Sang penghibur, padi.
 
 Setiap perkataan yang menjatuhkan
 tak lagi ku dengar dengan sungguh
 Juga tutur kata yang mencela 
 tak lagi kucerna dalam jiwa
 
 Aku bukanlah seorang yang mengerti 
 tentang kelihaian membaca hati
 Ku hanya pemimpi kecil yang berangan 
 tuk merubah nasib diri
 
 ....
 
 Anung Wakhid, Sang Penghibur!
 
 Teringat enam bulan yang lalu ketika saya pertama kali datang ke jakarta. 
Tidak ada saudara atau teman yang tinggal di jakarta waktu itu. Minggu pertama 
saya habiskan di masjid Istiqlal dan seolah-olah harus menjadi bintang film 
yang berperan sebagai "gelandangan" dengan tidur di teras masjid setiap 
malamnya. Sedih? Sama sekali tidak. Karena saya dapat mengenal dan bisa 
memahami bagaimana kehidupan seorang "bintang film" sehingga suatu saat jika 
saya sudah mencapai impian saya, saya tidak lupa diri "alias" tidak sombong.
 
 Naik kereta progo jurusan lampuyangan- Senen dan hanya membawa beberapa lembar 
uang dari pinjaman teman. Saya sempat menangis karena saya harus meninggalkan 
sahabat-sahabat sejatiku. Di tambah, saya tidak memberi tahu orang tua jika 
saya pergi ke jakarta waktu itu. Tapi ini harus saya lakukan demi sebuah 
"perubahan" dan untuk mewujudkan impian saya. 
 
 Saya hubungi dan datangi beberapa orang yang saya anggap sukses. Akhirnya saya 
ketemu dengan orang yang sangat bijaksana dan sampai saat ini saya masih 
bersama beliau. Sungguh, tidak ada kata-kata indah yang bisa saya rangkai yang 
"sepadan" dengan apa yang telah beliau berikan kepada saya.
 
 Finansial mungkin belum ada perubahan, tapi diluar itu saya sangat merasakan 
peningkatan yang luar biasa. Sekali lagi, saya sangat bersyukur serta ikhlas 
dengan apa yang telah dan saat ini sedang terjadi pada diri saya. Apa pun itu! 
Dan saya sangat yakin, saya bisa meraih apa pun yang saya mau. Tidak ada satu 
pun tembok di dunia yang bisa menghalanginya. Allah telah memberikan kemampuan 
yang sangat luar biasa kepada kita, tapi terkadang kita sendiri lah yang tidak 
menerima apa yang diberikanNYA dengan keyakinan-keyakinan kita. 
 
 Menjadi Entrepreneur adalah pilihanku. Kenapa? Karena di dunia itu saya bisa 
merasa nyaman dan bahagia, bukan pada waktu tertentu tapi setiap detik. Dan 
saya yakin, saya bisa menjadi yang terbaik, standarnya bukan orang lain tapi 
diri saya sendiri. Dengan merasa bahagia, nyaman dan bisa menjadi yg terbaik 
lah akan menhasilkan sesuatu yang sangat dahsyat. Karena tidak ada perasaan 
saing-menyaingi sehingga akan menguras energi kita. Tidak ada perasaan "ngoyo" 
sehingga membuat kita lelah sebelum sampai garis finish. 
 
 Kita di lahirkan di dunia ini sesungguhnya hanya untuk menjadi seorang 
penghibur. Penghibur untuk diri sendiri dan orang lain. Tujuan penghibur hanya 
satu, yaitu membuat diri kita bahagia. Titik!. Menjadi pengusaha, karyawan, 
dokter, trainer, maupun seniman hanya sebuah CARA, bukan TUJUAN. Bukankah 
begitu?
 
 Salam,
 Anung wakhid
 085292794284
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke