--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 15 Februari 2003 13:10 UTC ** JOHN HOWARD BERUSAHA JELASKAN POSISI AUSTRALIA KEPADA INDONESIA ** DEMO MASSAL ANTI-PERANG IRAK DI 600 KOTA DI DUNIA ** INGGRIS DUKUNG PERPANJANGAN WAKTU INSPEKSI SENJATA DI IRAK ** TOPIK INTERNASIONAL: INSPEKTUR SENJATA PBB INGIN TERUSKAN TUGAS PEMANTAUAN DI IRAK ** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA ** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: SATU TAHUN PROSES PERADILAN MANTAN PRESIDEN YUGOSLAVIA * JOHN HOWARD BERUSAHA JELASKAN POSISI AUSTRALIA KEPADA INDONESIA Perdana Menteri Australia John Howard sedang mengadakan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Megawati Soekarnopoetri serta Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Howard mengadakan kunjungan singkat di Jakarta, setelah kembali dari Washington dan London untuk mengadakan perundingan mengenai masalah Irak. Australia merupakan salah satu sekutu terdekat Amerika, dan mendukung rencana Presiden George Bush untuk melakukan aksi militer di Irak. Tetapi Howard ingin menjelaskan kepada pemerintah Indonesia, bahwa sikap negaranya tidaklah sama dengan anti-Islam. Selain itu Canberra juga tidak berencana untuk mengubah pendapat Jakarta. Sewaktu berbicara dengan Presiden Megawati dan Menko Polkam, disinggung masalah mengenai kegiatan kelompok-kelompok pro-separatis Papua yang berkedudukan di Australia. Kelompok-kelompok ini dianggap mengeruhkan hubungan bilateral dengan Indonesia. * DEMO MASSAL ANTI-PERANG IRAK DI 600 KOTA DI DUNIA Dari seluruh wilayah Belanda, orang massal datang ke ibukota Amsterdam untuk berdemonstrasi menentang kemungkinan perang di Irak. Pihak penyelenggara mengharapkan demo akan diikuti lebih dari 30.000 orang. Sekitar 200 LSM turut bergabung. Selanjutnya berbagai gereja di Amsterdam akan membunyikan lonceng mereka selama demo berlangsung. Sabtu ini di lebih dari 600 kota di seluruh dunia dilangsungkan demonstrasi massal anti-perang Irak yang diikuti jutaan orang. Baik di Asia, Australia, Selandia Baru dan Rusia dilangsungkan demo massal. Di berbagai kota di Eropa ratusan ribu orang unjuk rasa misalnya di London, Paris, Roma dan Berlin. Di Kaapstad dan Johannesburg, Afrika Selatan aksi protes juga diikuti sejumlah menteri kabinet, dan ratusan ribu orang turun ke jalan. Demo juga dilangsungkan di berbagai kota di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Sementara itu pemerintah Bagdad juga menyerukan rakyatnya untuk secara massal turun ke jalan memprotes rencana perang Amerika. Para aktivis anti-perang asing yang sudah banyak berkumpul di Bagdad diperbolehkan untuk melakukan demonstrasi. * INGGRIS DUKUNG PERPANJANGAN WAKTU INSPEKSI SENJATA DI IRAK Perdana Menteri Inggris Tony Blair secara mengejutkan menyetujui perpanjangan waktu tim inspeksi senjata PBB di Irak. Di dalam pidatonya di depan sidang Partai Buruh pimpinannya, Blair bereaksi atas laporan ketua tim inspeksi Hans Blix. Perdana Menteri Inggris percaya, bahwa jalan keluar krisis Irak hanya dilakukan lewat PBB. Tetapi Blair memperingatkan Dewan Keamanan agar tidak dikelabui Saddam Hussein, dan tetap berpegang pada tuntutan bahwa Bagdad harus menyerahkan senjata pemusnah massal. Selain itu menurut perdana menteri Inggris , Irak harus mengambil langkah pertama dengan menyerahkan senjata tersebut, dan tidak menunggu sampai para inspektur menemukannya. Setelah akhir debat di Dewan Keamanan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell mengatakan, keputusan untuk memulai perang di Irak akan diambil dalam beberapa minggu mendatang. Di dalam laporan keduanya di hadapan Dewan Keamanan, ketua tim inspeksi senjata PBB Hans Blix dan Direktur Badan Tenaga Atom Internasional IAEA El-Baradei menyimpulkan, kerja tim PBB belum selesai. Misalnya masih tidak jelas apa yang terjadi dengan beberapa jenis senjata kimia yang dimiliki Irak dalam jumlah besar. * UTUSAN VATIKAN BERTEMU DENGAN SADDAM HUSSEIN Utusan Vatikan untuk Irak, Kardinal Prancis Roger Etchegaray telah bertemu dengan Presiden Irak Saddam Hussein Sabtu ini. Sebelumnya ia bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tareq Aziz dan Wakil Presiden Taha Yassine Ramadan. Utusan Paus Yohannes Paulus II ini mengharapkan dapat menemukan jalan keluar damai untuk krisis di Irak. Jumat kemarin Paus Yohannes Paulus menerima Tareq Aziz, yang juga seorang Kristen, di Vatikan. Paus mendesak pemerintah Irak untuk mematuhi resolusi PBB agar dapat menghindari perang. * MUBARAK AKAN LANGSUNGKAN SIDANG DARURAT LIGA ARAB Presiden Mesir Hosni Mubarak mengundang negara-negara anggota Liga Arab untuk mengadakan sidang darurat mengenai Irak. Sidang tersebut akan dilangsungkan satu minggu mendatang di Mesir. 14 dari 22 negara anggota Liga Arab telah menyatakan kesediaan untuk ambil bagian dalam sidang tersebut. Presiden Mubarak berpendapat, negara-negara Arab tidak dapat menghalangi rencana Amerika untuk memulai perang Irak, dan mereka juga tidak dapat menindak tegas Washington. Karena itu sudah saatnya bagi Liga Arab untuk menentukan sikap mereka. * BOM NUKLIR KOREA UTARA SIAP DALAM ENAM BULAN MENDATANG Apabila Korea Utara tetap memproduksi plutonium dan uranium yang diperkaya seperti sekarang ini, maka dalam waktu setengah tahun negara itu punya cukup bahan untuk membuat lima bom nuklir. Demikian perhitungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld. Ia menekankan bahwa Amerika dapat melakukan langkah-langkah militer untuk menahan Korea Utara, tetapi dibutuhkan dukungan negara-negara lain sebelum Washington memulai ofensif politik dan diplomatik. Pernyataan Rumsfeld ini diberikan setelah sejumlah diplomat Korea Selatan dan Rusia mengatakan, kedua negara Korea dan sekutunya harus berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara. Seoul mendukung perundingan langsung dengan Pyongyang. Sementara Moskow menyerukan kepada Korea Utara dan Amerika Serikat untuk memulai dialog bilateral. * PERSETUJUAN PERDAGANGAN CHILI DAN KOREA SELATAN Chili dan Korea Selatan menandatangani persetujuan perdagangan bilateral. Di dalam persetujuan ditetapkan kedua negara untuk sementara hanya menerapkan sebagian atau mencabut seluruhnya pajak impor untuk barang-barang yang dihasilkan kedua negara. Penandatanganan persetujuan di ibukota Seoul dihadiri Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jung dan rekannya Presiden Chili Ricardo Lagos, yang juga sedang melakukan kunjungan keliling di Asia. Mulai sekarang Korea Selatan dapat menjual dua pertiga produk ekspor mereka di Chili, yaitu mesin, mobil dan peralatan elektronik. Sementara Chili akan mengekspor barang-barang pertanian dan perkebunan ke Seoul. Persetujuan perdagangan bebas ini banyak ditentang petani Korea Selatan. Mereka takut akan bangkrut apabila pasar dibanjiri barang-barang Chili yang berharga murah. Beberapa ribu petani dan pemilik perkebunan melakukan demo menentang persetujuan. Demo berakhir dengan pertikaian antara para petani dan polisi. * MASA TUGAS F-16 BELANDA DI AFGANISTAN DIPERPANJANG Masa tugas satuan pesawat tempur F-16 Belanda yang ikut dalam misi perdamaian di Afganistan, diperpanjang selama setengah tahun. Sebelumnya satuan tersebut akan digantikan oleh pesawat-pesawat dari negara lain akhir Maret mendatang. Atas permintaan Amerika Serikat kabinet Belanda menyetujui perpanjangan tugas tersebut. Pesawat-pesawat tempur F-16 milik Belanda beroperasi dari pangkalan militer di Kyrgizia. Satuan ini telah dilibatkan beberapa kali dalam aksi melawan pejuang Taliban di Afganistan. * HUKUMAN MATI TERHADAP DISIDEN IRAN UNTUK SEMENTARA DICABUT Keputusan hukuman mati terhadap pakar ilmu pengetahun Iran, Hashem Aghajari dicabut. Demikian keputusan Mahkamah Agung Iran, yang mengembalikan kasus ini kepada pengadilan di tingkat lebih rendah. Aghajari dijatuhi hukuman mati bulan November lalu, dengan tuduhan menghina Tuhan, karena sewaktu pidatonya mempertanyakan posisi para pemimpin agama Iran. Setelah itu dilangsungkan rangkaian demo massal mahasiswa menentang keputusan tersebut. Pemimpin keagamaan Iran, Ayatollah Ali Khamanei mengajukan kasus ini kepada Mahkamah Agung, dan tiga dari empat hakim agung menyatakan bahwa vonis bertentangan dengan undang-undang. Karena itu sidang harus diulang kembali di pengadilan yang lebih rendah. * INSPEKTUR SENJATA PBB INGIN TERUSKAN TUGAS PEMANTAUAN DI IRAK Masih belum jelas apakah Irak memiliki senjata pemusnah massal. Setelah 11 pekan mengadakan pelacakan di Irak, para inspektur belum juga menemukan bukti senjata yang dicari. Demikian kesimpulan laporan kedua ketua inspektur senjata PBB, Hans Blix kepada Dewan Keamanan PBB, Jum'at kemarin. Masih banyak pertanyaan belum terjawab, demikian Blix. Jawabannya hanya akan ditemukan kalau Irak bekerjasama lebih baik, jumlah inspektur diperluas dan dukungan dari kalangan intel asing, lebih lanjut ulasan redaktur Theo Tamis dan Hal Crawford: Itu tidak cukup untuk memulai perang. Demikian Ketua inspektur senjata PBB Hans Blix mengawali pidatonya dengan kemajuan kinerja pengawasan di Irak. Sekitar 400 lokasi telah diperiksa, dan sejumlah kendala operasional telah terpecahkan. Mereka mendapat fasilitas gedung perkantoran dan bisa mulai dengan penerbangan pengintaian menggunakan pesawat-pesawat U2 dan Mirage. Jumlah pejabat Irak yang mendamping para inspektur dikurangi dari 5 orang menjadi seorang saja. Titik terang, menurut Blix, adalah bantuan penguasa Irak. Inspektur diperkenankan memeriksa istana-istana presiden dan rumah-rumah penduduk. Para pakar Irak bisa diwawancara dan mereka, menurut Blix, telah memberikan keterangan yang diminta. Di samping itu inspektur senjata juga menyambut baik keputusan Presiden Irak, Saddam Hussein melarang impor dan produksi senjata pemusnah massa. Soal penyerahan dokumen seperti yang diminta resolusi Dewan Keamanan 1441, Irak masih harus berusaha lebih keras. Bagdad, harus melaporkan senjata mana saja yang sudah dimusnahkan dan mana yang masih ada. Terutama mengenai senjata biologi pelumpuh syaraf dan athrax serta rudal jarak jauh. Mengenai senjata itu, inspektur senjara masih belum punya data, demikian Blix. Pelacakan selama 11 pekan masih belum menemukan bukti senjata pemusnah massal di Irak. Beberapa longsongan roket jarak jauh ditemukan, dengan jangkauan di atas 150 km, batas maksimal menurut PBB. Hans Blix bersikap kritis terhadap apa yang pekan lalu di depan Dewan Keamanan PBB, oleh Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell disebut sebagai bukti-bukti pelanggaran Irak. Waktu itu, dengan bantuan foto satelit, Menlu Powell berupaya membuktikan bahwa Irak telah memindahkan senjata-senjata terlarang sehingga tidak bisa ditemui oleh para inspektur senjata PBB. Hans Blix: The reported movements of munitions at the sites could just as easily have been a rutine activity as a movements of percribed munitions in anticipation of imminent inspection. Blix menyatakan foto-foto itu bisa juga membuktikan bahwa senjata-senjata itu adalah senjata konvensional, bukan senjata pemusnah massal. Tetapi Bagdad tetap merupakan sasaran bidikan diplomatik dunia. Irak diharuskan terus bekerjasama dengan para inspektur. Lebih dari itu, kalau Irak bekerjasama lebih baik lagi dalam 12 tahun belakangan, maka para inspektur pasti sudah menyelesaikan tugasnya dan sanksi terhadap Irak juga sudah dicabut. Dengan begitu bagi Hans Blix jelas bahwa para inspektur senjata PBB membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk bisa menyelesaikan tugasnya. Kalau Irak bekerjasama dengan baik bahwa tugas para inspektur tidak akan lama lagi. Mitra Hans Blix, yaitu direktur Badan Energi Atom Internasional IAEA, Mohammad El-Baradei menambahkan bahwa tim inspeksinya tidak menemukan bukti-bukti program nuklir Irak. Memang ada beberapa perkecualian, seperti ditemukannya pipa-pipa aluminum yang bisa digunakan untuk memperkaya uranium, bahan pokok senjata nuklir. Ini semua bisa diteliti lebih lanjut. Bagi Suriah, Cina, Prancis, serta anggota Dewan Keamanan PBB lainnya jelas bahwa inspeksi senjata PBB di Irak sudah mulai membawa hasil. Karena itu negara-negara ini bersedia memberi waktu lebih banyak lagi kepada Hans Blix dan anak buahnya untuk menyelesaikan tugas. Menteri Luar Negeri Prancis Domique de Villepin mengucapkan pidato dengan penuh himbauan yang menggebu-gebu. Menurutnya perang merupakan sanksi yang gagal dan baginya inspeksi senjata itu sudah membuahkan hasil. Di lain pihak , Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell dan Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw berpendapat bahwa sekarang sudah tiba saatnya untuk mempertimbangkan langkah militer. Langkah militer itu, demikian Jack Straw hanya bisa dihindari kalau Saddam Hussein menunjukkan perubahan dramatis secepatnya. * PERSETERUAN UNI EROPA TENTANG KRISIS IRAK LUPAKAN CALON ANGGOTA Mengapa anda tidak memperdulikan kami? Di Eropa Tengah dan Timur ada perasaan terusik di kalangan negara calon anggota Uni Eropa karena tidak diundang dalam pertemuan darurat krisis Irak yang dilangsungkan Senin depan. Negara-negara calon anggota yang kebanyakan bekas komunis itu merasa dukungan terbuka terhadap Presiden AS George W. Bush atas krisis Irak telah membuat mereka pihak tidak diundang. Pada saat yang sama polisi di Eropa Tengah bersiap-siap menghadapi unjuk rasa massal damai Sabtu ini. Laporan koresponden James Kliphuis dari Budapest. Demonstrasi besar anti perang berlangsung Sabtu ini di Warsawa, Praha, Bratislava, Budapest dan di berbagai wilayah Eropa Timur. Aksi tersebut paling tidak memperlihatkan sikap pemerintah Eropa Tengah dan Eropa Timur yang pro Amerika Serikat mau pun pro perang terhadap Irak apabila dibutuhkan, tetapi tidak benar-benar didukung sebagian besar masyarakat negeri-negeri itu. Perdana Menteri Hongaria Peter Medgyessy, salah satu penanda tangan surat dukungan kepada Amerika Serikat, tersandung dilema ketika bertemu dengan penyelenggara aksi damai Sabtu di Budapest. Sesudahnya juru bicara Gerakan Masyarakat Untuk Perdamaian mengatakan mereka setuju dalam berbagai isyu: penolakan teroris, mengutuk rejim Saddam Hussein dan perlunya jalan keluar damai. Hanya pertanyaannya adalah bagaimana caranya mewujudkan perdamaian di antara perbedaan pendapat. Pengunjuk rasa damai hendak menghindari perang berapa pun biayanya, sementara Perdana Menteri Medgyessy menegaskan kembali pandangannya bahwa hanya apabila Eropa dan Amerika Serikat menyatukan kekuatan dan membuat ancaman perang barulah ada kemungkinan perdamaian, serta pelenyapan senjata pemusnah massal. Di berbagai negara Eropa Tengah lain, pemerintahnya sedang berada dalam kebingungan sama. Di Slovakia, pemerintah telah setuju mengirim 75 tentara Slovak ke Teluk bergabung dengan unit perang kimia Ceko yang lebih dulu berada ke sana. Slovakia juga mengijinkan pengiriman pasukan Amerika melewati wilayahnya, sebagai bagian operasi terhadap Irak. Pemerintah mendukung deklarasi "10 Vilinius" belakangan ini di mana 10 negara calon anggota NATO mendukung Amerika dalam krisis Irak. Tetapi, jajak pendapat belakangan menunjukkan warga Slovakia makin kurang getol untuk bergabung dengan aliansi itu dan menyerukan referendum atas permasalahan tersebut. Ibukota Eropa Tengah yang paling menarik dicermati saat unjuk rasa damai Sabtu ini adalah Warsawa. Polandia memiliki tentara yang besar dan tradisi militer yang mendarah daging, dan negara itu telah lama pendukung setia dalam berbagai hal. Imigran Polandia di Amerika Serikat, khususnya di Chicago, selalu melihat hidup di bawah komunisme nasib orang Polandia tidak pernah dilupakan. Dan pemerintah Amerika selalu mengamati kebangkitan serikat buruh mandiri Solidarnosc dan hadirnya demokrasi dengan minat khusus. Warga Polandia selalu sadar bahwa Amerika Serikat begitu berminat terhadap negaranya. Sebagai hasilnya, Polandia yang selalu paling mendukung Amerika sekarang sedang bergabung dengan Uni Eropa. Sentimen anti Amerika tidak pernah berakar di Polandia. Sekali pun demikian jajak pendapat terakhir menunjukkan mayoritas warga Polandia menolak perang terhadap Irak dan 76 persennya merasa tentara Polandia tidak perlu ikut ambil bagian. Tetapi Polandia merasa dirinya juga merupakan bagian Eropa, dan pemerintahnya melakukan berbagai cara untuk mempromosikan hasil besar referendum mendatang untuk bergabung dengan Uni Eropa. Tetapi di sana ada bagian besar dan bersuara miring menolak keanggotaan Uni Eropa. Itulah kalangan sayap kanan Katolik dan sekelompok kecil petani terutama di wilayah Timur. Mereka merasa Eropa hanya bisa membeli sedikit hati mereka. Mereka takut tenggelam dalam kolam besar Eropa, komunitas sekular yang tidak punya nilai berhadapan dengan nilai nilai Kristiani, seperti Parlemen Eropa mengabulkan resolusi yang meminta anggota Uni Eropa baru menerima hukum mengijinkan pengguguran kandungan. Berhadapan dengan sikap aktif anti Uni Eropa, pemerintah Polandia mencoba memobilisasi sebanyak mungkin orang untuk ambil bagian dalam referendum sehingga hasil minimum 50% akan membuatnya legal. Dengan hasil itu, demikian pikir mereka, akan cukup pendukung yang mengamankan posisi mayoritas penggabungan dengan Uni Eropa. Tetapi apa yang dirasa tidak membantu, demikian pemerintah Polandia, adalah calon negara anggota tidak diundang dalam pertemuan darurat negara-negara Uni Eropa Senin mendatang untuk mencoba menjembatani pihak anti perang seperti Perancis, Jerman dan Belgia dengan kelompok setuju perang bila dibutuhkan seperti Inggris dan Spanyol. Hal tersebut menunjukan mereka tetap tidak mempercayai kita dan bagaimana kami menerangkan kepada para pemilih? Ungkapan-ungkapan seperti itulah yang bisa didengar di banyak ibukota Eropa Tengah. * SATU TAHUN PROSES PERADILAN MANTAN PRESIDEN YUGOSLAVIA Intro: Pekan ini satu tahun yang lalu, Tribunal Yugoslavia di Den Haag memulai proses peradilan terhadap mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic. Mantan presiden Yugoslavia dan Serbia itu dianggap bertanggungjawab atas pembantaian dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berlangsung selama perang di bekas Yugoslavia di tahun 90an. Lebih lanjut ulasan redaktur Margreet Strijbosch. Ketika proses peradilan terhadap mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevioc dimulai tanggal 12 februari 2002, bisa disaksikan para wartawan yang memenuhi halaman sekitar tribunal di Den Haag. Namun satu tahun sesudah itu, pemandangan tampak sangat berbeda. Hanya tinggal segelintir wartawan saja yang masih terus mengikuti jalannya sidang setiap hari. Proses peradilan Milosevic telah berkembang menjadi proses yang bertele-tele serta lamban. Dibutuhkan konsentrasi tingggi untuk bisa menemukan sesuatu yang baru. Namun demikian, proses tersebut mengalami perkembangan yang berarti tahun lalu. Para jaksa tribunal telah menyelesaikan bagian mengenai Kosovo. Mereka berhasil mendatangkan para saksi penting seperti politisi liberal Inggris Paddy Ashdown, yang bersaksi di depan tribunal bahwa Milosevic mengetahui tentang kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh satuan-satuan tentara serta polisi di Kosovo. Paddy Ashdwon menjadi salah satu dari segelintir saksi yang bisa membenarkan tuduhan para jaksa mengenai tanggungjawab komando. Sebagian besar dari 124 saksi dalam kasus Kosovo adalah para korban, yang mengalami sendiri kebiadaban-kebiadaban yang dilakukan terhadap mereka. Namun pelaku lanngsungnya bukanlah Slobodan Milosevic. Sementara, para jaksa telah beranjak ke bagian kedua tuduhan mereka yaitu mengenai Kroasia. Pekan ini, saksi ke 149 akan dihadirkan yaitu mantan kepala dinas rahasia kontraspionase Yugoslavia atau KOS, jendral Aleksander Vasiljevic. Apabila terdapat seseorang yang memiliki bukti-bukti memberatkan tentang Milosevic, maka itu adalah Vasiljevic. Vasiljevic mengetahui bahwa para karyawan penting dalam Kementrian Dalam Negeri Serbia terlibat aktif dalam melatih kelompok-kelompok paramiliter di wilayah Kroasia. Pernyataan Vasiljevic tersebut merongrong tangkisan berulang-ulang yang diucapkan Milosevic bahwa pemerintahannya tidak memiliki hubungan dengan orang-orang Serbia di Kroasia yang berupaya menghabisi warga muslim di sana. Milosevic pada waktu itu masih menjadi Presiden Serbia saja dan bukan Yugoslavia. Namun menurut para pakar Serbia, mustahil para pelatih Serbia bisa ke Kroasia tanpa ijin Milosevic sendiri. Yang mencolok, Milosevic tidak membela diri dari kesaksian Vasiljevic. Milosevic tidak menanggapi kesaksian memberatkan Vasiljevic itu. Jadi seperti halnya kesaksian yang lain, kesakian Vasiljevic tetap menggantung di persidangan. Namun Milosevic melakukan permainan tanya jawab selama berjam-jam dengan saksi. Seperti biasanya, hakim Richard May, merasa perlu untuk memperingatkan Milosevic, yang seperti biasa menyebabkan kejengkelan terdakwa. Kali ini terjadi kemajuan karena Milosevic berbicara secara panjang lebar dalam sidang. Biasanya, ia menolak untuk bekerjasasama dalam proses peradilan. Namun sekarang ia memperlihatkan pementasan bagi para pendukungnya di Serbia. Melalui televisi, mereka bisa mengikuti pentas tersebut hampir setiap hari. Tetapi kepentingan Milosevic dan para hakim sangatlah berbeda. Milosevic ingin mengulur-ulur waktu. Semakin lama proses berlangsung, semakin lama pula ia bisa mempertahankan publiknya. Milosevic akan kehilangan mereka apabila hakim telah menjatahukan hukuman dalam satu atau satu setengah tahun. Hakim juga mencemaskan kesehatan Milosevic, apakah ia akan bisa menyelesaikan proses. Sudah enam kali proses ditunda karena terdakwa sakit. Sebanyak 30 hari sidang sudah hilang. Para dokter menyatakan Milosevic menderita tekanan darah tinggi, dan oleh karena itu beresiko mendapat serangan jantung. Juga karena alasan itu pula, para hakim menghendaki agar terdakwa didampingi oleh penasehat hukum. Namun Milosevic mati-matian menolaknya. Di awal proses, ia mengatakan bahwa dirinya sudah dipersalahkan terlebih dahulu. Baginya, tribunal ini tetap merupakan 'tribunal rekayasa', seperti dikatakannya satu setengah tahun yang lalu. Sementara itu, Milosevic bisa menarik apa yang diinginkannya, yaitu banyak perhatian. Tampaknya para jaksa akan menuntaskan bagian terakhir tuuduhan mereka yaitu tentang Bosnia pada pertengahan tahun ini. Sesudah itu, Milosevic mendapat waktu satu tahun untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Apabila ia tetap sehat, maka putusan hakim baru akan dikeluarkan secepatnya sesudah paruh kedua tahun 2004. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
