beda ini, kemungkinan gerakan poros
perdamaian tidak akan berumur lama. Untuk mengamankan kepentingannya
di Irak, Moskow sangat ingin menunda perang. Tetapi apabila perang
benar-benar tidak bisa dihindari, maka Moskow lebih mengutamakan
hubungan baik dengan Washington. Hal yang sama juga berlaku bagi
Prancis apabila Paris tetap ingin berperan di Timur Tengah setelah
perang. Jalan balik untuk kanselir Jerman sangatlah terbatas, karena
ia adalah satu-satunya tokoh yang menentang perang di Irak, dengan
alasan apa pun juga.


* HUN SEN BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN KAMBOJA THAILAND

Kamboja mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungannya
dengan Thailand, menyusul kerusuhan anti Muangthai di ibukota Phnom
Penh yang mengakibatkan kerusakan besar-besaran. Senin kemarin,
Perdana Menteri Hun Sen memecat gubernur Phom Penh Chea Sophara.
Tetapi menurut para pengkritik langkah pemecatan ini bermotif
politik. Maklum, Chea Sophara memiliki dukungan politik yang kuat di
ibukota sehingga bisa merupakan saingan Hun Sen dalam tubuh partai
pemerintah CPP. Walau pun demikian keputusan ini tetap mengejutkan.
Berikut wawancara dengan Dominic Faulder, seorang wartawan di Phnom
Penh:

Keputusan memberhentikan gubernur Chea Sophara ini sebenarnya tidak
terduga. Selama ini khalayak Phnom Penh hanya membicarakan
kemungkinan pemecatan kepala polisi ibukota. Chea Sophara memangku
jabatan gubernur ibukota dengan baik. Jalan-jalan dan taman-taman
Phnom Penh sekarang kelihatan baik berkat Sophara. Demikian pula
keamanan ibukota. Dengan begitu pemecatannya untuk dijadikan
dutabesar di Myanmar merupakan kejutan.

Kerusuhan yang terjadi di Phnom Penh tanggal 30 Januari lalu
sebenarnya sangat merugikan pemerintahan perdana menteri Hun Sen.
Citra Kamboja dan pemerintahnya langsung anjlok. Orang menganggap
Sophara sebagai saingan terkuat Hun Sen di dalam tubuh partainya CCP.
Tetapi di pihak lain posisi Hun Sen tetap sangat kuat. Sebelum
kerusuhan Kamboja dikenal sebagai negara yang terkemuka juga di
lingkungan ASEAN. KTT ASEAN misalnya berlangsung di Phnom Penh.
Beberapa saat sebelum pecah kerusuhan, Kamboja juga menjadi tuan
rumah KTT regional mengenai turisme. Semua ini dikampanyekan pelbagai
langkah untuk memperbesar peran Kamboja di Asia Tenggara. Tetapi
semua itu bubar menyusul kerusuhan akhir Januari lalu. Jadi kerusuhan
justru mengembalikan posisi pemerintah Phnom Penh ke beberapa tahun
lalu.

Saat ini pemerintah Kamboja sedang ditekan kuat, untuk memecat
sejumlah anggota pemerintah demi memperbaiki kembali hubungan dengan
pemerintah Muangthai. Jadi Hun Sen harus mengorbankan sejumlah tokoh
terkemukanya.

Di lain pihak, Hun Sen sendiri sebenarnya juga bertanggung jawab
terhadap krisis pada hubungan Thailand Kamboja. Sekitar seminggu
sebelum kerusuhan pecah, Perdana Menteri Hun Sen dihadapkan pada
pernyataan aktris Thailand bahwa kompleks candi Angkor Watt di
Kamboja adalah milik Thailand. Kesalahan Hun Sen adalah langsung
berkomentar pada pernyataan itu, dengan anggapan bahwa demikianlah
isi pernyataan itu. Ternyata aktris Thailand itu tidak menyatakan
demikian, sementara Hun Sen tetap tidak meralat pernyataannya.
Sehingga khalayak Kamboja tetap berpendapat bahwa pernyataan aktris
Thailand itu tetap benar.

