---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 17 Februari 2003 15:10 UTC



** NATO CAPAI KOMPROMIS TENTANG DUKUNGAN MILITER KEPADA TURKI

** AMERIKA AWALI ANGKUT SENJATA LEWAT BELANDA

** DEMO ANTI PERANG IRAK ADALAH KEMENANGAN BAGDAD

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA INGIN KELUAR DARI PROGRAM IMF

** TOPIK GEMA WARTA: DERITA TKI, KAPAN PULA BERAKHIR

** TOPIK GEMA WARTA: KEUTUHAN NATO TERSELAMATKAN JUGA

** TOPIK GEMA WARTA: PILIPINA KEMBALI MINTA BANTUAN AMERIKA BERANTAS
TERORIS DI SELATAN

** TOPIK GEMA WARTA: TERPILIHNYA TASSOS PAPADOPOULOS PERSULIT
PENYATUAN SIPRUS



* NATO CAPAI KOMPROMIS TENTANG DUKUNGAN MILITER KEPADA TURKI

Setelah mengadakan sidang maraton Pakta NATO akhirnya mencapai
kesepakatan tentang dukungan militer bagi Turki. Komisi militer NATO
boleh mempersiapkan bantuan pertahanan kepada Turki. Prancis tidak
termasuk dalam komisi ini. Selain itu para dubes negara anggota NATO,
kecuali Prancis, menyatakan bahwa keputusan ini tidak berarti bahwa
perang sudah mendekat dan masalah jadi atau tidaknya perang tetap
akan diputuskan oleh DK PBB. Minggu lalu Prancis, Belgia dan Jerman
memveto usulan Amerika untuk memberi bantuan militer kepada Turki.
Menurut mereka tindakan itu terlalu gegabah. Dengan demikian ketiga
negara itu berhasil mencapai kompromis sehingga ada ruangan bagi DK
PBB untuk penyelesaian diplomatik, tanpa adanya sikap sendiri dari
pihak NATO. Namun masih belum jelas apakah kompromis NATO ini
melempangkan jalan bagi keberhasilan KTT Uni Eropa di Brussel malam
ini. Lima belas negara anggota masih berpecah belah mengenai
penanganan kasus Irak. Beberapa negara, seperti Inggris dan Spanyol,
sependapat dengan Amerika yang ingin melucuti senjata Irak jika perlu
dengan kekerasan. Sebaliknya Prancis dan Jerman berpendapat, agar
diberi waktu lebih banyak bagi tim pemeriksa senjata PBB.


* AMERIKA AWALI ANGKUT SENJATA LEWAT BELANDA

Amerika telah mengawali pengangkutan senjata dan personil menuju
Turki atau kawasan Teluk lewat Belanda. Sebuah kereta api bermuatan
perlengkapan militer dan personil telah melewati kota Venlo menuju
Rotterdam. Pengangkutan ini dikawal oleh tentara Amerika yang juga
dibantu oleh tentara Belanda. Malam ini empat atau lima angkutan akan
diselenggarakan. Totalnya sekitar 25 kereta yang bermuatan tank,
peralatan dan personil akan melewati Belanda. Menteri pertahanan
Belanda, Hen Kamp dini hari ini memberi tahu lewat surat bahwa
Belanda telah memberi izin Amerika untuk mengangkut persenjatan dan
tentaranya lewat Belanda menuju Turki atau kawasan Teluk.  Kasus ini
bisa membahayakan proses pembentukan koalisi antara partai kristen
CDA dengan partai sosialis PvdA. Akhir pekan ini fraksi PvdA
menegaskan belum bersedia memenuhi permohonan Amerika untuk
mengangkut senjata lewat Belanda. Pihaknya ingin menyelidiki lebih
dahulu apakah pengumpulan tentara di Turki itu bisa dianggap sebagai
persiapan perang Irak. CDA pun kaget melihat sikap PvdA tersebut. Ada
berita-berita yang mengatakan bahwa perbedaan pendapat antara dua
partai ini bisa mengurungkan koalisi. Pemimpin PvdA, Wouter Bos,
belum mengeluarkan reaksi. Dia mengatakan masalah ini akan dibahas di
parlemen besok.


