Kalau menurut saya, ini salah teman Anda sendiri juga. Bisa dibilang mereka yang ikutan seperti itu karena tamak/greedy.
Hukum investasi itu cukup sederhana, resiko seimbang dengan keuntungan. Kita tidak bisa menghapus resiko, tapi kita bisa mengurangi resiko ini sampai ke batas yang bisa diterima. Batas ini berbeda-beda untuk tiap individu. Kalau mau ikutan seperti Drexel, atau SwissCash, memang keuntungannya cukup tinggi, bisa 25% sampai 300% setahun. Tapi resiko-nya bisa rugi 100% (alias uang habis semua). Tidak semua orang yang ikutan Drexel atau SwissCash kehilangan uangnya. Sebagian orang yang ikut pada waktu awal, dan berhenti, mereka mendapatkan uangnya berlipat. Tapi tentu saja ini jumlahnya relatif kecil. Sebagian besar menanamkan kembali uangnya dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar lagi. Foolish fellow... Kalau ada yang tanya ke saya, sebaiknya ikut atau tidak program seperti ini, saya selalu bilang, asal Anda bersedia kehilangan semua uangnya, ya silakan saja. Consider gambling. Sebetulnya daripada ikutan seperti itu, ya mendingan ke Vegas, play roulette or something. At least kalau menang sudah pasti dapat uangnya :) Tapi ini juga tidak bisa dibandingkan dengan mutual fund (sama ngga ya dengan Reksadana?). Mutual fund biasanya mengurangi resiko investasi dengan membaginya ke berbagai saham dan obligasi. Tapi karena pembagian ini, otomatis untungnya juga tidak sebesar saham individu. Tapi bagusnya mutual fund, biasanya mereka mengikuti lajur inflasi (growth rate). Jadi historically, mereka lebih menguntungkan dibandingkan investasi di bank. Usahakan mengikuti yang index-fund, karena biasanya management-fee-nya paling kecil, dan historically mengalahkan 80% heavily managed fund. (Kecuali Anda punya kenalan, atau punya uang cukup untuk membeli saham Berkshire fund). KOkon. On 8/23/07, rini tansatrisni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju banget.. contoh nyata deh... temen gw tahun lalu ikut invest saham di > Dresel USD 50.000, 4 bulan kemudian Dresselnya bangkrut.. padahal itu uang > untuk sekolah anaknya... katanya mau di urus, sekarang aja dah 2x ganti > International Lawyer... tapi nasib uang nya masih terkatung - katung.. > padahal dulu janjinya diatas bunga bank banget bunganya.. ampe 28% pertahun > atau perbulan ya.. lupa deh.. yang jelas janjinya emang muluk - muluk banget > bikin orang ngiler.. tadinya sih mau ikutan juga.. tapi untung aja ngak > jadi... > > Semetara temen gw cuma bisa nangis, ya.. mau bilang apa... yang kena masalah > juga bukan cuma dia, bahkan banyak pejabat juga yang uangnya tenggelem di > Dressel.. termasuk salah satu pengacara kondang.. ya.. bisa di bayangin aja.. > Dressel yang kelasnya internasional aja, bisa bangkrut.. gimana yang lokal... > jadi mendingan jangan mimpi dapat uang beranak pinak deh daripada yang ada > juga ilang