Pada  waktu itu beredar banyak salah pengertian di kalangan khalayak
Kamboja. Salah satunya adalah desas-desus yang disebarkan oleh sebuah
pemancar radio bahwa kedutaan besar Kamboja di Bangkok telah dibakar.
Inilah yang memicu kerusuhan dengan korban utama gedung kedutaan
besar Thailand di Phnom Penh.


* ASIA TENGGARA KHAWATIR, PERANG IRAK AKAN MEMBUAT KELOMPOK ISLAM
TAMBAH

Negara negara Asia Tenggara cemas, jika terjadi perang di Irak, hal
itu akan menambah kekecewaan dan kemarahan khalayak terhadap Amerika
Serikat. Ada yang berpendapat, justru karena polisi telah menunjukkan
bahwa para pelaku bom Bali adalah orang orang Indonesia sendiri,
barangkali Jakarta tak perlu terlampau khawatir akan meningkatnya
radikalisasi Islam di Indonesia. "

Namun, Malaysia, yang ekonomi dan politiknya stabil dan merasa tak
terancam oleh para "pengganas" atau "teroris", toh, tampak khawatir.
"Perang di Irak akan melahirkan al-Qaidah al-Qaidah baru," demikian
PM Mahathir Mohamad baru baru ini memperingatkan Amerika Serikat.
Komentar pengamat Malaysia Doktor Chandra Muzaffar

Chandra Muzafar [CM]: Hemat saya masyarakat kita sehaluan dengan
Perdana Menteri dalam hal ini. Mereka tahu bahwa ancaman yang kita
hadapi yaitu dari pengganas-pengganas dan salah satu sebabnya
keganasan lebih meluas dewasa ini di tempat-tempat tertentu di
kalangan umat Islam adalah karena mereka terkecewa dengan politik
ekonomi budaya antar bangsa, mereka merasa dipnggirkan. Mereka rasa
bahwa ketidakadilan yang diperlakukan terhadap mereka tidak ada
penyelesaian, tidak ada orang yang peduli dengan nasib mereka.

Radio Nederland [RN]: Jadi kelompok Islam merasa dimarginalisasikan?

CM: Ya!

RN: Tapi kelompok ini seolah-olah melihat perang terhadap Irak
seperti perang terhadap Islam. Kan tidak betul itu!

CM: Memang itu bukan perang terhadap Islam. Namun kita tidak dapat
menafikkan bahwa mangsanya adalah penghuni negara-negara muslim yang
hampir-hampir 98 persen penduduknya muslim. Dan kita juga tidak
menafikkan bahwa secara kasar orang Islam merasa bahwa Washington
melayani Irak, yang konon memiliki senjata-senjata pemusnah, berbeza
dari cara Washington melayani Korea Utara. Kesimpulan yang mereka
buat ini karena Irak itu muslim dan Korea Utara itu bukan muslim.

RN: Nanti dianggap standar ganda, ya..

CM: Ya memang! bahwa ada dwi standar dalam soal siapa yang memiliki
senjata pemusnah. Kita tahu pelayanan yang berbeza ini berpunca pada
dua faktor. Bukan karena gama semata-mata. Tapi karena Irak ada
minyak dan Korea Utara tidak ada minyak. Yang kedua adalah, jiran
Irak adalah Israel. Jiran Korea Utara bukan Israel. Itu
sebab-sebabnya tetapi bagi mereka yang tidak menyelami sesuati isyu
mereka membuat kesimpulan bahwa ini karena agama.

RN: Seberapa jauh Malaysia terancam potensi-potensi radikalisasi
Islam ini?

CM: Pada hemat saya Malaysia mungkin dapat mengawal keadaan ini atas
dua sebab. Pertama, keadaan sosial ekonomi dan politik Malaysia jauh
lebih mantap jauh lebih stabil. Yang kedua karena dari dulu
pemerintah Malaysia konsisten dalam penentangannya terhadap dasar AS
ke Irak dan ke beberapa negara Islam yang lain, termasuk dasar soal
negara Palestina.

RN: Jadi tidak ada ancaman sipil serius yang mendesak ya?

CM: Tidak!

RN: Begini bukankah sentimen-sentimen anti Amerika yang meningkat itu
belum tentu berarti suatu tendensi ke arah radikalisasi Islam bukan?

CM: Tidak! Karena sebagain besar orang Islam yang kecewa dengan
keadaan dewasa ini mereka tidak memilih radikalisme. Kelas menengah
Malaysia begitu kecewa dengan politik AS tetapi mereka memilih jalan
aman untuk menyuarakan kekecewaan mereka. Melalui bentuk surat dan
sebagainya.

RN: Tapi bukankah kekecewaan terhadap Amereika ini tidak berbeda
dengan masa lalu, tidak berbeda dengan misalnya kelompok Yahudi di
Amerika yang marah terhadap Palestina selalu mebela Israel.

CM: Perbezaan itu berwujud karena peristiwa 11 September. Sebagian
masyarakat Islam merasai mereka sudah jadi sasaran pihak tertentu.
Selepas peristiwa 11 September Afghanistan diserang dan sentimen
masyarakat Islam mebakar pada masa itu karena mereka merasa ini tidak
adil walaupun mereka tak memihak kepada Taliban, tak memihak kepada
Mullah dan Osama Bin Laden dan sebagainya. Selepas Afghanistan,
selepas kekecewaan Palestina yang lebih memuncak setelah intifada
yang kedua. Karena peristiwa-peristiwa ini, kekecewaan masyarakat
Islam telah memuncak.

Demikian Chandra Muzafar, pengamat politik Malaysia.


* ALI IMRON, BUKAN PEMBOM SARI CLUB, SIMPUL SURIPTO

Ali Imron, alias Alik, bukan pelaku bom paling dasyhat yang meledak
di Kuta, Bali, yaitu bom di Sari Club. Demikian kesimpulan pengamat
intelejens, Suripto, menanggapi keterangan terbaru tersangka Ali
Imron. Imron menganggap keterangan bahwa bom itu adalah jenis
mikro-nuklir dan dirancang pihak asing, adalah keliru. Padahal justru
bom nuklir itulah yang terjadi menurut Suripto. Berikut,
keterangannya ...

Suripto: Boleh jadi apa yang seperti pengakuannya yaitu bom
diledakkan di tempat yang lain misalnya Paddy's Club. Jadi
pertanyaannya adalah, kalau dia katakan itu dia sendiri terperanjat,
berarti bukan pihak dia. Berarti ada pihak lain. Nah justru itu pihak
lain ini, tentu saja ini berdasarkan analisa deduktif bukan induktif.

Radio Nederland [RN]: Tetapi tidak ada petunjuk begitu bahwa ada dari
luar misalnya Dokter Aszahari yang disebut-sebut itu, katanya,
muridnya, kalu menurut Imron ini. Jadi kalau Pak Suripto berpegang
pada mikro nuklir dari luar, dari AS begitu, dari mana penghubungnya?

Suripto: Begini, saya mengatakan bahwa bom yang sedahsyat itu tidak
mungkin dilakukan oleh orang-orang atau teroris yang amatir. Musti
yang profesional. Kalau yang profesional tentu saja yang teroganisir
dengan baik dan mempunyai kemampuan yang tinggi. Dan itu biasanya
termasuk kategori operasi intelejen. Jadi orang-orang intel kaliber
internasional yang bisa melakukan hal semacam itu. Sehingga tuduhan
saya saat itu lebih condong pada lembaga intelejen seperti CIA.

RN: Kenapa bukan tentara? kalangan desersi tentara yang bisa
mendapatkan bisikan dari sumber-sumber lain begitu?

Suripto: Ya karena bahannya itu sendiri juga tidak dimiliki oleh
tentara.

RN: Nah Imron mengatakan bahannya antara lain TNT dan RDX. Kalau TNT
berasal dari Ambon.

