--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 14 Februari 2003 16:10 UTC ** KEPALA INSPEKTUR SENJATA HANS BLIX LAPOR KE DEWAN KEAMAMAN ** JOHN HOWARD KE JAKARTA ** KERUSUHAN HEBAT DI MINDANAO ** ARAFAT MAU ANGKAT PERDANA MENTERI ** TOPIK GEMA WARTA : LAPORAN KEPADA DEWAN KEAMANAN PBB, KAPAN PERANG DIMULAI ? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: EROPA BARAT DIBANJIRI DEMONSTRASI MASSAL MENENTANG PERANG DI IRAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KIM DAE-JUNG LEPASKAN JABATAN DISERTAI SKANDAL ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: AUSTRALIA DAN INDONESIA BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN * KEPALA INSPEKTUR SENJATA HANS BLIX LAPOR KE DEWAN KEAMANAN Kepala inspektur senjata PBB Hans Blix hari ini menyampaikan laporan inspeksi di Irak kepada Dewan Keamanan PBB. Laporan tersebut penting bagi sikap dunia internasional terhadap Bagdad. Blix nampaknya akan melaporkan bahwa Irak belum bekerja sama 100%. Menurut koran Amerika The Washington Post, Blix dengan tegas akan menyebut bahwa ia tidak puas dengan sikap Bagdad. Ke-15 negara anggota Dewan Keamanan akan langsung berunding setelah Blix menyampaikan laporannya untuk membicarakan apakah Dewan Keamanan yang sejauh ini terpecah belah akan langsung mengambil keputusan. Presiden Amerika George Bush mengimbau PBB yang dianggapnya lemah untuk berani mengambil sikap dan memaksa Irak melucuti senjatanya. Menurut Amerika Serikat dan Inggris dari laporan Blix harus disimpulkan bahwa Irak sama sekali tidak mau bekerja sama dengan tim inspeksi senjata PBB. Kalau tidak, demikian Washington dan London maka harus ditempuh jalan militer. Negara-negara lain anggota Dewan Keamanan PBB seperti Rusia, Perancis, Jerman dan Cina sejauh ini mengimbau agar missi inspeksi senjata PBB harus terus dilanjutkan dan diperluas. * JOHN HOWARD KE JAKARTA Perdana menteri Australia John Howard berada di Indonesia. Howard akan bertemu dengan presiden Megawati Sukarnoputri. Pembicaraan kedua kepala negara terutama akan menyangkut krisis Irak. Seperti Inggris, Australia sepenuhnya mendukung kebijakan Amerika soal Irak. Jakarta memperingatkan bahwa sikap Canberra itu akan ditentang dan bisa menimbulkan gelombang protes di Indonesia. Howard sebelumnya menegaskan bahwa ia akan menjelaskan kepada presiden Megawati bahwa dukungan Australia pada rencana menyerbu Irak sama sekali tidak ada hubungan dengan Islam. Pasca ledakan bom di Bali, kerjasama antara Australia dan Indonesia memuaskan kedua negara. Ledakan bom di Bali menewaskan 190 orang. Lebih dari separuh korban tewas adalah wisatawan Australia. * SKANDAL SUAP DALAM PERTEMUAN PUNCAK KOREA Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jung meminta maaf soal skandal dana sewaktu pertemuan puncak bersejarah dengan Korea Utara di bulan Juni 2002. Belum lama ini terbongkar bahwa seminggu sebelum pertemuan puncak tersebut, Korea Utara menerima dana sekitar 200 juta dollar. Dalam pidato di televisi, Kim Dae-Jung membenarkan soal pemberian dana yang dirahasiakan itu. Uang tersebut di transfer oleh perusahaan raksasa Hyundai dengan sepengetahuan pemerintah Korea Selatan. Kim Dae-Jung menambahkan bahwa dana tersebut tidak ada hubungan dengan pertemuan puncak kedua negara. Menurut oposisi di Korea Selatan, Korea Utara disuap untuk melangsungkan pertemuan puncak tersebut. Pertemuan puncak bersejarah antara kedua kepala negara, Kim Dae-Jung dan Kim Jong-Il menghasilkan dobrakan dalam hubungan kedua negara. Presiden Kim Dae-Jung yang memperoleh hadiah Nobel berkaitan dengan politiknya melakukan rujukan dengan Korea Utara, akan mengundurkan diri bulan ini. Ia akan digantikan oleh Roh Moo-Hyun yang memenangkan pemilu Desember lalu. * PERBATASAN KOREA DIBUKA UNTUK WISATAWAN Untuk pertama kali sejak Perang Korea 50 tahun lalu, dibuka perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Bis yang mengangkut 500 wisatawan Korea Selatan menyeberang perbatasan menuju ke gunung Kumgang di Korea Utara. Dulu jalan ini sarat dengan ranjau darat. Pembukaan perbatasan ditandai dengan pesta kembang api. Selama ini hubungan lalu lintas kedua negara yang dijaga dengan sangat dilakukan lewat laut. * KERUSUHAN HEBAT DI MINDANAO Di pulau Mindanao Filipina Selatan pecah kerusuhan hebat antara tentara dengan gerilyawan gerakan separatis MILF. Menurut otoritas Filipina korban tewas sudah mencapai 175 orang. Kebanyakan korban adalah gerilyawan MILF, Front Pembebasan Islam Moro. Tentara berusaha merebut basis pertahahan gerilyawan di Buliok. Menurut otoritas Filipina, Buliok merupakan pusat teroris dan organisasi-organisasi terlarang. Bentrokan di Mindanao merupakan yang paling hebat antara tentara dengan gerilyawan MILF selama tiga tahun. Manila menuduh gerilyawan muslim punya hubungan dengan jaringan al-Qaeda. * ARAFAT MAU ANGKAT PERDANA MENTERI Pemimpin Palestina Yasser Arafat bersedia untuk mengangkat seorang perdana menteri. Pernyataan itu merupakan reaksi atas desakan internasional agar dilakukan perombakan dalam lingkungan otoritas Palestina. Tujuan utama dari perombakan tersebut adalah memberantas korupsi. Arafat tidak bersedia menyebut nama calon-calon perdana menteri. Pemimpin Palestina Arafat selama ini selalu menolak untuk mengangkat seorang perdana menteri, karena ia cemas akan kehilangan sebagian dari kekuasaannya. * DEMO DAN KERUSUHAN DI BOLIVIA Untuk ketiga kalinya dalam waktu 24 jam presiden Bolivia Gonzalo Sanchez de Lozada berpidato di televisi untuk menenangkan rakyat. Selama beberapa hari rakyat Bolivia melakukan aksi unjuk rasa yang dibarengi dengan kekerasan. Presiden Sanchez de Lozada mengatakan bahwa ia dengan rendah hati mendengarkan keluhan rakyat Bolivia. Sementara ini, situasi di La Paz kota terpenting di Bolivia dan tempat-tempat lain, nampak tenang. Gelombang kerusuhan telah menelan 23 korban jiwa. Ratusan luka-luka. Kebanyakan korban, tewas akibat tembakan yang dilakukan oleh tentara. Aksi unjuk rasa yang disertai penjarahan toko-toko merupakan luapan protes atas kenaikan pajak. Serikat-serikat buruh dan partai-partai oposisi menuntut agar presiden Sanchez de Lozada mundur. Wakil presiden Carlos Mesa menegaskan, bahwa presiden tidak akan mengundurkan diri. * BUNTUT SKANDAL ENRON DI AMERIKA Perusahaan energi Amerika Enron yang bankrut tahun 2001, tidak pernah membayar pajak akhir tahun 90-an. Omset perusahaan yang selama bertahun-tahun yang mencapai puluhan miliar dollar, Enron hanya membayar pajak beberapa juta dollar saja. Dari pengusutan yang dilakukan oleh sebuah komisi Senat terbongkar bahwa 200 direktur Enron di tahun 2000 menerima hampir setengah miliar dollar dalam bentuk pinjaman, premi dan penggantian biaya-biaya lain. Enron dinyatakan bankrut karena terbukti memalsukan pembukuan. Dari pengusutan komisi Senat juga terbukti bahwa Enron selama bertahun-tahun menggelapkan pajak. Juga terbukti bahwa praktek-praktek gelap yang dilakukan Enron itu dibantu oleh para penasihat dan akhli hukum, bank dan kantor-kantor pengacara terbesar di Amerika. * TOPIK GEMA WARTA : LAPORAN KEPADA DEWAN KEAMANAN PBB, KAPAN PERANG DIMULAI ? Jum'at malam ini, ketua tim inspeksi senjata PBB di Irak Hans Blix akan menyampaikan laporan kedua kepada Dewan Keamanan. Laporannnya memang telah dinanti-nantikan penuh ketegangan. Apabila Bagdad ternyata tidak bekerjasama sepenuhnya dengan PBB maka Britania dan Amerika Serikat akan secepat mungkin mendesak Dewan Keamanan untuk menyetujui resolusi kedua yang memungkinkan perang melawan rejim Saddam Hussain. Laporan redaktur Timur Tengah Bertus Hendriks: Untuk Amerika Serikat semuanya itu sebenarnya sudah sangat jelas, Irak menolak bekerjasama dalam proses perlucutan senjata. Karena itu tidak dibutuhkan lagi inspeksi yang lebih luas dan lebih lama. Selain itu Penasihat Keamanan Nasional Amerika, Condoleezza Rice awal minggu ini telah mendesak Hans Blix agar dalam laporan keduanya secara gamblang melaporkan penolakan Irak untuk bekerjasama. Tetapi kemungkinan besar laporan tersebut tidak akan bernada sekeras yang diinginkan Rice. Beberapa waktu terakhir pemerintah Irak memperlihatkan sikap-sikap yang lebih positif. Misalnya Bagdad mengijinkan pesawat pengintai U2 terbang di atas wilayahnya, seperti dituntut Amerika Serikat. Selain itu tim inspeksi senjata PBB juga telah mewawancarai lebih banyak pakar Irak, tanpa didampingi seorang pejabat pemerintah Bagdad. Lagi pula Jum'at ini parlemen Irak dijadwalkan akan menyetujui sebuah undang-undang yang melarang produksi senjata pemusnah massal. Tetapi menurut banyak pihak, langkah-langkah tegas Bagdad tersebut datang terlambat dan terlalu sedikit. Selain masih banyak pertanyaan mengenai program gas pelumpuh syaraf XV dan anthrax yang dijalankan Irak, sekarang muncul masalah baru: Rudal al Samud-2, yang mampu menjangkau lebih dari, batas maksimal, 150 km. Amerika menilai hal ini keadaan yang buruk. Tetapi alasan Irak bahwa jangkauan rudal al Samud tidak banyak lebihnya dari 150 km dan jangkauan ketika diuji-coba, rudal tidak bermuatan, tidak banyak membantu. Hans Blix dan rekannya Muhammad el Baradei diperkirakan akan melaporkan bahwa Irak bekerjasama lebih baik, tetapi masih belum benar-benar cukup. Di mata Amerika dan Britania, sikap Irak ini sekali lagi membuktikan Bagdad kembali melanggar Resolusi 1441 PBB, yang mewajibkan kerjasama sepenuhnya. Dengan demikian maka tiba saatnya Irak "menanggung akibat buruknya," sebuah istilah diplomatik untuk mengatakan perang terhadap Irak bisa dimulai. Setelah Blix dan Baradei memberikan laporannya, maka Amerika dan Britania akan langsung meminta resolusi Dewan Keamanan mengenai persetujuan perang terhadap Irak. Tetapi resolusi itu baru bisa diluncurkan kalau mendapat dukungan sedikitnya sembilan dari 15 negara anggota Dewan Keamanan, dan dengan syarat tidak diganjal veto, oleh satu dari lima anggota tetap. Kelimanya adalah Prancis, Rusia dan Cina, Amerika dan Britania. Prancis dan Rusia sudah menyatakan tidak menghendaki perang sekarang. Dua negara itu ingin memberi tambahan waktu dan anggota tim inspektur senjata di Irak. Gagas ini juga didukung Jerman, yang meski pun tidak punya hak veto tetapi kini menjabat ketua bergilir DK. Dengan jabatan ini Jerman berwenang menentukan prosedur jalannya sidang. Jadi bisa dibayangkan akan terjadi tarik menarik di belakang layar, tapi tidak tanpa dampak. Presiden Amerika George W. Bush telah menyatakan, apabila PBB tidak memberi dukungan yang diharapkan untuk bisa memulai perang terhadap Irak, maka Amerika bersama-sama koalisi negara-negara yang bersedia membantu, akan secara sepihak menjatuhkan Saddam Hussein. Dengan ancaman terakhir ini, maka tidak akan mudah bagi Rusia dan Prancis untuk begitu saja menggunakan hak veto mereka. Tetapi di pihak lain, Inggris dan Amerika Serikat sangat ingin agar PBB menyetujui resolusi baru. Terutama karena masyarakat kedua negara sangat menginginkannya, serta dukungan internasional untuk membangun kembali Irak setelah jatuhnya rejim Saddam Hussein. Dengan alasan ini, penundaan masih bisa diterima, tetapi pembatalan bukanlah pilihan untuk Amerika. Dengan kata lain, yang penting sekarang bukannya pertanyaan apakah akan pecah perang tapi kapan perang dimulai. * EROPA BARAT DIBANJIRI DEMONSTRASI MASSAL MENENTANG PERANG DI IRAK Intro : Krisis Irak telah memecah belah Eropa di semua lapisan. Tidak hanya muncul jurang antara para pemimpin politik di Eropa Barat yang "kuno" dengan Eropa Timur yang "moderen", tetapi juga di antara para pemimpin Eropa Barat sendiri. Di banyak negara, tentu saja termasuk Eropa Barat, para politisi dan warganya tidak lagi duduk dalam satu jalur. London dapat dianggap sebagai contoh terbaik akhir pekan ini. Laporan redaktur Eropa Barat Johan Huizinga: Diperkirakan antara 200.000 hingga setengah juta demonstran akan berkumpul di ibukota Inggris Sabtu ini, untuk bersama-sama memprotes rencana perang di Irak. Demo ini boleh jadi merupakan manifestasi terbesar sejak '45, ketika warga Inggris secara massal turun ke jalan untuk merayakan akhir Perang Dunia II. Protes rakyat ini sangat bertentangan dengan ucapan-ucapan pro-Amerika dan haus perang yang dilontarkan Perdana Menteri Tony Blair. Sedikitnya 85 persen warga Inggris menentang perang di Irak tanpa mandat tegas PBB. Kurang separohnya malah menentang perang dengan alasan apa pun juga. Tetapi Perdana Menteri Blair kelihatannya tidak mempedulikan hal itu. Ia juga tidak mengindahkan kritik massal dari rekannya sesama anggota Partai Buruh. Gambaran yang sama juga dijumpai di Spanyol. Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar adalah salah satu pencetus "surat delapan pemimpin Eropa" baru-baru ini, yang secara terbuka mendukung kebijakan Presiden Amerika Serikat George W. Bush. Tetapi 70 persen rakyat Spanyol beranggapan Saddam Hussein dan persenjataannya bukan merupakan alasan untuk memulai perang. Minggu ini ribuan demonstran turun ke jalan-jalan kota Madrid dan Barcelona, sementara popularitas Perdana Menteri Aznar anjlok hingga titik terendah dalam sejarah. Di Italia keadaan juga tidak berbeda. Perdana Menteri Silvio Berlusconi, juga salah satu penandatangan surat delapan pemimpin Eropa, tidak didukung mayoritas warga Italia, yang jelas-jelas menentang perang. Sampai sekarang protes-protes di Italia terutama diarahkan pada hal-hal yang berbau Amerika. Landasan terbang, depot untuk transportasi barang-barang militer Amerika, bahkan pasar sayur yang memasok bahan makanan untuk pangkalan militer Amerika, diblokir. Pemerintah Austria lebih memperhatikan perasaan anti-perang yang tumbuh di kalangan rakyatnya. Dengan merunjuk netralitasnya, kereta api yang mengangkut tentara Amerika dari Jerman dilarang melewati wilayah Austria. Tentara Amerika yang ditugaskan memperkuat satuan di Timur Tengah ini, terpaksa harus pindah jalan melewati negara-negara lain. Demikian Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld, yang jelas tersinggung. Akhir pekan ini ibukota Jerman Berlin juga menjadi penggung demonstrasi massal menentang perang. Perasaan anti-perang yang hidup di Jerman sangatlah dalam. Begitu dalamnya, sampai-sampai Edmund Stoiber pemimpin partai oposisi CDU buru-buru menutup mulutnya sewaktu berlangsung kampanye pemilu terakhir. Di dalam sebuah debat televisi dengan menteri pertahanan Jerman, Stoiber jelas kelihatan hati-hati dan sopan dalam mengkritik sikap anti-perang pemerintah Berlin. Sabtu ini juga akan dilangsungkan demo massal anti-perang di Amsterdam, ibukota Negeri Belanda. Tetapi diperkirakan jumlah orang yang ikut serta jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Kemungkinan hanya beberapa puluh ribu saja. Para pendukung dan penentang perang, kecuali jika mendapat mandat PBB, memang seimbang. Sikap seperti ini berhubungan dengan sikap pemerintah demisioner Belanda yang tidak jelas, dan tetap membuka segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan akhir. * PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA Mengapa anda tidak memperdulikan kami? Di Eropa Tengah dan Timur ada perasaan terusik di kalangan negara calon anggota Uni Eropa karena tidak diundang dalam pertemuan darurat krisis Irak yang dilangsungkan Senin depan. Negara-negara calon anggota yang kebanyakan bekas komunis itu merasa dukungan terbuka terhadap Presiden AS George W. Bush atas krisis Irak telah membuat mereka pihak tidak diundang. Pada saat yang sama polisi di Eropa Tengah bersiap-siap menghadapi unjuk rasa massal damai Sabtu ini. Laporan koresponden James Kliphuis dari Budapest. Demonstrasi besar anti perang berlangsung Sabtu ini di Warsawa, Praha, Bratislava, Budapest dan di berbagai wilayah Eropa Timur. Aksi tersebut paling tidak memperlihatkan sikap pemerintah Eropa Tengah dan Eropa Timur yang pro Amerika Serikat mau pun pro perang terhadap Irak apabila dibutuhkan, tetapi tidak benar-benar didukung sebagian besar masyarakat negeri-negeri itu. Perdana Menteri Hongaria Peter Medgyessy, salah satu penanda tangan surat dukungan kepada Amerika Serikat, tersandung dilema ketika bertemu dengan penyelenggara aksi damai Sabtu di Budapest. Sesudahnya juru bicara Gerakan Masyarakat Untuk Perdamaian mengatakan mereka setuju dalam berbagai isyu: penolakan teroris, mengutuk rejim Saddam Hussein dan perlunya jalan keluar damai. Hanya pertanyaannya adalah bagaimana caranya mewujudkan perdamaian di antara perbedaan pendapat. Pengunjuk rasa damai hendak menghindari perang berapa pun biayanya, sementara Perdana Menteri Medgyessy menegaskan kembali pandangannya bahwa hanya apabila Eropa dan Amerika Serikat menyatukan kekuatan dan membuat ancaman perang barulah ada kemungkinan perdamaian, serta pelenyapan senjata pemusnah massal. Di berbagai negara Eropa Tengah lain, pemerintahnya sedang berada dalam kebingungan sama. Di Slovakia, pemerintah telah setuju mengirim 75 tentara Slovak ke Teluk bergabung dengan unit perang kimia Ceko yang lebih dulu berada ke sana. Slovakia juga mengijinkan pengiriman pasukan Amerika melewati wilayahnya, sebagai bagian operasi terhadap Irak. Pemerintah mendukung deklarasi "10 Vilinius" belakangan ini di mana 10 negara calon anggota NATO mendukung Amerika dalam krisis Irak. Tetapi, jajak pendapat belakangan menunjukkan warga Slovakia makin kurang getol untuk bergabung dengan aliansi itu dan menyerukan referendum atas permasalahan tersebut. Ibukota Eropa Tengah yang paling menarik dicermati saat unjuk rasa damai Sabtu ini adalah Warsawa. Polandia memiliki tentara yang besar dan tradisi militer yang mendarah daging, dan negara itu telah lama pendukung setia dalam berbagai hal. Imigran Polandia di Amerika Serikat, khususnya di Chicago, selalu melihat hidup di bawah komunisme nasib orang Polandia tidak pernah dilupakan. Dan pemerintah Amerika selalu mengamati kebangkitan serikat buruh mandiri Solidarnosc dan hadirnya demokrasi dengan minat khusus. Warga Polandia selalu sadar bahwa Amerika Serikat begitu berminat terhadap negaranya. Sebagai hasilnya, Polandia yang selalu paling mendukung Amerika sekarang sedang bergabung dengan Uni Eropa. Sentimen anti Amerika tidak pernah berakar di Polandia. Sekali pun demikian jajak pendapat terakhir menunjukkan mayoritas warga Polandia menolak perang terhadap Irak dan 76 persennya merasa tentara Polandia tidak perlu ikut ambil bagian. Tetapi Polandia merasa dirinya juga merupakan bagian Eropa, dan pemerintahnya melakukan berbagai cara untuk mempromosikan hasil besar referendum mendatang untuk bergabung dengan Uni Eropa. Tetapi di sana ada bagian besar dan bersuara miring menolak keanggotaan Uni Eropa. Itulah kalangan sayap kanan Katolik dan sekelompok kecil petani terutama di wilayah Timur. Mereka merasa Eropa hanya bisa membeli sedikit hati mereka. Mereka takut tenggelam dalam kolam besar Eropa, komunitas sekular yang tidak punya nilai berhadapan dengan nilai nilai Kristiani, seperti Parlemen Eropa mengabulkan resolusi yang meminta anggota Uni Eropa baru menerima hukum mengijinkan pengguguran kandungan. Berhadapan dengan sikap aktif anti Uni Eropa, pemerintah Polandia mencoba memobilisasi sebanyak mungkin orang untuk ambil bagian dalam referendum sehingga hasil minimum 50% akan membuatnya legal. Dengan hasil itu, demikian pikir mereka, akan cukup pendukung yang mengamankan posisi mayoritas penggabungan dengan Uni Eropa. Tetapi apa yang dirasa tidak membantu, demikian pemerintah Polandia, adalah calon negara anggota tidak diundang dalam pertemuan darurat negara-negara Uni Eropa Senin mendatang untuk mencoba menjembatani pihak anti perang seperti Perancis, Jerman dan Belgia dengan kelompok setuju perang bila dibutuhkan seperti Inggris dan Spanyol. Hal tersebut menunjukan mereka tetap tidak mempercayai kita dan bagaimana kami menerangkan kepada para pemilih? Ungkapan-ungkapan seperti itulah yang bisa didengar di banyak ibukota Eropa Tengah. * KIM DAE-JUNG LEPASKAN JABATAN DISERTAI SKANDAL Sebelas hari lagi Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jung akan meletakkan jabatan. Tetapi ia meninggalkan sebuah skandal yang masih belum terselesaikan. Kim telah meminta maaf kepada rakyat Korea di depan televisi, karena telah mengirim dana sebesar 200 juta dolar secara rahasia kepada pemerintah Korea Utara. Pengiriman ini terjadi beberapa waktu sebelum berlangsung KTT kedua Korea. Dana itu merupakan bagian bantuan sebesar 500 juta dolar yang dijanjikan konglomerat Korea Selatan Hyundai untuk mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur di Korea Utara selama 30 tahun mendatang. Presiden Kim menampik tuduhan bahwa uang tersebut digunakan sebagai pelicin, untuk menjamin agar perundingan membawa hasil yang positif. Radio Nederland menanyakan pendapat Jin-Yung Paik, dari Universitas nasional Seoul mengenai reaksi yang diberikan Presiden Kim: Jin-Yung Paik berpendapat dengan mengijinkan konglomerat Hyundai memberikan dana kepada pemerintah Korea Utara, maka Presiden Kim Dae-jung telah melanggar berbagai UU Korea Selatan. Tetapi Persiden Kim mengatakan, ia melakukan hal itu demi perdamaian di semenanjung Korea, dan ia meminta pemahaman rakyat Korea Selatan untuk bisa mengerti dan melihat masalah ini dari sudut pandang pemerintah. Tetapi tampaknya rakyat Korea Selatan tidak akan bisa memahami alasan yang diberikan oleh sang presiden. Masyarakat jelas ingin tahu lebih banyak apa yang betul terjadi. Mayoritas rakyat Korea Utara ingin agar pihak kejaksaan menekan dan membeberkan rincian skandal tersebut. Kemungkinan besar akan ditunjuk seorang jaksa khusus yang bertugas menahan dan mengajukan mereka yang bertanggung-jawab ke muka hakim, tergantung dari hasil penyelidikan. Menurut berita Hyundai menjanjikan bantuan sebesar 500 juta dolar untuk Korea Utara. Tetapi Hyundai memperoleh dana sekitar 200 juta dolar dari Bank Pembangunan Korea Selatan, yang dimiliki oleh pemerintah. Sampai sekarang belum diketahui apakah uang rakyat hasil pajak juga digunakan dalam skandal ini. Karena itu orang Korea Selatan ingin sekali tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Dari mana asal uang sebesar 500 juta dolar itu? Apakah ini benar-benar uang Hyundai atau uang rakyat, dan berapa banyak? Selain itu juga dipertanyakan, lewat jalur mana dana tersebut diberikan kepada Korea Utara. Jadi jelas rakyat Korea Selatan berhak mengetahui skandal ini sampai ke akar-akarnya. * AUSTRALIA DAN INDONESIA BERUPAYA PULIHKAN HUBUNGAN Intro : Australia dan Indonesia berupaya memulihkan hubungan setelah renggang menyusul kasus pemboman Bali. Perdana Menteri Australia, John Howard beserta keluarga berkunjung ke Indonesia, Sabtu besok. Ia akan bertemu Presiden Megawati dan sejumlah pimpinan ormas Islam dan tim penyidik bom Bali. Howard diharapkan akan menjelaskan mengapa pemerintah Australia mendukung kebijakan AS dalam kasus Irak. Sementara itu sebuah delegasi para pemuka agama Indonesia yang tergabung dalam Forum Nasional Gerakan Moral, saat ini berada di Australia. Radio Nederland menghubungi Hasyim Muzadi Ketua Umum PBNU, ketua delegasi ke Australia ini. Pertama kami tanyakan tujuan kunjungan itu. Hasyim Muzadi [HM] : Pertama bahwa peristiwa itu bukan peristiwa agama. Itu adalah peristiwa teror. Seluruh agama mengutuk kejadian di Bali. Jadi jangan sampai itu diagamakan atau di-Islamkan. Yang kedua bahwa baik pemerintah Indonesia maupun masyarakat Muslim di Indonesia telah dengan serius mengatasi akibat-akibat yang timbul dari bom Bali itu. Misalnya pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti UU tentang anti terorisme. Kepolisian juga telah serius, aparat juga sudah akomodatif terhadap kemauan internasional. Dan NU dan seluruh lintas agama di Indonesia juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan konkrit agar umat beragama tidak lagi terlibat kekerasan. Sehingga semuanya itu sudah cukup menjadi bukti bahwa ini adalah sebuah teror yang bisa terjadi dimanapun. Jadi Indonesia tidak bisa disebut sarang teroris tapi dia adalah juga korban dari terorisme itu. Radio Nederland (RN) : Terus tanggapannya bagaimana pak ? HM : Bagus. Kalau untuk bom Bali itu dianggap masalahnya sudah finish. Jadi sudah selesai. Sehingga perlu kerjasama ditingkatkan, baik pada bidang antar pemerintah maupun antar masyarakat. Bahkan bisa diperluas pada aspek-aspek yang bermanfaat untuk kedua bangsa. Ini diungkapkan sendiri baik oleh gubernur di Sydney maupun gubernur jendral yang di Canberra dan juga dari parlemen Australia. RN : Jadi kalau begitu, hubungan dengan Australia, baik G-to-G maupun antar masyarakat akan pulih kembali bahkan akan membaik. HM : ya akan begitu akan membaik. Karena khusus untuk masalah Bali semuanya sudah bisa mengerti dan saya datang tidak sendiri. Saya datang dengan pimpinan tertinggi Katolik Indonesia Kardinal Darma Atmadja dan pimpinan tertinggi Protestan Indonesia Dr. Andreas Iwangu. Ketiga-tiganya bicara yang sama sehingga meyakinkan publik dan pemerintah di Australia bahwa apa yang kita katakan itu serius. Memang faktual yang terjadi seperti itu. RN : Tadi bapak menyinggung masalah kerjasama pendidikan. Jadi dengan demikian kerjasama pendidikan bisa langsung diadakan atau ditambah ? HM : Yang penting ada pengertian dulu. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sekolah di Australia sangat banyak. Enam ribu mahasiswa Indonesia yang studi di Australia. Maka bagaimana caranya supaya kerjasama pendidikan itu lebih intensif dalam kualitas dan kuantitas bukan hanya terbatas pada pengiriman mahasiswa Indonesia ke Australia tapi juga peneliti-peneliti Australia kita persilahkan datang di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia, supaya penggalangan melalui jembatan ilmiah dan kultural itu bisa jadi lebih baik. Karena Australia terkesan lebih Eropa daripada Asia kan ? Dengan kerjasama budaya dan pendidikan maka budaya itu akan bisa dikdekatkan. Dalam perbincangan dengan Radio Nederland ini, Ketua Umum Nahdhatul Ulama Hasyim Muzadi juga sempat berkomentar tentang sikap NU dalam kasus Ulil Abshar Abdallah, yang mendapat ancaman hukuman mati, menyusul pemikiran kritisnya tentang agama Islam. Hasyim Mushadi [HM] : NU sudah punya pendapat karena Ulil sudah dipanggil oleh Majelis Syuriah NU. Memang ada beberapa segi yang nampaknya Ulil emosional. Tetapi ada juga beberapa hal yang merupakan hak kreativitas seseorang untuk berfikir tentang agamanya. Tetapi terlepas daripada kurang dan lebihnya Ulil, dia kan tidak boleh lalu divonis hukuman mati. Dan ini sudah diselesaikan secara internal oleh pengurus besar NU dan yang membidangi masalah ini adalah Majelis Syuriah yang dibawah kendali kiyai bukan dibawah kendali saya. RN : Jadi kesimpulan yang jelas bahwa pendapat Ulil itu bukan pendapat NU kan begitu ? HM : Oh bukan ! Jadi di NU itu memang banyak kreativitas-kreativitas pemikiran seperti itu. Tetapi kreativitas itu, mana yang masih didalam batas toleransi dan mana yang sudah emosional atau melebihi ukuran. Kan ada ukurannya sendiri. RN : Yang mana yang dianggap sudah emosional itu ? HM : Yang sudah emosional cara Ulil mengemukakan. Jadi metodologi penyajiannya, yang kedua tidak seharusnya dia mengkritik Nabi Muhammad. Tapi yang lain-lain itu haknya seseorang untuk berkreasi pemikirannya didalam bidang agamanya sendiri. Demikian Hasyim Musadi Ketua Umum PBNU, ketua delegasi ke Australia. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
