Kebiasaan lembaga  di Indonesia itu kalau mengadakan
kegiatan sosial biasanya  cuma memberi bantuan yang
tidak tuntas alias tidak menyelesaikan akar
masalahnya.  

Contohnya kalau mengadakan bakti sosial kesehatan,
mereka cuma pasang pengumuman tanggal sekian selama 3
atau 4 jam jam di alamat tertentu, akan diadakan acara
pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar.   Dan
hasil pemeriksaan itu biasanya sama saja, misal banyak
warga daerah kumuh kena penyakit batuk berapa puluh
orang,  kena kulit berapa puluh orang, dan semua
dikasih vitamin ama obat batuk / kulit.   Sekian orang
kena indikasi demam berdarah, dst nya.  Dan juga acara
bagi bagi sembako, beras 5 kg, minyak goreng 2 liter,
gula 1 kg, ikan asin sebanyak 100 paket misal nya. 

Bakti sosial pendidikan cuma mengumumkan misalnya akan
disediakan 40 beasiswa bagi anak SD,  20 beasiswa bagi
SMP, 10 beasiswa bagi SMU, dst nya.  

Ngak pernah mereka melakukan kegiatan yang lebih ke
akarnya, karena kegiatan itu mungkin akan membutuhkan
waktu lebih dari seminggu.  

Padahal kalau liat kondisi di masyarakat, kemaren aja
ada tetangga kena indikasi demam berdarah.   Dan ngak
ada yg nyemprot alias musti bayar.  Kalau diliat lagi
penyebabnya karena got got mampet, karena warga banyak
 yg sembarangan buang sampah ke got, tapi ngak mau
membersihkan got.  

Rasanya akan lebih bermaanfaat kalau ada lembaga yang
kegiatannya lain dari yang lain seperti :
Dari lembaga Binus pada hari Jumat - Sabtu ini dengan
koordinasi Pak RT bersama mahasiswa, akan mengadakan
acara kerja bakti mengeduk got sampai bersih di RT 01
sampai RT 10 di bawah wilayah RW 10 bersama masyarakat
dengan target per RT adalah 100 karung sampah.  Dan
setelah acara bersih bersih besoknya akan diadakan
pemeriksaan kesehatan dan bagi bagi sembako.  Dan bagi
pemuda pengangguran di RT tersebut ( misal yg biasa
jadi pengamen atau Mr. Cepek) yang ikut kerja bakti
selama 4 jam dengan pengawasan dari koordinator akan
diberikan upah kerja sekian (sekalian mengurangi
jumlah pengangguran di masa krisis sekarang). 

Tapi kan yg bikin acara seperti itu agak susah,
soalnya musti  bongkar bongkar warga punya jembatan di
atas got (soalnya program pemerintah aja yg kemaren di
lingkungan gue makan waktu sampai lebih 2 minggu cuma
ngeduk got, dan ada beberapa warga yang menolak
jembatan di atas got ke garasinya di bongkar dan
mereka bayar beberapa ratus ribu ke petugasnya, dan
petugasnya menerima lagi,  kalau yg ngak mau kasih ya
wajib dibongkar karena program pemerintah katanya,
walaupun nanti dibuatkan lagi jembatannya setelah
beberapa hari) :(.   Dan udah gitu musti menyediakan
truk sampah buat angkut karung karung sampahnya.   So
bukan bakti sosial yang bisa selesai dalam 3 atau 4
jam kegiatan seperti yg biasanya.   Dan lagi untuk
ngurus ijin nya ke pejabat berwenang kadang perlu
keluar beberapa lembar babeh lagi,  walaupun untuk
kepentingan dan kesehatan warga. 

Bakti sosial pendidikan misalnya bukan cuma bagi bagi
beasiswa, tapi juga merenovasi gedung sekolah. 
Renovasi juga bukan 1 hari selesai, tapi bisa lebih
dari 4 bulan. :D  Ada satu cerita nyata di koran
tentang renovasi gedung sekolah ini.  
Alkisah di suatu daerah ada seorang pengusaha, yang
karena sedang untung ingin membantu sekolah negeri di
sekitar tempat nya yang kelihatan udah mau roboh,  dan
dia langsung bilang ke  kepsek nya dia mau bantu renov
senilai katakan lah 100 jt.   Tentu kepsek nya senang.
   Tapi begitu mau di renov, tiba tiba si Boss itu
didatangi pejabat yg bilang mana IMB nya, karena yg
mau renov itu swasta, jadi perlu IMB, kalau hasil
tender negara ngak perlu IMB.  Akhirnya dia suruh si
kepsek utk urus sendiri, karena si Boss ngak mau dana
pembangunan yg sudah dianggarkan utk bayar biaya ini
itu lagi. Setelah berbulan bulan si Kepsek dipimpong
ke sana sini tapi ngak dapat ijin karena si Kepsek
ngak ada dana, akhirnya rencana renov itu tinggal
rencana doank.   Karena harga harga bangunan dah naik,
dan si Boss tetap aja ngak mau dana buat nyumbang
dipake buat biaya siluman urus perijinan, IMB, dst
nya.   Nah itulah kalau di Indo, orang mau berbakti
buat masyarakat aja, masih mau dimintain duit buat
diperas.  Bukan hanya investor asing aja yg diperas di
Imigrasi. Dan juga binusian yang balik dari luar
negeri yg diperas. 


--- sonic_dude75 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya setuju sekali dengan acara sosial peduli
> pendidikan. Gimana nih 
> koq nggak ada response atau dukungan dari rekan2
> alumni binus?
> 
> Mungkin lebih baik kalau ada penjelasan mengenai
> target yg akan 
> diberikan bantuannya.
> Siapa/organisasi/sekolah mana yg akan menjadi target
> bantuannya dan 
> sedikit riwayat mengenai kenapa dipilih menjadi
> target.
> Ada yg punya ide???
> 
> Salam,
> AL
> 
> --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > Teman-teman
> > 
> > saya sangat ingin mengajak teman-teman ikut serta
> dalam acara 
> sosial 
> > (tidak bersifat memaksa).
> > 
> > Saat ini saya mau cari sponsor,... siapa tahu dari
> teman-teman 
> sekalian 
> > dari kantor or dari kenalan yang dapat membantu
> terselenggaranya 
> acara 
> > ini.
> > 
> > Topiknya adalah "Alumni Bina Nusantara Peduli
> Pendidikan"
> > 
> > Ada 2 kegiatan :
> > 1. Berupa Sumbangan sukarela
> > 2. Penjualan  merchandise yang dibuat oleh kita
> semua beserta 
> sponsor yang 
> > nanti hasilnya beberapa % disumbangkan ,..... 
> (dapat juga nanti 
> di acara 
> > Lustrum dijual untuk masyarakat luas)
> > 
> > Hal ini adalah wujud peduli,.... dari kita sebagai
> anak Bangsa dan 
> juga 
> > peran serta dari Alumni Bina Nusantara 
> > saya ingin sekali merealisasikan hal ini,....
> karena kita semua 
> dapat 
> > mengenyam pendidikan walau mungkin dulu dengan
> penuh perjuangan, 
> tapi kita 
> > sudah memperolehnya.
> > 
> > Bangsa ini dapat maju, dengan masyarakat yang
> berpendidikan. 
> Memang 
> > sumbangsih kita tidak banyak karena masyarakat di
> Indonesia sangat 
> banyak, 
> > namun dengan memulai yang sedikit semoga dapat
> berkembang.
> > 
> > Sponsor yang saat ini yang akan saya cari :
> > 1. Media promosi (televisi or radio)
> > 2. Benetton or U2 ,..... atau yang lain
> > 3.......dll,...................................
> > 
> > Semua kita lakukan dengan transparan,........
> bahkan kalau mungkin 
> dari 
> > teman-teman sekalian ada yang
> bersedia,.....membantu support dalam 
> > pelaksanaannya. 
> > 
> > 
> > Sekali lagi,.. mohon dukungan dan informasi dari
> teman-teman 
> sekalian,....
> > Silahkan memberi masukan,..... 
> > Terima kasih
> > 
> > 
> > 
> > Salam,
> > Intan
> >  
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 



        
                
__________________________________ 
Yahoo! for Good - Make a difference this year. 
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/iEagnA/LpQLAA/HwKMAA/wf.olB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*

Owner dan Moderator mengucapkan

Selamat Hari Natal & Tahun Baru 2006
bagi yang merayakannya

*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*


BinusNet founded on Dec 28, 1998

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke