Ini ada ulasannya.ini bukan berita yg dibuat setelah ia meninggal. http://www.lawupos.net/tak-gendong-kemana-mana-mbah-surip/
bahwa lagu tak-gendong, bukanlah lagu baru. setidaknya telah pernah dimainkan di radio sejak 2003. bahkan menurut mbah sendiri diciptakan sekitar 1986. saat ini lah momentumnya, orang-orang menyukai lagu sederhana, unik dan tidak perlu bermain nada-nada yang rumit. momentum ini ditopang oleh layanan ring back tone (RBT) dari telco, yang memastikan semua karya musik (yg didownload) terbayarkan. nah diantara itu, berkibar lagu nya mbah Surip, menjadi top downloader menjadikan ia miliuner dan terkenal. Best regards, *Sayuti Chow* ---------------------------------------------------------------- "There are only two ways to live your life. One as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle." - *Albert Einstein* http://unequ.blogspot.com Eko Prasetya wrote: > Yang saya bingung, ini orang terkenal sekali di Indonesia. > Tapi dari yang saya dengar lagu-nya, lagu-nya tidak bagus, > malah terkesan asal buat. > > Lirik-nya tidak jelas, musiknya juga sederhana. > Apa ada yang saya lewatkan di sini? > > > KOkon. > > 2009/8/4 Verri DJ <[email protected]>: > >> Untuk Mbah Surip Yang Fenomenal >> Oleh : Ferry Djajaprana >> >> Tak Gendong ke mana-mana 3x >> Mantep dong enak dong >> Daripada naik pesawat kedinginan >> Mendingan tak gendong ayooooooo >> Tak gendong kemana -mana3x >> Mantep dong enak dong >> dari pada naik taksi kesasar >> mendingan tak gendong >> wear aryou doing >> oke iam hoking” >> >> “Tak gendong kemana-mana 3x” >> Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit >> Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. >> >> Pria bernama asli Urip Ariyanto ini memang fenomenal. Lagu Tak Gendong yang >> sederhana justru mampu mengubah kehidupan Mbah Surip dari musisi jalanan >> menjadi miliarder. Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada >> sambung, ia juga dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron. >> >> Walaupun Mbah Surip menyukai gendong, menurut Martina Omega bagian reka >> medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS >> Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang oleh kerabat yang >> membawanya yaitu pelawak Mamik dengan menggunakan mobil ambulan bukan >> digendong. >> >> “Mantep Dong Enak Dong” >> Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada sambung, ia juga >> dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron dengan honor Rp >> 5-25 juta per episode. >> Dari wawancara di televisi sebulan lalu Mbah Surip menyebutkan bahwa hasil >> pendapatannya itu sebagian disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan.. >> >> “Daripada naik pesawat kedinginan >> Mendingan tak gendong ayooooooo..” >> Pria yang menggelandang di ibukota dengan mimpi terakhirnya ingin >> mempunyai sebuah helikopter, entah kenapa lagunya malah menyarankan untuk >> tidak naik pesawat kedinginan.. >> Bagi saya ungkapan “kedinginan” Mbah Surip sangat jarang, karena umumnya >> orang naik pesawat itu takut.. takut ketinggian, takut jatuh atau >> kecelakaan dan sebagainya.. ini takut air conditioner (AC). Tapi walaupun >> demikian, Mbah Surip kelewat baik dengan menawarkan tangan untuk digendong >> daripada naik pesawat udara. >> >> “Tak gendong kemana -mana3x >> Mantep dong enak dong..” >> Tuhan tiba-tiba saja mengangkat derajat Mbah Surip dengan begitu cepat >> lewat tembangnya yang berkesan asal-asalan "Tak Gendong". Dari seorang >> yang hidup menggelandang dan tak dilirik orang, sontak menjadi selebritis >> dengan kekayaan terakhir tercatat Rp82 miliar. >> >> “Dari pada naik taksi kesasar >> mendingan tak gendong..” >> Mbah Surip seorang kakek (berapa jumlah cucunya saya nggak tahu) tapi >> karena usianya sudah “sepuh” (Jawa: Tua) maka kebiasaan orang Suku Jawa >> memanggilnya dengan sebutan “Mbah”. Syair “Daripada naik taksi kesasar >> mengingan tak gendong..”, kalimat ini menyiratkan makna bahwa beliau sangat >> mengayomi, bahkan mampu memberikan penawaran yang terbaik. >> Gerangan apa yang meyiratkan syair “naik taksi kesasar” menjadi hal yang >> menakutkan? Mbah Surip pasti membayangkan bahwa bila naik taksi di Jakarta >> khususnya, supirnya sering menyesatkan penumpangnya dengan harapan agar >> kilometer bertambah, sehingga pundi-pundi ongkos tarif sewanya pun menjadi >> bertambah banyak. >> Secara tak langsung, Mbah Surip menawarkan untuk pergi bersama, selain aman >> juga bisa nyaman. >> >> “wear aryou doing >> oke iam hoking” >> Kalimat syair terakhir agak nyeleneh juga .. menurut Meriam-Webster.com, >> menjelaskan sebagai berikut : >> ------------------------------------------------ >> Main Entry: >> hoke Listen to the pronunciation of hoke >> Pronunciation: >> \h?k\ >> Function: >> transitive verb >> Inflected Form(s): >> hoked; hok·ing >> Etymology: >> hokum >> Date: >> 1925 >> : to give a contrived, falsely impressive, or hokey quality to —usually >> used with up<hoke up a movie with lots of action> >> --------------------------------- >> Demikian dari syair diatas Mbah Surip meninggalkan makna yang mendalam >> khususnya pada “ I am Hoking” yang entah apa maksudnya..: ) >> >> -o0o- >> >> Kehidupan orang sukar diduga kemana dia akan menuju, tetapi kematian adalah >> sudah pasti. Kematian Mbah Surip itu tepat di kala dia sedang “Naik >> Daun” menuju posisi tertinggi. Kematiannya meninggalkan tanda tanya bagi >> kita .. kenapa dia meninggal secepat itu ? Bahkan saya sendiri mendengar >> kematiannya pada hari ini sepertinya “percaya nggak percaya...” >> Bagaimana prosesnya tiba-tiba saja nama Mbah Surip terangkat secara >> mendadak dan tiba-tiba Tuhan dengan cepat memangggil laki-laki yang tengah >> berada di titik kulminasi popularitas. Apa benar demikian? Bukankah tidak >> ada satu daunpun yang gugur tanpa sepengetahuan Tuhan? >> >> Ibaratnya pohon yang memiliki banyak daun, banyak daun yang tua, menguning >> dan kemudian gugur. Tetapi, ada juga beberapa daun muda yang tiba-tiba >> mati. Proses kematian adalah hak prerogatif Allah yang memegang ruh kita >> baik siang hari kala kita beraktivitas maupun kala sedang tidur. Daun muda >> yang kuning biasanya karena suatu sistem yang fitrah untuk keberlangsungan >> sistem yang lebih luas. Demikian juga kematian manusia, hanya saja manusia >> selalu ingin tahu ihwal kenapa terjadi kematian, mereka mencari jawab yang >> menurut mereka sesuai dengan akal sehat mereka (common sense). Umur kita >> sudah tertakar (Qadha) seperti juga jenis kelamin atau jenis suku bangsa, >> semuanya sudah di atur oleh Allah Azawajalla. Ada skenario lain yang >> terbaik untuk almarhum, penerusnya ataupun untuk bangsa ini, itulah yang >> disebut dengan regenerasi. >> >> Nah, buat kita yang masih hidup sebaiknya siap-siap menyusul Mbah Surip >> juga, dengan dendang kematian yang terbaik (khusnul khatimah), yang >> menggendong kita lurus menuju Allah SWT tidak kemana-mana. Itulah pesan >> “Ina Lillahi Wa Ina Ilaihi Rojiun”artinya “Sesungguhnya dari Allah kita >> berasal dan kepadaNyalah kita dikembalikan.”. >> >> Terakhir, kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk Mbah >> Surip, semoga amal baiknya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang >> ditinggalkan tetap sabar, tabah, dan tawakal. >> >> Jakarta, 4 Agustus 2009 >> Jam di dinding menunjukkan pukul 15:10 >> >> Salam, >> http://ferrydjajaprana.multiply.com >> > > > ------------------------------------ > > "We cannot all do great things.But we can do small things > with great love." - Mother Teresa > --------------------------------------------------------- > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar > > Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] > Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