Suripto: TNT dan RDX bisa. Tapi yang dahsyat itukan menurut ahli-ahli
LIPI mengatakan sekurang-kurangnya ada unsur C4. Dan C4 itu nggak ada
di Indonesia. Tentara juga nggak punya. Dengan kata lain bahan itu
didatangkan dari luar. Dan untuk memasukkan bahan itu keamanannya
harus tinggi. Jadi artinya tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang
yang tidak berpendidikan atau mendapat latihan di bidang keamanan
yang tinggi.

RN: Lebih jauh indikasi yang menunjang teori bapak bagaimana?

Suripto: Saya kan hanya berteori. Tentu saja teori ini tidak perlu
ditentangkan dengan analisa induktif. Sebetulnya saya kira tidak
bertentangan, bahkan saya kira bisa saling melengkapi. Nah sampai
sejauh mana pihak kepolisian mau melacak itu.

RN: Kalau secara deduktif, berarti ada celah-celah lain yang harus
digali ya. MIsalnya sumber amunisi maupun kemampuan intelejen ini
juga bisa diperoleh dari dalam negeri. Amunisi ini bisa diindikasi
dari Ambon. Mungkin pasar bebas dari Filipina Selatan. Lalu kalau
menurut Pak Suripto secara deduktif, kasus Bali ini bersih dari
unsur-unsur tentara ataupun desersi tentara?

Suripto: Kalau toh dikaitkan dengan tentara itu, tentu saja kita
sudah lihat. Apa yang terjadi di Maluku itu ada unsur tentara ataukah
polisi terlibat di dalam konflik horisontal. Mendukung atau
memberikan bantuan senjata atau amunisi dan bahan-bahan peledak. Kita
belum pernah dengar hingga sekarang ada bahan peledak yang hebat dan
dahsyat seperti di Sari Club yang meledak di sana. Jadi tentunya
kalau mau testing di lapangan yang sudah berkobar perang horisontal.
Nah jadi hingga kini sangat sulit untuk menghubungkan atau mengatakan
memang tentara terlibat atau melakukan di sana. Kesimpulan saya Ali
Imron sedikit atau sama sekali kemungkinannya kecil dia melakukan
peledakan di Sari Club. Kalau bom yang lain mungkin saja.

Demikian Suripto, pakar intel Indonesia.


* GEJOLAK JATUHKAN MEGAWATI TERUS BERKEMBANG

Dinamika politik Indonesia berkembang demikian cepat. Perlawanan kaum
oposisi terhadap pemerintahan Megawati semakin menggelembung. Dari
Badan Eksekutif Mahasiswa, aktivis Pro Demokrasi, Koalisi Nasional
hingga para pensiunan serdadu kini terus melakuan "gerilya politik".
Mereka seakan tak pernah kehabisan zat asam untuk terus melakukan
goncangan politik dalam tubuh pemerintah. Mampukah Megawati-Hamzah
Haz bertahan melawan gerakan ini hingga Oktober 2004 nanti?
Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Sejumlah prediksi dan ancaman bagi nasib pemerintahan Megawati
beredar memenuhi ruang politik, sosial masyarakat. Kalangan jenderal
pensiunan yakin Megawati dapat dijatuhkan tahun ini juga. Sedangkan
Abdurrahman Wahid mengatakan kalau Megawati dilengserkan sebelum 2004
itu adalah karma. Megawati, lanjut Gus Dur, akan dilengserkan oleh
wong cilik yang ia kecewakan. Nampaknya Gus Dur cukup beralasan.
Seorang buruh pimpinan Serikat Rakyat Nelayan Indonesia, Ronny S
mengatakan bahwa pemerintahan Megawati adalah Orde Baru jilid II.

Ronny S: Pada dasarnya era kepmimpinan presiden Megawati dan Hamzah
Haz merupakan warisan sisa-sisa rejim lama yaitu rejim orde baru.
Memang dalam tingkat kepemimpinan sampai sekarang ini belum ada
sebuah langkah-langkah kongkrit untuk perubahan terhadap
tatanan-tatanan sistem sosial hukum politik maupun budaya yang
bercorak untuk kepentingan rakyat.

Lebih jauh Gus Dur yang merasa dikecewakan oleh Megawati saat ia
harus turun dari kursi RI 1 membandingkan Megawati dengan Mbak Tutut.
Tutut yang sempat menjadi menteri sosial selama dua bulan sudah mampu
menguasai permasalahan yang terjadi. Namun Megawati yang sudah
menjadi presiden selama dua tahun belum mampu melakukan apa-apa.
Misalnya soal penegakan hukum.

Oleh karena itu Gus Dur mengatakan Megawati adalah presiden bodoh. Ia
juga membantah keterangan para asisten Taufik Kiemas bahwa Cendana
mendukung Megawati. Karena itu TNI pun tidak mendukung Megawati saat
ini. Gus Dur lebih jauh mempertanyakan dalam kapasitas apa Taufik
Kiemas menjadi juru bicara Megawati?

Tetapi kalangan pendukung Megawati utamanya Taufik Kiemas tetap yakin
mereka menguasai keadaan. Untuk itu asisten Taufik Kiemas, Tjahyo
Kumolo ikut menggerakkan massa dalam usaha menandingi gerakan
mahasiswa di Malang kemarin. Gerakan Mahasiswa di Malang menambah
coretan buram terhadap Megawati. Para mahasiswa sejak pagi hari telah
menutup gerbang kampus sebagai pertanda menolak kehadiran Megawati
dalam kampus mereka. Megawati yang urung mendatangi Univeritas
Brawijaya Malang-Jawa Timur akhirnya hanya mengutus Mendiknas dan
Menkokesra.

Prediksi soal nadi hidup Megawati pun digelontorkan oleh Partai
Rakyat Demokratik.  Ketua umum PRD Haris Rusly yakin benar bila Maret
2003 ini Megawati akan tumbang. Partai Rakyat Demokratik sudah
bergabung dengan kelompok koalisi Nasional pimpinan Eros Djarot.
Mantan orang dekat Wismoyo Arismunandar saat menjabat KSAD itu, kini
mulai merapatkan dirinya dengan para jenderal pensiunan seperti
Wiranto yang sudah tidak sabar lagi menunggu kejatuhan Megawati.

Wiranto mengklaim sudah mengancam Megawati agar segera turun.
Sebaliknya seorang tokoh kunci Partai Indonesia Baru meragukan
ancaman tersebut. Megawati justru yang mengancam Wiranto, Fani
Habibie dan Hariman Siregar, katanya. Karena itu, lanjutnya, gerakan
mahasiswa kini telah terhenti. Namun analisa tokoh Partai Indonesia
Baru agakanya salah. Para mahasiswa dalam waktu dekat akan
mengerahkan massa dalam jumlah yang sangat besar. Rico Marbun ketua
BEM-Jabotabek kini sedang bersafari politik ke daerah-daerah untuk
melakukan konsolidasi.

Sementara itu Senin lalu sejumlah tokoh dan politisi muda dari
Kawasan Indonesia bagian Timur mendeklarasikan Perhimpunan Indonesia
Timur di Gedung Joang, Jakarta. Perhimpunan ini dimaksudkan sebagai
wadah perjuangan masyarakat kawasan tersebut yang selama ini
termarjinalkan secara ekonomi, sosial, politik dan budaya. Para
deklarator ini antara lain Laode Ida, Rully M Said, Nadham Yusuf,
Robert Key Timu, Harris Surahman, Vincent Wangge, dan Boy Sompotan.
Perhimpunan ini meski mengaku tidak ingin bergerak dalam tataran
politik praktis, namun agaknya tidak mampu meredam semangat
orang-orang Indonesia Timur lainnya yang juga ingin Megawati segera
mundur.

Di Sulawesi Utara kini terbentuk Arus Rakyat Timur yang dikomandoi
oleh Veldy Umbas menuntut pertanggung jawaban moral Megawati atas
kinerja pemerintahannya yang mereka anggap telah salah langkah. Bagi
mereka bila Gus Dur berhasil dijatuhkan lewat Bulog Gate. Maka
Indosat Gate dapat menjadi mata pisau tajam yang akan menjatuhkan
Megawati dari kursi kepresidenan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke