Kalau menurut saya sih, orang2 kaya gini mendingan tembak mampus di tempat 
aja...baru umur segitu lagaknya kaya jagoan aja, gedenya mau jadi apa ??  
Paling2 mirip kaya jaman2 waktu SMA aja, jadi preman, ato jadi tukang 
todong...Nga ada gunanya mereka hidup lama2, hanya akan meresahkan masyarakat 
aja...basmi aja dari skrg, biar jadi pelajaran bagi yang lain juga...Kalo nga 
dikasih pelajaran yang "keras", pasti mereka akan tetap berani untuk mengulangi 
ulah2nya itu...
Hal (tembak mati di tempat) ini juga harusnya dilakukan ke geng2 motor di 
Bandung yang skrg sudah meresahkan banyak orang itu...Geng yang kerjanya hanya 
mengganggu n meresahkan masyarakat itu harusnya dibabat habis, jangan diadili 
bahkan diampuni.  Mereka sendiri dengan mudahnya berbuat kejahatan tanpa kenal 
belas kasihan lagi...Seperti yang diberitakan di televisi, ada orang yang 
sedang naik motor dan kebetulan berpapasan dengan geng motor itu, tiba2 
tangannya disabet samurai sampe buntung...dan sekarang orang itu jadi tidak 
bisa kerja lagi karena tangannya sudah buntung begitu...
Aduh, anak2 jaman sekarang koq jadi pada gitu semua yah...mau jadi apa 
Indonesia ini kalo anak2 muda yang sebagai generasi penerusnya kaya begitu ?  
Pemerintah sudah seharusnya bertindak sangat2 tegas mengenai hal2 seperti ini.
Saya mohon maaf apabila pendapat saya ini terdengar agak keras ato ekstrim, 
karena hal itulah yang menurut saya paling cocok dilakukan untuk mereka.

Thanks & regards,

Raymond


  ----- Original Message ----- 
  From: Masabi Masabi 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, November 12, 2007 11:03 AM
  Subject: [BinusNet] Kekerasan di Sekolah Menahun


  Kalau kasus yang sering terjadi di kalangan pelajar
  ini gimana menurut Binusian... 

  Ternyata tidak hanya di IPDN dan lulusannya yang
  bertugas sebagai pamong, di Sekolah negeri unggulan
  pun udah banyak pemerasannnya terhadap junior junior
  nya sampe ada beberapa siswa pada patah tulang.. 

  Belum lagi kalau gue tiap siang lagi jalan, di halte
  halte tertentu suka liat segerombolan sergama putih
  abu abu bawa kayu.. gesper... yang kata sopir sih
  kalau ketemu siswa sekolah lain biasanya dipalak atau
  di pukul... 

  Mudah mudahan di Binus sekarang ngak ada genk-genk
  kayak di SMU SMU di jabotabek yach.. Kalau ngak
  dijaga bukan ngak mungkin lulus SMU masuk BInus bisa
  bikin genk juga di Binus.. 

  http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0711/12/metro/3985145.htm

  Kekerasan di Sekolah Menahun 
  Harus Ada Gerakan Moral Memberantas "Bullying"

  Jakarta, Kompas - Kekerasan di sekolah-sekolah
  diperkirakan telah meluas dan terpendam selama puluhan
  tahun terakhir, tetapi tidak dianggap sebagai masalah
  serius. Kekerasan telah menjadi subkultur di kalangan
  remaja dan kian terorganisasi. Pemerintah harus segera
  turun tangan lebih serius. 

  "Di SMA 70, misalnya, tempat anak saya sekolah saat
  ini, bullying masih terus terjadi. Dan, itu
  dilestarikan dari angkatan ke angkatan selama 30 tahun
  terakhir. Sekolah harus tegas, pemerintah harus turun
  tangan. Harus ada gerakan moral yang luas memerangi
  ini. Remaja ini nanti yang akan menjadi pemimpin
  negeri, bagaimana kalau kualitasnya seperti itu?" ujar
  Evita, orangtua dari seorang siswa SMA 70 Jakarta,
  yang juga menjadi korban bullying . 

  Evita menuturkan, sejak mengetahui praktik bullying di
  SMA 70, dirinya mengumpulkan informasi dan riset
  kecil-kecilan. Evita juga selalu memantau kondisi
  anaknya. 

  Menurut Evita, pihak sekolah, pemerintah, dan aparat
  penegak hukum selama ini tidak pernah tegas membasmi
  praktik kekerasan terselubung di sekolah. 

  Sementara itu, seperti diberitakan kemarin, siswa
  kelas X SMA 34 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Muhammad
  Fadhil Harkaputra Sirath (15), melaporkan peristiwa
  kekerasan mental dan fisik yang dialaminya ke
  Kepolisian Sektor Cilandak, Jakarta Selatan. Minggu
  (11/11) kemarin Fadhil ditemani ayahnya, Herry S
  Sirath, menyerahkan hasil visum ke kepolisian. 

  Fadhil menderita keretakan parah pada tulang di tangan
  kiri dan luka karena sundutan rokok di lengan kiri. Ia
  bercerita, peristiwa pemukulan yang menyebabkannya
  terluka itu terjadi pada Agustus 2007. Para siswa
  senior kelas XII SMA 34 yang tergabung dalam geng
  Gazper memaksanya berduel di suatu tanah kosong di
  kompleks Bukit Cinere Indah, Limo, Depok. 

  Menurut Fadhil, ketika awal dibentuk, geng tersebut
  bernama Rezteam. Fadhil kurang mengetahui ihwal
  perubahan nama tersebut. Geng Gazper saat ini
  beranggotakan sekira 250 siswa dari kelas X hingga
  XII. 

  Kepala Sekolah SMA 34 Ahmad Mukri, ketika dihubungi
  Kompas, berjanji akan menindak tegas geng Gazper
  tersebut. Namun, Ahmad mengaku, sebelum kasus Fadhil,
  ia tidak pernah mengetahui praktik bullying dan
  pemerasan di sekolahnya. 

  Alumnus SMA Negeri 34 Jakarta, Baskara (18), yang
  kuliah di Universitas Indonesia, merasa kecewa atas
  ulah adik kelasnya yang mempermalukan nama sekolah. 

  "Mereka itu goblok kalau kata saya. Sebelum-sebelumnya
  nggak pernah terjadi seperti ini. Baru angkatan yang
  sekarang aja yang bikin ulah," ujar Baskara kemarin di
  depan pintu gerbang SMA 34 Jakarta bersama sekitar 15
  alumnus lainnya. (SF/A02) 

  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke