---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 26 Februari 2003 15:40 UTC



** NEGARA-NEGARA ISLAM ANCAM MENINGKATKAN HARGA MINYAK

** TAIWAN AKAN MEMBANTU CINA

** KORBAN TEWAS KEBAKARAN METRO KORSEL MAKIN MENINGKAT

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BULGARIA DALAM KRISIS IRAK:
MEMIHAK WASHINGTON ATAU PARIS?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PRODUKSI NARKOBA TIDAK
MENGUNTUNGKAN NEGARA-NEGARA BERKEMBANG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENANGKAL RUDAL PATRIOT MENYERTAI
PASUKAN BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TANGKAP WIRANTO DAN KAWAN-KAWAN SUPAYA
TIDAK ADA TRIBUNAL INTERNASIONAL

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: LASKAR FRON PEMBELA ISLAM KEMBALI AKAN
PERANGI MAKSIAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DICARI GUBERNUR BANK INDONESIA YANG
SUPEL



* NEGARA-NEGARA ISLAM ANCAM MENINGKATKAN HARGA MINYAK

Negara-negara Islam mengancam meningkatkan harga minyak untuk
mencegah perang terhadap Irak. Demikian tandas Perdana Menteri
Malaysia Mahathir Mohamad seusai pertemuan tidak resmi negara-negara
Organisasi Konferensi Islam. Langkah ini dipertimbangkan serius oleh
negara-negara Islam, tandas Mahathir, walau pun mereka tahu
dampak-dampaknya. Pada waktu yang sama para anggota Konferensi Islam
mengimbau supaya Irak bekerja sama sepenuhnya dengan inspeksi senjata
PBB. Bagdad sejauh ini belum memberi tanggapan resmi terhadap
tuntutan tim inspeksi senjata PBB untuk memusnahkan rudal al-Samoud.
Irak membantah bahwa rudalnya ini berjarak jangkauan lebih dari 150
kilometer, seperti yang dikatakan inspektur senjata. Sebelumnya dalam
sebuah wawancara dengan televisi Amerika Presiden Irak Saddam Hussein
menyatakan tidak berkeinginan membakar habis pertambangan minyak Irak
setelah invasi Amerika.


* TAIWAN AKAN MEMBANTU CINA

Taiwan membantu musuh bebuyutan Cina dalam pembangunan kembali
kawasan yang dilanda gempa bumi awal pekan ini. Dalam sepucuk surat
kepada Beijing, Taiwan menyatakan turut berduka cita. Taipei
menyatakan ingin membantu dengan cara apa saja. Gempa bumi yang
melanda Cina Barat Laut Senin lalu menewaskan sedikitnya 265 jiwa.
Taiwan sendiri menolak bantuan Cina ketika negeri itu dilanda gempa
bumi dahsyat tahun 1999.


*
KORBAN TEWAS KEBAKARAN METRO KORSEL MAKIN MENINGKAT

Jumlah korban tewas dalam kebakaran metro di kota Taegu, Korea
Selatan telah mencapai 182 jiwa, satu minggu setelah musibah
tersebut. Diperkirakan jumlah korban tewas semakin meningkat karena
300 orang masih dilaporkan hilang. 54 dari korban tewas telah
diidentifikasi. Polisi menangkap enam karyawan metro sehubungan
dengan kasus kebakaran metro minggu lalu. Tersangka penyebab
kebakaran yang berusia 56 tahun juga resmi ditahan. Ia dirawat di
rumah sakit karena mengalami luka berat.


* FIDEL CASTRO TIBA DI BEIJING

Presiden Kuba Fidel Castro tiba di Beijing untuk kunjungan empat hari
di Cina. Ia antara lain bertemu dengan Presiden Cina Jiang Zemin.
Castro berhubungan erat dengan Jiang Zemin. Cina adalah mitra
perdagangan penting ketiga Kuba, menyusul Venezuela dan Spanyol.
Dalam kunjungan keliling di Asia, Castro sebelumnya telah berkunjung
ke Kamboja. Selain itu ia juga menghadiri KTT negara-negara non-blok
di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.


* PEMBERONTAK PANTAI GADING MARAH

Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo menimbulkan kemarahan para
pemberontak karena menolak calon-calon menteri yang diajukan para
pemberontak. Menurut rancangan damai yang disepakati oleh kedua belah
pihak, kaum pemberontak mendapatkan dua kementerian dalam
pemerintahan persatuan nasional. Namun menurut Gbagbo calon-calon
yang diajukan pihak pemberontak tidak layak menduduki jabatan pada
kementerian dalam negeri dan kementerian pertahanan. Teknokrat
independen lebih layak menjabat jabatan tersebut. Demikian Gbagbo
menandaskan. Menurut kaum pemberontak sang Presiden melanggar
kesepakatan perdamaian Paris. Walau demikian dua belah pihak
menyepakati bahwa Seydou Diarra menjadi Perdana Menteri baru Pantai
Gading.


* KEADAAN KEMANUSIAAN ZIMBABWE SEMAKIN BURUK

Keadaan kemanusiaan Zimbabwe semakin buruk. Menurut Program Pangan
Dunia PBB keadaan buruk di negeri itu telah mencapai puncaknya. Di
bawah pimpinan Presiden Robert Mugabe pengekspor pangan Zimbabwe
menjadi negeri dengan defisit besar yang berada di ambang kelaparan.
Menurut Organisasi Pangan Dunia PBB reformasi tanah Mugabe adalah
penyebab situasi buruk Zimbabwe. Produksi pertanian turun sampai 40%.
Pemerintah terpaksa meningkatkan harga-harga bahan bakar. Demikian
diumumkan Selasa kemarin. Dua tahun lalu harga-harga telah
ditingkatkan sampai 80% yang menimbulkan protes besar masyarakat.


* BELANDA PRODUSEN TERBESAR XTC DI EROPA

Belanda adalah produsen terbesar xtc di Eropa, walau obat jenis
narkoba ini paling banyak digunakan di Inggris, Irlandia Utara dan
Spanyol. Demikian tercantum dalam laporan badan narkoba PBB, INCB.
Menurut INCB Eropa memproduksi 60% pil xtc yang dipakai di dunia. Pil
ini juga sangat laris di Amerika Serikat dan sebagian Asia. Antila,
Aruba dan Surinam adalah negara transit xtc. INCB menuntut kerja sama
lebih baik antara berbagai brigade narkotika. Selain itu INCB ingin
peningkatan kampanye pencegahan penggunaan xtc. INCB juga mengkritik
legalisasi kanabis di berbagai negara Eropa, termasuk Belanda. Dengan
demikian negeri-negeri tersebut  mengabaikan hukum internasional dan
pemberantasan terhadap narkoba. Demikian menurut INCB.


* 11 WARGA ALJAZAIR DIBUNUH

Dipastikan 11 warga dibunuh di Aljazair. Pembunuhan terjadi di
wilayah barat ibukota Aljirs. Para korban dibunuh dengan pisau dan
peluru. Siapa pelaku tindak kejahatan ini belumlah jelas. Namun
pemerintah menduga ini dilakukan kaum fundamentalis Muslim. Ini
adalah insiden paling berdarah di Aljazair tahun ini. Negeri ini
sudah bertahun-tahun dilanda kekerasan kaum ekstremis.


* BULGARIA DALAM KRISIS IRAK: MEMIHAK WASHINGTON ATAU PARIS?

Bulgaria, sebuah negara Eropa Timur yang belum lama berselang
diundang masuk Pakta Nato, dan berharap bisa menjadi anggota Uni
Eropa tahun 2007, tiba-tiba mendapati dirinya menjadi sorotan dunia.
Sebagai anggota tidak tetap, perilaku Bulgaria dalam pemungutan suara
pada Dewan Keamanan PBB menjadi sangat penting. Selasa kemarin
Presiden Amerika George W. Bush menerima Perdana Menteri Bulgaria
Simeon Saxe-Coburg di Gedung Putih dan memastikan bahwa Paman Sam
akan menjamin keamanan nasional Bulgaria kalau sampai pecah perang di
Irak. Laporan koresponden Eropa Timur James Kliphuis dari Budapest.

Jaminan keamanan itu berarti banyak bagi sebuah negara bekas blok
komunis anggota Pakta Warsawa. Itulah sebabnya kenapa Bulgaria begitu
getol bergabung dalam Pakta Nato. Ada semacam kecederungan di
kalangan negara-negara ini untuk berdekat-dekatan dengan negara yang
masih merupakan adi daya di dunia, itulah Amerika. Alasannya, supaya
bisa memperoleh perlindungan dalam pelukan Nato. Jadi, ketika pada
pertemuan dengan Perdana Menteri Simeon Saxe-Coburg, Presiden George
W. Bush berkata bahwa Bulgaria dan Amerika adalah sekutu yang akan
saling membantu, maka ucapan semacam itu sangat berarti bagi Perdana
Menteri. Jelas sang perdana menteri yang dulu adalah raja Bulgaria
itu masih ingat betapa sebagai raja muda ia dihalau keluar negeri
oleh kalangan komunis, seusai perang dunia kedua.

Bulgaria sebagai salah satu dari 10 negara bekas blok Timur komunis
yang bergabung dalam apa yang disebut Grup Vilnius. Dalam soal Irak
Group Vilnius memihak Amerika dan Britania yang sudah begitu bernafsu
menggempur Bagdad. Presiden Prancis Jacques Chirac yang marah-marah
kepada negara-negara Eropa Timur karena memihak Amerika menyebut
Bulgaria dan Rumania tidak memanfaatkan kesempatan untuk tutup mulut.
Di Washington berbicara soal perpecahan Eropa dengan Amerika ini,
Perdana Menteri Saxe-Coburg mengatakan bahwa seberapa pun seriusnya
krisis soal Irak ini, tetap tidak bermanfaat untuk menghentikan
persekutuan Eropa Amerika. Menurutnya lagi, Eropa butuh hubungan yang
kuat dan mendalam dengan Amerika Serikat. Jelas ini merupakan jawaban
terhadap tudingan Presiden Prancis Jacques Chirac yang menuduh Eropa
Timur terlalu membebek Washington dan London.

Dalam pembicaraan di Gedung Putih kemarin, juga disinggung soal
resolusi kedua Dewan Keamanan PBB yang mendesak Irak supaya langsung
melucuti senjata. Resolusi kedua ini diajukan oleh Amerika, Inggris
dan Spanyol. Dukungan Bulgaria terhadap resolusi kedua ini jelas
membuktikan bahwa Sofia berdekat-dekat dengan Washington dan London.
Tetapi sang Perdana Menteri masih mengatakan bahwa keputusan soal ini
tidak bisa diambil cepat. Sebagai perdana menteri dirinya akan
terlebih dahulu berkonsultasi dengan semua lembaga negara.

Di ibukota Sofia sendiri, Presiden Georgi Purvanov yang cenderung
lebih kiri katimbang Perdana Menteri Simeon Saxe-Coburg mengatakan
bahwa pemerintah juga harus mempertimbangkan memorandum yang diajukan
Prancis. Pada memorandum ini Paris yang didukung Berlin mendesak
supaya inspeksi senjata di Irak diberi waktu lebih lama lagi. Wakil
Perdana Menteri Bulgaria Petko Draganov sebelum bertolak ke Berlin
kemarin menyatakan, negerinya akan mencari kompromi dan persatuan
berdasarkan niat sama yang dimiliki baik oleh Uni Eropa mau pun Nato.
Baginya garis keras resolusi kedua yang diajukan Washington dan
London dan memorandum Prancis itu tidak bertentangan satu sama lain.

Di balik semua ini, pemerintah Sofia juga harus berhitung bahwa Irak
masih berhutang sampai 1,7 juga dolar terhadap Bulgaria. Hutang ini
warisan jaman komunis ketika Bulgaria dengan tangan terbuka membantu
Saddam Hussein membangun kekuatan militernya. Tentu saja Sofia ingin
supaya Irak melunasi hutangnya. Dana ini diperlukan untuk
berintegrasi dalam Uni Eropa dan Nato. Walau begitu para pejabat
Bulgaria tahu pasti bahwa Irak tidak akan secepatnya melunasi
hutangnya.

Yang jelas memang krisis Irak cukup menyibukkan para diplomat
Bulgaria. Ada yang menganggapnya sebagai persiapan yang baik untuk
tahun depan ketika Bulgaria akan mengambil alih jabatan ketua
Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa OCSE dari tangan Belanda.
Satu hal bisa dipastikan, negara-negara Eropa Timur berupaya sekuat
tenaga untuk tidak membuat kesalahan. Apalagi ketika sekarang mata
dunia juga terarah kepada mereka. Satu hal jelas tidak dimaui
Bulgaria, terjerembab dalam kegelapan yang terkucil seperti di zaman
komunis dulu.


* PRODUKSI NARKOBA TIDAK MENGUNTUNGKAN NEGARA-NEGARA BERKEMBANG

Intro: Produksi narkoba tidak ada manfaat ekonominya bagi
negara-negara miskin. Demikian tercantum dalam laporan Badan Pengawas
Narkotika Internasional (INCB), sebuah badan di bawah naungan
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Yang mendapat untung hanya
negara-negara tempat narkoba itu dijual, yakni negara-negara maju
atau kaya. Berikut laporan redaktu Afrika, Pieternel Gruppen.

Bagi para petani di negara-negara seperti Afganistan dan Kolombia
memang menarik untuk menanam tanaman koka dan opium. Dalam jangka
pendek memang menghasilkan keuntungan. Namun dalam jangka panjang
produksi narkoba bisa berdampak negatif bagi negara-negara
berkembang. Menurut laporan Badan Pengawas Narkotika Internasional
(INCB), sebuah badan di bawah naungan PBB, negara-negara yang menanam
tanaman koka dan opium mengalami kemunduran ekonomi. Misalnya
krimintalias meningkat  sehingga membuat para investor asing
menjauhkan diri. Selain itu, perdagangan narkoba berdampak bagi
perang saudara  seperti yang terjadi di Afganistan, tegas Herbert
Schaepe dari INCB:

Herbert Schaepe:
Kelompok-kelompok itu terlibat dalam penanaman tanaman penghasil
narkoba dan trafficking, meraup keuntungan luar biasa. Karena dananya
kuat,  mereka mampu membeli senjata dan berjuang bersama
kelompok-kelompok lain untuk menguasai negerinya.

Di Kolombia kondisinya sama. Hanya 1 persen dari hasil penjualan
narkoba masuk ke kantong para petani. Sisanya terutama masuk kantong
pedagang narkoba Amerika dan Eropa. Kendati pun demikian, perdagangan
narkoba tidak berdampak ekonomi di negara-negara kaya, tambah
Schaepe.

Herbert Schaepe:
Yang terjadi adalah bahwa mayoritas keuntungan diraih lewat jaringan
trafficking dan sebagian besar keuntungan diraih negara-negara maju.
Namun, karena tingkat penghasilan sangat tinggi seperti dilihat dari
persentase GNP, keuntungan perdagangan narkoba tidak menantang
ekonomi negara-negara maju. Sementara hal ini bisa terjadi di
negara-negara berkembang, di mana penghasilan per kapita rendah.

Walhasil perdagangan narkoba tidak banyak mengganggu ekonomi
negara-negara kaya. Namun demikian, menurut PBB, negara-negara kaya
harus bertanggung jawab. Kalau negara-negara kaya menganggap serius
pembangunan negara-negara berkembang, maka negara-negara kaya harus
mengeluarkan dana dari koceknya untuk mengawasi narkoba. Karena,
inilah satu-satunya cara untuk mencegah kerugian yang disebabkan oleh
perdagangan narkoba.


* PENANGKAL RUDAL PATRIOT MENYERTAI PASUKAN BELANDA

Sekitar 200 tentara Belanda hari Rabu kemarin bertolak ke Turki.
Mereka merupakan bagian missi 'Tulip Guardian', yang harus melindungi
Turki dari kemungkinan serangan Irak. Belanda mengirim tiga sistem
pernangkal rudal patriotnya ke Turki disertai 360 tentara Belanda
untuk tujuan pertahanan.
Lebih lanjut ulasan redaktur Belanda Carin Tiggeloven.


Letjen Dick Berlijn:
Pagi ini kami berada di pangkalan Eindhoven untuk melepas detasemen
Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Kami mengucapkan semoga sukses
menunaikan tugas dalam misi yang penting ini. Misinya berbunyi:
meningkatkan pertahanan udara Turki dengan sistem penangkal rudal
Patriot.

Letjen Dick Berlijn menyampaikan ucapan selamat kepada pasukan yang
berangkat ke Turki. Mereka ditempatkan di sana paling lama enam bulan
untuk mengemudikan sistem pertahanan rudal Patriot. Pangkalan mereka
adalah Diyarbakir dan Batman, pangkalan NATO di Turki Tenggara
bersama pasukan-pasukan Amerika.

Bagi politik Belanda misi Patriot ini agak rawan. Pada 7 Februari
pemerintah Belanda sudah berjanji kepada pemerintah Turki akan
mengirim rudal penangkal  Patriot. Tetapi kemudian ternyata
negara-negara anggota NATO lain, yaitu Jerman, Prancis dan Belgia
berpendapat lain. Mereka menolak meningkatkan sistem pertahanan Turki
sebelum tugas inspektur senjata PBB di Irak selesai.

Menyusul perkembangan itu oposisi di parlemen Belanda mempertanyakan,
apakah tidak lebih bijak pemerintah Belanda menunggu dulu NATO
bersama-sama menentukan sikap? Ketika NATO akhirnya setuju memberi
bantuan militer pada Turki khusus meningkatkan pertahanan, maka
barulah misi itu bisa berjalan.

Sejumlah peralatan, termasuk beberapa rudal pinjaman dari Jerman
sudah diberangkatkan dengan kapal beberapa minggu lalu. Satuan yang
bertugas menyiapkan kedatangan pasukan-pasukan Belanda juga sudah
diberangkatkan terlebih dahulu. Sementara itu perajurit-perajurit
Belanda sudah disiapkan untuk menunaikan tugas mereka. Letnan Kolonel
Erik Abma, komandan detasemen mengatakan:

Letnan Kolonel Erik Abma:
Dalam persiapan itu kami juga sudah memperhitungkan serangan-serangan
dengan senjata kimia dan nuklir. Setiap perajurit juga selalu harus
siap-siap menghadapi serangan semacam itu. Beberapa minggu belakangan
kami lebih banyak memperhatikan segi ini.

Rudal Patriots yang ditempatkan di Irak itu harus bisa menangkis
rudal Scud dari Irak yang mungkin moncongnyanya bermuatan senjata
kimia, biologis atau nuklir. Menurut Letkol Abma, bila Scuds itu
sudah ditangkis pada ketinggian jelajah tertentu, maka muatan
biologis atau kimia itu sudah tidak berbahaya lagi.

Pada perang lalu, sistem Patriot ini tidak bekerja optimal. Ketika
itu satuan-satuan Belanda ditempatkan di Turki dan Israel. Ketika itu
rudal Scud Irak tidak bisa ditangkis, mereka hanya bisa mengubah
haluan rudal tersebut. Tapi menurut Letkol Abma sekarang sistem itu
sudah disempurnakan.

Letkol Abma:
Pada 1991 sistem Patriot itu belum benar-benar dilengkapi dengan
sistem penangkal rudal balistik. Pada waktu itu sistem ini baru
dicoba dan tidak sukses 100%. Tapi sekarang sudah disempurnakan dan
saat ini sistem tersebut bisa menangkal rudal Scud.

Kalau perang betul-betul pecah, maka Belanda kebagian tugas berat.
Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadan dalam sebuah wawancara
menyatakan: tidak menutup kemungkinan akan menyerang Turki. Namun
sementara menunggu saat itu pasukan-pasukan Belanda masih sibuk
menyiapkan berbagai sistem pertahanan di pangkalan mereka. Dan
setelah itu mereka harus menunggu dan menunggu sampai bete deh.


* TANGKAP WIRANTO DAN KAWAN-KAWAN SUPAYA TIDAK ADA TRIBUNAL
INTERNASIONAL

Jakarta nampaknya kebakaran jenggot setelah bekas Jenderal Wiranto
dan kawan-kawan dijadikan terdakwa kejahatan kemanusiaan oleh jaksa
penuntut umum di Timor Leste. Tidak tanggung-tanggung Presiden
Indonesia Megawati Sikarnoputri, ketua MPR Amien Rais, politisi
partai dan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda angkat bicara untuk
melindungi para tertuduh penjahat kemanusiaan ini. Kepada Radio
Nederland, Luhut M Pangaribuan, praktisi hukum masalah internasional
mengatakan para terdakwa sulit dibawa ke Dili. Pangaribuan yang pekan
lalu bertemu Presiden Timor Leste Xanana Gusmao berpendapat, Jakarta
seharusnya berani menangkap Wiranto, kalau tidak pintu tribunal
internasional terbuka lebar.

Luhut M Pangaribuan [LP]: Tidak mungkin itu ya efektif, itu apa yang
dilakukan oleh Jaksa yang ada di Tim Tim itu, karena pengadilan yang
di Tim Tim itu kan bukan pengadilan internasional. Sebagaimana
disepakati, di Timor Timur akan diadakan pengadilan ad hoc. Di
Indonesia juga dilakukan  yang sama, karena berjanji akan mereka
masing-masing akan memenuhi standar internasional.

Jadi dua-duanya itu berdiri sendiri, walaupun secara teknis pernah
ada kesepahaman antara Jaksa Agung Republik Indonesia dengan De Melo
saya kira, yang intinya adalah dalam menjalankan proses pengadilan
yang terpisah di tempat-tempat ini karena masing-masing, baik
tersangka, maupun saksi-saksi atau alat bukti yang lain bisa berada
di dua tempat yang berbeda sehingga ada kesulitan. Tapi itu sifatnya
kan kesepahaman secara legal tidak bisa diterapkan.

Radio Nederland [RN]: Ada satu catatan menarik bahwa mereka lewat
jalur Interpol, baik Timor Leste maupun Indonesia sama-sama teken,
ikutan Interpol. Apakah mungkin Interpol Indonesia menangkap Wiranto?

LP: Tapi kita belum ada perjanjian ekstradisi misalkan dengan Timor
Timur. Interpol itu kan hanya satu kerja sama saja kan itu. Misalnya
Indonesia dengan Singapore. Ada kerja sama Interpol tapi tak satu pun
penjahat konglomerat yang ada di Singapore tidak dibawa ke Indonesia.
Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Timor Timur adalah
mengeluarkan apa yang disebut Red Notice. Tapi kalau Red Notice tidak
dilakukan, tidak ada sanksi apa pun. Jadi hanya dicatat saja dalam
catatan mereka ternyata Indonesia itu tidak efektif dalam kerja sama
Interpol.

RN: Tapi apa maknanya? Apa simbol yang sebenarnya yang berusaha
ditonjolkan di Timor Leste? Apa karena ad hoc HAM di Jakarta ini
tidak berjalan dengan baik sehingga mereka terpaksa harus melakukan
itu?

LP: Minggu yang lalu saya kan ke Timor Leste. Saya memberikan
testimony di depan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Saya memberikan
keterangan di sana, dan saya sudah mendengarkan ini. Dan saya juga
sudah memberikan komentar. Yang mereka ingin sampaikan adalah bahwa
sungguh sebenarnya ada kejadian pelanggaran hak asasi manusia di
Timor Timur. Dan pelakunya itu mestinya itu adalah penanggunjawab
keamanan di Indonesia, dalam hal ini Pangab, dan dalam hal ini kan
Wiranto.

Dalam pengadilan ham ad hoc yang ada di Jakarta sekarang ini berhenti
sampai dengan di Den Pasar. Jadi saya kira bisa juga sekaligus bahwa
ini menjadi kritik terhadap bagaimana menjalankan pengadilan hak
asasi di Indonesia yang mungkin nanti bisa dikualifikasikan sebagai
di bawah standar internasional. Dengan demikian itu tidak pernah
dianggap menjadi satu pengadilan. Sehingga nanti dengan sendirinya
international jurisdiction itu dapat dipakai terhadap masalah ini.

Kan sudah banyak dikritik bagaimana pengadilan ham ad hoc yang
berjalan di Jakarta sekarang ini yang sepertinya seperti di bisnis
domestik itu kan. Tidak ada kepentingan masyarakat internasional,
padahal janjinya waktu itu kepada Sekjen PBB adalah bahwa Indonesia
akan mengadili pelanggar-pelanggar-pelanggar ham ini, tapi dengan
standar internasional.

Tapi juga di sisi lain kalau bukan, maka dengan sendirinya sesuai
dengan hukum internasional, hukum internasional menjadi berlaku kan.
Seperti saya katakan tadi, ya betul ada pelanggaran HAM berat di
Timor Leste, tapi pelakunya itu adalah sampai dengan Pangdam Udayana,
sebab berlaku asas yang disebut Top Down. Kan itu pembelaannya dia
itu kan. Nah apa yang dilakukan oleh Jaksa Agung Timor Leste itu
adalah tidak demikian.

Bahwa penanggungjawabnya itu adalah bahkan barangkali dengan
data-data yang lebih konkret. Artinya dia secara langsung dan tidak
langsung ikut di dalam peristiwa itu, ya harus bertanggung jawab.
Bagaimana pun besarnya kita. Kan tidak mungkin kita mengalienasi diri
dari masyarakat internasional. Apalagi secara ekonomi ketergantungan
itu kan luar biasa.

Secara hukum internasional kan ada sanksi-sanksi. Mana kala
pelanggarannya itu ya agak ringan kan bisa dikucilkan. Mana kala itu
sudah sangat serius, katakanlah sudah melanggar apa yang disebut
international customary law  kan bisa dienforce. Melalui Dewan
Keamanan, nanti bisa diinstruksikan untuk membentuk tribunal seperti
terjadi di Yugoslavia.

RN: Dan untuk mencegah itu paling aman memang mau nggak mau harus
mengadili Wiranto di ad hoc ham Jakarta ya?

LP: Saya kira demikian.

Demikian Luhut M Pangaribuan praktisi hukum masalah internasional.


* LASKAR FRON PEMBELA ISLAM KEMBALI AKAN PERANGI MAKSIAT

Intro: Kelompok radikal Islam Fron Pembela Islam (FPI) mengadakan
daftar ulang kembali anggota laskarnya. Pemimpin FPI, Habib Rizieq
Shihab menyatakan laskar FPI akan giat kembali seperti 4 bulan lalu
ketika laskar ini dibekukan, untuk dievaluasi. Kenapa diadakan
evaluasi? Berikut keterangannya kepada Radio Nederland.

Habib Rizieq Shihab [HRS]: Sebagaimana kita sampaikan empat bulan
lalu bahwa pembekuan laskar FPI adalah dalam rangka evaluasi dan
pembenahan daripada sistem kelaskaran itu sendiri. Dan Alhamdullilah
selama empat bulan kita lakukan pembenahan di tingkat pimpinan, yaitu
tingkat pimpinan kelaskaran. Mulai dari tingkat pusat sampai tingkat
posko, itu kita anggap sudah selesai.

Nah, saat ini kita mulai pembenahan di tingkat grassroot daripada
kelaskaran yang jumlahnya ratusan ribu orang. Setelah itu akan kita
adakan training dan testing. Dan bagi mereka yang lulus akan kita
kirim ke Diklat, ke pusat-pusat pelatihan daripada kelaskaran itu
sendiri. Dan ini tentunya akan terus berjalan sampai laskar bisa
aktif seperti sediakala.

Radio Nederland [RN]: Berarti terjadi suatu evaluasi. Jadi bagaimana
hasil evaluasinya itu?

HRS: Di tingkat pimpinan, artinya di tingkat komandan-komandan
lapangan FPI, kita mendapatkan sejumlah oknum yang melakukan
penyimpangan-penyimpangan dari aturan main FPI itu sendiri. Dari
mereka ini juga kita dapatkan ada mereka yang menyimpang setelah
mereka direkrut oleh pihak lain, baik itu oleh pihak kepolisian, atau
militer, ataupun oleh pihak intelijen. Jadi mereka sudah kita
berhentikan secara tidak hormat.

Tapi ada juga yang melakukan penyimpangan-penyimpangan karena ada
penyimpangan perilaku saja. Nah ini sudah kita benahi. Jadi
kebanyakan dari mereka kita berhentikan secara tidak hormat.

RN: Penyimpangan perilaku itu seperti apa?

HRS: Penyimpangan perilaku itu seperti melakukan kolusi dengan
sejumlah tempat maksiat, atau menerima bantuan dari tempat maksiat.
Itu sesuatu yang sangat diharamkan di dalam perjuangan FPI.

RN: Ada orang yang menuduh FPI dibina oleh tentara atau oknum tentara
dan polisi.

HRS: Andaikata FPI ini memang binaan polisi, FPI tidak akan pernah
benturan dengan polisi. Tapi ternyata ada sejarah perjuangan FPI. Itu
tercatat begitu sering FPI itu bentrok, baik itu dalam bentuk
pendapat, bahkan fisik dengan kepolisian. Ada pun tentara. Berapa
banyak dalam perjuangan FPI, FPI juga mengkritisi soal militarisme
dan lain sebagainya.

RN: Memang kita harus memberantas hal-hal seperti itu. Tapi harus
dengan cara kekerasan?

HRS: Kekerasan itu merupakan pilihan terakhir. FPI memang selalu
melakukan aksi-aksi damai. Bahkan FPI selalu mengajak untuk
berdiskusi dan berdialog. Tapi pada saat semua itu mengarah ke jalan
buntu, apa lagi yang harus kami lakukan, karena bukan kami harus
langsung terjun ke lapangan untuk menutup jalan cara kami.

RN: Saya pernah wawancara Thaha al Hamid dari Papua. Saya tanya
pendapatnya tentang FPI, Fron Pembela Islam. Dia bilang kenapa Islam
kok dibela-bela?

HRS: Melihat ummat Islam saat ini banyak dipojokkan, banyak dihina.
Perlu ada upaya untuk membela Islam sebagaimana mestinya. Jadi Thaha
al Hamid itu suruh belajar Islam yang betul. Kalau dia belajar Islam
betul, dia tidak akan menjadi pengkhianat negara. Kalau dia belajar
Islam betul, dia tidak akan mengumumkan kemerdekaan Papua.

Demikian ketua Fron Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.


* DICARI GUBERNUR BANK INDONESIA YANG SUPEL

Intro: Jabatan gubernur Bank Indonesia adalah jabatan strategis,
terutama bagi partai-partai yang sekarang berkuasa. Apalagi karena
menjelang pemilihan umum tahun depan partai-partai butuh banyak dana.
Karena itu sulit dibantah bahwa siapa pun yang akan menduduki kursi
gubernur BI, dia harus supel dengan semua pihak. Siapakah tokoh yang
seperti ini? Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut dari
Jakarta:


Meski kalangan DPR mendesak Presiden Megawati supaya segera
mengajukan lagi calon baru untuk jabatan Gubernur Bank Indonesia,
namun kemungkinan besar Megawati tidak akan merubah tiga calon yang
sudah diajukannya. Bahkan hampir dapat dipastikan Miranda Gultom yang
akan dipilih Megawati. Miranda dekat dengan kelompok-kelompok dalam
PDIP seperti kelompoknya Laksamana Sukardi dan Panda Nababan. Yang
terakhir ini sekarang menjadi orang dekatnya Taufik Kiemas, suami
Presiden Megawati yang juga memimpin faksi yang kuat di PDI-P.

Bagi kalangan DPR non PDIP, tiga calon yang diajukan yakni Miranda
Gultom, Burhanuddin Abdullah dan Cyrillus Harinowo dianggap sebagai
barang rongsokan yang sudah tidak layak lagi untuk menduduki jabatan
Gubernur BI. Hal itu misalnya disampaikan oleh Alvin Lie, dari Fraksi
Reformasi DPR. Selain pihak PAN yang dipimpin Amien Rais, anggota
Komisi IX  Achmad Hafiz Zawawi mengatakan "tiga calon gubernur BI
yang diajukan tak ada yang masuk hitungan."

Umumnya para anggota DPR tidak mau memilih salah satu dari tiga calon
itu. Namun di Komisi IX suara PDI P cukup dominan sehingga posisi
Miranda bisa dikatakan cukup kuat. Pada akhirnya akan ada lagi dagang
sapi di kalangan orang-orang partai di DPR, kata seorang dosen
Fakultas Ekonomi UI. Kalau Miranda berasal dari kampus UI, maka calon
yang lain, Cyrillus Harinowo, berasal dari Universitas Gadjah Mada.
Dia dikenal sebagai orang teknokrat lama seperti Widjojo Nitisastro
dan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Ia pun didukung Bambang Kesowo. Boss
Sekretariat Negara ini juga dekat dengan Megawati. Sedangkan calon
ketiga yang diberitakan hanya sebagai pendamping saja, ialah
Burhanuddin Abdullah. Ia dahulu pernah dipilih DPR menjadi Deputi
Gubernur BI. Namun saat itu Gus Dur masih menjabat presiden. Dan ia
ditarik dari BI menggantikan Rizal Ramli sebagai menko perekonomian.
Tapi orang Unpad ini hanya menjabat beberapa hari saja sebagai menko.

Orang-orang BI sendiri konon lebih condong pada Miranda Gultom, meski
perempuan ini dahulu sempat bermesraan dengan keluarga Cendana. Ia
dianggap cukup supel dengan semua pihak. Tetapi di kalangan pejabat
BI sebenarnya ada perasaan kecewa mengingat masih cukup banyak ekonom
di republik ini yang jauh lebih pantas untuk menjabat Gubernur BI
ketimbang tiga calon yang tadi. Apalagi diketahui bahwa orang semacam
Miranda ini terlalu dekat dengan pihak Lippo Grup yang justru
bermasalah.

Bagaimana pandangan kalangan oposisi yang berada di luar DPR RI?
Mantan Ketua Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar mengatakan:

Hariman Siregar [HS]: Saya kira Bank Sentral itu fungsinya hanya
menjaga stabilitas nilai rupiah. Jadi operationalnya, teknisnya, saya
kira urusan Menteri Keuangan. Dalam arti, kalau kita berbicara
mengenai penarikan modal dari luar negeri. Jadi Bank Sentral sekarang
memang harusnya tetap dipertahankan agar tidak bisa dicampuri oleh
pemerintah.

Dan memang dia bertugas betul-betul menjadi penjaga mata uang, harga
uang. Dan lebih aktif lagi mengawasi justru praktek-praktek perbankan
yang sering sangat nakal dan membahayakan nilai tukar rupiah sendiri.



Jopie Lasut: Tetapi sebagai orang politik sampai di mana
partai-partai politik ingin memasukkan orang mereka sebagai Direktur
Bank Indonesia misalnya?

HS: Saya kira itu yang mesti dicegah. Jadi orang partai tidak boleh
duduk sebagai Gubernur Bank Sentral, karena kembali, kalau Bank
Sentral itu bisa dipengaruh oleh keputusan eksekutif, oleh
pemerintah, yang saya takutkan akan keluar kebijakan-kebijakan
moneter yang tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi. Karena dengan
kedudukan sekarang, pemerintah kan diharapkan hanya bisa
membelanjakan uang fiskal.

Jadi kebijakan moneter itu dia harus betul-betul tergantung dengan
pasar, sebetulnya ditangani Bank Sentral untuk kebijakan moneter.
Dengan Bank Sentral melihat kepentingan supaya uang yang ada di
masyarakat, seperti Federal Research Bank di Amerika.


Modal dasar Bank Indonesia adalah  kepercayaan masyarakat. Sedangkan
para calon gubernur yang ada sekarang kurang dipercaya masyarakat.
Presiden Megawati harus mengajukan calon-calon bersih yang tidak
terkait dengan orde baru. Mengingat Gubernur baru itu akan dipilih
untuk lima tahun ke depan, maka  masyarakat tentu akan mencurigai
niat Megawati dan partai-partai yang kini menguasai eksekutif dan
legislatif. Karena diketahui mereka selama ini hanya  sibuk
mengumpulkan dana bagi partai masing-masing.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke