Masalahnya bukan kehancuran atau tidak, normal atau tidak tetapi adalah baik yahudi, nasrani, islam melarang perkawinan sejenis.
Tinggal kitanya, taat dengan agama atau tidak. Satria Budi | PT. PATCO Elektronik Teknologi | Tel: +62-21-88324761 Ext.122 | [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> | Jl. Teuku Umar Km.29, Gobel Industrial Complex, Cibitung 17520, Indonesia From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Eko Prasetya Sent: Sunday, November 09, 2008 1:54 AM To: [email protected] Subject: Re: [BinusNet] OBAMA = President of the U.S.A Ini kan point saya sebelumnya, darimana asumsi bahwa memperbolehkan gay marriage akan menghancurkan kehidupan? Saya sendiri tidak percaya bahwa manusia adalah ciptaan "nya" yang paling baik, dan manusia sendiri sudah banyak melakukan kehancuran yang jauh lebih parah daripada melakukan diskriminasi ini. Seperti yang saya bilang sebelumnya, beberapa negara sudah melegalkan gay marriage, dan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa negara tersebut menuju kehancuran. Sebaliknya, Indonesia tidak melegalkan gay marriage, dan menurut saya jauh lebih hancur dari negara-negara tersebut. KOkon. 2008/11/8 Nico Valentino <[EMAIL PROTECTED] <mailto:nico.valentino%40gmail.com> >: > Hmm, apakah kita sebagai manusia harus menunggu sampai sesuatu menyebabkan > kehidupan hancur baru kemudian kita menyatakan bahwa hal tersebut > menghancurkan kehidupan??? > > Saya percaya bahwa manusia itu adalah ciptaan-Nya yang paling baik, yang > diberikan oleh-Nya akal budi untuk digunakan. sehingga kehancuran seharusnya > dicegah, bukan ditunggu. > [Non-text portions of this message have been removed]
