Salah pengertian jika menganggap sukses adalah suatu tujuan. Mengapa?

Sukses adalah perjalanan. Life is a never-ending journey. Kita selalu
mencapai puncak satu dan puncak lainnya. Selalu ada lebih banyak dan
lebih baik atas apa yang telah kita capai. Mari kita menyadari bahwa
lebih banyak tidak selalu lebih baik. Sebagai contoh : lebih banyak uang
tidak selalu berarti kualitas hidup yang lebih baik (bukan maksudnya
uang tidak dapat meningkatkan kualitas hidup lho, tentu uang dapat
meningkatkan kualitas hidup untuk hal yang baik, contohnya orang perlu
uang untuk beli obat jika sakit , ke dokter untuk kualitas kesehatannya,
orang perlu uang untuk meningkatkan kualitas gizi makanan keluarganya,
orang perlu uang untuk rekreasi meningkatkan kualitas hidup, tapi jika
digunakan untuk membeli narkoba atau hal-hal buruk, uang tidak
meningkatkan kualitas hidup). Dalam perjalanan hidup kita, selalu ada
suatu yang lebih banyak dan lebih baik yang dapat kita capai.

Maksudnya bukan semata-mata "selalu untuk diri sendiri" melainkan dari
itu, lebih banyak lagi yang kita dapat capai. Apakah artinya?

Ketika kita telah mencapai "kecukupan untuk diri sendiri", tidak
antusias lagi berusaha untuk mencoba mencapai lebih banyak dan lebih
banyak lagi untuk diri sendiri dan lagi-lagi untuk diri sendiri, yaitu
banyaknya uang yang dibutuhkan seseorang untuk keperluannya dan
keluarganya. Akan tiba saatnya berpikir bahwa kita dapat mencapai lebih
baik dengan mencapai lebih banyak bagi orang lain (khususnya orang-orang
yang kurang beruntung). 

Jadi ketika kita merasa telah mencapai sesuatu bagi diri sendiri apakah
kita akan berhenti?
Sudahkah kita mencapai tujuan ?

Tidak, teruslah berjalan dan teruslah mencapai lebih banyak dan lebih
baik, agar berguna juga bagi orang lain.

contoh :

cerita 1 :
Seorang muda yang miskin. Kemudian ia memutuskan untuk bekerja giat dan
membuka usaha sendiri sebagai wira usaha. Setiap hari ia berkerja dengan
begitu kerasnya untuk memajukan usaha dagangnya yang kecil. Singkat
cerita usahanya semakin berkembang dan maju pesat, hingga akhirnya ia
dapat membuka cabang, melakukan inovasi-inovasi, mendirikan usaha yang
lebih besar, mengangkat karyawan-karyawan baru dan akhirnya ia merasa
sudah mencapai tujuan dan sukses. Ia merasa tujuannya telah tercapai,
dalam hatinya ia mengatakan "Inilah hasil usaha keras yang kulakukan dan
sekarang saatnya aku memetik dan menikmati hasil usahaku" Kemudian ia
mulai menikmati hasil buahnya tanpa pemeliharaan yang baik lagi. Awalnya
sih baik-baik saja, tapi setelah sekian lama ia terus merasa telah
sukses dan tidak melakukan apa2 lagi bagi perkembangan usahanya, tidak
melakukan inovasi baru, tidak mengangkat karyawan baru, dan tidak
mentraining hal-hal baru untuk karyawan yang sudah ! ada, 
tidak mempelajari teknologi baru dan membekali karyawannya dengan
ilmu-ilmu modern sehingga akhirnya saat persaingan dagang semakin ketat,
perusahaan pesaing begitu banyaknya yang menggunakan inovasi dan
teknologi komputerisasi, ia mulai tersingkir dari kejayaannya, dan satu
per satu cabangnya tutup karena omzet yang semakin dikit dan tidak dapat
menutupi biayanya.

cerita 2 :
Seorang muda yang miskin. Kemudian ia memutuskan untuk bekerja di sebuah
bank sebagai staf. Dalam bekerja ia ulet, terus mencari ilmu, selalu
disiplin dalam pekerjaannya, dan bekerja keras melebihi standard
pekerjaan seperti yang lainnya, setiap kesempatan ia mencoba menambah
pengetahuannya dengan menuntut ilmu yang lebih baik Singkat cerita
karena keuletan dan kerja kerasnya maka jabatannya semakin tinggi dan
akhirnya ia diberi kuasa jadi direktur cabang perbankan. Di saat itu dia
mulai merasa inilah saatnya saya memetik hasil kerja saya. Sehingga ia
mulai lebih banyak menghabiskan waktunya bersama anak-anaknya di rumah,
dan mengabaikan tugas-tugasnya, selalu datang dan pulang kantor sesuka
hatinya (berhubung sudah jadi direktur tidak ada yang berani
menegurnya), tidak lagi mencari ilmu tentang informasi penting. Awalnya
semua berjalan baik-baik saja namun saat krisis ekonomi terjadi, banyak
bank dinyatakan kolaps. kemudian banyak orang-orang muda yang baru yang
giat mulai naik jabatan dan setara dengan jabatannya. Di saat manajemen
puncak memutuskan untuk mengurangi secara besar-besaran jumlah
karyawannya, karena salary yang besar tapi tidak menghasilkan banyak
bagi perusahaan, maka si bapak ini akhirnya ikut kena PHK. 

Ketika seseorang merasa sukses setelah ia mencapai tujuannya, maka ia
tidak lagi bekerja giat, tidak lagi antusias berkarya , tidak lagi
menciptakan inovasi-inovasi baru, maka semua itu dapat menjerumuskannya.
Sebaliknya, dengan menganggap bahwa sukses adalah suatu perjalanan, maka
seseorang akan terus berkarya dan menciptakan inovasi baru untuk
mencapai lebih banyak dan lebih baik bagi dirinya juga bagi orang lain.

Salam Sukses !!!

Yenni Chan

 

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :

 

http://www.beraniegagal.com

 

Salam Sukses,

M. Rian Rahardi

 

# KeuanganPribadi.Com <http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan> 

P  Please consider the environment before printing this email 

 


This email and any attachments are confidential and may also be privileged.  If 
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way 
use or rely on the information contained in this email or any attachments.  If 
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any 
attachments from your system.  Emails cannot be guaranteed to be secure or 
error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, 
lost, delayed, incomplete or amended.  Standard Chartered PLC and its 
subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any 
attachments and may monitor email traffic.

 

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under 
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, 
London, EC2V 7SB.

 

Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.

 

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
information on other jurisdictions.

Kirim email ke