Sebenarnya sih simple.   BPOM harusnya secara random
misal 2 bulan sekali ambil sampel secara acak di
setiap kota (beli produk di pasar tradisional secara
acak dari minimal 15 pasar),  terus itu yang diuji.   

Cuman masalahnya seperti pernah dibilang pejabat BPOM,
 kagak ada dana operasional.  

Seperti juga waktu beras berklorin rame sampe sekarang
itu..  Secara informal waktu ketemuan ada salah satu
peneliti bilang ..  Sebenarnya beras yang aman klorin
itu waktu di test cuman yang di Bali doank..   Katanya
sih karena pedagang disana diharuskan jual dari produk
Banjar di Bali sana mulai dari hotel,  pasar, dan yang
jualan.    Jadi aman dari klorin..  Kalo yg di Jawa
sih katanya hasil test nya di berbagai kota 
berklorin..  Cuman ngak dipublikasikan ajaahh.. 
Soalnya kan seperti iklan di TV-TV  itu..  Masih jadi
peneliti belum boleh ngomong.. :D

Kira kira gimana yach cara BPOM SG  / Federal Drug &
Food Administration mengamankan pasokan makanan di
negara sono?  Mungkin Binusian di sana bisa cerit
cerita dikit.. ??

--- Sudiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya penasaran dengan statement terakhir:
> "Pada saat mendaftarkan merek, produsen telah
> memenuhi standar. Tetapi setelah izin keluar, mereka
> melanggar ketentuan tersebut,"
> 
> Sebenarnya bagaimana cara yg efektif untuk mengawasi
> kandungan kimia dalam sebuah produk obat/makanan yg
> beredar, kalau ternyata waktu didaftarkan ke BPOM
> sudah memenuhi syarat, tapi kemudian waktu produksi
> di pabrik ternyata kandungannya tidak sesuai dengan
> yg didaftarkan di BPOM dulu? Bahkan mungkin tidak
> sesuai dengan yg tertera di kemasan?
> 
> Kan tidak mungkin kalau BPOM harus setiap saat
> menguji zat yg terkandung dalam setiap produk yg
> beredar.
> 
> Mohon pencerahannya,
> yono
> 
> ----- Original Message ----
> From: Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, August 31, 2007 2:37:13 PM
> Subject: [BinusNet]  Makanan formalin lagi
> 
> Di Hypermarket aja masih ada sampe akhir agustus
> 2007.
>   Gimana dengan di pasar pasar,.. :(
> Mulai dari makanan  boraks, formalin, pemutih
> clorin,
> dsbnya. 
> 
> Gak heran makin banyak Binusian di Indo yang bisa
> kena
> kanker, dan penyakit aneh aneh.. :(
> 
> 
>
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/30/time/165536/idnews/823872/idkanal/10
> 
> Makanan Berformalin Disita dari Carrefour Duta
> Merlin
> Nala Edwin - detikcom
> 
> 
> -- cut --
> 
> 
> 
> 
> 
>        
>
____________________________________________________________________________________
> Choose the right car based on your needs.  Check out
> Yahoo! Autos new Car Finder tool.
> http://autos.yahoo.com/carfinder/
> 



      
____________________________________________________________________________________
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the 
Yahoo! Auto Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/ 

Kirim email ke