* DEMO ANTI PERANG IRAK ADALAH KEMENANGAN BAGDAD

Media Irak yang dikuasai pemerintah menilai demonstrasi massal di
seluruh dunia yang menentang perang Irak akhir pekan lalu sebagai
kemenangan bagi Bagdad dan kekalahan bagi Washington. Unjuk rasa
jutaan warga dunia itu banyak disoroti media Irak. Menurut sebuah
koran pemerintah Irak seluruh penjuru dunia telah menyaksikan
demonstrasi di mana jutaan warga menentang agresi Amerika. Sementara
itu rombongan aktivis perdamaian dari Eropa telah tiba di Bagdad.
Dengan mengendarai bis mereka bertolak ke Irak untuk menjadi tameng
manusia. Penasehat keamanan pemerintah Amerika Condoleezza Rice
kemarin mengatakan desakan untuk melucuti senjata Irak diperkecil
oleh imbauan untuk memberi kesempatan lebih banyak bagi tim pemeriksa
senjata PBB. Menurut Rice Washington kini berupaya menggolkan
resolusi baru DK PBB, yang berisi izin untuk menggunakan kekerasan.


* WASHINGTON MUNGKIN AKAN KENAKAN SANKSI TERHADAP KOREA UTARA

Washington mempertimbangkan sanksi terhadap Korea Utara, kalau negeri
itu tetap mau mengembangkan senjata nuklir. Demikian tulis New York
Times. Para pejabat pemerintah Amerika, seperti dikutip koran
tersebut, mengatakan sanksi mungkin berupa blokade bantuan pangan dan
pencidukan pengangkutan senjata ke  Korea Utara. Amerika sangat
prihatin, karena Korea Utara melanggar janji ingin mengaktifkan
kembali reaktor nuklirnya. Reaktor ini bisa digunakan untuk
memproduksi senjata nuklir. Menurut New York Times, Washington
khawatir, saat Amerika memusatkan perhatian terhadap perang dengan
Irak, Pyongyang memanfaatkannya untuk memproduksi senjata nuklir.
Negara-negara lain di kawasan seperti Korea Selatan Jepang, Cina dan
Rusia masih menentang sanski terhadap Korea Utara.


* BERKAS MUKHLAS DISERAHKAN KE KEJAKSAAN'

Tim investigasi kasus bom Bali menyerahkan berkas bukti1046 halaman
tersangka bom Bali Mukhlas kepada Kejaksaan.  Berdasarkan Perpu
Antiterorisme Mukhlas bisa divonis hukuman mati, kalau terbukti
bersalah, tegas Wakapolda Bali Brigjen Herman Hidayat. Pemboman Bali
12 Oktober 2002 itu menewaskan lebih dari 190 orang, mayoritas warga
asing. Berkas bukti itu disusun berdasarkan keterangan 200 saksi.
Kejaksaan akan mempelajari berkas tersebut selama 14 hari untuk
kemudian diajukan ke pengadilan yang mungkin akan digelar bulan
depan. Jumat lalu tim investigasi juga sudah menyerahkan berkas bukti
setebal 1922 halaman terhadap tersangka Amrozi, adik Mukhlas.
Berkas-berkas lain akan diserahkan secepat mungkin. Kelompok Jemaah
Islamiah dituduh berada di balik pemboman Bali ini.


* KTT LIGA ARAB TIDAK JADI DIGELAR

Para menlu Liga Arab di Cairo tidak berhasil mencapai kesekapatan
untuk mengadakan KTT tentang Irak. Usulan KTT itu diajukan presiden
Mesir Husni Mubarak.  Namun para menlu Liga Arab berhasil memutuskan
resolusi menentang agresi berbentuk apa pun terhadap Irak. Menurut
para menlu serangan terhadap Irak bisa berdampak sangat serius bagi
kawasan. Resolusi, yang tidak mengikat itu, mengimbau negara-negara
anggota Liga Arab untuk tidak ikut mengancam Irak. Namun tidak
diputuskan sanksi bagi negara-negara seperti Kuweit, Arab Saudi,
Qatar dan Bahrein yang telah menampung ribuan tentara Amerika.


* INDONESIA INGIN KELUAR DARI PROGRAM IMF

Pemerintah Indonesia mengumumkan pertumbuhan ekonomi tahun 2002
mencapai 3,66%, yang masih di bawah target. Bersamaan dengan itu,
pemerintah menyatakan tengah mencari bentuk kerjasama lain dengan
Dana Moneter Internasional, IMF. Radio Nederland menghubungi Sri
Adiningsih pakar Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pertama
Sri Adiningsih menanggapi  pertumbuhan ekonomi 3,66% itu.

Sri Adiningsih (SA): Laju pertumbuhan sebesar itu bagi Indonesia
tidak buruk, tapi juga bukan good news (berita baik, red.). Karena,
dengan laju pertumbuhan yang rendah seperti itu kesempatan kerja yang
diciptakan tidak akan mencukupi kebutuhan tenaga kerja baru yang
masuk pasar, sehingga artinya pengangguran masih akan meningkat di
Indonesia.

Radio Nederland (RN): Targetnya adalah 4 persen. Kenapa nggak
tercapai?

SA: Saya sendiri sebagai seorang akademisi sejak awal tidak percaya
dengan pertumbuhan 4 persen tersebut. Karena hanya didukung oleh
konsumsi, pemerintah dan rumah tangga, yang tumbuhnya memang cukup
besarlah. Tapi ekspor dan investasi itu masih negatif, padahal kita
tahu bahwa untuk bisa mencapai laju pertumbuhan yang tinggi, 5 persen
ke atas, itu perlu pertumbuhan yang cukup signifikan dari ekspor dan
investasi. Sehingga selama kita belum membukukan pertumbuhan yang
cukup tinggi di ekspor dan investasi, saya kira sulit bagi Indonesia
untuk bisa mencapai laju pertumbuhan yang dapat mengimbangi kenaikan
orang yang masuk ke lapangan kerja baru.

Di Indonesia itu kan kesempatan kerja baru yang masuk pasar sekitar
dua setengah juta. Dengan laju pertumbuhan 3,6 itu berarti hanya
tercipta sekitar 1,7 juta. Ini artinya masih tiap tahun ada tambahan
pengangguran baru sekitar 800.000. Nah ini cukup serius sekali bagi
Indonesia dengan pengganguran terbuka yang  sekitar sudah 9 juta dan
yang terbuka dan setengah menganggur itu sudah mencapai 39 juta
orang.

RN: Indonesia nanti berencana untuk menghentikan, kalau tidak,
menjalin hubungan dalam bentuk lain dengan Dana Moneter Internasional
(IMF).  Rencananya kalau Indonesia seandainya mengakhiri kerjasama
dengan IMF ini alasannya apa kira-kira, bu?

SA: Kita kan sudah lebih dari lima di bawah program IMF. Bagi
Indonesia sudah saatnya kita mandiri. Dan juga kita tahu IMF
kehadirannya dalam implementasi program-program pemulihan ekonomi.
Itu kan selalu menimbulkan kontroversi. Sehingga melihat kondisi
Indonesia yang sudah lebih baik dan juga saya kira lima enam tahun
sudah cukup, sudah saatnya kita mandiri. Kita memang sudah saatnya
untuk keluar dari program IMF. Apalagi juga DPR mengamanatkan seperti
itu. Karena memang program IMF di Indonesia untuk yang priode ini
sudah selesai.

RN: Apakah menurut ibu ada kemungkinan resep lain, kalau Indonesia
memutuskan hubungan dengan IMF ini?

SA: Saya kira banyak kemungkinan yang bisa kita ambil. Yang penting
tentu saja tidak berarti kita keluar dari program IMF kita kemudian
tidak bekerjasama dengan IMF.  Kita masih member (anggota, red.). Dan
kita juga masih berkewajiban pada IMF. Sehingga saya sangat berharap
pemerintah itu di dalam mencari policy(kebijakan, red.) dengan IMF
benar-benar bekerjasama dengan IMF. Terus dialog tetap lanjutkan agar
supaya kita tetap mendapatkan dukungan dari IMF.  Dan tentu saja
keluar kita dari program IMF, kita perlu meningkatkan kerjasama
dengan CGI seperti dulu sebelum ada program IMF. Karena kita juga
tahu bahwa CGI selama ini memiliki komitmen yang tinggi untuk
membantu Indonesia. Sehingga pasca program IMF kita bisa lebih
mengaktifkan CGI lagi.

