*Les Miserables dan Harga Seorang Manusia
*By MTA (Made Teddy Artiana)
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/


*"Mati bukanlah soal; yang mengerikan adalah tidak hidup"
(Jean Valjean)
*

                Laki-laki yang dipenjara karena persoalan sepele itu memang
bernasib malang. Hukum mengganjarnya dengan tidak adil, mencuri hanya karena
ingin menyelamatkan keluarganya yang kelaparan membuat dirinya terlibat akan
konflik moral berkepanjangan. 19 tahun dipenjara untuk sebuah roti dan
beberapa kali usaha melarikan diri. Jean Valjean, lelaki itu keluar dari
penjara dengan api dendam yang berkobar. Diperlakukan semena-mena, hukum
yang kaku, aturan yang dingin, hanya secuil dari segudang ketidakpuasaan
akan hidup yang dirasainya. Bertemulah ia dengan seseorang, Uskup Myriel,
nama orang itu. Mantan narapidana, yang tidak diterima oleh masyarakat itu,
akhirnya diterima bernaung di rumah Sang Uskup. Tidak hanya sekedar
diterima, ia diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Tetapi seolah
air susu yang dibalas dengan air tuba, Valjean mencuri bahkan memukul Sang
Uskup hingga pingsan. Perhiasan lilin perak itu pun diambilnya dari tangan
'pahlawan yang menolongnya'. Tetapi ternyata hidup, tidak seperti
hukum-hukum dunia. Hidup adalah hakim yang adil. Valjean tertangkap.
Gilanya, Uskup Myriel malah membela pencuri itu. Orang tua yang bijak itu
malah berdalih, bahwa ialah yang memberikan itu pada Valjean, bahkan meminta
maaf, karena merasa pemberiannya itu tidak cukup. Dia justru diselamatkan
oleh orang yang ia aniaya. Kejadian ini menggoncangkan jiwa Valjean. Gurun
yang membara itu kini telah diguyur hujan lebat. Inilah awal cara pandang
baru yang dimiliki Valjean. Benih perubahan itu pun mulai tumbuh. Walau
tidak mudah, dan kadang terjatuh, ia tetap bertarung. Seolah petinju yang
babak belur dihajar lawan, namun Valjean memutuskan tidak beringsut dari
ring tanding. Seakan mendapatkan sebuah jubah baru, ia berusaha keras keluar
dari masa lalu yang suram. Bukan persoalan sepele. Bayangan raksasa itu
laksana kulit yang selalu menempel pada tubuhnya. Tidak mungkin lari.
Sepanjang hidup ia terlibat pergumulan untuk "hidup benar tapi menderita,
ataukah hidup sebaliknya". Akhirnya Jean Valjean pun dapat mengakhiri
pertarungan itu dengan baik.

Bagi sebagian orang penggemar novel dan film drama, cerita di atas pastilah
tidak asing lagi. Les Miserables karya Victor Hugo memang fenomenal. Tidak
terhitung bahasa yang menterjemahkan novel ini. Belum lagi film adaptasinya
yang berjumlah puluhan. Dan kini, jangankan dikalangan kutu buku, demikian
banyak seminar dan motivator terinspirasi akan novel tahun 1862-an itu, dan
mengangkatnya kehadapan para audiens. Bagi Anda yang belum pernah membaca
novel karya Victor Hugo ini, saya sarankan untuk segera membacanya. Atau
jika membaca merupakan kegiatan yang tidak terlalu Anda sukai, ada baiknya
Anda mencari versi film nya. Dari semua orang yang pernah menonton ataupun
membaca Les Miserables, hampir semua sepakat, bahwa intisari dari novel itu
adalah betapa berharganya nilai manusia. Bicara soal harga manusia, Prof.
Norweigh, seorang pakar kimia dan komputer, dalam sebuah jurnal kedokteran
'iseng' menghitung harga seorang manusia. Mengejutkan, jika diuangkan, total
harga oragan tubuh, enzim, kelenjar dll dari manusia itu total berharga
kurang lebih USD 85 milyar. Bahkan untuk sebuah zat penumbuh rambut saja,
dengan perkiraan dibutuhkan orang sampai 50 th sebanyak 20 gram, satu
gramnya berharga USD 2 juta ! Jadi jangan pernah pandang remeh rambut Anda,
entah ia keriting, lurus, tipis, berombak atau apapun, karena harganya
mahal. Ada sesuatu yang menarik dari penyelidikan sang profesor, yaitu
satu-satunya komponen yang tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan itu
adalah nyawa manusia. Jadi harga semahal itu untuk tubuh, jeroan-jeroan dan
berbagai bahan kimia didalam tubuh kita. Memang belum pernah ada ilmuwan
yang 'berani' menghitung harga sebuah nyawa manusia, mungkin karena memang
hanya itu satu-satunya item yang tidak bisa dihargai alias tak terkalkulasi
lagi. Berarti jika ditotal-total, kita ini, atau lebih tepanya hidup Anda
dan saya itu jauh..jauh..jauh lebih berharga dari USD 85 milyar. Percaya
atau tidak itu benar adanya. Tetapi harga yang demikian seolah jadi tidak
berharga jika kita melihat banyak orang memilih untuk melacurkan atau
menjual diri, atau terikat akan berbagai kebiasaan yang merendahkan harkat
dan martabatnya, atau bahkan menukar dirinya dengan uang, jabatan, posisi
yang dia pandang sangat berharga. Ironis memang, tetapi itulah manusia.
Pernah seorang bijak berkata pada saya demikian, "Tuhan itu tahu persis
betapa berharganya diri kita, setan pun tahu betapa mulianya kita,
satu-satunya yang bodoh itu ya kita sendiri. Manusia sering tidak tahu
betapa berharganya dirinya". Saya rasa pendapat beliau 100% benar adanya.
Nah, balik lagi ke Les Miserables nya Victor Hugo, Uskup Myriel rupanya
termasuk segelintir manusia yang tahu betapa berharganya manusia, betapapun
hitam jejak langkah yang ditinggalkannya di masa lalu. Dan rupanya sudut
pandang yang demikian, punya kuasa untuk mengubah (sebenarnya saya lebih
suka memakai kata 'mengingatkan') pribadi seorang Valjean. Inilah yang
membuat Valjean memutuskan untuk 'hidup' dan bukan 'sekedar tidak mati'.
Untuk bertarung sekuat tenaga dan menang, bukan meninggalkan gelanggang
pertandingan dengan kibaran bendera putih setengah tiang.

 Bagaimana dengan Anda dan saya ? Apakah kita sudah berada dalam keadaan
'hidup sebenar-benarnya' ataukah kita sebenarnya sudah tidak hidup, bahkan
jauh hari sebelum kita divonis mati ? Sepertinya jawaban atas pertanyaan
itu, sedikit banyak akan melibatkan sebuah pertanyaan lagi, tentang seberapa
paham kita akan harga kita sebagai manusia. Saran saya, merenungkan jawaban
itu ditengah-tengah sebuah pemakaman akan cukup membantu kita menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akhir kata, percayalah apapun keadaan Anda
saat ini, Anda dan saya sangat berharga dimata-Nya. (***mta***)

Kirim email ke