---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 24 Februari 2003 16:20 UTC



** MAHATHIR KRITIK PEDAS NEGARA BARAT

** PRESIDEN PRANCIS AKAN UMUMKAN SOLUSI KEMELUT IRAK

** DIRUT KONGLOMERAT RITEL BELAND AHOLD DIPECAT

** TOPIK GEMA WARTA: PERANG IRAK DAPAT BERDAMPAK AWAL BERAKHIRNYA
INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH INDONESIA SENGAJA BIARKAN PROVOKATOR
ASING MASUK MALUKU

** TOPIK GEMA WARTA: KONGLOMERAT RITEL BELANDA AHOLD DILANDA KEMELUT

** TOPIK GEMA WARTA: POLITIKUS ULTRA NASIONALIS SERBIA TIBA DI
TRIBUNAL YUGOSLAVIA DI DEH HAAG

** TOPIK GEMA WARTA: PENGUNGSI KURDI KEKHAWATIRAN UTAMA TURKI



* MAHATHIR KRITIK PEDAS NEGARA BARAT

Dalam pidatonya di depan peserta KTT Non Blok di Kuala Lumpur perdana
menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik pedas negara-negara
Barat yang ingin menyerang Irak. Menurut Mahathir, ini bukan perang
terhadap terorisme lagi, tapi sudah menjadi perang untuk menguasai
dunia. Perdana menteri Malaysia mengucapkan pidatonya di depan
konferensi dua hari itu sebagai ketua bergilir baru dari organsisa
yang beranggotakan 116 negara yang mayoritas negara berkembang. Dari
satu pihak negara-negara non blok ini menentang perang terhadap Irak
tanpa dukungan resolusi PBB. Di pihak lain organisasi ini mengimbau
Irak agar lebih aktif bekerjasama untuk melucuti senjata. Masalah
pelik lain yang dibahas di KTT adalah kemelut kegiatan nuklir Korea
Utara. KTT mengimbau pihak-pihak terkait agar menyelesaikan konflik
ini dengan cara damai. Gerakan Non Blok didirikan pada jaman Perang
Dingin sebagai lawan dari blok Barat dan blok Timur. Termasuk anggota
adalah Indonesia, Korea Utara, Irak, Iran, Kuba dan Korea Selatan.


* PRESIDEN PRANCIS AKAN UMUMKAN SOLUSI KEMELUT IRAK

Presiden Prancis Jacques Chirac malam ini menyampaikan usulan baru
tentang perlucutan senjata Irak. Menurut sumber di pemerintah
Prancis, Paris telah menetapkan jadwal kegiatan tim inspeksi PBB.
Bersama dengan Jerman dan Rusia Prancis menginginkan agar Irak
dilucuti senjatanya secara damai. Paris dan Berlin juga menyatakan
menentang keras usulan Inggris dan Amerika untuk menggolkan resolusi
kedua PBB tentang Irak. Resolusi ini menuntut campur tangan militer,
kalau Irak tidak bekerjasama dengan tim inspeksi PBB. Sementara itu
mantan perdana menteri Rusia Jevgeni Primakov telah berbicara dengan
pemimpin Irak Saddam Hussein. Menurut Moskow, ini adalah ""misi
rahasia" atas nama presiden Rusia Vladimir Putin. Primakov konon
ingin membujuk Saddam Hussein agar bekerjasama tanpa syarat dengan
tim inspeksi senjata PBB.


* DIRUT KONGLOMERAT RITEL BELAND AHOLD DIPECAT

Perusahaan ritel Belanda, Ahold,  mengalami kesulitan, karena labanya
tidak sebanyak seperti diduga semula. Ini semua berkaitan dengan
kasus ditemukannya kecurangan tata buku di Ahold cabang Amerika.
Sehubungan dengan berita itu dirut Ahold, Van den Hoeve dan direktur
keuangan Meurs mengundurkan diri. Begitu bursa di Amsterdam dibuka,
saham Ahold anjlok. Menurut Ahold laba bersih tahun lalu menurun dua
belas sampai dua puluh persen dari dugaan semula. Penyulut kemelut
ini adalah karena U.S Foodservice, cabang Ahold di Amerika
tahun-tahun belakangan melaporkan keuntungan terlalu tinggi. Ahold
cabang Argentina juga mengalami kesalahan tata buku. Ahold sendiri
tidak memberi rincian. Sementara itu telah diawali penyelidikan
internal dan pelbagai manajer diskors.


* KECELAKAAN KAPAL FERRY DI SUMATERA UTARA

Sebuah kapal fery terbakar dan terbenam ketika mendekati Sumatra.
Delapan jenazah korban sudah ditemukan. Enam puluh orang selamat.
Setidaknya 20 orang masih hilang. Kapal itu berada di perjalanan dari
Tanjung Ledong ke Tanjung Balaisahan di Sumtara Utara. Tiga jam
sebelum berlabuh terjadi kebakaran di kapal yang terbuat dari kayu
itu. Menurut saksi mata, kebakaran terjadi di ruang mesin. Karena
panik banyak penumpang terjun ke laut. Pelbagai kapal nelayan
berhasil menyelamatkan orang termasuk kapten kapal. Tidak jelas
berapa jumlah penumpang kapal.


