---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 28 Februari 2003 16:20 UTC



** POLRI LIMPAHKAN PERKARA ABU BAKAR BA'ASYIR KE KEJAKSAAN TINGGI

** LEBIH DARI 50 ORANG DIDAKWA MELANGGAR HAM DI TIMOR LORO SA'E

** KOREA SELATAN KHAWATIRKAN PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEUTUHAN OPOSISI IRAK SULIT
DIPERTAHANKAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MINAT PADA AFRIKA MENDADAK
MENINGKAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KOPASSUS DITARIK DARI PAPUA, APA
GANTINYA?

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: IMING-IMING UNTUK INVESTOR ASING,
KUBURAN BUAT PELAKU USAHA LOKAL?



* POLRI LIPAHKAN PERKARA ABU BAKAR BA'ASYIR KE KEJAKSAAN TINGGI

Polri melimpahkan perkara Abu Bakar Ba'asyir ke Kejaksaan. Jaksa
penuntut umum mendapat waktu 14 hari guna menyusun dakwaan terhadap
Ba'asyir. Ba'asyir dituduh melakukan makar, yang bisa dijatuhi
hukuman seumur hidup. Sejumlah negara di Asia Tenggara menduga
Ba'asyir adalah pemimpin jaringan islam radikal Jemaah Islamiah.
Gerakan tersebut dianggap bertanggung jawab atas kasus peledakan bom
di Bali tahun lalu, yang menewaskan lebih 200 jiwa. Polri juga
menuduh  Ba'asyir mempersiapkan serangkaian peledakan bom di
gereja-gerja pada Hari Natal tahun 2000, yang menewaskan 19 jiwa.
Lebih lanjut ia juga dituduh merencanakan pembunuhan terhadap
Megawati Soekarnoputri, sewaktu masih menjabat wakil presiden.


* LEBIH DARI 50 ORANG DIDAKWA MELANGGAR HAM DI TIMOR LORO SA'E

Di Timor Loro Sa'e lebih 50 orang didakwa karena melakukan
pelanggaran HAM sewaktu jajak pendapat di tahun 1999. Di antara
tertuduh terdapat mantan Kepala Polisi Indonesia  TimTim, Timbul
Silaen, dan bekas pemimpin milisi pro-integrasi Eurico Guterres.
Pengadilan PBB Timor Lorosae Selasa silam mendakwa mantan Panglima
TNI Jenderal Wiranto dengan tuduhan pembunuhan, penyiksaan dan
penculikan para pejuang kemerdekaan Timor Loro Sa'e. Presiden Timor
Loro Sa'e, Xanana Gusmao meragukan kasus tuntutan itu. Ia menghendaki
peranan lebih besar masyarakat internasional dalam kasus pelanggaran
HAM semacam itu. Xanana mengatakan, Jum'at  hari ini ia membahas
kasus Wiranto itu dengan Perdana Menteri Mari Alkatiri dan parlemen.
Selanjutnya, ia berpendapat tuntutan pengadilan itu tidak akan
memperburuk hubungan Timor Loro Sa'e dangan Indonesia.


* KOREA SELANTAN KHAWATIRKAN PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA

Korea Selatan sangat khawatir terhadap keputusan Korea Utara untuk
membuka kembali reaktor nuklirnya yang kontroversial di Yongbyon.
Demikian dinyatakan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, sebagai
tanggapannya terhadap laporan Amerika Serikat tentang kasus tersebut.
Presiden Korea Selatan, Roh Moo-Hyun, berseru kepada Korea Utara
untuk ikut bersama masyarakat internasional mengupayakan penyelesaian
diplomatik atas konflik itu. Sementara itu Pyongyang masih belum
secara resmi menyatakan pembukaan kembali reaktornya.  -- PBB juga
menyatakan kekhawatiran tentang laporan Amerika itu. Kalau laporan
itu benar, berarti konflik di semenjung itu meluas, demikian
jurubicara PBB. Maurice Strong, selaku utusan Sekjen PBB, Kofi Annan
akan datang ke Korea Utara untuk merundingkan krisis itu.


* IRAK BERSEDIA HANCURKAN RUDAL AL-SAMUDNYA

Irak menyatakan, pada prinsipnya bersedia menghancurkan rudal-rudal
al-Samutnya yang kontroversial itu. Tetapi Bagdad terlebih dulu
menghendaki perundingan dengan para inspektur senjata PBB. Kasus
rudal-rudal al-Samut mencuat, karena jarak jangkauannya lebih besar
ketimbang dari yang ditentukan. Irak sejauh ini masih membantah
tuduhan itu. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld tidak
perduli terhadap sikap Irak. Ia samasekali tidak yakin Irak
benar-benar mau melakukan perlucutan senjata. Semantara itu Ketua Tim
Inspeksi Senjata PBB, Hans Blix bersikap kritis terhadap kesungguhan
kerjasama dari pihak Irak.  Dalam laporan sementara yang barunya ia
mengungkapkan, memang ada kemajuan-kemajuan dalam kerjasama itu,
namun hasil nyata dari perlucutan itu tetap nihil. Selang sepekan,
Blix akan menyampaikan laporannya kepada Dewan Keamanan PBB. Dewan
tersebut sudah menyelenggarakan sidang pertamanya untuk membahas
usulan Amerika dan Inggris tentang resolusi baru PBB tentang Irak.
Dalam sidang tersebut terjadi perdebatan besar antara yang pro dan
kontra terhadap serangan militer. Menteri Luar Negeri Rusia Igor
Ivanov dalam kunjungannya ke Cina mengungkapkan pernyataan keras. Ia
mengatakan, kalau perlu Rusia akan menggunakan hak vetonya, kalau hal
itu memang bisa melindungi perdamaian dunia, tanpa menyebutkan Irak.


* PARLEMEN ISRAEL DUKUNG KABINET BARU SHARON

Parlemen Israel menyatakan mendukung kabinet baru pimpinan Perdana
Menteri Ariel Sharon dari partai Likud. Perbandingan suara dalam
parlemen Israel Knesset, 66 suara setuju dan 48 suara menentang.
Koalisi Sharon menduduki 68 kursi dalam Knesset, tidak jelas ke mana
perginya dua suara yang menentukan itu. Koalisi Tengah-kanan ini
terdiri dari empat partai; yakni Partai Likud, Partai Shiui, partai
nasionalis Uni Nasional dan Partai Agama Nasional. Partai-partai
tersebut bergaris keras menentang terbentuknya negara Palestina.
Harapan Sharon untuk membentuk pemerintah kesatuan nasional dengan
Partai Buruh kiri gagal. Partai Buruh memutuskan untuk beroposisi,
setelah kekalahan pemilu Januari tahun lalu. Dalam kabinet baru
Israel muncul kembali sejumlah pejabat lama, termasuk Benjamin
Netanyahu dari Likud. Ia mengincar jabatan Menteri Luar Negeri, namun
kini harus puas dengan posnya yang baru sebagai Penteri Keuangan.


* Seorang Pria Bersenjata Serang Konsulat Amerika di Karachi

Seorang pria bersenjata menyerang konsulat Amerika di Karachi,
Pakistan. Tiga anggota polisi Pakistan tewas, dan tujuh lainnya
luka-luka. Orang tersebut melepaskan tembakan setelah terlebih dulu
merampas senjata salah seorang polisi yang menjaga gedung tersebut.
Namun orang itu tidak berhasil memasuki konsulat, dan segera
ditangkap. Tidak ada korban di antara karyawan konsulat itu. Tahun
lalu di gedung konsulat tersebut juga pernah terjadi ledakan bom
mobil, yang menewaskan 12 jiwa warga Pakistan.


* THAILAND TINJAU KEMBALI KEBIJAKAN KERAS PEMBERANTASAN OBAT BIUS

Intro : Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawat, mengumumkan akan
meninjau kembali kebijakan kontroversial memerangi obat bius. Operasi
besar-besaran yang memberi wewenang luas polisi untuk membunuh itu,
baru berlangsung beberapa pekan, tetapi sudah menewaskan seribuan
orang. Radio Nederland menghubungi Marwaan Macan-Markar dari
Interpress Service. Pertama kami tanyakan mengapa pemerintah
Thailand, tiba-tiba datang dengan keputusan baru ini. Kami bacakan
rangkuman wawancaranya.

Menurut Marwaan Macan-Markar, keputusan pemerintah untuk mengubah
kebijakan ini karena tekanan banyak kalangan, terutama dari media
massa dan para anggota parlemen yang mencemaskan jumlah besar korban
terbunuh dalam operasi ini. Pada bulan pertama saja, operasi yang
direncanakan berlangsung selama lima bulan ini sudah menewaskan
seribu jiwa. Sebagian ditembak langsung oleh polisi, sementara
lainnya adalah korban perang antara sindikat narkoba. Methoda
pemberantasan ini juga dikecam, karena daftar hitam berisi
orang-orang yang diburu, ternyata tidak akurat. Karena menurut Komisi
Hak-hak asasi manusia di Thailand, 50 nama dalam daftar hitam
ternyata tidak bersalah, sama sekali. Bukan hanya kalangan pemerhati
hak-hak asasi manusia yang mempertanyakan kebenaran daftar nama ini,
tetapi sejumlah politikus dan komandan kepolisian juga
mempertanyakannya.

Masyarakat umum menyambut baik operasi besar-besaran ini. Karena
Thailand mempunyai masalah serius dengan amfetamin apalagi negara ini
merupakan pengkonsumsi terbesar amfetamin di dunia. Akibat pengawasan
perbatasan yang lemah jutaan obat bius yang masuk dan dikonsumsi itu
kebanyakan berasal dari Myanmar. Jadi pemerintah Thailand sulit untuk
menutup arus masuk lewat perbatasan tersebut. Ketika pemerintah
melancarkan operasi ini polling pendapat menunjukan warga Thailand
mendukung kebijakan keras tersebut dengan angka di atas 66 persen.

Namun dukungan itu terusik ketika terjadi dua insiden. Insiden
pertama mengakibatkan tewasnya anak laki-laki berusia 9 tahun.
Peristiwa itu menimbulkan kemarahan dan banyak warga mulai
mempertanyakan tidak langsung kepada tujuan operasi itu, tetapi lebih
kepada cara-cara yang dilakukan pemerintah. Kemudian insiden kedua
terkuak hari ini ketika surat kabar bercerita tentang juru foto yang
bekerja di salah satu pemancar televisi, bertemu dengan perdana
menteri Thaksin Sinawat setelah orang tuanya tewas terbunuh. Orang
tua yang terbunuh itu tidaklah terlibat, tetapi menjadi korban
insiden kemanusiaan. Dan ini menjadi bahan bagi warga untuk
mempertanyakan operasi tersebut.

Kendati demikian, terlalu dini untuk cepat-cepat memastikan apakah
pemerintah Thailand benar-benar akan menghentikan operasi ini.
Beberapa hari belakangan ada perubahan cara berpikir. Sulit
dipastikan apakah Perdana Menteri Thaksin Sinawat akan segera merubah
cara kerjanya. Ia terkenal sebagai tokoh yang begitu tekadnya sudah
bulat, maka ia akan meneruskan program yang telah diputuskannya itu.
Tetapi tampaknya tingginya angka kematian akan membuat mereka
mencocokan ulang cara penegakan program ini. Yang jelas sangat
diragukan bahwa program ini akan sepenuhnya dibatalkan.


* KEUTUHAN OPOSISI IRAK SULIT DIPERTAHANKAN

Oposisi Irak yang bertemu di kota Salaheddin, wilayah Kurdi Irak,
telah memilih enam anggota dewan pemimpin yang diharapkan memainkan
peran penting dalam pemerintahan pasca Saddam Hussein. Tetapi seiring
tanda berakhirnya rejim Saddam, lingkaran oposisi Irak terutama asal
Kurdi menyuarakan keprihatinan bahwa mereka di masa depan akan
berdampingan dengan Amerika dalam berbagai bidang pemerintahan pasca
Saddam. Laporan redaktur Timur Tengah Bertus Hendriks.

Dewan pemimpin oposisi Irak akan terdiri dari enam anggota untuk
memuaskan tuntutan persaingan perbedaan etnis, agama dan kelompok
politik di Irak. Di Irak terdapat orang-orang Syiah, Sunni dan Kurdi
serta kelompok minoritas kecil Kristen Kaldean atau Turkmen. Tetapi
kelompok ini tidak homogen, banyak sekali terjadi tumpang tindih
agama dan identitas politik serta perpecahan di dalam tubuh kelompok
itu sendiri. Orang Kurdi misalnya kebanyakan didominasi dua kelompok
utama dan kadang-kadang bersaing satu sama lain. KDP diketuai Masoud
Barzani dan PUK dipimpin oleh Jalal Talabani. Kaum Syiah bisa terdiri
dari Muslim atau komunis atau orang sekular gaya barat seperti Ahmad
Chalabi, kepala Kongres Nasional Irak pro Amerika. Goongan Sunni bisa
terdiri dari nasionalis Arab atau kelompok persaudaraan muslim. Untuk
membuka ruang bagi semua kelompok Dewan Pemimpin yang aslinya cuma
terdiri dari tiga orang diperbesar hingga enam.

Tetapi ketika oposisi Irak, yang dulunya terkenal akan keburukannya
atas perpecahan dan percekcokan, sekarang mulai beraksi bersama,
Amerika mengambil langkah untuk justru menyingkirkan mereka. AS jelas
tidak mau menyerahkan Irak kepada pemerintah yang dibentuk sesuai
garis pertemuan oposisi Salaheddin. Saat ini skenario Amerika untuk
periode pasca Saddam berisikan pemerintahan pimpinan militer Amerika
yang berkuasa selama dua tahun atau lebih, yang akan bekerja sama
dengan oposisi Irak sebagai penasehat. Selain itu, Irak pasca Saddam
juga memberi tempat kepada bekas jenderal dalam tentara Irak yang
tidak terlalu dekat dengan Saddam atau bagian lain brirokrasi Irak
saat ini. Ini menjadi kprihatinan besar dalam lingkaran oposisi Irak.
Mereka takut AS tidak menepati janjinya mencegah pem-Baath-tan,
penghapusan penuh elemen dari partai berkuasa Baath.

Yang lebih cemas dari segalanya adalah orang-orang Kurdi. Amerika
telah bersepakat dengan Turki, sehingga Amerika bisa menggempur Irak
dari wilayah Turki, terhadap Irak Utara. Tetapi rupanya tidak hanya
tentara Amerika akan masuk Irak. Dalam perjanjian, Turki sekarang
sudah menempatkan ribuan pasukannya di sepanjang perbatasan, akan
memasukkan hingga 40 ribu tambahan tentaranya lebih dalam lagi di
Irak. Alasannya jelas. Turki bermaksud mencegah kemungkinan
kemerdekaan Kurdistan, yang dapat memicu warga Kurdi minoritasnya di
Turki Timur. Turki juga menentang Irak federal, seperti rencana yang
ditawarkan oposisi Salaheddin. Ini akan memberikan Kurdi otonomi yang
terlalu besar, khususnya apabila mereka akan menguasai ladang minyak
Irak Utara. Oleh karenanya tentara Turki akan menahan segala gerakan
tentara Kurdi untuk memasuki kota kaya minyak Kirkuk dan wilayah kaya
minyak sekitar kota Mosul seperti yang terjadi di tahun 1991 menyusul
kekalahan Saddam di Kuwait. Tetapi ribuan warga Kurdi sudah diusir
dari Kirkuk dan desa-desa sekeliling selama berlangsung kampanye
Arabisasi yang dilakukan Saddam Hussein. Sulit dibayangkan bahwa
mereka tidak akan mencoba kembali ke rumah aslinya.

Sebenarnya tidak saja Kurdi, tetapi demikian halnya juga dengan
minoritas Turkmen, ujar Turki, yang menyatakan Kirkuk adalah kota
orang Turkmen. Dan sekali pun dalam perjanjian antara Turki dan
Amerika, tentara Turki tidak boleh masuk Kirkuk atau Mosul, Turki
telah memastikan pihaknya akan bergerak melindungi hak-hak Turkmen di
Kirkuk.

Dengan pelbagai pernyataan yang saling bertentangan ini, maka ada
kemungkinan terjadi pertempuran antara gerilya Kurdi dan tentara
Turki yang masuk ke Irak sebagai pasukan pendukung Amerika. Lebih
lagi tentara Turki tidak berada di bawah komando Amerika, sekali pun
mereka diharapkan hanya beraksi dalam koordinasi dengan militer
Amerika. Turki juga telah meminta, supaya sebelum menarik mundur
tentaranya dari Irak pasca saddam, milisi Kurdi harus dilucuti.

Semua suara-suara ini sangat tidak menyenangkan pemimpin Kurdi, yang
sekarang meminta pembicaraan dengan Turki. Amerika telah mencoba
meyakinkan kalangan Kurdi dan seluruh sisa oposisi Irak bahwa mereka
datang bukan sebagai penjajah melainkan sebagai pembebas. Tetapi ini
tidak menghapus keprihatinan Kurdi bahwa Amerika tetap membutuhkan
Turki untuk menggusur Saddam dengan konsesi di pihak Kurdi. Jika
keprihatinan mereka tidak diperhatikan, warga Kurdi yang terkenal
keras akan memilih aksi militer, dan ini jauh lebih rumit dari tugas
linglung saat ini untuk menyediakan skenario stabil pasca Saddam.


* MINAT PADA AFRIKA MENDADAK MENINGKAT

Amerika Serikat menggunakan segala jurus guna meraih dukungan dalam
menggolkan resolusi baru di Dewan Keamanan PBB yang memungkinkan
serangan di Irak. Hari-hari belakangan upaya mencari dukungan
berpindah dari New York ke Afrika. Tiga dari 15 negara anggota Dewan
Keamanan berasal dari Afrika: Kamerun, Angola dan Guinea. Suara
mereka bisa menentukan. Prancis yang memperjuangkan perluasan tugas
Inspektur sejata PBB, juga menyadari pentingnya setiap suara. Jadi
Afrika, yang biasanya harus berteriak-teriak minta perhatian,
mendadak diminati para delegasi resmi. Ulasan redaktur Afrika
Pieternel Gruppen.

Negara-negara Afrika cenderung menentang perang di Irak. Mereka takut
perang akan menguras dana bantuan pembangunan. Mereka menyaksikan
bantuan untuk Afrika menipis setelah perang di Afganistan. Tidak
mengherankan bila Uni Afrika awal pekan ini menyatakan menentang
perang. Sikap anti-perang itu kembali ditandaskan pada KTT
Prancis-Afrika pekan silam di Paris. Walau begitu Amerika Serikat
tetap mencari celah di Afrika. Terutama Angola, yang punya suara di
DK, dipandang paling condong Amerika, demikian Hille Linders dari
Pusat Kajian Belanda untuk Afrika Bagian Selatan.

(Terjemahan)
Angola, dipandang sebagai mitra penting, atau bisa dikatakan mitra
paling dekat Amerika di benua Afrika. Angola juga berkepentingan
untuk memelihara hubungan baik dengan Amerika. Angola punya minyak
yang dijual ke Amerika Serikat."

Guinea juga punya kursi di Dewan Keamanan PBB. Negara Afrika Barat
ini bahkan akan mengambilalih jabatan ketua bergilir DK, Maret
mendatang. Sangat mencolok ketika delegasi Guinea, di KTT
Afrika-Prancis disambut hangat oleh Presiden negara tuan rumah,
Jaqcues Chirac. Padahal dulu-dulunya tidak seramah itu. Sejak merdeka
tahun 1957, hubungan Prancis-Guinea tidak mulus, demikian Roland
Marchall dari CERI, Pusat Kajian Hubungan Internasional di Paris.
Guinea sekarang harus menimbang kepentingan.

(Terjemahan)
Guinea adalah bekas jajahan yang juga berbahasa Prancis. Bisa diduga
bahwa mereka akan memihak Prancis. Karena mereka juga merupakan
anggota Organisasi Konferensi Islam, OKI. Jadi bisa dikatakan mereka
akan milih kubu Prancis. Tetapi di sisi lain kita bisa juga
mengatakan bahwa dua atau tiga tahun ini mereka menerima bantuan dana
cukup signifikan dari Britania dan Amerika Serikat."

Kamerun adalah negara Afrika ketiga yang juga punya hak suara dalam
Dewan Keamanan. Negeri ini paling netral. Di PBB bermunculan
spakulasi mengenai sikap Kamerun. Tetapi menurut Marchall, sulit
memprediksi kemana tiga negara ini akan memihak. Harus diperhitungkan
bahwa negara-negara ini bukan negara demokratis. Para pemimpin ini
akan memberikan suara berdasar pada kepentingan pribadi, demikian
Marchall:

(Terjemahan)
Harus diperhitungkan bahwa tiga negara itu tidak dikenal sebagai
negara demokratis. Keputusan ada di tangan satu orang. Artinya
keputusan yang akan diambil bukan suara mayoritas."

Keputusan yang akan diambil negara-negara Afrika itu akan berpengaruh
pada masa depan hubungan mereka dengan Amerika dan Prancis.


* KOPASSUS DITARIK DARI PAPUA, APA GANTINYA?

Panglima TNI, Endriartono Sutarto mengumumkan awal penarikan pasukan
Kopassus dari propinsi Papua. Menurut Jenderal Endriartono, situasi
keamanan di Papua sudah kondusif. Di Papua, satuan Kopassus sering
dikait-kaitkan dengan pelbagai peristiwa berdarah, seperti pembunuhan
pemimpin Dewan Presidium Papua Theys Hiyo Eluay dan penembakan di
Timika. Benarkah Tanah Papua sudah tenang dan keamanannya kondusif?
Bagaimana kalangan mahasiswa di Papua menyambut penarikan Kopassus
yang ditakuti itu. Radio Nederland meminta tanggapan Leo Imbiri, dari
Pilar Mahasiswa Dewan Presidium Papua.

Leo Imbiri [LI]: Di berita lokal itu juga ada pemberitaan bahwa
Kopassus sudah ditarik dari Papua. Tetapi dalam realitas yang ada,
kami melihat bahwa penjelmaan dari Kopasus itu sudah banyak ada di
lapangan. Ada milisia-milisia yang sudah dibentuk. Tetapi juga yang
saya ketahui sampai sekarang ini, di BIN, Badan Intelegen Negara itu
ada satu meja, khusus yang ditangani oleh Pak Muhdi. Itu adalah salah
satu jenderal menjadi komandan Kopassus.

Dalam pemberitaan itu ada penarikan Kopassus. Tetapi di lapangan itu
juga ada realitas bahwa terus terjadi intimidasi, terus terjadi teror
terhadap masyarakat. Saya mau sampaikan, saya sedang berada di lokasi
Sidang Dewan Adat Papua.  Dan tiba-tiba kami dikagetkan dengan
kehadiran anggota TNI yang berpakaian lengkap. Walau pun mereka tidak
melakukan teror langsung, kepada masyarakat, tetapi kehadiran mereka
dalam suatu pakaian seragam lengkap itu mengakibatkan beberapa
anggota yang sedang serius menggeluti persoalan adat di tanah Papua
itu, menjadi semacam kaget, ketakutan. Jadi saya rasa ini merupakan
bagian dari suatu operasi yang terjadi di waktu yang lalu, sebab ini
pengalaman kami di Indonesia di waktu lalu, itu belum berakhir. Dan
itu masih terus ada sampai sekarang.

Radio Nederland [RN]: Jadi apa yang diberitakan bahwasanya Kopassus
ditarik itu tidak menjamin bahwa di Papua tidak ada lagi
kegiatan-kegiatan TNI, begitu?

LI: Selama kami tidak mempunya kebebasan mengeluarkan pendapat,
aspirasi kami, kalau ada tekanan seperti tadi malam yang kami alami,
saya melihat bahwa itu bukan jaminan untuk mengatakan bahwa kami
bebas dari tekanan-tekanan.

RN: Apakah Anda juga bisa memberikan pendapat tentang rencana
pemerintahan Megawati, pemekaran provinsi Papua ini menjadi tiga
bagian itu?

LI: Ya, sebetulnya saya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh
Sekjen  Presidium Dewan Papua bahwa ini menejemen preman. Kalau kita
melihat dari strata hukum di Indonesia, pada waktu masyarakat
berteriak  "Papua Merdeka", setelah memutuskan dalam Kongres Rakyat
Papua, maka pemerintah pusat mencoba melalui TAP MPR menurunkan suatu
solusi tentang otonomi khusus bagi     rakyat Papua. Undang-undang
itu belum dilaksanakan, MMPnya belum dibentuk, kemudian muncul lagi
pemekaran. Sesudah pemerkaran muncul, kemudian Menko Polkam
mengatakan, jangan kita memperdebatkan soal otonomi khusus dan
pemekaran.

Dan saya pikir ini hal-hal yang menimbulkan konflik horisontal di
tengah-tengah masyarakat. Kami mangalami hal itu dalam Sidang Dewan
Adat ini. Pada waktu kami memutuskan menggumuli tentang pemekaran dan
ada suatu sikap keluar untuk menolak pemekaran itu. Kalau di suatu
daerah, itu teman-teman dari daerah itu merasa bahwa ini suatu
ancaman. Sebab kalau keputusan itu dibuat, sebentar mereka pulang ke
daerah, dan terjadi konflik horisontal di sana, dengan masyarakat
yang ada di sana. Dan saya pikir ini suatu kebijakan yang dapat
mengakibatkan munculnya konflik horisontal yang besar di kalangan
masyarakat Papua.

RN: Apakah Anda juga melihat bahwasanya memulai penarikan Kopassus
ini ada kaitannya sebagai ongkos pembayaran untuk memperlancar, ini
maksudnya pemikiran Jakarta, untuk memperlancar proses pemekaran ini.

LI: Saya belum mendapat bukti yang otentik tentang isu ini, tapi kami
dapat informasi bahwa batas antara satu provinsi satu dengan provinsi
yang lain akan diadakan satu daerah yang disebut zona, itu daerah
kintal. Dan daerah kintal itu selalu dijaga oleh pihak keamanan. Itu
belum terealisasi, tapi saya belum percaya bahwa penarikan pasukan
itu dapat menghentikan konflik horisontal yang ada di tanah Papua
itu.

Saya mau jelaskan bahwa betul Kopassus sudah ditarik, tetapi ada
milisi-milisi yang sudah lama dibangun di tanah Papua. Ada satgas
Merah-Putih, ada apa yang kita sebut Tentara Bantuan Operasi, ada
Laskar Jihad dan lain sebagainya yang bisa merongrong ketenteraman
masyarakat.

Jadi kalau besok tentara ditarik sampai habis, tapi kalau masih ada
konflik di tanah Papua apa itu artinya bagi kami. Kami butuh
keamanan, kami butuh kesejahteraan, kami butuh kedamaian di tanah
ini. Itu saja yang terpenting. Dan saya bisa menyetujui bahwa itu
sebagai bagian dari skenario pemekaran.

Demikian Leo Imbiri dari Pilar Mahasiswa Presidium Dewan Papua.


* IMING-IMING UNTUK INVESTOR ASING, KUBURAN BUAT PELAKU USAHA LOKAL?


Layaknya pihak yang ingin mengambil hati, Badan Koordinasi Penanaman
Modal BKPM mengumbar seribu janji. Katanya, jika  investor asing
diperlakukan sama dengan investor lokal maka biaya dan pajak bisa
murah, dan modal asing akan mengalir lancar. Mudah dipahami,
iming-iming ini ditawarkan karena investor asing terus menipis.
Bukankan sejumlah investor seperti industri sepatu Nike, Reebook,
serta Sony sudah hengkang dari negeri ini? Sementara investor baru
yang dimotori oleh Jepang dan Eropa menunda investasi di Batam.
Inilah soalnya: perdebatan Rancangan Undang Undang Zona Perdagangan
Bebas di DPR terus berlarut-larut.

Untuk mengatasi krisis ini, dalam Rancangan Undang Undang Penanaman
Modal yang baru, pemerintah akan memberi kebebasan bagi investor
asing. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Theo F. Toemion
mengatakan, pintu semua sektor usaha yang ada di Indonesia akan
dibuka untuk investor mancanegara. Selain itu mereka juga akan
mendapat perlakukan yang sama dengan investor dalam negeri.

Rencana ini mengundang penolakan banyak pihak. Namun menurut Teomion,
masuknya investor asing akan menimbulkan kompetisi yang punya hasil
baik bagi rakyat. Misalnya biaya dan tarif akan lebih murah.

Theo F Toemion: Mari kita fokus aja semangat tahun 1967 apa?
Liberalisasi kan. Nah itu kan terbukti membawa hasil. Dalam UU ini
kenapa semangat ini juga kita nggak pertahankan. Silakan asing masuk
ke semua sektor. Saya tetap konsisten. Kalau membiarkan asing masuk
ke semua sektor akan menjadi kompetisi dan ujung-ujungnya rakyatlah
yang akan menikmati tarif listrik yang murah. Selama ini kan karena
asing nggak boleh, harus BUMN, akibatnya efisiensi nggak ada.
Akibatnya tiap tahun rakyat yang dibebankan harus naik listrik, naik
telepon ribut. Coba lihat di Hongkong tarif telepon lokal tidak usah
bayar karena semua ada kompetisi.

Meski demikian penolakan rencana itu tetap datang bertubi-tubi, dari
kalangan pemerintah seperti Departemen Perindustrian dan Perdagagan
serta para pengusaha lokal. Heroe Wiedjatmiko dari Kompartemen Minyak
dan Gas, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, menyatakan pengusaha
Indonesia belum siap menerima investor asing. Apalagi Organisasi
Perdagangan Dunia WTO masih memberikan waktu 20 tahun untuk negara
berkembang sebelum menerima pemodal luar berinvestasi.

Heroe Wiedjatmiko: Kalau kita mau jujur ya nggak mungkinlah kita
siap. Satu. Kedua negara maju itu pun juga munafik semua. Dia
globalisasi tapi melindungi usaha dalam negeri. Amerika mengeluarkan
Safe Guard yang intinya melindungi produk mereka. Jangan sampai
ekonomi kita yang sedang carut marut mengeluarkan kebijakan yang
menjual negara ini. Kita memang butuh investasi tapi jangan negara
ini dijual semua.

Kehadiran investor asing di semua lini juga dikhawatirkan bakal
mematikan pengusaha dalam negeri. Sebab, menurut J.S. Djimanto Wakil
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo, para pengusaha lokal masih
banyak menghadapi kendala. Mulai dari soal modal, teknologi  hingga
jaringan usaha.


J.S. Djimanto: Sebenarnya tidak ada masalah seandainya kita
melaksanakan undang-undang itu sudah betul-betul sesuai dengan apa
yang dimaksud dengan Undang Undang itu. Terutama UU tentang
antimonopoli dan persaingan yang tidak sehat. Asal itu dilakukan
dengan konsekuen tidak ada masalah. Kalau sekarang belum 100% siap
karena pelaksanaan undang-undang itu enforcementnya belum 100% dikaji
dulu ya...saya pikir kok musti dikaji dulu.

Sementara itu, pengamat ekonomi Mohamad Chatib Basri berpendapat,
pembebasan pasar belum tentu bisa menjaring investor asing. Selama
ini mereka tidak berminat masuk karena kondisi pertumbuhan ekonomi
Indonesia belum sehat.

Chatib Basri: Makanya kalau anda mau buka pun, sekarang investor
asing nggak mau masuk. Orang di sektor yang dari dulu udah terbuka
aja mereka lari kok. Lihat aja kasus Sony. Oke kita bicara
liberalisasi mengenai ini, kita memang butuh investasi masuk ke sini,
bagus. Kalau anda melakukan liberalisasi harus dilihat bahwa pasarnya
ada. Jangan sampai hanya mengubah monopoli pemerintah ke swasta.
Misalnya kalau cuma mau mengubah monopoli listrik pemerintah ke asing
ya percuma. Yang penting ada struktur pasar.

Sebenarnya sudah setahun ini Indonesia berbenah diri memperbaiki
iklim investasinya. Sayang dampaknya belum juga terasa. Masalah
keringnya investor asing bukan cuma pasar yang tertutup dan
termonopoli. Serangan bom, masalah buruh, pelaksanaan otonomi daerah
yang menyimpang, prosedur investasi rumit dan ketidakpastian hukum
membuat investor asing enggan melirik Indonesia. Tidak mengherankan
kalau bulan lalu Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan kini
Indonesia mengalami investasi terendah sejak krisis ekonomi 1997.
Sementara itu orang terus sibuk berbeda pendapat. Tak ada upaya duduk
bersama mencari cara agar investasi asing masuk tanpa harus membuat
usaha pengusaha lokal ikut terkubur. Jalan tengah itu harus bisa
ditemukan.

Tim liputan 68H Jakarta  melaporkan untuk Radio Nederland di
Hilversum




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke