maaf saya reply semoga bermanfaat, 
Dalam kamus bahasa asing ada istilah "beger mindo ", yaitu suatu
kondisi dimana seseorang memasuki fase puber kedua, dari sisi negatif
sering dikaitkan kalau hal tersebut membuat laki laki menjadi lebih
genit, lebih dandan, dan berusaha mencari cinta yang kedua, padahal
kalo secara psikologis dan kejiwaan hal tersebut wajar saja terjadi,
gini logikanya, ketika seorang laki laki menikah di usia 25-28 ( rata
rata ) maka ia meninggalkan semua kegiatan, teman dan hobby nya untuk
fokus pada satu tujuan, punya rumah, punya anak, ngisi rumah dan
membahagiakan keluarga, nah ketika si anak sudah mulai mandiri dan si
ayah tidak lagi bermain dengan anak anaknya, berarti itu di usia ke
sepuluh perkawinannya (35-38) mulailah si ayah mempunyai waktu untuk
dirinya, mulai aktif kembali berteman ( sosialisasi), mulailah
menyadari kalau kulit di mukanya sudah mulai kendor, badannya mulai
melar, untuk menambah rasa percaya dirinya, mulailah si ayah menjadi
pria metro, yang memperhatikan penampilan, baju, parfum, bahkan ke
salon bila perlu. dengan segala kemapanan,kebijaksanaan dan penampilan
yang dandy bukan mustahil sebenarnya bukanlah sang ayah yang mencari
cari seseorang untuk jadi WIL tapi justru kaum hawa lah yang mengejar
si ayah tersebut, ini bukan excuse ( permaafan ) bila memang akhirnya
terjadi hubungan tidak jelas atau tanpa status atau kasarnya lagi
selingkuh, tetapi pada saat usia inilah peran sang ibu di rumah ( yg
rupanya juga berubah sifat dari gadis manja menjadi mandiri{dingin})
lebih memperhatikan penampilan dan sikapnya kepada sang ayah, menjadi
teman mainnya atau bila perlu berlibur romantis yang lebih sering.
kadang hal aneh memang beberapa perempuan lebih senang memperhatikan 
tugas2nya dibanding suaminya sendiri..
dan lebih sering mencium anaknya dibanding suaminya sendiri. 

keep your love uni.


--- In [email protected], uni rani <uni.mahar...@...> wrote:
>
> Terima kasi sy diberi kesempatan untuk membaca kisah "perempuan yang
> dicintai suamiku",
> betul-betul sangat menyentuh...
> Rima punya kesabaran luar biasa untuk dapat merubah hati suaminya...
> namun berbeda dengan kisah saya sendiri,
> mungkin sy belum mengerti dengan makna cinta.. namun ingin sekali
rasanya
> berbagi cerita..
> 
> suatu saat, orang yang sy cintai dan mencintai sy memiliki raut
wajah dan
> pancaran mata yang tidak seperti biasanya...
> dia yang biasanya begitu terbuka, berperilaku dan berkata-kata penuh
cinta,
> dalam beberapa hari ini menghabiskan waktu untuk berdiam
> pembicaraan diantara kami pun terjadi,
> ternyata dia sangaaaaat kangen dengan pacar lamanya,
> lalu tanpa disadari, dia cerita mengenai pacar lamanya mengalir begitu
> indah,
> dia bercerita dengan mata yang berbinar, terlihat sekali kalau dia
mengagumi
> pacar lamanya.
> ternyata kenangan itu muncul kembali setelah sms dan telepon yang
dia terima
> malam kemarin,  dari pacar lamanya.
> ....
> mungkin seharusnya aku cemburu atau marah..
> namun, aku rasa aku sangat mencintainya
> sejak itu aku berfikir ulang mengenai hubungan kita,
> apakah aku betul-betul mencintainya,
> dan aku menjawab pada diriku "iya"
> iya, aku mencintainya karena kerendahan hatinya, jiwa sosialnya, jiwa
> penyayangnya dan kecerdasannya.
> lalu aku memberanikan diri untuk mengirimkannya pesan pendek,
> "aku melihatmu bahagia ketika menceritakan pacar lamamu, dan aku
juga tahu
> dari ceritamu bahwa wanita itu meminta kembali padamu. kembalilah
padanya,
> aku ingin melihatmu bahagia, sebelumnya jarang sekali aku melihatmu
> berbinar-binar seperti itu, aku menyayangimu. kamu seorang dokter
dan aku
> hanya wanita biasa yang penuh dengan kekurangan".
> hpku segera aku redupkan....
> .....
> mungkin banyak orang tidak memahami jalan fikiranku, namun aku
memilih jalan
> itu, hingga sekarang aku memilih untuk sendiri.
> 
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke