Yang saya bingung, ini orang terkenal sekali di Indonesia. Tapi dari yang saya dengar lagu-nya, lagu-nya tidak bagus, malah terkesan asal buat.
Lirik-nya tidak jelas, musiknya juga sederhana. Apa ada yang saya lewatkan di sini? KOkon. 2009/8/4 Verri DJ <[email protected]>: > > > Untuk Mbah Surip Yang Fenomenal > Oleh : Ferry Djajaprana > > Tak Gendong ke mana-mana 3x > Mantep dong enak dong > Daripada naik pesawat kedinginan > Mendingan tak gendong ayooooooo > Tak gendong kemana -mana3x > Mantep dong enak dong > dari pada naik taksi kesasar > mendingan tak gendong > wear aryou doing > oke iam hoking” > > “Tak gendong kemana-mana 3x” > Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit > Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. > > Pria bernama asli Urip Ariyanto ini memang fenomenal. Lagu Tak Gendong yang > sederhana justru mampu mengubah kehidupan Mbah Surip dari musisi jalanan > menjadi miliarder. Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada > sambung, ia juga dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron. > > Walaupun Mbah Surip menyukai gendong, menurut Martina Omega bagian reka > medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS > Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang oleh kerabat yang > membawanya yaitu pelawak Mamik dengan menggunakan mobil ambulan bukan > digendong. > > “Mantep Dong Enak Dong” > Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada sambung, ia juga > dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron dengan honor Rp > 5-25 juta per episode. > Dari wawancara di televisi sebulan lalu Mbah Surip menyebutkan bahwa hasil > pendapatannya itu sebagian disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan.. > > “Daripada naik pesawat kedinginan > Mendingan tak gendong ayooooooo..” > Pria yang menggelandang di ibukota dengan mimpi terakhirnya ingin > mempunyai sebuah helikopter, entah kenapa lagunya malah menyarankan untuk > tidak naik pesawat kedinginan.. > Bagi saya ungkapan “kedinginan” Mbah Surip sangat jarang, karena umumnya > orang naik pesawat itu takut.. takut ketinggian, takut jatuh atau > kecelakaan dan sebagainya.. ini takut air conditioner (AC). Tapi walaupun > demikian, Mbah Surip kelewat baik dengan menawarkan tangan untuk digendong > daripada naik pesawat udara. > > “Tak gendong kemana -mana3x > Mantep dong enak dong..” > Tuhan tiba-tiba saja mengangkat derajat Mbah Surip dengan begitu cepat > lewat tembangnya yang berkesan asal-asalan "Tak Gendong". Dari seorang > yang hidup menggelandang dan tak dilirik orang, sontak menjadi selebritis > dengan kekayaan terakhir tercatat Rp82 miliar. > > “Dari pada naik taksi kesasar > mendingan tak gendong..” > Mbah Surip seorang kakek (berapa jumlah cucunya saya nggak tahu) tapi > karena usianya sudah “sepuh” (Jawa: Tua) maka kebiasaan orang Suku Jawa > memanggilnya dengan sebutan “Mbah”. Syair “Daripada naik taksi kesasar > mengingan tak gendong..”, kalimat ini menyiratkan makna bahwa beliau sangat > mengayomi, bahkan mampu memberikan penawaran yang terbaik. > Gerangan apa yang meyiratkan syair “naik taksi kesasar” menjadi hal yang > menakutkan? Mbah Surip pasti membayangkan bahwa bila naik taksi di Jakarta > khususnya, supirnya sering menyesatkan penumpangnya dengan harapan agar > kilometer bertambah, sehingga pundi-pundi ongkos tarif sewanya pun menjadi > bertambah banyak. > Secara tak langsung, Mbah Surip menawarkan untuk pergi bersama, selain aman > juga bisa nyaman. > > “wear aryou doing > oke iam hoking” > Kalimat syair terakhir agak nyeleneh juga .. menurut Meriam-Webster.com, > menjelaskan sebagai berikut : > ------------------------------------------------ > Main Entry: > hoke Listen to the pronunciation of hoke > Pronunciation: > \h?k\ > Function: > transitive verb > Inflected Form(s): > hoked; hok·ing > Etymology: > hokum > Date: > 1925 > : to give a contrived, falsely impressive, or hokey quality to —usually > used with up<hoke up a movie with lots of action> > --------------------------------- > Demikian dari syair diatas Mbah Surip meninggalkan makna yang mendalam > khususnya pada “ I am Hoking” yang entah apa maksudnya..: ) > > -o0o- > > Kehidupan orang sukar diduga kemana dia akan menuju, tetapi kematian adalah > sudah pasti. Kematian Mbah Surip itu tepat di kala dia sedang “Naik > Daun” menuju posisi tertinggi. Kematiannya meninggalkan tanda tanya bagi > kita .. kenapa dia meninggal secepat itu ? Bahkan saya sendiri mendengar > kematiannya pada hari ini sepertinya “percaya nggak percaya...” > Bagaimana prosesnya tiba-tiba saja nama Mbah Surip terangkat secara > mendadak dan tiba-tiba Tuhan dengan cepat memangggil laki-laki yang tengah > berada di titik kulminasi popularitas. Apa benar demikian? Bukankah tidak > ada satu daunpun yang gugur tanpa sepengetahuan Tuhan? > > Ibaratnya pohon yang memiliki banyak daun, banyak daun yang tua, menguning > dan kemudian gugur. Tetapi, ada juga beberapa daun muda yang tiba-tiba > mati. Proses kematian adalah hak prerogatif Allah yang memegang ruh kita > baik siang hari kala kita beraktivitas maupun kala sedang tidur. Daun muda > yang kuning biasanya karena suatu sistem yang fitrah untuk keberlangsungan > sistem yang lebih luas. Demikian juga kematian manusia, hanya saja manusia > selalu ingin tahu ihwal kenapa terjadi kematian, mereka mencari jawab yang > menurut mereka sesuai dengan akal sehat mereka (common sense). Umur kita > sudah tertakar (Qadha) seperti juga jenis kelamin atau jenis suku bangsa, > semuanya sudah di atur oleh Allah Azawajalla. Ada skenario lain yang > terbaik untuk almarhum, penerusnya ataupun untuk bangsa ini, itulah yang > disebut dengan regenerasi. > > Nah, buat kita yang masih hidup sebaiknya siap-siap menyusul Mbah Surip > juga, dengan dendang kematian yang terbaik (khusnul khatimah), yang > menggendong kita lurus menuju Allah SWT tidak kemana-mana. Itulah pesan > “Ina Lillahi Wa Ina Ilaihi Rojiun”artinya “Sesungguhnya dari Allah kita > berasal dan kepadaNyalah kita dikembalikan.”. > > Terakhir, kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk Mbah > Surip, semoga amal baiknya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang > ditinggalkan tetap sabar, tabah, dan tawakal. > > Jakarta, 4 Agustus 2009 > Jam di dinding menunjukkan pukul 15:10 > > Salam, > http://ferrydjajaprana.multiply.com ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
