--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 27 Februari 2003 17:20 UTC ** BUSH: SADDAM PERGI, TIMUR TENGAH MEMBAIK ** UNJUK RASA VIRTUAL, LUMPUHKAN JARINGAN TELPON GEDUNG PUTIH ** DI LOKASI BEKAS WTC, DIBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 250 JENDERAL BERTEMU, ADA APA DALAM TNI? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MALU-MALUIN KALAU AKBAR TANDJUNG TETAP JADI KETUA DPR ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA : KANTOR-KANTOR PENGACARA AMERIKA BERSAING MEWAKILI INVESTOR AHOLD ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : GENDERANG PERANG MAKIN NYARING BUNYINYA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : PENJAHAT PAPAN ATAS HO CHI MINH CITY DIADILI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREMPUAN BESI DARI BALKAN, DIGANJAR 11 TAHUN * BUSH: SADDAM PERGI, TIMUR TENGAH MEMBAIK Presiden Amerika Serikat, George W. Bush mengatakan bahwa lengsernya Saddam Hussein bermanfaat bagi seluruh kawasan Timur Tengah. Hengkangnya Saddam, menurut Bush mendorong proses demokrasi. Ia menunjuk pada konflik antara Palestina dan Isreal. Irak tanpa Saddam Hussein membuka peluang nyata pembentukan negara Palestina merdeka. Ungkapan Presiden Bush di depan partai konservatif di Washington ini, bertolak belakang dengan pemikiran Prancis dan Jerman. Paris dan Berlin menilai bahwa perang di Irak justru akan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah. Pekan ini AS, Britania Raya dan Spanyol menyodorkan rancangan resolusi baru yang memungkinkan aksi militer di Irak. Hari Kamis ini Cina dan Rusia kembali menandaskan menentang resolusi baru Dewan Keamanan. Menteri Luar Negeri Cina, Tang Jiaxuan dan rekan sejawatnya dari Rusia, Igor Ivannov se usai bertemu di Beijing mengumumkan akan mengupayakan segalanya untuk menemukan pemecahan damai krisis Irak. Kamis ini Dewan Keamanan PBB untuk pertama kali membahas rancangan resolusi yang diajukan AS. Rapat Dewan Keamanan in bersifat tidak resmi, pemungutan suara baru akan dilaksanakan dua pekan mendatang. * UNJUK RASA VIRTUAL, LUMPUHKAN JARINGAN TELPON GEDUNG PUTIH Sekitar 400 ribu warga Amerika Serikat menggelar aksi unjuk rasa secara virtual menentang rencana perang Irak. Demikian dilaporakan Win Without War, gerakan anti perang yang memprakarsai 'mars virtual di Washinton'. Sekitar 400 ribu orang serempak mengirim faksmili ke Gedung Putih dan menelpon para anggota Kongres AS. Mereka menyampaikan protes terhadap rencana perang di Irak. Saking banyaknya penelpon, jaringan telpon Gedung Putih lumpuh selama berjam-jam. * DI LOKASI BEKAS WTC, DIBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT Di lokasi bekas World Trade Centre di New York akan dibangun sebuah kompleks perkantoran dan perumahan. Salah satunya sebuah apartemen pencakar langit setinggi 500 meter, buah karya Daniel Libeskind, arsitek asal Jerman. Rancangannya ini mengalahkan disain saingan dari biro arsitek THINK New York. Kemenangan karya Libeskind ini sebenarnya baru akan diumumkan Kamis malam, tetapi sudah bocor duluan ke media massa. Libeskind dan THINK adalah dua arsitek yang masih bertahan sampai babak terakhir pemilihan untuk bangunan baru di ground zero. Enam arsitek lainnya sudah gugur di babak sebelumnya, lewat pemilihan tertutup. * KOREA UTARA AKTIFKAN LAGI PUSAT NUKLIR Korea Utara mengaktifkan kembali pusat pembangkit nuklir Yongbyon. Amerika Serikat, yang melaporkan berita ini, menduga bahwa Pyongyang tidak mengaktifkan pabrik pengembang plutonium, bahan baku senjata nuklir. Amerika Serikat cemas Korea Utara akan menjalankan juga mesin pemerkaya plutonium. Pusat nuklir Yongbyon sempat ditutup beberapa tahun, berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Tahun lalu Korea Utara mengumumkan memulai kembali program nuklirnya. Amerika Serikat menanggapi dengan menghentikan pasokan minyak ke Pyongyang. Sekarang ini Korea Utara menyatakan, terpaksa menjalankan lagi pusat nuklirnya untuk memenuhi kebutuhan enerji. * PEMBANGKANG PANTAI GADING MAIN TEMBAK DI TEMPAT Organisasi pemerhati HAM, Amnesty International menuduh kelompok pembangkang Pantai Gading melakukan pembunuhan tembak di tempat. Menurut Amnesty International, sedikitnya 50 orang aparat polisi dibunuh di tempat padahal mereka sudah menyerah. Dalam laporannya, organisasi HAM itu merinci kejahatan perang di markas pembangkang Buake. Pembantaian terjadi Oktober tahun lalu, ketika baru saja berlaku gencatan senjata di Pantai Gading. Menurut sejumlah saksi mata, mayat-mayat korban dibuang di kuburan massal. Pemimpin gerakan terbesar pembangkang menyangkal tuduhan itu dan berdalih korban tewas dalam kontak senjata. Amnesty International dalam laporannya itu juga menuduh tentara Presiden Laurent Gbagbo bersalah atas kejahatan perang. * 250 JENDERAL BERTEMU, ADA APA DALAM TNI? Intro: Dalam tubuh TNI tampaknya selalu diramaikan oleh pertarungan kekuasaan, atau paling tidak perebutan pengaruh. Dulu sekali Soeharto lawan Yani, lalu Wiranto lawan Prabowo. Sekarang naga-naganya ada pertarungan kekuasaan antara Jenderal Endriartono Sutarto, Panglima TNI melawan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu. Ini terbukti dengan tidak hadirnya Endriartono pada pertemuan para jenderal yang diselenggarakan oleh Ryamizard. Konon sebagai wong kito, yaitu orang Palembang, Ryamizard dekat dengan Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati. Tetapi ternyata sebagai menantu Try Sutrisno, Ryamizard dikabarkan tidak terlalu setia pada wong kito tadi. Tentang perebutan pengaruh dalam tubuh TNI, berikut laporan koresponden Jopie Lasut dari Jakarta. Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kemarin membantah, dalam RUU TNI yang saat ini disusun, TNI mempunyai celah untuk melakukan kudeta. Pasal 19 RUU TNI tersebut berbunyi, "dalam keadaan mendesak, atau keadaan darurat, Panglima TNI dapat melakukan langkah awal menggerakkan pasukan". Menurut Endriartono, pasal ini bermaksud, apabila ada kekuatan asing yang masuk, tetapi presiden dan wapres sulit dihubungi, termasuk dalam situasi bencana alam dan kerusuhan atau presiden diculik, TNI bisa menggerakkan kekuatannya. "Kalau mau kudeta, buat apa UU. Pasukan kita sudah disebar di seluruh wilayah Indonesia dari dulu dari Sabang sampai Merauke. Tidak usah menunggu UU, baru menyebar," ujar Panglima TNI Endriartono kepada pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis kemarin. "Tidak benar kita memaksakan untuk menggerakkan pasukan. Kalau mau kudeta, sekarang juga bisa," katanya. Lebih lanjut ia berharap bangsa Indonesia jangan terlalu paranoid dengan apa yang dilakukan TNI. "Kita harus jernih, bijak, dan berpikir positif tanpa menghilangkan kewaspadaan. Kita jangan buru-buru bilang TNI akan kudeta," ujarnya. Sedangkan pengamat militer MT Arifin mengingatkan bahwa RUU yang salah satu pasalnya berbunyi bahwa dalam keadaan tertentu atau darurat TNI boleh mengambil tindakan, tanpa persetujuan presiden, mestinya tak usah dimasukkan. Mengingat kondisi darurat yang sering ditafsirkan kalangan militer sebagai perang biasanya tak terjadi begitu saja. Perang memang diawali oleh kondisi-kondisi tertentu. Misalnya adanya imbauan agar penduduk sipil diungsikan dan lain sebagainya. Namun kekhawatiran bahwa militer akan mengambil alih kekuasaan dari kalangan sipil masih terus menghantui elit politik serta para cendekiawan ibukota. Apalagi ada yang memperoleh informasi bahwa pasal yang memberi kewenangan kepada TNI tersebut tadinya tak ada. Tetapi pada saat finalisasi ada perwira TNI yang memasukkannya. Presiden Megawati yang kini sedang berada di Kuala Lumpur sempat khawatir dengan gerak-gerik para jenderal pensiunan yang sempat mengumpulkan sekitar 250 jenderal di bawah pimpinan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu. Hingga kini memang tidak ada yang tahu kelanjutan pertemuan tersebut. Dalam percakapan-percakapan informal dikatakan bahwa para perwira TNI ini menyesalkan keadaan di Aceh. Kalau bisa TNI ingin menggunakan kekuatan militer untuk mengatasi konflik-konflik yang mengancam eksisitensi dan integritas bangsa. Tercetus pula gagasan untuk mengangkat Wiranto sebagai pemimpin alternatif yang bisa secepatnya membawa bangsa ini keluar dari kemelut sosisl politik dan ekonomi dewasa ini. Namun kelompok Try Sutrisno menentang gagasan tersebut. Kelompok mantan perwira Kopassus yang pernah mengkhianati Soeharto khawatir jika Wiranto berkuasa maka ia akan menjalankan politik balas dendamnya Soeharto. Bukankah Soeharto dahulu terpaksa turun tahta karena ketidaksetiaan sejumlah jenderal yang sengaja menaikkan Habibie sebagai presiden? Usulan lain yang muncul, jika usaha pengambilalihan kekuasaan di tahun 2003 ini gagal, ialah memunculkan Wiranto sebagai calon presiden Golkar. Dan jika sudah ada kesepakatan di kalangan TNI, maka keluarga Cendana dipastikan akan mendukung sepenuhnya pencalonan Wiranto itu. Bagaimana sikap gerakan-gerakan Islam pasca pertemuan 250 jenderal? Menurut Dr. Muslim Abdurachman, seorang cendekiawan Islam, sebaiknya seorang perwira efektif, yaitu mereka yang belum pensiun, yang memimpin bangsa saat ini. Dan orang itu adalah Jenderal Endriartono, katanya. Bukankah yang disebut TNI itu hanyalah yang ada di Cilangkap saja? Wiranto, Try Sutrisno, Susilo Bambang Yudhoyono, Hartono dan Prabowo sudah bukan TNI lagi. Mereka umumnya sudah membawa garis partai masing-masing. "Sedangkan TNI di Cilangkap masih netral dan professional", ujar seorang mantan Letjen yang baru pensiun. Muslim Abdurachman percaya selama Endriartono masih mengikuti jalan yang lurus, membawa aspirasi rakyat, dan berpihak pada rakyat maka ia akan mendukung jika Endriartono menggantikan Megawati. Muslim Abdurachman :"Saya kira militer yang aktif sekarang, baik ya. Bisa diterima oleh islam, bisa diterima oleh siapapun. Orang kayak Endriartono kan juga sebagai tokoh militer cukup nuchter (bijak red.) ya menurut saya. Dan saya kira militer dalam garis seperti itu cukup, jadi jangan terlalu juga misalnya menunjukkan yang terlalu proaktif atau yang eksesif ya. Misalnya lebih dari yang sekarang ini. Menurut saya cukuplah ya. Jadi dia tetep di dalam garis aturan permainan dan sebagai pengawal dari bangsa ini dia memihak, bukan saja aturan permainan tetapi juga aspirasi yang bagaimana bangsa ini supaya selamat di masa depan." * MALU-MALUIN KALAU AKBAR TANDJUNG TETAP JADI KETUA DPR Intro: Akbar Tandjung terpidana kasus penyelewengan dana Bulog lagi-lagi tetap berhasil bercokol di kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat, kendati berulang kali sudah dilancarkan upaya melengserkannya. Jurus-jurus Tandjung dengan mengandalkan jual beli antar partai Orde Baru Golkar dengan terutama partai PDI Perjuangan nampaknya ampuh menenggelamkan lawan-lawannya. Radio Nederland menghubungi Dwi Ria Latifa dari PDI Perjuangan yang menjadi pelopor permintaan mundur Akbar Tandjung, terpidana tiga tahun ini. Dwi Ria Latifa mengatakan DPR tidak tahu malu kalau terus membiarkan Akbar Tandjung. Dwi Ria Latifa [DRL] : Realita di DPR seperti inilah adanya. Satu sisi mungkin banyak anggota dewan yang menginginkan perbaikan citra DPR itu sendiri, tapi tidak bisa dipungkiri juga ada hal-hal lain yang terjadi di sini. Seperti diduga ada kompromi, tawar menawar dan lain sebagainya. Tetapi tetap pada prinsipnya bagaimana agar prinsip dasar yang kita tawarkan oleh pengusul ini untuk menonaktifkan Akbat Tandjung atau membuat Dewan Kehormatan untuk Akbar Tandjung agar tidak memimpin DPR itu bisa diterima oleh semua. Karena saya yakin itulah isi hati nurani semua yang ada di situ. Tapi mengkin pada saat ini hati nurani itu masih dilapisi oleh sesuatu. Radio Nederland [RN] : Tapi saya agak ragu ya, perjuangan anda ini. Mengingat fraksi anda sendiri kemarin toh kong-kalingkong dalam undang-undang pemilu untuk meloloskan pasal yang mengijinkan Akbar Tandjung kembali beraksi. Jadi bagaimana mungkin anda bisa menembus itu semua? DRL : Memang kelihatannya berat, sepertinya juga berjalan di tengah hutan belantara mungkin ya. Tapi begini lo, saya dari awal memang sudah tertatih-tatih ya, ketika pertama malontarkan itu. Jadi biarlah pelan tapi pasti. Pokoknya tetap komitmenya, pak Akbar itu harus memberikan contoh teladan, non-aktif ketika itu. Tetapi sekarang permintaan kita malah dibuat Dewan Kehormatan untuk mundurnya pak Akbar. RN : Nah mbak Dwi, lawan anda ini kan sebenarnya partai anda sendiri, partai yang begitu besar, fraksinya besar juga di DPR. Tapi justeru mereka kan yang sangat sangat menghambat Akbar Tandjung mundur. DRL : Kalau dibicarakan partai secara keseluruhan menghambat pak Akbar untuk mundur saya nggak sependapat. Karena sikap resmi partai saya dan fraksi saya, semua dikembalikan kepada anggotanya masing-masing. Jadi tidak ada sikap resmi yang melarang atau menghambat ini. RN : Tapi secara hitung-hitungan saja ya mbak Dwi. Kalau seluruh fraksi anda, anggota partai PDI Perjuangan yang ada di DPR sepakat Akbar mundur, saya rasa peluang itu besar sekali. Tapi kan tidak terjadi. Atau karena memang ada semacam kepentingan partai gitu sehingga supaya nanti kong-kalingkong PDI-P dan Golkar itu, membesar kembali PDI-P untuk melangkah di pemilu 2004? DRL : Saya fikir enggak sejauh itu mas. Saya juga agak ragu analisa ini, karena mau bargaining apapun ya, tapi kalau misalnya prinsip dasar persoalan pak Akbar Tandjung ini dipertontonkan seolah-olah kita malah ingin mempertahankan pak Akbar Tandjung, saya pikir itu akan menjadi bumerang sendiri, buat siapapun. Memang kesannya seolah-olah ini tidak tegas, tapi buat saya sampai hari ini tidak dilarang saja, buat saya sudah merupakan anugrah nikmat dalam kondisi seperti ini. Tapi kalau begitu dilarang ya itu baru musibah buat saya dan teman-teman. RN : Nah mbak Dwi anda kan juga sedang menggodok Hakim Agung ya. Saya kok takut ya bahwa Hakim Agung ini akhirnya menjadi jaulan-jualan antar partai dan akhirnya bukan Hakim Agung yang benar-benar sip buat rakyat Indonesia tapi Hakim Agung yang sip buat kepentingan penguasa, atau siapa pun yang beraksi di 2004 nanti. DRL : Ini kan sedang dalam proses, fit and proper test ya, tidak dipungkirilah pasti ada keinginan-keinginan tertentu bagi mereka-mereka untuk menggolkan calon-calonnya. Penilaian-penilaian yang dilakukan oleh Komisi II ini kan sangat transparan, terbuka oleh media. RN : Dalam hal Akbar Tandjung pun kan juga sangat transparan kan mbak Dwi. Toh nyatanya rakyat juga cuma bisa bengong-bengong saja menyaksikan sang terpidana itu masih bertengger di sana. DRL : Memang betul, cocoknya saya komentarnya gini aja, memang cocoklah namanya partai saya ini kan PDI Perjuangan, jadi memang saya harus berjuang terus ya sama teman-teman. Kalau komentar saya itu saja. Demikian Dwi Ria Latifa dari PDI Perjuangan * KANTOR-KANTOR PENGACARA AMERIKA BERSAING MEWAKILI INVESTOR AHOLD Intro: Kantor-kantor pengacara Amerika cepat-cepat menggugat Ahold setelah nilai saham konglomerat ritel Belanda ini anjlok drastis Senin lalu, yaitu lebih dari 60%. Masing-masing kantor pengacara mewakili para pemilik saham Ahold di Amerika yang jelas dirugikan. Proses gugatan berkelompok ini juga disebut 'class action suits' yang dilangsungkan bagi semua pemegang saham. Pada akhirnya pengadilan biasanya hanya menerima satu kantor pengacara saja untuk mewakili para pemilik saham yang dirugikan. Karena itu kantor-kantor pengacara saling bersaing supaya mendapatkan tugas yang membawa banyak keuntungan itu. Lebih lanjut laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York. Bagi setiap kantor pengacara yang atas nama para pemilik saham Ahold menggugat konglomerat ritel itu karena dianggap telah menyebarkan informasi palsu, sangatlah penting supaya gugatan itu diajukan secepatnya. Proses gugatan berkelompok atau 'class action' pertama diajukan dalam 24 jam begitu kabar buruk anjloknya saham Ahold tersiar. Pada dasarnya hakim menunjuk satu kantor pengacara untuk mewakili semua penggugat. Hakim tidak hanya mengutamakan kecepatan bekerja, tapi juga pengalaman dan reputasi kantor pengacara. Jan Joosten: Mereka saling bersaing. Para hakim mempunyai caranya sendiri-sendiri untuk menemukan jalan keluar. Bahkan ada hakim yang menyelenggarakan semacam lelang. Mereka menyatakan: Kami mempunyai prosedur ini, siapa yang bisa membantu paling baik dan murah bagi semua penggugat? Jan Joosten adalah mitra kantor pengacara Hughes, Hubbard and Reed di New York. Ia pakar hukum dagang. Gugatan berkelompok semacam itu sudah lazim di Amerika Serikat. Bagaimana pun juga para pengacara bisa mengambil keuntungan jutaan dolar dengan proses tersebut. Tapi di sisi lain 'class action suits' ini juga beresiko. Karena itu kadangkala kantor pengacara bersaing akhirnya bekerja sama juga. Jan Joosten: Pengacara bisa mengambil banyak keuntungan dari proses semacam ini. Karena di Amerika para pengacara baru dibayar kalau dia menang perkara. Kalau kalah tidak. Ini sangat menarik bagi para penggugat. Namun ini juga berarti bahwa apabila mereka kalah dalam proses ini, maka mereka tidak mendapatkan apa pun. Para pemilik saham tetap bisa menuntut ganti rugi atas kerugian mereka. Biasanya proses ini berakhir dalam kesepakatan. Jadi mereka kemungkinan tidak bisa mendapatkan kembali semua kerugian, tapi saya kira mereka lebih baik mendapatkan sesuatu daripada tidak mendapatkan apa pun. Proses ini seringkali membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun. Segenap jalannya perusahaan Ahold, termasuk semua yang terjadi di Belanda dan peraturan Belanda, bisa diangkat sebagai bukti oleh pengacara kaum investor itu. Namun menurut Jan Joosten sangatlah sulit membuktikan bahwa Ahold bermain curang. Jan Joosten: Apabila orang membeli saham sebuah perusahaan, maka perusahaan itu bisa saja menghadapi kesulitan. Ini adalah sebuah resiko yang diambil seorang pemilik saham. Pertanyaanny adalah apakah ada orang yang secara eksplisit mengalami kerugian akibat perbuatan curang Ahold. Itu juga tergantung pada kapan orang itu membeli saham, dan kapan saham itu dijualnya. Apa fakta-fakta yang terjadi saat itu. Ini sangat sulit untuk membuktikan. Ini menunjukkan adanya perbedaan penting antara hukum Amerika dengan hukum Belanda. Hukum Amerika mengenal apa yang disebut fenomena discovery. Itu berarti bahwa sebuah perusahaan yang digugat, dalam hal ini Ahold, wajib untuk membuka semua informasi yang relevan kepada para pemilik saham, misalnya notulen rapat dewan direksi dan sebagainya. Belanda tidak mengenal peraturan semacam ini. Maka di Belanda sulit bagi seorang penggugat atau pemilik saham yang dirugikan untuk membuktikan bahwa ia berhak mendapatkan ganti rugi. Selain gugatan yang diajukan para pemegang saham, Ahold juga menghadapi masalah yuridis lain di Amerika Serikat, yaitu penyelidikan yang dilakukan pengawas bursa Amerika yang sangat berkuasa, Securities and Exchange Commission, SEC. Kalau penyelidikan ini sampai menemukan ketidakberesan, maka angota direksi Ahold bisa didakwa. Jan Joosten: SEC akan melakukan penyelidikan. Ini saja sudah merupakan berita buruk bagi sebuah perusahaan, karena pasar uang biasanya terus bereaksi negatif. Akibat penyelidikan itu, maka akan muncul informasi, dan SEC lalu menyerahkan informasi tersebut kepada Kementerian Kehakiman yang kemudian bisa menggunakan informasi ini untuk proses lebih lanjut. Di Indonesia Ahold juga aktif dalam PT Ahold Indonesia, dengan pasar swalayan Tops di kota-kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang. Sementara di Belanda belum jelas apa dampak anjloknya nilai saham pada pasar swalayan Albert Heijn, demikian pula di Indonesia belum jelas apa dampak anjloknya saham Ahold bagi Tops. * GENDERANG PERANG MAKIN NYARING BUNYINYA Pidato penting Presiden Amerika Serikat George W. Bush, wawancara yang sangat jarang dengan Presiden Irak Saddam Hussein, debat seru di Parlemen Britania Raya dan Perancis Rabu lalu. Sebuah pertempuran untuk merebut hati dan pikiran opini masyarakat dunia tengah berlangsung sejalan dengan derap perang terhadap Irak yang tampaknya tidak bisa dibendung lagi. Laporan redaktur Timur Tengah Bertus Hendriks berikut menyorot perkembangan diplomatik terakhir dan manuver media. Pidato Presiden George W. Bush Rabu malam lalu meninggalkan sedikit saja keraguan tentang keinginan dia untuk berperang melawan Saddam Hussein. Argumen untuk perang semakin dipertajam. Dulu-dulunya Bush selalu menekankan pentingnya menghancurkan senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak, kemudian membuatnya sebagai bagian dari perang terhadap teror. Lalu, Amerika Serikat menuding Irak bertalian dengan Al-Qaeda. Yang jelas, bagi Bush perilaku Saddam yang sering mencurangi PBB, menghambat dan menunda inspeksi senjata yang sedang berjalan, membuatnya tidak pernah bisa dipercaya dan satu-satunya jalan yang pasti untuk melucuti Irak adalah menyingkirkan Saddam Hussein lewat pergantian rejim. Karenanya Bush tidak mau memberi inspektur waktu lebih lama lagi seperti yang diinginkan Perancis, Jerman dan Rusia. Bush sekarang lebih blak-blakan ketimbang sebelumnya dengan menambah lagi alasan rasional untuk perang, yaitu demokrasi di Irak perlu untuk menggeser kedikatatoran brutal Saddam. Ini tidak sekedar menguntungkan rakyat Irak yang tertindas, ujar Bush, tetapi juga akan menolong masalah Palestina. Penyingkiran pendukung teroris terhadap Israel, dan penyebaran contoh Irak yang demokratis, tambah peresiden, akan menolong para pemimpin Palestina yang mempunyai tata pikir baru dan demokratis untuk berhasil. Ini kemudian akan memungkinkan negara Palestina melanjutkan dan berdamai dengan Israel. Ini semua jelas sebuah program ambisius tapi Bush bakal susah untuk memasarkannya, paling tidak di dunia Arab. Mereka yang menentang perang, akan menolak segala basa basi ini yang intinya tentang minyak dan hegemoni Amerika di wilayah itu. Negara-negara Arab yang liberal dan demokratis nampaknya tetap skeptis , mengingat AS hanya berperan sedikit saja untuk menegakkan demokrasi di Mesir atau Arab Saudi dalam 25 tahun belakangan. Dan ini terlepas dari kenyataannya rejim Mesir sangat bergantung pada dukungan keuangan AS dan Arab Saudi pada perlindungan militer. Jika Arab liberal skeptis, tentunya penguasa Arab lebih cemas. Karena apabila maksud Bush ini semata-mata bisnis, bisa jadi mereka akan menjadi yang selanjutnya. Bahkan oposisi Irak yang mencari pertolongan AS untuk menyingkirkan Saddam Hussein memiliki keprihatinan tentang apa yang sesuangguhnya bakal terjadi setelah Saddam tersingkir. Hari-hari ini oposisi Irak melakukan pertemuan di Suleimaniyya di wilayah Kurdi Irak, di mana Amerika melakukan patroli zona larangan terbang. Di sana perwakilan khusus Amerika, Zalmay Khalilzad mengatakan Washington tidak mau Saddamisme tanpa Saddam. Tetapi oposisi khawatir terutama kaum Kurdi. Mereka takut menjadi korban kesepakatan Turki - Amerika. Amerika membutuhkan Turki untuk melancarkan serangan dari Utara, tetapi sebagai gantinya Turki mempunyai hak membawa tentaranya memasuki Irak. Turki yang memiliki banyak warga minoritas Kurdi, cemas kemerdekaan Kurdi atau otonomi terlalu besar bagi Kurdi setelah Saddam lengser. Jadi sejauh mana Bush mengakkan program demokratisasinya di Irak? Pesan itu mungkin sangat bagus buat konsumsi dalam negeri, untuk membuat alasan perang bagi warga Amerika, yang makin ragu belakangan terhadap pertimbangan perang, sekalipun tidak sebesar di Britania Raya. Di sana Perdana Menteri Tony Blair menghadapi perubahan tak terduga dalam partainya selama debat Irak di Parlemen. Hal itu sama dengan benak warga Amerika saat Saddam Hussein memberikan wawancara, yang memang jarang dilakukan, dengan wartawan Amerika Dan Rather. Saddam menyanggah memiliki senjata pemusnah massal mau pun hubungan dengan Al-Qaeda. Ia menawarkan hubungan damai dengan warga Amerika dan bahkan menantang presiden Bush untuk melakukan debat publik di TV Satelit. Nampaknya ia tidak begitu berhasil meyakinkan banyak warga Amerika, tetapi satu hal menjadi jelas. Yaitu propaganda perang telah semakin tinggi temponya dan terus meningkat, sebuah tanda pasti bahwa perang sesungguhnya kan segera dimulai. * PENJAHAT PAPAN ATAS HO CHI MINH CITY DIADILI Intro: Awal pekan ini, pemimpin mafia Vietnam diseret ke pengadilan bersama dengan 154 orang lainnya di Ho Chi Minh City. Terdakwa dituduh melakukan pembunuhan, penyuapan dan memimpin jaringan kriminal. Proses peradilan terhadap terdakwa, di antaranya juga mantan polisi dan pejabat Partai Komunis, sangat berdampak terhadap upaya pemerintah agar bersih dari korupsi. Lebih lanjut laporan redaktur luar negeri Hal Crawford. Tekst: Pada hari pertama proses peradilan, terdakwa utama, Nam Cam mengatakan bahwa sebelum ditangkap ia aktif di bisnis restoran. Ini tidak sesuai dengan pernyataan sebelumnya, yang menunjukkan terdakwa berusia 55 tahun memerintahkan pembunuhan penjahat-penjahat dan pejabat saingan, mengorganisir dan memimpin perjudian, serta memeras berbagai perusahaan. Sudah dapat dipastikan Nam Cam akan dieksekusi, tapi proses peradilan bisa sangat merugikan berbagai tokoh penting ibukota Hanoi dan Vietnam secara keseluruhan. 21 terdakwa lainnya adalah mantan pejabat, termasuk dua anggota komite sentral Partai Komunis yang telah dikeluarkan dari partai, 13 polisi, dan empat jaksa penuntut Vietnam. Karena itu wartawan asing tidak diperbolehkan meliput seluruh jalannya sidang, kecuali pada hari pertama dan terakhir. Pengadilannya sendiri berlangsung selama hampir dua bulan. Menurut Kay Johnson wartawan mingguan Time pemerintah Vietnam ingin bersikap tegas terhadap korupsi, dan di sisi lain juga ingin mengurangi dampak negatif terhadapnya. Hanoi mempertimbangkan informasi apa saja yang ingin disampaikan ke masyarakat. Kay Johnson :Kenyataan bahwa mereka mengambil tindakan terhadap anggota komite sentral jelas sangat penting. Diduga keras mungkin pecah pertarungan keuasaan di dalam, tetapi terlepas dari itu kenyataannya mereka berani bertindak jelas sangat penting. Juga penting bahwa tidak terlebih dahulu diumumkan bahwa peradilan ini akan ditayangkan lewat televisi. Ketika penangkapan terjadi dan menjadi pemberitaan utama suratkabar di Vietnam yang biasanya cukup membosankan, pers Vietnam sungguh-sungguh mulai menggali dan sukses membuat beberapa cerita atas pribadi-pribadi yang terlibat, gaya hidup para penjahat papan atas. Tiba-tiba beberapa bulan kemudian Partai Komunis mengatakan supaya pers berhenti memberitakan karena mencoreng wajah partai. Partai sepertinya hendak mengatakan, lihat, kami membongkar kasus korupsi, tetapi saya kira mereka juga hendak mentup-nutupi kenyataan anggota senior partai terlibat dalam kasus ini. Para anggota partai dan pengurusnya dituduh melindungi dan bersekongkol dengan Nam Cam dalam berbagai cara. Contohnya, anggota senior Kementrian Keamanan dan bekas kepala polisi kota Ho Chi Minh, Bui Quoc Huy, disebut-sebut dibayar para penjahat papan atas ini bertahun-tahun. Dua anggota partai lainnya dituding melakukan lobi-lobi untuk pembebasan Lam Cam saat awal-awal menjalani hukuman penjara. Johnson mengatakan Nam Cam dulu terkenal dengan kebaikan hati terhadap sekutunya dan kejam terhadap lawan-lawannya. Salah satu kejahatan yang diperadilkan terhadapnya adalah pembunuhan Dung Ha, bos saingan kriminalnya di kota Haiphong. Perseteruan keduanya sangat sengit hingga suatu saat untuk ulang tahun Nam Cam, Dung Ha mengirimkan satu kardus penuh tikus hidup, yang kemudian berlarian mengacaukan ulang tahun Nam Cam. Tidak lama setelah peristiwa itu Dung Ha tewas dibunuh. * PEREMPUAN BESI DARI BALKAN, DIGANJAR 11 TAHUN PENJARA Biljana Plavsic dijatuhi hukuman penjara 11 tahun bagi perannya dalam perang Bosnia awal tahun 1990-an. Demikian vonis Tribunal Yugoslavia di Den Haag yang dibacakan Kamis malam lalu. Richard May: Pengadilan harus menjatuhkan hukuman terhadap seorang mantan presiden berusia 72 tahun atas perannya pada tindakan kriminal yang sangat berat. Pada pihak lain pengadilan juga mendapatkan banyak keadaan yang meringankan, khusus pengakuan bersalah terdakwa dan perilakunya setelah konflik berakhir. Walau begitu sikap murah hati akan merupakan langkah salah. Tidak ada hukuman yang dijatuhkan pengadilan bisa sepenuhnya seimbang dengan kejadian mengerikan yang sudah terjadi, atau dampak menyedihkan yang menimpa ribuan korbannya. Biljana Plavsic, setelah mempertimbangkan semua hal yang diuraikan tadi, maka pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama 11 tahun. Siapa sebetulnya Biljana Plavsic? Lebih lanjut laporan redaktur Eropa Timur Margreet Strijbosch. Awal tahun 1990-an Biljana Plavsic diberi julukan 'Perempuan Besi dari Balkan'. Ia adalah tokoh politik penting dalam masyarakat Serbia Bosnia. Ia juga bertanggung jawab atas pembersihan etnik. Seratusribuan warga Muslim, Kroasia dan warga non Serbia diusir dari rumah dan seribuan orang lainnya dibunuh. Plavsic adalah pengganti Presiden Serbia Bosnia Radovan Karadzic. Karadzic sejauh ini masih dicari oleh Tribunal Yugoslavia. Tapi Plavsic juga memainkan peranan penting dalam dicapainya kesapakatan perdamaian Dayton, tahun 1995. Seusai perang ia membantu masyarakat internasional mengendalikan kekuasaan Karadzic. Plavsic yang kini telah diangkat sebagai Presiden Republika Srpska memindahkan ibukota dari Pale ke Banja Luka. Dengan demikian ia membahayakan dirinya sendiri. Walau demikian pernyataan Plavsic yang mengaku bersalah di depan Tribunal Yugoslavia di Den Haag tahun lalu, sangatlah menarik. Setelah menyerahkan diri secara sukarela kepada Tribunal dua tahun lalu, Plavsic menyatakan tidak bersalah. Tapi Oktober 2002 Plavsic berubah pendapat. Ia mengaku bersalah atas pengusiran warga non Serbia. Ini adalah salah satu dakwaan terhadapnya. Tapi Plavsic mencapai kesepakatan dengan jaksa penuntut. Sebagai imbalan jaksa penuntut Carla del Ponte meniadakan dakwaan terhadapnya, termasuk genosida. Tapi menurut Biljana Plavsic yang kini berusia 72 tahun, pengakuannya bahwa ia bersalah bukan suatu permainan tawar-menawar, namun berkaitan dengan alasan pribadi. Dalam sebuah pernyataan singkat dan emosional pada proses peradilan Desember lalu Plavsic meminta maaf kepada para korban perang di negerinya. Ia menjelaskan bahwa para pemimpin Serbia, termasuk dia sendiri, pada awal tahun 1990-an cemas bahwa masyarakat mereka kembali terancam, seperti yang terjadi ketika Perang Dunia II. Plavsic menyatakan selalu mengutamakan kepentingan rakyat Serbia. Pernyataan Plavsic harus dilihat dalam perspektif itu. Yang jelas pengakuannya itu telah meringankan hukuman terhadap Plavsic. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
