Kalo menurut saya sih, 'gay' itu sebuah kelainan ato penyakit mental (yang mungkin disebabkan karena ketidakseimabngan hormon) yang menyebabkan sesorang lebih tertarik pada semsama jenis ketimbang lawan jenis. ga semua memang, karena sebagian lagi menjadi gay karena kejadian pada masa lalunya, misalnya mendapatkan perlakuan asusila pada waktu kecil.
Memang kita harus berpikiran terbuka untuk menerima seseorang yang memutuskan untuk menjadi gay. Tapi untuk merestui sampai ke tingkat pernikahan rasanya terlalu berlebihan dan dari segi religi saya rasa tidak ada agama yang merestui pernikahan sejenis. Simply, because it's just not right. But once again, that is what I think. Oh ya, tadi pagi lihat Koran di halaman depannya ada: sodara angkat Obama yang menceritakan kisahnya dan seperti apa obama dulu. Heheheeh. kira2 si obama bakal membenarkan ceritanya itu ga ya? ^^ Kita lihat aja, apakah obama sebagai presiden US bisa membawa perubahan buat Indonesia dan perekonomiannya. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Eko Prasetya Sent: 06 Nopember 2008 3:01 To: [email protected] Subject: Re: [BinusNet] OBAMA = President of the U.S.A Proposition 8 (http://en.wikipedia <http://en.wikipedia.org/wiki/Proposition_8> .org/wiki/Proposition_8). Proposisi ini akan menghapus hak pasangan sesama jenis untuk menikah di California. Salah satu argument dari pihak pendukung, dengan adanya pemberian hak sesama jenis untuk menikah, ini memberikan peluang untuk para gay-couple untuk mengubah pendidikan yang hanya mengajarkan tentang pernikahan lain jenis (traditional marriage, heterosexual). Proposisi ini berarti menghapus hak bagi para gay couple untuk menikah. Menikah di Amerika memiliki perbedaan besar dengan living together/domestic partnership, karena dengan menikah, maka perlakuan pajak, insurance, will, dll. akan juga berlaku pada gay couple. IMO, kita harus bisa berpikiran terbuka, dan mau menerima perbedaan yang ada di sekitar kita. Gay is a fact, some cases even dictated when you're born, sama seperti halnya dengan warna kulit, ras, dan jenis kelamin. Dengan menerima kaum gay, berarti kita juga memberikan kesempatan untuk mereka memiliki hak yang sama dengan kita. KOkon. On Wed, Nov 5, 2008 at 12:02 AM, Frans Salim <[EMAIL PROTECTED] <mailto:frslims%40gmail.com> com> wrote: > 2008/11/5 Eko Prasetya <[EMAIL PROTECTED] <mailto:eprasetya%40gmail.com> com> > > he? SOL..... > > ga ngarti karena ga hidup di Amrik sono.... [Non-text portions of this message have been removed]
