Kelihatannya usul yang bagus, tapi kok bikin takut kalau di terapin di indonesia.
Bayangin tunjangan yang mestinya diterima malah di korup habis-habisan. > To: [email protected] > From: [EMAIL PROTECTED] > Date: Mon, 12 May 2008 10:29:23 -0700 > Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > > well...cuma ada satu cara...kurangin jumlah penduduk > > Tiap keluarga cuma diperbolehkan punya satu anak, setelah melahirkan anak > pertama si Ibu akan diberikan tanda/blacklist supaya gak boleh punya anak > kedua...kalo nekat yah punya anak 2 yah didenda miliaran rupiah atau > penjara.Kalo masih memikirkan anak pemberian Tuhan yah situasi dunia gak > bakalan selesai....global warming diakibatkan oleh jumlah penduduk dunia , > lowongan pekerjaan kurang, binatang banyak yg terancam punah dan food suply > yg berkurang serta pemakaian minyak semakin meningkat seiring jmlh penduduk > yg bertambah....Bayangin kalo penduduk dikurangin setengah yah gak bakalan > bnyk pengangguran dan hidup masih bisa makmur. > > Keluarga yg gak punya anak akan diberikan reward atau tunjangan sosial yg > besar.... > Mgkn banyak yg gak setuju tapi ini salah satu solusi.... > > > Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah kok laporan kompas sering bertolak belakang sama statistik > jumlah pengangguran dan orang miskin yang tiap tahun selalu berkurang.. :D > > menurut binusian yang mana yang lebih bener yach ? > > statistik yagn diumumkan ama menteri tiap tahun.. ato laporan kompas ??? > > kalau orang kategory nganggur dan miskin sekarnag ada sekitar 36 jt.. menurut > statistik.. dan ditambah 15 juta yang baru.. berarti dari 200 jt penduduk ada > lebih dari 55 jt orang miskin.. (25%) gimana peran serta binusian dalam > mengentaskan kemiskinan?? apa yang bisa dilakukan.. > > misalnya dengan beramai ramai kerja ke SG, dan amrik buat bantu devisa dalam > negeri.. > > any idea?? > > http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/08/0020578/bisa.ada.1568.juta.orang.miskin.baru > > Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > Pemerintah Berusaha Keras Kurangi Tekanan APBN > Kamis, 8 Mei 2008 | 00:20 WIB > Jakarta, Kompas - Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi > memperkirakan, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan > orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. > > Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah orang miskin se-Indonesia adalah > 16,85 persen dari total populasi atau sekitar 36,8 juta jiwa. > > Berdasarkan simulasi yang dibuat, kenaikan harga BBM 30 persen juga > mengakibatkan tambahan inflasi sebesar 26,94 persen. Selain memperhitungkan > harga BBM, simulasi itu juga memasukkan komponen produk domestik bruto, > penerimaan dan pengeluaran pemerintah, defisit anggaran, investasi, dan > ekspor. > > �Memang angka ini terlihat sangat besar, tetapi kalau dilihat dari realitas > kenaikan harga barang, memang lebih tinggi,� ujar Direktur Eksekutif > Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto di > Jakarta, Rabu (7/5). > > Menurut Pri Agung, untuk kenaikan harga BBM sebesar 30 persen, kompensasi > yang harus diterima masyarakat minimal Rp 168.000. Sementara itu, pemerintah > berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 100.000 per > bulan kepada 19,1 keluarga miskin begitu harga BBM dinaikkan. Selain itu, > pemerintah juga memberikan bantuan komoditas pangan berupa minyak goreng dan > gula. Bantuan ini akan berlangsung setidaknya selama satu tahun. > > Pri Agung menambahkan, kalau rata-rata harga minyak naik sampai 105 dollar AS > per barrel, pemerintah masih bisa menekan defisit anggaran dengan mengurangi > marjin keuntungan dan biaya pendistribusian (alpha) Pertamina maupun > mengurangi belanja pembangunan. �Menurunkan alpha dari 9,5 persen menjadi 5 > persen, subsidi energi bisa dihemat sekitar Rp 9,5 triliun,� ujar Pri Agung. > > Inflasi langsung turun > > Pengamat ekonomi Chatib Basri memperkirakan, begitu harga BBM naik 30 persen, > inflasi bisa naik sampai 3 persen pada bulan tersebut. �Tapi, inflasi > langsung turun pada bulan berikutnya karena konsumsi BBM biasanya langsung > turun. Kalau konsumsi turun, impor BBM juga berkurang. Inflasi juga bisa > ditekan lagi bila pemerintah melakukan program stabilisasi harga pangan,� > kata Chatib. > > Jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM pada Maret 2005 yang juga 30 > persen, dampak terhadap inflasi akibat kenaikan harga BBM tahun ini akan > lebih tinggi karena porsi premium dalam kenaikan lebih besar. > > Berbagai penghematan > > Sebelumnya, pemerintah sudah menegaskan bahwa selain menaikkan harga BBM, > berbagai upaya untuk mengurangi tekanan terhadap APBN juga akan dilanjutkan. > Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyaluran dana bagi hasil > migas akan dibatasi agar sesuai dengan pagu, pembatasan volume BBM dengan > kartu kendali dilanjutkan, serta tagihan listrik di departemen dan instansi > akan dijatah. Penghematan dari tagihan listrik ditargetkan mencapai 30 persen. > > Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono mengatakan, inpres > penghematan energi yang akan segera dikeluarkan memuat sanksi yang tegas > tidak hanya kepada instansi pemerintah, tetapi juga pelanggan swasta. > �Pelanggan besar di atas 6.600 VA yang boros akan dikenai tarif > nonsubsidi,� kata Purwono. > > Dipertanyakan > > Di Bandung, pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Ina Primiana, > mempertanyakan efektivitas BLT. Program BLT hanya sebagai penanggulangan > jangka pendek yang tidak menyelesaikan akar permasalahan. > > �BLT itu hanya mampu merambah masyarakat miskin selama satu tahun ke depan. > Padahal, kenaikan harga BBM hingga 30 persen ini menyebabkan daya beli > masyarakat semakin rendah sehingga uang BLT itu tidak ada artinya,� ujar > Ina. > > Menurut Ina, kenaikan harga BBM tidak hanya memukul masyarakat kecil dan > menengah, tetapi juga sektor dunia usaha, sedangkan pemberian BLT hanya > menanggulangi sesaat kesulitan masyarakat miskin saja. > > �Pemerintah seharusnya menyadari bahwa kenaikan ini memukul dunia usaha > yang hitungannya baru berdiri dari pukulan kenaikan harga BBM pada 2005,� > kata Ina. Maka, seharusnya pemerintah dapat lebih arif menanggulangi masalah > kenaikan harga BBM dunia dengan membentuk suatu program ekonomi jangka > panjang atau menengah. > > Ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi kembali kebijakan dan proyek > pemerintah yang kurang efisien. Dengan demikian, penghematan tidak dilakukan > melalui pencabutan subsidi BBM. �Dana hasil efisiensi proyek dan kebijakan > dapat dialihkan untuk menjaga kestabilan harga BBM sehingga sektor usaha yang > baru berdiri dapat tumbuh,� kata Ina. > > Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengemukakan, kenaikan harga BBM hanya > merupakan jalan pintas pemerintah untuk melepaskan diri dari beban keuangan > negara. Namun, kebijakan tersebut menuai dampak buruk yang melemahkan daya > beli masyarakat, meningkatkan kemiskinan, dan memukul sektor usaha. > > Menurut Ichsanuddin, ada sejumlah kebijakan alternatif yang dapat ditempuh > untuk menyelamatkan ekonomi, antara lain mengurangi alokasi pembayaran pokok > dan bunga utang melalui penjadwalan kembali pembayaran utang luar negeri, > seperti yang dilakukan Argentina dan Brasil, serta restrukturisasi utang > dalam negeri dan pemangkasan biaya pengadaan BBM. (yop/nit/A15/MDN/ > LAS/ACI/DOT/lkt) > > __________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > "We cannot all do great things.But we can do small things > with great love." - Mother Teresa > --------------------------------------------------------- > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar > > Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] > Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all [Non-text portions of this message have been removed]
