Mungkin kamu bisa mencoba mendapatkan beasiswa, dan sekolah disana (misal 
Aussie, NZ), dan entar pas lulus, kemungkinan mendapatkan pekerjaan yg sesuai 
dgn diharapkan akan lebih besar. Tp gw sendiri ngga 100% yakin, hanya banyak 
liat orang2 yg kuliah di Amrik sini, keliatannya lbh mudah utk mendapatkan 
pekerjaan IT (assuming major mereka itu computer) dibandingkan ama yg kuliah di 
Indo misalnya.
 
zainal


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Sat, 28 Jun 2008 08:10:57 
-0700Subject: Re: [BinusNet] Re:Binusian di NZ




Soal begituan pernah denger dari sumber yang terpercaya misalkan ada ahli SAP.. 
certified..  pergi ke benua lain.. akhirnya cuman jadi kuli doank.. seperti 
office boy di McDonald.. selama hampir setahun..  setelah dapat MCP (Mob 
Certified Profesional) di McD baru bisa dapat better job..  itupun setelah 
lebih setengah tahun.. :D   atau MCSE , CCNE yang jadi kuli juga sampai 
setengah tahun dll..     gara gara ngak ada model NZ experience, XX experience, 
 dan ngak ada network yang bisa bantuin :DNgak heran juga.. kalau ada ahli yang 
kerja di SG.. begitu ke benua lain dan ngak dapat job yang sesuai.. ada yang 
balik lagi ke SG.. karena mereka ngak mau spend waktu 1 atau 2 tahun mulai dari 
kerja kuli sampai bisa seperti di SG lagi.. :D Ada juga yang walaupun test 
teknik tertulis dapat nilai lebih baik, tapi kagak masuk kotak.. karena ngak 
ada XX exp.. :D Tapi banyak juga yang pake koneksi langsung dapat job yang 
sesuai.. jadi tergantung tempat,waktu, dan kondisi juga..  Cara paling gampang 
liat model diskriminasi gitu adalah prasyarat yang halus seperti :- harus 
menyertakan at least  2 references from NZ company.., XX company, dll :D--- On 
Fri, 6/27/08, yans pui <[EMAIL PROTECTED]> wrote:From: yans pui <[EMAIL 
PROTECTED]>Subject: Re: [BinusNet] Re:Binusian di NZTo: [EMAIL PROTECTED]: 
Friday, June 27, 2008, 9:52 PMIronis bangat yah...kalau ternyata kerja di luar 
kok malah membuat posisi kita jadi lebih rendah dari orang di sana. nah 
sementara apakah orang dari sana datang kerja ke sini juga demikian posisinya. 
nyatanya tidak...mereka malah punya nilai jauh lebih besar dibanding orang 
lokal kita di sini yang nyatanya dalam bekerja jauh lebih baik dan berprestasi. 
jadi kenapa bukan kita aja yang menempati posisi tsb. dimana kita jauh lebih 
hebat sebenarnya. kenapa gak kita aja yang menjadikan itu semua berbalik. 
rasanya dengan adanya milist ini sebenarnya bisa menjadikan wadah kita untuk 
menjembatani tentang siapa dan apa kita ini (terutama para alumni binus) yang 
ternyata jauh lebih hebat dari pada lulusan luar. wadah ini lah sebenarnya yang 
kalau kanwan - kawan setuju untuk kita jadikan wada persaudaraan, wadah 
penolong, wadah kasih dan pengembangan terhadap informasi - imformasi dan 
kekuatan kita. mohon maaf jika terkesan ada protes, tapi kenyataannya wadah ini 
jika tidak keberatan dapat juga dijadikan penggalangan poin - poin usulan di 
atas. banyak sebenarnya potensi usaha - usaha yang bisa dibantu dengan cara 
kerjasama yang terbina. bisa jadi milist ini kita jadikan pensehat maupun 
manajemen pengelolaannya yang teamnya bisa datang dari para alumni yang sudah 
sukses dan hebat maupun dari almamater kita sendiri sebagai lembaga yang sudah 
ternama. konsepnya bisa menadi SBU, bisa juga menjadi subsidiary, bisa juga 
menjadi anak usaha.saya yakin akan ada banyak masukkan yang berharga lainnya 
dari kawan - kawan. terima kasih. 







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke