--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 11 Februari 2003 16:50 UTC ** KANSELIR JERMAN SCHRODER KEMBALI TEGASKAN MENENTANG SERANG IRAK ** VETO DALAM NATO TIMBULKAN PERPECAHAN MENDALAM ** URUSAN LUAR NEGERI UNI EROPA DIMINTA KE KOREA UTARA ** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: PERPECAHAN DALAM EROPA SOAL IRAK MAKIN LENGKAP ** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: TURKI DI TENGAH PERPECAHAN NATO, KEPADA SIAPA BERPIHAK ** TOPIK GEMA WARTA: PERSEKUTUAN JERMAN, PERANCIS, RUSIA: SAMPAI BERAPA LAMA? ** TOPIK GEMA WARTA INTERNASIONAL: HUN SEN BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN KAMBOJA THAILAND ** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: ASIA TENGGARA KHAWATIR, PERANG IRAK AKAN MEMBUAT KELOMPOK ISLAM TAMBAH ** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: ALI IMRON, BUKAN PEMBOM SARI CLUB, SIMPUL SURIPTO ** TOPIK GEMA WARTA INDONESIA: GEJOLAK JATUHKAN MEGAWATI TERUS BERKEMBANG * KANSELIR JERMAN SCHRODER KEMBALI TEGASKAN MENENTANG SERANG IRAK Berbicara di pertemuan Partai Sosial Demokrat di Berlin, Kanselir Jerman Gerhard Schroder mengatakan ia merasa kewajiban bangsa Jerman melanjutkan menentang kemungkinan perang terhadap Irak. Schroder mengatakan, itu bukan sekedar keputusan sejarah yang akan berpengaruh masa depan Eropa hingga 15 tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan arah yang sama dengan Perancis. Senin kemarin Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara mendukung usulan Perancis-Jerman untuk memperpanjang batas akhir inspektuir senjata PBB di Irak. Kanselir Schroder akan mengadakan pertemuan darurat Selasa ini dan Rabu esok dengan Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar untuk mebicarakan krisis NATO. Pekan lalu Aznar dan beberapa pemimpin Eropa menyuarakan dukungan kebijakan presiden AS George W. Bush. * VETO DALAM NATO TIMBULKAN PERPECAHAN MENDALAM Presiden Amerika Serikat Bush, Menlu Powell dan Menhan Rumsfeld marah dan kecewa dengan veto tiga negara NATO atas penyediaan bantuan militer untuk Turki. Perancis, Belgia dan Jerman merasa persiapan pertahanan sepanjang perbatasan Irak Turki sangat dini. Perancis dan Belgia memveto permintaan Turki dan Jerman mendukung veto itu. Presiden Bush yang sangat kecewa dengan veto tersebut menggambarkan keputusan Perancis sangat picik. Menteri Luar Negeri AS Colin Powell menegaskan negara-negara NATO punya komitmen mendukung sekutunya Turki, sedang Menteri Pertahanan AS Rumsfeld berkata ketidaksesuaian dalam tubuh NATO tidak menunda serangan atas Irak. Pemrintah Belanda sangat menentang veto itu. Akhir pekan lalu Belanda mengumumkan untuk mengirim rudal Patriot ke perbatasan Turki. Selasa ini pertemuan darurat dilakukan di markas besar NATO di Brussel untuk membicarakan krisis akibat veto. * URUSAN LUAR NEGERI UNI EROPA DIMINTA KE KOREA UTARA Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung meminta koordinator urusan luar negeri Uni Eropa Javier Solana mengunjungi Korea Utara secepat mungkin untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Peninsula. Permintaan itu diajukan satu hari setelah pernyataan Solana menunda kunjungan dirinya ke Pyongyang karena Presiden Korea Utara Kim Jong-Il tidak bersedia menerima misi Uni Eropa. Solana yang telah mengunjungi Jepang berada di wilayah itu untuk mendesak solusi diplomatik terhadap krisis Korea Utara yang menjalankan kembali program nuklirnya. Krisis meningkat bulan belakangan menyusul keputusan Pyongyang menarik diri dari traktat pelarangan pengembangan nuklir dan mengaktifkan kembali instalasi nuklir. * SALAH SEORANG TERSANGKA UTAMA BOM BALI AKUI PEMBUATAN BOM Salah seorang tersangka utama serangan teroris Oktober tahun lalu di Bali, Indonesia mengakui membuat bom. Ali Imron yang ditangkap satu bulan lalu mengatakan serangan ditujukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Selama konferensi pers ia meminta maaf dari keluarga korban terutama Indonesia yang ikut tewas. Ia tidak secara jelas menyatakan serangan itu pekerjaan kelompok Islam militan Jemaah Islamiyah dan tidak ada organisasi lain yang terlibat. Hampir dua ratus orang tewas dalam ledakan di klub malam Bali. Kebanyakan korban adalah turis asing terutama Australia. * SERANGAN BESAR-BESARAN TENTARA FILIPINA TERHADAP PEMBERONTAK MORO Di Filipina tentara melancarkan serangan skala penuh terhadap separatis Front Kemerdekaan Islam Moro MILF di selatan pulau Mindanao. Sedikitnya tujuh pemberontak MILF tewas. Ribuan tentara Filipina menyerang benteng pertahanan dekat kota Pikit dengan jet tempur dan helikopter. Lebih dari 17 ribu penduduk Pikit mengungsi akibat pertempuran itu. Sasaran utama serangan diperkirakan para penculik yang dikenal dengan kelompok Pentagon yang dibekingi MILF. Pemerintah Filipina juga mencurigai para pemberontak berencana melakukan serangan teroris berkaitan perang terhadap Irak. * ISRAEL TUTUP RAPAT TEPI BARAT SUNGAI YORDAN DAN JALUR GAZA Israel telah menutup penuh wilayah Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza, mencegah warga Palestina memasuki negeri itu. Perintah sebelumnya yang memudahkan kondisi perjalanan bagi warga Palestina di wilayah pendudukan telah dibatalkan. Tentara Israel mengatakan tindakan itu diambil karena laporan akan adanya serangan bunuh diri. Pekan ini warga Muslim merayakan ibadah Haji di Mekkah. * PERUSAHAAN ELEKTRONIK RAKSASA BELANDA PHILIPS MERUGI Perusahaan elektronik raksasa Belanda Philips menderita kerugian tahun lalu. Kerugian perusahaan hingga akhir 2002 mencapai 3,2 milyar Euro jauh dari perkiraan sebelumnya sekitar 2,5 milyar Euro. Hasil itu diperkirakan terpengaruh oleh depresiasi kuat dari pemegang saham terutama yang berasal dari kelompok media Vivendi. * PERPECAHAN DALAM EROPA SOAL IRAK MAKIN LENGKAP Intro: Veto yang dikeluarkan oleh Prancis dan Belgia terhadap bantuan Nato terhadap Turki, makin menggaris bawahi perpecahan di kalangan negara-negara Eropa terhadap Irak. Makin dekatnya rencana resolusi PBB kedua tentang Irak, makin terlihat betapa porak poranda suasana politis dan diplomatis dunia. Laporan korespoden Eropa Paul Hazebroek. Akankah markas besar Pakta Pertahanan Nato dalam beberapa tahun mendatang masih berada di Brussel atau sudah pindah ke Negeri Belanda atau Luxemburg? Pertanyaan ini menyibukkan para pengamat Nato di Belgia begitu diumumkan bahwa Belgia serta Prancis mengeluarkan veto tentang bantuan militer kepada Turki untuk berjaga-jaga sebelum negara ini diserang Irak. Paris dan Brussel berpendapat bahwa kalau masalah bantuan militer kepada Turki ini sudah harus diputuskan sekarang, maka itu akan mendahului keputusan melancarkan perang terhadap Irak. Dengan keputusan tegas Perancis dan Belgia terhadap tekanan Amerika supaya bantuan kepada Turki secepat mungkin diberikan, maka krisis dalam tubuh Pakta Pertahanan Nato sudah makin rumit saja. Keputusan Brussel dan Paris ini juga bergema dalam Uni Eropa serta Dewan Keamanan PBB. Ketiga organisasi internasional ini sebagai akibat masalah Irak kini sangat terpecah, dan perpecahan itu begitu dalam. Dalam Uni Eropa sendiri, Amerika hanya didukung oleh Inggris, lalu beberapa negara Eropa Selatan, seperti Spanyol dan Italia. Para duta besar 19 negara anggota Nato mengadakan sidang Senin pagi untuk membicarakan krisis yang melanda Pakta Pertahanan ini. Sebenarnya, sidang mengenai bantuan militer kepada Turki ini sudah dibicarakan Jum'at pekan lalu. Waktu itu tidak bisa dicapai keputusan, tetapi sekjen Nato George Robertson memastikan bahwa awal pekan ini akan dicapai keputusan. Tetapi dengan veto yang dikeluarkan Prancis dan Belgia ini maka kepastian itu sudah tidak ada lagi. Sabtu lalu Menteri Pertahanan Amerika Donlad Rumsfeld dalam sebuah konperensi keamanan di Munchen menyebut penolakan Prancis, Belgia dan Jerman sebagai sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Tetapi sekarang terbukti bahwa Prancis dan Belgia tidak sudi ditekan Amerika. "Kita tidak sudi diintimidasi," demikian kepala berita koran Belgia De Morgen Senin pagi, mengutip Perdana Menteri Guy Verhofstadt. Belgia menyatakan sepenuhnya mendukung rencana perdamaian yang disampaikan oleh Jerman dan Prancis akhir pekan lalu. Antara lain, dalam rencana perdamaian itu Prancis dan Jerman menghendaki supaya Irak sepenuhnya ditempatkan di bawah pengawasan PBB. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan mendukung rencana ini. Jum'at mendatang Prancis dan Jerman akan menyampaikan rencana perdamaian ini dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Pada hari itu, kepala inspektur senjata PBB Hans Blix juga akan menyampaikan laporan baru tentang pencarian senjata pemusnah massal PBB di Irak. Ahad kemarin, di Bagdad, Hans Blix sudah menyatakan bahwa kerjasama Irak sekarang sudah lebih baik. Dengan begitu maka rencana perdamaian Prancis Jerman untuk Irak juga makin mendapat dukungan banyak pihak. Dari ke hari makin terlihat bahwa paling sedikit dalam Dewan Keamanan PBB, kesempatan perang terhadap Irak makin kecil saja. Karena, setelah Moskow dan Paris, dua negara yang memiliki hak veto dalam Dewan Keamanan PBB, nampaknya Cina juga akan menentang perang terhadap Irak. Washington sendiri dengan marah menentang rencana perdamaian Prancis Jerman. Rencana ini disebutnya sudah ketinggalan jaman. Washington tetap bersikukuh bahwa permainan Saddam sekarang sudah berakhir. Dan perang tidak terhindarkan lagi. Pemerintah Belanda sendiri, melalui Menteri Luar Negeri Jaap de Hoop Scheffer menyatakan tidak senang dengan rencana perdamaian Prancis-Jerman. Menurutnya rencana seperti ini tidak baik bagi upaya dunia untuk terus menekan Saddam Hussein supaya tidak menghasilkan senjata pemusnah massal. Negeri Belanda sendiri sudah mengirim rudal patriot ke Turki. Dengan demikian maka Den Haag memenuhi permintaan Amerika dan Turki untuk melindungi wilayah Turki dari kemungkinan serangan Irak. Langkah Belanda ini jelas diambil di luar Nato. Yang menarik adalah bahwa baik Belgia, Jerman dan Prancis dalam kesepakatan bilateral dengan Amerika sudah secara tidak langsung menjanjikan dukungan dalam perang terhadap Irak. Belgia menyediakan pelabuhan Antwerpen bagi pengiriman senjata Amerika ke Turki dan Irak. Prancis pengirimkan kapal induk Charles de Gaulle ke wilayah Teluk. Jerman juga sudah mengirimkan rudal patriotnya ke Turki, termasuk pesawat radar Awacs. Jadi bagaimana orang harus memahami perkembangan ini? Sulit untuk membantah bahwa ini semua adalah sikap munafik, karena jelas terlihat bagaimana Eropa hanya menjadi permainan Amerika yang sudah tidak betah lagi menunggu untuk menggempur Bagdad. * TURKI DI TENGAH PERPECAHAN NATO, KEPADA SIAPA BERPIHAK Selasa ini NATO melangsungkan sidang darurat di Brussel, Belgia, dalam usaha menjembatani pertikaian yang dapat memecah dua kelompok aliansi militer tersebut. Saat ini NATO terbagi atas Jerman, Prancis dan Belgia di satu pihak, yang memblokade rencana untuk memberikan bantuan militer kepada Turki apabila pecah perang di Irak. Sementara di pihak lain, anggota NATO lainnya terburu-buru menyatakan dukungan kepada Amerika dan Turki, seperti Belanda. Prancis, Belgia dan Jerman berpendapat bila dukungan militer kepada Turki diberikan sekarang, maka sama saja dengan mengisyaratkan bahwa langkah diplomatik untuk memecahkan krisis Irak sudah dihentikan. Pemerintah Amerika Serikat sangat berang atas penolakan ketiga negara ini. Kami menanyakan koresponden Dorian Jones di Istanbul, apa reaksi pemerintah Turki atas penolakan tersebut: Turki kelihatannya berusaha untuk tidak memperbesar krisis di dalam tubuh NATO. Menteri Luar Negeri Turki menyatakan keputusan NATO ini bukanlah sebuah veto melainkan penundaan waktu, sementara mereka berlanjut merundingkan masalah tersebut. Ditambahkannya tidak ada satu pun negara anggota yang menolak untuk memberikan dukungan dan senjata yang dibutuhkan, melainkan kapan hal itu harus dilakukan. Kelihatannya Turki berusaha untuk tidak terlibat dalam pertikaian Eropa-Amerika yang semakin meruncing itu. Ankara lebih suka menunggu. Dalam pasal 4 piagam NATO ditetapkan bahwa sebuah negara anggota bisa meminta untuk mengadakan konsultasi dengan anggota yang lain. Dengan menggunakan pasal empat ini, pemerintah Ankara meminta bantuan rudal penangkal Patriot untuk melindungi kota-kota di perbatasan Irak. Selain itu Turki juga meminta pesawat pengintai AWACS, yang juga akan melindungi Turki dari semua kemungkinan serangan yang datang dari Irak apabila pecah aksi kekerasan. Alasan lain mengapa Turki tidak bereaksi negatif adalah karena Ankara berusaha mendapatkan bantuan lewat persetujuan bilateral terpisah dengan masing-masing negara anggota Nato. Misalnya dengan Belanda, yang sudah menjanjikan akan memberikan rudal Patriot. Selain itu Turki mengharapkan Amerika sendiri akan melengkapi peralatan yang kurang, apabila NATO gagal memberikan apa yang diinginkan Turki. Jadi Ankara memang mengharapkan mendapat semua peralatan yang mereka minta, tetapi masih belum jelas apakah bantuan itu datang dari NATO. Sulit dikatakan bahwa penolakan tiga negara anggota NATO untuk memberikan bantuan dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan Turki. Terutama karena pemerintah Ankara memang tidak mau memperbesar krisis dalam tubuh Nato. Tetapi, Turki tetap bisa menafsirkan pernolakan Prancis, Jerman dan Belgia ini sebagai Eropa yang kembali tidak sudi membantu Turki. Seperti yang ditekankan perdana menteri Turki Abdullah Gul, negaranya sangat loyal terhadap NATO sewaktu periode perang dingin. Turki melindungi perbatasan NATO di tenggara pada saat krisis mencapai puncaknya. Apa pun yang diminta NATO selalu dipenuhi oleh Turki. Dan sekarang Turki meminta bantuan, mengapa NATO tidak dapat memberikannya? Demikian pertanyaan Abdullah Gul. Tetapi di lain pihak Turki juga sangat mendukung setiap usaha untuk mencegah pecah perang di Irak. Prancis, Jerman dan Belgia kelihatannya memimpin gerakan yang berusaha mencari jalan keluar damai untuk krisis di Irak. Turki sangat menginginkan hal itu, mereka sama sekali tidak ingin mendukung perang. Jajak pendapat terakhir memperlihatkan 94% rakyat Turki menentang perang di Irak, dan pendapat yang sama juga dijumpai diantara anggota parlemen. Jadi setiap usaha untuk mencari jalan keluar damai, disambut baik oleh Turki. Krisis dalam tubuh NATO juga bisa dilihat sebagai penolakan kasar Eropa terhadap Turki. Tetapi sampai sekarang belum ada anggota parlemen Turki yang mengkritik sikap pemerintah Ankara yang tidak jelas mengenai Eropa. Sampai sekarang Ankara berusaha berdiam diri, tidak bereaksi atas krisis tersebut. Di sini jelas betapa Turki tidak ingin terlibat pertikaian antara Amerika Serikat dengan tiga negara terkemuka di Eropa itu. Ditambah lagi Turki sangat ingin menjadi anggota Uni Eropa. Selain itu, Turki lebih senang dianggap sebagai negara yang independen, tetapi mendukung kedua belah pihak. Sikap yang tidak begitu menguntungkan Amerika. Jadi saat ini Turki memang berada dalam posisi yang sulit. * PERSEKUTUAN JERMAN, PERANCIS, RUSIA: SAMPAI BERAPA LAMA? Poros perdamaian, demikian kwalifikasi media Prancis terhadap kesatuan sikap pemerintah Paris, Jerman dan Rusia dengan ancaman perang di Irak. Sementara Amerika Serikat dan Inggris melanjutkan persiapan aksi militer, Kanselir Jerman Gerhard Schroder, Presiden Prancis Jacques Chirac dan Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha sekuat tenaga mencegah perang di Irak. Laporan redaktur internasional Johan Huizinga dan Margreet Strijbosch: Usulan perdamaian Prancis-Jerman yang dibocorkan media Ahad lalu pada dasarnya berisi perlucutan senjata menyeluruh di Irak oleh pasukan perdamaian PBB. Tetapi rincian yang konkrit masih belum diberikan. Paris dan Berlin justru membantah punya rencana yang sudah matang. Yang jelas, kedua negara ingin mencegah perang dengan menjadikan Irak sebuah negara yang diawasi PBB. Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam kunjungan ke Prancis dan ke Jerman akhir pekan lalu, sangat ingin menggabungkan diri dengan gerakan "poros perdamaian". Clip putin VO: Mereka yang mengikuti perkembangan krisis Irak tahu, bahwa sikap Rusia, Prancis dan Jerman hampur serupa. Motif tiga negara untuk menunda, dan kalau bisa membatalkan perang di Irak sangatlah berbeda. Yang pasti, ketiganya cemas apabila pecah perang di Irak, akan pecah pula kekerasan di Timur Tengah yang tidak terkendalikan. Selain itu, Jerman dan Prancis juga sangat tersinggung terhadap Presiden George W. Bush yang dianggap seenaknya sendiri, dan selalu memaksakan Eropa bersikap "fait accompli". Sementara Putin mengikuti arahnya sendiri yang pragmatis. Alasan utama penolakan Jerman perasaan tidak sudi terlibat dalam perang apa pun. Kanselir Schroder berhasil mempengaruhi pendapat para pemilih Jerman yang sebagian besar memang anti-perang. Akibatnya Schroder hampir tidak punya ruang gerak politik. Prancis juga mengikuti tradisi yang sama, yaitu anti dominasi Amerika Serikat jika menyangkut politik luar negeri. Paris selalu menganggap diri pemimpin Eropa di panggung dunia. Tetapi karena Eropa tidak memiliki persatuan, maka ambisi Prancis ini jarang terwujud. Sebaliknya Rusia menentukan kebijakan politik luar negerinya berdasarkan motif-motif ekonomi. Berbagai konglomerat minyak Rusia mempunyai investasi besar-besaran di Irak. Selain itu Moskow cemas, setelah perang Amerika dan Inggris akan membagi-bagi konsesi ladang minyak. Moskow juga cemas harga minyak akan turun drastis akibat perang, dan dampaknya sangat merugikan pengilangan minyak di Rusia yang membutuhkan ongkos tinggi. Washington berhasil mendapatkan dukungan untuk memulai perang terhadap Irak, terutama dari negara-negara Eropa Timur, yang juga calon anggota Uni Eropa. Negara-negara itu memandang Rusia dengan masa lampau komunismenya sebagai musuh besar, dan Amerika justru sebagai patokan kebebasan politik dan kapitalisme. Hal ini justru memberikan alasan kepada Prancis untuk lebih bersikap sebagai Eropa yang independen. Karena motif yang sangat berbeda-beda ini, kemungkinan gerakan poros perdamaian tidak akan berumur lama. Untuk mengamankan kepentingannya di Irak, Moskow sangat ingin menunda perang. Tetapi apabila perang benar-benar tidak bisa dihindari, maka Moskow lebih mengutamakan hubungan baik dengan Washington. Hal yang sama juga berlaku bagi Prancis apabila Paris tetap ingin berperan di Timur Tengah setelah perang. Jalan balik untuk kanselir Jerman sangatlah terbatas, karena ia adalah satu-satunya tokoh yang menentang perang di Irak, dengan alasan apa pun juga. * HUN SEN BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN KAMBOJA THAILAND Kamboja mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungannya dengan Thailand, menyusul kerusuhan anti Muangthai di ibukota Phnom Penh yang mengakibatkan kerusakan besar-besaran. Senin kemarin, Perdana Menteri Hun Sen memecat gubernur Phom Penh Chea Sophara. Tetapi menurut para pengkritik langkah pemecatan ini bermotif politik. Maklum, Chea Sophara memiliki dukungan politik yang kuat di ibukota sehingga bisa merupakan saingan Hun Sen dalam tubuh partai pemerintah CPP. Walau pun demikian keputusan ini tetap mengejutkan. Berikut wawancara dengan Dominic Faulder, seorang wartawan di Phnom Penh: Keputusan memberhentikan gubernur Chea Sophara ini sebenarnya tidak terduga. Selama ini khalayak Phnom Penh hanya membicarakan kemungkinan pemecatan kepala polisi ibukota. Chea Sophara memangku jabatan gubernur ibukota dengan baik. Jalan-jalan dan taman-taman Phnom Penh sekarang kelihatan baik berkat Sophara. Demikian pula keamanan ibukota. Dengan begitu pemecatannya untuk dijadikan dutabesar di Myanmar merupakan kejutan. Kerusuhan yang terjadi di Phnom Penh tanggal 30 Januari lalu sebenarnya sangat merugikan pemerintahan perdana menteri Hun Sen. Citra Kamboja dan pemerintahnya langsung anjlok. Orang menganggap Sophara sebagai saingan terkuat Hun Sen di dalam tubuh partainya CCP. Tetapi di pihak lain posisi Hun Sen tetap sangat kuat. Sebelum kerusuhan Kamboja dikenal sebagai negara yang terkemuka juga di lingkungan ASEAN. KTT ASEAN misalnya berlangsung di Phnom Penh. Beberapa saat sebelum pecah kerusuhan, Kamboja juga menjadi tuan rumah KTT regional mengenai turisme. Semua ini dikampanyekan pelbagai langkah untuk memperbesar peran Kamboja di Asia Tenggara. Tetapi semua itu bubar menyusul kerusuhan akhir Januari lalu. Jadi kerusuhan justru mengembalikan posisi pemerintah Phnom Penh ke beberapa tahun lalu. Saat ini pemerintah Kamboja sedang ditekan kuat, untuk memecat sejumlah anggota pemerintah demi memperbaiki kembali hubungan dengan pemerintah Muangthai. Jadi Hun Sen harus mengorbankan sejumlah tokoh terkemukanya. Di lain pihak, Hun Sen sendiri sebenarnya juga bertanggung jawab terhadap krisis pada hubungan Thailand Kamboja. Sekitar seminggu sebelum kerusuhan pecah, Perdana Menteri Hun Sen dihadapkan pada pernyataan aktris Thailand bahwa kompleks candi Angkor Watt di Kamboja adalah milik Thailand. Kesalahan Hun Sen adalah langsung berkomentar pada pernyataan itu, dengan anggapan bahwa demikianlah isi pernyataan itu. Ternyata aktris Thailand itu tidak menyatakan demikian, sementara Hun Sen tetap tidak meralat pernyataannya. Sehingga khalayak Kamboja tetap berpendapat bahwa pernyataan aktris Thailand itu tetap benar. Pada waktu itu beredar banyak salah pengertian di kalangan khalayak Kamboja. Salah satunya adalah desas-desus yang disebarkan oleh sebuah pemancar radio bahwa kedutaan besar Kamboja di Bangkok telah dibakar. Inilah yang memicu kerusuhan dengan korban utama gedung kedutaan besar Thailand di Phnom Penh. * ASIA TENGGARA KHAWATIR, PERANG IRAK AKAN MEMBUAT KELOMPOK ISLAM TAMBAH Negara negara Asia Tenggara cemas, jika terjadi perang di Irak, hal itu akan menambah kekecewaan dan kemarahan khalayak terhadap Amerika Serikat. Ada yang berpendapat, justru karena polisi telah menunjukkan bahwa para pelaku bom Bali adalah orang orang Indonesia sendiri, barangkali Jakarta tak perlu terlampau khawatir akan meningkatnya radikalisasi Islam di Indonesia. " Namun, Malaysia, yang ekonomi dan politiknya stabil dan merasa tak terancam oleh para "pengganas" atau "teroris", toh, tampak khawatir. "Perang di Irak akan melahirkan al-Qaidah al-Qaidah baru," demikian PM Mahathir Mohamad baru baru ini memperingatkan Amerika Serikat. Komentar pengamat Malaysia Doktor Chandra Muzaffar Chandra Muzafar [CM]: Hemat saya masyarakat kita sehaluan dengan Perdana Menteri dalam hal ini. Mereka tahu bahwa ancaman yang kita hadapi yaitu dari pengganas-pengganas dan salah satu sebabnya keganasan lebih meluas dewasa ini di tempat-tempat tertentu di kalangan umat Islam adalah karena mereka terkecewa dengan politik ekonomi budaya antar bangsa, mereka merasa dipnggirkan. Mereka rasa bahwa ketidakadilan yang diperlakukan terhadap mereka tidak ada penyelesaian, tidak ada orang yang peduli dengan nasib mereka. Radio Nederland [RN]: Jadi kelompok Islam merasa dimarginalisasikan? CM: Ya! RN: Tapi kelompok ini seolah-olah melihat perang terhadap Irak seperti perang terhadap Islam. Kan tidak betul itu! CM: Memang itu bukan perang terhadap Islam. Namun kita tidak dapat menafikkan bahwa mangsanya adalah penghuni negara-negara muslim yang hampir-hampir 98 persen penduduknya muslim. Dan kita juga tidak menafikkan bahwa secara kasar orang Islam merasa bahwa Washington melayani Irak, yang konon memiliki senjata-senjata pemusnah, berbeza dari cara Washington melayani Korea Utara. Kesimpulan yang mereka buat ini karena Irak itu muslim dan Korea Utara itu bukan muslim. RN: Nanti dianggap standar ganda, ya.. CM: Ya memang! bahwa ada dwi standar dalam soal siapa yang memiliki senjata pemusnah. Kita tahu pelayanan yang berbeza ini berpunca pada dua faktor. Bukan karena gama semata-mata. Tapi karena Irak ada minyak dan Korea Utara tidak ada minyak. Yang kedua adalah, jiran Irak adalah Israel. Jiran Korea Utara bukan Israel. Itu sebab-sebabnya tetapi bagi mereka yang tidak menyelami sesuati isyu mereka membuat kesimpulan bahwa ini karena agama. RN: Seberapa jauh Malaysia terancam potensi-potensi radikalisasi Islam ini? CM: Pada hemat saya Malaysia mungkin dapat mengawal keadaan ini atas dua sebab. Pertama, keadaan sosial ekonomi dan politik Malaysia jauh lebih mantap jauh lebih stabil. Yang kedua karena dari dulu pemerintah Malaysia konsisten dalam penentangannya terhadap dasar AS ke Irak dan ke beberapa negara Islam yang lain, termasuk dasar soal negara Palestina. RN: Jadi tidak ada ancaman sipil serius yang mendesak ya? CM: Tidak! RN: Begini bukankah sentimen-sentimen anti Amerika yang meningkat itu belum tentu berarti suatu tendensi ke arah radikalisasi Islam bukan? CM: Tidak! Karena sebagain besar orang Islam yang kecewa dengan keadaan dewasa ini mereka tidak memilih radikalisme. Kelas menengah Malaysia begitu kecewa dengan politik AS tetapi mereka memilih jalan aman untuk menyuarakan kekecewaan mereka. Melalui bentuk surat dan sebagainya. RN: Tapi bukankah kekecewaan terhadap Amereika ini tidak berbeda dengan masa lalu, tidak berbeda dengan misalnya kelompok Yahudi di Amerika yang marah terhadap Palestina selalu mebela Israel. CM: Perbezaan itu berwujud karena peristiwa 11 September. Sebagian masyarakat Islam merasai mereka sudah jadi sasaran pihak tertentu. Selepas peristiwa 11 September Afghanistan diserang dan sentimen masyarakat Islam mebakar pada masa itu karena mereka merasa ini tidak adil walaupun mereka tak memihak kepada Taliban, tak memihak kepada Mullah dan Osama Bin Laden dan sebagainya. Selepas Afghanistan, selepas kekecewaan Palestina yang lebih memuncak setelah intifada yang kedua. Karena peristiwa-peristiwa ini, kekecewaan masyarakat Islam telah memuncak. Demikian Chandra Muzafar, pengamat politik Malaysia. * ALI IMRON, BUKAN PEMBOM SARI CLUB, SIMPUL SURIPTO Ali Imron, alias Alik, bukan pelaku bom paling dasyhat yang meledak di Kuta, Bali, yaitu bom di Sari Club. Demikian kesimpulan pengamat intelejens, Suripto, menanggapi keterangan terbaru tersangka Ali Imron. Imron menganggap keterangan bahwa bom itu adalah jenis mikro-nuklir dan dirancang pihak asing, adalah keliru. Padahal justru bom nuklir itulah yang terjadi menurut Suripto. Berikut, keterangannya ... Suripto: Boleh jadi apa yang seperti pengakuannya yaitu bom diledakkan di tempat yang lain misalnya Paddy's Club. Jadi pertanyaannya adalah, kalau dia katakan itu dia sendiri terperanjat, berarti bukan pihak dia. Berarti ada pihak lain. Nah justru itu pihak lain ini, tentu saja ini berdasarkan analisa deduktif bukan induktif. Radio Nederland [RN]: Tetapi tidak ada petunjuk begitu bahwa ada dari luar misalnya Dokter Aszahari yang disebut-sebut itu, katanya, muridnya, kalu menurut Imron ini. Jadi kalau Pak Suripto berpegang pada mikro nuklir dari luar, dari AS begitu, dari mana penghubungnya? Suripto: Begini, saya mengatakan bahwa bom yang sedahsyat itu tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang atau teroris yang amatir. Musti yang profesional. Kalau yang profesional tentu saja yang teroganisir dengan baik dan mempunyai kemampuan yang tinggi. Dan itu biasanya termasuk kategori operasi intelejen. Jadi orang-orang intel kaliber internasional yang bisa melakukan hal semacam itu. Sehingga tuduhan saya saat itu lebih condong pada lembaga intelejen seperti CIA. RN: Kenapa bukan tentara? kalangan desersi tentara yang bisa mendapatkan bisikan dari sumber-sumber lain begitu? Suripto: Ya karena bahannya itu sendiri juga tidak dimiliki oleh tentara. RN: Nah Imron mengatakan bahannya antara lain TNT dan RDX. Kalau TNT berasal dari Ambon. Suripto: TNT dan RDX bisa. Tapi yang dahsyat itukan menurut ahli-ahli LIPI mengatakan sekurang-kurangnya ada unsur C4. Dan C4 itu nggak ada di Indonesia. Tentara juga nggak punya. Dengan kata lain bahan itu didatangkan dari luar. Dan untuk memasukkan bahan itu keamanannya harus tinggi. Jadi artinya tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan atau mendapat latihan di bidang keamanan yang tinggi. RN: Lebih jauh indikasi yang menunjang teori bapak bagaimana? Suripto: Saya kan hanya berteori. Tentu saja teori ini tidak perlu ditentangkan dengan analisa induktif. Sebetulnya saya kira tidak bertentangan, bahkan saya kira bisa saling melengkapi. Nah sampai sejauh mana pihak kepolisian mau melacak itu. RN: Kalau secara deduktif, berarti ada celah-celah lain yang harus digali ya. MIsalnya sumber amunisi maupun kemampuan intelejen ini juga bisa diperoleh dari dalam negeri. Amunisi ini bisa diindikasi dari Ambon. Mungkin pasar bebas dari Filipina Selatan. Lalu kalau menurut Pak Suripto secara deduktif, kasus Bali ini bersih dari unsur-unsur tentara ataupun desersi tentara? Suripto: Kalau toh dikaitkan dengan tentara itu, tentu saja kita sudah lihat. Apa yang terjadi di Maluku itu ada unsur tentara ataukah polisi terlibat di dalam konflik horisontal. Mendukung atau memberikan bantuan senjata atau amunisi dan bahan-bahan peledak. Kita belum pernah dengar hingga sekarang ada bahan peledak yang hebat dan dahsyat seperti di Sari Club yang meledak di sana. Jadi tentunya kalau mau testing di lapangan yang sudah berkobar perang horisontal. Nah jadi hingga kini sangat sulit untuk menghubungkan atau mengatakan memang tentara terlibat atau melakukan di sana. Kesimpulan saya Ali Imron sedikit atau sama sekali kemungkinannya kecil dia melakukan peledakan di Sari Club. Kalau bom yang lain mungkin saja. Demikian Suripto, pakar intel Indonesia. * GEJOLAK JATUHKAN MEGAWATI TERUS BERKEMBANG Dinamika politik Indonesia berkembang demikian cepat. Perlawanan kaum oposisi terhadap pemerintahan Megawati semakin menggelembung. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa, aktivis Pro Demokrasi, Koalisi Nasional hingga para pensiunan serdadu kini terus melakuan "gerilya politik". Mereka seakan tak pernah kehabisan zat asam untuk terus melakukan goncangan politik dalam tubuh pemerintah. Mampukah Megawati-Hamzah Haz bertahan melawan gerakan ini hingga Oktober 2004 nanti? Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut dari Jakarta: Sejumlah prediksi dan ancaman bagi nasib pemerintahan Megawati beredar memenuhi ruang politik, sosial masyarakat. Kalangan jenderal pensiunan yakin Megawati dapat dijatuhkan tahun ini juga. Sedangkan Abdurrahman Wahid mengatakan kalau Megawati dilengserkan sebelum 2004 itu adalah karma. Megawati, lanjut Gus Dur, akan dilengserkan oleh wong cilik yang ia kecewakan. Nampaknya Gus Dur cukup beralasan. Seorang buruh pimpinan Serikat Rakyat Nelayan Indonesia, Ronny S mengatakan bahwa pemerintahan Megawati adalah Orde Baru jilid II. Ronny S: Pada dasarnya era kepmimpinan presiden Megawati dan Hamzah Haz merupakan warisan sisa-sisa rejim lama yaitu rejim orde baru. Memang dalam tingkat kepemimpinan sampai sekarang ini belum ada sebuah langkah-langkah kongkrit untuk perubahan terhadap tatanan-tatanan sistem sosial hukum politik maupun budaya yang bercorak untuk kepentingan rakyat. Lebih jauh Gus Dur yang merasa dikecewakan oleh Megawati saat ia harus turun dari kursi RI 1 membandingkan Megawati dengan Mbak Tutut. Tutut yang sempat menjadi menteri sosial selama dua bulan sudah mampu menguasai permasalahan yang terjadi. Namun Megawati yang sudah menjadi presiden selama dua tahun belum mampu melakukan apa-apa. Misalnya soal penegakan hukum. Oleh karena itu Gus Dur mengatakan Megawati adalah presiden bodoh. Ia juga membantah keterangan para asisten Taufik Kiemas bahwa Cendana mendukung Megawati. Karena itu TNI pun tidak mendukung Megawati saat ini. Gus Dur lebih jauh mempertanyakan dalam kapasitas apa Taufik Kiemas menjadi juru bicara Megawati? Tetapi kalangan pendukung Megawati utamanya Taufik Kiemas tetap yakin mereka menguasai keadaan. Untuk itu asisten Taufik Kiemas, Tjahyo Kumolo ikut menggerakkan massa dalam usaha menandingi gerakan mahasiswa di Malang kemarin. Gerakan Mahasiswa di Malang menambah coretan buram terhadap Megawati. Para mahasiswa sejak pagi hari telah menutup gerbang kampus sebagai pertanda menolak kehadiran Megawati dalam kampus mereka. Megawati yang urung mendatangi Univeritas Brawijaya Malang-Jawa Timur akhirnya hanya mengutus Mendiknas dan Menkokesra. Prediksi soal nadi hidup Megawati pun digelontorkan oleh Partai Rakyat Demokratik. Ketua umum PRD Haris Rusly yakin benar bila Maret 2003 ini Megawati akan tumbang. Partai Rakyat Demokratik sudah bergabung dengan kelompok koalisi Nasional pimpinan Eros Djarot. Mantan orang dekat Wismoyo Arismunandar saat menjabat KSAD itu, kini mulai merapatkan dirinya dengan para jenderal pensiunan seperti Wiranto yang sudah tidak sabar lagi menunggu kejatuhan Megawati. Wiranto mengklaim sudah mengancam Megawati agar segera turun. Sebaliknya seorang tokoh kunci Partai Indonesia Baru meragukan ancaman tersebut. Megawati justru yang mengancam Wiranto, Fani Habibie dan Hariman Siregar, katanya. Karena itu, lanjutnya, gerakan mahasiswa kini telah terhenti. Namun analisa tokoh Partai Indonesia Baru agakanya salah. Para mahasiswa dalam waktu dekat akan mengerahkan massa dalam jumlah yang sangat besar. Rico Marbun ketua BEM-Jabotabek kini sedang bersafari politik ke daerah-daerah untuk melakukan konsolidasi. Sementara itu Senin lalu sejumlah tokoh dan politisi muda dari Kawasan Indonesia bagian Timur mendeklarasikan Perhimpunan Indonesia Timur di Gedung Joang, Jakarta. Perhimpunan ini dimaksudkan sebagai wadah perjuangan masyarakat kawasan tersebut yang selama ini termarjinalkan secara ekonomi, sosial, politik dan budaya. Para deklarator ini antara lain Laode Ida, Rully M Said, Nadham Yusuf, Robert Key Timu, Harris Surahman, Vincent Wangge, dan Boy Sompotan. Perhimpunan ini meski mengaku tidak ingin bergerak dalam tataran politik praktis, namun agaknya tidak mampu meredam semangat orang-orang Indonesia Timur lainnya yang juga ingin Megawati segera mundur. Di Sulawesi Utara kini terbentuk Arus Rakyat Timur yang dikomandoi oleh Veldy Umbas menuntut pertanggung jawaban moral Megawati atas kinerja pemerintahannya yang mereka anggap telah salah langkah. Bagi mereka bila Gus Dur berhasil dijatuhkan lewat Bulog Gate. Maka Indosat Gate dapat menjadi mata pisau tajam yang akan menjatuhkan Megawati dari kursi kepresidenan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
