pernah membaca kisah seperti ini belasan tahun yang lalu. Sayangnya saya tidak
ingat tanggal, bulan dan tahunnya. Saya juga sudah tak ingat di media apa saya
membacanya. Entah di koran atau majalah atua hanya foto kopian. Tapi saya yakin
saya pernah membaca kisah ini. Bahkan ketika saya melihan subject di email saya
tertulis Rusaknya sislsilah keluarga saya langsung teringat kisah itu.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah bahwa keharusan
memperhatikan wanita-wanita mana saja yang boleh dinikahi haruslah
diperhatikan. Keutuhan nasab (silsilah keluarga) adalah hal yang sangat dijaga
dalam Islam. Karena nasab juga terkait dengan waris, perwalian, dan kewajiban
menafkahi.
"Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada yang lucu nihÂ….
Beberapa tahun lalu, ketika aku berusia dua puluh tiga. Aku menikahi
seorang janda yang parasnya menggoda. Janda ini memiliki anak
perempuan berambut merah. Ayahku jatuh cinta dengannya, maka merekapun
menikah.
Hal ini menjadikan ayahku menantuku dan mengubah hidupku. Anakku
menjadi ibuku, sebab dia adalah istri ayahku. Menambah keruwetan
hidupku, meskipun membuatku senang, Aku segera menjadi ayah dari
seorang bayi yang tenang
Bayiku kemudian menjadi saudara tiri ayah, jadi dia adalah pamanku,
meskipun kelihatannya payah. Karena dia adalah pamanku, maka dia juga
saudara laki-laki, dari anak perempuan janda, yang mana bagiku dia ibu
tiri.
Istri ayahku kemudian mempunyai anak, menjadikan bertambah lucu, Yang
kemudian jadi cucuku, karena dia anak dari anak tiriku.
Istriku sekarang adalah ibu dari ibu tiriku, sebab meskipun dia adalah
istriku, dia juga adalah nenekku. Jika istriku adalah nenekku, maka
aku adalah cucunya. Dan setiap memikirkannya, aku jadi tambah gila.
Karena sekarang aku menjadi kasus teraneh yang pernah terjadi, sebab
sebagai suami nenekku, aku juga menjadi kakekku sendiri.
Bingung bingung deehhh ???????
This email and any attachments are confidential and may also be
privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or
in any other way use or rely on the information contained in this email or any
attachments. If received in error, notify the sender immediately and delete
this email and any attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to
be secure or error free as the message and any attachments could be
intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended. Standard
Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused by
this email or any attachments and may monitor email traffic.
Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square,
London, EC2V 7SB.
Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services
Authority under FSA register number 114276.
If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the
information on other jurisdictions.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com