well. gini nih ceritanya. aku hanya urus klien yang minta multiple cameras, 
dan klien yang ini cuma minta satu video dan satu foto,
sehingga bukan aku yang tangani.

2 hari sebelum hari H nya dia ( sorry, lupa namanya ), dia call ke kantor 
siluwed, dan saat itu kita masih tutup karena BANJIR.
sebenarnya udah surut di kelapa gading, tapi sebagian besar anggota team 
siluwed, rumahnya belepotan dan butuh waktu untuk diberesin.
sehingga kita masih tutup. cuma office boy yang angkat telepon. so, office 
boy ku kasih nomor telepon hp ku.

si klien ini nanya dengan ketus banget, besok lusa team kamu jadi datang 
nggak?! jadi response ku adalah, kenapa marah marah?
ada apa sebenarnya? bisa tolong diceritakan nggak? dia jawab : tanya aja tuh 
sama anak buah kamu!!! so, aku minta dia matikan
teleponnya dulu, aku mau tanya project managerku. setiap masalah punya 2 
sisi koin yang berbeda, nah masalahnya si klien ini
nggak mau pusing untuk menceritakan sisi koinnya dia. so aku call project 
managerku.

ceritanya gini : si klien ini minta kita datang ke rumah dia untuk teknikal 
meeting. which was not possible. sebab lagi banjir.
project managerku nge kost di kelapa gading, dan itu pun dia baru aja 
berenang untuk tembus balik ke rumah orang tuanya di tanah
abang. nah, si klien ini, rumahnya kita ketahui juga di spot yang lagi 
banjir. so, project managerku minta supaya skedul acara di fax
aja, sebab keadaan tidak memungkinkan. tapi yang bersangkutan malah marah 
marah; "tau nggak wartelnya lagi banjir sepaha? gimana
caranya nge fax??!!"

dengan response demikian, sudah jelas memang di tempat si klien memang lagi 
banjir. project managerku nggak menemukan solusi. dia juga
jadi bete karena si klien bisanya marah marah terus.

so, aku call lagi si klien ini. gak ingat detilnya, tapi pada dasarnya aku 
minta sama dia untuk tidak marah marah dulu. sebab aku nggak
akan mau melayani orang yang kerjaannya marah marah terus. wedding day 
adalah hari bahagia, dan team ku cuma bisa kerja dengan baik
kalo suasananya juga enak. kalo belum apa apa dimarahi terus untuk suatu 
force majeure, saya katakan pada dia, mending lebih baik
team ku gak datang aja. AKU HARUS MELINDUNGI TEAMKU DARI KLIEN KAYAK GINI. 
MESKIPUN SILUWED ADALAH PERUSAHAAN BARU, AKU NGGAK
AKAN BIARKAN KLIEN MENGINJAK INJAK ANAK BUAH KU SEENAK KENTUT. aku tegaskan 
sama dia sekali lagi, kalau si klien masih marah marah juga,
ya saya kembalikan aja uang mukanya. ngapain kita layani orang yang gak 
senang dilayani?

perlu diketahui ada 3 klien yang pestanya, mestinya di saat banjir. 2 batal, 
mereka maklum, dan satu masih kami layani meskipun dalam keadaan
darurat cuma menggunakan kamera genggam. saat itu kantor kami benar benar 
unreachable; untungnya ada 2 anggota team yang rumahnya nggak
kena banjir.

surat si klien di kompas sangat gak masuk akal, dan aku katakan sebagai 
fitnah. kenapa? logika aja. mana mungkin kita memperlakukan
klien dengan kasar? ini bisnis, gak mungkin kita segoblok itu dalam melayani 
orang. kemudian, yang bersangkutan tidak menulis
apapun mengenai BANJIR, sehingga tulisan di kompas itu benar benar sepihak.

sorry yah, aku nggak akan mau melayani klien macam gini. nggak sudi sama 
sekali. silahkan kalo dia mau nuntut.

_________________________________________________________________
Get a FREE Web site, company branded e-mail and more from Microsoft Office 
Live! http://clk.atdmt.com/MRT/go/mcrssaub0050001411mrt/direct/01/

Kirim email ke