Kalau ngak sanggup dapat beasiswa,  ambil bourse program..  Toh kalau punya 
status legal ato PR di benua lain biasanya kalau kuliah itu gratis..  Binusian 
dipinjemin dana,  tapi syaratnya musti sampe lulus dalam target 2 tahun ato 3 
tahun..  
Kalau lulus baru bayar balik 50 %.      Kalau kagak bisa lulus ato drop out 
malah kena denda..     Toh selama kerja survival 25 jam per minggu bisa idup 
buat bayar kos dan makan..   Kuliah ambil program pinjeman dari pemerintah..  
udah lulus bayar balik 50% pasti gampang karena udah pasti dapat kerja yang 
dibayar bukan jam-jam an lagi minimal 1 jt rupiah per hari seperti kata rekan 
binusian di milis ini..   

Tapi udah pasti  dapatnya yang 50 k per years,   75 k per years  atau more than 
100 k plus stock options seperti beberapa binusian di milis ini kan.. 

Kecuali kalau Binusiannya kerja dengan status illegal seperti banyak  Binusian 
yang kerja di benua amrik..  yach ngak bisa ambil program pinjeman kayak nya 
buat kuliah.. :(

Tapi kalau ortu di indo konglomerat yach.. tanpa bourse program pun udah pasti 
bisa bayar sendiri.. sebagai international student.. :D



--- On Sun, 6/29/08, Rudy Susanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Rudy Susanto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [BinusNet] Re:Binusian di NZ
To: [email protected]
Date: Sunday, June 29, 2008, 3:43 PM






Kalo boleh saya tambahin sedikit tipnya kalo merantau keluar negri:

1. Certification utk yg international sepert MCP or SAP or whatever itu sudah 
pasti at least punya 1 dech.
2. Selama taon2 pertama itu sih kalo ga ada option, any kind of job di kerjain. 
Tapi saran saya akan lebh baik cari kerja yg deket hub dg main officenya 
misalnya di pabrik drpd fast food. Ini hanya sekedar personal opinion dr saya 
saja. Krn jika ada internal recruitment itu lbh gampang dptnya drpada external. 
Pertama sih kalo even bukan kerjaan IT tp close gtu yg data entry juga no prob. 
at least bisa closer lha. (kecuali byk duit and tunggu terus smp dpt kerja yg 
di inginkan)
3. Ini yg terpenting, jgn kira sudah dpt kerja data entry trus ga pertajam 
skill IT anda, selama kerja itu tetap aja perlu ngasah skill IT all the time 
dan tetap cari kerja yg sesuai dg skill kita. (never surrender)
4. Job agent is the best, anda harus cari hub dg byk agency.
5. Selama kerja "surviving job", anda harus cari terus side job or even 
volunteer utk IT job, utk mengumpulkan resume kalo udah punya local experience .
6. Bergaulah dg byk group di lingkungan hidup baru anda di situ.
7. Bersekolah lagi seperti yg di anjurkan oleh Mas Zainal memang salah satu 
cara, krn di skull itu ada program co-op ke prsh. Itu juga hampir sama dgn 
volunteer. Cuman tentu saja yg satu ini harus punya modal gd utk ikut skull, 
krn biayanya tidak murah. Kalo bisa dpt beasiswa sih syukur, tetapi kalo ga dpt 
? so what?
8. Berdoa jg jgn di lupakan, tetapi berdoa saja tidak cukup tanpa usaha.

yah kira2 begitu saja, udah pjg banget neh..
good luck dech

----- Original Message ----
From: zainal arifin <zainal_arifin@ hotmail.com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Saturday, June 28, 2008 7:34:24 PM
Subject: RE: [BinusNet] Re:Binusian di NZ

Mungkin kamu bisa mencoba mendapatkan beasiswa, dan sekolah disana (misal 
Aussie, NZ), dan entar pas lulus, kemungkinan mendapatkan pekerjaan yg sesuai 
dgn diharapkan akan lebih besar. Tp gw sendiri ngga 100% yakin, hanya banyak 
liat orang2 yg kuliah di Amrik sini, keliatannya lbh mudah utk mendapatkan 
pekerjaan IT (assuming major mereka itu computer) dibandingkan ama yg kuliah di 
Indo misalnya.

zainal

To: [EMAIL PROTECTED] s.comFrom: [EMAIL PROTECTED] comDate: Sat, 28 Jun 2008 
08:10:57 -0700Subject: Re: [BinusNet] Re:Binusian di NZ

Soal begituan pernah denger dari sumber yang terpercaya misalkan ada ahli SAP.. 
certified.. pergi ke benua lain.. akhirnya cuman jadi kuli doank.. seperti 
office boy di McDonald.. selama hampir setahun.. setelah dapat MCP (Mob 
Certified Profesional) di McD baru bisa dapat better job.. itupun setelah lebih 
setengah tahun.. :D atau MCSE , CCNE yang jadi kuli juga sampai setengah tahun 
dll.. gara gara ngak ada model NZ experience, XX experience, dan ngak ada 
network yang bisa bantuin :DNgak heran juga.. kalau ada ahli yang kerja di SG.. 
begitu ke benua lain dan ngak dapat job yang sesuai.. ada yang balik lagi ke 
SG.. karena mereka ngak mau spend waktu 1 atau 2 tahun mulai dari kerja kuli 
sampai bisa seperti di SG lagi.. :D Ada juga yang walaupun test teknik tertulis 
dapat nilai lebih baik, tapi kagak masuk kotak.. karena ngak ada XX exp.. :D 
Tapi banyak juga yang pake koneksi langsung dapat job yang sesuai.. jadi 
tergantung tempat,waktu, dan
kondisi juga.. Cara paling gampang liat model diskriminasi gitu adalah 
prasyarat yang halus seperti :- harus menyertakan at least 2 references from NZ 
company.., XX company, dll :D--- On Fri, 6/27/08, yans pui <[EMAIL PROTECTED] 
com> wrote:From: yans pui <[EMAIL PROTECTED] com>Subject: Re: [BinusNet] 
Re:Binusian di NZTo: [EMAIL PROTECTED] s.comDate: Friday, June 27, 2008, 9:52 
PMIronis bangat yah...kalau ternyata kerja di luar kok malah membuat posisi 
kita jadi lebih rendah dari orang di sana. nah sementara apakah orang dari sana 
datang kerja ke sini juga demikian posisinya. nyatanya tidak...mereka malah 
punya nilai jauh lebih besar dibanding orang lokal kita di sini yang nyatanya 
dalam bekerja jauh lebih baik dan berprestasi. jadi kenapa bukan kita aja yang 
menempati posisi tsb. dimana kita jauh lebih hebat sebenarnya. kenapa gak kita 
aja yang menjadikan itu semua berbalik. rasanya dengan adanya milist ini 
sebenarnya bisa menjadikan wadah kita untuk
menjembatani tentang siapa dan apa kita ini (terutama para alumni binus) yang 
ternyata jauh lebih hebat dari pada lulusan luar. wadah ini lah sebenarnya yang 
kalau kanwan - kawan setuju untuk kita jadikan wada persaudaraan, wadah 
penolong, wadah kasih dan pengembangan terhadap informasi - imformasi dan 
kekuatan kita. mohon maaf jika terkesan ada protes, tapi kenyataannya wadah ini 
jika tidak keberatan dapat juga dijadikan penggalangan poin - poin usulan di 
atas. banyak sebenarnya potensi usaha - usaha yang bisa dibantu dengan cara 
kerjasama yang terbina. bisa jadi milist ini kita jadikan pensehat maupun 
manajemen pengelolaannya yang teamnya bisa datang dari para alumni yang sudah 
sukses dan hebat maupun dari almamater kita sendiri sebagai lembaga yang sudah 
ternama. konsepnya bisa menadi SBU, bisa juga menjadi subsidiary, bisa juga 
menjadi anak usaha.saya yakin akan ada banyak masukkan yang berharga lainnya 
dari kawan - kawan. terima kasih. 

[Non-text portions of this message have been removed]

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Instant Messaging, free SMS, sharing photos and more... Try the new Yahoo! 
Canada Messenger at http://ca.beta. messenger. yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

Kirim email ke