* POLISI KOREA SELATAN TANGKAP ENAM KARYAWAN METRO

Polisi Korea Selatan menangkap enam orang karyawan metro sehubungan
dengan kasus kebakaran metro minggu lalu di Taegu. Seorang tersangka
penyebab kebakaran yang berusia 56 tahun juga resmi ditahan. Dia
ditahan di rumah sakit karena mengalami luka-luka. Para karyawan
metro itu dituduh lalai. Termasuk yang ditahan satu dari supir metro
yang terbakar. Menurut hasil penyelidikan, karyawan metro terlalu
lamban bertindak dan tidak gesit mengevakuasi para penumpang.
Kebakaran itu menelan nyawa setidaknya 133 orang. Sekitar 140 orang
terluka dan ratusan masih raib.


* MENLU AS GAGAL DAPAT DUKUNGAN CINA

Menlu Amerika Colin Powell tidak berhasil mendapat dukungan Cina
dalam soal resolusi baru Irak. Hal ini ternyata seusai pembicaraan
antara Powell antara lain dengan pemimpin baru partai komunis Cina,
Hu Jintao, di Beijing. Namun Powell menyebut pembicaraan itu berjalan
baik, tapi tidak membuahkan hasil. Sekali lagi Menlu AS menekankan
pentingnya penyelesaian poliitik melalui PBB. Menlu Amerika berada di
Bejing juga untuk membicarakan masalah Korea Utara. Menurut Powell
Cina menunjukkan iktikad baiknya untuk membantu. Tapi tidak jelas
bagaimana Beijing persis akan menggunakan pengaruhnya. Malam ini
Powell bertolak ke Korea Selatan.


* SHARON BERHASIL BENTUK KOALISI

Perdana menteri Israel Ariel Sharon berhasil membentuk koalisi baru.
Setelah mencapai kesepakatan dengan partai kanan religius NRP, Sharon
Senin pagi berhasil pula mencapai kesepakatan dengan partai sekuler
Shinui. Partai tengah kanan Shinui mendapat lima jabatan menteri di
kabinet termasuk kehakiman dan dalam negeri. Pemimpin Shinui, Tommy
Lapid, menjadi wakil perdana menteri dalam kabinet II Sharon nanti.
Koalisi ini bertumpu pada 61 dari 120 kursi di Knesset. Semula Sharon
mau membentuk kabinet nasional, namun tidak berhasil mencapai
kesepakatan dengan partai buruh.


* SESELJ TIBA DI TRIBUNAL YUGOSLAVIA DI DEN HAAG'

Pemimpin partai ultra nasionalis Serbia Vojislav Seselj tiba di
tribunal Yugoslavia, di Den Haag, Belanda. Pemimpin Partai Radikal
Serbia (SRS) yang berusia 48 tahun ini dituduh oleh Tribunal
melakukan kejahatan perang di Kroasia dan Bosnia pada awal tahun
sembilan puluhan. Seselj sendiri menyatakan tidak bersalah. Ahad
malam kemarin di Beograd lima ribu warga turun ke jalan mendukung
tokoh ultra nasionalis itu. Dalam pidatonya Seselj mengimbau
pengikutnya agar berusaha supaya tidak ada lagi orang Serbia
diekstradisi ke tribunal PBB. Dalam hal ini ia menyebut nama Radovan
Karadzic dan Ratko Mladic.


* MENTERI  INDUSTRI AFGANISTAN TEWAS AKIBAT KECELAKAAN PESAWAT

Menteri industri Afganistan, Juma Mohammad Mohammad tewas akibat
kecelakaan pesawat terbang di Pakistan.  Dikhawatirkan delapan
penumpangnya tewas semua. Di antara penumpang terdapat pembantu dekat
menteri dan fungsionaris tinggi Cina. Pesawat Cessna itu berada di
perjalanan dari Karachi menuju Saindak, sekitar 750 kilometer ke
Barat Daya. Pesawat itu jatuh di Laut Arab di dekat pantai Karachi
tidak lama setelah landas.


* PERANG IRAK DAPAT BERDAMPAK AWAL BERAKHIRNYA INDONESIA

Perang Amerika di Irak, tidak hanya membawa malapetaka bagi Irak,
tapi juga merusak tatanan dunia. Oleh karena itu, ulah unilateral
Amerika harus dicegah. Demikian pesan Nurcholis Madjid, ketua
delegasi rohaniwan berbagai agama dari Gerakan Moral Nasional
Indonesia, kepada Gerakan Non Blok yang menggelar KTT di Kuala
Lumpur, Malaysia. Selain memacu radikalisme Islam, perang itu membuat
Indonesia menjadi rawan justru ketika tengah membangun demokrasi.
Nurcholis khawatir, semua itu dapat memicu awal dari berakhirnya
negara kesatuan Indonesia. Kepada Radio Nederland, pertama-tama
Nurcholis Madjid menyampaikan kesimpulan misinya.

Nurcholis Madjid [NM]: Kesimpulannya ialah pengalaman-pengalaman yang
membesarkan hati, yang mendorong harapan-harapan baru bahwa yang kita
kehendaki dari tanah air itu akan terwujud atau paling tidak itu
mendapat dukungan dari suatu istitusi yang begitu besar yaitu Uni
Eropa. Sebab, tidak saja itu dalam percakapan tetapi juga karena
dokumen-dokumen yang mereka buat itu menunjukkan kesejajaran itu.

Seperti misalnya konferensi puncak darurat pada hari Senin lalu juga
menghasilkan hal-hal yang sama, malahan merupakan tambahan yang baik
sekali bagi kita yaitu ketika disebukan bahwa lepas dari hasil tim
inspeksi PBB terhadap Irak yang dipimpin oleh Blix dan El Baradei,
namun yang menentukan apakah masalah Irak harus diselesaikan dengan
kekerasan atau tidak itu bukan laporan itu sendiri, tapi adalah PBB
melalui Dewan Keamanan. Jadi Amerika jangan serta merta misalnya
mengambil laporan dari tim itu sebagai dukungan langsung kepada
rencana mereka, jika memang hasil laporan itu bersifat negatif,
tetapi harus memperhatikan otorisasi oleh PBB, sehingga tidak terjadi
suatu  tindakan unilateral.

Radio Nederland [RN]: Tetapi ini tampaknya perang tak terelakkan.
Jadi seperti apa bayangan Bapak dampak daripada perang ini bagi dunia
dan secara khusus bagi Indonesia.

NM: Kalau perang yang tak terelakkan itu adalah perang unilateral,
yaitu hanya oleh pihak Amerika, dengan dukungan dari Inggris
paling-paling itu, tanpa otorisasi dari DK atau PBB, maka dampaknya
menurut saya akan sangat negatif. Perang yang unilateral itu adalah
suatu contoh pelanggaran kedaulatan sebuah negara yang bebas, dalam
hal ini Irak, oleh negara yang lain. Yang kedua pelanggaran itu
dilakukan oleh sebuah negara adikuasa. Artinya efeknya itu jauh lebih
besar daripada kalau oleh negara setara, misalnya perang Iran-Irak.
Ketiga, dengan tindakan unilateral itu berarti Amerika menjadi suatu
kelompok negara yang harus didaftar sebagai pelanggar piagam PBB dan
pelanggar resolusi DK. Maka dampaknya itu akan jauh lebih dahsyat.

Mungkin seperti yang menjadi concern atau kepedulian dari Uni Eropa,
mungkin akan mempunyai akibat lemahnya credentials (kredibilitas,
red.) daripada PBB. Pada tingkat yang paling ekstrem orang-orang
menghkhawatirkan suatu perang yang skalanya sangat besar sekali yaitu
perang dunia ketiga bisa tidak terkendali. Mudah-mudahan tidak sampai
ke sana. Yang jelas kerusakan yang dihasilkan oleh tindakan
unilateral Amerika itu agar besar sekali untuk seluruh dunia.

RN: Maka logikanya ada suatu peranan yang bisa diharapkan dari
Gerakan Non Blok. Nah gerakan moral Indonesia, rohaniwan yang bapak
pimpin ini merupakan apa yang disebut kemarin kekuatan soft, kekuatan
moral. Pada hakekatnya gerakan non blok juga begitu. Mengapa tidak
lengkap? Mengapa tidak berkait? Atau akankah ada suatu gerak ke sana,
artinya dengan lingkup yang lebih internasional, bukan?

NM: Nama gerakan moral itu sendiri menghadirkan suatu pendefinisian
yang tidak memungkinkan kita bergabung dengan non blok. Karena itu
dua katagori yang berbeda. Non blok adalah sebuah gerakan politik,
sedangkan ini gerakan moral. Kita harus membuat persiapan-persiapan
yang paling relevan di sini itu ialah memanfantafkan perbagai
pandangan strategis mengenai kenegaraan, terutama berkenaan dengan
demokrasi. Sebab kita sekarang ini berada dalam fase demokratisasi
itu, yang merupakan fase penyelesaian Indonesia untuk menjadi bangsa
yang utuh. Indonesia sebagai bangsa artifisial.  Karena memang tidak
ada bangsa Indonesia itu.

Tetapi melalu proses-proses yang terjadi selama 50 tahun sekarang
ada. Tapi ini dalam arti pengembangan manusianya sendiri, kualitas
manusianya sendiri yang berkaitan dengan masalah politik, seperti
demokrasi, keadilan kehormatan hak asasi manusia, rasa tanggung jawab
kepada negara dan sebagainya itu, serta semua perangai-perangai luhur
yang kita sebut sebagai budi pekerti atau character, itu memang belum
selesai. Itulah sebabnya mengapa kita bicara tentang sebuah
unfinished nation, sebuah bangsa yang belum selesai. Seperti misalnya
sistem pemerintahan pak Harto yang totaliter. Nah, totalitersisme
ini, yang sudah dialami bangsa Indonesia selama 40 tahun - sebab 10
tahun sebelumnya juga begitu oleh Bung Karno- akibat dari itu
semuanya kemudian sekarang kita merasakan bahwa seolah-olah semua itu
harus dimulai dari nol. Bahkan dari minus. Demikian Nurcholis Madjid.

Bagi kaum radikalis di Indonesia tindakan Amerika Serikat menyerang
Irak secara sepihak itu justru dipahami sebagai dasar pembenar.
Seperti sebuah enerji besar yang mendorong radikalisasi gerakan. Dan
kalau itu terjadi maka yang kena getahnya adalah proses demokratisasi
Indonesia. Bisa jadi proses itu malah mundur ke belakang tanpa tahu
bagaimana bisa membuatnya kembali lagi ke jalan demokrasi, yang jelas
bisa berbuntut pada pecahnya Indonesia.

Indonesia adalah sebuah bangsa artifisial, yaitu bangsa yang
dibentuk. Tidak ada itu bangsa Indonesia, yang ada hanyalah bangsa
kecil-kecil seperti bangsa Aceh, Minang, Papua dan lainnya, yang
dipersatukan menjadi satu bangsa dikenal sebagai bangsa Indonesia.
Inilah yang membuat kondisi menjadi rawan sekali. Jadi kalau sekarang
ini proses demokratisasi itu berhenti sama sekali, bisa jadi
Indonesia tidak punya kesempatan lagi. Jadi pilihannya jelas sekarang
atau tidak sama sekali.

Demikian Nurcholish Madjid ketua delegasi rohaniwan berbagai agama
dari Gerakan Moral Nasional Indonesia.


* PEMERINTAH INDONESIA SENGAJA BIARKAN PROVOKATOR ASING MASUK MALUKU
Polisi Indonesia menangkap empat warga Pakistan yang memasuki Pulau
Seram, Maluku. Mereka ditangkap sesaat setelah memberikan khotbah
sholat Jumat di Masohi karena tidak memiliki ijin. Maluku dalam
keadaan darurat sipil sejak September 2001 menyusul pertikaian warga
Islam dan Kristen yang telah menewaskan lebih 5000 orang. Semmy
Waileruni, ketua urusan Yudikatif Front Kedaulatan Maluku kepada
Radio Nederland mengatakan, kedatangan orang asing bukan barang baru
di Maluku. Pemerintah daerah maupun Jakarta terkesan sengaja
membiarkan mereka datang untuk memanasi warga Maluku.

Semmy Waileruni (SW): Mereka itu memang hanya empat orang dari begitu
banyak yang sudah ada di Maluku. Dan ternyata kehadiran mereka
seakan-akan diijinkan oleh penguasa di daerah ini, maupun penguasa
negara. Sebenarnya apa sih kurangnya negara ini untuk melakukan
pencekalan terhadap mereka, padalah diketahui bahwa sudah ada aturan
yang  melarang. Dan bukan saja empat, tetapi begitu banyak. Dan empat
ini kebetulan. Mereka taruhlah nasib sial begitulah, yang tertangkap.
Jadi mereka ini sebenarnya kelompok teroris yang berselimutkan agama.
Mereka itu hadir untuk memberikan motivasi agama secara ekstrem dan
pelaksaan ideologi agama untuk pelaksanaan syariat Islam.

Yang kami peroleh bahwa mereka melakukan evaluasi pada saat kerusuhan
yang lalu. Ternyata mereka gagal. Nah ini mereka masuk lagi untuk
melakukan cara-cara yang baru. Mungkin saja karena peristiwa di Bali
itu membuat ruang gerak mereka agak terbatas. Lalu mereka masuk
dengan berbagai cara. Kalau yang mereka datang ini ada juga dari
dalam Indonesia, tetapi juga ada yang dari luar.

Radio Nederland (RN): Berdakwah atau memimpin perang di sana?

SW: Sekarang kan kelihatannya bahwa perang dengan menghadirkan massa
seperti yang lalu-lalu itu kan sudah tidak dilakukan lagi. Tetapi
untuk bom, teror dan lain-lain sebagainya itu tetap masih
berlangsung. Sehingga bisa saja dalam waktu dua bulan terakhir ini
tidak ada sesuatu, tetapi bulan ketiga atau bulan keempat, atau bulan
keberapa akan terjadi lagi.

RN: Tadi anda katakan bahwa nampaknya pemerintah daerah, pemerintah
pusat Jakarta juga seolah-olah membiarkan ya. Tapi motivasinya apa
menurut anda? Kenapa mereka membiarkan?

SW: Kerusuhan di Maluku ini juga kan sebenarnya andil dari
pemerintah. Kalau misalnya pemerintah bijaksana, kerusuhan tidak
mungkin empat tahun lebih. Tapi ternyata bahwa yang hadir misalnya
Kopassus di Maluku mereka terlibat untuk membuat provokasi kepada
mereka-mereka yang tidak sekolah, preman dan lain-lain sebagainya
untuk melakukan pemboman di sana sini.

RN: Bung Samy, yang saya tahu kan TNI gitu ya, tentara, entah itu
oknum atau organisasinya memakai gang Coker di pihak Kristen untuk
memprovokasi. Di pihak Islam memakai Laskar Jihad tentara-tentara
itu. Apakah yang kali ini, yang empat orang asing yang ditangkap ini,
itu juga didorong-dorong tentara begitu?

SW: Ya. Kita harus lihat bahwa Indonesia ini kan termasuk sarang
terorisme yang cukup potensial. Itu sudah terbukti dalam kenyataan.
Dan sebenarnya, kalau bilang terorisme yang dilakukan di Bali itu
hanya sedikit. Yang terjadi di Maluku kan lebih sadis dan lebih
berat. Dan pemerintah tahu itu. Di kalangan TNI kan kita kenal TNI
merah putih, TNI hijau dll. Di kalangan pemerintah juga kan ada yang
garis keras. Ada garis demokrat dll. Ternyata kita menemukan antara
lain juga TNI melakukan hubungan seks dalam gedung gereja. Jangan
kita bilang itu personil. Oh tidak. Ini mereka datang dengan pakaian
TNI, dapat gaji, dapat uang jalan dan lain sebagainya dari pemerintah
negara ini. Jangan sampai yang tidak sukses, yang salah itu
dilimpahkan kepada oknum. Lalu yang berhasil dibilang itu kesatuan.
Oh itu salah sama sekali.

Kita tahu persis bahwa sekarang ini kan terjadi pergolakan ideologi.
Salah pertumbuhan ideologi yang sementara marak adalah timbulnya
ideologi agama, khususnya agama Islam. Ini sementara dilakukan oleh
negara-negara yang potensial menerapkan ideologi Islam secara
ekstrem. Setelah itu ada kita temukan juga kepentingan Orde Baru, di
mana pada saat Orde Baru itu kan tentara sangat berkuasa. Dan mereka
dulu jadi tuan. Sekarang sebagai penjaga mereka juga merasa nggak
enaklah. Mereka buat kerusuhan di mana-mana agar supaya penilaian
masyarakat seakan-akan kalau tentara tidak memimpin resikonya seperti
ini.

RN: Ini pertanyaan terakhir. Krisis Irak ini bisa berujung pada
perang terhadap Irak. Banyak orang mengatakan bahwa ini bisa sangat
memicu radikalisasi di Indonesia, khususnya tentu di wilayah Maluku
yang akan kembali panas. Bagaimana penilaian anda?

SW: Saya berpikir bahwa kalau Indonesia menyatakan bahwa
persatuan-kesatuan, menghargai sesama  dengan jiwa wawasan nusantara,
ketahanan nasional dan sebagainya. Jangan terpengaruh kepada Irak dan
Amerika. Apakah mereka lebih mencitai orang Irak dari mencintai
sesama orang Indonesia? Lalu toh apa hubungannya umat Kristen di
Maluku yang akan menjadi sasaran pembantaian apabila Amerika
melakukan pengeboman terhadap Irak. Ini sebenarnya pemerintah kan
sudah tahu itu. Pemerintah harus antisipasilah. Siapa yang coba, coba
ditembak mati. Pasti yang lain akan lari juga. Tapi kalau pemerintah
hanya mendengar isu lalu mendiamkan, itu berarti sama dengan
memberikan kesempatan untuk penjahat melakukan kejahatan.

Demikian Semmy Waileruni, ketua urusan Yudikatif Front Kedaulatan
Maluku.




* KONGLOMERAT RITEL BELANDA AHOLD DILANDA KEMELUT

Hengkangnya pimpinan perusahaan konglomerat ritel Belanda, Ahold
Senin kemarin datang bagai halilintar di siang bolong. Para analis
dan spekulan saham yang sudah lama kecewa dengan kinerja Ahold juga
dibuat terkejut. Direksi Ahold akhirnya harus mundur bukan hanya
karena kinerja yang buruk tetapi juga akibat skandal pembukuan yang
terjadi pada anak perusahaan Ahold di Amerika. Kami sampaikan ulasan
redaktur ekonomi Wendy Braanker.

Konglomerat ritel Belanda, Ahold mengumumkan bahwa direkturnya, Cees
van der Hoeven dan manager keuangan Michiel Meurs diberhentikan
sebelum perdagangan di lantai bursa dibuka Senin kemarin. Kepercayaan
terhadap kedua anggota dewan direksi luntur, setelah terungkapnya
ketidakberesan pada pembukuan anak perusahaan di Amerika, US
Foodservice. Skandal serupa juga membayangi anak perusahaan Ahold di
Argentina, Disko.

Ahold juga dikenal di Indonesia melalui  jaringan toko swalayan Tops
yang dikelola oleh PT Ahold Indonesia. Tops pertama kali membuka
pintu di Bintaro, Jakarta Selatan pada 1996 dan kini hadir di
kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang. Ahold juga
mengumumkan berita buruk lain karena harus mengoreksi antara 10
hingga 20 persen laba perusahaan tahun 2002. Padahal keuntungan Ahold
selama beberapa tahun belakangan meningkat sekitar 15 persen.

Kepopuleran CEO Ahold Cees van der Hoeven naik turun seiring dengan
perkembangan kurs saham Ahold. Meski sudah beberapa kali memenangkan
hadiah manajer terbaik, van der Hoeven harus menghadapi kritik gencar
belakangan ini. Namun dewan komisaris masih melindunginya, sampai
hari Senin kemarin.

Bagaimana prospek ke depan Ahold saat ini? Kurs Ahold di lantai bursa
anjlok drastis sampai tiga euro, suatu penurunan sekitar 65 persen,
Senin kemarin. Sebagai pembanding, kurs Ahold pernah mencapai sedikit
di atas 30 euro, tahun ini. Hal ini mengakibatkan lunturnya
kepercayaan para spekulan saham. Omset Ahold juga mengalami penurunan
akibat memburuknya perekonomian. Karena rajin mengembangkan sayapnya
Ahold juga dililit biaya ekspansi yang menggelembung. Paul Boltjes,
seorang analis saham dari Bank van Lanschot di Den Bosch
memperkirakan bahwa Ahold harus membayar bunga yang lebih besar
kepada para kreditor. Soalnya perusahaan jasa pemeringkat bisa
menurunkan peringkat Ahold. Paul Boltjes menambahkan situasi ini
secara keseluruhan bisa menimbulkan efek ganda.

Ahold perusahaan ritel yang lahir di kota Zaanstad, Belanda Utara itu
kini harus bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan spekulan saham
dan para pemain lain di dunia finansial. Ini adalah pekerjaan rumah
berat, karena citra perusahaan Ahold telah tercemar. Para spekulan
saham sangat alergis terhadap kecurangan pembukuan sejak perusahaan
energi Amerika Enron gulung tikar akibat skandal pembukuan satu
setengah tahun silam.

Dengan kurs saham terendah sepanjang sejarahnya maka Ahold yang
semula adalah sebuah perusahaan unggulan kini bisa menjadi sasaran
pengambilalihan oleh perusahaan lain. Padahal di masa masa jaya Ahold
justru seringkali mendapat tawawan dari perusahaan ritel yang ingin
diambil alih. Situasi bagi Ahold bisa bertambah suram bila terungkap
bahwa skandal pembukuan yang terjadi ternyata lebih parah dari yang
diketahui sekarang. Ahold tidak mempunyai pilihan lain kecuali harus
banting tulang untuk dapat ke luar dari krisis yang melilitnya saat
ini.


* POLITIKUS ULTRA NASIONALIS SERBIA TIBA DI TRIBUNAL YUGOSLAVIA DI
DEH HAAG
Politikus ultra nasionalis Serbia, Vojislav Seselj telah dijebloskan
di rumah tahanan khusus Tribunal Yugoslavia di Scheveningen, Den Haag
Senin ini. Hal ini dilaporkan oleh seorang juru bicara Tribunal
Yugoslavia. Vojislav Seselj tiba di bandara Schiphol Amsterdam dari
Beograd. Pada awal tahun 1990-an Seselj merekrut milisi Serbia dan
mendukung perang melawan warga Muslim di Kroasia. Berikut sebuah
potret sosok ultra nasionalis Serbia ini.
Vojislav Seselj dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan
kejahatan perang. Seselj, 48 tahun, menyanggah tuduhan itu dan
menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia menambahkan akan memberikan
tangkisan dengan bantuan penasihat hukumnya, Maya Gojkovic, seorang
anggota teras Partai Radikal Serbia SRS. Hari Minggu malam lalu
sekitar 15 ribu pendukung Seselj menggelar unjuk rasa di ibu kota
Beograd. Mereka memprotes tuntutan Tribunal terhadap Seselj. Di muka
para pendukungnya itu Seselj mengatakan akan melakukan perjalanan
bisnis yang panjang guna membela kepentingan 10 ribu sukarelawan
Partai Radikal Serbia. Ia menyerukan para pendukungnya agar jangan
membiarkan terdakwa Tribunal Yugoslavia lainnya bertolak ke Den Haag.

Vojislav Seselj tidak pernah terjaga dari impian untuk membangun
Serbia Raya yang terdiri dari Serbia, Montenegro, dan sebagian besar
kawasan Kroasia dan Bosnia. Orang-orang Serbia sudah lama bermukim di
kawasan tersebut sebelum konflik etnik merobek-robek Balkan antara
tahun 1991 dan 1995. Perang yang bertujuan mewujudkan negara homogen
yang hanya terdiri dari orang-orang Serbia itu justru berdampak
menyedihkan bagi orang Serbia sendiri. Mereka harus melarikan diri
dan hidup sebagai pengungsi di pinggiran ibu kota Beograd atau di
Kosovo, propinsi di sebelah Selatan yang mayoritas penduduknya
orang-orang keturunan Albania.
Vojislav Seselj pemimpin Partai Radikal Serbia SRS tidak peduli
dengan semua itu dan ia tetap bermimpi mewujudkan Serbia Raya. Ketika
Seselj mencatat hasil gemilang pada pemilihan daerah Serbia pada
akhir tahun 1990-an, para pendukungnya memberikan hadiah kue tart
dengan dekorasi peta Serbia Raya. Dalam dekorasi itu negara tetangga
Kroasia dan Bosnia digambarkan sebagai negara-negara mini.
Tribunal Yugoslavia di Den Haag menuduh Vojislav Seselj menjadi
anggota sebuah organisasi kriminal yang bertujuan mengusir secara
permanen warga Kroasia, Muslim dan warga non Serbia lainnya dari
sepertiga wilayah Kroasia, sebagian besar wilayah Bosnia Herzegovina
dan dari propinsi Vojvodina di Serbia Utara. Tujuan akhir dari aksi
itu sangat jelas yakni mewujudkan sebuah negara yang melulu hanya
dihuni oleh orang-orang Serbia. Amar tuduhan terhadap Seselj
mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan impian Serbia Rayanya itu, ia
membentuk sebuah milisi.
Pada awal meletusnya konflik etnik antara Kroasia dan Serbia di
wilayah Kroasia, Slavonia, Seselj tampil di layar televisi Beograd.
Pada kesempatan itu ia menyatakan bahwa milisinya berada di lini
depan dalam perang melawan Kroasia di Slavonia.
Dalam sebuah debat parlemen, Menteri Dalam Negeri Serbia Radmilo
Bogdanovic, kaki tangan bekas Presiden Slobodan Milosevic yang
sekarang sedang diadili oleh Tribunal Den Haag, di hadapan umum
mengakui pemerintah Serbia telah dengan sengaja mempersenjatai para
sukarelawan. Selanjutnya, sukarelawan Seselj yang dikenal dengan
sebutan Elang Putih ini dilaporkan terlibat aktif dalam praktek
pembersihan etnis, penyiksaan dan pembantaian massal warga Kroasia
dan Muslim, di Utara dan Timur Bosnia.
Sekali pun bisa dipastikan bahwa Vojislav Seselj menganggap dirinya
lebih sebagai akademisi dan politisi papan atas, ada sebuah gambaran
karikatural tentang dirinya dalam pakaian kebesaran lengkap dengan
helm segala dan tidak ketinggalan senapan otomatis. Ia berbaris di
muka sepasukan sukarelawan yang tanpa diragukan loyalitasnya.
Di hadapan Tribunal Yugoslavia di Den Haag, Vojislav Seselj merupakan
seorang terdakwa yang sangat penting. Terutama karena ia bisa
bersaksi tentang keterlibatan aktif penguasa Serbia dan tentara
Yugoslavia dalam konflik antar suku di Kroasia dan Bosnia, sejak dari
awal mulanya. Seselj sedikitnya mundur dari keterlibatan aktif dalam
perang pada tahun 1993, ketika ia bersengketa sengit dengan Slobodan
Milosevic. Sejak itu Seselj hanya berkonsentrasi memimpin partainya.
Gaya kepemimpinannya kadang-kadang diwarnai dengan mengancam wartawan
dan membuat pernyataan heboh.
Sementara bisa dipastikan bahwa Seselj tidak akan menang dalam
pengadilan, keberanian tokoh ini untuk datang dengan sendirinya ke
Den Haag dipuji oleh Ketua Jaksa Penuntut Umum Carla del Ponte.
Keputusannya untuk pergi dengan suka rela ke Den Haag merupakan
sesuatu yang "luar biasa baik", demikian ujar del Ponte saat
kunjungannya belakangan di Beograd. Seselj menyatakan dirinya hanya
membeli tiket sekali jalan ke Den Haag. Belakangan akan terbukti
bahwa keputusan seperti ini memang bijaksana.


* PENGUNGSI KURDI KEKHAWATIRAN UTAMA TURKI

Intro: Sudah berminggu-minggu lamanya Turki dan Amerika Serikat
berunding tentang penempatan pasukan Amerika di wilayah Turki. Kalau
pecah perang terhadap Irak, maka Amerika ingin menggunakan Turki
sebagai pangkalan untuk melancarkan aksi militernya di Irak Utara.
Tetapi Turki sendiri khawatir, kalau perang terhadap Irak sampai
pecah maka wilayahnya pasti dibanjiri pengungsi Kurdi. Laporan
koresponden Dorian Jones dari Istambul.

Kurtulus adalah perkampungan kumuh di Istambul, dihuni oleh ribuan
pengungsi asal Irak. Sadoon, Huda dan tiga anaknya melarikan diri
dari hukuman mati. Mereka bertaruh nyawa menyeberangi gunung-gunung
tinggi di perbatasan Turki dengan Irak. Menurut Sadoon, kalau sampai
pecah perang terhadap Irak maka pengungsi yang sekarang masih menetes
dari Irak akan segera berubah menjadi banjir.

Sadoon: Kalau pecah perang situasinya akan gawat. Kita sudah
menderita karena perang. Kita tahu apa yang dilakukan sekutu terhadap
Irak, bagaimana mereka membom banyak perusahaan dan perumahan rakyat.
Rakyat Kurdi ketakutan menghadapi pasukan Irak dan pasukan sekutu.
Apa yang bisa kita perbuat untuk lari? Jalan keluarnya kita harus
keluar negeri, legal atau ilegal. Makanya banyak orang Kurdi lari ke
Suriah, Yordania dan Turki.

Ketakutan seperti ini memang dianggap serius. Palang merah yang di
Turki dikenal sebagai bulan sabit mau pun pemerintah sibuk mengurusi
pengungsi, termasuk mendirikan kemah-kemah penampung. Sekarang Turki
bertekad bulat menghalangi banjir pengungsi seperti yang dialaminya
menyusul perang Teluk. Waktu itu sampai setengah juta orang-orang
Kurdi Irak mengungsi ke Turki. Mensor Akgun, dari lembaga Tesev
berpendapat, kali ini Turki akan langsung menangani masalah pengungsi
ini di Irak sendiri.

Akgun: Bisa dipastikan sekarang banyak yang dikhawatirkan pemerintah
Turki, salah satunya adalah banjir pengungsi. Kemah-kemah dalam
jumlah besar sudah didirikan. Tetapi tampaknya pemerintah akan
berupaya mendirikan wilayah tak bertuan di Irak Utara. Diupayakan
pengamanan maksimal untuk warga Kurdi di Irak Utara. Keamanan dan
keselamatan wilayah ini akan diurusi oleh tentara Turki.

Tetapi bekas menteri luar negeri Coskun Kirca, yang sekarang menjadi
penasihat presiden dan militer Turki mengatakan kehadiran pasukan
Turki di Irak Utara bukan hanya untuk tujuan kemanusiaan belaka.

Coskun Kirca: Yang penting adalah keseluruhan Irak Utara bagi Turki.
Untuk mencegah pembentukan negara Kurdi merdeka, Turki harus hadir di
sana. Karena ini bisa menjadi sumber masalah bagi Turki. Di Turki
terdapat banyak keturunan Kurdi, mereka harus tidak terpengaruh
dampak pendirian negara tersebut. Harus tidak ada pengaruh warga
Kurdi Irak atas warga Kurdi di Turki.

Turki belakangan ini berhasil menggagalkan pemberontakan warganya
dari penduduk Turki yang menuntut kemerdekaan. Tetapi itu baru
berhasil setelah 15 tahun dengan korban jiwa 30 ribu orang. Ankara
cemas negara Kurdi di perbatasannya bisa memicu tuntutan serupa warga
Kurdinya. Kecemasan seperti itu menambah dalam kecurigaan negara
Turki atas setiap pengungsian besar-besaran warga Kurdi dan bahakan
setiap organisasi yang menolong mereka. Menurut LSM pimpinan Kevin
Quigley, mereka dilarang mengulurkan bantuan setiap terjadi krisis
kemanusiaan. Tetapi ia mengingatkan perhatian kemanusiaan harus
mengatasi ketakutan politik apabila ingin menghindari tragedi.

Kevin Quigley: Sampai sekarang LSM masih belum diikutsertakan. Mereka
secara tidak resmi mengatakan tiga bulan pertama apabila terjadi
krisis, maka pemerintah Turki akan mengurusi hal itu. Lalu mereka
akan mengkaji ulang apakah LSM diijinkan atau tidak berpartisipasi
dalam keseluruhan itu. Tetapi saya tidak yakin mereka benar-benar
memperhatikan apa kebutuhan dan keinginan orang-orang ini. Apakah
perlu dipertimbangkan di sini atau tidak. Badai salju dapat menutup
wilayah ini berminggu-minggu dan tentu saja dinginnya suhu juga
berpengaruh.

Dalam ancaman perang, Turki perlu menyusun kembali sistem
keamanannnya dikaitkan dengan krisis kemanusiaan yang bakal terjadi.
Bagaimana keputusan atas itu dapat mempengaruhi berapa banyak
pengungsi yang tewas di pegunungan yang menjadi tanda perbatasan Irak
Turki.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke