Ceritanya memang menarik..dan ini cermin keluarga yang sangat berantakan.
Alhamdulillah Islam memberikan batasan2 yang jelas wanita2 mana yang boleh
dinikahi. Kalau ini diikuti tentunya tidak akan terjadi silsilah seperti
ini. Bagaimana kondisi di masyarakat kita? Silahan artikan sendiri. Kadang2
kita melihat seorang ayah mengawini anak/anak tiri sendiri, seorang kakak
karena terpisah lama dengan adiknya mereka menikah sekembalinya mereka
kumpul bersama...atau seorang paman tertarik dengan kemolekan kemenakannya
dan dinikainya dia. Bagaimana mencegah hal ini? Saling mengingatkan dan
sebaik2 kita adalah yang mempunyai arti bagi orang lain.
Salam,
ASurya
On 1/18/08, Langgeng Basuki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pernah membaca kisah seperti ini belasan tahun yang lalu. Sayangnya
> saya tidak ingat tanggal, bulan dan tahunnya. Saya juga sudah tak ingat di
> media apa saya membacanya. Entah di koran atau majalah atua hanya foto
> kopian. Tapi saya yakin saya pernah membaca kisah ini. Bahkan ketika saya
> melihan subject di email saya tertulis Rusaknya sislsilah keluarga saya
> langsung teringat kisah itu.
> Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah bahwa keharusan
> memperhatikan wanita-wanita mana saja yang boleh dinikahi haruslah
> diperhatikan. Keutuhan nasab (silsilah keluarga) adalah hal yang sangat
> dijaga dalam Islam. Karena nasab juga terkait dengan waris, perwalian, dan
> kewajiban menafkahi.
>
>
> *"Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]>*wrote:
>
> Ada yang lucu nih….
> Beberapa tahun lalu, ketika aku berusia dua puluh tiga. Aku menikahi
> seorang janda yang parasnya menggoda. Janda ini memiliki anak
> perempuan berambut merah. Ayahku jatuh cinta dengannya, maka merekapun
> menikah.
>
> Hal ini menjadikan ayahku menantuku dan mengubah hidupku. Anakku
> menjadi ibuku, sebab dia adalah istri ayahku. Menambah keruwetan
> hidupku, meskipun membuatku senang, Aku segera menjadi ayah dari
> seorang bayi yang tenang
>
> Bayiku kemudian menjadi saudara tiri ayah, jadi dia adalah pamanku,
> meskipun kelihatannya payah. Karena dia adalah pamanku, maka dia juga
> saudara laki-laki, dari anak perempuan janda, yang mana bagiku dia ibu
> tiri.
>
> Istri ayahku kemudian mempunyai anak, menjadikan bertambah lucu, Yang
> kemudian jadi cucuku, karena dia anak dari anak tiriku.
>
> Istriku sekarang adalah ibu dari ibu tiriku, sebab meskipun dia adalah
> istriku, dia juga adalah nenekku. Jika istriku adalah nenekku, maka
> aku adalah cucunya. Dan setiap memikirkannya, aku jadi tambah gila.
> Karena sekarang aku menjadi kasus teraneh yang pernah terjadi, sebab
> sebagai suami nenekku, aku juga menjadi kakekku sendiri.
>
> Bingung bingung deehhh ???????
> This email and any attachments are confidential and may also be
> privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate
> or in any other way use or rely on the information contained in this email
> or any attachments. If received in error, notify the sender immediately and
> delete this email and any attachments from your system. Emails cannot be
> guaranteed to be secure or error free as the message and any attachments
> could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended.
> Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for
> damage caused by this email or any attachments and may monitor email
> traffic.
>
>
>
> Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability
> under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury
> Square, London, EC2V 7SB.
>
>
>
> Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited
> liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office
> of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In
> the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial
> Services Authority under FSA register number 114276.
>
>
>
> If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click
> http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to
> the information on other jurisdictions.
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
>