Go, Kalau memang begitu, mustinya kan law-nya yang dibetulkan untuk memperbolehkan dad/mom di sekolah. Masalahnya, dengan memperbolehkan prop 8, maka hak dari para gay itu otomatis hilang.
Mungkin asosiasi-nya sama seperti separation of church and state, dimana kita tidak memperbolehkan sekolah memaksakan suatu agama, tapi setiap individu berhak untuk memiliki agamanya masing-masing, selama mereka tidak memaksakan agama tersebut ke orang lain. No? KOkon. 2008/11/5 Lego Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>: > Iya ternyata passed, ... sedikit di atas 52.5% vs 47.5% ? > > Kalo ditinjau dari semua segi, masalahnya sih tiap orang bisa vote yes atau > no, lho. Ditinjau dari segi civil rights, tentu kita ngga bisa kasih > diskriminasi ke kaum gay, karena urusan yg berhubungan dengan tax, hukum, de > el el, akan lebih bener kalo mereka dibolehkan nikah. > > Tapi, ada masalah lain, gue denger ada beberapa sekolah yg sekarang melarang > menyebut papi maminya "dad" or "mom" (extreme sekali kedengerannya) karena > those words ada "gender" atau "kelamin" nya. Ada juga (this is true) yg > mulai ngilangin lambang kamar kecil yg gambarnya melambangkan gender juga. > Wah, gak tau dah. At some point, mungkin semua ngelebur jadi satu kali, kalo > ada co-gay yg merasa wanita lalu bingung mau masuk kamar kecil yg mana, kan > repot. Believe me, some dudes can take it to the extreme and possibly sue > the institution based on whatever law yg sekarang berlaku. > > Untung gue ngga boleh vote, bikin bingung. > > Mungkin kalo ada prop yg sama ginian 4 tahun lagi, hasilnya akan lain, who > knows. To me, 52.5% vs 47.5% itu sama kuat. Makanya, sekali lagi, kalo ada > peluang untuk vote apalagi untuk prop yg kita feel strongly towards, do it. > > Best, > -Lego > > Fear of the LORD is the beginning of knowledge (Proverbs 1:7)