RN: Pikiran saya sebagai orang awam kalau saya menghutang kepada
suatu bank kemudian saya pindah ke bank yang lain, itu kan
syarat-syarat malah lebih berat lagi syarat awalnya.

SA: Saya kira tidak. CGI selama ini tetap membantu Indonesia di dalam
kerangka IMF. Sehingga kalau kita keluar dari program IMF itu pun
tidak berarti kita membentuk lembaga baru atau pun masuk ke lembaga
baru. CGI masih mendukung Indonesia. Sehingga artinya kalau program
IMF selesai dan kita keluar, itu tinggal mengintensifkan lagi dialog,
diskusi dan kerja sama dengan dengan CGI. Jangan lupa CGI sudah
membantu Indonesia sekitar 30-an tahun. Dan saya yakin mereka tetap
punya komitmen yang tinggi untuk membantu Indonesia.

RN: Dan ini menurut ibu akan lebih baik?

SA: Sangat tergantung pada bagaimana kita mereformat (membentuk
kembai, red.) hubungan dengan CGI yang lebih baik. Karena, tidak
berati, setelah ganti dari program IMF dengan CGI pasti lebih baik.
Tidak ada jaminan seperti itu. Ada beberapa hal yang perlu kita
lakukan agar supaya kita dengan CGI itu bisa lebih baik dan juga
membantu Indonesia agar supaya segera mandiri di dalam pemulihan
ekonominya dan membangun ekonominya ke depan.

Demikian Sri Adiningsih pakar Ekonomi Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta.



* ?

DERITA TKI, KAPAN PULA BERAKHIR?

Lagi-lagi Indonesia harus menanggung malu karena tak becus mengurus
warganya yang bekerja di luar negeri. Hari-hari ini, ribuan Tenaga
Kerja Indonesia, TKI, kembali diusir dari negeri jiran Malaysia. Para
TKI yang terusir ini kebanyakan bekerja di  kota Tawau, negara bagian
Sabah, Malaysia Timur.

Konsulat Jenderal RI di Tawau menyebut jumlah TKI yang akan
dipulangkan ditaksir mencapai 40 ribu orang. Mereka tidak memiliki
paspor kerja, dan hanya mengandalkan nasibnya pada secarik surat ijin
lawatan.

Para TKI yang terusir itu kemudian mengungsi ke Kabupaten Nunukan
Kalimantan Timur. Saat ini, paling tidak ada 8000an TKI membanjiri
Nunukan. Diperkirakan jumlah itu akan terus bertambah.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Yusuf Kalla menjelaskan,
pengusiran kali ini berbeda dengan kasus serupa di pertengahan tahun
2002. Dulu, pemerintah Malaysia mengusir para tenaga asing karena
dianggap sebagai biang masalah sosial dalam negeri Malaysia. Namun
kali ini, pengusiran lebih karena masalah legalitas.

Yusuf Kalla: Memang mereka banyak yang kembali untuk mengurus paspor
atau visanya yang habis. Biasa begitu. Umumnya mereka kerja di sektor
informal. Pembantu, sopir-sopir.

Dalam catatan Kalla, 8000 pekerja Indonesia yang terusir kali ini
adalah mereka yang masuk Malaysia secara tidak sah. Biasanya memang
lewat cukong-cukong yang berperan sebagai makelar untuk pengusaha
Malaysia yang butuh tenaga.

Sejak pecah kasus pengusiran TKI pertama tahun lalu, pemerintah
Indonesia dan Malaysia sudah menggelar perundingan untuk mengatasi
masalah ini. Sayang sekali hasilnya belum memuaskan. Juru Bicara
Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan dua belah pihak
belum mencapai titik temu dalam beberapa hal, misalnya soal sistem
perekrutan tenaga kerja.

Marty Natalegawa: Misalnya pembahasan apakah rekrutmen tenaga kerja
itu bisa dilakukan langsung oleh majikannya atau harus dilakukan
melalui pemerintah. Indonesia menginginkan rekrutmen tidak secara
langsung. Karena dengan rekrutmen melalui pemerintah, perlindungan
terhadap TKI lebih terjamin.

Yang juga masih dirundingkan adalah masalah uji kesehatan dan upah
minimum. Tetapi dengan pengusiran gelombang kedua ini tampaknya
perundingan mengalami jalan buntu. Wakil Bupati Nunukan Kasmir Foret
menjelaskan, hingga kini pemerintah Indonesia memang belum meneken
kesepakatan bersama dengan Malaysia untuk menuntaskan masalah ini.
Sejauh ini, jika ada masalah, para TKI menyelesaikannya
sendiri-sendiri. Mereka bolak-balik menyeberang perbatasan
membereskan ijin kerja.

Kasmir Foret: Sementara ini belum ada keputusan antara Malaysia
dengan Indonesia, mengenai perjanjian kerja mau pun standar gaji. Itu
menjadi masalah bagi pemerintah daerah yang belum bisa menetapkan
bagaimana sebaiknya.

Buruknya respon pemerintah dan lambannya penanganan persoalan ini
menyulut kejengkelan banyak pihak. Menurut aktivis buruh Konsorsium
Buruh Migran Indonesia Kopbumi Edi Purwanto misalnya,
terkatung-katungnya masalah TKI di Malaysia adalah akibat koordinasi
yang payah sejumlah departemen terkait. Departemen-departemen itu
selama ini bergerak sendiri-sendiri tanpa acuan bersama yang jelas.

Edi Purwanto: Imigrasi adalah pintu terakhir sebelum orang melakukan
perjalanan keluar negeri. Mestinya dia yang bertangungjawab penuh
terhadap apa yang terjadi di luar negeri. Mestinya ini yang dipahami
dulu oleh mereka, jangan hanya bersembunyi di balik alasan bahwa
setiap orang punya hak untuk mendapatkan paspor. Mestinya nggak
begitu karena ini urusan bekerja. Kalau ke luar negeri untuk piknik
saya kira beda.

Edi menegaskan perlunya sebuah lembaga yang lebih tinggi untuk
membawahi semua departemen itu. Di sisi lain pemerintah juga dituntut
memberikan perhatian lebih kepada para TKI. Ini bukan permintaan
berlebihan, mengingat TKIlah yang memasok dana segar hingga Rp. 23
triliun per tahunnya. Mungkin sudah tiba pula saatnya bagi para TKI
untuk mendirikan serikat buruh mereka sendiri. Dengan begitu mereka
bisa tampil sebagai satu kekuatan, baik terhadap Malaysia mau pun
terhadap pemerintah Indonesia sendiri.

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di
Hilversum.




* KEUTUHAN NATO TERSELAMATKAN JUGA

NATO masih utuh. Pekan silam, pakta pertahanan NATO sempat terancam
akan ambruk berkeping-keping, karena perpecahan besar mengenai
kebijakan krisis Irak. Prancis, Jerman dan Belgia sempat menentang
pengiriman sarana tambahan militer untuk melindungi Turki, kalau
sampai terkena amukan Irak. Menurut Prancis, Jerman dan Belgia,
pengiriman senjata penangkis rudal, Patriott dan pesawat pengintai
Awacs bisa menimbulkan kesan bahwa perang yang diembuskan Amerika
Serikat segera mulai. Padahal langkah-langkah diplomasi belum
benar-benar selesai. Tetapi pada saat-saat terakhir mendekati Senin
dini hari, semua negara anggota NATO toh akhirnya sepakat juga untuk
memberi dunkungan militer kepada Turki. Lebih lanjut ulasan redaktur
Paul Hezebroek dari Brussel.

Untuk menjembatani jurang pemisah antara pihak penentang dan
pendukung bantuan Turki, dipakailah cara yang mahir. Itu merujuk pada
kenyataan bahwa Prancis tidak masuk dalam struktur militer NATO sejak
tahun 1966. Padahal  komite perencanaan pertahanan ini adalah badan
tertinggi NATO yang menentukan kebijakan militer, termasuk keputusan
Ahad malam untuk mengirimkan bantuan ke Turki. Sikap lunak Prancis
ini juga berkaitan dengan kesepakatan bahwa keputusan NATO mengenai
perang atau tidak di Irak, akan ditentukan oleh Dewan Keamanan PBB.
Besar kemungkinan KTT Uni Eropa Senin ini juga akan mengeluarkan
pernyataan itu. Para pemimpin Eropa tampaknya memang tidak memiliki
pilihan lain mengingat maraknya demonstrasi menentang perang Irak, di
negara-negara mereka, akhir pekan silam.

Tetapi kalau akan mengerahkan pasukan NATO, maka terlebih dahulu
Dewan Keamanan PBB harus memutuskan apakah Irak akan digempur atau
tidak. Dan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Prancis memiliki
hak veto. Oleh karena itu sebagai anggota politik Nato Prancis tetap
berpengaruh.

Amerika sendiri sekarang sibuk dengan resolusi baru yang benar-benar
menekan Irak. Masih dipertanyakan apakah Prancis nanti akan memveto
resolusi baru itu. Berlainan dengan Jerman, Prancis tampaknya ingin
mencegah supaya tidak terkucilkan sama sekali, kalau perang terhadap
Irak sampai pecah. Karena kalau Prancis sampai terkucilkan maka
pengaruhnya di Timur Tengah yang sekarang begitu besar itu akan
terongrong. Di dalam Dewan Keamanan PBB, Rusia tampaknya juga mulai
memihak Amerika, karena Moskow berpendapat hubungan baik dengan
Washington lebih penting daripada hubungan buruk.

Kemungkinan Moskow dan Paris berubah pendirian dalam Dewan Keamanan
PBB ini tampaknya juga berkaitan dengan sikap Washington yang
sekarang mulai mendengarkan ketua inspeksi senjata PBB Hans Blix.
Jum'at lalu dalam laporannya kepada Dewan Keamanan, Hans Blix
berkehendak supaya memperoleh waktu lebih banyak lagi untuk mencari
senjata pemusnah massal di Irak. Menurut resolusi nomer 1441, Irak
harus sepenuhnya bekerjasama dengan tim inspeksi PBB itu. Dalam
rancangan resolusi yang kini tengah disiapkan Amerika, ada
kemungkinan para inspektur senjata ini memperoleh waktu selama
beberapa minggu. Pada tanggal 1 Maret Hans Blix akan menyampaikan
laporan lagi.

Dalam laporan itu akan terlihat apakah Saddam Hussein masih suka main
kucing-kucingan dengan inspeksi PBB atau justru bekerjasama
sepenuhnya. Kalau Bagdad tetap main kucing-kucingan maka Washington
akan turun tangan. Pada saat itu akan terlihat tindakan apa yang
diambil Amerika terhadap Irak, baik melalui Dewan Keamanan PBB atau
dengan menghimpun dukungan cukup.


* PILIPINA KEMBALI MINTA BANTUAN AMERIKA BERANTAS TERORIS DI SELATAN

Pemerintah Filipina mengumumkan akan memulai kembali latihan militer
dengan Amerika Serikat. Karena latihan kali ini dipusatkan di Pulau
Sulu, Filipina Selatan, maka menurut pakar LIPI Herry Yogaswara,
motif utama adalah penumpasan kekuatan Gerakan Pembebasan Moro, MILF.
Latihan ini tidak ada hubungannya dengan penyanderaan tiga warga
Indonesia, atau keinginan Washington untuk mendesak Dewan Keamanan
PBB mengeluarkan resolusi baru untuk menyerang Irak. Ikuti keterangan
Herry Yogaswara kepada Radio Nederland.

Herry Yogaswara (HY): Sebetulnya kan memang di tingkat senat mereka
meratifikasi perjanjian logistik antara Philipina dan Amerika. Jadi
memang pada basis legal (hukum, red.) sudah ada perjanjian di antara
mereka. Jadi secara basis legal itu memang rakyat tidak bisa apa-apa.
Tapi yang jadi persoalannya kenapa sekarang diaktifkan lagi, ketika
masalah MIndanao menjadi panas kembali. Karena tahun lalu, kalau
tidak salah, Gloria berjanji bahwa latihan militer ini kan sebenarnya
hanya untuk melatih para pasukan untuk melawan terorisme. Waktu itu
terorisme itu adalah Abu Sayyaf. Tetapi itu memang ditempatkan lagi
di Selatan, maka motifnya adalah ingin menumpas kekuatan MILF.

Radio Nederland (RN): Mengapa Philipina begitu gampang meminta
pertolongan Amerika dan Amerika begitu gampang memberi bantuan kepada
Philipina?

HY: Kalau kita liat sejarah bahwa memang sejak awal Philipina adalah
bagian dari daerah jajahan Amerika. Kalau kita melihat dari bagaimana
reaksi para pemimpin dunia terhadap permintaan Amerika, selalu
Philipina yang pertama memberi respons positif. Sementara misalnya
Indonesia atau Malaysia selalu pada respons yang ragu-ragu. Kita tahu
ratusan ribu orang Philipina ada di Amerika, sehingga menyebabkan
pemerintah Philipina selalu memberikan prioritas terhadap
kepentingan-kepentingah Amerika.

RN: Lalu apakah ini ada hubungannya dengan penyanderaan tiga orang
awak kapal Indonesia di pulau Sulu dan beberapa orang Philipina?
Apakah mereka juga punya rencana untuk membebaskan para sandera?

HY: Saya pikir itu bukan prioritas ya. Khususnya mengenai orang
Indonesia, itu bukan prioritas dari pemerintah Philipina maupun
tentara Amerika. Kalau memang mereka sejak awal ingin membebaskan
sandera, itu harus dilakukan sejak tahun yang lalu.

RN: Tetapi apakah pemerintah Indonesia dan Philipina akan membiarkan
saja penyanderaan itu sampai berlarut-larut dan mereka tidak punya
inisiatif untuk mencari jalan keluar?

HY: Sudah ada inisiatif ya. Inisiatifnya, saya melihat bahwa dari
pihak Indonesia sendiri mereka mau membayar ransum. Karena Abu Sayyaf
itu tidak ada motif politik sama sekali. Dan saya pikir tidak usah
perlu militer yang besar-besaran untuk membebaskan tiga orang
Indonesia di sana. Karena kekuatan Abu Sayyaf pun sebetulnya sudah
sangat lemah ketika diserbu oleh tentara Amerika dan tentara
Philipina.

RN: Apakah ini ada hubungannya dengan rencana Amerika untuk memulai
perang di Irak, lalu ingin mendesak DK PBB? Jadi mereka ingin
menunjukkan kepada dunia kita bisa membasmi teroris Islam begitu?

HY: Saya melihat agak jauh koneksi persoalan Irak dengan persoalan di
Mindanao ataupun di Philipina, umumnya. Ada kemungkinan juga
kedatangan tentara Amerika  di Philipina itu justru atas permintaan
dari pemerintah Philipina yang cukup kerepotan melawan dua kekuatan:
Islam di Selatan dan kekuatan tentara komunis di Selatan maupun di
Utara.

RN: Lalu bapak katakan tadi bahwa rakyat Philipina tidak bisa lagi
menentang keputusan pemerintah ini. Apa langkah yang masih bisa
mereka ambil, karena kebanyakan dari rakyat Philipina toh menentang
campur tangan Amerika?

HY: Ya itu problemnya. Jadi di tingkat grass roots (akar bawah, red.)
di tingkat civil society (masyarakat madani, red.) semua menentang.
Tetap problemnya adalah tetap eksekutiflah yang paling kuat. Dan
problemnya adalah siapa pun yang menjadi presiden Philipina, dia akan
selalu tunduk pada Amerika.

Demikian pakar Philipina, Herry Yogaswara.


* TERPILIHNYA TASSOS PAPADOPOULOS PERSULIT PENYATUAN SIPRUS

Dengan terpilihnya Tassos Papadopoulos sebagai Presiden baru
Siprus-Yunani, maka semakin sulitlah proses penyatuan kembali Pulau
Siprus. Sejak 1974 pulau tersebut terbagi atas Siprus-Yunani dan
Siprus-Turki. Presiden yang sekarang Glafcos Clerides, yang mendukung
rencana PBB untuk menyatukan kedua bagian Siprus, harus menyerahkan
kursinya kepada Papadopoulos yang kritis. Karena itu sangatlah sulit
untuk memenuhi tuntutan PBB, bahwa 28 Februari mendatang harus
dicapai kesepakatan mengenai proses ini. Ulasan redaktur Marina
Brouwer:

Kemenangan Tassos Papadopoulos sebagai presiden memang bukan kejutan.
Tetapi tidak ada yang memperkirakan, bahwa dalam putaran pertama ia
akan memenangkan lebih dari separoh suara. Presiden terakhir yang
pernah meraih kemenangan besar seperti ini adalah Uskup legendaris
Makarios

Papadopoulos berhasil memobilisasi dukungan dari banyak pihak. Selain
dari para pendukung partai liberal-kanan, ia juga menikmati dukungan
partai komunis, yang mengumpulkan 34% suara. Ditambah lagi dukungan
sejumlah partai lainnya. Tetapi penentu terpenting kemenangan
Papadopoulos adalah rasa kecemasan sebagian besar warga
Siprus-Yunani, bahwa Presiden yang sekarang Klerides akan
mengorbankan kepentingan negaranya.

Hingga beberapa minggu sebelum pemilu dilangsungkan, Papadopoulos
bersikap sangat menentang perundingan dengan Siprus-Turki mengenai
proses penyatuan. Ia ingin agar seluruh persyaratan yang diajukan
negaranya dipenuhi. Hal ini terutama menyangkut kembalinya semua
warga Siprus-Yunani yang dulu tinggal di Siprus-Turki ke rumah dan
tanah milik mereka. Selain itu Nicosia juga menuntut sebanyak mungkin
pemulangan kolonis Turki ke Turki. Dalam rencana perdamaian PBB kedua
tuntutan tersebut tidak seluruhnya dipenuhi.

Tetapi menjelang pemilu, Papadopoulos mengubah garis kerasnya,
sebagai ganti dukungan partai komunis. Sekarang ia mengatakan
memandang rencana PBB sebagai dasar yang baik untuk perundingan
selanjutnya. Saat ini tidak ada orang yang tahu, sikap apa yang akan
diambil Papadopoulos dalam perundingan nanti. Itu memperkecil
kemungkinan penyelesaian proses perdamaian secepatnya, karena tanggal
28 Februari nanti PBB ingin mengetahui apakah telah dicapai
persetujuan atau tidak. Dua hari sebelumnya Sekjend PBB Kofi Annan
akan tiba di Siprus untuk memperlancar perundingan.

Penentuan batas akhir tanggal 28 Februari itu bertujuan agar
Siprus-Yunani punya cukup waktu untuk mempersiapkan referendum. Hal
yang sama juga akan dilangsungkan di Siprus-Turki tanggal 30 Maret
mendatang. Kedua peristiwa penting itu harus sudah selesai sebelum
Siprus "yang bersatu" menandatangani keanggotaan baru dengan Uni
Eropa. Apabila Siprus Yunani dan Turki tidak sepakat mengenai
penyatuan, maka hanya Siprus-Yunani saja yang menjadi anggota baru
Uni.

Dalam usulan PBB, Siprus akan diubah menjadi dua negara bagian, yang
dapat disamakan dengan pembagian kanton di Swis. Kedua wilayah harus
berbagi kekuasaan dan mengangkat presiden baru secara bergantian.
Selain itu Turki harus menyerahkan sejumlah wilayah kepada Yunani,
dan para pengungsi mendapat kemungkinan terbatas untuk kembali ke
kampung halaman mereka. Ditambah lagi seluruh wilayah pulau akan di
demilitarisasi.

Bagi Siprus-Turki sangat penting untuk mendukung usaha penyatuan ini
agar dapat memulihkan situasi ekonomi yang buruk. Hingga sekarang
negara itu hanya dapat berdagang dengan Turki, satu-satunya negara
yang mengakui kedaulatan Siprus-Turki. Tetapi dengan terpilihnya
Tassos Papadopoulos sebagai presiden Siprus-Yunani, maka masih banyak
yang harus diselesaikan sebelum 1 Maret.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke