Sekedar berbagi....

 

Mau tahu cinta yang tulus...?? Cinta yang tulus adalah cinta seorang ibu
dengan anaknya. Tidak ada batasan, tidak ada pamrih, dilakukan dengan
penuh ikhlas sampai rela berkorban apapun kepada anaknya. Sementara
cinta yang lain, cinta suami ke istri atau sebaliknya bahkan cinta anak
ke orang tuanya, biasanya sich ada pamrih.

 

Jadi ndk salahkan, klu Ibu itu 3 kali dibandingkan bapak

 

Thank you

 

Ihsan 

"Love your environment, safe the world" 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of helmy kurniawan
Sent: Tuesday, January 27, 2009 8:37 AM
To: [email protected]
Subject: [BULK] Re: [Bicara] Re: FW: PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
Importance: Low

 

Saya sendiri tidak memahami (merasakan) seperti apa itu cinta tulus
itu... tapi saya dapat mengerti apa cinta tulus itu dari kutipan tulisan
seorang ulama besar Imam Ibnul Qoyyim Al-Zaujiyah:

"...di hati siapapun cinta yang tulus itu singgah, kita seharusnya
mengasihi pemilik hati itu. Sebab cinta tulus itu adalah perasaan yang
luhur... Dan sebab cinta adalah perasaan yang luhur, mengertilah kita
mengapa ia mendapat ruang yang sangat luas dalam Islam. Itu karena Islam
memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan oleh
orang-orang yang cinta sedang singgah di hatinya. Tak ada lelah... Tak
ada jarak..."

--- On Sat, 1/24/09, uni rani <[email protected]> wrote:

        From: uni rani <[email protected]>
        Subject: Re: [Bicara] Re: FW: PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
        To: [email protected]
        Date: Saturday, January 24, 2009, 4:49 PM

        Terima kasi sy diberi kesempatan untuk membaca kisah "perempuan
yang dicintai suamiku",
        betul-betul sangat menyentuh...
        Rima punya kesabaran luar biasa untuk dapat merubah hati
suaminya...
        namun berbeda dengan kisah saya sendiri,
        mungkin sy belum mengerti dengan makna cinta.. namun ingin
sekali rasanya berbagi cerita..
        
        suatu saat, orang yang sy cintai dan mencintai sy memiliki raut
wajah dan pancaran mata yang tidak seperti biasanya...
        dia yang biasanya begitu terbuka, berperilaku dan berkata-kata
penuh cinta, dalam beberapa hari ini menghabiskan waktu untuk berdiam
        pembicaraan diantara kami pun terjadi,
        ternyata dia sangaaaaat kangen dengan pacar lamanya,
        lalu tanpa disadari, dia cerita mengenai pacar lamanya mengalir
begitu indah,
        dia bercerita dengan mata yang berbinar, terlihat sekali kalau
dia mengagumi pacar lamanya.
        ternyata kenangan itu muncul kembali setelah sms dan telepon
yang dia terima malam kemarin,  dari pacar lamanya.
        ....
        mungkin seharusnya aku cemburu atau marah..
        namun, aku rasa aku sangat mencintainya
        sejak itu aku berfikir ulang mengenai hubungan kita,
        apakah aku betul-betul mencintainya,
        dan aku menjawab pada diriku "iya"
        iya, aku mencintainya karena kerendahan hatinya, jiwa sosialnya,
jiwa penyayangnya dan kecerdasannya.
        lalu aku memberanikan diri untuk mengirimkannya pesan pendek,
        "aku melihatmu bahagia ketika menceritakan pacar lamamu, dan aku
juga tahu dari ceritamu bahwa wanita itu meminta kembali padamu.
kembalilah padanya, aku ingin melihatmu bahagia, sebelumnya jarang
sekali aku melihatmu berbinar-binar seperti itu, aku menyayangimu. kamu
seorang dokter dan aku hanya wanita biasa yang penuh dengan kekurangan".
        hpku segera aku redupkan....
        .....
        mungkin banyak orang tidak memahami jalan fikiranku, namun aku
memilih jalan itu, hingga sekarang aku memilih untuk sendiri.
        
        
        
        
        

        2009/1/22 zamzamahmadnurzaman <jm_hn...@yahoo. com
<mailto:[email protected]> >

        Cerita yang manis, dari sudut yang sangat perempuan, 
        saya rasa saat ini pun banyak pernikahan yang dipertahankan atas
nama
        cinta, 
        bukan karena cinta suami kepada istri atau istri kepada suami,
        tetapi karena cinta kepada anak anak, keluarga besar, status
jabatan,
        kedudukan sosial dimasyarakat dan sebagainya. 
        galilah kembali alasan untuk menikah, 
        apakah kita menikah untuk membuat seseorang bahagia
        apakah kita menikah untuk membuat diri kita menjadi pemenang
        apakah kita menikah karena menjalankan kewajiban sebagai manusia
        ataukah kita memang menikah bukan untuk apapun kecuali menilai
        kedalaman cinta...
        
        dan apabila anda memilih untuk menikah dengan alasan yang
terakhir
        saya rasa anda adalah orang yang paling berbahagia.. .

         

 

 

Kirim email ke