He eh sih...semua ada benernya... Atau klo menurut g lebih baiknya adalah 
seperti ini, punya anak sesuai dengan kemampuan. Sekarang teman-teman bisa 
perhatiin kan di Indonesia. Keluarga yang punya anak lebih dari dua banyakan 
dari keluarga yang bagaimana? Boleh di bilang malah keluarga yang kehidupan 
ekonominya termasuk ekonomi atas rata-rata hanya punya anak maksimal 3. Justru 
yang kurang mampu kadang punya anak lebih dari 3. Kenyataan loh, di lingkungan 
rumah g di daerah sono kehidupan ekonominya bercampur kentara banget yang 
kurang mampu malah terus punya anak lagi, punya anak lagi. Dan yang kadang 
menjadi persoalan karena banyaknya masyarakat kan karena ketidakberdayaan 
SDMnya. Makan gak cukup, sekolah nggak, gede mau jadi apa. Tapi ya fren, di 
Indonesia sih g rasa susah deh mo diperbaiki sistem turun temurun kek gini.

 Tiw² ~






----- Original Message ----
From: william lou <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 20, 2008 8:58:18 AM
Subject: Re: [BinusNet]  Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru


Maksud dari satu keluarga punya anak satu yah kalo emang ada kecelakaan atau 
apa yah diperbolehkan mempunyai anak lagi sebagai replacement. ...
Gue tau bahwa bnyk yg sayang ama anak tapi utk mengatasi persoalan penduduk 
dunia ini kita semua mesti hilangin rasa egoisme dan menurut gue sptnya gak 
mungkin banget deh...
Jgn lupa bahwa masa depan generasi anak and cucu kita dlm keadaan kritis, 
persediaan sumber minyak alam yg menipis sedangkan terobosan teknologi msh jauh 
dari memuaskan.Global warming mulai mengakibatkan bnyk bencana alam dimana2.
Bayangin alam yg memanas dan es dikutub mencair,bnyk pulau yg tenggelam dan 
manusia semakin bnyk ,persediaan makanan yg berkurang... .yg ngerasain yah kita 
semua dan bagaimana ama generasi anak2 kita dan cucu2 kita nantinya....
Membuka lapangan pekerjaan juga bukan segampang yg diperkirakan. ...
contoh, Anda buka perusahaan dibidang makanan, otomatis perlu bahan dasar dan 
lain2 donk sedangkan sumber daya alam semakin berkurang dan permintaan semakin 
bertambah seiring dgn pertumbuhan penduduk.... lama kelamaan efeknya akan 
dirasakan oleh generasi mendatang... .sorry bhs indo gue agak kacau abis lama 
jarang dipake sih..

Tiw Tiw <tiw_tiw_united@ yahoo.com> wrote:
Yup, g setuju banget ama Evy. Biarpun g blom merit n blom punya anak yah. Cman 
yah amit2 mikirin bakal ada accident. Cman mikirnya satu anak terlalu sepi. Ada 
bagusnya punya anak lebih sih asal jgn kebanyakan. Karena gak ada yang bisa 
jamin anak satu2nya pasti akan bahagiain ortu. Klo masalah kerja, yah g setuju 
banget ama Evy, be creative person, jangan cman nunggu aja. Tp pinter menggali 
dan menciptakan peluang.

Tiw² ~

----- Original Message ----
From: Evy Aprilina <vivianlilianku@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Monday, May 19, 2008 12:49:08 PM
Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru

1)
Wah ga setuju sih kalo anak cuma boleh satu.Dua masih oke lah.
Kalo anak cuma satu,terus tahu-tahu si anak kecelakaan terus meninggal, ga 
punya anak lagi dong :-(.
Bagi yang udah punya anak,mungkin dah ngerasain kalo anak tuh
sumber kebahagian teee...rrbesar. Uang ato tunjangan ga ada yang bisa gantiin 
rasa bahagianya
dipeluk dan dicium anak! Mungkin lebih pas kalo punya anak ke 2 ada 
syaratnya.Musti
pendapatan perkapita sekian,punya asuransi ec..etc...pokoknya bisa menjamin 
kalo ortu tuh
akan maintain anak2nya agar jadi orang terdidik dan tidak nganggur.
2)
Lowongan pekerjaan kurang?Tumbuhkan jiwa wiraswasta Anda.Jangan mengandalkan 
mencari pekerjaan
tetapi ciptakanlah lapangan pekerjaan.Sebelum menjalani sih biasanya takut, 
tapi setelah dijalani
enjoy loh!Kendali ada di tangan kita..
3)
Education tentang lingkungan hidup harus sangat-sangat- sangat 
gencar.Pemanfaatan media massa
untuk kampanye ini menurut saya sangat kurang.Mulailah dengan diri sendiri dan 
lingkungan
sekitar Anda.Saya sendiri kemarin melihat karyawan saya melempar kulit kacang 
ke depan toko,marah
besar lah saya.Suruh ambil kulit kacang itu taruh di tempat yang bener.Contoh 
kecil.
Aduh masih banyak isi kepala kalo mau dituangkan nanti saya kelamaan ngetik 
nggak kerja2...hehe.
Sekedar sharing. Thanks.
----- Original Message ----
From: Agus Irawan <agusirawan@ hotmail. com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Tuesday, May 13, 2008 9:09:41 AM
Subject: RE: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru

Kelihatannya usul yang bagus, tapi kok bikin takut kalau di terapin di 
indonesia. 

Bayangin tunjangan yang mestinya diterima malah di korup habis-habisan. 

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com 
> From: williammonx@ yahoo.com 
> Date: Mon, 12 May 2008 10:29:23 -0700 
> Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru 
> 
> well...cuma ada satu cara...kurangin jumlah penduduk 
> 
> Tiap keluarga cuma diperbolehkan punya satu anak, setelah melahirkan anak 
> pertama si Ibu akan diberikan tanda/blacklist supaya gak boleh punya anak 
> kedua...kalo nekat yah punya anak 2 yah didenda miliaran rupiah atau 
> penjara.Kalo masih memikirkan anak pemberian Tuhan yah situasi dunia gak 
> bakalan selesai....global warming diakibatkan oleh jumlah penduduk dunia , 
> lowongan pekerjaan kurang, binatang banyak yg terancam punah dan food suply 
> yg berkurang serta pemakaian minyak semakin meningkat seiring jmlh penduduk 
> yg bertambah... .Bayangin kalo penduduk dikurangin setengah yah gak bakalan 
> bnyk pengangguran dan hidup masih bisa makmur. 
> 
> Keluarga yg gak punya anak akan diberikan reward atau tunjangan sosial yg 
> besar.... 
> Mgkn banyak yg gak setuju tapi ini salah satu solusi.... 
> 
> 
> Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 
> Wah kok laporan kompas sering bertolak belakang sama statistik jumlah 
> pengangguran dan orang miskin yang tiap tahun selalu berkurang.. :D 
> 
> menurut binusian yang mana yang lebih bener yach ? 
> 
> statistik yagn diumumkan ama menteri tiap tahun.. ato laporan kompas ??? 
> 
> kalau orang kategory nganggur dan miskin sekarnag ada sekitar 36 jt.. menurut 
> statistik.. dan ditambah 15 juta yang baru.. berarti dari 200 jt penduduk ada 
> lebih dari 55 jt orang miskin.. (25%) gimana peran serta binusian dalam 
> mengentaskan kemiskinan?? apa yang bisa dilakukan.. 
> 
> misalnya dengan beramai ramai kerja ke SG, dan amrik buat bantu devisa dalam 
> negeri.. 
> 
> any idea?? 
> 
> http://www.kompas. com/kompascetak. php/read/ xml/2008/ 05/08/0020578/ 
> bisa.ada. 1568.juta. orang.miskin. baru 
> 
> Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru 
> Pemerintah Berusaha Keras Kurangi Tekanan APBN 
> Kamis, 8 Mei 2008 | 00:20 WIB 
> Jakarta, Kompas - Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi 
> memperkirakan, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan 
> orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. 
> 
> Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah orang miskin se-Indonesia adalah 
> 16,85 persen dari total populasi atau sekitar 36,8 juta jiwa. 
> 
> Berdasarkan simulasi yang dibuat, kenaikan harga BBM 30 persen juga 
> mengakibatkan tambahan inflasi sebesar 26,94 persen. Selain memperhitungkan 
> harga BBM, simulasi itu juga memasukkan komponen produk domestik bruto, 
> penerimaan dan pengeluaran pemerintah, defisit anggaran, investasi, dan 
> ekspor. 
> 
> �Memang angka ini terlihat sangat besar, tetapi kalau dilihat dari 
> realitas kenaikan harga barang, memang lebih tinggi,� ujar Direktur 
> Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung 
> Rakhmanto di Jakarta, Rabu (7/5). 
> 
> Menurut Pri Agung, untuk kenaikan harga BBM sebesar 30 persen, kompensasi 
> yang harus diterima masyarakat minimal Rp 168.000. Sementara itu, pemerintah 
> berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 100.000 per 
> bulan kepada 19,1 keluarga miskin begitu harga BBM dinaikkan. Selain itu, 
> pemerintah juga memberikan bantuan komoditas pangan berupa minyak goreng dan 
> gula. Bantuan ini akan berlangsung setidaknya selama satu tahun. 
> 
> Pri Agung menambahkan, kalau rata-rata harga minyak naik sampai 105 dollar AS 
> per barrel, pemerintah masih bisa menekan defisit anggaran dengan mengurangi 
> marjin keuntungan dan biaya pendistribusian (alpha) Pertamina maupun 
> mengurangi belanja pembangunan. �Menurunkan alpha dari 9,5 persen 
> menjadi 5 persen, subsidi energi bisa dihemat sekitar Rp 9,5 triliun,� 
> ujar Pri Agung. 
> 
> Inflasi langsung turun 
> 
> Pengamat ekonomi Chatib Basri memperkirakan, begitu harga BBM naik 30 persen, 
> inflasi bisa naik sampai 3 persen pada bulan tersebut. �Tapi, inflasi 
> langsung turun pada bulan berikutnya karena konsumsi BBM biasanya langsung 
> turun. Kalau konsumsi turun, impor BBM juga berkurang. Inflasi juga bisa 
> ditekan lagi bila pemerintah melakukan program stabilisasi harga 
> pangan,� kata Chatib. 
> 
> Jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM pada Maret 2005 yang juga 30 
> persen, dampak terhadap inflasi akibat kenaikan harga BBM tahun ini akan 
> lebih tinggi karena porsi premium dalam kenaikan lebih besar. 
> 
> Berbagai penghematan 
> 
> Sebelumnya, pemerintah sudah menegaskan bahwa selain menaikkan harga BBM, 
> berbagai upaya untuk mengurangi tekanan terhadap APBN juga akan dilanjutkan. 
> . Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyaluran dana bagi 
> hasil migas akan dibatasi agar sesuai dengan pagu, pembatasan volume BBM 
> dengan kartu kendali dilanjutkan, serta tagihan listrik di departemen dan 
> instansi akan dijatah. Penghematan dari tagihan listrik ditargetkan mencapai 
> 30 persen. 
> 
> Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono mengatakan, inpres 
> penghematan energi yang akan segera dikeluarkan memuat sanksi yang tegas 
> tidak hanya kepada instansi pemerintah, tetapi juga pelanggan swasta. 
> �Pelanggan besar di atas 6.600 VA yang boros akan dikenai tarif 
> nonsubsidi,� kata Purwono. 
> 
> Dipertanyakan 
> 
> Di Bandung, pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Ina Primiana, 
> mempertanyakan efektivitas BLT. Program BLT hanya sebagai penanggulangan 
> jangka pendek yang tidak menyelesaikan akar permasalahan. 
> 
> �BLT itu hanya mampu merambah masyarakat miskin selama satu tahun ke 
> depan. Padahal, kenaikan harga BBM hingga 30 persen ini menyebabkan daya beli 
> masyarakat semakin rendah sehingga uang BLT itu tidak ada artinya,� 
> ujar Ina. 
> 
> Menurut Ina, kenaikan harga BBM tidak hanya memukul masyarakat kecil dan 
> menengah, tetapi juga sektor dunia usaha, sedangkan pemberian BLT hanya 
> menanggulangi sesaat kesulitan masyarakat miskin saja. 
> 
> �Pemerintah seharusnya menyadari bahwa kenaikan ini memukul dunia 
> usaha yang hitungannya baru berdiri dari pukulan kenaikan harga BBM pada 
> 2005,� kata Ina. Maka, seharusnya pemerintah dapat lebih arif 
> menanggulangi masalah kenaikan harga BBM dunia dengan membentuk suatu program 
> ekonomi jangka panjang atau menengah. 
> 
> Ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi kembali kebijakan dan proyek 
> pemerintah yang kurang efisien. Dengan demikian, penghematan tidak dilakukan 
> melalui pencabutan subsidi BBM. �Dana hasil efisiensi proyek dan 
> kebijakan dapat dialihkan untuk menjaga kestabilan harga BBM sehingga sektor 
> usaha yang baru berdiri dapat tumbuh,� kata Ina. 
> 
> Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengemukakan, kenaikan harga BBM hanya 
> merupakan jalan pintas pemerintah untuk melepaskan diri dari beban keuangan 
> negara. Namun, kebijakan tersebut menuai dampak buruk yang melemahkan daya 
> beli masyarakat, meningkatkan kemiskinan, dan memukul sektor usaha. 
> 
> Menurut Ichsanuddin, ada sejumlah kebijakan alternatif yang dapat ditempuh 
> untuk menyelamatkan ekonomi, antara lain mengurangi alokasi pembayaran pokok 
> dan bunga utang melalui penjadwalan kembali pembayaran utang luar negeri, 
> seperti yang dilakukan Argentina dan Brasil, serta restrukturisasi utang 
> dalam negeri dan pemangkasan biaya pengadaan BBM. (yop/nit/A15/ MDN/ 
> LAS/ACI/DOT/ lkt) 
> 
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ 
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. yahoo.com/ 
> ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------ --------- --------- --- 
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
> now. 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
> 
> 
> ------------ --------- --------- ------ 
> 
> "We cannot all do great things.But we can do small things 
> with great love." - Mother Teresa 
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- 
> 
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan 
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar 
> 
> Stop or Unsubscribe: send blank email to binusnet-unsubscrib [EMAIL 
> PROTECTED] com 
> Questions or Suggestions, send e-mail to binusnet-owner@ yahoogroups. com 
> 
> Yahoo! Groups Links 
> 
> 
> 

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ 
NEW! Get Windows Live FREE. 
http://www.get. live.com/ wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things 
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke