---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 15 Februari 2003 13:10 UTC



** JOHN HOWARD BERUSAHA JELASKAN POSISI AUSTRALIA KEPADA INDONESIA

** DEMO MASSAL ANTI-PERANG IRAK DI 600 KOTA DI DUNIA

** INGGRIS DUKUNG PERPANJANGAN WAKTU INSPEKSI SENJATA DI IRAK

** TOPIK INTERNASIONAL: INSPEKTUR SENJATA PBB INGIN TERUSKAN TUGAS
PEMANTAUAN DI IRAK

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS
IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: SATU TAHUN PROSES PERADILAN MANTAN
PRESIDEN YUGOSLAVIA



* JOHN HOWARD BERUSAHA JELASKAN POSISI AUSTRALIA KEPADA INDONESIA

Perdana Menteri Australia John Howard sedang mengadakan kunjungan ke
Indonesia dan bertemu dengan Presiden Megawati Soekarnopoetri serta
Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Howard mengadakan kunjungan
singkat di Jakarta, setelah kembali dari Washington dan London untuk
mengadakan perundingan mengenai masalah Irak. Australia merupakan
salah satu sekutu terdekat Amerika, dan mendukung rencana Presiden
George Bush untuk melakukan aksi militer di Irak. Tetapi Howard ingin
menjelaskan kepada pemerintah Indonesia, bahwa sikap negaranya
tidaklah sama dengan anti-Islam. Selain itu Canberra juga tidak
berencana untuk mengubah pendapat Jakarta.

Sewaktu berbicara dengan Presiden Megawati dan Menko Polkam,
disinggung masalah mengenai kegiatan kelompok-kelompok pro-separatis
Papua yang berkedudukan di Australia. Kelompok-kelompok ini dianggap
mengeruhkan hubungan bilateral dengan Indonesia.


* DEMO MASSAL ANTI-PERANG IRAK DI 600 KOTA DI DUNIA

Dari seluruh wilayah Belanda, orang massal datang ke ibukota
Amsterdam untuk berdemonstrasi menentang kemungkinan perang di Irak.
Pihak penyelenggara mengharapkan demo akan diikuti lebih dari 30.000
orang. Sekitar 200 LSM turut bergabung. Selanjutnya berbagai gereja
di Amsterdam akan membunyikan lonceng mereka selama demo berlangsung.


Sabtu ini di lebih dari 600 kota di seluruh dunia dilangsungkan
demonstrasi massal anti-perang Irak yang diikuti jutaan orang. Baik
di Asia, Australia, Selandia Baru dan Rusia dilangsungkan demo
massal. Di berbagai kota di Eropa ratusan ribu orang unjuk rasa
misalnya di London, Paris, Roma dan Berlin. Di Kaapstad dan
Johannesburg, Afrika Selatan aksi protes juga diikuti sejumlah
menteri kabinet, dan ratusan ribu orang turun ke jalan. Demo juga
dilangsungkan di berbagai kota di Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Sementara itu pemerintah Bagdad juga menyerukan rakyatnya untuk
secara massal turun ke jalan memprotes rencana perang Amerika. Para
aktivis anti-perang asing yang sudah banyak berkumpul di Bagdad
diperbolehkan untuk melakukan demonstrasi.


* INGGRIS DUKUNG PERPANJANGAN WAKTU INSPEKSI SENJATA DI IRAK

Perdana Menteri Inggris Tony Blair secara mengejutkan menyetujui
perpanjangan waktu tim inspeksi senjata PBB di Irak. Di dalam
pidatonya di depan sidang Partai Buruh pimpinannya, Blair bereaksi
atas laporan ketua tim inspeksi Hans Blix. Perdana Menteri Inggris
percaya, bahwa jalan keluar krisis Irak hanya dilakukan lewat PBB.
Tetapi Blair memperingatkan Dewan Keamanan agar tidak dikelabui
Saddam Hussein, dan tetap berpegang pada tuntutan bahwa Bagdad harus
menyerahkan senjata pemusnah massal. Selain itu menurut perdana
menteri Inggris , Irak harus mengambil langkah pertama dengan
menyerahkan senjata tersebut, dan tidak menunggu sampai para
inspektur menemukannya.

Setelah akhir debat di Dewan Keamanan Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat Colin Powell mengatakan, keputusan untuk memulai perang di
Irak akan diambil dalam beberapa minggu mendatang. Di dalam laporan
keduanya di hadapan Dewan Keamanan, ketua tim inspeksi senjata PBB
Hans Blix dan Direktur Badan Tenaga Atom Internasional IAEA
El-Baradei menyimpulkan, kerja tim PBB belum selesai. Misalnya masih
tidak jelas apa yang terjadi dengan beberapa jenis senjata kimia yang
dimiliki Irak dalam jumlah besar.


* UTUSAN VATIKAN BERTEMU DENGAN SADDAM HUSSEIN

Utusan Vatikan untuk Irak, Kardinal Prancis Roger Etchegaray telah
bertemu dengan Presiden Irak Saddam Hussein Sabtu ini. Sebelumnya ia
bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tareq Aziz dan Wakil Presiden
Taha Yassine Ramadan. Utusan Paus Yohannes Paulus II ini mengharapkan
dapat menemukan jalan keluar damai untuk krisis di Irak. Jumat
kemarin Paus Yohannes Paulus menerima Tareq Aziz, yang juga seorang
Kristen, di Vatikan. Paus mendesak pemerintah Irak untuk mematuhi
resolusi PBB agar dapat menghindari perang.


* MUBARAK AKAN LANGSUNGKAN SIDANG DARURAT LIGA ARAB

Presiden Mesir Hosni Mubarak mengundang negara-negara anggota Liga
Arab untuk mengadakan sidang darurat mengenai Irak. Sidang tersebut
akan dilangsungkan satu minggu mendatang di Mesir. 14 dari 22 negara
anggota Liga Arab telah menyatakan kesediaan untuk ambil bagian dalam
sidang tersebut. Presiden Mubarak berpendapat, negara-negara Arab
tidak dapat menghalangi rencana Amerika untuk memulai perang Irak,
dan mereka juga tidak dapat menindak tegas Washington. Karena itu
sudah saatnya bagi Liga Arab untuk menentukan sikap mereka.


* BOM NUKLIR KOREA UTARA SIAP DALAM ENAM BULAN MENDATANG

Apabila Korea Utara tetap memproduksi plutonium dan uranium yang
diperkaya seperti sekarang ini, maka dalam waktu setengah tahun
negara itu punya cukup bahan untuk membuat lima bom nuklir. Demikian
perhitungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld. Ia
menekankan bahwa Amerika dapat melakukan langkah-langkah militer
untuk menahan Korea Utara, tetapi dibutuhkan dukungan negara-negara
lain sebelum Washington memulai ofensif politik dan diplomatik.
Pernyataan Rumsfeld ini diberikan setelah sejumlah diplomat Korea
Selatan dan Rusia mengatakan, kedua negara Korea dan sekutunya harus
berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara.
Seoul mendukung perundingan langsung dengan Pyongyang. Sementara
Moskow menyerukan kepada Korea Utara dan Amerika Serikat untuk
memulai dialog bilateral.


* PERSETUJUAN PERDAGANGAN CHILI DAN KOREA SELATAN

Chili dan Korea Selatan menandatangani persetujuan perdagangan
bilateral. Di dalam persetujuan ditetapkan kedua negara untuk
sementara hanya menerapkan sebagian atau mencabut seluruhnya pajak
impor untuk barang-barang yang dihasilkan kedua negara.
Penandatanganan persetujuan di ibukota Seoul dihadiri Presiden Korea
Selatan Kim Dae-Jung dan rekannya Presiden Chili Ricardo Lagos, yang
juga sedang melakukan kunjungan keliling di Asia.

Mulai sekarang Korea Selatan dapat menjual dua pertiga produk ekspor
mereka di Chili, yaitu mesin, mobil dan peralatan elektronik.
Sementara Chili akan mengekspor barang-barang pertanian dan
perkebunan ke Seoul. Persetujuan perdagangan bebas ini banyak
ditentang petani Korea Selatan. Mereka takut akan bangkrut apabila
pasar dibanjiri barang-barang Chili yang berharga murah. Beberapa
ribu petani dan pemilik perkebunan melakukan demo menentang
persetujuan. Demo berakhir dengan pertikaian antara para petani dan
polisi.


* MASA TUGAS F-16 BELANDA DI AFGANISTAN DIPERPANJANG

Masa tugas satuan pesawat tempur F-16 Belanda yang ikut dalam misi
perdamaian di Afganistan, diperpanjang selama setengah tahun.
Sebelumnya satuan tersebut akan digantikan oleh pesawat-pesawat dari
negara lain akhir Maret mendatang. Atas permintaan Amerika Serikat
kabinet Belanda menyetujui perpanjangan tugas tersebut.
Pesawat-pesawat tempur F-16 milik Belanda beroperasi dari pangkalan
militer di Kyrgizia. Satuan ini telah dilibatkan beberapa kali dalam
aksi melawan pejuang Taliban di Afganistan.


* HUKUMAN MATI TERHADAP DISIDEN IRAN UNTUK SEMENTARA DICABUT

Keputusan hukuman mati terhadap pakar ilmu pengetahun Iran, Hashem
Aghajari dicabut. Demikian keputusan Mahkamah Agung Iran, yang
mengembalikan kasus ini kepada pengadilan di tingkat lebih rendah.
Aghajari dijatuhi hukuman mati bulan November lalu, dengan tuduhan
menghina Tuhan, karena sewaktu pidatonya mempertanyakan posisi para
pemimpin agama Iran. Setelah itu dilangsungkan rangkaian demo massal
mahasiswa menentang keputusan tersebut. Pemimpin keagamaan Iran,
Ayatollah Ali Khamanei mengajukan kasus ini kepada Mahkamah Agung,
dan tiga dari empat hakim agung menyatakan bahwa vonis bertentangan
dengan undang-undang. Karena itu sidang harus diulang kembali di
pengadilan yang lebih rendah.


* INSPEKTUR SENJATA PBB INGIN TERUSKAN TUGAS PEMANTAUAN DI IRAK


Masih belum jelas apakah Irak memiliki senjata pemusnah massal.
Setelah 11 pekan mengadakan pelacakan di Irak, para inspektur belum
juga menemukan bukti senjata yang dicari. Demikian kesimpulan laporan
kedua ketua inspektur senjata PBB, Hans Blix kepada Dewan Keamanan
PBB, Jum'at kemarin. Masih banyak pertanyaan belum terjawab, demikian
Blix. Jawabannya hanya akan ditemukan kalau Irak bekerjasama lebih
baik, jumlah inspektur diperluas dan dukungan dari kalangan intel
asing, lebih lanjut ulasan redaktur Theo Tamis dan Hal Crawford:

Itu tidak cukup untuk memulai perang. Demikian Ketua inspektur
senjata PBB Hans Blix mengawali pidatonya dengan kemajuan kinerja
pengawasan di Irak. Sekitar 400 lokasi telah diperiksa, dan sejumlah
kendala operasional telah terpecahkan. Mereka mendapat fasilitas
gedung perkantoran dan bisa mulai dengan penerbangan pengintaian
menggunakan pesawat-pesawat U2 dan Mirage. Jumlah pejabat Irak yang
mendamping para inspektur dikurangi dari 5 orang menjadi seorang
saja.

