Saudara Power…
Dalam kehidupan penuh
keindahan dan kegegelapan ini, banyak sekali fenomena-fenomena yang kita
temukan. Terkadang fikiran kita tidak mampu menjangkau, apakah itu kenyataan
atau hanya imajinasi. Selain itu juga, dunia nan fatamorgana diciptakan dengan
hukum-hukum pengaturan. Dimana hukum tersebut terus bergerak dan tak pernah
usai.
 
Mungkin kita sudah sering
mendengar ;
“Rajin
pangkal Pandai dan Hemat Pangkal Kaya”
“Berat sama
dipikul dan Ringan sama dijinjing”
 
Nasehat diatas, hampir setiap
hari diulang-ulang oleh guru. Bahkan didinding kelas tempat kita menggali ilmu
dulu, kalimat tersebut dengan gagah berdiri. Kini setelah kita dewasa. Kita
mulai mengenal tentang makna masa depan. Arti sebuah mimpi. Nasehat-nasehat
bijak baru, hadir disisi kita.
 
“Masa
depan dimiliki oleh mereka yang percaya kepada keindahan mimpinya.”
(Eleanor Roosevelt). 
”Jika
kamu tidak punya mimpi, bagaimana kamu bisa mewujudkannya?”
(Oscar Hammertein). 
"Jika
kamu dapat memimpikannya kamu pasti dapat mengerjakannya. Semua mimpi kita
dapat menjadi nyata jika kita mempunyai keberanian untuk mewujudkannya."
(Walt Disney).
 
Namun dalam pernjalanan menuju
istana impian. Tidak jarang kita mendengarkan kata-kata ;
 
“Berkata itu
lebih mudah daripada melakukan “
 
Kita tidak pernah tau, apakah
itu adalah kekecewaan atau itu hanyalah cara penghibur terhadap kehidupan.
Nasib yang dialami kurang beruntung. Proses yang tak sesuai harapan. Dan hasil
kurang membanggakan.
 
Sungguh susunan kata “Berkata
itu lebih mudah daripada melakukan “ membuat saya terdiam. Terdiam karena ingin 
meresapi dan tenggelam dari tuaian maknanya. Atau mungkin karena perkumpulan
abjad itulah, sehigga Perlakuan, tindakan, danpergerakan menjadi
sulit ? dan berkata memang mudah jadinya.
 
Saudara Power…
Mari sejenak kita berehat
sejenak dan menyegarkangudang memory, untuk memperhatikan kembali
kata-kata mereka.
“Keberhasilan
itu berawal dari keyakinan. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat
keyakinan,”
Gede Prama.
“Saya tidak pernah gagal, tapi saya menemukan 9.999
cara untuk menjadikan lampu pijar”
Thomas Alfa Edison.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang berbuat baik
untuk orang lain”
Hadits 
 
Perhatikanlah kembali, apa
yang mereka lakukan? Bagaimana hasil karya mereka ? dan apakah mereka melakukan 
dengan penuh kesusahan ? atau sebaliknya. Kalau kita pelajari ulang kisah
hidup yang mereka jalani. Kehidupannya ditempuh dengan penuh kebahagiaan.
Mereka dengan penuh semangat bekerja dan hasrat yang menggelora.
 
Bukankah sebenar nya sulit
bagi kita untuk berkata bahwa “sukses itu karena
keturunan ?” bukankah berat untuk berkata “ saya
terlahir untuk menjadi pecundang ?” semsetinya kita takut berkata “sukses milik 
orang tertentu”.
 
Saudara Power yang bijak ?
Mengapa kita menemukan
orang-orang disekitar kita yang masih belum bertindak ? dan Mengapa pula
orang-orang seperti Pak Mario Teguh, Gede Prama, Krisnamurti, Albert Einstein,
Abu Bakar, Henry ford, Umar bin Khatab, Mahatma Gandhi, Bunda Theresa, Sindarta
Gautama, Andrie wongso, Arifin Ilham, Aa Gym, Yusuf Mansur dan tokoh-tokoh
lain. menghasilkan kata-kata yang inspiratif ?
 
Mungkinkarena mereka
mudah untuk melakukan. Meskipun sebagai aktor bintang film Hongkong, Andrie
wongso terus menggulam beras dipundaknya. Meskipun dianggap siswa bermasalah,
Albert Einstein tetap menciptakan dan menghasilkan hukum relativitas. Meskipun 
dianggap
bodoh dan mencari mati dengan merawat penderita kusta. Bunda Theresa terus
mengobati dengan penuh cinta dan kasih sayang.
 
Bisa jadi, karena perlakuan,
tindakan dan pergerakan itulah. Sehingga menghasilkan makna terdalam dari
setiap bait terindah mereka.Barangkali, ini membuktikan bahwa ;
 
“ Melakukan
lebih mudah dari pada berkata”.
 Rahmadsyah
Certified Master NLP Practitioner 
www.trainer-tcc.blogspot.com


      

Kirim email ke