Titik terang, menurut Blix, adalah bantuan penguasa Irak. Inspektur
diperkenankan memeriksa istana-istana presiden dan rumah-rumah
penduduk. Para pakar Irak bisa diwawancara dan mereka, menurut Blix,
telah memberikan keterangan yang diminta. Di samping itu inspektur
senjata juga menyambut baik keputusan Presiden Irak, Saddam Hussein
melarang impor dan produksi senjata pemusnah massa.

Soal penyerahan dokumen seperti yang diminta resolusi Dewan Keamanan
1441, Irak masih harus berusaha lebih keras. Bagdad, harus melaporkan
senjata mana saja yang sudah dimusnahkan dan mana yang masih ada.
Terutama mengenai senjata biologi pelumpuh syaraf dan athrax serta
rudal jarak jauh. Mengenai senjata itu, inspektur senjara masih belum
punya data, demikian Blix. Pelacakan selama 11 pekan masih belum
menemukan bukti senjata pemusnah massal di Irak. Beberapa longsongan
roket jarak jauh ditemukan, dengan jangkauan di atas 150 km, batas
maksimal menurut PBB.

Hans Blix bersikap kritis terhadap apa yang pekan lalu di depan Dewan
Keamanan PBB, oleh Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell disebut
sebagai bukti-bukti pelanggaran Irak. Waktu itu, dengan bantuan foto
satelit, Menlu Powell berupaya membuktikan bahwa Irak telah
memindahkan senjata-senjata terlarang sehingga tidak bisa ditemui
oleh para inspektur senjata PBB.

Hans Blix: The reported movements of munitions at the sites could
just as easily have been a rutine activity as a movements of
percribed munitions in anticipation of imminent inspection.

Blix menyatakan foto-foto itu bisa juga membuktikan bahwa
senjata-senjata itu adalah senjata konvensional, bukan senjata
pemusnah massal.

Tetapi Bagdad tetap merupakan sasaran bidikan diplomatik dunia. Irak
diharuskan terus bekerjasama dengan para inspektur. Lebih dari itu,
kalau Irak bekerjasama lebih baik lagi dalam 12 tahun belakangan,
maka para inspektur pasti sudah menyelesaikan tugasnya dan sanksi
terhadap Irak juga sudah dicabut.


Dengan begitu bagi Hans Blix jelas bahwa para inspektur senjata PBB
membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk bisa menyelesaikan tugasnya.
Kalau Irak bekerjasama dengan baik bahwa tugas para inspektur tidak
akan lama lagi. Mitra Hans Blix, yaitu direktur Badan Energi Atom
Internasional IAEA, Mohammad El-Baradei menambahkan bahwa tim
inspeksinya tidak menemukan bukti-bukti program nuklir Irak. Memang
ada beberapa perkecualian, seperti ditemukannya pipa-pipa aluminum
yang bisa digunakan untuk memperkaya uranium, bahan pokok senjata
nuklir. Ini semua bisa diteliti lebih lanjut.


Bagi Suriah, Cina, Prancis, serta anggota Dewan Keamanan PBB lainnya
jelas bahwa inspeksi senjata PBB di Irak sudah mulai membawa hasil.
Karena itu negara-negara ini bersedia memberi waktu lebih banyak lagi
kepada Hans Blix dan anak buahnya untuk menyelesaikan tugas. Menteri
Luar Negeri Prancis Domique de Villepin mengucapkan pidato dengan
penuh himbauan yang menggebu-gebu. Menurutnya perang merupakan sanksi
yang gagal dan baginya inspeksi senjata itu sudah membuahkan hasil.

Di lain pihak , Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell dan Menteri
Luar Negeri Inggris Jack Straw berpendapat bahwa sekarang sudah tiba
saatnya untuk mempertimbangkan langkah militer. Langkah militer itu,
demikian Jack Straw hanya bisa dihindari kalau Saddam Hussein
menunjukkan perubahan dramatis secepatnya.


* PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA


Mengapa anda tidak memperdulikan kami? Di Eropa Tengah dan Timur ada
perasaan terusik di kalangan negara calon anggota Uni Eropa karena
tidak diundang dalam pertemuan darurat krisis Irak yang dilangsungkan
Senin depan. Negara-negara calon anggota yang kebanyakan bekas
komunis itu merasa dukungan terbuka terhadap Presiden AS George W.
Bush atas krisis Irak telah membuat mereka pihak tidak diundang. Pada
saat yang sama polisi di Eropa Tengah bersiap-siap menghadapi unjuk
rasa massal damai Sabtu ini. Laporan koresponden James Kliphuis dari
Budapest.

Demonstrasi besar anti perang berlangsung Sabtu ini di Warsawa,
Praha, Bratislava, Budapest dan di berbagai wilayah Eropa Timur. Aksi
tersebut paling tidak memperlihatkan sikap pemerintah Eropa Tengah
dan Eropa Timur yang pro Amerika Serikat mau pun pro perang terhadap
Irak apabila dibutuhkan, tetapi tidak benar-benar didukung sebagian
besar masyarakat negeri-negeri itu.

Perdana Menteri Hongaria Peter Medgyessy, salah satu penanda tangan
surat dukungan kepada Amerika Serikat, tersandung dilema ketika
bertemu dengan penyelenggara aksi damai Sabtu di Budapest. Sesudahnya
juru bicara Gerakan Masyarakat Untuk Perdamaian mengatakan mereka
setuju dalam berbagai isyu: penolakan teroris, mengutuk rejim Saddam
Hussein dan perlunya jalan keluar damai. Hanya pertanyaannya adalah
bagaimana caranya mewujudkan perdamaian di antara perbedaan pendapat.
Pengunjuk rasa damai hendak menghindari perang berapa pun biayanya,
sementara Perdana Menteri Medgyessy menegaskan kembali pandangannya
bahwa hanya apabila Eropa dan Amerika Serikat menyatukan kekuatan dan
membuat ancaman perang barulah ada kemungkinan perdamaian, serta
pelenyapan senjata pemusnah massal.

Di berbagai negara Eropa Tengah lain, pemerintahnya sedang berada
dalam kebingungan sama. Di Slovakia, pemerintah telah setuju mengirim
75 tentara Slovak ke Teluk bergabung dengan unit perang kimia Ceko
yang lebih dulu berada ke sana. Slovakia juga mengijinkan pengiriman
pasukan Amerika melewati wilayahnya, sebagai bagian operasi terhadap
Irak. Pemerintah mendukung deklarasi "10 Vilinius" belakangan ini di
mana 10 negara calon anggota NATO mendukung Amerika dalam krisis
Irak. Tetapi, jajak pendapat belakangan menunjukkan warga Slovakia
makin kurang getol untuk bergabung dengan aliansi itu dan menyerukan
referendum atas permasalahan tersebut.

Ibukota Eropa Tengah yang paling menarik dicermati saat unjuk rasa
damai Sabtu ini adalah Warsawa. Polandia memiliki tentara yang besar
dan tradisi militer yang mendarah daging, dan negara itu telah lama
pendukung setia dalam berbagai hal. Imigran Polandia di Amerika
Serikat, khususnya di Chicago, selalu melihat hidup di bawah
komunisme nasib orang Polandia tidak pernah dilupakan.  Dan
pemerintah Amerika selalu mengamati kebangkitan serikat buruh mandiri
Solidarnosc dan hadirnya demokrasi dengan minat khusus. Warga
Polandia selalu sadar bahwa Amerika Serikat begitu berminat terhadap
negaranya. Sebagai hasilnya, Polandia yang selalu paling mendukung
Amerika sekarang sedang bergabung dengan Uni Eropa. Sentimen anti
Amerika tidak pernah berakar di Polandia. Sekali pun demikian jajak
pendapat terakhir menunjukkan mayoritas warga Polandia menolak perang
terhadap Irak dan 76 persennya merasa tentara Polandia tidak perlu
ikut ambil bagian.

Tetapi Polandia merasa dirinya juga merupakan bagian Eropa, dan
pemerintahnya melakukan berbagai cara untuk mempromosikan hasil besar
referendum mendatang untuk bergabung dengan Uni Eropa. Tetapi di sana
ada bagian besar dan bersuara miring menolak keanggotaan Uni Eropa.
Itulah kalangan sayap kanan Katolik dan sekelompok kecil petani
terutama di wilayah Timur. Mereka merasa Eropa hanya bisa membeli
sedikit hati mereka. Mereka takut tenggelam dalam kolam besar Eropa,
komunitas sekular yang tidak punya nilai berhadapan dengan nilai
nilai Kristiani, seperti Parlemen Eropa mengabulkan resolusi yang
meminta anggota Uni Eropa baru menerima hukum mengijinkan pengguguran
kandungan.

Berhadapan dengan sikap aktif anti Uni Eropa, pemerintah Polandia
mencoba memobilisasi sebanyak mungkin orang untuk ambil bagian dalam
referendum sehingga hasil minimum 50% akan membuatnya legal. Dengan
hasil itu, demikian pikir mereka, akan cukup pendukung yang
mengamankan posisi mayoritas penggabungan dengan Uni Eropa. Tetapi
apa yang dirasa tidak membantu, demikian pemerintah Polandia, adalah
calon negara anggota tidak diundang dalam pertemuan darurat
negara-negara Uni Eropa Senin mendatang untuk mencoba menjembatani
pihak anti perang seperti Perancis, Jerman dan Belgia dengan kelompok
setuju perang bila dibutuhkan seperti Inggris dan Spanyol. Hal
tersebut menunjukan mereka tetap tidak mempercayai kita dan bagaimana
kami menerangkan kepada para pemilih? Ungkapan-ungkapan seperti
itulah yang bisa didengar di banyak ibukota Eropa Tengah.


* SATU TAHUN PROSES PERADILAN MANTAN PRESIDEN YUGOSLAVIA

Intro: Pekan ini satu tahun yang lalu, Tribunal Yugoslavia di Den
Haag memulai proses peradilan terhadap mantan presiden Yugoslavia
Slobodan Milosevic. Mantan presiden Yugoslavia dan Serbia itu
dianggap bertanggungjawab atas pembantaian dan kejahatan terhadap
kemanusiaan yang berlangsung selama perang di bekas Yugoslavia di
tahun 90an. Lebih lanjut ulasan redaktur Margreet Strijbosch.

Ketika proses peradilan terhadap mantan presiden Yugoslavia Slobodan
Milosevioc dimulai tanggal 12 februari 2002, bisa disaksikan para
wartawan yang memenuhi halaman sekitar tribunal di Den Haag. Namun
satu tahun sesudah itu, pemandangan tampak sangat berbeda. Hanya
tinggal segelintir wartawan saja yang masih terus mengikuti jalannya
sidang setiap hari. Proses peradilan Milosevic telah berkembang
menjadi proses yang bertele-tele serta lamban. Dibutuhkan konsentrasi
tingggi untuk bisa menemukan sesuatu  yang baru. Namun demikian,
proses tersebut mengalami perkembangan yang berarti tahun lalu. Para
jaksa tribunal telah menyelesaikan bagian mengenai Kosovo. Mereka
berhasil mendatangkan para saksi penting seperti politisi liberal
Inggris Paddy Ashdown, yang bersaksi di depan tribunal bahwa
Milosevic mengetahui tentang kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh
satuan-satuan tentara serta polisi di Kosovo.

Paddy Ashdwon menjadi salah satu dari segelintir saksi yang bisa
membenarkan tuduhan para jaksa mengenai tanggungjawab komando.
Sebagian besar dari 124 saksi dalam kasus Kosovo adalah para korban,
yang mengalami sendiri kebiadaban-kebiadaban yang dilakukan terhadap
mereka. Namun pelaku lanngsungnya bukanlah Slobodan Milosevic.
Sementara, para jaksa telah beranjak ke bagian kedua tuduhan mereka
yaitu mengenai Kroasia. Pekan ini, saksi ke 149 akan dihadirkan yaitu
mantan kepala dinas rahasia kontraspionase Yugoslavia atau KOS,
jendral Aleksander Vasiljevic. Apabila terdapat seseorang yang
memiliki bukti-bukti memberatkan tentang Milosevic, maka itu adalah
Vasiljevic. Vasiljevic mengetahui bahwa para karyawan penting dalam
Kementrian Dalam Negeri Serbia terlibat aktif dalam melatih
kelompok-kelompok paramiliter di wilayah Kroasia. Pernyataan
Vasiljevic tersebut merongrong tangkisan berulang-ulang yang
diucapkan Milosevic bahwa pemerintahannya tidak memiliki hubungan
dengan orang-orang Serbia di Kroasia yang berupaya menghabisi warga
muslim di sana.  Milosevic pada waktu itu masih menjadi Presiden
Serbia saja dan bukan Yugoslavia. Namun menurut para pakar Serbia,
mustahil para pelatih Serbia bisa ke Kroasia tanpa ijin Milosevic
sendiri.

Yang mencolok, Milosevic tidak membela diri dari kesaksian
Vasiljevic. Milosevic tidak menanggapi kesaksian memberatkan
Vasiljevic itu. Jadi seperti halnya kesaksian yang lain, kesakian
Vasiljevic tetap menggantung di persidangan. Namun Milosevic
melakukan permainan tanya jawab selama berjam-jam dengan saksi.
Seperti biasanya, hakim Richard May, merasa perlu untuk
memperingatkan Milosevic, yang seperti biasa menyebabkan kejengkelan
terdakwa.

Kali ini terjadi kemajuan karena Milosevic berbicara secara panjang
lebar dalam sidang. Biasanya, ia menolak untuk bekerjasasama dalam
proses peradilan. Namun sekarang ia memperlihatkan pementasan bagi
para pendukungnya di Serbia. Melalui televisi, mereka bisa mengikuti
pentas tersebut hampir setiap hari. Tetapi kepentingan Milosevic dan
para hakim sangatlah berbeda. Milosevic ingin mengulur-ulur waktu.
Semakin lama proses berlangsung,  semakin lama pula ia bisa
mempertahankan publiknya.  Milosevic akan kehilangan mereka apabila
hakim telah menjatahukan hukuman dalam satu atau satu setengah tahun.
 Hakim juga mencemaskan kesehatan Milosevic, apakah ia akan bisa
menyelesaikan proses.  Sudah enam kali proses ditunda karena terdakwa
sakit. Sebanyak 30 hari sidang sudah hilang. Para dokter menyatakan
Milosevic menderita tekanan darah tinggi, dan oleh karena itu
beresiko mendapat serangan jantung.  Juga karena alasan itu pula,
para hakim menghendaki agar terdakwa didampingi oleh penasehat hukum.
Namun Milosevic mati-matian menolaknya. Di awal proses, ia mengatakan
bahwa dirinya sudah dipersalahkan terlebih dahulu. Baginya, tribunal
ini tetap merupakan 'tribunal rekayasa', seperti dikatakannya satu
setengah tahun yang lalu. Sementara itu, Milosevic bisa menarik apa
yang diinginkannya, yaitu banyak perhatian.

Tampaknya para jaksa akan menuntaskan bagian terakhir tuuduhan mereka
yaitu tentang Bosnia pada pertengahan tahun ini. Sesudah itu,
Milosevic mendapat waktu satu tahun untuk membuktikan bahwa dirinya
tidak bersalah. Apabila ia tetap sehat, maka putusan hakim baru akan
dikeluarkan secepatnya sesudah  paruh kedua tahun 2004.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke